31 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 14628

Lima Siswi SMAN 3 Siantar Kesurupan

SIANTAR- Lima siswi SMA Negri 3 Pematang Siantar tiba-tiba mengalami kesurupan saat jam sekolah masih berlangsung. Akibatnya, jam pelajaran sempat dihentikan dan ribuan siswa-siswi panik dan berhamburan keluar kelas, Kamis (20/10).

Informasi yang dihimpun dari lokasi sekolah di Jalan Pane, Siantar Timur menyebutkan, kejadian itu diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Bahkan dari tiga kelas yang berbeda, lima siswi secara bersamaan menjerit-jerit tanpa diketahui penyebabnya. Malah saat ditenangkan, jeritan semakin kuat hingga akhirnya jam pelajaran dihentikan untuk menenangkan para siswi tersebut.

Atas peristiwa tersebut, tiga remaja bukan pelajar sekolah SMAN 3, sempat diamankan karena diduga penyebab terjadinya kerasukan. Ketiganya diserahkan kepada petugas kepolisian Polres Pematang Siantar, namun belakangan dibebaskan kembali.

Para siswi yang mengalami kesurupan yakni Debora Fransiska (kelas II), Putri Parapat (kelas I), Mika (kelas I), Hica (kelas II), dan Lasma (kelas II). Para siswi ini sempat dibawa ke ruangan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), untuk ditenangkan, dan tak berapa lama kondisinya sadar.

Seperti keterangan satpam sekolah, Ferry Siahaan yang sempat dikonfirmasi menyebutkan, kedatangan tiga remaja, seorang diantaranya laki-laki itu tidak lain hendak menemui salah seorang siswa bernama Mika. Sedikit ganjil ketika salah seorang diantaranya mengatakan, akan terjadi kesurupan di sekolah itu.

Bahkan, ketiga pria itu meminta Satpam agar seluruh ruangan kelas di SMA Negeri 3 ditutup. Tujuannya, agar siswa lainnya tidak kesurupan. Hal itu jelas menimbulkan kecurigaan apalagi ketiganya bukan siswa/i SMA Negeri 3. Para siswi yang mengalami kesurupan yakni Debora Fransiska (kelas II), Putri Parapat (kelas I), Mika (kelas I), Hica (kelas II), dan Lasma (kelas II). Para siswi ini sempat dibawa ke ruangan Wakil Kepala Sekolah (Wakasek), untuk ditenangkan, dan tak berapa lama kondisinya sadar.

Terpisah, ketiga remaja yang sempat dibawa ke Polres Pematang Siantar di Jalan Sudirman, akhirnya dilepaskan. Menurut Kepala SPKT, Aiptu P Sihombing, ketiganya dituding membawa hantu ke SMA Negeri 3, sehingga ada beberapa siswi kesurupan. Dikatakan, dari hasil interogasi, ketiganya diketahui pelajar SMA Negeri 4, bernama Uli Simanjuntak, dan boru Siregar siswi SMA Negeri 1. Sedangkan satu orang lagi tak bersekolah. (mag-5)

Berobat, Sepeda Motor Lenyap

LANGKAT- Aksi pencurian kenderaan bermotor kembali terjadi, Roro Sumiati (20) warga Jalan Penerangan Stabat persisnya belakang Tangsi kehilangan motor matic Mio nopol BK 3489 LP warna biru di halaman Puskesmas Stabat, Kamis (20/10).

Kapolsek Stabat, AKP Zulkarnaen, ketika dihubungi mengakui terjadinya curanmor di halaman Puskesmas Stabat. Saat ini, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melanjutkannya dengan penyidikan.
“Kita sudah menerima laporan dari korban, sudah melakukan olah TKP dan sedang lidik. Aksi curanmor, sebelumnya sudah sempat mereda dan sekarang berdasarkan catatan sudah dua kali kasus serupa dalam dua pekan terakhir,” kata Kapolsek.

Berdasarkan penjelasan korban kepada petugas, sebelum diketahuinya sepmor hilang sekitar pukul 14.30 WIB. Korban melihat dan mengetahui di sekitar loket pasien, ada pria separuh baya duduk seakan menunggu waktu berobat. Hal itu, tidak membuat mereka curiga.

