Home Blog Page 14676

TKW Jatuh dari Lantai 6 Apartemen di Singapura

JAKARTA- Cerita pilu nasib TKI di negeri orang tampaknya tidak pernah tutup buku. Kunesih (23), TKI asal Indramayu ini kini terbaring lemas di ranjang. Tulang lengan kiri dan punggungnya remuk setelah terjatuh dari lantai 6 apartemen tempat dia bekerja di Singapura, Mei 2011 lalu. Bukan hanya itu, lengan kiri dan punggungnya kini dipasangi besi penyanga penopang tulang yang remuk.

“Kaki kanan-kirinya juga mengecil dan sekarang tidak bisa jalan,” ujar Samiah (41), ibu kandung korban saat ditemui di RS Polri, Selasa (20/9). Kejadian bermula ketika anak pertama dari dua bersaudara pasangan Samiah dan Kiliin bin Slamet (47) berangkat ke Singapura pada Februari 2011 untuk bekerja di apartemen majikannya Foo Wah We, di 46 Yishun Avanue 6 #06-1306.

Saat melakukan pekerjaan membersihkan kaca jendela luar apartemen majikannya, Kunesih terjerembab ke lantai dasar apartemen. Saat itu TKW naas ini hanya berpegangan pada pinggiran jendela. (net/bbs)

Hamil Tua, Carla Bruni Tampil di Depan Publik

Paris- Ibu negara Perancis, Carla Bruni kini tengah berbadan dua. Untuk pertama kalinya, Bruni dalam keadaan perut buncit tampil di hadapan publik di taman Istana Elysee.

Bruni yang didampingi suaminya, Presiden Nicolas Sarkozy tampak anggun dengan mengenakan gaun selutut warna hitam dipadu dengan mantel warna senada. Istri Sarkozy ini memang dikenal selalu tampil modis, termasuk saat dirinya tengah mengandung buah cintanya dengan Sarkozy.

Mereka berdua tampak mesra tampil di hadapan publik saat perayaan tahunan National Herritage Days ke-28, Sabtu (17/9) lalu. Dalam perayaan ini, Istana Elysee yang menjadi kediaman Sarkozy dibuka untuk umum. Demikian seperti diberitakan Reuters dan dilansir International Business Times, Senin (19/9).

Wanita 43 tahun ini akhirnya menampakkan dirinya di hadapan publik, setelah sebelumnya berbagai spekulasi soal kehamilan Bruni mencuat di publik. Mantan supermodel ini terlihat sangat ramah menyapa para pengunjung dan meladeni permintaan tanda tangan.

Diprediksi Bruni akan melahirkan pada Oktober 2011 mendatang. Dalam sebuah sesi wawancara dengan televisi setempat, Bruni sempat menegaskan dirinya tak akan mempublikasikan foto sang buah hatinya dengan Sarkozy ini kelak.

Bruni yang kelahiran Italia ini telah memiliki seorang anak laki-laki dengan mantan suaminya terdahulu. (net/jpnn)

Dituduh Bajak Kapal, 6 WNI Ditangkap

Kuala Lumpur – Otoritas kelautan Malaysia menangkap 6 warga negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak membajak sebuah kapal di perairan Selat Malaka. Para WNI ini dianggap terlibat dalam serangan pembajakan di selat-selat strategis.

Para petugas patroli maritim Malaysia telah memantau mereka sejak Minggu (17/9) pagi. Saat itu mereka tengah mencoba memasuki sebuah kapal dagang di selatan Johor, dekat Singapura. Demikian disampaikan oleh Kepala Polisi Maritim Malaysia, Laksamana Zulkifli Abu Bakar seperti dilansir AFP, Selasa (20/9).

“Para pembajak sadar mereka diamati dan mencoba melarikan diri dengan kapal mereka, tapi kapal patroli kami mengejar dan melepaskan tembakan peringatan beberapa kali sebelum akhirnya berhasil mencegat mereka di perairan Malaysia,” ujar Abu Bakar kepada AFP.

