31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14694

Pusat Siapkan NIP 67 Ribu Honorer

JAKARTA-Hingga kemarin belum jelas kapan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS akan selesai dan diundangkan menjad PP. Sebelumnya dijanjikan PP diterbitkan Oktober ini.
Meski demikian, Kabiro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto, menyatakan kesiapan BKN untuk membuat Nomor Induk Pegawai (NIP) bagi 67 ribu tenaga honorer kategori I, yang dipastikan akan menjadi CPNS begitu PP dimaksud terbit.

“Untuk pembuatan NIP, BKN siap. Kita tinggal tunggu pengumumannya saja (penerbitan PP, Red),” ujar Aris Windiyanto kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin (10/10).

Berapa lama waktu yang dibutuhkan BKN untuk menyelesaikan pembuatan 67 ribu NIP? Aris mengatakan, sangat tergantung kelengkapan berkas yang diajukan Badan Kepegawaian Daerah (BKN). Jika ada berkas yang kurang atau ada yang mencurigakan sehingga perlu klarifikasi lagi, maka diperlukan waktu agak lama.
“Tapi prinsipnya, begitu berkas lengkap yang dikirim BKD ke BKN, dalam hitungan hari selesai pembuatan NIP itu,” ujarnya.

BKN, lanjutnya, tidak akan kuwalahan membuat 67 ribu NIP. Alasannya, memang itu sudah pekerjaan BKN. Untuk pengangkatan massal honorer yang pertama dulu, jumlahnya malah hampir satu juta NIP yang dibuat BKN. “Setiap tahun kita membuat ratusan ribu NIP. Ini kan cuman 67 ribu,” ujarnya.

Terlebih, lanjutnya, ada 12 BKN Regional yang siap bekerja. Proses tahapan untuk pembuatan NIP, terangnya, dimulai dari pengumuman tenaga honorer yang diangkat menjadi CPNS. Data nama-nama yang diangkat akan dikirim ke masing-masing instansi. Oleh instansi, berkas-berkasnya dikirim ke masing-masing BKD. Setelah itu, BKD mengirimkan ke BKN.

“Begitu NIP sudah selesai, dikirim balik ke BKD. Jadi, BKN melayani instansi, tidak melayani orang per orang,” terang Aris.

Seperti telah diberitakan, Menpan-RB EE Mangindaan usai membuka acara sosialisasi RPP pengangkatan honorer menjadi CPNS di gedung Kemendagri, 20 September 2011, menjanjikan pengangkatan honorer kategori I menjadi CPNS pada Oktober ini.

“Segera diterbitkan (PP tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi CPNS, Red). Mudah-mudahan Oktober,” ujar EE Mangindaan saat itu.

Sementara, Sekretaris Kemenpan (Seskemenpan), Tasdik Kinanto, menjelaskan, tenaga honorer yang tertinggal (kategori I), akan diangkat menjadi CPNS Oktober 2011. “Insya Allah Oktober. Tapi yang jelas tidak akan lewat 2011,” terang Tasdik di tempat yang sama.

Ditanya kapan PP dimaksud akan terbit, Aris mengaku tidak tahu. Dia hanya menduga, kemungkinan RPP masih dalam tahap sinkronisasi di internal pemerintah. “Bagi BKN, lebih cepat lebih baik,” ucapnya.(sam)

Harus Menang

Indonesia VS Qatar

JAKARTA-Indonesia malam nanti akan menjalani partai menentukan dalam lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia Grup E. Lawan yang akan dijamu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) adalah tim peringkat 100 dunia Qatar.

Jika masih ingin menjaga peluang lolos ke fase berikutnya, tidak ada jalan lain bagi skuad Garuda kecuali harus menang.

Sebab di dua laga sebelumnya tim besutan Wim Rijsbergen itu menelan kekalahan.

Masing-masing menyerah 3-0 dari Iran (away) dan kalah 2-0 dari Bahrain (home). Jika hanya bisa meraih hasil seri atau bahkan kalah, peluang Indonesia bisa dibilang habis. Di tiga partai sisa, perjuangan Indonesia bakal sangat sulit karena harus melawat ke markas Qatar dan Bahrain serta menjamu salah satu raksasa Asia, Iran.

Dalam press conference kemarin siang di Hotel Century Jakarta pelatih timnas senior Wim Rijsbergen menyatakan jika pertandingan malam nanti (siaran langsung SCTV mulai pukul 18.00WIB) akan sangat menentukan nasib Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2014. “Kita harus menang,” cetus Wim.

