26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 14633

Tingkatkan Mutu Pendidikan Islam

Wisuda Sarjana Prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah STAIS Hikmatul Fadhilah

MEDAN- Sebagai konsekuensi sarjana muslim, para lulusan diharapkan harus pintar mengimplementasikan kompetensinya. Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan STAIS Hikmatul Fadhilah Hj Hikmatul Fadhilah MM pada wisuda 71 sarjana Prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah di Hotel Garuda Plaza Medan, baru-baru ini.

Menurut Hikmatul, STAIS yang dipimpinnya itu telah berdiri sejak 1967 dengan program D-2. Kemudian pada 2006 lalu baru berubah status menjadi program S-1. “Visi misi STAIS ini memiliki peranan penting untuk meningkatkan mutu pendidikan di jenjang ibtidaiyah. Jangan khawatir, semua tetap punya kesempatan sama untuk menjadi PNS maupun bekerja di instansi atau institusi swasta. Semua juga berpeluang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S-2,” ujarnya.

Ia berharap, wisudawan bisa menjaga nama baik almamater. “Wisudawan diharapkan bisa menjaga sikap dan tingkah laku sesuai norma-norma yang ada di masyarakat. Maju mundurnya STAIS ini kembali ke masyarakat, melalui penilaiannya terhadap para lulusan,” kata Hikmatul.

Sementara itu, Ketua I H Surisno Gatot LC menerangkan, wisuda kali ini merupakan wisuda angkatan pertama Prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah program S-1.

“Indeks pendidikan di Indonesia saat ini hanya mencapai nilai 0,934 yang berada di posisi 109 dari 179 negara di dunia. Sedangkan Singapura berada di posisi 24 setelah Jepang. Ini membuktikan keterpurukan pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

Di Indonesia secara umum dan di Sumut secara khusus memiliki mayoritas guru non Muslim. “Nah, diharapkan peluang ini memberikan satu kesempatan untuk wisudawan bisa mengimplementasikan kompetensinya secara baik dan benar,” ujar Surisno lagi.

Di samping itu, kata Surisno, juga diharapkan kepada lulusan bisa menjadi corong untuk mempopulerkan almamater serta prodi yang diusungnya. “Tingkatkan komptensi pedagogik juga sosial kita. Bukan hanya sebagai guru di sekolah, tapi juga jadi panutan yang bisa memberikan bimbingan kepada masyarakat,” tegasnya.

Di kesempatan sama, Sekretaris Kopertais Wilayah IX Sumut Prof Amroeni Drajat mengungkapkan, indikator seorang sarjana yang benar adalah bisa memilih kawan yang tepat, serta bisa menempatkan diri dengan pas. “Ilmuwan yang alim harus haus ilmu, jangan menjadi seorang yang tak mau mencari ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Kakandepag Medan Abdur Rahim berkata, dengan lulusnya wisudawan dari prodi Guru Madrasah Ibtidaiyah ini, diharapkan bisa memberikan peningkatan dan dampak positif terhadap pendidikan di Kota Medan. “Saya memberikan apresiasi yang tinggi langsung kepada STAIS Hikmatul Fadhilah,” terangnya.

Menurutnya, ini juga merupakan suatu bentuk peningkatan kualitas pendidikan agama Islam di Medan. “Dengan adanya program S-1 ini diharapkan bisa menghasilkan lulusan yang lebih profesional dan bekerja lebih baik. Ini juga memberikan peluang besar untuk meningkatkan kompetensi para guru dan berapresiasi mengenai hal ini. Karena saat ini guru madrasah sudah memadai walau belum cukup,” papar Rahim. (saz)

16 Tahun Hidup Bersama Selang

TEBING TINGGI- Riski Yudatama Saragih (16) anak pertama  dari tiga bersaudara pasangan suami istri Adisyah Saragih (48) dan Mahzalina (38) warga Jalan AMD, Lingkungan II, Kelurahan Lubuk Raya, Kota Tebing Tinggi, sudah enam belas tahun hidup dengan selang yang dipasang dari otak bagian belakang menuju perut dan dikeluarkan melalui pembungan kotoran karena menderita penyakit pembekakan kepala (Hidrocepallus).

