26 C
Medan
Saturday, April 4, 2026
Home Blog Page 14560

Hari Ini, Penyaluran Beasiswa Murid SD Miskin

Jangan Ada Pemotongan Bentuk Apapun

MEDAN-Dinas Pendidikan  Sumatera Utara (Disdiksu) dijadwalkan akan menyalurkan beasiswa miskin bagi 121.936 siswa Sekolah Dasar (SD) tahun 2011 senilai Rp 43,8 miliar, Selasa (1/11) hari ini. Penyaluran tersebut melalui Kantor Pos kecamatan terdekat di sekolah masing-masing di kabupaten/kota di Sumut.

Terkait rencana penyaluran itu,  Ketua Dewan Pendidikan Kota Medan, DR Matsuhito Solin menegaskan agar penyaluran dana beasiswa miskin dilakukan sesuai jadwal, sehingga bisa digunakan para siswa yang membutuh-kan.”Kita berharap agar penyaluran bisa berjalan sesuai jadwal, dan dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa memperketat pengawasan terhadap penyaluran beasiswa miskin itu, termasuk juga masyarakat ikut mengawasi penyalurannya,” harap DR Matsuhito Solin kepada wartawan, Senin (31/10).

Matsuhito berharap beasiswa miskin yang dibagikan itu tidak dipotong mengingat jumlahnya tidak begitu banyak yang diperoleh siswa setiap bulannya.

“Seandainya ada pemotongan atau seperti biaya kirim, itu sudah ditanggung pemerintah,” harapnya.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kadisdik Sumut), Syaiful Safri melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Pendidikan Layanan Khusus Dinas Pendidikan Sumut, Henri Siregar mengatakan akan melakukan pengawasan secara ketat terhadap pengelolaan beasiswa yang diperuntukan bagi siswa miskin.

“Kita telah meminta pihak kita melakukan pengawasan ketat, agar anggaran yang dikucurkan pemerintah kepada para siswa miskin tepat sasaran,” tegasnya.

Henri juga meminta peran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan wartawan agar turut serta mengawasi pengelolaan beasiswa bagi siswa miskin, sehingga target pemerintah dalam rangka membantu siswa miskin dalam dunia pendidikan dapat terwujud.  Dalam hal ini daerah penerima beasiswa paling besar yakni Padangsidimpuan Rp6,4 miliar untuk 17.800 siswa, diikuti Gunung Sitoli Rp 4,68 miliar untuk 13.000 siswa, dan Rantauparapat Rp4,67 miliar untuk 12.700 siswa.

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa setiap siswa penerima akan mendapatkan beasiswa miskin sebesar Rp360.000, atau perbulannya Rp30.000. Dana yang tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan siswa agar bisa bersekolah, sehingga tidak ada lagi siswa SD yang putus sekolah dengan alasan ketiadaan biaya.

Setiap penerima yang melakukan pengambilan terlebih dahulu diverifikasi atau dicocokkan sesuai dengan nama siswa yang sudah terdata. Selain itu,  siswa harus didampingi orang tua/wali dengan menunjukkan rapor asli yang merupakan persyaratan untuk mengambil dana bantuan tersebut. (uma)

Bandara Kualanamu Diseminarkan

Dihadiri Menko Ekonomi, Pakar Perencanaan dan Arsitek

MEDAN-Kualanamu bukan hanya berfungsi sebagai bandara internasional, namun dianggap sebagai penggerak dan pemicu percepatan pembangunan di wilayah sekitarnya. Harapan itu akan disampaikan Departemen Arsitektur dan Program Magister Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT USU) dalam seminar dan lokakarya (workshop) dengan tema, “Kualanamu Airport and Regional Development, Creating Urban Architecture for a Better Life” yang berlangsung selama dua hari di Tiara Convention Center, Medan, 16-17 November 2011 mendatang.

“Seminar dan lokakarya itu kerja sama dengan Pemko Medan, sekaligus memperingati 20 tahun Departemen Arsitektur dan 10 tahun Program Magister Arsitektur FT USU,” terang Ketua Panitia Pelaksana Ir Nurlisa Ginting MSc didampingi Ketua Program Magister Arsitektur FT USU, Dr Ir Dwira N Aulia MSc, dan Ketua Departemen Arsitektur FT USU, Ir N Vinky Rahman MT, saat menjelaskan pengaruh kehadiran Bandara Kualanamu kepada wartawan koran ini di USU kemarin.

Menurut Nurlisa dengan adanya pembangunan Bandara Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang akan berdampak signifikan bagi pembangunan wilayah Sumatera Utara (Sumut). Hanya saja untuk menciptakan semua itu dibutuhkan koordinasi kelembagaan, peran pusat kota, dan diversifikasi mata pencarian masyarakat perlu diperhatian, seperti Pemprovsu, Pemkab Deli Serdang, dan Pemko Medan.