Pelatih asal Belanda itu menyatakan tidak mudah bagi tim besutannya untuk mengalahkan Qatar. Wim menyatakan selain tim harus lebih baik dalam penguasaan bola, syarat untuk bisa mengalahkan Qatar adalah tim harus punya mental bagus. Dan pelatih yang pernah tampil di final Piala Dunia 1974 dan 1978 itu menyatakan jika mental bermain timnas Merah Putih masih jauh dari yang diharapkan. “Karena itu mental untuk memenangkan pertandingan terus kita digenjot agar bisa mengalahkan Qatar. Saya dapat bantuan dari psikolog. Kita perlu mentalitas untuk memenangi pertandingan. Jika menang itu bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk partai tandang,” sambungnya.

Untuk memforsir kemenangan, Wim menyatakan bakal menerapkan pole 4-3-3. Berkaca pada laga ujicoba melawan Arab Saudi di Selangor Malaysia akhir pekan kemarin tiga pemain depan yang disiapkan Wim adalah Cristian Gonzales, Irfan Bahdim, dan Ferdinand Sinaga. Keberhasialan menahan seri Arab Saudi 0-0 di laga ujicoba menurut Wim menjadi motivasi tersendiri untuk bias menundukkan Qatar malam nanti.

Menjelang laga lawan Qatar kabar baik berhembus dari skuad Merah Putih. Empat pemain yang sebelumnya cedera, yaitu Hamka Hamzah, I Made Wirawan, Yongky Aribowo, dan M. Nasuha kondisinya terus membaik. “Saya merasa sudah 95 persen dan siap main,” kata Hamka Hamzah.

Sementara itu, pelatih Qatar Sebastiao Lazaroni menyatakan timnya tidak datang hanya untuk meraih hasil seri. Menurutnya, timnya akan akan bermain sebaik mungkin untuk bisa mengalahkan Indonesia sekaligus memperbesar peluang lolos ke babak selanjutnya. “Hasil seri tidak bagus buat Indonesia juga Qatar. Karena itu kami akan melakukan yang terbaik untuk memenangkan pertandingan,” katanya. Di dua laga yang sudah di jalani Qatar juga belum pernah memetik kemenangan. Tim berjuluk The Maroon itu hanya bisa bermain seri 0-0 saat melawan Bahrain dan menahan seri Iran 1-1.

Menyongsong laga melawan Indonesia, The Maroon, julukan timnas Qatar melakukan latihan khusus di Malaysia pada 5-9 Oktober lalu. “Saya melihat tim kami semakin membaik dari hari ke hari. Karena itu  kami yakin bisa mengalahkan Indonesia,” ungkap pelatih yang pernah menukangi timnas Brazil pada 1989-1990 ini. (ali)

9 Pelajar SMA Tewas Terpanggang

4 Rumah Kopel Terbakar di Samosir

SAMOSIR-Berawal dari dugaan hubungan pendek arus listrik (korsleting), sedikitnya 4 rumah semi permanen di Jalan Handriani Sinaga, Kelurahan Pintu Sonang, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir hangus dilalap si jago merah, Senin (10/10) pukul 02.30 WIB.

Dalam peristiwa tersebut, 9 pelajar SMA Negeri 1 Pangururan tewas terpanggang. Jasad para korban ditemukan petugas bertindih-tindih.

Mereka adalah, Nixon Sitanggang (16), Dormauli Devi Novita Lumban Raja (16), Paska Tarapul Sinaga (15), Saut Hamonangan Sinaga (16), Lamra Sihotang (16), Syukur Manutur Parhusip (14), Bonita Rumapea (15)n
Bernado Sinaga, dan Endang S (16).

Setelah api berhasil dipadamkan dua unit mobil damkar milik Pemkab Samosir, jasad korban dievakuasi ke rumah sakit umum Pangururan yang tak jauh dari lokasi kejadian.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, para korban merupakan anak kos di rumah Masdinar Sinaga (32) yang letaknya tepat di depan SMA Negeri 1 Pangururan. Di rumah janda tersebut, ada 12 anak kos yang tinggal di loteng rumah semi permanen bercat warna putih itu.

Kedua belas anak kos itu tinggal di dua kamar yang dipisahkan atas 6 pelajar putra dan 6 pelajar putri.
Saat terjadi kebakaran, tiga pelajar masing-masing Steven Situmorang, Melda Sinaga dan Yuni Sidabalok, sedang pulang kampung. Beruntung bagi ketiganya karenal olos dari peristiwa maut.

