31 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14594

Spider Kids Panjat Tower Tegangan Tinggi

TANGERANG- Tegangan listrik yang terpasang di rumah-rumah besarnya 220 volt. Jika kesetrum, bisa tewas. Safitri alias Pipit berani memanjat tower listrik bertegangan 150.000 volt, dengan telanjang kaki dan tanpa bantuan alat pengaman. Gilanya lagi, di atas tower dengan ketinggian sekitar 50 meter, ia berjalan dan menari-nari di atas rangka besi tower.

Perempuan berusia 9 tahun yang dikenal dengan sebutan Spider Kids ini, memanjat saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) di Jalan Merpati, Gang Murai RT 04/03, Kelurahan Sawah, Kecamatan Ciputat, Kota Tangsel, Senin (24/10). Rosiawati (41) warga sekitar mengatakan, awal mulanya bocah tersebut tengah mencari bunglon yang menjadi mainan kesayangannya. Namun, tak lama kemudian, Pipit sudah bertengger di atas tiang Sutet berketinggian sekitar 50 meter tersebut.

Dari plang yang tertera dalam tiang sutet tersebut, tegangan listrik sebesar 150.000 volt. Atraksi sang Spider Kids tersebut waktunya lumayan lama. sekitar 2 jam. Begitu ada polisi menawarkan uang, Pipit segera turun. Satu per satu kakinya meniti tiang besi tower. Begitu sampai di tanah, tak ada ekspresi takut dari raut wajahnya. Justru, ia senang mendapatkan uang dari anggota polisi, meski hanya Rp5.000.

Setelah turun, Pipit ditanya beberapa wartawan. Dan waktu itu, Pipit menjawab bahwa aksi yang dilakukannya karena kesal dengan ulah orangtuanya. Yakni, tidak mau menemaninya mencari mainan berupa bunglon. Lalu, Pipit juga berkata seolah orang dewasa. Ia berpesan kepada wartawan, bahwa jika mempunyai anak harus dijaga. (esa/jpnn)

50 Kg Ganja Dikirim via Jasa Kiriman Kilat

MEDAN-Petugas X-ray Kargo Bandara Polonia Medan kembali menggagalkan penyelundupan 50 kg ganja, yang rencananya akan dikirim melalui kiriman kilat ke Jakarta dari Medan dengan menggunakan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-203, Senin (24/10).

Pengakuan Yugiono, Supevisor Unit Bisnis Gudang Kargo (UBGK) Bandara Polonia Medan menyebutkan, ganja tak bertuan tersebut dikirim kepada Frengki di Jakarta, namun alamatnya tidak ada.

“Ganja ini dikirim via jasa pengiriman barang PT Sinex Express Medan dengan tujuan PT Avira Jakarta dan yang menerima Frengki tapi tidak ada dibuat alamatnya,” katanya.

Menurutnya, setelah paket tersebut dibongkar ternyata isinya daun ganja dengan jumlah 50 bal masing-masing beratnya 1 kg.

“Kita serahkan ke Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan,” ujarnya.

Pimpinan PT Sinex Express, Iskandar Zulkarnaen mengaku tidak mengetahui kalau barang tersebut adalah ganja.
“Saya tidak tahu kalau isinya ganja. Saya ditelepon Pak Syaiful, warga Aceh bahwa ada barang yang harus dijemput dari Kayu Putih, Mabar untuk dikirim ke Jakarta. Kalau Pak Syaiful itu ada di Aceh,” tuturnya.
Diterangkannya, selanjutnya dia menyuruh anggotanya untuk mengambil barang tersebut dan mengirimnya via Lion Air dan tidak tahu kalau saat diperiksa X-ray itu ganja.

“Habis paketnya dibungkus dengan rapi dan susah dibuka makanya kami kirim langsung via Lion Air. Lagi pula Pak Syaiful itu bilang kalau barangnya akan dijemput sendiri,” katanya. (jon)

Perketat Mutasi Pegawai

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi memastikan, batasan-batasan mengenai aturan mutasi pegawai telah dimasukkan ke dalam draf revisi Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004, tentang pemerintahan daerah.
“Soal aparatur yang dipolitisasi, kita berupaya menekannya, dengan memasukkan ke revisi UU Nomor 32 tahun 2004,” ujar Gamawan Fauzi di Jakarta, kemarin (24/10).

