27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14632

Peserta Terbatas, Pendaftaran Ditutup Jumat

Fun Rally Wisata Sumut Pos

MEDAN-Fun Rally Wisata Sumut Pos IV bekerjasama dengan IMI Sumut,  kebanjiran peminat. Hingga Rabu (18/10), panitia sudah menerima seratusan peserta yang menggunakan mobil dan sepeda motor.

Ketua panitia Darwin Purba menyambut baik antusiasme pembaca Sumut Pos mengikuti fun rally wisata tahun ini. Meski demikian, panitia terpaksa membatasi peserta hingga 200 mobil dan 500 sepeda motor.

Bagi peserta yang berminat ikut serta, pendaftaran masih dibuka hingga Jumat, 21 Oktober 2011, di Gedung Graha Pena Lantai II.

Perserta yang sudah mendaftar akan mengikuti technical meeting Sabtu (22/10) pukul 16.00 WIB di Lantai III Gedung Graha Pena Medan. Setiap peserta wajib mengikuti technical meeting karena sangat menentukan hasil lomba.

Fun Rally Wisata Sumut Pos gelaran ke-4 ini bekerjasama dengan IMI Sumut akan digelar, Minggu, 23 Oktober 2011 dengan mengambil start di Lapangan Merdeka Medan. Tim penilai sudah menyiapkan seluruh perangkat pertandingan yang akan mengambil rute dari Lapangan Merdeka dan akan mengelilingi Kota Medan. Selanjutnya, peserta akan kembali melanjutkan lomba mulai dari simpang menuju Pegajahan di Kota Perbaungan hingga tembus ke Pasar Bengkel.

Di pegajahan perserta akan bertemu dengan jalan yang berliku dan melintasi perkebunan sawit dan perkampungan warga. Rutenya dijamin menantang. Perserta wajib melintasi seluruh rute yang sudah dipersiapkan oleh panitia kalau tidak bakal didiskualifikasi.

Fun Rally Wisata Sumut Pos akan berakhir di Theme Park dan disambut artis Ita Purnama Sari, Band Dinamic, serta lawak Jamal CS serta lucky draw dengan sejumlah hadiah menarik.

Seperti penyelenggaraan rally sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai menyatakan dukungan penuh kegiatan kali ini. “Sama dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini kita dari Pemkab Sergai juga mendukung acara Fun Rally Wisata Sumut Pos IV ini. Apalagi even ini akan dapat mempromosikan daerah wisata yang ada di wilayah Sergai,” ungkap Drs H Haris Fadillah MSi, Sekda Serdang Bedagai saat menerima audiensi panitia Fun Rally Wisata Sumut Pos IV di Sei Rampah.

Haris Fadillah sendiri mewakili Bupati Sergai HT Erry Nuradi yang berhalangan menerima panitia Fun Rally Wisata Sumut Pos IV karena sedang mengikuti acara pelantikan Apkisi di Denpasar Bali. “Tadi Pak Bupati pesan, seluruh kegiatan Sumut Pos didukung. Apalagi finish acara rally ini nantinya berada di Theme Park Pantai Cermin,” ungkapnya.
Selain menikmati objek wisata bahari saat peserta Fun Rally Wisata Sumut Pos IV finish, para peserta juga bisa menikmati wisata di rute Pure Pegajahan. “Di sana kita nanti akan menyuguhkan tari-tarian, serta hiburan lainnya,” ungkapnya.

Di samping itu, di pasar bengkel para peserta Fun Rally Wisata Sumut Pos IV juga akan disuguhkan dengan aneka kuliner yang dipamerkan pelaku UMKM yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. “Pokoknya dalam acara ini kami dari Pemkab Sergai akan berusaha untuk mempromosikan wisata daerah kami kepada masyarakat luas, khususnya peserta Fun Rally Wisata Sumut Pos IV.” (dra)

Cek Status Berlangganan Konten di *111# dan *116#

MEDAN – Telkomsel memberikan tambahan kemudahan bagi para pelanggan untuk melakukan deaktifasi layanan SMS Premium melalui direct menu bebas pulsa *111# (kartuHALO) dan *116# (simPATI dan Kartu As). Upaya ini merupakan inisiatif Telkomsel dalam menanggapi perhatian masyarakat terhadap maraknya isu penyalahgunaan SMS akhir-akhir ini.
GM Corporate Communications Telkomsel Ricardo Indra mengatakan, Direct access melalui *111# dan *116# melengkapi mekanisme berhenti berlanggan SMS Premium yang sudah ada, seperti yang biasa dikenal dengan nama UNREG. Menu ini juga merupakan fasilitas untuk memudahkan pelanggan dalam mengecek konten apa saja yang aktif di ponselnya.