G Simbolon (71), tetangga korban yang juga ayah mertua Masdinar Sinaga, mengaku melihat api pertama kali berasal dari lantai 1 rumah Masdinar Sinaga. Hanya hitungan menit, api menyambar tida rumah di samping kiri dan kanannya. Disebelah kiri rumah milik marga H Nadeak alias Ama Toga, di sebelah kanan rumah milik Yusniar br Pasaribu dan paling kanan rumah Hotman Sipayung yang menjabat sebagai kepala sekolah SMA Negeri 1 Pangururan.
“Saya tahunya ada kebakaran, saat itu saya baru meletakkan badan ke tempat tidur. Tak berapa lama kemudian, terdengar suara teriak-teriak dari luar rumah. Tolong…tolong… kebakaran. Saya keluar rumah, sontak terkejut ternyata api sudah besar,” kata ayah enam anak ini.

Lebih lanjut kata suami, T Sihotang ini saat kejadian hanya dua unit mobil damkar yang memadamkan api. Sementara warga tidak dapat berbuat banyak untuk memadamkan api, karena saat itu pdam air mati. “Mulai sore, air PDAM mati, listrik pun mati hidup. Semalam saat kejadian pun datang gempa, lebih dari 3 kali. Tapi semalam sekitar pukul 2 pagi, anak-anak kos itu masih saya dengar nyanyi-nyanyi diloteng. Mereka memang biasa nyanyi-nyanyi pakai gitar di loteng,” sambungnya.

Terpisah, Hotman Sipayung mengatakan saat kejadian dirinya sedang tidur di kamar bersama istrinya. Sedangkan putri semata wayangnya juga tidur di kamarnya.

“Saya tahu kebakaran karena orang-orang dari luar rumah berteriak-teriak. Kebakaran… kebakaran.… Tak tahunya yang kebakaran di samping rumah. Saya lihat api sudah mulai mengenai atap rumah, saya langsung selamatkan surat-surat administrasi kepegawaian, ijazah. Sedangkan barang-barang lainnya tidak ada yang bisa saya selamatkan,” ujar Hotman.

Pria ini sempat takut karena tak melihat putrinya Sri (15). “Warga pun heran melihat saya berteriak-teriak, saya kecarian Sri, tak tahunya Sri sudah keluar rumah. Saya ketemunya di depan SMA Negeri 1,” ujar Hotman saat membuat acara upah-upah di kantin sekolah.

Hotman berharap pemerintah daerah memberikan bantuan kepada para korban kebakaran, khususnya mereka yang terpanggang.  “Mereka anak-anak saya yang pintar. Mereka aktif berorganisasi di sekolah. Tidak ada korban itu anak-anak yang bandal. Kenapalah harus mereka. Saya hanya bisa mengucapkan turut berduka cita kepada murid-murid saya. Syukurlah saya masih selamat, juga istri dan anak saya,” katanya melapkan kedua tangannya kewajahnya.

Suara Minta Tolong di Lantai 2

Tolong… tolong, suara itulah yang masih terdengar keras  dari lantai 2 rumah Masdinar Sinaga. Suara itu dengan jelas didengar Sri Sipayung, anak dari Hotman Sipayung yang rumahnya juga ikut terbakar.

“Suara keras minta-minta tolong dari rumah tetangga membangunkan saya. Sampai di luar, saya terkejut melihat kobaran api. Lama kelamaan suara itu lenyap tak terdengar lagi. Saya mendengar suara itu dari loteng rumah ibu Masdinar. Tak berapa lama orang langsung ramai. Saat saya mau masuk rumah kembali memanggil bapak dan mamak, ternyata mereka sudah keluar rumah,” ujar Sri.

Sri mengaku tak tahu sumber api. “Mana saya tahu Bang dari mana api itu berasal. Tapi yang saya lihat tadinya itu, api dari rumah  Ibu Masdinar. Yang pasti apinya pertama dari lantai bawah,” katanya menudukkan kepala dan mengaku masih trauma dengan kejadian tersebut.

Wanita berkulit putih ini mengaku dirinya tidak punya firasat buruk terkait dengan peristiwa kejadian tersebut. “Nggak ada saya firasat buruk bang. Mimpi apapun saya tidak pernah. Yang saya syukuri bapak bisa terbangun dari tidur, padahal semalam pulang lama dari Simanindo. Karena capeknya bapak, sampai di rumah bapak langsung tidur di kamar,” katanya lagi.

Madinar Sinaga adalah menantu G Simbolon (71) yang menjanda ditinggal meninggal suaminya sejak Maret lalu. Sejak kebakaran, wanita itu tak pernah terlihat lagi di kampung itu. Menurut warga, Madinar trauma dan langsung pergi usai kejadian. (osi)

 

Mendagri Diminta Jangan Cuma Menggertak

MEDAN- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) diminta untuk segera mengambil tindakan jika kebijakan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menonjobkan 26 pejabat eselon III di jajaran Pemprovsu salah. Bukan sekadar menggertak atau mengancam Gatot tanpa ada langkah konkret.

