Home Blog Page 14677

Ingin Anak Jadi PNS, Rp170 Juta Raib

LANGKAT- H Rustam Efendy (57) warga Dusun I Pendidikan, Desa Serapuh Asli, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, pasrah ketika mengetahui uang Rp170 juta disetorkan mengurus anak masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) raib.
Penuturan korban kepada wartawan di Mapolres Langkat, Selasa (20/9), kasus itu diawali saat pertemuannya dengan Supianto alias Doyok (38), seorang PNS di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Langkat awal 2010 lalu.

“Kejadiannya sekitar dua tahun lalu, ketika bertemu Supianto, yang selanjutnya memperkenalkan kepada Rusdiarto (36) berdomisili di depan kolam renang Dendang, Kelurahan Perdamaian Stabat,” urai korban mengawali.
Supianto mengaku, Rusdiarto mampu mengurus masuk PNS dengan memberikan contoh sebagai upaya meyakinkan beberapa waktu sebelumnya, telah memasukkan beberapa orang jadi pegawai karena memiliki banyak koneksi orang besar (pejabat) baik di tingkat Kabupaten maupun Provinsi.

Rustam yang tertarik, lalu dipertemukan Doyok ke rumah Rusdiarto guna mengurus tiga anak Rustam yang belum bekerja setamat kuliah. Akhirnya, disepakati kalau Rusdiarto siap memasukkan anak korban menjadi PNS dengan mempersiapkan sejumlah uang buat pengurusan.

Tidak sampai disitu, setelah mengantongi modal sebagaimana dibutuhkan, Rustam diajak Doyok dan Rusdiarto menemui rekan mereka lainya yakni Nur Ahmad Sopyan (36) seorang PNS warga Komplek Villa Permai Indah, Kelurahan Perdamaian, Stabat dan Sucipto (42) PNS warga Kelurahan Kwala Bingai, Kecamatan Stabat.
“Uang pendahuluan sebagai administrasi ku serahkan di rumah Rusdiarto di depan kolam renang Dendang Rp70 juta sekitar 14 januari 2010. Katanya untuk tahap pertama anak aku masuk PNS adalah Irmayani (23) dan selanjutnya disusul Julia Fitri (26) serta seorang lagi,” beber korban.

Beberapa minggu kemudian, lanjutnya, dengan bervariasi para pelaku kembali meminta uang sedikitnya enam kali dan ditotal Rp170 juta. Diduga untuk meyakinkan, pelaku pada tanggal 29 Agustus 2010 memberikan surat kepada korban disebutkan tentang surat pengangkatan Irmayani dari badan kepegawaian negara (BKN).

Surat perintah tugas itu bernomor/1013/KA/152/BKN/2010 tanggal 29 Agustus 2010 ditandatangani badan kepegawaian negara RI, Taufik Hidayat Pulungan SH M Hum serta badan kepegawaian negara Sumut, Kabag Kepegawaian Dr Rahayu Hasibuan SE S Sos. “Kalau disurat itu anak saya ditempatkan di Dinas Kesehatan Sumut, tak lama kemudian korban kembali menerima surat pengangkatan Julia Fitri dari pelaku dengan penempatan di bahagian umum Pemprovsu dilengkapi nomor induk pegawai.

Namun anehnya, meski telah menerima SK pengangkatan PNS dan surat perintah tugas, anak korban belum bisa masuk bekerja dengan dalih masih ada yang harus diselesaikan. Kecurigaan semakin bertambah, SK pengangkatan kedua anaknya bertanggal keluar sama, begitu juga dengan nomor SK.

Kasat Reskrim Polres Langkat AKP, Aldi Subartono, dikonfirmasi wartawan perihal pengaduan ini membenarkan telah menerimanya. “Kita masih sebatas melakukan pemeriksaan terhadap saksi korban, setelah semuanya jelas kita akan memanggil pelakunya dan bila perlu langsung meringkusnya,” janji Aldi. (mag-4)

Pelajar SMP Nyaris Dicabuli OTK

TEBING TINGGI- Bunga (13) bukan nama sebenarnya, pelajar kelas II SMP Negeri 2 Sipispis, anak pertama pasangan Asobirin dan Siti Julaika, yang tinggal di Kecamatan Sipispis, Kabupaten Serdang Bedagai, mendapatkan perlakuan penganiayaan dan percobaan pemerkosaan oleh lelaki tidak dikenal (OTK) di rumahnya, Senin (19/9) sekira pukul 00.15 WIB.

