30 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14596

Achmad Kurniawan Batal Gabung

MEDAN-Achmad Kurniawan (AK) yang sempat dikabarkan pelaksana teknis Benny Tomasoa akan memperkuat PSMS musim mendatang ternyata tak jadi merapat. Pasalnya, AK juga berpendapat PSMS saat ini juga masih dalam status yang tak jelas.

Hal ini dinyatakan langsung oleh AK melalui Benny yang memang sudah sempat melakukan perbincangan ke arah sana. Benny mengatakan, ketidakjelasan status PSMS memang menjadi alasan utama. “AK batal bergabung. Dia bilang karena status PSMS masih belum jelas akan bermain dimana,” ungkapnya, Senin (24/10).

Padahal sebelumnya, AK dikabarkan tengah dalam proses negosiasi dengan PSMS. Tapi, perkembangan kompetisi sepak bola di tanah air yang semakin jelas menuju dualisme membuat eks kiper Arema dan Persita itu berpikir ulang. PSMS yang awalnya berkomitmen ikut Liga Prima Indonesia (LPI), kini juga berpeluang bermain di Indonesia Super League (ISL), karena masuk daftar cadangan ISL. “Dia sudah punya nama. Tentu akan banyak klub yang berminat. Kemungkinan dia bergabung ke Persela,” kata Benny.

Untuk menggantikannya, nama yang sempat diajukan bakal pelatih kiper Sugihar yakni Dedi Iman menjadi satu sasaran incaran PSMS saat ini. Mantan kiper Persema ini juga memang sudah masuk daftar kiper jika nantinya AK batal gabung.
“Dedi jadi prioritas karena dia orang Medan. Semua juga sudah tau kualitasnya dan kita juga sudah melakukan pembicaraan dengannya. Jika memang AK batal bergabung, kemungkinan dia calon kuat penggantinya,” jelas Benny lagi.
Sebelumnya PSMS mendatangkan mantan kiper Bontang FC Edi Kurnia. Edi tampil cukup bagus saat PSMS melakukan ujicoba dengan PS Kwarta, Sabtu (22/4) lalu.  (saz)

BFD Sumut Gelar Liga Futsal Amatir ke- II

MEDAN –  Badan Futsal Daerah (BFD) Sumatera Utara akan menggelar kembali Liga Futsal Amatir ke II Pada Desember 2011 mendatang.

Dikatakan Ketua BFD Rafriandi Nasution, Senin (24/10) bahwa gelaran kali ini pihaknya mempertandingkan empat kategori, yakni antar klub, liga futsal wanita, liga futsal pelajar serta liga futsal eksekutif.

“Ini sebuah upaya yang kita lakukan agar olahraga futsal ini tumbuh dan kian berkembang secara sistematis tanpa harus melupakan etika dan nilai-nilai sportifitas. Terlebih tahun ini liga futsal amatir akan mempertandingkan liga futsal wanita. Tahun lalu kita tidak menggelar liga futsal wanita. Nah, event kali ini kita memberikan kesempatan bahwa olahraga futsal tidak hanya digandrungi oleh laki-laki saja,” bilang Rafriandi.

Dia menambahkan, pada kategori kalangan pelajar tahun 2010 tercatat sebanyak 26 tim yang ambil bagian dalam liga futsal amatir. Kali ini akan menargetkan 10 tim pelajar lagi yang akan tampil. Begitu juga pada kategori lainnya diharapkan akan terus bertambah setiap tahunnya.

Menyinggung soal tempat akan digelar liga futsal amatir ini, Rafriandi mengatakan, panitia pelaksana saat ini masih mencari tempat yang refresentatif.

“Kita terus mengupayakan untuk mencari venue agar suasana liga futsal ini semakin menarik dan bisa terjangkau oleh para tim yang akan tampil,” katanya. (omi)

Hari Ini DBL All-Star Hadapi Lawan Berat

SURABAYA – Dua laga pemanasan telah dilakoni oleh tim Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2011. Itu belum cukup. Hari ini, para pemain terbaik hasil dari kompetisi basket pelajar terbesar se-Indonesia, Honda DBL, itu akan kembali menguji kemampuan. Hanya, lawan kali ini bakal lebih berat.