Hanya saja, Gamawan tidak mau memerinci lebih detil bagaimana materi yang sudah dimasukkan ke draf revisi UU pemda, yang kini sudah pada tahap pembahasan di Kementrian Hukum dan HAM. Alasannya, draf revisi masih harus dibahas dengan DPR.

Selain memasukkan ke revisi UU, kata Gamawan, pihaknya juga menyiapkan Surat Edaran (SE) yang akan dikirim ke seluruh kepala daerah. (sam)

Kembalikan Lahan Eks PTPN2

Ratusan Masyarakat Tani Suarakan Tuntutan di DPRD Binjai

BINJAI- Ratusan masyarakat dari kelompok tani Makmur Jaya, kelompok tani Mekar Jaya, dan kelompok tani Anugrah Tunggurono, yang tergabung dalam Forum Bersama Laskar Merah Putih (LMP) Kota Binjai, menggelar aksi demo besar-besaran di gedung DPRD, Pemko, BPN dan PN Binjai, Senin (24/10) sekitar pukul 11.00 WIB.
Dalam aksi demo itu, ratusan masyarakat menuntut agar ke empat intansi tersebut, dapat membantu rakyat mengambil kembali lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN 2 Sei Semayang, yang masih dikuasai sepihak oleh PTPN2, dan menolak pemasangan pilar batas lahan PTPN 2, sebelum dilakukan pengukuran bersama-sama antara PTPN2, pemerintah dan kelompok tani.

Sebelum melakukan orasi di gedung dewan, ratusan pendemo ini, menggelar aksi longmarch (berjalan kaki) dari Jalan  Flamboyan, Binjai Utara, menuju gedung DPRD Binjai, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota sejauh 10 Km.  Dengan berjalan kaki, demonstran yang didominasi ibu-ibu ini, tampak semangat di bawah terik matahari.
Akibat aksi longmarch ini, ruas jalan utama Kota Binjai (Jalan Sudirman) macat total, karena ruas jalan dipenuhi pendemo.

Setibanya di gedung DPRD Binjai, demonstran langsung disambut petugas keamanan yang sudah disiagakan. Di depan gedung DPRD Binjai, Dr Arif Sugiarto SH MH, selaku Penasehat Hukum (PH) Forom Bersama Laskar Merah Putih, dalam orasinya menyampaikan, mereka menolak pemasangan patok atau pilar batas lahan PTPN 2 Sei Semayang, sebelum dilakukan pemetaan bersama. Sebab, pemasangan patok tersebut, tidak sesuai atau ada selisih luas lahan antara kelompok tani dengan PTPN2.

“Seharunya, sebelum diadakan pemasangan patok atau pilar batas, terlebih dahulu dilakukan pengukuran. Kini apa yang terjadi, belum lagi ada pengukuran, pemasangan patok sudah ingin dilakukan. Akibatnya, ada selisih jumlah luas lahan yang terjadi,” tegas Arif Sugiarto disambut yel-yel ratusan masyarakat tani. Setelah berorasi bebarapa menit, akhirnya sejumlah perwakilan kelompok tani diizinkan masuk ke gedung DPRD Binjai. Disini, masyarakat ditemukan langsung dengan Ketua DPRD Binjai, Ir Haris Harto. Dalam pertemuan tersebut, Haris Harto dengan tegas mengatakan, pihaknya tidak akan mengesahkan RT/RW Kota Binjai, jika persoalan lahan ini tidak segera diselesaikan. “Kita tetap mendukung sepenuhnya hal ini. Kita juga menginginkan, kalau lahan eks HGU PTPN 2 itu dikembalikan kepada rakyat yang memiliki alas hak atau dikembalikan kepada Pemerintah Kota. Kalau ini tidak selesai juga, kami tidak akan pernah mengesahkan yang namanya RT/RW Pemko Binjai,” tegas Haris Harto yang akrab disapa Ajo.