“Pengaruh-pengaruh itu, harus melibatkan kelembagaan, peran pusat kota menyangkut akses ke bandara, dan diversifikasi mata pencarian masyarakat di sekitar bandara dari usaha pertanian ke non pertanian,” paparnya.
Seminar ini juga, lanjut Nurlisa, bertujuan untuk meningkatkan pemahaman bagaimana pembangunan Bandara Kualanamu berdampak secara ekonomi, sosial, spasial, dan lingkungan. Kemudian, meningkatkan pengetahuan mengidentifikasi peluang dan keterbatasan dalam pembangunan bandara secara regional untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Selain itu, kegiatan ini bisa meningkatkan dialog antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota di tingkat institusi untuk meningkatkan ekonomi makro, kebijakan sektoral, dan inisiatif lokal,” ujarnya.
Dalam seminar nantinya sebagai pembicara dihadiri Menko Perekonomian Hatta Radjasa, pakar perencanaan Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof Tommy Firman, arsitek lulusan Massachussets Institute of Technology (MIT) Amerika Serikat, Kevin Mark Low.

“Dalam seminar akan ada presentasi makalah dari berbagai institusi dalam dan luar negeri dalam berbagai sub topik, seperti arsitektur, perancangan dan perencanaan kota, lingkungan, ekonomi, dan lainnya,” bebernya.
Sementara pada hari kedua atau tepatnya 17 November, akan membahas kasus Bandara Kualanamu dan dampaknya bagi pengembangan kawasan Metropolitan Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo (Mebidangro).

Dengan isu yang diangkat antara lain perencanaan kawasan pusat Kota Medan, kawasan sekitar bandara, dan transportasi menuju Kualanamu. “Seminar dan lokakarya ini diharapkan menghasilkan pemikiran, gagasan, dan rencana komprehensif bagi pembangunan wilayah pasca beroperasinya Bandara Kualanamu,” terang Nurlisa.
Nurlisa Ginting juga menyebutkan, selain seminar dan lokakarya, juga digelar berbagai kegiatan untuk memperingati diesnatalis ke dua program pendidikan ini. Kegiatan itu ialah pameran karya arsitektur, klinik dan konsultasi arsitektur gratis, donor darah, lomba mewarnai dan melukis untuk pelajar SD-SMA, dan bincang-bincang “Dunia Aristektur untuk Kualitas Hidup”.

“Untuk informasi dan pendaftaran dapat menghbungi Sekretariat Panitia Departemen Arsitektur USU, Kampus Padang Bulan atau mengakses http://mta.uzu.ac.id,” demikian ungkap Nurlisa Ginting diakhir pertemuan. (uma).

Nanda Tampik Jabatan CEO

MEDAN-Hanya tinggal hitungan hari, Liga Primer Indonesia (LPI) akan kembali bergulir. Tapi, PSMS masih belum juga membentuk perangkat manajemen, begitu pula belum terpilihnya siapa Chief Executive Officer (CEO).
Padahal, kehadiran CEO bakal menjadi sosok krusial bagi klub berjuluk Ayam Kinantan dalam mengakomodir keperluan tim yang mendapat kucuran dana dari pihak konsorsium sebagai pengelola.

Ketum PSSI Djohar Arifin membenarkan ketiadaan kepengurusan di PSMS akan menghambat laju persiapan PSMS khususnya di bidang teknis. “Yang paling genting di PSMS itu adalah penentuan kepengurusan. Dan kami berharap Ketum PSMS segera menentukannya dalam waktu dekat,” ungkap Djohar melalui telepon selular, Senin (31/10).
Seharusnya menurut Djohar, kepastian PSMS mengikuti LPI menjandikan penentuan pengurus menjadi lebih mudah.  “Pastinya sudah semakin mudah karena sudah ada kepastian dari Ketum PSMS ikut IPL,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, pelaksana teknis PSMS Iswanda Nanda Ramli mengaku akan membahasnya dengan Ketum PSMS Senin (31/1) malam. Ia yakin, hari ini (1/11) atau besok (2/11) PSMS sudah akan menunjuk CEO.

“Selasa atau Rabu, sudah dipastikan siapa yang menjadi perangkat CEO dan manajemen itu. Soal kepengurusan, malam ini (Senin malam, Red) saya dipanggil Pak Wali Kota guna membicarakan itu,” katanya.

Namun dia belum berani menyebutkan siapa sosok yang bakal mengisi pimpinan di manajemen PSMS nantinya.
Beredar kabar, Ketum PSMS sebenarnya menunjuk Iswanda Nanda Ramli sebagai CEO, namun ditolak. Sumber menyebutkan, pria yang akrab disapa Nanda ini memilih masuk dalam bagian manajemen tim, ketimbang CEO.
Kondisi tersebut akhirnya memunculkan kembali nama pelaksana teknis PSMS lainnya Idris, mengisi posisi tersebut. Namun, mengingat rekam jejak Idris yang belakangan kurang mendapat simpati publik lantaran komentarnya yang kerap kontradiktif termasuk saat menegaskan PSMS tetap bermain di Divisi Utama, yang akhirnya berlainan dengan keputusan Ketum PSMS agar PSMS berlaga di LPI. (saz)

Isi Ulang simPATI, Gratis 100 Menit Nelpon dan 100 MB Internetan

Telkomsel menghadirkan kejutan bonus isi ulang simPATI. Dengan melakukan pengisian ulang pulsa minimal Rp 10.000, para pelanggan simPATI di seluruh Indonesia dapat menikmati Bonus Surprise berupa GRATIS 100 menit nelpon ke lebih dari 105 juta pelanggan Telkomsel dan juga bonus internetan sebesar 100 MB.