“Sudah enam belas tahun Riski hidup menggunakan selang untuk mengeluarkan cairan di bagian kepalanya, karena menderita hidrocepallus sejak lahir,” kata Adisyah Saragih kepada Sumut Pos, Rabu (19/10), ketika membawa anakanya berobat ke RSUD Dr Kumpulan Pane, Kota Tebing Tinggi.

Diceritakannya, semenjak usia bayi ketika lahir dari kandungan ibunya, Riski sudah mengalami ganguan pada anggota tubuhnya khususnya di bagian kepala dan punggung yang tumbuh benjolan besar.

Ketika baru lahir, ucapnya, benjolan dibagian belakang kepala langsung membesar, karena selalu kesakitan, pada usia delapan bulan, Riski dioperasi di Medan untuk mengeluarkan cairan dibagian belakang punggung dan otak belakang kepala. Saat ini, Riski sudah berumur 16 tahun, dan selang yang ada di dalam tubuhnya, juga sudah pendek, sehingga Riski merasa sakit saat mengangkat kepalanya, sehingga mereka berniat ingin mengganti selangnya.

“Untuk pengobatan dan operasi Riski ini, membutuhkan biaya besar, dulu saja ketika operasi pertama biayanya sebesar Rp35 juta dan operasi kedua hampir melebihi yang pertama, sedangkan kemungkinan operasi ketiga ini, mencapai Rp40 juta,” sebut Mahzalina, ibu Riski.

Pihak RSUD Dr Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi melalui dokter Poliklinik Anak dr Polin Simanjuntak, menyarankan, untuk dibawah berobat ke Medan, ke tempat pertama Riski dioperasi, karena di RSUD Dr Kumpulan Pane, tidak tersedia fasilitas untuk pengobatan Riski.

“Bawa saja ke Medan, tempat pertama dioperasi, karena disini peralatan medisnya tidak mendukung,” saran Polin. (mag-3)

Minggu Depan RE Siahaan Disidang

MEDAN- Mantan Wali Kota Siantar RE Siahaan akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Medan, 25 Oktober mendatang. Sidang tersebut langsung dipimpim  Ketua Majelis Hakim Jonner Manik dan Hakim Anggota Suhartanto dan Rodslowny.

Hal ini ditegaskan Humas Pengadilan Negeri Medan Achmad Guntur pada wartawan Rabu (19/10) di Jalan Pengadilan Medan. “Sidangnya Selasa depan dengan Ketua Majelis Hakim Jonner Manik. Ini berdasarkan SMS dari Pak Jonner sendiri,” jelas Achmad Guntur. Penitera Pengganti Tipikor, Wahyu mengungkapkan, jadwal sidang dan komposisi majelis sudah siap. (rud)

Bocah Tewas Dalam Sumur

BINJAI- Naila, bocah empat tahun ini, ditemukan tewas di dalam sumur sesaat setelah ditinggal orangtuanya ke pasar, Rabu (19/10) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepergian buah hati pasangan suami istri, Kholif (27) dan Iin Sundari (25) warga Jalan Umar Baki, Kelurahan Limau Mungkur, Kecamatan Binjai Barat itu, menyisakan kesedihan dan penyesalan mendalam bagi keluarga. Pasalnya, pasangan suami istri tersebut tidak menyangka, kalau anak satu-satunya dengan cepat meninggalkan mereka. (dan)

KTNA Minta Pemkab Antisipasi Alih Fungsi

LANGKAT- Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) se-Kabupaten Langkat meminta Pemkab mengantisipasi terjadinya alih fungsi lahan lebih parah lagi. Caranya, meningkatkan pembangunan proyek irigasi guna menopang pertanian lebih maksimal serta program lainnya.

“Dalam pertemuan KTNA se-Kabupaten Langkat dengan pemkab yang dihadiri bupati, mereka berharap agar pemkab mengantisipasi terjadinya alih fungsi lahan yang lebih parah sekaligus meningkatkan pembangunan proyek irigasi guna menopang pertanian,” kata Kabag Humas Pemkab Langkat, Syahrizal.