Pelaku berhasil kabur lewat jendela kamar korban dan berhasil membawa satu buah handphon milik Bunga.
Aksi pelaku diketahui orangtua korban, ketika korban menjerit meminta tolong. Akibat aksi pelaku, korban shok dan harus dilarikan ke RS Sri Pamela, Kota Tebing Tinggi untuk mendapatkan perawatan medis karena memar di leher bekas cekikan pelaku.

Bunga saat ditemui di RS Sri Pamela Kota Tebing Tinggi, Selasa (20/9) siang mengaku, pernah mengenal wajah pelaku. Malam itu, dirinya baru menyadari setelah pelaku mencium dan hendak memperkosanya dan membawa kabur dirinya dari jendela. Karena tidak berhasil, pelaku langsung mencekik leher korban dan langsung kabur membawa handpon.

“Memang sekilas pernah terlihat wajahnya, tapi aku lupa siapa namanya,” kata Bunga tergolek lemah.
Asobirin, orangtua korban mengaku, pelaku diduga kenal dengan anaknya, karena sebelumnya, anaknya sempat bertengkar dengan teman prianya yang berlainan kampung.

“Atas kejadian itu, saya merasa keberatan dan melapor kepada pihak berwajib,” terang Asobirin sembari menunjukkan surat laporannya LP/33/IX/2011/TT Pispis.

Kapolsek Sipispis AKP R Simanjorang, ketika dihubungi mengaku, pelaku belum tertangkap, tetapi pihaknya menemukan barang bukti baju kaos warna hijau milik pelaku yang ketinggalan dikamar korban. Dikatakannya, pelaku akan dijerat dengan pasal 363 dan 53 Subs 285 KUHPidana tentang pencurian dan percobaan pemerkosaan. (mag-3)

Optimis Sumut Juara Umum

MEDAN-Dirut Bank Sumut Gus Irawan menegaskan bahwa kontingen Bak Sumut harus mampu menjadi yang terbaik alias juara umum pada Porseni Bank Pembangunan Daerah (BPD) se Indonesia yang berlangsung 23-25 September 2011 mendatang.

“Kita sudah melakukan persiapan semaksimal mungkin. Jadi, wajar jika kita mengincar dwisukses, yakni sukses sebagai tuan rumah yang baik, dan sukses dari segi prestasi,” bilang Gus Irawan, Selasa (20/9).
Selanjutnya Gus mengatakan bahwa Porseni IX BPD se-Indonesia 2011 dinilai sangat penting tak hanya untuk mendongkrak prestasi Sumut di bidang olahraga maupun seni. Tapi juga untuk menghilangkan stigma buruk masyarakat terhadap predikat-predikat yang melekat di Sumut.

Gus Irawan juga mengajak seluruh elemen masyarakat Sumut untuk menyukseskan gelaran yang akan didatangi sedikitnya 4000 pengunjung dari luar daerah ini. “Bank Sumut tak akan bisa menyukseskan acara ini sendiri. Masyarakat Sumut juga harus turut bersama menyukseskan perhelatan ini,” tuturnya lagi.

Ada juga target lain dari pagelaran kegiatan ini, yakni Sumut menjadi tuan rumah PON XVIII 2016. “Dengan pelayanan yang kita berikan kepada tamu kita nanti, tentunya akan memberikan kesan baik kepada Sumut. Dan bukan tak mungkin jika kita bisa mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah PON. Dan kembali mendatangkan ribuan umat manusia ke Sumut lagi,” ujar Gus Irawan. (saz)

Johar Arifin Harus Tangung Jawab

Buntut Kekisruhan yang Terjadi Pada Musdalub PSSI Sumut

MEDAN-Kecaman dan hujatan terus bergulir terkait kericuhan yang berdampak pada terjadinya dualisme kepempimpinan di PSSI Sumatera Utara (Sumut), pasca Musdalub PSSI Sumut yang berlangsung di Hotel Asean, Minggu (18/9).

Lagi-lagi, Ketua Umum PSSI Prof Johar Arifin Husein dituding sebagai orang yang harus bertanggung jawab atas terjadinya dualisme kepemimpinan yang terjadi di tubuh PSSI Sumut.