“Persoalan lahan ini, bukanlah hal yang baru muncul kemarin sore, melainkan sudah berlangsung begitu lama. Namun, mana sikap DPRD Binjai khusunya Komisi A yang membidangi masalah ini. Apa hasil dari pertemuan, bukti surat, dan lainnya yang pernah kami berikan? Kami tidak mau cakap-cakap, tapi kami mau bukti nyata,” kecam Zulhamsyah, anggota kelompok tani menyerang komisi membidang persoalan dimaksud. Setelah mendapat penjelasan dari Ketua DPRD Binjai, massa akhirnya meninggalkan gedung dewan dan menuju Pemko Binjai, BPN Binjai, dan PN Binjai. Setelah itu, masyarakat tani ini membubarkan diri.(dan)

Adik Ali Umri Mangkir Lagi

Sidang Lanjutan Kasus Penipuan 18 Honorer Dishub Binjai

BINJAI- Sidang kasus penipaun 18 tenaga honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, dengan agenda meng konfrontir keterangan M Sarifudin alias Boy Umri, adik Ali Umri dengan saksi korban, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai  Barat, Se nin (24/10), sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun, lagi-lagi, adik Ali Umri ini, mangkir untuk kedua kali, setelah sebelumnya juga tidak hadir dalam agenda serupa.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rismaidi SH, kepada Ketua Majelis Hakim Saut Pasaribu menjelaskan, pihaknya sudah berusaha mencari Boy Umri, namun, usahanya tidak membuahkan hasil. “Saya sudah datangi sejumlah keluarganya. Namun, menurut keluarganya dalam beberapa hari ini Boy Umri tidak pulang ke rumah,” kata Rismaidi SH.

Menanggapi hal itu, Saut Pasaribu SH tidak banyak bicara. Sidang pun dilanjutkan dengan mendengarkan kesaksian Rukun (31), yang juga honorer di Dishub Binjai.

Keteranganm Rukun, tak jauh berbeda dengan keterangan 19 saksi yang sudah memberikan keterangan sebeleumnya. Dimana, ia mendapat kabar akan ada pertemuan di aula Dishub. Disana, ia dan rekan-rekannnya diberitahu oleh terdakwa I (Irianto-red), akan ada pengangkatan honorer menjadi PNS. Namun, harus membayar Rp30 juta.
“Saya dalam hal ini tidak ikut membayar. Sebab, saya tidak ada uang. Lantas, saya sempat dipanggil Irianto (terdakwa-red) melalaui Danru (komandan regu-red) saya. Rupanya, saya dipanggil hanya untuk mempertanyakan kenapa saya belum bayar. Di ruangan itu, juga ada Neli (terdakwa 2-red),” ungkap Rukun.

Setelah Rukun memberikan keterangannya, Saut Pasaribu menunda sidang. Namun, sebelum memukul palunya, Saut Pasaribu terlebih dahulu membacakan agenda sidang yang akan dilakukan selanjutnya. Dimana, untuk hari Jumat (25/11) sidang digelar dengan agenda putusan.

Sebelum putusan, Jaksa harus menghadirkan semua saksi termasuk Boy Umri dan Kadis Perhubungan pada tanggal  3 dan 7 November 2011.

“Saya tidak ingin terdakwa keluar (bebas-red) dari tahanan, karena keteledoran waktu,” tegas Saut Pasaribu sembarai memukul palunya tanda sidang ditunda.

Sementara itu, Yopi Mariadi SH, selaku Penasehat Hukum (PH) Irianto dan Neli, kepada sejumlah wartawan di PN Binjai mengatakan, Jaksa seakan tidak serius untuk menghadirkan Boy Umri. (dan)

Setor Rp70 Ribu per Minggu, PKL Tetap Digusur

TEBING TINGGI- Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Pahlawan dan Jalan 13 Desember, tepatnya diseputaran lapangan Sri Mersing Kota Tebing Tinggi, malapor ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tebing Tinggi, karena diusir petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (24/10) pagi.

Para pedagang kaki lima ini, mendatangai Kantor DPRD Tebing Tinggi di Jalan Sutomo, Kota Tebing Tinggi, dengan membawa gerobak dagangan mereka. Para pedagang ini diterima Amril Harahap dan Chairil Mukmin Tambunan dan Komisi II yang membidangi hal tersebut.