Syahrizal ketika dihubungi sedang berada di lokasi pertemuan KTNA se-Kab Langkat dengan Bupati, H Ngogesa Sitepu, di daerah wisata Bukit Lawang Kecamatan Bahorok, Rabu (19/10), menjelaskan harapan itu berkaitan dengan ketahanan pangan.

Apalagi, sebut dia, predikat lumbung beras yang disandang Langkat menjadi keinginan KTNA untuk mempertahankannya. (mag-4)

APBD Sumut Baru Terpakai 51 Persen

MEDAN-  Pemprovsu mengklaim serapan APBD Sumut 2011 sudah cukup baik, bahkan lebih baik dari tahun sebelumnya. Padahal, hingga 18 Oktober 2011 serapan APBD baru terpakai 51,93 persen dari total APBD 2011 sebesar Rp4,8 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Sekda Pemprovsu, Nurdin Lubis kepada wartawam Rabu (19/10). Menurut dia, total serapan anggaran sudah lebih baik dibanding sebelumnya. Bahkan, Nurdin berkeyakinan hingga akhir November, realisasi anggaran akan mencapai 90 persen.

“Kami berharap akan terus mengalami kenaikan secara signifikan bulan depan,” katanya.
Berdasarkan datang yang diperoleh dari Biro Keuangan Pemprovsu, pada Oktober 2010 lalu, serapan anggaran hanya berkisar 43,9 persen, dan pada Oktober 2009 mencapai 50,29 persen.
Dia mengatakan, serapan anggaran hingga Oktober ini belum bisa menyimpulkan secara keseluruhan, sehingga memberi penilaian serapan anggaran dalam kategori rendah atau tinggi. Itu disebabkan, ada faktor lain yakni,  adanya anggaran yang belum bisa dikeluarkan.

“Setelah semua diakumulasikan, baru bisa dinilai serapan anggarannya,” ujarnya.
Kepala Biro Keuangan Pemprov Sumut Mahmud Sagala melalui Kabag Perbendaharaan Ilyas kepada wartawan mengungkapkan, realisasi serapan anggaran sebesar 51,93 tersebut mencakup pembiayaan dari 45 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemprovsu. Untuk realisasi anggaran belanja, mencapai 53,60 persen.
“Belanja Langsung (BL) sebesar Rp1,151 triliun, Belanja Tidak Langsung (BTL) Rp1,356 triliun. Jadi totalnya Rp2,4 triliun dari Rp4,3 triliun atau 51,93 persen,” terangnya.

Lebih lanjut Ilyas menerangkan, walaupun serapan anggaran baru 50 persen dari total anggaran. Namun, pihaknya optimis serapan dapat dioptomalkan hingga akhir masa pelaksanaan anggaran Desember mendatang.
“Dari 2009 seperti itu. Serapan besar menjelang akhir tahun anggaran,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sumut, Ristanto menyatakan, ada dua hal atau kegiatan, yang sampai saat ini tertunda, sehingga memunculkan SKPD dipimpinnya mendapat penilaian terendah dalam serapan anggaran 2011. Kedua hal tersebut yakni pembangunan gedung KNPI senilai Rp10 miliar dan pembangunan kampung atlet yang rencananya dilakukan di kawasan Deli Serdang sebesar Rp25 miliar. “Kami berharap bisa ditampung di anggaran selanjutnya. Bagaimana lagi kalau tidak disetujui,” ujarnya.(ari)

Truk Anggota DPRD Dirusak

TEBING TINGGI- Mobil truk pengangkut getah 190 PS Mitsubishi BK 8572 TA milik anggota DPRD Kota Tebing Tinggi dari Partai Patriot, Hendra Gunawan, dirusak orang tak dikenal (OTK) saat diparkir di gudang miliknya di Jalan Kapten Tandean, Kota Tebing Tinggi, Rabu (19/10) sore.