Untuk berhenti berlangganan SMS Premium di menu *111# dan *116#, pelanggan dapat memilih menu nomor 3, yakni ‘Info Konten Anda’.  Setelah itu dapat  pilih menu nomor 2, yakni ‘Berhenti Berlangganan’. Sedangkan untuk mengetahui informasi layanan konten yang sedang aktif, pelanggan dapat memilih menu nomor 1.

“Upaya yang kami lakukan saat ini tentunya merupakan bukti bahwa Telkomsel patuh pada aturan yang ditetapkan oleh regulator. Telkomsel juga mendukung penuh komitmen bersama dari Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) untuk melindungi hak pelanggan seluler Indonesia,” tambah Indra.

Selain melalui direct access, hingga saat ini Telkomsel juga melakukan tindak lanjut terhadap kebutuhan pelanggan berupa penonaktifan layanan SMS Premium di sejumlah akses bebas pulsa lainnya. Seperti 111, 116, email cs@telkomsel.co.id, maupun pelanggan yang berkunjung langsung ke kantor layanan GraPARI. (rel/sih)

IDI Sumut Hadiri Mukernas IDI se-Indonesia

MEDAN-Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumut melaksanakan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IDI se Indonesia pada 18-22 Oktober 2011 di Pekanbaru.

Pengurus IDI Sumut yang berangkat diantaranya, Ketua Umum IDI Sumut, dr Henry Salim Siregar SpOG (K), Sekretaris IDI Sumut, dr Ade Taufiq SpOG, Ketua I IDI Sumut, dr Ramlan Sitompul SpTHT, Bendahara IDI Sumut, dr Savita Handayani dan anggota IDI Sumut lainnya.

Menurut Ketua Umum IDI Sumut dr Henry Salim Siregar SpOG (K), Mukernas itu sendiri dihadiri pengurus IDI se-Indonesia. Di Mukernas  mereka membahas program kerja IDI yang merupakan kesepakatan bersama IDI se-Indonesia di bawah naungan Pengurus Besar IDI Pusat. “Tujuannya, meningkatkan profesionalitas dan martabat dari dokter di Indonesia,” kata Henry diruang kerjanya, Kantor IDI Sumut, Jalan Prof HM Yamin, Selasa (18/10) siang sesaat sebelum berangkat ke Mukernas.

Ditambahkan Henry, dalam Mukernas nanti, IDI Sumut sendiri akan membawa isu menarik yang diharapkan bisa dicarikan solusinya. Salah satunya masalah honor tarif dasar untuk dokter umum. “Selama ini, tarif dasar dokter umum di berbagai pelayanan kesehatan masih minim. Bahkan ada dokter umum yang hanya dapat honor masih bawah UMR. Dengan adanya standarisasi honor tarif dasar, diharapkan terjadi peningkatan profesionalitas para dokter umum,” ujarnya.

Menurutnya, dengan ditentukannya tarif dasar bagi dokter tentunya akan berdampak pada meningkatnya pelayanan yang diberikan masyarakat. Tidak hanya itu, DI Sumut juga mengusulkan agar membuat regulasi yang bisa menjadi pegangan bagi dokter yang di daerah wajib mengikuti berbagai kegiatan seminar dan simposium untuk pendidikan berkelanjutan dengan pembiayaan yang ditanggung pemerintah daerah atau masuk dalam APBD.

“Setiap dokter wajib mengikuti berbagai seminar dan pendidikan lainnya sesuai amanat undang-undang. Kesemuanya menjadi penilaian dalam satuan kredit poin kepada dokter karena setiap lima tahun mengalami perubahan. Biaya mengikuti kegiatan tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Dengan begitu, ada keterikatan moral dokter tersebut untuk mengabdi di daerah tersebut,” jelas Henry.

