30 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14595

November, Sekolah Bebas Mobil Siswa

Pekan Depan Surat Edaran Dilayangkan

Wali Kota Medan Rahudman Harahap pekan depan (awal November) akan melayangkan surat edaran ke seluruh sekolah di Medan untuk melarang siswa membawa mobil ke sekolah. Dengan beredarnya surat edaran tersebut, Rahudman berharap kebijakan larangan itu berjalan dengan baik tahun ini.

”larangan siswa membawa mobil ke sekolah itu berlaku untuk sekolah swasta mau pun negeri,” imbuh Rahudman kepada wartawan koran usai melepas Fun Rally Wisata IV Sumut Pos 2011 di Jalan Pulau Pinang, Lapangan Merdeka, Minggu (23/11).

Kata Rahudman diberlakukan larangan itu dipandang tepat. Mengingat banyak siswa yang membawa mobil ke sekolah lalu memarkirkan mobilnya dengan sesuka hati, sehingga menimbulkan kemacetan.”Jadi situasi lalu lintas itu perlu kita tertibkan,” tegasnya.

Hanya saja,  surat edaran yang dilayangkan ke sekolah nanti bukan dalam bentuk Peraturan Walikota (Perwal) yang biasa dilakukan Pemko Medan. Edaran itu hanya berupa kebijakan Wali Kota untuk mengatasi satu masalah.
Harapan Rahudman diberlakukannya larangan siswa membawa mobil ke sekolah tidak akan terjadi lagi parkir mobil yang berlapis di depan sekolah sehingga memakan badan jalan. Kondisi itu bisa dilihat di beberapa ruas jalan sepeti Sekolah Sutomo di Jalan Thamrin, Methodis II Jalan Perintis Kemerdekaan, Sekolah Santo Thomas di Jalan S Parman dan Sekolah Sutomo di Jalan FL Tobing.

Sebagai solusi untuk siswa sekolah, Pemko Medan mengupayakan pengadaan bus kota khusus antar jemput bagi. “Saat ini kita sedang mengusulkan pengadaan bus kota ke Dirjen Perhubungan, harapkan kita ini bisa mengatasi kemacetan dan siswa bisa menggunakan bus ini. Kita harapkan tahun 2012 untuk angkutannya sudah bisa terealisasi,” terang Rahudman.

Selain itu, Pemko Medan sekarang ini sedang mengkaji beberapa ruas jalan yang rawan padat kendaraan akibat dampak berdirinya sekolah, dan berencana memindahkan beberapa sekolah yang selama ini berdiri di kawasan padat kendaraan ke daerah yang lebih nyaman. “Memang itu harus dilakukan, jadi nanti sekolah yang selama ini berada di kawasan padat kendaraan akan kita pindahkan ke lokasi yang lebih aman dan nyaman, sehingga Medan dapat semakin tertib dan nyaman,” terang Rahudman.

Kemudian, Pemko Medan juga akan memanggil tiga kepala sekolah yakni kepala sekolah Methodist II di Jalan Perintis Kemerdekaan, Sekolah Perguruan Sutomo di Jalan Thamrin dan Sekolah Santo Thomas di Jalan S Parman. “Setelah ini selesai kita akan lakukan pemanggilan terhadap tiga kepsek itu, dan kita mau tahun ini harus sudah ada solusi untuk menertibkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di depan sekolah,” kata Rahudman.

Kebijakan lainnya yang akan dilakukan Pemko Medan untuk mendisiplinkan lalu lintas di Medan, Rahudman juga menyatakan kalau pihaknya sudah berkoordinasi dengan Poldasu untuk menggelar razia. “Kita akan menggelar razia kepada semua pengguna sepeda motor itu harus menggunakan helm berstandar, dan sebelum razia ini kita juga akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh SKPD, agar dapat mematuhi disiplin lalu lintas, kita tidak ingin ada pegawai Pemko Medan yang menggunakan sepeda motor tidak mengenakan helm di jalan,” sebutnya. (adl)

SIM Juga Harus Dipertanyakan

Kebijakan Wali Kota Medan, Rahudman tentang melarang siswa membawa mobil ke sekolah mendapat respon dari pemerhati lalu lintas, Syukri Naldi.”Kebijakan Wali Kota Medan memang bagus, tapi saya khawatir kurang mendapat perhatian dari siswa maupun orang tua siswa,” kata Syukri pemerhati lalu lintas dari Lembaga Study Advokasi Transportasi (Lesat) Sumut kepada wartawan koran ini, Senin (24/10).