Korban yang honorer medis di Puskesmas baru menyadari sepmornya hilang, ketika bergegas hendak pulang sekitar pukul 15.00 Wib. Setelah berupaya mencari tahu, akhirnya memutuskan melaporkannya ke polisi. (mag-4)

Penajaman Insting Sangat Penting bagi Pengawasan Teritorial

Kunjungan Kerja Pangdam I BB ke Makodim 0204/DS

LUBUKPAKAM- Mengawali tugas barunya sebagai Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus melakukan kunjungan kerja ke Makodim 0204 Pantai Timur Deli Serdang, Kamis (20/10) sore, sekira pukul 16.00 WIB.
Pangdam beserta istri dan rombongan tiba di Makodim 0204/DS disambut langsung Dandim Letkol ARH Wawik Dwinanto beserta istri serta Danrem Pantai Timur serta para Perwira lainnya.

Kunjungan kerja yang di gelar mantan Danjen Kopassus ini berlangsung singkat. Begitu tiba di Makodim 0204 Deli Serdang, dan dipandu Danrem 0204/DS Letkol ARH Wawik, Pangdam langsung meninjau sekaligus melakukan pemeriksaan seputar kelengkapan data maupun laporan seputar situasi Hankamnas dari masing-masing Koramil sejajaran Kodim 0204 Pantai Timur Deli Serdang.

Tak lama kemudian, Mayjen Lodewijk F Paulus beserta rombongan perwira TNI dari Kodam I Bukit Barisan, memasuki Aula Makodim yang sudah di penuhi seluruh Komandan Koramil serta Perwira TNI setempat.

Dalam arahannnya, Pangdam kembali menekankan pentingnya penajaman insting setiap personel Babinsa (Bintara Pembina Desa) dalam menjalankan fungsi Binter terutama pengawasan terhadap teritorial yang terangkum dalam geodemokonsos atau Geografi, Demografi dan Kondisi Sosial pada setiap wilayah kerjanya.

Pada kesempatan itu juga, Pangdam kembali meminta dukungan setiap prajurit agar turut mensukseskan program atau yang kini menjadi ikon Kodam I/BB yakni Toba Go Green. Program peng hijauan kawasan Danau Toba dan sekitarnya itu pun diharapkan Pangdam turut diterapkan oleh Makodim serta jajarannya di kawasan masing-masing.

Juga dalam arahannya itu, dengan penuh keakraban Pangdam I/BB juga sesekali melemparkan beberapa pertanyaan seputar tugas dan fungsi prajurit TNI khususnya para Babinsa sebagai penyangga keamanan ibu kota Sumatera Utara.
Sebagai pemacu semangat, Pangdam pun memberikan hadiah berupa uang saku kepada setiap prajurit yang mampu menjawab pertanyaan yang diberikan Mantan Danjen Kopassus itu.

Berbagai pertanyaan dilemparkan Pangdam, namun hanya 2 personel TNI yang mampu menjawab dengan benar. Kedua personel TNI yang menjawab pertanyaan dari Pangdam itu pun langsung dipanggil dan diberikan hadiah berupa uang saku. Pangdam I/ BB sempat kecewa saat melemparkan pertanyaan tentang Undang-Undang Pertahanan Nasional. Saat itu tak satupun personel TNI disana yang mengetahui kalau Undang-Undang tentang Pertahanan Nasional merupakan UU No 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Nasional.

Pun begitu, Pangdam akhirnya memuji kinerja Makodim 0204 Deli Serdang yang dianggap telah memberikan kontribusi cukup besar dalam menumpas aksi terorisme di wilayah Deli Serdang-Serdang Bedagai. Usai bertatap muka dengan seluruh prajurit TNI sekaligus memberikan arahannya, Pangdam I Bukit Barisan bersama istri dan rombongan pun kembali ke Medan. (ps/smg)

Moratorium TKI ke Malaysia Dicabut

Muncul kabar baik bagi ribuan calon TKI non formal tujuan Malaysia. Pemberlakuan pemberhentian sementara atau moratorium pengiriman TKI non formal ke Malaysia sejak Juni 2009 silam bakal dicabut 1 Desember mendatang. Saat ini, tim dari kedua negara sedang gencar melakukan persiapan teknis.

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menyambut baik dibukanya lagi kran pengiriman TKI ke Malaysia ini. Sebab, dengan ditutup sementara sejak 2009 silam, tidak ditutup kemungkinan terjadi pengiriman TKI illegal untuk posisi non formal yang biasanya bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Kepala Humas Kemenakertrans Supartono mengatakan, kabar ditariknya kebijakan moratorium keluar dari pertemuan antara Presiden SBY dengan Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Mohd Tun Abdul Razak di Lombok kemarin (20/10). Dalam paparannya, Tun Abdul Razak mengatakan jika ditariknya lagi kebijakan moratorium ini merupakan hasil diplomasi antara pihak Indonesia dengan Malaysia.