Para pembajak tersebut diketahui berasal dari wilayah Batam dan sengaja berkumpul di wilayah tersebut untuk merampok 3 kapal. Investigasi atas hal, menurut Abu Bakar, masih terus dilakukan.
Biro Kelautan Internasional sejak Juni lalu telah mengirimkan peringatan kepada setiap kapal yang melintasi wilayah tersebut. Kapal-kapal tersebut diperingatkan oleh bahaya pembajakan kapal, hal ini menyusul pembajak 3 kapal penarik dan kapal tongkang tahun ini.

Badan pengawas kelautan global menuturkan, wilayah perairan antara Sumatera dan semenanjung Malaysia memang rawan pembajakan kapal oleh orang-orang bersenjata. Sejak Januari 2011, dilaporkan sedikitnya terjadi 41 insiden pembajakan.

“Kami senang karena otoritas Malaysia berhasil menangkap para pembajak ini. Hal ini menunjukkan komitmen dan keseriusan mereka dalam menangani ancaman seperti ini,” ujar Direktur Biro Kelautan Internasional untuk wilayah Malaysia yang berbasis di Kuala Lumpur, Noel Choong. (net/bbs)

Khadafi: Rezim Saya Masih Berkuasa

Sampaikan Pesan Kepada Televisi Al-Rai

TRIPOLI- Mantan pemimpin Libya Moammar Khadafi sepertinya masih terus menunjukan perlawanan. Lewat pesan terbaru, Khadafi menegaskan rezimnya masih berdiri di Libya.
“Apa yang terjadi di Libya saat ini adalah permainan yang dilakukan pihak North Atlantic Treaty Organization (NATO), dan tidak akan bertahan lama,” ucap Khadafi dalam siaran Al-Rai, seperti dikutip Associated Press, Selasa (20/9).

“Rezim saya masih tetap berkuasa di Libya,” tegas Khadafi.
Khadafi menyampaikan pesan suara ini kepada Televisi Al-Rai yang kemudian disiarkan oleh media yang memang selama ini dikenal sebagai corong pembelaannya. Televisi itu juga menunjukan pesan tertulis yang dikirim Khadafi kepada mereka.

Hingga saat ini keberadaan mantan penguasa yang bercokol dipuncak kepemimpinan di Libya selama 42 tahun, masih belum diketahui. Sementara sisa-sisa pasukannya dikabarkan masih terus melakukan perlawanan di kota yang menjadi pertahanan terakhirnya.

Pasukan Dewan Transisi Nasional (NTC) dikabarkan sudah menguasai bandara dan sebagian wilayah Sabha. Wilayah ini amat dekat dengan Kota Sirte dan Bani Walid yang selama ini masih terus dipenuhi oleh pasukan loyalis Khadafi.

“Bendera kami berkibar di bandara (Sabha) dan di wilayah lain kota itu,” ucap juru bicara militer NTC Kolonel Ahmed Bani.

Sementara menurut juru bicara brigade selatan NTC Hassan Mous sa Tabawi yang memimpin perebutan Sabha, hingga kini masih ada sedikit perlawanan dari kantung-kantung kekuatan pasukan Khadafi. Tetapi perlawanan tersebut relatif kecil dan tak berarti.

“Bandara benar-benar sudah aman dan banyak warga setempat mengibarkan bendera kebebasan. Mereka senang melihat kami,” jelas Tabawi.

Sebelum kedatangan dari pemerintah baru di Libya, warga Sabha memang diketahui terus berusaha melakukan perlawanan. Tetapi upaya mereka kerap gagal karena dihadang oleh pasukan loyalis Khadafi.
Tabawi menambahkan, perlawanan di Sabha tidak terlalu sulit. Hal ini disebabkan pihak oposisi yang berada di kota tersebut sudah memimpin pemberontakan dari dalam. Dengan adanya bantuan dari luar, pekerjaan pasukan NTC jauh lebih mudah.