Keterangan diperoleh, sebelumnya mobil truk tersebut dipergunakan untuk menggangkat getah. Usai makan siang, truk tersebut diparkirkan Adek, warga Paya Kapar, Kota Tebing Tinggi di dalam gudang. Saat akan kembali, dia melihat kaca depan truk hancur dilempar OTK menggunakan batu bata yang ada disekitar lokasi kejadian. “Enggak tahu siapa yang melakukannya, saat kembali, saya melihat truk itu sudah hancur kacanya,”sebut Adek.

Sementara Hendra Gunawan, anggota DPRD Kota Tebing Tinggi mengaku, dia berencana menjual truk tersebut, tapi belum sempat dijual, kaca truk sudah hancur. “Hari ini akan dibeli orang, tapi tahunya kaca truk sudah pecah dan hancur, mana mungkin dijual dengan kondisi seperti itu,” kata Hendra.(mag-3)

Wako Sibolga Minta Nelayan Dibantu Rp6,3 Miliar

Setelah mendapat sinyal bagus dari Kementrian Pekerjaan Umum (PU), Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk melanjutkan penggalangan lobi ke sejumlah kementrian di Jakarta. Syarfi bersama sejumlah kepala dinas (kadis) juga menemui Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kemenhub, Suroyo Ali Muso.

Dalam pertemuan itu, Syarfi melobi agar pemerintah pusat memberikan bantuan berupa penyediaan alat uji kendaraan bermotor dan pangkalan truk, karena nantinya truk-truk tidak bisa lagi masuk ke dalam Kota Sibolga.
“Untuk pangkalan truk ini, Pemko sudah menyediakan lahan seluas 2,4 hektar. Dirjen menyambut baik agar truk tak masuk Kota sehingga masyarakat tidak terganggu oleh lalu lalang truk. Karena truk ini juga merusak jalan,” kata Syarfi kepada koran ini usai pertemuan.

Saat pertemuan, Suroyo didampingi sejumlah direktur, termasuk direktur perencanaan Ditjen Perhubungan Darat.
Syarfi juga minta agar Dephub membangun pelataran pelabuhan ASDP, yang sebenarnya sudah dua tahun dibangun Dephub, namun belum bisa dimanfaatkan karena belum ada pelataran untuk keluar masuk kendaraan. Hak pengelolaan pelabuhan ini sudah diserahkan ke Pemko Sibolga.

Dephub juga diminta membantu memberikan alat timbang portabel yang digunakan menimbang kendaraan saat mau masuk pelabuhan. “Ini dibutuhkan untuk merealisasikan kerjasama Pemko dengan Pelindo Sibolga, yang tujuannya untuk meningkatkan PAD,” terang politisi senior Partai Golkar itu.

Mantan anggota Komisi V DPR yang juga bermitra dengan Dephub itu menjelaskan, Suroyo menjanjikan akan mengecek alokasi anggaran di APBN 2012, apakah usulan-usulan itu bisa terakomodasi.

“Jika ada yang belum masuk, dijanjikan akan dimasukkan ke APBN 2013 dan akan segera mengirim tim ke Sibolga,” terang Syarfi.

Roadshow lobi dilanjutkan ke Kementrian Kelautan dan Perikanan. Di kementrian yang sebelumnya dipimpin Fadel Muhammad ini, Syarfi menyampaikan permintaan bantuan dana Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP).
“Saya minta setiap kelompok dibantu Rp100 juta. Di Sibolga ada 63 kelompok,” imbuhnya.

Dana bantuan itu nanti bisa dimanfaatkan nelayan untuk membeli alat tangkap dan modal usaha. Dengan demikian, total Rp6,3 miliar.