Tim putra DBL All-Star akan berhadapan dengan kontestan National Basketball League (NBL) Indonesia, Pacific Caesar Surabaya. Sedangkan tim putri akan melawan tim yang masuk final four Liga Bola Basket Mahasiswa Nasional 2010, Universitas Surabaya (Ubaya).

Laga pemanasan ini menjadi ujian yang bagus bagi DBL All-Star sebelum melakoni International Game melawan tim asal Australia, Gold Coast Scody Junior All-Stars, pada Kamis (27/10) dan Sabtu (29/10) mendatang. Juga sebagai modal menuju Seattle, Amerika Serikat (AS).

Kemarin para penggawa DBL All-Star melakukan latihan sore hari selama hampir dua jam. Pagi harinya, ke-24 pemain harus menjalani program bersekolah di SMAN 15 Surabaya dan SMA Frateran Surabaya.

Tim putra DBL All-Star berlatih di Sports Hall SMA Katolik Santa Agnes. Kelemahan saat kalah oleh Universitas Airlangga (Unair) dan menang atas Universitas Brawijaya (UB) menjadi bahan evaluasi. Kecepatan eksekusi di bawah ring dan akurasi tembakan juga mendapatkan porsi besar pada latihan.

“Saya sangat senang melawan Pacific. Ini menjadi ujian sebenarnya bagi kami. Anak-anak nggak boleh lengah. Saya ingin mereka main enjoy saja,” kata pelatih kepala tim putra DBL All-Star Koo Sri Padma Olanda.
“Kami memang kalah di atas kertas. Namun, permainan basket itu bukan di atas kertas, tetapi di atas lapangan,” lanjut pelatih tim putra Aditya Krisnha.

Sementara itu, pelatih tim putri DBL All-Star Xaverius Wiwit Agus Cahyono mengaku senang dengan kesempatan menghadapi Ubaya. Sebab, Ubaya adalah salah satu tim yang disegani di level perguruan tinggi.
Pelatih asal SMA Tri Tunggal Semarang itu menegaskan, Ubaya memiliki beberapa big man yang tangguh. Hal itu justru sangat bagus bagi DBL All-Star. Sebab, pada dua pertandingan sebelumnya, big man DBL All-Star yakni center Susilawati, Lophy Mora Christya, dan Atrillia belum mendapatkan perlawanan berarti.”

“Saya akan mencoba banyak pemain sebelum menghadapi tim asal Australia itu. Tim pelatih menekankan pentingnya komunikasi antarpemain. Ini yang belum tampak pada dua pertandingan awal,” kata Wiwit.
“Lawan Ubaya besok (hari ini, red) anak-anak harus bermain dengan chemistry yang erat. Ubaya tim bagus dan sarat dengan pengalaman. Ini tantangan besar bagi kami,” imbuhnya. (nur/ca/jpnn)

Motivasi Pengusaha Kecil dan Menengah Melalui KUR

Raker PT Bank Sumut dengan Menteri Koperasi dan UKM

Pada 2012 mendatang, sedikitnya Rp30 triliun anggaran untuk kredit usaha rakyat (KUR) akan dikucurkan Pemerintah. Hal ini dimaksudkan untuk memotivasi usaha kecil dan menengah (UKM) agar lebih semangat berwirausaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM H Syarief Hasan pada Rapat Kerja (Raker) PT Bank Sumut di Ball Room Lantai X Bank Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (24/10). Rapat itu dihadiri Dirut Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu serta para pimpinan divisi dan seluruh pimpinan cabang bank tersebut.

Syarief yang didampingi Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumut Jhoni Pasaribu juga menerangkan dari jumlah anggaran yang ada 2011 ini yakni Rp20 triliun, telah disalurkan dengan taksasi realisasi sudah mencapai Rp23 triliun. “Artinya, kebutuhan memang cukup besar. Untuk itu, pada 2012 kita programkan untuk mendongkrak KUR ini hingga Rp30 triliun. Kita harap dengan ada program peningkatan ini, akan semakin banyak UKM yang terbantu dan naik derajatnya secara bertahap,” jelasnya.

Syarief memberikan apresiasi dan menilai sangat tepat pilihan Bank Sumut menjadikan UMKM sebagai pilar utama aktivitasnya dengan berbagai produk seperti Program Kredit Sumut Sejahtera 1 dan 2.