Zulkifli, mantan pemain PSMS Junior era 80-an, kemarin (20/9) menegaskan bahwa jika Johar Arifin menempatkan orang-orang yang mampu bersikap adil dan bijak di kepanitiaan, maka kekisruhan takkan terjadi.
“Caretaker yang ditunjuk untuk menggelar Musdalub PSSI Sumut sama sekali tidak profesional, bahkan terkesan arogan dan memihak kepada salah satu calon yakni Drs Darwin Syamsul. Semua masyarakat di Sumut menyaksikan jika kandidat lainnya, yakni Ir H Kamaluddin Harahap MSi selalu mendapat perlakuan yang tidak adil, mulai dari mendaftar hingga saat pelaksanaan Musdalub,” tambahnya.

“Musdalub yang benar-benar luar biasa. Tidak ada transparansi. Panitia dengan seenaknya menggugurkan salah satu calon Ketua PSSI Sumut tanpa pernah melakukan ferivikasi, apalagi mengumumkan hasil ferivikasi,” tambahnya.
Sesungguhnya bukan hanya Kamaluddin saja yang mendapat perlakuan yang tidak adil, para pemegang hak suara (pengcab/klub) yang dianggap menjadi pendukung Kamaluddin pun mendapat perlakukan yang tak kalah mengenaskan.

Betapa tidak, pada Sabtu (17/9) ketika mereka ingin mendaftar sebagai peserta Musdalub, panitia mencoba menghambat dengan meminta surat undangan, meski sesungguhnya panitia tidak pernah mengirimkan undangan kepada peserta yang dianggap sebagai pendukung Kamaluddin Harahap.

Ironisnya, dari salah seorang peserta didapati surat undangan yang dikirim lewat faks dari PT Togos Gopas, dan bukan dari sekretariat panitia di Sekretariat KONI Sumut, Jalan Willem Iskandar Medan.

“Jadi, Musdalub itu sudah direkayasa untuk memenangkan Darwin Syamsul. Selain itu, saya juga heran, kenapa Bernhard Limbong yang bukan anggota Exco bisa memimpin Musdalub. Ini jelas bertentangan dengan statuta PSSI, karena di sana dijelaskan bahwa yang berhak memimpin Musdalub PSSI adalah Ketua Umum, Wakil Ketua serta salah seorang dari sembilan anggota Exco. Jadi, secara tegas saya nyatakan bahwa Musdalub kemarin cacat hukum karena bertentangan dengan statuta PSSI,” bilang Zulkifli.

Hasil Musdalub kemarin ternyata benar-benar membuat Zulkifli yang notabene Wakil Ketua KONI Kecamatan Medan Maimoon itu merasa kecewa, karena menurutnya, selama ini Kamaluddin telah membuktikan loyalitas dan kepeduliannya terhadap pembinaan sepak bola di Sumut dengan menjadi donatur tetap bagi tim Pra PON Sumut, serta memberikan wadah kepada para mantan pemain untuk bergabung di tim yang dibinanya PS DPRD Sumut.

“Adakah calon lainnya yang melakukan hal itu. Tidak ada. Semuanya hanya sibuk berfikir dengan jabatan sebagai Ketua PSSI Sumut. Jadi, jika karena hal ini tim Pra PON Sumut kembali gagal lolos ke PON XVIII, maka orang yang harus bertangung jawab adalah Johar Arifin, karena semua ini terjadi akibat keputusannnya menempatkan orang yang salah sebagai caretaker dan panitia Musdalub PSSI Sumut,” pungkas Zulkifli. (jun)

PSMS Kehilangan Pemain Berpotensi

Syaiful Melarikan Diri

MEDAN-Syaiful wingback asal Persisam yang baru bergabung pada Senin (19/9) lalu untuk mengikuti seleksi pemain PSMS, melarikan diri. Entah apa pasalnya, diduga pada malam usai latihan ia didatangi sejumlah temannya. Teman yang menjemput Syaiful ini diduga juga pesepak bola.

Roekinoy saat dikofirmasi membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat sebelum pulang ke rumah dari kantor pengurus di Stadion Kebun Bunga, ia masih mendapati Syaiful bersama teman tim yang lain. “Saya rasa dia pergi setelah saya pulang. Dan dari informasi yang saya terima, sepertinya ia dijemput temannya yang juga pesepak bola,” katanya, Selasa (20/9).