Lebih lanjut Supartono menerangkan, dengan dibukanya lagi pengiriman TKI ke Malaysia berarti persyaratan yang diminta Indonesia disepakati oleh Malaysia. Untuk urusan pengiriman TKI ke Malaysia, dia menjelaskan ada beberapa persyaratan yang diminta Indonesia ke Malaysia.

Persyaratan tadi antara lain gaji minimal RM 700 per bulan atau sekitar Rp1.976.000 (RM 1 = Rp2.800). Pembayaran gaji ini juga harus menggunakan sistem transfer rekening. Sehingga bisa dicek nominal gaji yang diteirma TKI.
Syarat selanjutnya adalah passport dipegang sendiri oleh TKI. Selama ini, setelah bekerja passport dipegang oleh majikan atau agency TKI yang berada di Malaysia. Selanjutnya adalah jatah libur satu hari dalam satu minggu.
“Semua persyarakat ini merupakan komitmen kami melindungi para TKI saat bekerja,” tandas Supartono.
Meski sudah ada kepastian pengiriman TKI ke Malaysia dibuka lagi, namun Supartono mengatakan anggota tim task force masih bekerja. Dia memaparkan, tim tadi sampai saat ini terus menyiapkan langkah-langkah teknis terkait dibukanya lagi pengiriman TKI ke Malaysia.

Diantaranya adalah, bentuk kontrak kerja baru yang harus dibuat calon juragan atau agency di Malaysia. Supartono menegaskan, calon TKI kedepan wajib tahu dia bekerja kepada siapa dan bekerja sebagai apa. “Jangan sampai kasus bekerja di majikan yang tidak sesuai kontrak kerja terus terjadi,” kata dia.

Selain itu, di dalam negeri Kemenakertrans dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI) mulai sosialisasi ke sejumlah Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). Diantara bahan sosialisasinya adalah, harus menyiapkan dokumen-dokumen calon TKI sebelum meluncur ke Malaysia. Selain itu juga porsi pelatihan ketrampilan di PPTKIS harus optimal. (wan/jpnn)

200 TKI Terancam Hukuman Mati

HAMPIR 200 orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di sejumlah negara terancam hukuman mati. Agar hal ini tak terjadi lagi, DPR mengusulkan pemberhentian total pengiriman TKI ke luar negeri.

“Ada lebih dari 200 TKI diancam pidana mati. Di Malaysia ada 151 orang, Arab Saudi 43 orang, China 22 orang, Singapura 2 orang. Kita inginkan moratoriun secara umum dan menyeluruh pengiriman TKI ke luar negeri,” tutur Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu kemarin.
Pembahasan ini sudah memasuki rapat pimpinan DPR. Kemenakertrans diminta mengambil tindakan konkret, termasuk penyelamatan TKI yang terancam hukuman mati.

“Dalam rapat pimpinan sudah kita sampaikan. Terus dibahas di Timwas TKI DPR dan Timwas TKI Kemenakertrans. Kita harus menyelamatkan mereka,” terangnya.

Karena itu pengiriman TKI hanya bisa dilanjutkan setelah semua TKI yang diancam hukuman mati berhasil dibebaskan. Selain itu, TKI bisa dikirim lagi bila telah mempunyai jaminan bahwa mereka mempunya keterampilan khusus sebelum dikirim ke luar negeri. “Jadi hanya TKI yang sudah dilengkapi keterampilan yang dikirim ke luar negeri,” tegasnya. (net/jpnn)

CEO PSMS Wajah Baru

MEDAN-Wewenang penuh yang diberikan konsorsium kepada PSMS untuk menentukan siapa CEO, menimbulkan tanda tanya besar hingga saat ini. Siapakah  yang bakal mengisi posisi orang nomor satu di manajemen PSMS itu?.

Konsorsium pun seperti membuang bola panas kepada manajemen PSMS dengan segala tekanannya. Sosok CEO diharapkan dapat membawa klub ke tingkat yang lebih tinggi, serta dituntut bisa memahami manajemen klub yang notabene telah bertransformasi ke level professional.