Sementara, Bani Walid, putra Muammar Khadafi yang paling diburu pemberontak, Saif Al Islam, dilaporkan terlihat di Kota Bani Walid saat pemberontak menyerang kota itu.

Pertempuran sengit dilaporkan terjadi di Bani Walid, saat pemerontak menyerang kota oasis itu. Mereka melaporkan melihat Saif yang diduga bersembunyi di satu tempat bersama sang ayah.
“Pejuang revolusi telah tiba di Bani Walid dan kami bertempur dengan sengit,” ujar Abdullah Kenshil, pejabat senior di otoritas pemberontak, Dewan Transisi Nasional (NTC).(net/bbs)

Lodewijk F Paulus Gantikan Leo F Siegers

Panglima Kodam I/Bukit Barisan

Selama menjabat sebagai Panglima Kodam I/BB Mayjen TNI Leo Siegers kerab mendapat cobaan.
Soalnya, baru beberapa bulan menjabat, pria kelahiran Ujung Pandang 20 Agustus 1956 ini sudah disibukkan dengan penanganan korban bencana, mulai gempa bumi di Sumatera Barat hingga gunung meletus
di Tanah Karo Provinsi Sumatera Utara.

Bencana itu belum lagi ditambah dengan aksi perampokan bersenjata api di Bank Cimb Niaga Medan dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Sumatera Utara yang menewaskan sedikitnya tiga orang personel Polri.

Namun cobaan demi cobaan yang dihadapinya tak membuat dirinya menjadi lemah. Justru beberapa rentetan peristiwa tersebut dijadikannya, sebagai pengalaman yang cukup berharga seumur hidupnya.
Dengan terjadinya peristiwa itu, maka Mayjen TNI Leo Siegers, mencoba belajar dengan alam dan selalu memberikan arahan bagi prajuritnya untuk saling menghormati, saling percaya, saling menghargai, saling menyayangi dan saling mencintai antar sesama manusia, baik pada prajurit atau pada masyarakat biasa dan yang terpenting bagi Tuhan Yang Maha Esa.

Namun rentetan peristiwademi peristiwa dapat dilalui dengan baik, dengan melakukan beberapa kunjungan kerja secara langsung bagi daerah yang ditimpa musibah bencana alam. Bukan itu saja dia juga memerintahkan pasukannya untuk turun langsung ke lokasi bencana alam, dengan memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Pria yang berpenampilan low profile ini, sangat punya arti tersendiri di hati prajuritnya. Dengan keakraban, simpatik kepada siapapun merupakan ciri khas Leo yang tidak pernah luntur. Dia juga menanamkan nilai-nilai sportifitas, disiplin dan semangat kerja yang tinggi dalam setiap tugas.