Pelanggan simPATI tidak perlu mendaftar untuk mendapatkan Bonus Surprise ini. Cukup melakukan isi ulang pulsa simPATI, selanjutnya pelanggan akan mendapatkan bonus sesuai dengan denominasi dan frekuensi isi ulang.

Menurut Vice President Area Sumatera, Mirza Budiwan, “Kami ingin mengapresiasi para pelanggan setia simPATI dengan menyajikan kejutan bonus saat melakukan isi ulang pulsa. Selain gratis 100 menit nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel, pelanggan simPATI juga dapat menikmati asyiknya chatting, browsing, social networking, email, upload, dan download di ponsel sepuasnya secara gratis dengan kuota 100 MB.”

Pelanggan yang melakukan satu kali isi ulang pulsa dengan denominasi Rp 10.000 dalam 1 hari, maka Bonus Surprise simPATI dapat berlaku keesokan harinya pukul 00:00 hingga 06:00 selama satu hari. Sedangkan pelanggan yang mengisi ulang pulsa denominasi Rp 20.000 akan mendapatkan bonus selama 2 hari, Rp 50.000 mendapat bonus selama 4 hari, dan Rp 100.000 mendapat bonus selama 14 hari.

Bila frekuensi pengisian ulang pulsa pada denominasi yang sama dalam satu hari dilakukan lebih dari satu kali, maka Bonus Surprise dapat digunakan setiap harinya pada pukul 00:00 hingga 09:00. Untuk mengecek sisa bonus maupun bonus lainnya, pelanggan dapat mengakses menu *889# langsung dari ponsel.

Selain dapat Bonus Surprise dari isi ulang pulsa, para pelanggan simPATI juga berkesempatan untuk menyaksikan film favorit pilihannya sendiri di bioskop 21 dan XXI di 11 kota melalui program simPATIzone Friday Movie Mania. Program ini merupakan rangkaian acara nonton gratis film blockbuster bagi pelanggan setia simPATI yang dilangsungkan setiap hari Jumat setiap bulannya. Cukup dengan menukarkan 100 TELKOMSELpoin dengan mengetik SMS: simPATIZONE, lalu kirim ke 777.

Kenyamanan dan kelancaran komunikasi pelanggan dalam memanfaatkan Bonus Gila-Gilaan simPATI didukung oleh jaringan terluas berkualitas Telkomsel melalui penggelaran lebih dari 44.000 Base Transceiver Station (BTS) termasuk 9.000 Node B (BTS 3G), yang tersebar hingga pelosok Indonesia.

Yingluck: Awal November Bangkok Bebas Banjir

BANGKOK- Banjir kembali meluap di Bangkok mencapai sekitar istana kerajaan, sementara Perdana Menteri (PM) Thailand, Yingluck Shinawatra tetap optimis ibukota Thailand itu tidak akan mengalami lebih banyak lagi kerusakan karena tanggul-tanggul darurat yang membentengi Kota Bangkok cukup sukses menghalau air bah, Minggu (30/10).

Meluapnya air di wilayah ibu kota Bangkok itu akibat beberapa distrik utara kota Bangkok jebol akibat adanya gelombang pasang yang mendorong air dari teluk Thailand masuk lembah sungai Chao Praya diperkirakan akan berlangsung hingga Senin.

Tapi, adik bungsu mantan PM Thaksin Shinawatra tersebut menegaskan bahwa genangan air di ibu kota segera surut. “Jika tanggul jebol, tapi pola pemasangan tanggul diantasipasi cepat, maka banjir akan surut pada pekan pertama November,” tandas pemimpin 44 tahun itu dalam siaran televisi nasional. Dia yakin, ibu kota akan bebas banjir dan aktivitas perekonomian serta pemerintahan kembali normal.

Genangan air di beberapa titik strategis ibu kota juga mulai surut kemarin. Salah satunya adalah di kawasan sekitar Grand Palace. Meski sempat terendam air setinggi mata kaki pada Jumat lalu, satu objek wisata utama Negeri Gajah Putih itu kembali kering. Bahkan, dalam waktu kurang dari 24 jam, Grand Palace sudah kembali dibuka untuk para wisatawan.

Ribuan penduduk ibu kota yang beberapa waktu lalu berbondong-bondong meninggalkan tempat tinggal mereka, pun mulai berpikir untuk pulang. Mereka berharap, Bangkok merupakan wilayah paling akhir yang terimbas banjir, bakal menjadi wilayah pertama yang terbebas dari banjir. Dengan demikian, mereka bisa kembali ke tempat tinggal masing-masing.