Lebih lanjut Kinoy, panggilan akrabnya, menjelaskan, pada hari pertama latihan Syaiful sudah menunjukkan kualitas permainannya. “Ia sangat potensial, permainannya bagus, di Persisam juga ia kerap menjadi pemain inti. Felling saya ia berlatih di klub lain, Pro Duta misalnya,” tuturnya.

Jika ketakutan itu benar? Kinoy menjelaskan akan melakukan tuntutan terhadap tim dan Syaiful sendiri. “Kita yang jauh-jauh merekrutnya ke Samarinda, koq malah latihan di tempat lain,” ungkapnya kesal.
Sementara itu, Manager Pro Duta Wahyu Wahab yang dikonfirmasi tentang kebenaran tersebut mengatakan, tak ada melatih pemain dari Persisam bernama Syaiful.

Sementara itu, pada sesi latihan Selasa (20/9), sesuai yang diungkapkan Suharto, ia memberikan inti latihan bermateri Support Play. “Maksud latihan ini, pemain dilatih untuk bisa membantu teman satu tim melakukan penyerangan maupun bertahan. Nah, sesi ini akan memberikan daya ganda terhadap tim, baik daya gedor ke pertahanan lawan maupun kekuatan pertahanan tim,” jelasnya lagi.

Pada sesi latihan tersebut yang hadir hanya tinggal 15 orang. Yang tak hadir yakni Novi Handriawan, Njanka, Denny Rumba, Saha, Syaiful dan Simon Kujiro yang telah didepak karena tak memberikan kontribusi yang diharapkan dan permainannya tak berkembang.

Menurut Kinoy, Denny Rumba tak hadir karena kembali ke Semarang dalam pengurusan kerjanya di PDAM kota tersebut. “Ia sudah meminta ijin ke kita dan kita memberikannya. Denny akan kembali lagi nanti,” katanya.
Njanka, seperti telah diberitakan sebelumnya, kembali ke Jakarta untuk mengurus satu hal. (saz)

PSMS, Pro Duta Laga di ISL?

MEDAN-PSSI telah rampung menetapkan format kompetisi dan kuota klub. Penyematan titel kompetisi profesional tetap sama dan diselaraskan dengan statuta PSSI. Titel Indonesia Super League (ISL) untuk kasta tertinggi dengan kuota 18 klub dan Divisi Utama untuk kasta kedua dengan kuota 44 klub atas 4 wilayah.
Disposisi ini secara otomatis melumerkan 34 klub yang dinyatakan lolos verifikasi dalam format kompetisi dua wilayah sebelumnya. Dua klub yang berhome base di Medan, Sumut yakni PSMS Medan dan Pro Duta FC juga terkena imbasnya. Menilik lima aspek baku yang kembali dijadikan katrol pemeringkatan, kecil kemungkinan kedua klub berbeda usia itu bermain di ISL.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan verifikasi ulang akan dilakukan kembali. Memang prioritas diberikan pada klub-klub ISL musim lalu. Tapi jika gagal lolos filterisasi legalitas, infrastruktur, personel, supporting dan finansial maka klub-klub divisi utama musim lalu baik yang merger dengan eks klub LPI dimungkinkan lolos.
Mari menilik realistis persiapan dua tim. PSMS hingga saat ini masih sibuk berkutat pada polemik yang tak kunjung jelas solusinya. Merger masih dalam ranah perdebatan, internal 40 klub kocar-kacir. CEO PT Medan Bestari Metropolitan masih ditataran wacana.

Persiapan tim juga kabur. Pelatih kepala yang selama ini diklaim milik Abdulrahman Gurning masih ambigu. Seleksi yang memasuki pekan kedua telah kehilangan empat pemain. Simon Kujiro didepak resmi karena tidak menampilkan performa bagus. Tiga lainnya memilih angkat koper sendiri, Saiful (eks bek sayap Persisam), Pierre Njanka (eks libero Aceh United), Denny Rumba (eks bek sayap PSIS Semarang). Dua nama terakhir sempat menarik simpati warga Kebun Bunga. Singkat kata, kondisi persiapan masih minim.

Di tengah kegamangan itu, Plt Ketua Umum PSMS Idris masih yakin PSMS akan berada di kasta tertinggi. Empat aspek diamini dipenuhi sempurna, kecuali infrastruktur. “Kerjasama dengan konsorsium sudah jadi garansi. Stadion Teladan sedang dalam proses renovasi berjalan. Materi pemain sudah direkrut, beberapa pemain hebat juga akan didatangkan,” katanya, Selasa (20/9).