“Tindakan Mendagri yang terus menggertak atau mengancam Plt Gubsu terkait kebijakannya mengangkat dan menonjobkan pejabat Eselon III, merupakan tindakan mubazir. Terus terang, kita sangat prihatin melihat Mendagri yang sudah capek menggertak, menasihati, bahkan mengigatkan Plt Gubsu tanpa ada hasil,”n
ujar penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Eddi Rangkuti, Senin (10/10).

Menurutnya, jika Mendagri puas dengan penjelasan dan tindakan lanjutan yang telah dilakukan Plt Gubsu kepada Mendagri, seharusnya tidak perlu memainkan jurus basa-basi dengan ribut-ribut menggertak dan mengigatkan. Hal itu tidak akan mengubah sikap Plt Gubsu yang telah melakukan mutasi di jajaran Pemprovsu.

“Apa yang telah diputuskan Plt Gubsu merupakan implementasi dari visi misi yang diembannya selaku pimpinan dan kader. Sebab, sangat mustahil seorang Plt Gubsu melakukan perombakan yang telah ditetapkannya, apalagi yang menjadi alasannya hanyalah nasihat, ajaran, peringatan atau gertakan dari seorang Mendagri,” ujar Eddi.

Diungkapkannya, sebenarnya rakyat Sumut sangat berharap akan ada perubahan dan pelurusan dari Gatot atas kebijakannya itu. Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta, hendaknya Mendagri kembali mengevaluasi mekanisme penanganannya, agar persoalan ini tidak berlarut-larut, sebab ujung-ujungnya akan merugikan daerah ini.

“Kita hanya bisa meminta tanduk kepada yang memiliki tanduk, hanya bisa meminta pengertian dari orang yang mengerti. Memangnya Plt Gubsu peduli terhadap peringatan Mendagri yang sudah berkali-kali meminta agar dibatalkan mutasi pejabat Eselon III? Kita berharap, jangan lagi ada gertak-menggertak. Kalau keputusan yang diambil Plt Gubsu salah, segera lakukan tindakan. Kalau tidak salah, segera bebaskan dari penyanderaan hukum dan politik,” ujarnya.

Pejabat Ikhlas

Mutasi ratusan pejabat Pemprovsu ternyata tak semua menentang kebijakan Gatot Pujo Nugroho. Bahkan, para mantan pejabat itu ada yang mengaku ikhlas atas pencopotannya sebagai pejabat eselon III di Dinas Pendidikan Sumut.
Pejabat yang mengaku ikhlas dicopot dari jabatan sebagai pejabat eselon III yakni Ilyas S Sitorus SE MPd. Dia dicopot dari Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) dan PLK Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut.

“Jabatan itu kan bukan dibawa mati. Jabatan itu hanya amanah duniawi. Hari ini pegawai biasa, besok bisa jadi pejabat dan sebaliknya. Ketika dimutasi pastinya harus ikhlas menerimanya,” katanya kepada wartawan ketika ditemui di ruang kerjanya di Kantor Disdik Sumut, Senin (10/10).

Dia mengurai, PNS itu abdi negara yang dituntut memiliki loyalitas mengemban tugas sebagai pelayan masyarakat. “Sebagai PNS harus siap diangkat dan diberhentikan oleh pemimpin sebagai bentuk dari pengabdian dan tanggungjawab. Artinya, PNS harus mendukung program Plt Gubsu,” ingatkannya.

Ilyas membeberkan, sesuai sumpah jabatan Korpri, dinyatakan seseorang yang diangkat menjadi PNS harus bersedia diangkat dan diberhentikan dari jabatan struktural. Seorang abdi negara harus bersedia ditugaskan di seluruh kawasan Indonesia. Artinya, PNS harus memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pimpinannya dengan menunjukkan sikap profesionalisme selama bekerja di instansi di mana pun bertugas.

Lebih lanjut, Ilyas mendukung kebijakan Plt Gubsu yang mencopot dan memutasi pejabat eselon III di lingkungan Pemprovsu, karena pencoptan dan mutasi pejabat merupakan hak preoregative kepala daerah.
“Seorang atasan selalu kesulitan memberi dan mengamanahkan jabatan kepada bawahannya melalui dasar pertimbangan dan keputusan yang tepat,” tegasnya.

Mengingat kondisi sekarang ini, di mana kebijakan Plt Gubsu memutasi posisi pejabat struktural eselon III itu, tak jarang harus berhadapan dengan perlawanan dari berbagai elemen yang anti terhadap kebijakan tersebut. Tapi terpenting, PNS di lingkungan Pemprovsu harus bersama-sama besinergi bekerja melayani masyarakat dan mengawal kepemimpinan Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang dipercaya menjadi orang pertama di Sumut.