Tapi, Yingluck mengimbau para penduduk Bangkok untuk bisa menahan diri dan terlibat langsung dalam upaya untuk menyelamatkan wilayah masing-masing dari banjir. Kemarin, Raja Bhumibol Adulyadej mengimbau militer Thailand bahu-membahu dengan warga dalam menghalau banjir. Sebab, tanpa kerja keras semua pihak, mustahil Bangkok dan Thailand terbebas dari banjir.

“Yang Mulia Raja dan Ratu memerintahkan kami untuk berupaya maksimal dalam memerangi bencana banjir kali ini,” kata Komandan Angkatan Darat (AD) Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha.
Mantan PM Abhisit Vejjajiva mengaku prihatin atas bencana sejak sekitar tiga bulan terakhir bertahan di Thailand. Apalagi, jumlah korban tewas sudah melebihi 381 jiwa. Politikus itu menyatakan siap membantu pemerintahan Yingluck untuk mengatasi banjir. (ap/afp/rtr/hep/ami/jpnn)

Minggu Sehat Bersama Sumut Pos

Dimeriahkan Poco-poco Yonzipur-I/DD

MEDAN-Ratusan masyarakat kembali ramaikan Minggu Sehat bersama Sumut Pos, yang berlangsung Minggu pagi (30/10). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Yonzipur I/DD Jalan Kapten Muslim ini juga diselingi dengan goyang poco-poco dari sejumlah peserta yang tergabung di kesatuan Yonzipur-I/DD.

Tidak hanya melaksanakan senam pagi, pelaksanaan Minggu Sehat ini juga diramaikan dengan beragam produk dari masing-masing sponsor. Di antaranya Energen, Ester C, Durol, La Fonte Pasta dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut Sumut Pos juga menyediakan konsultasi kesehatan secara gratis bagi seluruh peserta yang disediakan oleh rumah sakit ibu dan anak Salam Tanjung Sari Medan. Pemeriksaan yang disediakan di antaranya yakni cek gula darah dan tekanan darah.

Dalam kesempatan tersebut Mayor Czi Edward R Samuel Wakil Komandan Batalion Zeni Tempur mengatakan jika acara Minggu Sehat yang dilaksanakan Sumut Pos sebagai bentuk kegiatan sosial yang sangat positif. Selain menyehatkan, kegiatan senam sehat ini juga bilang Czi Edward, mampu memberikan refreshing bagi anggotanya setelah mengikuti beragam kegiatan protokoler.
“Ke depannya kegiatan ini diharapkan bisa kembali dilaksanakan di sini (Yonzipur-I/DD, Red),” sebutnya.

Adnan C Nainggolan, selaku ketua panitia mengaku kegiatan tersebut tak lain sebagai bentuk kepedulian Sumut Pos terhadap pembaca, pelanggan setia, dan sponsor yang ikut menyukseskan kegiatan tersebut. “Kita berterima kasih untuk animo dan kepedulian masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini,”ungkapnya.

Dalam acara itu juga para peserta disajikan sebuah hiburan dari anggota Yonzipur yang mewakili beberapa kompi dari kesatuan dengan mempertunjukkan kebolehan mereka dalam goyang poco-poco. Bahkan untuk kompi/tim terbaik juga mendapatkan hadiah langsung dari wakil komandan batalion dan Sumut Pos bagi tim/kompi terbaik. Dalam acara itu, Sumut Pos membagikan hadiah lewat lucky draw bagi peserta yang merupakan pembaca dan pelanggan setia. (uma)

Citra Gatot Melorot

Banyak SKPD Diduga Terlibat Korupsi Misi Syampurno Mengambang 

MEDAN-Telah tujuh bulan Gatot Pujo Nugroho menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu). Namun, beberapa kalangan menganggap kinerja Gatot belum tampak. Bahkan, ada yang menganggap Gatot tak berhasil memimpin Sumut. Tak pelak, citra Gatot sebagai pemimpin yang tepat mulai melorot.

Hal ini tidak terlepas dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang disoroti kinerjanya, karena dianggap tidak ‘becus’ dalam menjalankan roda anggaran pada APBD 2011 ini. Setidaknya Anggota Komisi A DPRD, Syamsul Hilal, mengungkapkan hal itu pada Sumut Pos. “Banyak SKPD yang diduga kuat terlibat dan melakukan tindakan korup. Harusnya ini menjadi perhatian Plt Gubsu, sebagai bahan evaluasi. Karena citra pemerintahan Sumut, menjadi negatif atas hal-hal itu,” katanya, Minggu (30/10).

Apalagi, sejauh ini, realisasi serapan anggaran pada semua SKPD di lingkungan Pemprovsu hanya berkisar 51,9 persen dari Rp4,4 triliun APBD Sumut. Ujung-ujungnya, Gatot dinilai tidak mampu “menuntun” SKPD, dan parahnya lagi mantan Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumut ini dinilai tidak mampu memimpin Sumut.