Sementara itu Dityo Pramono, CEO PT Bintang Medan tak menutupi kerisauannya atas kondisi yang ada. Akar permasalahan berpusar pada kisruh di tubuh 40 klub pemilik PSMS.

yang belum selesai. “Waktu memang semakin mepet. Tapi apa boleh buat sampai detik ini PSMS belum juga selesai dengan masalahnya. Kerjasama konsorsium dengan PSMS masih berhenti di MoU. Saya tegaskan sekali lagi, berhenti di MoU,” katanya.

Selentingan beredar konsorsium berencana mundur. “Entahlah, tapi kami belum berpikir sejauh itu. Kami beritikad memajukan sepakbola Sumut. Hanya sangat mengherankan permasalahan yang ada jalan di tempat,” imbuh eks anggota Komite Normalisasi PSSI ini.

Sementara itu Presiden Direktur Pro Duta Football Indonesia, Wahyu Wahab mengatakan skuadnya memilih optimis tetapi tidak akan memaksakan. Menjadi kontestan ISL tentu hal membanggakan, tapi harus diimbangi dengan kematangan tim secara menyeluruh.

“Kami optimis di ISL, karena Pro Duta lengkap lima aspeknya. Tidak ada cacat. Pun, kalau pemeringkatan di luar 18 besar sesuai kuota klub ISL. Kami legowo di kasta kedua, tidak banyak biaya lagi. Buat apa ngotot,” ujarnya. (saz)

BRC 2011 Perebutkan 3 Unit Honda Blade

MEDAN-Ajang balap bergengsi dari Honda yang memperebutkan 3 unit Honda Blade bertajuk Blade Racing Championship (BRC) 2011 akan segera hadir memuaskan kerinduan para pecinta balap yang sudah lama menantikan kesempatan menyaksikan secara langsung ketangguhan motor Honda beraksi di lintasan.

Gelaran yag berlangsung sebanyak 3 seri pada bulan September, Oktober dan Desember ini dipastikan akan menyedot perhatian masyarakat khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Langkat, Asahan dan Simalungun.
Di setiap serinya, Blade Racing Championship akan mempertandingkan tidak kurang dari 11 kelas, yakni kelas Honda MP1 Terbuka, kelas Honda Mp2 Terbuka, kelas Honda MP3  Pemula, Kelas Honda MP4 Pemula, Kelas Honda MP5 Pemula, Kelas Honda MP6 Pemula, kelas Honda MP7 Terbuka, dan Kelas Honda MP6 Terbuka. Selain itu Honda juga membuka kelas tambahan yang terbuka untuk semua merk, yakni Kelas MP5 Pemula, Kleas MP6 Pemula dan Kelas MP7 Terbuka.

Arifin Posmadi, General Manager CV. Indako Trading Co selaku main dealer Honda di Sumatera Utara mengungkapkan pihaknya sangat memahami keinginan para pecinta balap motor yang sudah lama merindukan ajang seperti ini.
Gelaran ini juga merupakan upaya dalam mendukung  pemerintah dan wujud partisipasi Honda dalam melakukan pengembangan olah raga di Sumut, khususnya dalam bidang otomotif roda dua.

“ Kami juga sangat berbangga mempersembahkan 3 unit Honda Blade untuk diperebutkan dalam gelaran ini, karena Honda Blade sendiri tidak hanya terinspirasi dari MotoGP, tetapi menjadi simbol semangat yang menjunjung tinggi sportifitas dan disiplin, sehingga diharapkan dapat memberikan pengaruh positif bagi generasi muda, khususnya bagi para pembalap yang dimiliki Sumut.