Salah seorang pedagang, Suhartini mengatakan, selama sepekan ini, dirinya bersama rekan pedagang kaki lima aman berjualan karena telah memberikan uang kepada salah seorang oknum Satpol PP.

“Setiap pedagang disana telah membayar Rp70.000 per minggunya, sedangkan untuk uang retribusi kebersihan tetap dikutip Rp1.000 setiap hari. Tetapi, mengapa kami pedagang kaki lima yang telah menyetor masih tetap digusur,” kata Suhartini kepada pimpinan DPRD Tebing Tinggi, Amril Harahap dan Chairil Mukmin Tambunan.
Untuk itu, sambungnya, pihaknya berharap agar diperbolehkan berjualan di seputaran Lapangan Merdeka, Kota Tebing Tinggi, karena kalau dipindahkan ketempat lain, pembeli tidak ada yang datang, karena lokasinya kurang strategis.

“Kami rakyat kecil memohon kepada DPRD Kota Tebing Tinggi agar bisa berjualan di tempat tersebut,” harap Suhartini.
Syamsul Bahri, Anggota Komisi II yang membidangi hal tersebut mengatakan, peraturan itu sudah menjadi perjanjian antara Pemko Tebing Tinggi dengan para pedagang. Digusurnya pedagang karena untuk penertiban, keamanan dan keindahan Kota Tebing Tinggi.

“Kota Tebing Tinggi identik dengan Lapangan Merdeka Sri Mersing, jadi kalau menumpuk pedagang kaki lima disitu, akan mengganggu keindahan Kota Tebing Tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan DPRD Tebing Tinggi, Amril Harahap mengatakan, kedatangan pedagang kaki lima ke DPRD Kota Tebing Tinggi menjadi masukan, para pedagang diminta bersabar menunggu hasil pertemuan dengan pihak Dinas Pendapatan, Satpol PP dan Sekretariat Pemko Tebing Tinggi.

“Besok (hari ini), kita gelar pertemuan dengan para pedagang dan nasib pedagang ini jangan kita biarkan berlarut-larut karena ini menyangkut dengan mata pencarian mereka,” ujar Amril Harahap kepada Sumut Pos via seluler.
Usai mendengar jawaban anggota DPRD Tebing Tinggi, sejumlah pedagang langsung membubarkan diri dan meninggalkan kantor DPRD dengan membawa gerobaknya masing-masing.(mag-3)

DPRD Soroti Kepala Desa

LANGKAT- Persoalan aksi warga Kecamatan Secanggang memprotes Pemkab sekaligus tagih janji Bupati Langkat tentang infrastruktur memasuki babak baru. Ternyata, kepala desa (Kades) mentargetkan beberapa poin termasuk perbaikan jalan dengan mempertaruhkan jabatan.

“Untuk menentukan perbaikan infrastruktur sekaligus anggaran itu, merupakan kewenangan pemerintah melalui satuan kerja yang kemudian dikaji legislatif,” kata Ketua Fraksi Golkar DPRD Langkat, M Syahrul.

Anggota Komisi II (Bid Kesra) ini kepada wartawan di gedung dewan, Senin (24/10), menceritakan, Kusdiantoro selaku Kepala Desa (Kades) Karang Gading, Kecamatan Secanggang, sebelum akhirnya dipilih warga pernah mentargetkan pembangunan infrastruktur atau akses jalan meliputi desa Karang Gading, Pantai Gading dan Secanggang akan dituntaskan.

Target yang dikembangkan ketika itu, urai Syahrul, Kusdiantoro rela melepaskan jabatan kades diembankan warga sebelum dua tahun menjabat jika tidak terealisasi perbaikan infrastruktur jalan di desa tersebut.
Sebelumnya dalam aksi protes warga, Kepala Desa Karang Gading Kusdiantoro, mengungkapkan jalan tersebut sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki meski pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya namun belum juga terealisasikan. (mag-4)

Rp30 Juta Lenyap dari Mobil

TEBING TINGGI- Muhammad Asrul Sani (50) Kepala Sekolah SMP Negeri 1, Desa Paya Mabar, Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, membuat pengaduan ke Mapolsek Rambutan, Senin (24/10) siang, setelah uangnya sebesar Rp30 juta, lenyap usai pulang dari Bank Sumut.