Dan lagi-lagi Idris yang kini dianggap bertanggung jawab terhadap perkembangan PSMS selalu buang badan, menyikapi hal ini. Alasannya selalu saja masih dibahas dengan Ketum PSMS. Idris bilang Wali Kota Medan yang juga Ketum PSMS memiliki wewenang penuh untuk menentukan siapa yang dinilai paling layak memangku jabatan tersebut. “Kami masih akan membahasnya bersama pak wali. Pak wali yang memiliki wewenang menentukan siapa yang terbaik untuk jadi CEO. Sabtu (22/10) ini kami akan membahasnya,” kata Idris, Kamis (20/10).

Anggota konsorsium PSMS, Dityo Pramono menjelaskan, CEO seperti juga di perusahaan, bertugas untuk mengelola dan membuat terobosan baru untuk memberikan keuntungan kepada klub. “CEO tidak ikut campur di dalam tim. Tugasnya hanya me-manage perusahaan,” terangnya.

Saat ini santer terdengar kabar di Mes Kebun Bunga, PSMS telah menyodorkan satu nama calon CEO PSMS. Tapi, dari sejumlah narasumber yang ditemui, masih enggan menyebutkan nama calon tersebut. Nama tersebut bahkan sudah dipastikan akan menjadi CEO. “Sudah ada CEO-nya. Namanya selama ini belum pernah disebut-sebut, karena merupakan orang baru,” ujar narasumber yang tak mau namanya dikorankan. Jika info ini benar, maka peluang untuk Benny Tomasoa yang tampak begitu ingin jdi CEO PSMS pun mulai tertutup. (saz)

Pra PON Sumut Imbangi Pro Duta

MEDAN-Tim sepak bola Sumut yang sedang bersiap menuju putaran kedua babak Pra PON, kemarin (20/10) memperoleh modal yang sangat baik saat menahan imbang kesebelasan Pro Duta dengan skor 1-1.

Pada pertandingan yang berlangsung di Stadion DR TD Pardede Medan, tim Pra PON Sumut yang dibesut Rudi Saari dan Mardiyanto ini benar-benar menguasai jalannya pertandingan.

Serangan yang dibangun Edi Syahputra dkk membuat lini pertahanan Pro Duta kucar-kacir. Imbasnya, pada menit ke-43 winger tim Pra PON Sumut M Irfan berhasil mengoyak gawang Pro Duta.

Tertinggal dari lawannya,  kesebelasan Pro Duta terus mengingkatkan serangan ke jantung pertahanan tim Pra PON yang dikordinir Hardiyantono. Namun begitu, gol penyama kedudukan baru tercipta saat pertandingan hanya tersisa empat menit, lewat aksi strikernya Gozali.

Dengan hasil ini maka tim Pra PON Sumut memiliki catatan bertanding 32 kali, baik yang bersifat turnamen maupun pertandingan ujicoba.

Dari jumlah pertandingan tersebut , Zulkifli dkk menorehkan hasil 23 kali menang, 5 kali imbang dan 4 kalah, dengan catatan gol 84 kali memasukkan dan 28 kali kebobolan.

Menurut Dr M Nur Rasyid Lubis, Manejer Tim Pra PON Sumut, hasil imbang 1-1 melawan Pro Duta diharap mampu membangkitkan motivasi pemain yang akan berlaga pada putaran kedua Pra PON pada 27 Oktober mendatang di Jakarta.

Rencananya, setelah melakoni laga menghadapi Pro Duta seluruh pemain akan kembali ke Bahjambi untuk melanjutkan program Pelatda, untuk selanjutnya pada Senin (24/10) kembali ke Medan, dan bertolak ke Jakarta Selasa (25/10) guna menghadapi runner up grup B (Wilayah Sumbagsel) Bengkulu.

“Kami berharap dukungan dan doa masyrakat Sumut, sehingga anak-anak mampu mengalahkan Bengkulu dan lolos ke PON XVIII di Riau, sekaligus menebus kegagalan tim sebelumnya yang gagal bertanding pada PON XVII di Samarinda,” bilang Dr Mamad. (jun)

Langsung Lakoni Laga Pemanasan

Hari Ini DBL All-Star 2011  Sparing Lawan Unair

SURABAYA – Tim Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2011 mulai berkumpul di Surabaya kemarin (20/10). Sebelum terbang ke Seattle, AS, pada akhir Oktober, mereka menjalani sejumlah laga pemanasan dan international game melawan Gold Coast Scody Junior All-Star.