Menurutnya, banyak alasan mengapa orang tua siswa memberi wewenang kepada anaknya untuk membawa mobil ke sekolah.”Ya mungkin biar lebih gengsi dan memberi kenyaman kepada anaknya dalam bersekolah, dan mungkin juga biar selamat selama di jalan,” katanya.

Kenyataan di lapangan kata Syukri sebenarnya bukan siswa yang banyak membawa mobil ke sekolah, namun sopir dan orang tua siswa banyak menyesaki lahan parkir.”Mereka (sopir atau orangtua) memarkirkan mobilnya di badan jalan untuk menunggu anaknya pulang sekolah, sehingga badan jalan disesaki mobil,” imbuhnya.

Syukri berharap kebijakan Wali Kota harus didukung juga oleh orangtua siswa, jangan cuma sekolah.”Penyediaan transportasi termasuk solusi, termasuk juga pemindahan sekolah dari kawasan rawan macet ke lokasi yang lebih layak,” imbuhnya.

Soal pelarangan siswa membawa mobil ke sekolah, ada lagi yang lebih serius tentang siswa membawa kendaraan, yakni tentang Surat Ijin Mengemudi (SIM).”Kalau kita serius, masalah kepemilikan SIM siswa juga harus kita pertanyakan,” ketusnya. Kenapa?

Menurut Syukri, sama-sama diketahui usia anak sekolah kebanyakan di bawah 17 tahun. “Nah, kalau di bawah 17 tahun memiliki SIM C ataupun SIM A dari mana jalannya?” katanya dengan nada bertanya.
Syukri menilai wajar kalau angka kecelakaan yang dialami usai muda cukup tinggi, karena pengawasan terhadap usai produktif dalam berkendara masih kurang.”Ini harus kira pikirkan bersama-sama,” harapnya. (adl)

Kawasan Rawan Macet Akibat Sekolah

  • Perguruan Sutomo Jalan Thamrin
  • Perguruan Methodist II Jalan Perintis Kemerdekaan
  • Perguruan Sutomo  Jalan FL Tobing
  • Perguruan Santo Thomas Jalan S Parman
  • SMA Negeri I Medan Jalan Cik Ditiro

 

Rumah Hijau Seharga 285 Juta

The Prime

MEDAN- The Prime Business and residence, dengan ruko di bagian depan kompleks bertema minimalis, membuat perumahan ini lebih komplit sebagai tempat bisnis dan hunian.

Selain itu, konsep lain dari perumahan ini adalah penghijauan. Salah satunya, dengan menyediakan taman di dalam kompleks. Tidak tanggung-tanggung, taman dalam kompleks di desain khusus oleh arsitek taman untuk keasrian dan kenyamanan rumah tempat tinggal.

“Tema minimalis dan go green ini untuk menciptakan suasana nyaman dan tenang dalam kompleks, karena daerah perkotaan udaranya sudah tidak nyaman lagi,” ujar Marketing Prime Development, Wilhan.

Perumahan The Prime, dibangun dipinggir Jalan Setia Budi Simpang Selayang Medan, dengan luas 2 Ha, perumahan ini memberikan berbagai kelebihan, seperti Sertifikat hak milik, taman, kolam renang, penerangan jalan, con block dan keamanan 24 jam. Kelebihan lain yang dimilki, gratis pengurusan AJB, BBN dan PPJB.

Sedangkan untuk lokasi bagunan, perumahan ini sangat dekat dengan kampus, pusat perbelanjaan, dan pusat kuliner di kota Medan.