Kini Mayjen TNI Leo Siegers tidak lagi menjabat sebagai Panglima Kodam I/BB, masa jabatannya itu harus digantikan pada penerusnya Mayjen TNI  Ledewijk F Paulus sebagai Panglima Kodam I/ Bukit Barisan.
Mayjen TNI Leo Siegers sendiri mendapatkan promosi jabatan baru sebagai staf khusus Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad). Sebelumnya serahterima jabatan (sertijab) Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan ini, telah dilaksanakan secara upacara militer dengan sederhana di Markas Besar Angkatan Darat, pada Jumat kemarin disaksikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhi Wibowo. Hal ini berdasarkan surat keputusan Panglima TNI nomor 683/IX/2011 tgl 6 September 2011.
Mayjen TNI Leo Siegers selaku Pangdam I/BB telah memberikan dukungan terhadap program Pemerintah Daerah dan Kepolisian, sesuai UU TNI tentang OMSP, diantaranya melalui program TMMD, TMKK, TMMS, Operasi Katarak, Operasi Pengamanan Wilayah dan Pengamanan Pulau-pulau terluar, Expedisi Bukit Barisan, Penanggulangan Bencana Alam di Pulau Mentawai Prov Sumbar, meletusnya Gunung Sinabung di Tanah Karo, Rehabilitasi Hutan, penghijauan dan kegiatan sosial lainnya.
Termasuk juga kegiatan sosial yang dilakukan oleh Persit  KCK PD I/BB dengan jajarannya, dan penugasan satuan Yonif 133/YS untuk melaksanakan tugas pengamanan daerah rawan di Ambon tahun 2010-2011. Selamat bertugas di tempat baru panglima doa kami menyertai bapak sekeluarga agar tetap dalam rido Tuhan Yang Maha Esa dalam pengabdian kepada  Bangsa dan Negara.
Sementara itu, berdasarkan surat keputusan Panglima TNI Nomor: 683/ IX/2011 tanggal 6 September 2011, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus diangkat menjadi Panglima Kodam I/BB. Sebelumnya, Mayjen TNI Lodewijk F. Paulus menjabat sebagai Danjen Kopassus.
Pria kelahiran Manado, 27 Juli 1957 ini beristrikan Hj Meria Agustina dan dikaruniai dua anak. Pada tahun 1981 dia setelah lulus dari AKABRI lembah tidar mengawali kariernya  sebagai  Danton  di  Satuan  elite yaitu  Kopassus  atau Korps Baret Merah.
Kemudian menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 4 Desember 2009. Asops Kasdam I/BB, Danrindam l/BB, Danrem 052/WKR Kodam Jaya dan Direktur Latihan Kodiklat TNI-AD.
Penugasan luar negeri diantaranya di Turki, Rumania, Hungaria, Swiss, Inggris, Australia, Malaysia, Thailand, India  dan di Amerika Serikat disamping tugas belajar, beliau sebagai Ketua Tim dalam negosiasi normalisasi hubungan antara Kopassus dan US Special Operation Command yang ditandai dengan dibukanya kerja sama militer antara Kopassus dan Pasukan Khusus Amerika Serikat pada 22 Juli 2010.
Mayjen TNI Lodewijk F Paulus juga merupakan sosok militer yang memiliki kepedulian terhadap Human Right (HAM), dan kelestarian alam yang diaplikasikan dalam pembinaan satuan dan pembinaan teritorial.
Selain itu Mayjen TNI Lodewijk F Paulus juga merupakan sosok prajurit yang memiliki pribadi yang penuh perhatian terhadap pelaksanaan tugas, loyalitas, penuh kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai-nilai keprajuritan.
Berbekal berbagai latar belakang pengalaman dinas militer,  serta  berbekal jabatan yang pernah diemban sebelumnya dijajaran Kodam I/BB sebagai Asops Kasdam I/BB dan Danrindam l/BB, diharapkan Mayjen TNI Lodewijk F Paulus dapat meningkatkan pembinaan satuan dalam mewujudkan kesiapsiagaan satuan dan pembinaan teritorial guna memantapkan kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka mendukung tugas pokok demi tegak kokohnya NKRI.
Selamat datang Mayjen TNI Lodewijk F Paulus sebagai Pangdam I/BB dan Hj Meria Agustina sebagai Ketua Persit KCK PD I/Bukit Barisan.(rud)

Kader Golkar Tebing Ancam Mundur

TEBING TINGGI- Para kader dan simpatisan Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Tebing Tinggi resah, dan akan mengancam mundur dari partai, jika Wakil Ketua DPC Golkar Tebing Tinggi Pahala Sitorus, tidak segera disetujui menggantikan posisi HM Syafri Chap sebagai Ketua DPRD Tebing Tinggi.

“Berdasarkan hasil rapat pleno Partai Golkar tanggal 8 September 2011 lalu, telah terpilih Pahala Sitorus sebagai pengganti Syafri Chap menduduki Ketua DPRD, dengan perolehan suara 93 persen. Tapi sampai saat ini, Pengurus DPD Golkar Sumut, belum mengesahkan,” kata Wakil Sekretaris DPC Golkar Tebing Tinggi Sutikno, Selasa (20/9).
Sutikno menjelaskan, pada dasarnya kader Golkar di Tebing Tinggi kecewa dengan DPD Golkar Sumut, yang tidak mengesahkan hasil rapat pleno tersebut.