Sementara itu, Syabra Buana selaku panitia pelaksana lomba mengungkapkan dirinya meyakini ajang ini akan melahirkan bibit–bibit pembalap baru dengan kemampuan membanggakan, karena sebenarnya Sumut memiliki generasi muda dengan bakat-bakat balap yang luar biasa, dan itu dapat mereka kembangkan melalui ajang ini tentunya.
“Kami informasikan juga bahwa pendaftaran akan dimulai pada hari rabu, 21 September 2011, dan untuk memudahkan pendaftaran, kami akan membuka 2 tempat pendaftaran yakni di KitaKita Racing Jl. Ringroad Setia Budi No. 110 C Medan, dan di Bengkel Sri Langkat tepatnya di Jl. Perintis Kemerdekaan No. 85 Kebon Lada Binjai. “ ujar Syabra Buana. (mag-9)

Dispora Medan Beri Bantuan

MEDAN- Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora)  kota Medan memberikan bantuan peralatan sarana olahraga kepada 28 klub sekolah di Kantor Dispora Medan Jalan Ibus Raya Medan, Selasa (20/9).
Peralatan dan sarana olahraga yang diberikan kepada skeolah berupa alat-alat olahraga tenis meja, pencak silat, atletik, gulat, sepak takraw, dan renang.

Kadispora Medan, Drs Hanas Hasibuan MAP didampingi Kepala Bidang peningkatan prestasi keolahragaan Drs Azam Nasution MAP berharap agar bantuan peralatan dan sarana olahraga yang diberikan dapat menunjang dan meningkatkan prestasi olahraga di kota Medan.

“Semoga apa yang kita lakukan ini memicu dan memotivasi sekolah dan klub olah raga yang ada di dalamnya untuk lebih serius menangai atletnya, karena sekolah merupakan sumber yang potensial dalam upaya peningkatan prestasi atlet,” bilang Hanas.

Apalagi, masih menurut Hanas, pemberian peralatan dan sarana olahraga ini berdekatan dengan waktu penyelenggaraan Pekan Olahraga Kota (Porkot) yang berlangsung 15 Oktober 2011 nanti.
Ungkapan senada juga diungkapkan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Keolahragaan Drs Azzam Nasution MAP. Tak sampai di situ, Azzam juga berharap agar pemberian alat dan sarana olahraga tadi menjadi momentum kebangkitan olaharaga Kota Medan ke depannya. (omi)

Zulfan Efendi Pimpin PRSI Medan

MEDAN-Mantan atlet polo air nasional H Zulfan Efendi Nasution SE terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PRSI Kota Medan periode 2011-2015 pada Muscab yang berlangsung di Stadion Renang Selayang, Jumat (16/9).

Pada sidang Muscab yang dipimpin Ketua Umum PRIM Medan Tengku Arkansyah “Diki” Subhan Ali Razman itu menetapkan secara aklamasi Zulfan Efendi Nasution sebagai Ketua Umum PRSI Medan berdasarkan kesepakatan dari empat dari lima klub yang hadir yakni PRIM, Tirta Prima, Bina Taruna dan Ampibi Unimed.

Muscab mengamanahkan kepada Zulfan Nasution sebagai ketua formatur dibantu HT Zulkarnen (pengurus lama) dan Ismal Sinaga (Ampibi Unimed) untuk menyusun kepengurusan PRSI Medan periode 2011-2015 selambat-lambatnya 30 hari.

Zulfan Efendi Nasution yang juga Sekretaris PRIM Medan itu pernah memperkuat tim polo air Indonesia pada tiga kali SEA Games yakni SEAG 19. Ia menggantikan Ketua Umum PRSI Medan sebelumnya Drs H Dzulmi Eldin yang saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Medan.

Para pengurus klub mengharapkan dengan kepemimpinan Zulfan Nasution diharapkan kota Medan bisa kembali mengembalikan kejayaan dan kembali menjadikan daerah ini  sebagai barometer pembinaan renang yang selama ini didominasi oleh Pematangsiantar.

Ketua Umum KONI Medan yang diwakili Sekretaris Drs Khairil Basri mengharapkan melalui Muscab itu menjadi awal kebangkitan olahraga renang seperti yang pernah diraih pada era 80-an. “KONI Medan berharap ketua umum terpilih bisa mempersiapkan diri sebagai pelaksana Porkot cabang renang,” katanya.