Sebut saja beberapa SKPD yang acapkali mendapat sorotan tajam dari masyarakat, terutama diduga kuat terlibat dengan kasus-kasus korupsi seperti, Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Sumut, Dinas Pertanian Sumut, Dinas Bina Marga (PU) Sumut, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut serta banyak lagi SKPD lainnya.  “Apalagi, Plt Gubsu katanya mau menciptakan pemerintahan bersih, dan dia (Gatot, Red) juga berasal dari partai yang relatif bersih. Tapi, arah untuk perbaikan belum terlihat,” tambah Syamsul Hilal.

Politisi senior PDIP Sumut ini menambahkan, Gatot juga ‘bermasalah’ dengan mutasi SKPD. “Kalau mutasi waktu lalu, itu berdasarkan ‘ini orang siapa dan itu orang siapa’. Kalau evaluasi atau mutasi atas SKPD yang diduga kuat korupsi tidak ada. Jadi, wajar bila masyarakat menganggap, Plt Gubsu tidak mampu memperbaiki jalannya pemerintahan dan jadi sah-sah saja kalau masyarakat juga menilai Plt Gubsu tidak mampu memimpin Sumut,” tegasnya.

Terkait realisasi anggaran, Syamsul juga menyatakan, harusnya Gatot sudah harus mengambil sikap dan kebijakan dalam rangka evaluasi SKPD.  “Realisasi serapan di SKPD rendah. Dan ini harusnya sudah jadi bahan evaluasi,” tambahnya.

Senada dengan itu, pengamat politik asal Universitas Sumatera Utara (USU) Wara Sinuhaji mengatakan, dengan banyaknya persoalan yang muncul dengan penilaian-penilaian miring terhadap SKPD di Sumut, dan telah ter-blow up di media massa, sehingga menjadi konsumsi publik, harusnya menjadi bahan pertimbangan dan masukkan bagi Plt Gubsu untuk melakukan kajian dan penelitian.

“Banyak dan hampir semua SKPD yang ada, mendapat penilaian negatif dari masyarakat. Ada yang menyatakan, diduga korupsi dan telah dilaporkan ke penegak hukum, kemudian ada juga SKPD yang tidak sesuai pada tempatnya. Semestinya ini segera diperbaiki, namun kenyataannya belum ada langkah ril dari kepala daerah yang bersangkutan dalam hal ini Plt Gubsu,” ulasnya.

Wara Sinuaji juga sepakat dengan Syamsul Hilal, kinerja Gatot memang kurang menjanjikan. “Jadi wajar, jika selama kepemimpinannya sampai saat ini Plt Gubsu dinilai belum mampu memperbaiki jalannya pemerintahan dan belum mampu untuk memimpin Sumatera Utara,” tambahnya.

Wara Sinuhaji mencontohkan, pelaksanaan visi dan misi pasangan Syamsul Arifin-Gatot Pujo Nugroho (Syampurno) sejauh ini, belum terlihat menunjukkan hasil yang memadai dan memuaskan bagi rakyat alias mengambang. Itu tidak terlepas dari orang-orang yang duduk di jabatan itu adalah orang yang tidak tepat. Sehingga berdampak pada kinerja instansi tersebut. “Kita miris melihat penanganan pendidikan di Sumut.

Begitupun di dunia kesehatan, tak jauh berbeda dengan ketahanan pangan. Ketiga fokus ini adalah wujud dari visi misi Syampurno yang belum terlihat hasil nyatanya. Jabatan kepala dinas itu bukan jabatan politis. Artinya, Gatot harus berani mengambil sikap. Jangan mengambil sikap berdasarkan tekanan politik yang ada,” tegasnya.

Lebih frontal lagi seperti apa yang dikemukakan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) Picky Fadli. Picky menyatakan, Gatot bukan sosok yang tegas dan tepat dalam memimpin Sumut. Karena, sejauh ini Gatot tidak mampu menciptakan pemerintahan yang bersih. Atas dasar itu, mundur atau dicopotnya Gatot menjadi angka mati yang sebaiknya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

“Banyak kasus-kasus korupsi yang diduga kuat dilakukan SKPD di Pemprovsu. Harusnya SKPD-SKPD itu diganti, dengan catatan sesuai dengan kedudukan dia sebagai Pelaksana Tugas, dimana dia (Gatot, Red) harus meminta persetujuan dari Mendagri. Tapi Plt Gubsu tidak berbuat apa-apa. Jadi sangat layak kalau Plt Gubsu itu mundur atau Mendagri mencopotnya. Karena yang mengangkat adalah Mendagri,” ungkapnya.(ari)

Pengacara JR Saragih pun Ingin Kasus Cepat Tuntas

MEDAN-Penanganan berbagai kasus Bupati Simalungun, JR Saragih, oleh Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terus menjadi perhatian berbagai kalangan. Ya, apalagi kalau bukan soal lambatnya penanganan kasus yang dimaksud. Lucunya, pengacara JR Saragih, Reffly Harun pun sampai tak sabar dengan kasus tersebut.

“Dalam konteks persoalan ini, belum ada perkembangan apa-apa. Kita mengharap, KPK bisa mempercepat proses penyelesaian masalah ini. Karena persoalan ini sudah satu tahun ini,” tegasnya saat dikonfirmasi Sumut Pos, Minggu (30/10).