Henry juga akan mengusulkan peningkatan kerja sama segenap sektor untuk menahan laju pasien berobat ke luar negeri. “Setiap organisasi profesi dan lintas sektor berusaha untuk memberikan sosialisasi ke masyarakat meningkatkan pelayanan kesehatan. Dengan begitu, akan meminimalisasi pasien ke luar negeri. Kita saat ini terus berupaya meningkatkan imej kesehatan di Sumut khususnya,” ungkapnya.
Untuk mendukung itu, terang Henry, pemerintah diharapkan menghapuskan pajak barang mewah bagi peralatan medis agar biaya perobatan menjadi murah. (jon)

Ungkap Kasus Pengadaan BBM di PT Inalum

MEDAN- Koalisi Masyarakat Demokrat Pemantau (KOMDEP) Minyak dan Gas meminta penyidik Poldasu segera menetapkan tersangka kepada pihak yang terlibat memanipulasi dokumen dan tender. Khususnya untuk pengadaan bahan bakar minyak (BBM) jenis industry marine oil (IDO) seberat 1000 kiloliter (KL), yang ditujukan ke PT Inalum.
Demikian disampaikan Ketua Komdep migas, CP Siregar kepada wartawan, Rabu (19/10). Menurut dia, langkah Poldasu untuk menangkap kapal tanker MT Cosmic 11 sudah tepat. Terlebih, apabila Poldasu terus mengusut manipulasi tender BBM jenis IDO seberat 1000 KL, yang dibawa kapal tersebut.

Dia menerangkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, jajaran Poldasu telah memeriksa 8 saksi, baik dari PT Inalum maupun perusahaan pemilik BBM tersebut yakni PT Petrobas Indonesia. “Jika jajaran Poldasu memiliki bukti dan keterangan, kami minta pihak yang diperiksa dapat ditingkatkan statusnya, sehingga proses hukum dapat terus berjalan,” ujarnya.

CP Siregar mengatakan, kasus ini berawal dari laporan pihaknya ke Poldasu tentang adanya rencana pengangkutan BBM jenis IDO  oleh kapal MT Cosmic 11 yang bertolak dari Batam menuju Kuala Tanjung. Tapi, ada persoalan dalam proses tender pengadaan BBM jenis IDO untuk kebutuhan PT Inalum, diduga syarat dengan KKN.

Pasalnya, berdasarkan keterangan saksi ahli dari Ditjen Migas, M Alfansa kepada pihak kepolisian, PT Petrobas ternyata tidak memiliki izin niaga untuk pengangkutan BBM tersebut yang dikeluarkan Ditjend Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Izin niaga itu dimiliki PT Petrobas Indonesia. Padahal kedua perusahaan itu tidak mempunyai kaitan apapun dan merupakan entitas terpisah,” paparnya.

CP Siregar menduga lolosnya PT Petrobas sebagai penyuplay BBM jenis IDO untuk PT Inalum, akibat adanya permainan oknum internal PT Inalum yang sengaja berkolusi dengan pihak ketiga.

“Sebab, pengadaan BBM jenis IDO dilakukan melalui proses tender. Artinya, pihak PT Inalum selaku pembeli dan pelaksana tender telah melakukan verifikasi terhadap dokumen penawaran yang masuk. Tapi, kenapa pihak yang tidak memiliki izin usaha niaga bisa menjadi pemenang,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia menambahkan apabila terbukti ada pelanggaran, maka masyarakat Indonesia mengalami kerugian yang sangat besar. Pasalnya, sebesar 41 persen saham dari PT Inalum dimiliki pemerintah Indonesia.
CP Siregar menyampaikan, berdasarkan pemantauan pihaknya, kapal MT Cosmic 11 yang  membawa BBM jenis IDO seberat 1000 KL itu masih berada di perairan Kuala Tanjung.  (ril)

Warga AS Tewas Setelah Ditikam di Medan Polonia

MEDAN-Diduga menjadi korban perampokan dan penikaman, warga Amerika Serikat keturunan Korea, Samuel Hyein (28), tewas di kawasan Jalan Mustang Kecamatan Medan Polonia, Rabu malam (19/10) sekitar pukul 22.00 WIB.
Dari keterangan sejumlah saksi, Samuel Hyein menjadi korban perampokan dan penikaman oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor jenis RX King.