Syarfi juga minta bantuan kapal penangkap ikan 30 GT, serta fasilitas dermaga Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Sementara, ke Kemendiknas, Syarfi minta agar pusat memberikan bantuan untuk merehabilitasi SMA 3 dan SMA 2, SMP 1 dan SMP 3, serta SMK 2 Sibolga. Selain itu, minta bantuan pembangunan Sanggar Kegiatan Belajar bagi pemuda putus sekolah. Semua usulan dijanjikan segera dipelajari. (sam)

Wajah Baru, Rasa Baru

Para Menteri ‘Tambahan’ di Kabinet SBY-Boediono

Hasil perombakan kabinet telah diumumkan dan dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sejumlah wajah baru ditarik ke lingkaran kabinet. Dari 11 posisi menteri yang baru, tercatat enam nama baru yang masuk Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II. Tiga dari enam menteri tersebut langsung menmbeber program yang kelak mereka jalankan dalam kurun sekitar 2,5 tahun sisa pemerintahan SBY-Boediono, saat hari pelantikan. Sedangkan tiga menteri lainnya masih menyimpan rencana kerjanya. Apa saja yang menjadi perhatian mereka?

Menteri Hukum dan HAM, Amir Sjamsuddin, berjanji memfokuskan kinerja kementerian sesuai arahan Presiden SBY, yakni terkait moratorium terhadap pemberian remisi pada pelaku kejahatan korupsi yang sebelumnya sudah dilaksanakan Patrialis Akbar.

Kata Amir, pihaknya akan terus melakukan kajian mengenai pengaturan remisi terhadap para koruptor. “Selama kajian berjalan, kami akan lakukan moratorium remisi.”

Senada dengan Amir Sjamsuddin, wakilnya, Denny Indrayana, menegaskan bahwa kajian pemberian remisi tidak hanya dilakukan terhadap koruptor. Tetapi, juga terhadap teroris dan organized crime.

“Sambil kajian dilakukan, sambil menangkap aspirasi publik, maka remisi korupsi, teroris, organized crime akan diperketat,” sambung Denny.

Guna mencegah terjadinya konflik kepentingan, Amir menegaskan akan menanggalkan profesi advokat yang selama ini digelutinya. “Agar tidak terjadi fitnah dan benturan yang meragukan kredibilitas kami dan menimbulkan keraguan pada masyarakat,” sambung Sekretaris Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat ini.

Bicara program kerja,  Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) Djan Faridz menegaskan menerima tantangan pendahulunya untuk melanjutkan program yang belum tuntas. Bahkan dia berjanji akan menambah gagasan baru terutama menyikapi rumah liar di bantaran sungai rel kereta.

“Dengan dana yang dimiliki BUMN dan mudah-mudahan dana BUMN bisa digunakan kementerian kita, juga membangun rumah di perbatasan agar layak huni, karena mereka penjaga kedaulatan negeri di perbatasan,” katanya sebelum serah terima jabatan di kantor Kemenpera.

Sebelumnya, mantan Menpera Suharso Manoarfa menantang Djan Faridz, membangun perumahan untuk rakyat miskin. Dia optimis Djan Faridz bisa setelah melihat apa yang dilakukan pengusaha properti itu dalam membangun kawasan Tanah Abang dan kawasan bisnis lain.

“Sekarang saya kasih tantangan kepada Djan Faridz, seperti bagaimana mereka yang bisnis di Tanah Abang itu bisa punya rumah di dekat Tanah Abang. Mestinya beliau bisa, dia punya kapasitas,” katanya.

Dia menegaskan tugas utama Djan Faridz sesuai program yang ada. “Yang harus dia lakukan pertama, soal rumah murah dan melanjutkan program rumah susun sederhana milik menjadi lebih baik,” tandasnya.

Potensi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang besar selama ini tidak berjalan maksimal, menjadi perhatian khusus  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan. Penyebabnya, pemborosan terjadi di mana-mana. Sehingga, meski memiliki 142 perusahaan BUMN dengan aset dan biaya operasional hingga Rp1.075 triliun, tak cukup ampuh menjamin kontribusi maksimal untuk perekonomian bangsa. Karenanya, kementerian ini buth orang yang mampu merancang program dan melaksanakan perbaikan kinerja sejumlah perusahaan plat merah.

Menanggapi hal itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan mengaku telah menyiapkan berbagai strategi untuk melakukan reformasi birokrasi di kementerian yang dipimpinnya tersebut. Salah satunya mengenai jadwal rapat yang disebutnya sebagai sumber pemborosan waktu dan biaya.