“Kalau itu tidak terjadi (disahkan, Red), maka kader Golkar Tebing Tinggi akan kehilangan induk dan akan mundur dari partai. Makanya, diminta kepada pengurus DPD Golkar Sumut, untuk memutuskan hasil rapat pleno yang dimenangkan Pahala Sitorus dengan perolehan suara 72 dari 79 peserta,” pinta Sutikno.

Lebih lanjut, Sutikno mengatakan, dari luar peserta rapat, Pahala juga mendapat dukungan dari kader Golkar di tingkat kelurahan, kecamatan dan tingkat Kota Tebing Tinggi.

“Bukan itu saja, dari organisasi Soksi, AMPI dan FKPPI juga mendukung Pahala Sitorus agar disahkan DPD Golkar Sumut menjadi ketua legislatif Tebing Tinggi menggantikan Syafri Chap, sesuai hasil rapat pleno,” jelasnya.
Demikian pula halnya dengan Wakil Ketua Partai Golkar Tebing Tinggi K Sihaloho, juga meminta pengurus DPD Golkar Sumut untuk menjunjung tinggi hasil rapat pleno dengan segera mengesahkan keputusan rapat tersebut.(mag-3)

Anggota DPRD Deli Serdang Pukuli Penarik Becak

LUBUK PAKAM- Aksi tidak terpuji dilakukan oknum anggota DPRD Kabupaten Deli Serdang Jhon Srikana Sebayang, dengan memukul seorang penarik becak bermotor Taufik Hidayat (21), warga Dusun I Desa Jatisari, Kecamatan Lubuk Pakam, Deli Serdang, Selasa (20/9) sekitar pukul 10.00 WIB di Komplek Perkantoran Pemkab Deli Serdang.

Menurut Taufik saat ditemui di RSUD Deli Serdang mengaku, saat itu Taufik Hidayat hendak mengantar adiknya bekerja di Deli Mas Plaza Lubuk Pakam. Ketika berada di persimpangan jalan komplek perkantoran Pemkab Deli Serdang, Jhon datang dari arah Medan menuju komplek dengan mengendarai mobil dan hampir menabrak korban. Ironisnya, sudah hampir menabrak korban, wakil rakyat ini tiba-tiba menghardik Taufik dengan kalimat tak pantas.

“Tidak tahu kau siapa aku,” kata Taufik menirukan ucapan anggota DPRD tadi.
Pun begitu, Taufik tidak memperdulikan hardikan tersebut sehingga membuat Jhon Srikana Sebayang naik pitam.

Kemudian Jhon melempar Taufik dengan susu kemasan plastik dan mengenai dada Taufik. Meski tak terima diperlakukan demikian, namun Taufik berupaya menahan diri. Tapi malah membuat Jhon makin emosi dan turun dari mobilnya. Dengan tangan mengepal, Jhon langsung memukul pipi sebelah kiri Taufik.
Taufik Hidayat sempat melakukan protes. Namun dengan buru-buru, Jhon masuk ke mobil dan tancap gas meninggalkan korban menahan kesakitan. Selanjutnya, Taufik berencana membuat laporan ke Polsek Lubuk Pakam, tetapi diarahkan terlebih dulu membuat visum.

Usai Visum, korban pun mendatangi Polsek Lubuk Pakam membuat laporan. Tapi, Taufik disarakan untuk berdamai dengan Jhon. Malah sudah dibuat surat perdamaian di atas materai dengan uang perdamaian Rp500 ribu sebagai biaya pengganti berobat. “Kamis nanti, kami jumpa lagi untuk membicarakan biaya kenduri, saya disarankan ke kantornya,” ujar Taufik.