Salah satu saksi, Hamdan pengendara becak, mengaku, melihat korban telah terkapar di badan jalan dengan kondisi berlumuran darah. Korban menaiki becak dari depan terminal kedatangan internasional Bandara Polonia dengan tujuan Swiss Bell. “Yang bawa becaknya Darna, namun di kawasan Jalan Mustang, sekitar pukul 22.00 WIB korban terlihat telah terkapar dengan kondisi penuh darah,” sebut Hamdan.

Melihat kejadian tersebut warga yang menyaksikan langsung melapor ke pihak kepolisian. Selanjutnya polisi membawa korban ke RS Santa Elisabeth Medan untuk mendapatkan penanganan. Akibat kejadian itu, korban mengalami pendarahan atas dua luka tikaman pada bagian paha kirinya. Sehingga menyebabkan korban pendarahan dan menghembuskan nafas terakhir, setelah sebelumnya sempat mendapatkan penanganan medis di RS Santa Elisabeth.
Sementara itu, Wakapolresta Medan, AKBP Pranyoto yang berada di rumah sakit enggan memberikan komentar saat akan dikonfirmasi. Bahkan dia berlalu pergi meninggalkan sejumlah wartawan yang hendak meminta informasi terkait kejadian tersebut. (uma)

Tunjangan Profesi Guru SLTA Segera Disalurkan

Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) akan memberikan tunjangan profesi bagi 5.909 guru SMA dan SMK wilayah Sumut. Tunjangan profesi guru ini bersumber dari dana alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2011.

Sesuai data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan kabupaten/kota se Sumut, sekitar 5.909 penerima tunjangan profesi guru SMA dan SMK akan menerima tunjangan yang belum dibayarkan selama 4 bulan, yakni September hingga Desember 2010, dan mencapai kisaran Rp 44 miliar, karena keterbatasan alokasi dana 2010.
Hal ini disampaikan Kadisdiksu Drs Syaiful Syafri MM melalui Kabid PMPTK Disdiksu Eduard Sinaga SH MM saat dikonfirmasi, Rabu (19/10).

Masih menurut Eduard, Dirjen PMPTK Kemendikbud juga akan menyalurkan tunjangan profesi kepada 61 orang guru yang telah memiliki SK Dirjen tahun 2010 yang belum dibayarkan selama 1 tahun dan 6 orang guru yang sudah terbit SK Dirjen tahun 2009 lalu namun belum menerima tunjangan sertifikasi karena keterlambatan berkas.
“Sehingga total penerima tunjangan profesi guru yang harus ditampung pada APBN-P tahun 2011 berjumlah 5.076 orang guru. Namun kita belum bisa memastikan kapan waktu pencairan dana tunjangan profesi tersebut mengingat seluruh berkas sedang diproses di Jakarta,” ungkapnya.

Eduard juga menyampaikan, jika Dirjen PMPTK Kemendikbud akan memberikan penambahan tunjangan profesi berdasarkan PP No 11 Tahun 2011 atas penyesuaian gaji pokok guru baik negeri maupun swasta di Sumut.  Namun, lanjutnya, jumlah total dana penambahan tunjangan profesi itu tidak dapat dirinci secara detail mengingat besaran jumlah gaji pokok berbeda setiap gurunya.

Eduard mengaku, otonomi daerah menjadi penyebab sulitnya menghimpun data karena program sertifikasi dan penyaluran tunjangan profesi guru ini bukan hanya terdapat di Dinas Pendidikan Provinsi, namun juga ada di Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumut serta program latihan pendidikan guru (PLPG) PTK Unimed.

Sehingga terjadi kurang sinergisnya hubungan antara Disdiksu serta Dinas Pendidikan kabupaten/kota menyangkut pendataan, dan pengiriman berkas karena yang mengelola program sertifikasi terdapat di kabupaten/kota, sedangkan Disdiksu hanya menyalurkan tunjangan profesi bagi guru yang sudah lulus dan mendapatkan SK Dirjen PMPTK Kemendikbud.