“Undangan rapat ke BUMN itu harus bisa berkurang 50 persen. Buat apa selalu rapat tapi tidak ada keputusan. Nanti akan diatur jadwal rapat dengan baik. Surat menyurat juga akan dikurangi biar tidak boros,” kata Dahlan.
Dahlan berjanji, secepatnya menekan angka pemborosan di BUMN. Selain itu aksi-aksi korporasi perusahaan di BUMN akan lebih diberi keleluasaan. “Kementerian BUMN akan mendorong mereka untuk lebih berani lakukan aksi korporasi. Kementerian BUMN tidak akan jadikan mereka instansi di bawah BUMN tapi korporasi di bawah BUMN,” ujar mantan Dirut PLN tersebut.(afz/jpnn)

Wajah Baru di Kabinet SBY-Boediono

  1. Dahlan Iskan, Menneg BUMN
  2. Amir Sjamsuddin, Menteri Hukum dan HAM
  3. Djan Faridz,  Menneg Perumahan  Rakyat
  4. Beerth Kambuaya,  Menneg Lingkungan Hidup
  5. Azwar Abubakar,  Menneg PAN dan RB
  6. Tjitjip Sutardjo,  Menteri Kelautan  dan Perikanan

 

Mogok, Yunani Lumpuh Dua Hari

ATHENA – Yunani kembali lumpuh. Lebih dari 20 ribu pekerja berunjuk rasa dan melancarkan mogok kerja di Kota Athena kemarin (19/10). Aksi sama juga berlangsung di kota-kota lainnya di Yunani. Sedikitnya, 15 ribu massa ambil bagian dalam demonstrasi dan mogok kerja di Kota Thessaloniki, kota terbesar kedua di Yunani.
Rencananya, unjuk rasa dan mogok secara nasional akan berlangsung selama 48 jam (dua hari). Seperti beberapa aksi sebelumnya, protes dan mogok masal itu memaksa sektor bisnis dan transportasi di Negeri Para Dewa itu tidak beroperasi.

Lewat aksi itu, massa bertekad untuk mendongkel pemerintahan Perdana Menteri (PM) George Papandreou. Mogok nasional itu berlangsung menjelang pemungutan suara di parlemen terkait pengesahan undang-undang (UU) penghematan atau pengetatan anggaran (austerity bill).

’’Pemerintahan (Papandreou) harus lengser sekarang juga,’’ teriak massa.

Selain anggota serikat pekerja, unjuk rasa masal kemarin melibatkan elemen-elemen mahasiswa dan sejumlah besar kelompok profesional. Mulai pegawai negeri sipil, pengumpul pajak, dokter, banker, guru, pelaut, serta para pengusaha. Para operator SPBU terpaksa menutup bisnis mereka dan turun ke jalan.

Tak sekadar berdemonstrasi, para pengunjuk rasa memblokir ruas-ruas jalan utama. Khususnya, akses jalan yang menuju kompleks pemerintahan. Sebagian lain juga menyabotase kantor pemerintah dan mengakibatkan terhenti aktivitas kerja. Aksi  itu dilakukan para pegawai negeri sipil yang terpaksa kehilangan sebagian gaji mereka karena kebijakan penghematan.

Kemarin para operator menara kendali lalu lintas udara di bandara ikut mogok kerja selama 12 jam. Padahal, kereta api, bus umum, dan taksi nyaris tidak beroperasi .

Pemerintah berhak merumahkan para pekerja sektor publik untuk mengurangi pengeluaran. Kebijakan tersebut ditempuh Yunani sebagai konsekuensi pengucuran pinjaman atau talangan dari IMF (Dana Moneter Internasional) dan Uni Eropa (UE). Tahun lalu Yunani sepakat melakukan penghematan setelah menerima pinjaman EUR 110 miliar (sekitar Rp 1.337 triliun) dari IMF dan UE. (ap/afp/rtr/hep/dwi/jpnn)