Ya, satu kasus yang melibatkan JR Saragih dan telah bergulir sejak tahun lalu, yang sampai saat ini belum selesai adalah kasus dugaan percobaan penyuapan terhadap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), yang dibuka ke permukaan secara langsung oleh Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, pada sebuah konfrensi pers 9 Desember 2010 lalu Dari perbincangan yang ada, Reffly Harun berulang-ulang kali mengatakan, dalam konteks ini dirinya mengaku, Bupati JR Saragih menyatakan kepadanya diperas oleh oknum Hakim MK terkait Pilkada Simalungun sebesar Rp1 miliar berbentuk Dollar Amerika.

Sementara berdasarkan keterangan pers Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, 9 Desember 2010 lalu, Ketua MK Mahfud MD menyatakan, JR Saragih lah yang berupaya untuk melakukan suap terhadap hakim MK. “Maka dari itu, untuk menentukan siapa yang benar dan salah adalah pengadilan. Sebab itu lah, sebaiknya KPK bisa secepat mungkin melakukan upaya penyelesaian atas masalah ini,” beber Reffly Harun.

Bagaimana dengan kasus-kasus lain, seperti kasus dugaan suap kepada Ketua Pokja KPUD Simalungun Robert Ambarita sebesar Rp50 juta? “Maaf, kalau untuk yang ini saya tidak berurusan. Jadi, tidak bisa memberikan keterangan,” katanya.

Mengenai kasus-kasus lainnya yang baru-baru ini dilaporkan ke KPK seperti, dugaan berkolusi dengan Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon dalam upaya pengalihan gaji honor guru Non PNS sebesar Rp1,2 milyar untuk pembelian mobil dinas anggota DPRD Simalungun dan dugaan penyelewengan APBD Simalungun 2010 sebesar Rp48 miliar?

Terkait itu, kembali Reffly Harun enggan mengkomentarinya. Dikatakannya, dirinya tidak ingin terlibat dengan konflik-konflik politik di daerah. “Saya tidak ingin terlibat dalam persoalan dan kepentingan-kepentingan politik di daerah,” jawabnya singkat.

Terkait kasus-kasus yang diduga melibatkan JR Saragih, yang sampai saat ini belum ada kepastian hukum di KPK, Ketua Komisi II DPR RI yang juga asal Sumut Chairuman Harahap ketika dikonfirmasi Sumut Pos mengatakan, KPK harus menegakan hukum. Meskipun pada realisasinya, ada proses yang harus dilakukan oleh KPK untuk mengungkap suatu kasus atau laporan yang diterima.

“Ini masalah penegakan hukum. Laporan ada, tapi harus dianalisis. Apakah ada indikasi-indikasi. Kemudian baru dilakukan penyidikan dari mana. Biarlah KPK bertindak. Tapi bagi pelapor, berhak mempertanyakan dan berhak mendapatkan jawaban dari KPK atas laporannya itu,” tegasnya.(ari)

NSRC 2011 Seri III Sukses

Menuju Asia Pasifik

North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 Seri III berakhir sukses. Pemenang reli yang digelar sejak Jumat (28/10) hingga Minggu (30/10) itupun telah memegang tropi. Kini, Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumut (Pengprov IMI Sumut) langsung fokus pada even berikutnya, helat akbar di level Asia Pasifik.

MEDAN- Ketua Pengprov IMI Sumut Musa Rajeckshah menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan pada tiga seri NSRC 2011. Diharapkan hal tersebut dapat terulang pada NSRC 2012 mendatang sebagai persiapan menjadi tuan rumah Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2013 dan WRC di tahun berikutnya.

“Pengprov IMI Sumut sudah menyurati PP IMI menyatakan kesiapan menjadi tuan rumah APRC Rencananya padan Kejurnas April mendatang akan ada tim oberservasi yang akan menilai kelayakan menjadi tuan rumah APRC. Dari situ kita harap dapat mengembalikan World Rally Championship seperti pada 1996 dan 1997 lalu. Karena kejuaraan reli ini merupakan ajang promosi pariwisata sekaligus menunjukkan kalau Indonesia negara yang layak dan aman untuk dikunjungi,” tutur Musa Rajeckshah yang akrba dipanggil Ijeck itu.

Pada balapan kemarin, pereli FBRT Sport Subhan Aksa/Webb Bernie menjadi yang tercepat. Melahap delapan spesial stages (SS), keduanya mencatat waktu total 1:55:24 detik. Sayang, debu tebal di SS 7 dan SS 8 menghalangi pereli BlaBlaBla Motorsport Ijeck/Uche untuk bermain total. Keduanya pun harus puas finish di urutan kedua dengan catatan waktu 2:00:58 detik.

Sementara itu, Dian AP Harahap dan Edwin Nasution yang finish di urutan kelima memastikan diri sebagai Juara Umum Grup N4 dan berhak atas satu unit sepeda motor Yamaha. Sebagai driver dan navigator terbaik, keduanya pun berhak atas Tropi Gubernur Sumatera Utara yang diserahkan oleh Plt Gubernur Sumatera Utara Ir Gatot Pujo Nugroho.