Hari ini tim putra dan putri DBL Indonesia All-Star 2011 sudah akan turun lapangan. Mereka bakal sparing melawan tim Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Laga tim putra diadakan di Sports Hall SMA Katolik Santa Agnes Surabaya, sedangkan tim putri bermain di DBL Arena.
Laga pemanasan itu menjadi ajang pemantapan tim DBL Indonesia All-Star 2011 sebelum menghadapi Gold Coast Scody Junior All-Stars. International game tim putri diadakan Kamis mendatang (27/10) di DBL Arena. Tepatnya di antara laga fantastic four Honda DBL Junior 2011. Sedangkan game tim putra berlangsung di tengah-tengah final party Honda DBL Junior 2011 (29/10). Setelah pertandingan itu, tim DBL Indonesia All-Star 2011 akan langsung berangkat ke Seattle.
Pelatih kepala tim putri DBL Indonesia All-Star 2011 Xaverius Wiwit Agus Cahyono mengatakan, sparing melawan Unair hari ini akan membantu timnya agar lebih kompak. Dia menyatakan sudah memiliki gambaran starting line-up. “Fokus kami adalah defense. Kami juga akan mencoba mengenali satu sama lain. Kekompakan menjadi hal yang penting,” ujarnya.
Di sisi lain, salah seorang pemain tim putri DBL Indonesia All-Star 2011 Ingrid Tri Rachmadianty menyatakan sudah menyiapkan mental untuk berbagai kondisi menjelang keberangkatan ke Seattle. “Siap untuk dilatih model apa pun. Saya pokoknya mau hasil yang terbaik,” kata Ingrid.
Sementara itu, salah seorang pemain tim putra DBL Indonesia All- Star 2011 Juan Laurent Kokodiputra mengaku tak sabar untuk segera merasakan sensasi bertanding dengan tim-tim AS. Untuk itulah, siswa SMA Trinitas Bandung tersebut mempersiapkan diri secara maksimal. “Saya menambah latihan sendiri untuk akurasi three points. Selesai latihan di sekolah dua jam, saya nambah sekitar satu jam,” ujar Juan. (nur/dra/c10/ca/jpnn)

Belawan Juara Umum Cabor Dayung

MEDAN- Tim Dayung Kecamatan Medan Belawan berhasil  jadi juara umum cabang olahraga dayung di Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan ke-III 2011,yang diselengarakan di Dermaga Sundari Belawan, Kamis (20/11).

Kegiatan cabor dayung hanya diikuti dari beberapa kecamatan seperti dari Kecamatan Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Deli dan Medan Marelan tersebut. Kecamatan Medan Belawan ditempel ketat oleh Medan Labuhan yang juga mengumpulkan empat medali emas. Hanya saja Belawan lebih unggul pada perolehan perak.

Adapun hasilnya, Belawan memperoleh 4 medali emas, 4 perak dan 1 perunggu. Medan Labuhan, 4 medali emas, 3 perak, 1 perunggu. Medan Marelan 1 medali emas dan Medan Deli memperoleh 2 medali perak dan 1 medali perunggu.
Lomba cabang olahraga dayung Porkot 2011 yang dilaksanakan di Dermaga Sundari Belawan ini mempertandingkan 9 kategori, yaitu lomba kayak 1- 500 meter, kayak 2- 500 m, Cano 1- 500 meter, Cano 2 – 500 m, K1-200 meter, K2-200, C1 -200 m, C2-200 meter dan lomba perahu naga.

Selain lomba perahu naga, yang baru pertama kali digelar pada kegiatan cabor dayung.  Porkot dayung kali ini juga termasuk spesial karena dihiasi dengan momen pelantikan Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Medan. (omi)

Mau Kaya atau Mampu Memberi ?

Sebagian orang ada yang memiliki cita-cita ingin jadi orang kaya. Jika dari harta yang halal, mengapa harus takut jadi orang kaya. Apalagi kekayaan yang diperoleh dipergunakan buat menyenangi orang lain. Hanya saja orang yang merasa kaya setelah memiliki sekian banyak harta  akan selalu merasa kurang sebab kaya itu relatif. Rasulullah bersabda, “bukanlah orang kaya, mereka yang banyak harta, tapi orang kaya adalah orang yang merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah Swt kepadanya”.