Tentang kinerja Bank Sumut yang menyalurkan pembiayaan kepada ratusan pelaku UKM di Sumut yang mencapai Rp197 miliar Syarief berharap dapat terus dikembangkan, karena sektor UMKM inilah yang diharapkan akan menjadi sokoguru perekonomian kerakyatan.

Di sela-sela kegiatan tersebut Bank Sumut juga memberikan reward kepada dua karyawan yang sudah menunjukkan kinerja terbaiknya selama tiga bulan berturut-turut.

Adapun yang pertama yakni seorang satpam dari KCP Panglima Polim Jakarta, Dony Fortuna. Dengan kinerjanya itu, ia berhak mendapatkan liburan ke Bali selama tiga hari dua malam bersama keluarga. Termasuk seorang teller Lisa Afriyani dari Kantor Cabang Jakarta. (*)

Antrean e-KTP Melelahkan

MEDAN- Warga Kecamatan Medan Polonia mengeluhkan antrean panjang dalam pengurusan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) di kantor kecamatan tersebut. Pasalnya, warga harus menunggu hingga sembilan jam untuk dapat mengantri data mereka.

Selain melelahkan, antrean panjang ini juga telah mengganggu aktivtas warega, terutama bagi yang bekerja. Seperti yang dialami Ahmad Rinaldi, warga Jalan Masjid, Gang A, Medan Polonia. Dia mengaku sangat kelelahan, karena harus menunggu antrean pengurusan e-KTP sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB.

“Pukul 08.00 WIB saya sudah menunggu di kantor camat, namun baru pukul 15.30 WIB baru saya dilayani,” ujar Ahmad kepada wartawan koran ini, Senin (24/10).

Karena harus mengantre cukup lama di kantor camat, dia terpaksa tidak masuk kerja. “Jadi, bukan cuma lelah menunggu, tapi juga nggak bisa kerja.

Bagaimana lagi, kalau ditinggal nanti nama kita dipanggil, kalau sudah dipanggil dan kita tidak ada di lokasi, nanti kita harus menunggu lagi hingga semua nama di hari itu selesai baru bisa kita dipanggil lagi. Kalau entry datanya memang tidak lama, sekitar lima menitlah,” jelasnya sambil berlalu.

Menanggapi keluhan warga terkait lamanya antrean saat mengurus e-KTP di kantor camat, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Darussalam Pohan mengakui hal itu memang kerap terjadi. “Itu memang kita akui, ada antrean hingga delapan sampai sembilan jam. Itu terjadi karena warga memang harus menunggu namanya dipanggil sesuai dengan nomor antreannya,” sebut Darussalam.

Untuk sementara, kata Darusalam, pihaknya belum menemukan formula yang baik untuk mengatasi antrean yang melelahkan itu. “Pernah kita atur waktunya, sekian warga mengurus dari jam 8 pagi hingga jam 10, dan sekian warga kita buat dari jam 10 hingga jam 12. Tapi di saat jam 8 hingga jam 10 warga yang datang justeru hanya dua orang, jadi pelayanan kita di jam itu menjadi sia-sia. Justeru di jam 12 warga membeludak. Jadi, diatur waktunya juga sulit,” sebut Darussalam.

Dikatakannya, saat ini proses entri data e-KTP masih membutuhkan waktu paling lama lima menit per orang. Dalam sehari, kantor camat dapat melayani sebanyak 300 hingga 400 masyarakat. Pelayanan juga dilakukan hingga pukul 23.00 WIB. “Memang saat ini masyarakat yang akan mengentri data masih antre, karena kita belum bisa menyesuaikan waktu masyarakat jam per jam. Kita undang masyarakat di hari tertentu, dan masyarakat wajib datang di hari tersebut. Kalau ditentukan jamnya kita khawatir ada masyarakat yang tidak bisa mengakibatkan di saat jam tersebut layanan kita kosong, makanya saat ini masyarakat yang akan mengurus e-KTP harus antre dulu,” terangnya.

Disebutkannya, hingga saat ini pelayanan e-KTP sudah menembus di 15 kecamatan dari 21 kecamatan se Kota Medan. Jadi, hanya tinggal 6 kecamatan lagi yang belum dapat melayani karena masih terkendala koneksi jaringan ke pusat. “Saat ini sudah ada 15 kecamatan yang melayani dan tinggal 6 kecamatan lagi. Hasil dari 15 kecamatan ini sudah mencapai 50.378 pada 18 Oktober lalu,” kata Darussalam.