Gelar itu sendiri nyaris hilang saat mobil Mitsubishi Evo VII miliknya terhenti di SS 7. Beruntung Ahmad Taufik Harahap/Lanang Damarjati yang start di belakangnya mengalami masalah yang sama. “Ada lima menitan tadi. Tapi sejak SS 7 saya memang tampil tidak ada beban. Persaingan luar biasa sengit begitu juga pelaksanaan kegiatan. Secara kualitas kita layak kok menjadi tuan rumah APRC (Asia Pacific Rally Championship, Red),” ucap Dian AP Harahap kepada Sumut Pos.

Eddi WS/Syariful Adil dari Suzuki Spectra Indocafe tampil sebagai Juara Umum di Grup Gr2 setelah finish tercepat di serie III dan berhak atas satu unit sepeda motor Yamaha. Keduanya sebelumnya tampil tercepat di serie I Langkat Reli, diikuti finish ketiga di serie II Medan Reli. Mengandalkan mobil Suzuki SX-4, keduanya bahkan meninggalkan beberapa peserta grup N4 untuk menyodok ke urutan tujuh overall.

“Untuk hasil ini kita cukup puas. Apalagi dengan penyiraman di SS 2 kemarin, kita masih bisa finish di urutan tujuh. Kita harap ke depan dapat memberikan yang lebih baik lagi,” ucap Eddy WS, Minggu (30/10) malam.

Sementara itu Juara Umum di grup N-15 non seeded jatuh pada Asmansyah Harahap/Welly Armaya juga berhak atas satu unit sepeda motor Yamaha. Di serie III ini, keduanya finish di urutan ketiga grup dengan total waktu 2:36:00 detik. Posisi pertama ditempati oleh M Agha Novrian/Amril Afriansyah dan Fritz Pardede/Zakharia Andreas P di urutan kedua.

Sebagai pendatang baru, Arji yang turun sebagai navigator dari pereli senior Andi Jachmoon memperlihatkan hasil yang memuaskan. Mengandalkan mobil Proton keduanya finish di urutan kedua grup GR2 dan peringkat sembilan overall dengan waktu total 2:20:57 detik.

“Sebagai start pertama saya, pasti sangat berkesan. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk membela nama Sumut dengan eksis di reli. Begitu pun saya masih harus banyak belajar sebelum turun sebagai navigator,” ucap putra sulung dari Ketua Pengprov IMI Sumut H Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck.

Selain tropi Tropi Gubernur Sumatera Utara, Grand Final NSRC 2011 juga memperebutkan Tropi Pangdam I/BB yang jatuh pada Ijeck sebagai driver terbaik dan Adi Wibowo sebagai navigator terbaik. Tropi Kapoldasu jatuh pada Ahmad Taufik Harahap/Uche. Tropi Wali Kota Medan jatuh pada Marzuki Desky/Fachri Sidik dan tropi Bupati Madina untuk Dade Nasution/M Z Pane.

Dalam kata sambutannya Plt Gubernur Sumatera Utara Ir H Gatot Pujo Nugroho menyampaikan apresiasi kepada Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) atas suksesnya kegiatan. Ke depan dirinya menghimbau seluruh pihak turut mensukseskan NSRC 2012 menuju Sumut tuan rumah Asia Pacific Rally Championship (APRC) 2013 dan World Rally Championship (WRC).

“Pelaku reli adalah lelaki sejati. Tentunya dalam menggelar kegiatan Pengprov IMI Sumut membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk itu saya mengimbau pelaku ekonomi kreatif dan pelaku industri pariwisata dapat mengondisikan kegiatan reli ini agar membangkitkan pariwisata Sumut. Antara lain Danau Toba, Nias, dan Kabupaten Langkat yang hanya dapat diwujudkan dengan menjunjung sportivitas,” ucapnya.  (jul)

Pesawat Pengangkut ONH Plus Mendarat Darurat

Puluhan Calhaj Merasa Ditipu

MEDAN-Sedikitnya 38 calon jamaah haji (Calhaj) yang mengikuti bimbingan penyelenggara haji/umrah humairah merasa ditipu.

Pasalnya, mereka tak juga diberangkatkan oleh PT Holyland Abadi yang memiliki izin dari Depag Nomor D/593 tahun 2008 selaku pengelola. Hal itu terungkap saat ke-38 calhaj tersebut mendatangi kantor PT Holyland Abadi di Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Kota, Minggu (30/10).

“Ini hari kedua, Sabtu (29/10) dan Minggu (30/10), saya mendatangi kantor ini untuk mempertanyakan kepada pengurus penyelenggara keberangkatan Haji Plus, kenapa kami tidak diberangkatkan. Padahal, tahun semalam kami sudah gagal berangkat dan tahun ini kami juga batal berangkat,” kata Adha Anhar salah seorang calon jamaah saat ditemui dilokasi, Minggu (30/10) siang.