“PNS tak boleh berpolitik. Karena tugasnya hanya bekerja dan loyal kepada pimpinannya dalam kondisi apapun, baik itu dipecaya menjadi pejabat eselon atau staf di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Biarkanlah Plt Gubsu yang menilai kinerja bawahannya. Sedangkan PNS mempertanggungjawabkan pekerjaan yang diberikannya kepada kita,” terangnya. (ade/ril)

Supir Ngantuk, Bus Haji RI Kecelakaan

MADINAH- Sebuah bus pengangkut calon jamaah haji Indonesia dari Jeddah ke Madinah mengalami kecelakaan. Kecelakaan itu terjadi saat supir bus mengantuk sehingga keluar dari jalan raya, lantas menabrak bebatuan. Beberapa calhaj pun terluka.

“Nabrak batu besar sekali, lalu busnya loncat, masih nabrak batu-batu,” kata Eni, seorang calhaj, Senin (10/10).
Eni dan suaminya, Madkan, ditemui di bus pengganti yang transit di Terminal Hijrah, Madinah
Sedang kecelakaan terjadi sekitar 150 km dari Madinah.  Sekadar diketahui, di kiri kanan jalan beraspal mulus dan lebar dalam perjalanan Jeddah-Madinah dipenuhi bukit gersang berbatu.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.00 WAS atau 12.00 WIB. Sebanyak 8 jamaah terluka, 5 di antaranya dibawa ke rumah sakit, sedang 3 lainnya luka ringan tetap berada dalam rombongan bus pengganti.

Para korban dibawa oleh 2 ambulans Saudi dan 2 ambulans PBHI Madinah. Menurut Eni, saat terjadi kecelakaan semua penumpang berteriak kaget. “Semua teriak Allahu Akbar, shalawatan,” kata jamaah asal Grobogan yang tergabung dalam kloter SOC-24 (embarkasi Solo) ini.

Akibat kecelakaan tersebut, bagian depan bawah bus ringsek. “Alhamdulillah semua penumpang selamat, meski luka tapi tidak fatal,” kata Eni.

Sekitar pukul 12.15 WAS atau 16.15 WIB, bus pengganti yang membawa Eni dkk sedang menuju pemondokan mereka di sekitar Masjid Nabawi, Madinah.

Calhaj NAD Gabung ke Medan

Sebanyak 63 jamaah calhaj asal NAD akan diberangkatkan bersama jamaah calhaj Embarkasi Medan kloter XIX pada 22 Oktober mendatang. Dari 310 jamaah, 247 diantaranya jamaah calhaj Embarkasi Medan.

Sekretaris PPIH Embarkasi Medan Abdul Rahman menyatakan, para jamaah asal NAD itu dipindahkan menuju Embarkasi Medan karena batas kuota telah melampaui. Dan sisanya ini terlalu sedikit untuk diberangkatkan dalam satu kloter. “Karena itu, jamaah calhaj ini dialihkan menuju embarkasi terdekat. Para jamaah asal NAD akan sampai Jumat (21/10) mendatang di Asrama Haji Medan, dan istirahat satu malam di Ahmed kemudian berangkat menuju Jeddah,” ungkapnya, Senin (10/10).

Jumlah jamaah dalam satu kloter Embarkasi Aceh yakni sebanyak 380-an orang. Tidak seperti di Embarkasi Medan yang mencapai 455 jamaah calon haji yang berangkat. Sehingga pada kloter XIX Embarkasi Medan yang berjumlah 247 jamaah, akan ditotalkan dengan 63 jamaah yang berasal dari NAD. “Kita sama sekali tak keberatan atas kedatangan dan bergabungnya jamaah calhaj dari NAD. Bahkan tim medis dan petugas juga berasal dari Embarkasi Medan, dan itu tak menjadi masalah,” tegas Rahman lagi.

Mantan Pemain PSMS Naik Haji

Fadli Hariri akhirnya pergi memenuhi panggilan Allah SWT untuk menunaikan rukun iman terakhir. Mantan pemain PSMS ini, sejak 2007 lalu sudah berkeinginan berangkat ke tanah suci. Namun, ia terpaksa menunda keberangkatannya karena padatnya kegiatan yang kini memeperkuat tim PSM Makasar. Bahkan ia juga sempat putus asa untuk bisa menunaikan ibadah suci tersebut.

Dengan waktu yang ada, akhirnya ia memutuskan untuk menunaikan ibadah haji dan meninggalkan sementara kegiatan rutinnya itu. “Mungkin saya akan cuti selama setengah musim dan akan memulai kembali bermain pada musim selanjutnya,” jelasnya di Asrama Haji Medan, Senin (10/10).