Informasi diperoleh, pelaku diduga menusuk ban mobil saat berada di Bank Sumut, kemudian saat korban mengganti ban mobil dan lengah, pelaku langsung mengambil uang yang terletak di dalam mobil.

“Modus pelaku dengan membututi korban dari mulai bank, lalu pelaku melakukan pengerusakan ban mobil itu. Saat korban lengah, pelaku langsung melakukan aksinya,” jelas Kapolsek Rambutan, AKP M Simarmata.

Kepala Sekolah SMP Negeri I Kecamatan Tebing Tinggi, Muhammad Asrul Sani mengatakan, sekira pukul 10.00 WIB, dia mengambil uang di Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi di Jalan Sutomo. Usai mengambil uang tersebut, dirinya bersama Bendahara Sekolah, Leli Puspayani menuju ke Kantor Dinas.(mag-3)

Operasi Arjuna Manurung Batal

JAKARTA- Sudah sekitar 1 tahun 6 bulan, Arjuna Trisakti Manurung (2,5) berada di Jakarta, namun hingga kemarin nasib anak Andi Manurung itu belum juga jelas. Upaya Andi agar anaknya yang memiliki kelainan pada wajah, atau didiagnosa sebagai pasien Fascial Cleft Anenchepali itu, bisa segera dioperasi, gagal total.

Bahkan, Arjuna telah meninggalkan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang telah merawatnya sejak 12 Agustus 2010. Terhitung sejak beberapa bulan lalu, Arjuna menjalani perawatan jalan di RS Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Andi Manurung menjelaskan, dia pindah dari RSCM lantaran tidak jelas kapan RS rujukan itu akan menangani anaknya. Tapi, berdasarkan keterangan Andi sendiri, kondisi kesehatan Arjuna memang tidak stabil sehingga rencana operasi selalu batal.

“Sabtu lalu baru saya bawa ke RS Gatot Subroto, karena diare. Berat badannya turun drastis dari 7,3 kilo, saat ini 5,8 kilo. Diare terus bang,” ujar Andi saat dihubungi koran ini, kemarin.

Koran ini belum bisa bertemu langsung untuk melihat kondisi Arjuna, karena saat ini mereka kost di daerah Bekasi. Dulu, saat mereka masih kost di Jalan Kramat Sentiong, Jakarta Pusat, koran ini sempat menyambangi kostnya itu. Termasuk, melihat langsung kondisi Arjuna di RSCM.(sam)

PKS Bantu Pekerjaan Pemko

BINJAI- Demokrasi persis seperti kain putih, jika terkena warna hitam maka hitamlah warnanya, jika terkena warna kuning, kuning jugalah warnanya. Maka keberadaan PKS di kancah politik adalah untuk menjaga demokrasi itu agar tetap putih. Hal tersebut disampaikan Timbas Tarigan dalam acara Musyawarah Ranting Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera, Kecamatan Binjai Kota.

Acara yang di gelar di Gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Binjai ini, dihadiri puluhan kader PKS, camat, lurah dan ketua umum PKS Binjai, Irvantra Padang.

Dalam sambutannya, Irvantra Padang mengatakan, setiap pemimpin harus punya visi, dan misi. Seperti PKS kata Irvantra, partai ini didirikan untuk menjadi kader yang berbuat kebaikan di wilayah politik agar nantinya bisa bertemu Allah di akhirat.

“Maka dari itu, marilah kita meningkatkan dan terus melakukan kebaikan yang tentunya dibarengi dengan keikhlasan,” ujar Irvantra.

Irwan Subandi Plt Ketua DPC PKS Binjai Kota yang di dampingi Syahrizal, selaku Tim Media PKS Binjai, dalam kesempatan itu juga menerangkan, acara ini digelar sekaligus melantik kepengurusan tingkat ranting yang baru periode 2011-2013, serta pemberian hadiah dalam ajang kompetisi futsal antar Kelurahan.(dan)