Ada berbagai type dalam peruamahn ini, yaitu type Zamrud. Rumah yang memiliki 1 lantai ini dilengkapi dengan 3 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Selain memiliki 2 taman, rumah ini juga dilengkapi dengan 2 teras yang masing-masing terletak di bagian depan dan belakang rumah. Walaupun hanya memiliki 1 lantai, tetapi atap rumah di cor sehingga lebih mudah untuk di inovasi kembali.

Untuk harga, setiap rumah dihargai Rp285 juta. bagi yang berminat, cukup menyediakan uang Rp10 juta, sudah langsung mendapatkan rumah dengan KPR.(mag-9)

Spesifikasi
Pondsi  : Batu kali dan cor beton bertulang, sloof beton bertulang
Dinding  : Batu bata diplester dan diaci
Listrik dan PDAM: Instalansi tanpa meteran
Cat Luar  : lengkap dan tampak depan dengan kaca bening
Kusen dan Jendela : kayu keras dan sejenisnya
Keramik : Dapur, Lantai, Kamar mandi dan dinding kamar mandi
Sanitary  : kloset jongkok.

Pusat Bisnis Sekaligus Hunian

Millenium Business Center

MEDAN- Untuk memudahkan masyarakat menemui sesuatu yang diinginkannya, tentu mereka berbondong-bondong ke pusat bisnis. Apalagi, pusat bisnis tersebut, berada ditengah kota yang mudah dijangkau setiap waktu.

Bagi pebisnis muda yang ingin mengembangkan usahanya, tidak ada salahnya memilih Millenium Businiss Center, di Jalan Sakura Raya, Medan.Pusat bisnis satu ini, sangat cocok untuk investasi bisnis dan hunian bersama keluarga.

“Selain perumahan, kita juga menyediakan ruko untuk bisnis, selian itu berbagai fasilitas juga disediakan di perumahan ini,” ujar Marketing Pasar Property, Merry.Berbagai fasilitas yang disediakan, diharapkan mampu memberikan kenyaman tersendiri bagi penghuni rumah.

Berbagai fasilitas yang ada seperti, karaoke, taman bermain anak, kolam renang, cafe dan restoran, dan tentu saja bisnis distric. “Kita juga akan mengembangkan kawasan dan perencanaan kawasan bisnis,” tambah Merry.

Selian itu, fasilitas lain yang diberikan berupa keamanan 24 jam, conblock, surat IMB, SHM, PLN dan PAM. “Ini lah mengapa kita bilang, Millenium Business Center merupakan investasi dengan nilai jual tinggi,” tambahnya.(mag-9)
Untuk perumahan di kompleks ini, tersedia 3 kamar tidur, dan 2 kamar mandi. Rumah 2 tingkat ini, juga menyediakan taman depan dan belakang. Selain itu, tiap lantai rumah disediakan ruang berkumpul keluarga. Dan tentu saja, perumahan ini sduah siap huni, walau belum 100 persen. (mag-9)

Anggaran Rp4,604 T Masih Kurang

JAKARTA- Berbeda dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) tahun depan tidak mendapatkan tambahan anggaran. Padahal ketiga kementerian ini sama-sama mengurusi masalah infrastruktur.

Di dalam rapat kerja gabungan antara Komisi V DPR dengan mitra kerjanya, Ketua Komisi V DPR Yasti Mokoagow mengatakan, pagu anggaran Kemenpera di dalam RAPBN 2012 Rp4,604 triliun. Anggaran itu diharapkan bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan serta mendorong program pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di seluruh Indonesia. “Total anggaran Kemenpera dalam RAPBN 2012 sebesar Rp4,604 triliun,” kata Yasti yang memimpin raker gabungan tersebut, Senin (24/12).

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz berharap, ke depan DPR bisa meningkatkan alokasi dana Kemenpera mengingat kebutuhan rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meningkat setiap tahunnya.(esy/jpnn)

Rumah Murah

37 Kabupaten/Kota Siap Bangun

JAKARTA- Sebanyak 23 pemerintah kabupaten/kota menyatakan kesiapannya menyediakan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan pegawai negeri sipil (PNS). Tadinya, ada 30 kabupaten/kota yang menyatakan siap, namun menurut Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz, tujuh daerah lainnya yakni Kota Batam, Kabupaten Rokan Hilir, kabupaten Kota Baru, Kota Tarakan, Kota Kendari, Kota Bau-Bau dan Kabupaten Bulukumba berhalangan hadir.