Ia mengaku lalai dengan aktifitas dunia yang menyebabkan ibadah suci ini disia-siakan. Hingga ada penambahan kuota jamaah calhaj Sumut 2011 ini dan ia terdaftar. “Saya sudah lama mengumpulkan dana untuk melaksanakan ibadah ini,” tutur Fadli.

Tentang doa-doa, Fadli mengatakan ingin sekali menjadi manusia dari golongan yang diberikan petunjuk oleh Allah SWT. “Karena jika sudah berada di dalamnya maka surga sudah semakin dekat. Selain itu, saya juga mau menjadi haji mabrur. Hal itu jelas berat, tidak ringan untuk dilakukan, namun mudah diucapkan,” ujarnya lagi.

Ia juga menjelaskan, sesampainya di Saudi Arabia Fadli akan meminta agar dirinya dan seluruh keluarga yang dicintainya bisa meninggal dalam keadaan yang terbaik dan Muslim. “Kemudian, keluarga dan saya juga keturunan saya bisa memperoleh keberkahan dunia-akhirat serta anak-anak bisa terus taat dan sujud kepada Allah SWT,” harapnya, seraya menambahkan, harapannya kepada istri agar siap dalam pembelajaran 40 hari ditinggalkan suami, dan harus kuat serta tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Calhaj Ketinggalan, Berangkat

Seorang jamaah calhaj asal Kota Binjai, Morlan Japane Hasibuan Binti Japane Hasibuan yang sempat tertinggal rombongan, akhirnya dapat diberangkatkan dan bergabung dengan kloter VII Embarkasi Medan, Sabtu (8/10) lalu.
Humas PPIH Embarkasi Medan Sazli Nasution menjelaskan, jamaah calhaj ini tergabung dalam kloter III Embarkasi Medan. Namun, tak jadi berangkat pada, Selasa (4/10) lalu. “Warga Jalan Andalan Bergam Binjai Kota ini bisa berangkat, karena kebetulan seorang calhaj kloter VII Sutikno Bin Notowinangun, yang beralamat di Dusun III Sei Rotan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang juga menunda keberangkatannya karena mengalami sakit,” tuturnya, Senin (10/10).

Sutikno ini dirawat di RSU Permata Bunda Medan sejak 23 September 2011 hingga saat ini. “Jadi bisa ditukar keberangkatannya dengan Morlan,” jelas Sazli.

Sebelumnya, sebanyak 455 calhaj kloter VII ini berangkat ke Bandara King Abdul Aziz Jeddah melalui Bandara Internasional Polonia Medan pada Sabtu (8/10) sekira pukul 09.14 WIB. Dari 455 Calhaj tersebut, yakni 368 orang dari Kabupaten Deli Serdang, 82 orang dari Medan, dan lima orang petugas haji. (bbs/saz)

Diimpikan Bing Slamet Bisa Setenar Hollywood

Tangkiwood, Kampung Artis Tempo Dulu yang Kini Hampir Punah

Pada tahun 50-an, Kampung Tangkiwood di Jakarta sempat tenar sebagai penghasil aktor/aktris film hingga pemain figuran. Kini kampung itu sedang di ujung kepunahan.

M. HILMI SETIAWAN, Jakarta

MENCARI lokasi Kampung Tangkiwood tidak terlalu sulit. Jaraknya tidak lebih dari 10 kilometer arah utara Tugu Monas. Posisi kampung seluas 3.749 meter persegi itu persis di belakang Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari yang pada zaman Belanda dulu bernama Princen Park.

Kampung Tangkiwood memang pernah beken pada kurun 1950-an. Tapi, keberadaannya sebagai lumbung artis dan pemeran figuran mulai meredup pada pengujung 1970-an.

Tak berlebihan jika kampung yang sekarang terdiri atas 82 RT dan 7 RW itu pernah beken sebagai lumbung aktor dan artis. Sebab, di sana pernah tinggal artis-artis terkenal pada zamannya.
Di antaranya, Tan Tjeng Bok atau yang dikenal dengan nama panggung Pak Item, Wolly Sutinah alias Mak Wok, Netty Herawati, dan Misbach Jusa Biran. Selanjutnya, ada Bing Slamet, Eddy Sud, Ateng, dan Ishak, anggota kelompok pelawak Kwartet Jaya.

Musisi kondang Idris Sardi juga lahir dan besar di Tangkiwood. Artis lain yang pernah tinggal di Tangkiwood adalah Aminah Cendrakasih yang berperan sebagai enyak si Doel. Sayangnya, saat berkunjung ke Tangkiwood pada Sabtu lalu (8/10) nama-nama kondang di dunia perfilman yang menghidupkan Tangkiwood tersebut sudah tiada. Baik karena telah meninggal maupun memilih tinggal di tempat lain. Hanya tersisa satu nama artis yang menghuni Kampung Tangkiwood, yaitu Laela Sari.