Ketika ditanya soal perdamain, Taufik menyatakan, dia tidak terima atas tindakan main hakim yang dilakukan Jhon terhadap dirinya. “Sebenarnya saya tidak terima perlakuan itu, soalnya anggota DPRD melindungi rakyat bukan malah memukuli,” ujarnya.
Sementara Jhon Srikana ketika dihubungi mengatakan, dia khilaf dan sudah meminta maaf kepada korban. Pemukulan itu dilakukannya secara spontan. “Saya khilaf, pemukulan itu saya lakukan secara spontan,” ujarnya. (btr)

Dua Kepsek Rebutan Kursi

BINJAI- Alih-alih membenahi dunia pendidikan dengan memutasi 108 Kepala Sekolah, dilakukan Wali Kota Binjai HM Idham, malah berbuntut pertikaian sesama kepala sekolah.

Hal ini dibuktikan dengan saling bertahannya Kepsek  memperebutkan kursi kepala sekolah di SDN 024761, Jalan MT Haryono, Kecamatan Binjai Utara, Selasa (20/9).

Menurut Ermiati, Kepsek yang lama, kepada Sumut Pos mengaku, Senin (19/9) lalu, ia tidak dapat melanjutkan upacara bendera setelah kedatangan Kepsek yang baru.

“Saya datang lebih dulu, terus saya suruh para murid untuk menyusun barisan melaksanakan upacara bendera. Belakangan, Kepsek yang baru datang, dan menyuruh bubar dari barisan,” ungkap Ermiati.

Lebih jauh dikatakan Ermiati, sebelum Kepsek baru menyuruh membubarkan murid, dia sudah mendapat perintah dari Dinas Pendidikan menjadi Kepsek di SD tersebut.

Bukan hanya itu, sambungnya, karena tidak ada penjaga sekolah, dialah yang membawa kunci sekolah untuk membuka dan menutup sekolah setiap hari.

“Tapi, begitu saya mau membuka pintu sekolah, gemboknya sudah berganti semua, entah siapa yang mengganti gembok itu,” kesal Ermiati.

Meski kesal dengan tingkah Kepsek baru, namun Ermiati berharap, persoalan ini tidak terus berlanjut. Sebab, ia bingung untuk mengambil keputusan terkait persoalan ini.

“Mau saya buat program membenahi sekolah, ada Kepsek yang baru. Jadi, bagaimana pendidikan ini bisa baik. Saya bertahan di SD ini karena belum ada serah terima, dan saya juga tidak tahu kalau saya dimutasi,” ucap Ermiati bernada tinggi.

Sementara itu, Kepsek baru Amnah Herlina, yang juga berada di SD tersebut, kepada Sumut Pos mengatakan, ia datang ke SD itu atas dasar perintah Dinas.

“Saya ada SK dari Wali Kota, makanya saya masuk ke SD ini. Kalau masalah gembok sekolah itu, memang saya ganti dan gembok lama ada di ruang kelas. Gembok itu diganti karna saya juga ingin masuk kantor. Sebab saya juga ada wewenang di SD ini berdasarkan SK Wali Kota,” tutur Herlina.
Disinggung mengenai permintaan Kepsek lama agar diadakan serah terima jabatan (Sartijab) disertai sumpah tidak menggunakan uang menjadi Kepsek, Herlina hanya menyerahkan semua itu kepada Dinas.
“Saya gak tahu soal itu, dan semua itu saya serahkan saja sama Dinas,” tolak Erlina. (dan)

Uang Sertifikasi tak Cair Karena Rekening Mati

BINJAI- Anggaran sertifikasi guru sampai saat ini belum dicairkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, khususnya dari Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Binjai. Akibatnya, banyak guru yang mempertanyakan keterlambatan pembayaran tersebut, terutama kepala sekolah (Kepsek) yang dimutasi.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait sertifikasi guru ini, wartawan Sumut Pos mencoba mencari keterangan kepada Ismail Ginting, Pelaksana Harian (Plh) Dinas P dan P Binjai. Menurut Ismail, uang sertifikasi guru belum dapat dicairkan karena rekening guru banyak yang sudah mati atau tidak aktif.