Dijelaskan Adha yang tinggal di Pekan Baru ini, sudah membayar kepada PT Holyland sebesar Rp60 juta secara tunai. “Pihak pengelola berjanji akan memberangkatkan saya tahun 2011. Tapi apa buktinya, setelah saya bertemu dengan pengelola ternyata saya dijanjikan lagi akan di berangkatkan tahun 2012. Kami yang sudah mendaftar merasa ditipu oleh pengelola,” geramnya.

Selain itu, lanjut Adha, dirinya juga seperti ‘diperas’ oleh PT Holyland yang meminta uang tambahan sebesar Rp1.250.000 untuk bisa berangkat Haji Plus empat hari lalu, Kamis (27/10) dengan kontan. “Mereka kembali menghubungi meminta uang tambahan dam haji (denda) sebesar Rp1 juta dan biaya airport tax Rp250 ribu. Jadi semuanya Rp1.250.000 ribu. Ini sudah tidak jelas, kami meminta uang kami kembali dua kali lipat,” ujarnya.

“Pihak pengelola bernama Agus berjanji pada tanggal 5 Oktober 2011 kami berangkat, kemudian diundur lagi di tanggal 25, 26, 29 dan terakhir tangal 30 kami diundang ke rumahnya untuk makan. Ternyata, Pak Agus menjelaskan kalau kami batal berangkat haji karena ada kesalahan dari Departemen Agama (Depag) yang belum juga mengeluarkan visa dari kedutaan,” jelasnya sembari menambahkan kalau dirinya, Senin (31/10) akan kembali lagi dengan membawa notaris.

Sedangkan calhaj lainnya, Masri Harahap yang sudah membayar Rp60 juta lebih sejak awal tahun 2010 juga merasa kecewa. “Awalnya kami mendaftar mengeluarkan biaya sekitar Rp55 juta. Setelah itu, ada penambahan biaya dari Depag yang dibebankan kepada kami juga sudah kami bayarkan. Saya lupa berapa nilainya, tetapi jumlah keseluruhan yang sudah kami bayar sebanyak Rp60 juta lebih,” ungkap anaknya, Yanti yang datang untuk mempertanyakan pembatalan keberangkatan orangtuanya.

Sementara, Agus Lik selaku pengelola penyelenggara haji/umrah yang dikonfirmasi Sumut Pos menjelaskan porsi terhadap ke-38 calhaj yang tidak berangkat karena tidak masuk dalam daftar Haji Plus. “Seluruh calhaj yang mendaftar ada 67, yang sudah berangkat ada 29 dalam daftar tahun 2011. Sedangkan yang 38 lagi, porsi tidak masuk untuk program Haji Plus yang memiliki porsi. Sementara dari Depag juga mengurangi porsi yang dijanjikan sebanyak 3000 tetapi yang berangkat hanya bisa 1000 saja,” bebernya.

Ditambahkanya, sesuai kerja sama PT Holyland dengan Depag mewajibkan setiap peserta membayar uang sebesar 6500 Dolar Amerika. Ternyata sesuai dengan permintaan dari Depag, meminta tambahan pembayaran 500 Dolar Amerika lagi. “Jadi total seluruhnya mencapai 7000 dolar Amerika, berapa diminta segitulah yang kita bayar,” jelasnya lagi.
“Saya sudah menjelaskan kepada seluruh calhaj yang gagal berangkat tahun ini, saya janjikan akan berangkat pada 2012,” katanya.

Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia yang mengangkut 321 jemah haji ONH Plus terpaksa mengalihkan pendaratan di Kota Muscat, Oman, lantaran mengalami gangguan sistem hidrolik. Pesawat tersebut sedianya mendarat di Kota Jeddah, Arab Saudi, pukul 19.00 WIB, kemarin.

“Pesawat ada ganggungan sistem hidrolik, terkait sistem pengendali penerbangan. Pilot mengetahui ada ganggungan, dan memutuskan untuk melakukan pengalihan pendaratan di kota terdekat, yaitu di Kota Muscat tersebut,” kata Juru bicara PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Pujobroto ketika dikonfirmasi, Minggu (30/10).

Pujobroto mengatakan, pesawat GA-6292 melayani penerbangan jemaah haji ONH Plus dari embarkasi Jakarta dan berangkat Bandara Soekarno Hatta dengan tujuan akhir Jeddah. Pesawat berangkat pagi tadi tepat waktu pukul 09.00. “Tapi pukul 17.30 WIB mendarat di Muscat,” ujarnya.
Usai mendarat secara normal di Muscat, pesawat langsung dicek dan dilakukan perbaikan atas ganggungan sistem hidrolik. Kota Muscat sendiri berjarak 1,5 jam penerbangan ke Jeddah.

Selama pesawat dilakukan pengecekan, pihak Garuda menyiapkan simulasi alternatif lain untuk melanjutkan penerbangan para jemaah haji, yakni menggunakan pesawat Garuda yang berasal dari Jeddah. “Ada penerbangan pesawat Garuda lain dari Jeddah untuk mengambil penumpang ke Muscat untuk diantar ke Jeddah,” katanya.
“Kita upayakan sesegera mungkin supaya bisa menerbangkan para jemaah (ke Jeddah),” tambah dia. (adl/net)