Laela yang akrab dengan sapaan nenek itu menempati rumah mungil di mulut gang menuju perkampungan Tangkiwood. Sebelum menemukan rumah artis yang sering tampil ala rocker tersebut, kita harus melalui gang Tangkiwood yang cukup sempit. Lebarnya tidak lebih dari dua kali lebar setir motor. Akibatnya, setiap berpapasan dengan motor lain, salah satu harus mengalah dan berhenti.

Kesemrawutan Kampung Tangkiwood tidak hanya disebabkan sempitnya gang-gang, tapi juga perilaku penghuninya yang kurang tertib. Bayangkan, ada sebagian warga yang nekat menjadikan lorong gang sebagai tempat memasak dan mencuci piring. Tak ayal, gang semakin sempit di beberapa titik.

Setelah mengajak sebentar berkeliling Kampung Tangkiwood, Laela lantas meminta wawancara dilakukan di rumahnya saja. Maklum, menginjak usia 76 tahun, dia mengaku gampang pegal jika terlalu lama berdiri.
Sambil menyuguhkan sebotol teh dingin, artis yang berulang tahun setiap 4 November itu mulai bertutur tentang gemerlapnya Tangkiwood tempo dulu. “Saya benar-benar rindu Tangkiwood zaman dulu. Bukan yang sekarang,” katanya membuka cerita.

Laela menuturkan, kompleks artis Tangkiwood didirikan menjelang dekade 1950 oleh keluarga Idris Sardi. Saat itu, kampung atau Kelurahan Tangki dipilih karena lokasinya berdekatan dengan pusat hiburan Princen Park atau yang sekarang bernama Taman Hiburan Rakyat (THR) Lokasari. Saat itu, THR Lokasari menjadi pusat kesenian. Setiap akhir pekan, ada pertunjukan lawak, musik, tari topeng, serta teater. “Sempat ada gedung bioskop dan lokasi syutingnya,” papar Laela.

Idris Sardi saat itu melihat kehidupan artis-artis dan seniman tidak teratur. Mereka tinggal di seluruh penjuru Jakarta. Karena itu, ketika ada order manggung atau syuting sewaktu-waktu, mereka sulit dihubungi. Akibatnya, order pun melayang. Dengan kompak, para artis yang sering manggung di THR Lokasari pun berembuk, lalu bersepakat untuk dibuatkan hunian di sudut Kelurahan Tangki.

Setelah bersepakat tinggal dalam sebuah kompleks khusus artis dan seniman, pekerjaan selanjutnya adalah memberi nama atau sebutan. Maestro lawak Bing Slamet pun menceletuk. Dia punya ide kampung artis itu diberi nama Tangkiwood. Dengan penuh canda, Bing Slamet berharap Tangkiwood bisa mengalahkan ketenaran Hollywood di Amerika.

Saat Tangkiwood diresmikan, kata Laela, dirinya menginjak umur belasan tahun. Saat itu, karirnya sebagai bintang film belia sedang menanjak. Di antaranya ketika berperan dalam film Air Mata Ibu, Kembang Kacang, dan Sepasang Burung Merpati. “Dulu banyak artis populer yang tinggal di Tangkiwood. Termasuk saya,” ungkapnya lantas tertawa.

Nenek tiga cucu itu menjelaskan, kehidupan artis yang tinggal di Tangkiwood tidak bisa disejajarkan dengan artis-artis di Hollywood. Laela menuturkan, saat itu artis dan figuran yang tinggal di Tangkiwood menempati rumah-rumah berdinding anyaman bambu. Jumlahnya mendekati seratus orang. Padahal, di luar Kampung Tangkiwood, sudah banyak rumah bertingkat dan berdinding batu bata. “Meski berdinding bambu, tidak sekumuh saat ini,” tegasnya.
Istri mendiang seniman drama panggung M. Iskandar tersebut mengungkapkan, dirinya masih ingat betul, kala itu masih ada jarak antara satu rumah dan rumah lainnya. Bahkan, rumah Laela kala itu dilengkapi sebuah kolam ikan kecil di bagian depan.