Sementara itu Ketua Umum PRSI Sumut yang diwakili Ketua Harian Rudi Rinaldi SSos MAP mengatakan, kota Medan memiliki banyak kolam renang. Namun sangat disayangkan hanya memiliki lima klub. “Coba kita lihat Surabaya memiliki  hampir ratusan klub dan prestasi mereka sejalan dengan jumlah klub yang ada,” katanya.
Sedangkan sesepuh akuatik Sumut Drs HT Bustamam mengakui secara umum olahraga akuatik daerah ini menurun. Hal ini disebabkan minimnya kompetisi yang digelar. “Ketua umum terpilih harus segera menyusun program dan memutar roda kompetisi,” paparnya. (jun)

Berburu Pengganti Colin Edwards

Silly Season MotoGP 2012

BRNO-Jelang akhir musim 2011, kabar lalu lintas perpindahan pembalap di MotoGP makin panas. Jika tim-tim utama tiap pabrikan tak banyak berspekulasi, giliran tim satelit Yamaha Tech 3 yang paling sibuk.

Musim 2011 menjadi musim terakhir bagi pembalap Amerika Serikat (AS) Colin Edwards bersama Yamaha Tech 3. Dia sudah mengumumkan perpisahannya pertengahan musim lalu. Itu dilakukannya setelah mendapatkan kesepakatan dengan tim Forward Racing untuk musim 2012.

Kepergian Edwards membuat satu kursi di Yamaha Tech 3 lowong. Kondisi itu meninggalkan Cal Crutchlow tinggal seorang diri di tim satelit Yamaha itu. Untuk itu, manajemen Yamaha Tech 3 mencari pengganti yang menurut kabar beberapa pekan lalu, akan dijatuhkan pada pembalap yang telah berpengalaman di MotoGP.

Nama yang paling santer dihubungkan dengan Tech 3 adalah Andrea Dovizioso. Makin tak jelasnya masa depan pembalap Italia itu bersama Honda menjadi faktor pendukung. Beberapa nama lain juga muncul dalam satu pekan terakhir.

MotoGP 2011 jadi musim terbaik Dovi. Dia tercatat berada di posisi ketiga klasemen sementara. Dovi mengoleksi 185 poin dari 14 balapan yang sudah dilalui musim ini.

Ironisnya, Honda Racing Corporation (HRC) tak akan mempertahankan Dovi sebagai pembalap pabrikan di Repsol Honda. Alasan kesulitan ekonomi membuat Honda hanya memastikan akan memakai dua pembalap di tim utamanya musim depan. Casey Stoner dan Dani Pedrosa dipastikan akan jadi dua pembalap di tim pabrikan Honda untuk 2012.
Dovi sempat diisukan bakal bergabung ke tim satelit Honda Gresini. Tapi, lantaran tim milik Fausto Gresini itu sudah memastikan memperpanjang kontrak Marco Simoncelli, Dovi harus mencari tim lain setelah dilepas Repsol Honda. Simoncelli tetap akan berpansangan dengan pembalap Jepang Hiroshi Aoyama di Honda Gresini
Yamaha Tech 3 membuka tangan buat Dovi. Tapi, ternyata jalannya tak mudah baginya. Sebab, tim yang dipimpin Herve Poncharal itu juga tengah memantau pembalap Yamaha World Superbike Eugene Laverty yang terancam mengganggur tahun depan menyusul mundurnya Yamaha dari WSBK 2012.

Dua kandidat lain, Bradley Smith dan Alvaro Bautista sempat masuk bursa. Smith, pembalap Inggris yang memperkuat tim Tech 3 di Moto2 2011, memilih fokus ke Moto2 2012. Dia baru naik kelas di musim berikutnya.
Sedangkan, Bautista yang kini memperkuat Rizla Suzuki dirumorkan bakal bergabung ke Aspar Ducati bersama Hector Barbera. Dia juga tengah menunggu keputusan partisipasi Suzuki di musim depan.

“Saya katakan ada tiga kandidat: Dovizioso, Laverty dan Bautista. Namun, dua kandidat terkuat hanya Laverty dan Dovi,” sebut Poncharal kepada MCN.

Poncharal menyebutkan kemungkinan pengumuman sudah didapat dalam dua pekan mendatang.

Itu artinya, saat balapan berlangsung di sirkuit Motegi, Jepang, 2 Oktober, pihaknya akan memutuskan siapa yang bakal jadi pembalap Yamaha Tech 3 2012.

“Laverty masih muda dan sangat bagus dalam peralihan dari Supersport ke Superbike tahun ini. Dovi saat ini di posisi ketiga klasemen dan terbukti seorang pembalap hebat di MotoGP. Kami menekankan pembalap kami harus cepat memahami motor dan menuai hasil bagus. Ini poin yang jadi pertimbangan kami,” tegasnya.