“Harusnya yang menandatangani MoU hari ini ada 30 daerah. Tapi karena yang tujuh tidak hadir, jadinya hanya 23 saja yang ikut penandatanganan MoU dengan Kementerian Perumahan Rakyat,”  kata Djan Faridz yang menyaksikan penandatangan tersebut di Kantor Kemenpera, kemarin.

Adapun 23 daerah  yang ikut menandatangani MoU adalah Kabupaten Tapanuli, Kabupaten Nias untuk Pulau Sumatera. Sementara di Pulau Jawa meliputi Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Malang, Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Karang Asem.

Untuk wilayah Kalimantan meliputi Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau.

Sedangkan untuk Sulawesi dan Papua meliputi Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kota Palu, Kabupaten Pahuato, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Tojo Una-una, Kabupaten Mataram, kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Asmat, Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Nduga.

Dengan MoU ini sudah ada 37 kabupaten/kota yang menyatakan siap membangun rumah murah. Sebelumnya 23 Agustus 2011 lalu, Kemenpera juga melakukan MoU terkait pengadaan rumah murah dengan 14 pemda, yaitu Pemkab Pidie, Pemkab Aceh Tenggara, Pemkab Pasaman Barat, Pemkot Palembang, Pemkab Kaur Provinsi Bengkulu, Pemkab Majalengka, Pemkab Pacitan, Pemkab Paser, Pemkab Timor Tengah Selatan, Pemkab Dogiyai, Pemkab Bengkulu Selatan, Pemkab Seluma dan Pemkot Kupang.

Dalam sambutannya, Menpera menyampaikan, rumah murah seharga Rp 25 juta/unit bagi MBR termasuk PNS merupakan salah satu program pemerintah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan rumah. Di samping memberikan kesempatan kepada MBR untuk memiliki aset dalam bentuk tanah dan rumah yang memenuhi persyaratan. Yaitu luas kaveling minimal 60 meter bujur sangkar di Pulau Jawa, luas lantai 36 meter, sehat, cicilan terjangkau, memenuhi persyaratan keamanan dan keandalan bangunan.

“Untuk mendukung program ini Kemenpera akan mengalokasikan subsidi/bantuan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) baik dalam bentuk pinjaman konstruksi maupun dalam bentuk KPR tanpa uang muka serta akan mengalokasikan stimulan PSU melalui APBN,” tandasnya. (fuz/esy/jpnn)

Puri Zahara II, Perumahan Bernuansa Islami

Perumahan Puri Zahara II di Jalan Bunga Rinte Raya (Jalan Setia Budi), sudah memulai pembangunannya. Semua tipe bangun di Puri Zahara II mengususng slogan hunian harmonis bernuansa Islami.

Menurut H Agus Purwoko, Direktur Pemasaran Raihan Property pada wartawan Sumut Pos, menuturkan, hingga saat ini sudah 60 % unit rumah di perumahan ini sold out.

“Alhamdulillah tipe VIP saat ini tinggal 1 unit, dan tipe 70 hanya tinggal 1 unit. Namun tipe-tipe lain rata-rata sudah hampir 60 % terjual. Pasalnya, tipe 70 yang paling diminanti, karena tipe ini memiliki 3 kamar dengan harga jual Rp264 juta. Itu pun kami masih kasih hadiah langsung maupun hadiah undian lagi,” ujar pria yang akrab disapa Agus ini.

Dilanjutkannya, perumahan ini juga menawarkan 5 tipe rumah seperti, tipe 45 dengan harga Rp189 juta per unit, dan tipe 60 dengan harga Rp234 juta per unit. Tipe 70 Rp264 juta, tipe vil 100 Rp345 juta, tipe Vila 125 Rp425 juta dan tipe VIP-220 dengan harga Rp750 juta.