Darussalam mengatakan, sampai akhir bulan ini seluruh kecamatan di Medan akan bisa melayani e-KTP. Karenanya, pihaknya terus berupaya koordinasi dengan pusat untuk pelayanan e-KTP. “Target kita akhir bulan ini seluruh kecamatan di Medan sudah dapat melayani e-KTP hanya saja kalau peralatannya sudah ada, kalau belum kita belum dapat menuntaskan layanan e-ktp ini hingga akhir tahun,” jelas Darussalam.(adl)

Pemko Ancam Putuskan Kerjasama

Tunggakan Retribusi Merdeka Walk

MEDAN- Tenggat waktu pelunasan tunggakan retribusi Merdeka Walk telah lewat, namun Pemko Medan belum juga melakukan tindakan apapun terhadap Orange Indonesia Mandiri (OIM) selaku pengelola. Namun, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri saat dikonfirmasi kembali melayangkan ancaman akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan akan memutus kerjasama dengan PT OIM.

“Tenggat waktu yang kita berikan hingga September, memang telah lewat. Tapi kita tetap melakukan musyawarah dalam menagih tunggakan tersebut. Namun jika tetap tak dibayar, kita tempuh jalur hukum,” kata Sekda Kota Medan Syaiful Bahri kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (24/10).

Selain itu, kata Syaiful, pemko juga masih menunggu perkembangan selanjutnya sembari menunggu Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) 2011.

“Jadi, kita tunggu saja LHP BPK 2011. Pemko Medan akan melihat hasil rekomendasi dari BPK untuk tindaklanjutnya, apakah memang harus memutus hubungan kerjasama tersebut,” cetusnya. Sedangkan mengenai proses hukum yangn
rencananya akan ditempuh Pemko Medan, menurut Syaiful, bila PT OIM tetap tak membayar tunggakan retrtibusi, Pemko Medan akan menempuh cara itu. “Bila tetap tak mau juga membayar, akan kita laporkan ke penegak hukum. Kalau perlu kita putus hubungan kerjasamanya. Kita suruh dia angkat barang-barangnya,” ungkapnya lagi.

Sementara, Ketua Komisi C DPRD Medan Jumadi mengaku sangat sepakat dengan usulan Pemko Medan yang akan menempuh jalur hukum. Menurutnya, PT OIM harus membayar tunggakannya sesuai dengan aturan Dinas Pertamanan yang diatur dalam Pasal 9 ayat 6, karena Merdeka Walk dijadikan tempat bisnis.

Jumadi juga mengungkapkan, dalam kunjungan kerja Komisi C DPRD Medan ke PT OIM di kawasan Lapangan Merdeka beberapa waktu lalu, mereka mendapatkan informasi dari managemen PT OIM bahwa mereka juga akan membawa persoalan ini ke jalur hukum. Menurut Jumadi, langkah hukum ini diambil PT OIM terkait klausul kerjasama mana yang harus dipakai dalam pembayaran retribusi tersebut.

“Kalau untuk klausul pertama, PT OIM sudah membayarnya. Tapi dengan adanya dua klausul, PT OIM akan ajukan ke hukum untuk menentukan klausul yang harus dipakai. Jadi kita juga mau lihat keseriusan PT OIM apakah sudah didaftarkannya,” ungkap politisi PKS ini. (adl)

Dewan: Segera Lantik Direksi BUMD

MEDAN- Desakan agar Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera melantik direksi BUMD kembali disuarakan anggota dewan. Pasalnya, hingga saat ini kondisi manajemen BUMD Kota Medan yang terdiri dari Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan, PD Pasar, PD Rumah Potong Hewan (RPH) sudah mulai tak terkendali.

“Seharusnya tidak lama-lama, setelah fit and proper test para direksi yang dianggap layak sudah bisa diumumkan nama-namanya dan segera dilantik,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Medan Herry Zulkarnain di gedung dewan, Senin (24/10).