Ke depan, kata Eduard, diharapkan peran dan dukungan bupati/wali kota di Sumut untuk lebih memperhatikan pengiriman berkas dan pendataan bagi guru negeri dan swasta yang baru pertama kalinya mendapatkan tunjangan profesi guru, sehingga tidak terjadi lagi keter lambatan penyaluran tunjangan profesinya. (uma)

Tawarkan Studi Banding ke Amerika

Konsulat AS Kunjungi YPI Hikmatul Fadhillah

MEDAN- Konsulat Amerika di Medan, Kathryn T Crockart mengunjungi Yayasan Perguruan Islam (YPI) Hikmatul Fadhillah Medan. Dalam kunjungannya, konsulat merasa bangga dan percaya, para siswa ini berpeluang menjadi generasi muda yang andal. Karena mendapatkan pengajaran ganda, pengetahuan dan akhlak.

“Kalian semua ini adalah generasi penerus bangsa di Indonesia, giatlah belajar,” ingatkan Konsulat Amerika di Medan, Kathryn T Crockart, Rabu (19/10) saat berkunjung ke YPI Hikmatul Fadillah di Jalan Denai, Medan.

Dia memaparkan sekolah Islam mengajarkan kepada umat untuk perdamaian, bahkan sekolah itu sama seperti kerukunan umat beragama. Lihat saja seluruh umat beragama menginginkan perbuatan perdamaian.

“Jadi jangan kaitkan akibat sikap seseorang terikut dengan kelompok lainnya yang lebih besar. Inilah tugas berat kita semua untuk menyakinkan seluruh kelompok agar tidak ada lagi pemikiran negatif,” ucapnya.

Lebih lanjut, Kathryn menambahkan, kehadirannya ke sekolah tersebut mulanya hanya ingin bertemu dengan ketua Yayasan yakni Hj Hikmatul Fadhillah, tapi pertemuan diarahkan ke sekolah YPI Hikmatul Fadhillah. “Tapi, saya sangat bangga bisa bertemu dengan pelajar-pelajarnya, saya sangat bangga dan ini sangat luar biasa sekali,” katanya.
Dia merinci, Konsulat Amerika di Medan memiliki banyak program pendidikan, mulai pertukaran pelajar hingga studi banding. Konsulat bisa memfasilitasi para pendidik yang ingin studi banding dengan lembaga pendidikan di Amerika. “Kami bisa fasilitasi terlebih dahulu dengan fasilitas video confrence,” ujarnya.

Selain itu, memberikan tenaga pengajar bahasa Inggris untuk diperbantukan ke sekolah-sekolah, yang diminta. “Bisa saja kami tugasi, tapi tergantung persetujuan kerjasamanya,” sebutnya didampingi Consulate of the United States of America, Rachma Jaurinata.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan tersebut, Hj Hikmatul Fadhillah memaparkan yayasan ini berdiri sejak 1991, sekarang gedungnya seluas 2.000 meter per segi dan mendidik sebanyak seribu lebih siswa dari tingkat Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar hingga sekolah menengah pertama.(ril)

Dana Jamkesmas Buat Beli Lembu dan Sirup

BINJAI- Kasus dugaan penyelewengan anggaran Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di RSU dr Djoelham Binjai, masih diusut penyidik Polresta Binjai. Sejauh ini, penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kita masih mendalami kasus tersebut, semua yang dimintai keterangan masih sebagai saksi. Hari ini kita tidak melakukan pemeriksaan,” kata Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Ronni, Rabu (19/10).

Terpisah, mantan Dirut RSUD dr Djoelham Binjai Dr Fuad El Murad, ketika dikonfirmasi menyebutkan, sesuai petunjuk pelaksanaan (Juklak) Depkes, anggaran Jamkesmas dibenarkan untuk digunakan membeli lembu dan sirup.
“Siapa bilang anggaran Jamkesmas tidak boleh dibelikan lembu dan sirup. Menurut Juklak yang dikeluarkan Depkes, anggaran Jamkesmas dapat digunakan sesuai kebijakan Dirut sebanyak 44 persen. Lebih dari itu, memang sudah melanggar Juklak. Sehingga, anggaran untuk membeli lembu dan sirup setiap tahunnya di RSU dr Djoelham Binjai itu, dikeluarkan dari 44 persen anggaran Jamkesmas, karna itu dibenarkan dalam Juklak Depkes,” kata Fuad.