Tipe 45 adalah tipe terkecil dengan bangunan 2 kamar dan luas tanah 90 m2. Terkait dengan perkembangan pemasaran proyek di Puri Zahara II ini, Agus menjelaskan, Puri Zahara II progress pemasarannya lebih bagus dari sebelumnya. Pasalnya, sampai dengan akhir tahun 2011 ini, sedikitnya 85 % terjual, terutama untuk tipe-tipe dengan memiliki 1 lantai. “Oleh karena itu, kami sedang mewacanakan untuk membuka lahan pengembangannya,”tambah dia.
Terkait proses pembangunannya, Agus menjelaskan, kendala utama yang dihadapi saat ini ketersediaan tukang yang berkualitas, yang hasil kerjanya rapi.

“Sekarang ini kita sudah kekurangan tukang yang bagus, karena kami tidak mau menggunakan sembarang tukang, sementara volume pekerjaan kami bertambah dan kita berusaha memburu progres karena banyak konsumen yang kepingin masuk rumah sebelum tahun baru tiba. Kendala lainnya terkait kenaikan harga material yang memang mau tidak mau menjadi resiko kami, karena kami tidak mungkin menurunkan spek hanya karena terjadi kenaikan harga material bahan bangunan. Tapi Alhamdulillah, resiko itu tertutupi dengan harga jual kami yang terus mengalami kenaikan,” pungkasnya.(omi)

Nirwan Bakrie Dekati PSMS

MEDAN-PSMS terlihat semakin memperbanyak masalah dalam tubuhnya sendiri. Hal yang sudah seharusnya mudah dan selesai dengan cepat masih juga bertele-tele.

Terpilihnya Ketum PSMS dan telah diberi wewenang oleh konsorsium untuk menentukan sendiri Chief Excecutive Officer (CEO), masih belum juga bisa mereduksi kegelisahan masyarakat Medan sebagai pecinta klub sepak bola berjuluk Ayam Kinantan ini.

Sebelumnya, Ketum PSMS Rahudman Harahap, Jumat (21/10) lalu menyatakan telah mengantongi dua nama calon CEO. “Memang saya yang menentukan siapa CEO PSMS. Tapi itu tetap harus melalui rapat. Senin (24/10) depan sudah ditentukan,” jelasnya saat itu.

Faktanya, hingga Senin (24/10) sore belum ada tindakan sedikitpun mengenai hal ini. Diketahui, Ketum PSMS yang juga merupakan Wali Kota Medan ini ternyata sedang menjalankan agenda protokoler ke Surabaya dengan Kemendagri.
Pelaksana Teknis PSMS Idris menerangkan, terkait CEO sudah dilakukan pembicaraan pada Sabtu (22/10) malam. Tapi, belum ada kesimpulan. “Jadi, kita tunggu saja sampai beliau tiba di Medan pada 27 Oktober 2011 mendatang. Di saat itu kita tuntaskan semuanya,” jelasnya.

Namun, seperti yang diungkapkannya beberapa waktu lalu, Idris terus saja mengatakan, tanpa CEO pun PSMS bisa berjalan. “Konsorsium tidak bisa mendesak, harus sabar. Dalam waktu dekat kita akan hadirkan manajer,” katanya.
Menurut sumber terpercaya, kesulitan penentuan CEO PSMS memang tak jelas sebabnya. Ia mengatakan, Idris cs tak akan gubris desakan konsorsium. Sebab pihak Nirwan Dermawan Bakrie sudah menjanjikan uang senilai Rp75 miliar yang diperuntukkan untuk tiga klub gaweannya, yakni Arema, Pelita Jaya dan PSMS.

Masih dari sumber yang sama, ia menerangkan, PSMS sedang meningkatkan ‘bargaining power’-nya. PSMS gabung ke IPL merupakan bagian dari ‘deal.’ Karena, berdasar statuta FIFA, kompetisi resmi baru bisa dijalankan dengan minimal 10 klub di dalamnya. “Jadi jika PSMS keluar, skenario PSSI akan mengalami kegagalan total. Ini pula yang menjadi konsern pihak konsorsium,” ujarnya.