Menurut Herry, apabila Wali Kota Medan tidak cepat melantik para direksi BUMD tersebut, sama halnya dengan menghambat pembangunan Kota Medan karena kondisi BUMD sekarang sudah tidak terkendali. “Lihat pasar di Belawan, sudah berantakan karena tidak ada manajemen yang mengaturnya. Begitu juga Rumah Potong Hewan (RPH), kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan,” bebernya.

Pada dasarnya, lanjut Herry, Fraksi Demokrat tidak ingin mencampuri lebih jauh mengenai nama-nama calon direksi. Hanya saja, Demokrat menginginkan siapapun yang duduk nantinya bisa bekerja secara profesional dan tidak terikat dengan kepentingan politik. “Partai Demokrat hanya menginginkan wali kota profesional menetapkan calon direksi BUMD. Bukannya ingin mengintervensi, karena Demokrat tidak ada menitipkan calon,” ujarnya.

Sementara, Asisten Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemko Medan Arif Tri Nugroho mengatakan, sampai sekarang pihaknya belum bisa menetapkan tanggal pasti pengumuman direksi. “Masih ada perubahan struktur pada badan BUMD, jadi belum bisa diumumkan direksinya. Saya tidak tahu banyak mengenai nama direksi BUMD yang akan dilantik,” ucapnya saat ditemui wartawan koran ini di ruangannya.

Terpisah, Sekretaris Daerah Pemko Medan Syaiful Bahri mengaku kalau pelantikan ke 10 direksi BUMD tersebut ada di tangan Wali Kota Medan. “Itu kebijakan wali kota, saya belum dapat informasi apa pun terkait itu,” pungkasnya singkat.(adl)

3.000-an Pelanggan Curi Arus Listrik

P2TL Tekan Kerugian PLN

MEDAN- Kebocoran listrik (loses) di Kota Medan mencapai 9 persen lebih. Dibanding dengan Jakarta yang losesnya mencapai 7,5 persen, loses di Medan masih lebih tinggi. Dampak dari pencurian arus ini, terjadi pemadaman bergilir karena kurang daya.

Terhitung sejak Januari 2011, Tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT PLN (persero) Cabang Medan melakukan operasi. Pelanggan yang ketahuan melakukan pencurian, diberi sanksi denda. Hingga pertengahan Oktober operasi digelar, Tim P2TL mendapati 3.000-an pelanggan yang melakukan pelanggaran dengan mengakali meteran listrik. Kasus pencurian listrik didominasi konsumen rumah tangga.

“Kami gelar P2TL, karena tingkat loses di Medan tinggi. Setiap bulan PLN Cabang Medan kehilangan 26 juta kilowatt hours (kWh). Loses 9 persen itu sudah di luar batas tolerasi. Mulai dari Januari hingga saat ini, sudah 3000-an pelanggan yang terkena penertiban,’’ kata Manager PT PLN Cabang Medan, Wahyu Bintoro kepada Posmetro Medan (grup Sumut Pos) di kantornya, Jalan Listrik Medan, kemarin.

Dia menegaskan, pihaknya akan terus menggalakkan P2TL sampai loses energi listrik mencapai kondisi normal, maksimal 5 persen. “Kami hanya menjalankan kebijakan pusat, karena akibat pencurian itu PLN mengalami kerugian sekitar Rp27 miliar setiap bulannya,’’ ungkap Wahyu didampingi Ketua Pelaksana P2TL Khairuddin, Humas PLN Cabang Medan, Budi dan Gustav selaku konsultan.

Menyahuti tudingan masyarakat yang menyebut PLN kurang mensosialisasikan P2TL. Wahyu menyebutkan, sosialisasi sudah sering dilakukan pihak PLN. Bahkan dalam meteran pun, sudah terpampang nameplate yang menyebutkan ‘awas buka segel didenda’. Artinya, masyarakat dilarang mengutak-atik segel meteran.

“Segel meteran PLN itu ketahanannya 50 tahun. Kalau ada pelanggan yang berdalih bilang segel rusak karena sudah lama, saya jadi bingung. Perlu diketahui, petugas P2TL melakukan pemeriksaan bukan hanya pada segel, tapi juga mesin di dalam meteran. Ketahuan kalau ada pelanggan nakal yang mengakali meteran,’’ ujarnya.(mar/smg)

Komisi D Batal Tinjau Contempo

MEDAN- Kunjungan kerja Komisi D DPRD Kota Medan ke lokasi penimbunan lahan untuk perumahan Contempo Regency yang dijadwalkan kemarin, batal dilakukan. Pasalnya, kunjungan kerja tersebut belum diagendakan dan belum diketahui pimpinan DPRD Medan.