Lebih lanjut dijelaskan Dr Fuad, anggaran Jamkesmas berasal dari Pusat. Setelah itu, akan digunakan oleh setiap masyarakt kurang mampu untuk berobat di rumah sakit. “Seperti yang saya katakan sebelumnya, jika pasien sudah pulang ke rumah. Maka biaya ditanggung negara. Maka, biaya itu sendiri akan diambil oleh pihak rumah sakit. Nah, disinilah ada hak rumah sakit dalam anggaran itu sebesar 44 persen. Kalau anggaran Jamkesmas dari Pusat kita belikan lembu dan sirup memeng tidak bolah,” jelasnya.

Disinggung dugaan Mark Up anggaran yang kerap dilakukan pihak rumah sakit dalam anggaran Jamkesmas, Dr Fuad membantah. “Mark Up dari mana? Di setiap rumah sakit itu ada dua orang petugas untuk melakukan audit atau pemeriksaan data peserta Jamkesmas yang dilakukan setiap hari. Petugas ini, ditunjuk langsung dari Depkes dan orangnya juga dari Depkes. Tanpa ada tanda tangan dua petugas ini, pihak rumah sakit tidak dapat mengambil anggaran Jamkesmas dari Pusat. Kalau memang ada kesalahan, berarti dua petugas ini juga bersalah dan terlibat,” ucapnya.
Menanggapi persoalan ini, Togar Lubis, selaku Koordinator Kelompok Study dan Edukasi Masyarakat Marginal (K-SEMAR) Sumut, kepada wartawan Sumut Pos, mengatakan, permainan dalam anggaran Jamkesmas di rumah sakit sudah menjadi rahasia umum.

Dijelaskannya, dugaan korupsi anggaran Jamkesmas bukanlah hal yang baru. Sejak program tersebut bernama Jaring Pengaman Sosial Bidang Kesehatan (JPSBK) berganti nama menjadi Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin) dan sekarang bernama Jamkesmas, anggaran program ini selalu menjadi ajang korupsi bagi oknum pejabat Rumah Sakit (Rumkit) milik pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah.

Bukan itu saja, kata Togar, selain menjadi ajang korupsi untuk memperkaya diri, program tersebut juga sangat rentan dengan praktek Mark Up anggaran, manipulasi jumlah data pasien, tindakan medik dan obat-obatan sampai kepada praktek pungli terhadap pasien pemegang kartu Jamkesmas. Yang pasti menurutnya, berbagai program pemerintah untuk masyarakat miskin, sampai saat ini masih tetap menjadi lahan empuk untuk melakukan tindak pidana korupsi (Tipikor).(dan)

Lulusan Unimed Harus Mandiri dan Intelek

MEDAN- Sebagai lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK), lulusan Universitas Negeri Medan (Unimed) dituntut bersikap mandiri, inovatif dan mampu berperan aktif dalam proses pembangunan masyarakat. Terutama dalam bidang pendidikan sebagai salah satu sektor yang sangat strategis dalam peningkatan harkat dan martabat bangsa.

“Masyarakat menaruh harapan besar kepada Unimed agar mendidik dan menghasilkan para guru, konselor, pamong praja dan tenaga kependidikan yang bermutu, berkarakter dan memiliki kecerdasan intelektual, emosional maupun kinestik,” kata Rektor Unimed Prof Dr Ibnu Hajar Damanik MSI di hadapan 2.579 lulusan  Unimed dengan acara tunggal wisuda dan penganugerahan ijazah tahun akademik 2011/2012 di Kampus Unimed, Rabu (19/10).

Ia mengatakan, pada wisuda kali ini Unimed kembali melahirkan ribuan lulusan terbaik, khususnya para calon guru profesional dan tenaga ahli madya yang siap berkarya di masyarakat. Sebanyak 2.579 lulusan tersebut terdiri dari 213 orang lulusan magister (S-2), 2.084 lulusan Sarjana Pendidikan (SPd), 63l lulusan  Sarjana Sastra (SS), 129 lulusan Sarjana Sains (SSi), 73 lulusan Sarjana Ekonomi (SE), 17 lulusan bergelar Ahli Madya (AMd).

“Lulusan yang diwisuda ini berasal dari 39 program studi yang tersebar di tujuh fakultas dan delapan program studi pasca sarjana yang ada di Unimed,” ungkapnya.

Ibnu Hajar juga mengatakan, profesi guru ternyata telah banyak diminati masyarakat Indonesia, terlebih lagi dengan diluncurkannya program sertifikasi guru dalam jabatan. “Unimed adalah Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) Induk Rayon 102, yang diberikan kuasa dalam pelaksanaan sertifikasi guru di Sumut,” terangnya.