Namun, saat dikonfirmasi Idris mementahkan pernyataan itu. “Saya tak pernah bicara dengan Bakrie. Apalagi soal uang Rp75 miliar. Bahkan kita siap turun ke Divisi Utama, jika PSSI memang dinilai menabrak statuta terus menerus,” jelasnya.

Pernyataan tersebut mementahkan sendiri pernyataannya pada RUPS PT PSMS di Dhaksina Hotel beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, Nirwan Bakrie, Air Asia dan Petronas telah berbicara dengan PSMS, sebagai peluang menjadi sponsor. (saz)

Sumantraji Pimpin ASSBI Sumut

Undang Seluruh SSB Untuk Bergabung

MEDAN-Prestasi dan atensi di dunia pembinaan usia dini membuat pemilik Sekolah Sepak Bola dan Akademi Kurnia H Sumantraji SH dilantik sebagai Ketua Umum Komisariat Daerah (Komda) ASSBI Sumatera Utara, Senin (24/10). Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) nomor 001/PP-ASSBI-01/X/2011 tertanggal 4 Oktober 2011.

Atas dasar pengangkatan ini pula, Sumantraji mengundang seluruh pengurus SSB yang ada di Sumatera Utara untuk datang ke Star Futsal Jalan Puri 403 pada  hari Minggu (6/11) pukul 15.00 WIB.

“Kita ingin mensosialisasikan tentang apa itu ASSBI. Pada kesempatan itu juga, kita ingin memaparkan program kerja ASSBI yang berorientasi pada program pembinaan pemain usia muda,” kata Sumantraji.

Menurutnya, selama ini  kegiatan SSB lebih banyak pada konten lokal. Sangat jarang yang berlanjut ke tingkat nasional. Karenanya, degan kehadiran ASSBI diharapkan  menjadi wadah yang akan memutar kompetisi di tiap regional guna mencari SSB terbaik yang akan berlaga di tingkat nasional,” bilang Sumantraji.

“Rencananya, pada bulan Desember mendatang, akan diputar kompetisi U-12 dan U-14 di Sumut,” sambungnya.
Saat ini ASSBI telah berdiri di 8 regional yakni, Jakarta, Banten, Jawa Barat I (Bogor, Depok, Sukabumi, Bekasi), Jawa Barat II (Bandung, Cirebon, Kuningan), Makassar, Surabaya, Papua dan Medan.

Adapun susunan kepengurusan ASSBI Sumut: Penasehat: Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husin, Dr M Nur Trasyid Lubis, Sp B, FinaCS, Ir h Isman Nuriadi. Pembina: Ir H Kamaluddin Harahap MSi, Wahyu Wahab, H Erwis Edi Fauza Lubis SH MAP, Drs H Zulhifzi Lubis. Ketua: H Sumantraji, Wakil: Drs Azam Nasution MAP, Hery Riyanto SE, Indra SH MAP, Sekretaris: Suhada Felayudha SE, Wakil: M Nasir Harahap, Helmi Yusuf, Muhammad. Bendahara: Rosa Indah Siregar SPd, Wakil: Taufik Ghazali, Suryadi SE, Sri Radrida Lubis. Bid Pemandu Bakat dan Pembinaan Usia Dini: Marzuki Harahap, Yunus Saragih, M Agung, Sutrisno. Bid Kesehatan: Dr Fidel Ganis Siregar, Dr Rizki Harahap, Dr Sri Harningsih. Bid Kompetisi dan Perwasitan: M Syarif, Drs Irianto, Drs Jhoni Rakasiwi, Hasanuddin Uyung, M Ishak Siregar. Humas dan Marketing: Iwan Junaidi, Said Harahap, Habibul Chair, Yonan Febrian, Dedi. (ful)

Persaingan Makin Ketat

North Sumatera Rally Championship 2011

MEDAN-Unggul delapan poin dari rivalnya menjadi ujian berat bagi pereli Net Motorsport Dian AP Harahap/Edwin Nasution di partai final North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 di Medan, 28-30 Oktober nanti.
Tak pelak, Dian AP Harahap sampai menghentikan kesibukannya sepekan ke depan untuk menggelar persiapan. “Baru kemarin kita sempat survei. Yah, sepertinya seminggu ini harus bisa dimaksimalkan. Saya sendiri mau fokus untuk persiapan,” ucap Dian AP Harahap melalui seluler, Senin (24/10).