Sebagai orang Islam, pedoman kita adalah Kitabullah Al Qur’an dan Sunah Nabi. Insya Allah, Al Qur’an itu Haq dan nabi itu maksum terjaga dari dosa dan kesalahan. Ada pun manusia biasa termasuk ulama tidak lepas dari salah dan lupa. Dari berbagai ayat Al Qur’an dan Hadis dapat mengambil kesimpulan bahwa Islam menganjurkan umatnya untuk memberi. Bukan untuk menjadi kaya. Contohnya, membayar zakat dan juga bersedekah. Mungkin ada yang bertanya, “Apa bedanya memberi dengan menjadi kaya? Bukankah untuk memberi kita harus kaya?”

Meski sekilas memberi sama dengan menjadi kaya, tapi tidak serupa. Banyak orang yang kaya tapi tidak mau bayar zakat atau bersedekah. Sebaliknya banyak orang miskin yang hidupnya biasa-biasa saja justru rajin berzakat dan sedekah. Banyak orang yang kaya tapi tidak berhaji. Sebaliknya banyak orang yang pas-pasan seperti TKI dan TKW malah bisa naik haji.

Mungkin ada yang bertanya, “Apa iya orang miskin atau pas-pasan bisa sedekah atau bayar zakat?” Jawabnya bisa
Dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya: Wahai Rasulullah, sedekah apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: “Sedekah orang yang tak punya, dan mulailah memberi sedekah atas orang yang banyak tanggungannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan Abu Dawud. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Hakim.

Bukan cuma dari hadis, ini pengalaman penulis sendiri.
Sebagai Ketua sebuah organisasi, beberapa orang menyumbang melalui dirinya. Ternyata penyumbang terbesar itu bukanlah orang yang kaya harta. Luas rumahnya paling tidak lebih kurang 30 m2, mobil dan motor dia tidak punya.
Namun dia menyumbang untuk umat laptop dan kamera (paling tidak nilainya Rp3 juta) plus uang cash lagi Rp200.000,- . Yang lain yang punya mobil dan rumah bagus belum tentu bisa begitu.

Di Indonesia banyak orang miskin. Menurut media VHR, 50.000 rakyat Indonesia bunuh diri karena kemiskinan dalam 3 tahun terakhir. Bahkan di media Surya Online diberitakan ada anak SD usia 11 tahun yang bunuh diri karena tidak kuat menahan lapar dan sakit maag yang diderita karena dia hanya sanggup makan sekali sehari. Tidak sepantasnya ummat Islam hidup bermewah-mewah sementara mayoritas rakyat hidup miskin karena ini tanda dari kurangnya iman. Wallahu A’lam bishowab…

Saat ini bermunculan motivator Islam. Ini bagus. Tapi jangan sampai kita mengikuti motivator Barat sehingga akhirnya tenggelam pada materialisme/duniawi. Meski Islam melarang kita melupakan dunia, namun Islam mengajarkan kita mengutamakan akhirat:

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari kenikmatan duniawi” [Al Qashash:77]

“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia, maka Kami segerakan baginya di dunia dan Kami tentukan baginya neraka jahannam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir” [Al Israa’:18]
Allah mengingatkan kita bahwa akhirat lebih baik dan kekal dari dunia karena manusia memang cenderung pada dunia hingga banyak yang lupa akan akhirat:

“Sungguh hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada dunia” [Adh Dhuhaa:4]
“Akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal” [Al A’laa:17]

Oleh : H. Mara Jaksa Harahap, S.Ag

Voli Putri Helvetia Raih Emas

MEDAN- Tim bola voli putri Kecamatan Medan Sunggal dikalahkan Medan Helvetia di ajang Porkot III 2011 dengan skor 3-0 (25-18, 25-23, 25-22).

Sementara di kelompok putra tim bola voli Medan Sunggal berjaya usai mengandaskan Kecamatan Medan Johor dengan skor 3-0 (25-13, 25-18, 32-30).

Ketua Panitia Pelaksana Porkot cabang bola voli Surya Dharma Tarigan SH, pada acara penutupan mengatakan kepada para peserta yang telah berhasil meraih juara hendaknya jangan cepat berpuas diri, berlatih dengan lebih tekun dan penuh disiplin agar ke depan dapat meraih prestasi yang lebih tinggi.

“Kedepan masih ada kejurda dan PON yang akan kita hadapi, untuk itu kepada para atlet diminta agar mempersiapkan diri sejak dini,” ujar Surya Dharma.

Dilanjutkannya, bahwa bagi tim yang telah menjuarai Porkot Medan III tahun 2011 ini, akan dibina lebih lanjut oleh KONI Medan. (omi)