Sejak 2007 hingga kini, kata Ibnu Hajar, Unimed telah menerima sebanyak 34.776 guru yang disertifikasi, dengan rincian, 12.105 guru tahun 2007, 12.405 guru tahun 2008, 5.513 guru tahun 2009, 4.753 guru tahun 2010, dan pada 2011 ini Unimed mendapat sekitar 15.811 .

Kini Unimed terus meningkatkan pembelajaran, implementasi KBK system blok, guna menciptakan lulusan Unimed yang mempunyai daya saing di dunia kerja. “Tahun ini juga kita akan melaksanakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk bebagai bidang ilmu yang pelaksanaanya sendiri terdistribusi pada 18 program studi yang ada di Unimed, dan bagi guru yang lulus sertifikasi akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar satu tahun gaji,” ungkapnya.
Ibnu Hajar juga mengimbau kepada seluruh lulusan Unimed harus mampu menjaga nama baik almamater Unimed yang telah membesarkan wisudawan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.(uma)

Partai NasDem Binjai Diverifikasi

BINJAI- Departemen Kementrian Hukum dan HAM melakukan verifikasi faktual terhadap Partai Nasional Demokrat (NasDem) Binjai di sekretariatnya, Jalan Garpu Kelurahan Nangka, Binjai Utara, Senin (17/10).

Verifikasi itu dipimpin Kasi Bukti Kewarganegaraan RI Umum Subdit Bukti Kewarganegaraan Dit Tata Negara, Bambang Asandiah SH. Verifikasi yang dilakukan tersebut menurut Bambang Asandia, sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas Undang Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang parpol yang disahkan 5 Januari 2011, yang menyebutkan, bahwa partai baru untuk mendapatkan status badan hukum harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Undang-Undang tersebut di atas.

“Maka kepada partai politik yang sudah mendaftar akan dilakukan verifikasi secara administratif melalui Direktorat Tata Negara. Setelah pemeriksaan, pengujian dan pembuktian kelengkapan dan kebenaran persyaratan partai politik maka bagi partai politik yang telah melengkapi berkasnya, dilakukan verifikasi secara faktual. Seperti yang kami lakukan pada Partai NasDem Binjai,” kata Bambang Asandiah.

Dia menambahkan, Partai NasDem Binjai, berkas kelengkapan sudah lengkap. Namun untuk mengetahui hasilnya akan diumumkan secara nasional nantinya di Jakarta.

“Sudah, hasil kelengkapan berkas yang kami minta sesuai, kepengurusan partai sampai di tingkat Kecamatan dan Kelurahan juga sudah tak ada masalah. Tapi soal hasil lolos atau tidak nantinya akan diumumkan secara keseluruhan,” ucap Bambang yang saat itu mencek langsung berkas kepengurusan Partai NasDem Binjai.

Ketua DPD Partai NasDem Binjai H Lukman MD, SH MH didampingi Seketarisnya Sigit Pramana SE menyatakan, partai NasDem Binjai sejak awal siap diverifikasi. Sebab, kepengurusan partai di tingkat Kecamatan dan Kelurahaan akan dirampungkan 100 persen dalam waktu dekat.

Sementara, untuk tingkat kelurahan, kepengurusan baru 70 persen.  “Dan Insya Allah, akhir 2012 kepengurusan sudah selesai semua,” ucap Lukman.

Saat ini kader partai NasDem di Binjai sudah mencapai sekitar 3500 orang dan diharapkan pada awal tahun 2012 sudah mencapai 10 ribu anggota untuk 5 Kecamatan di Kota Binjai.

Sementara itu, Ketua Partai NasDem Sumut HM Ali Umri SH, MKn dalam sambutannya dihadapan pengurus NasDem Binjai, mengatakan, dirinya yakin masyarakat akan bergabung dengan partai yang dipimpinnya. Dia optimis, jumlah anggota NasDem mampu menembus angka 1 juta orang di Sumut. Karena NasDem partai yang akan melakukan perubahan dari yang tidak baik menjadi baik, dan diharapkan di Binjai NasDem bisa merebut simpati masyarakat dengan jumlah anggota 50 persen. (sc/kl/smg)