“Tidak bisa kita lakukan kunjungan hari ini, Senin (24/10). Karena belum kita masukkan dalam jadwal. Takutnya, karena tidak resmi, malah kita bisa diusir. Jadi kita sudah berencana akan melakukan kunjungan kerja ke lokasin
pada awal November,” kata anggota Komisi D DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis kepada wartawan koran ini di gedung dewan, Senin (24/10).

Dijelaskanya, bila sudah dijadwal dan diketahui Ketua DPRD Medan, baru kunjungan kerja tersebut dianggap resmi sehingga Komisi D DPRD Medan juga bisa menyurati kepling dan lurah serta Dinas Bina Marga untuk bersama-sama turun ke lokasi. Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangungsong sudah bersiap melakukan kunjungan kerja. Namun ketika bertemu dengan anggota Komisi D lainnya, sejumlah anggota komisi termasuk Godfried enggan berangkat.

“Tannya sama anggota lainnya, apakah mereka mau melakukan kunjungan,” kata Parlaungan.
Sementara, berdasarkan informasi yang diperoleh dari sumber wartawan koran ini di gedung DPRD Medan, batalnya kunjungan Komisi D DPRD Medan tersebut didiga karena adanya pembekingan yang dilakukan oknum anggota dewan terkait pengurusan izin penimbunan dan IMB perumahan Cotempo Regency tersebut. “Pembatalan itu sengaja dilakukan agar pihak manajemen perumahan bisa membuat izin, dibantu anggota Dewan yang membekingnya,” kata sumber tersebut.(adl)

Usai Kencan, Sepeda Motor Dilarikan

Naas betul nasib Cipto (39), warga Jalan Glugur Bay Pas Medan. Pasalnya, usai mengencani pekerja seks komersial (PSK) di hotel kelas melati di kawasan Jalan Binjai, sepeda motor pinjaman dan uang Rp4 juta di saku celananya dilarikan PSK tersebut. Dengan menggerutu, diapun mengadukan kejadian itu ke Polsekta Sunggal.

Ceritanya, Minggu (23/10) dini hari, Cipto baru saja pulang dari Kafe 99 di Jalan Binjai. Dalam kondisi mabuk, dia mengendarai sepeda motor Vega miliknya. Namun saat melintas di Jalan Binjai Km 11,5 tepatnya di depan Kafe dan Pub Surya Indah, dia melihat seorang PSK berdiri di pinggir jalan dan langsung dihampirinya. Tanpa basa-basi, Cipto mengajaknya kencan.

Setelah sepakat harga, Cipto langsung membawa PSK tersebut ke Hotel Anita di Jalan Binjai Km 16,5. Di dalam hotel, keduanya pun berkencan. Setelah itu, Cipto langsung tertidur pulas.

Minggu (23/10) siang, sekira pukul 10.00 WIB, Cipto terbangun dan dia tak melihat lagi PSK tersebut di dalam kamar. Tanpa ambil pusing, Cipto bergegas ke kamar mandi dan berniat pulang.

Namun betapa kagetnya dia begitu mengetahui uang Rp4 juta di saku celananya sudah raib. Bukan itu saja, kunci sepeda motornya pun tak ada lagi di kantong celananya.

Merasa curiga, Cipto langsung pergi ke lokasi parkir hotel tersebit. Ternyata, sepeda motor Vega miliknya pun sudah raib dibawa kabur PSK yang baru dikencaninya. Dangan langkah lesu, Cipto pun mendatangi Polsek Sunggal untuk membuat laporan.

Kepada petugas, Cipto mengatakan kalau sepeda motor Vega itu bukan miliknya, melainkan milik temannya. “Sepeda motor itu milik temanku yang ku pinjam,” kata Cipto kepada petugas. Sebelum meninggalkan Polsek, kepada wartawan Cipto menyesali atas perbuatannya. “Sial kali aku bang. Memang tadi malam aku baru main sama cewek itu, sudah uangku hilang, sepeda motor kawan ku pun dilarikannya. Terpaksa aku menggantinya,” beber Cipto dengan muka lesu.(ris/smg)