“Sebenarnya bukan ada kita tahan atau dialihkan kemana-mana. Tapi, banyak dari guru yang rekeningnya sudah mati. Sehingga, saat kita transfer uangnya membal atau tidak dapat masuk,” kilah Ismail.

Namun ketika disinggung kemungkinan rekening guru mati secara serentak, Ismail hanya mengatakan, bahwa fakta di lapangan memang seperti itu. “Saya tidak tahulah, yang jelas di lapangan kita lihat seperti itu,” kata Ismail.
Mengenai anggaran sertifikasi guru ini, sambungnya, sudah mulai dibenahi kembali. Untuk itu, dalam waktu dekat anggaran sertifikasi guru ini akan cair. “Saya tidak tahu pasti kapan pendataan ulang nomor rekening guru yang mati ini selesai dilakukan. Kalau sudah selesai, maka anggaran sertifikasi segera dicairkan,” ucapnya.

Sementara itu, ratusan Kepsek yang telah dimutasi olah Wali Kota Binjai, saat melakukan aksi demo beberapa hari lalu mencetuskan, kalau uang sertifikasi mereka belum dibayarkan. Bahkan, uang sertifikasi guru itu, belum terealisasi di bulan November dan Desember 2010.

Sementara itu di Deli Serdang, tunjangan kesejahteraan guru di lingkungan Pemkab Deli serdang hingga saat ini belum dibayar. Sejumlah guru yang bertugas di lingkungan Pemkab Deli Serdang melalui surat elekotronik yang dikirimkan ke redaksi Sumut Pos, Selasa (20/9) menyebutkan, di pemkab serta pemkot lain di Sumut sudah membayarkan tunjang APBN untuk para guru hingga triwulan kedua. Sementara di Pemkab Deli Serdang belum dibayarkan. Akibat keterlambatan pembayaran tunjangan tersebut, Pemkab Deli Serdang dituding tidak pro guru. Para guru menilai, tunjangan APBN dan APBD Provsu yang dikelola Pemkab terkesan dipermainkan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemkab Deli Serdang, Sa’adah Lubis membenarkan belum dibayarkan dana sertifikasi serta tunjangan yang bersumber APBN dan APBD Provsu.
Namun, katanya, penyebab keterlambatan itu dikarenakan belum lengkapnya pemberkasan dari Kementerian Pendidikan (dan/btr)

Pengembalian Uang Sitaan KPK Ngambang

LANGKAT- Mengambangnya kepastian waktu pengembalian Rp80 miliar uang sitaan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) diduga hasil kejahatan mantan Bupati Langkat Syamsul Arifin, dikhawatirkan berimbas kepada sejumlah proyek fisik. Kemungkinan terbesarnya, mengancam P-APBD 2011.

“Sejauh ini, kita tidak tahu kapan uang itu dikembalikan, menyusul adanya banding diajukan yang kita dengar. Bagaimana akhirnya nanti, sama-sama kita tunggu dan lihat,” kata Kabid Perbendaharaan BPKAD Pemkab Langkat M Efendi Matondang, kemarin (20/9).

Matondang saat ditemui di gedung dewan tidak memungkiri, ketidak jelasan kapan uang dimaksud masuk ke rekening kas Pemkab Langkat tidak hanya mengganggu pengoperasionalan proyek fisik utamanya, namun lebih jauh lagi mengganggu jalannya administrasi pembukuan.

Sebab, tutur dia lagi, kebanyakan pos-pos atau mata anggaran memprediksi, uang itu akan mulus tertransfer setelah berlangsungnya sidang Gubsu non aktif dalam kasus dugaan korupsi APBD Langkat kendati belum ada keputusan tetap dari pengadilan tipikor. (mag-4)