Dari dua serie sebelumnya, Dian AP Harahap/Edwin Nasution berhasil finish tercepat. Sementara ini, keduanya memimpin dengan 40 poin. Meski hanya membutuhkan finish ketiga, gelar Juara Umum masih belum aman.
Di urutan kedua Marzuki Desky/Fakhri Siddik dari BlaBlaBla Motorsport menempel ketat dengan 32 poin. Menunggu kesalahan kecil untuk mengambil alih tampuk pimpinan.

“Kita akan mengantisipasi untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apa pun dengan tetap tampil maksimal. Mungkin lebih pada persiapan mental ya. Karena mempertahankan lebih berat dari meraih gelar,” tambahnya.

Hal itu pun dibenarkan sang navigator Edwin Nasution yang ditemui, Minggu (23/10). “Sejauh ini kerjasama dengan Dian cukup baik. Tidak ada masalah. Begitu pun kita harus bisa tetap fokus pada lomba nanti. Beban di partai final ini justru lebih berat,” ucapnya.

Ya, selain tantangan untuk mempertahankan posisi saat ini, Dian AP Harahap/Edwin Nasution yang mengandalkan mobil Mitsubishi Evo VIII di Grup N harus menghadapi pereli nasional yang kabarnya turut meramaikan partai final NSRC 2011 ini. Diantaranya Subhan Aksa (Ubang) dan Akbar Hadianto.

Untuk itu, keduanya berharap dukungan dari masyarakat Sumut demi meraih hasil terbaik. (jul)

Achmad Kurniawan Batal Gabung

MEDAN-Achmad Kurniawan (AK) yang sempat dikabarkan pelaksana teknis Benny Tomasoa akan memperkuat PSMS musim mendatang ternyata tak jadi merapat. Pasalnya, AK juga berpendapat PSMS saat ini juga masih dalam status yang tak jelas.

Hal ini dinyatakan langsung oleh AK melalui Benny yang memang sudah sempat melakukan perbincangan ke arah sana. Benny mengatakan, ketidakjelasan status PSMS memang menjadi alasan utama. “AK batal bergabung. Dia bilang karena status PSMS masih belum jelas akan bermain dimana,” ungkapnya, Senin (24/10).

Padahal sebelumnya, AK dikabarkan tengah dalam proses negosiasi dengan PSMS. Tapi, perkembangan kompetisi sepak bola di tanah air yang semakin jelas menuju dualisme membuat eks kiper Arema dan Persita itu berpikir ulang. PSMS yang awalnya berkomitmen ikut Liga Prima Indonesia (LPI), kini juga berpeluang bermain di Indonesia Super League (ISL), karena masuk daftar cadangan ISL. “Dia sudah punya nama. Tentu akan banyak klub yang berminat. Kemungkinan dia bergabung ke Persela,” kata Benny.

Untuk menggantikannya, nama yang sempat diajukan bakal pelatih kiper Sugihar yakni Dedi Iman menjadi satu sasaran incaran PSMS saat ini. Mantan kiper Persema ini juga memang sudah masuk daftar kiper jika nantinya AK batal gabung.
“Dedi jadi prioritas karena dia orang Medan. Semua juga sudah tau kualitasnya dan kita juga sudah melakukan pembicaraan dengannya. Jika memang AK batal bergabung, kemungkinan dia calon kuat penggantinya,” jelas Benny lagi.
Sebelumnya PSMS mendatangkan mantan kiper Bontang FC Edi Kurnia. Edi tampil cukup bagus saat PSMS melakukan ujicoba dengan PS Kwarta, Sabtu (22/4) lalu.  (saz)