Dia menuturkan, meski tinggal bersama rekan seprofesi, tidak pernah terjadi pertengkaran gara-gara berebut jatah manggung atau order main film. Dia menegaskan, para artis dan figuran sama-sama paham bahwa pilihan produser atau sutradara adalah mutlak. Pada zaman itu, tidak berlaku lobi-lobi atau suap-menyuap untuk tampil di layar lebar.
Namun, kata Laela, setelah memiliki tabungan cukup, banyak artis yang meninggalkan Kampung Tangkiwood. “Banyak yang pergi karena bisa membeli rumah mewah,” ujarnya.
Gelombang eksodus artis ke luar Kampung Tangkiwood semakin santer ketika era film tanah air sedang berkembang pada dekade 1970-an.
Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin (masa jabatan 1966?1977), sempat mengerem keluarnya artis-artis dari Kampung Tangkiwood. Laela masih ingat betul, Ali Sadikin sempat merenovasi beberapa rumah artis dan figuran yang bernasib kurang mujur. Selain itu, tiap tahun gubernur yang meninggal pada umur 80 tahun tersebut memberikan santunan kepada artis-artis penghuni Tangkiwood.
Upaya Ali Sadikin itu ternyata tidak bisa mencegah kematian Kampung Tangkiwood. Laela menuturkan, di Kampung Tangkiwood saat ini sudah tidak ada artis yang tinggal selain dirinya. “Saya saja sekarang rumahnya sedikit di luar Tangkiwood. Pokoknya, beda sekali Tangkiwood sekarang dengan dulu,” tegas artis yang tahun lalu main dalam film Hantu Tanah Kusir tersebut.
Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan sudah tidak populer, Laela tidak punya harapan besar terkait dengan Tangkiwood. Jika pemerintah memang berniat mendirikan kampung khusus artis, dia menyatakan sulit jika diwujudkan di Tangkiwood. Sebab, kampung tersebut sudah penuh sesak dengan kos-kosan serta rumah kontrakan.
Selain itu, Laela tidak bisa menjamin artis-artis atau pemain film bakal mau ditempatkan dalam sebuah kompleks atau kampung khusus artis. “Sekarang hampir sulit mencari artis yang tidak memiliki rumah. Berbeda dari zaman kami dulu,” ujarnya.
Meski begitu, dia berharap seniman atau tokoh industri film saat ini tidak melupakan sejarah Tangkiwood yang pernah tenar sebagai lumbung artis-artis papan atas negeri ini. (c5/kum/jpnn)

Calon Nyonya Hutapea

Olla Ramlan

Sempat malu-malu dan merahasiakan identitas kekasih barunya, kini Olla Ramlan makin berani memamerkan Muhammad Aufar Hutapea.

Ya, Olla terlihat yakin dan girang bahwa jalinan cintanya dengan anak bos Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI) Daniel Hutapea itu akan sukses sampai ke pelaminan. Janda anak satu itu memang sengaja tampil di publik berdua dengan Aufar saat menghadiri pernikahan Thalita Latief dan Dennis Rizky di Ballroom Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Minggu (9/10) malam.

“Mudah-mudahan saya bisa jodoh dengan dia, dan dia bisa menerima kekurangan saya,” ungkap Olla menilai Aufar, si pengusaha resort dan kuliner itu.

Saat ditanya kapan akan menikah, perempuan asal Banjarmasin itu mengaku tinggal menunggu lamaran sang kekasih.
“Insya Allah kalau memang jodoh bisa ke tingkat yang lebih serius lagi. Tapi semuanya tergantung yang di Atas. Jalanin aja. Saya kan tergantung imamnya,” ujarnya.

Sebelum ke naik ke pelaminan, perempuan berusia 31 tahun ini ingin menjalani masa pacaran dengan santai. Olla mengaku tak mau mengalami kegagalan yang kedua kali dalam membangun rumah tangga. Sebab itu, Olla ingin mengenal lebih jauh calon suaminya itu.

“Jalani dulu saja. Lihat perilaku baiknya, lihat semuanya,” tutur perempuan bertato itu.
Kapan sih mulai pacarannya? Olla mengaku tak ingat. Tapi ditegaskan, dirinya merasanya nyaman ada Aufar di sisinya hari-hari ini.

“Kita sudah berapa lama lupa, nggak ada tanggal spesial. Tapi yang penting dia support saya, mengerti saya dengan semua kesibukan saya, status saya, yang penting dia menyayangi saya,” tutur Olla.
Olla juga diakui Aufar bukanlah orang baru di keluarganya. Ia mengaku mengenal presenter cantik itu semenjak kecil karena dikenalkan oleh orangtuanya.

“Kita sama keluarganya dekat, keluarganya juga deket sama keluarga saya,” ungkap Aufar.
Diakui oleh Aufar jika dirinya memang jarang memiliki teman dekat perempuan. Namun sosok Olla dianggapnya berbeda, sehingga dekat dengan dirinya.

“Saya jarang punya banyak temen cewek, jadi dia doang yang paling dekatlah,” ujarnya.
Dalam diri Olla, Aufar mengaku telah menemukan sosok yang sesuai dengan kreteria yang diinginkannya.
“Olla itu orangnya baik banget. Kita dekat beberapa bulan belakangan. Insya Allah dia masuk dalam kriteria saya,” cetusnya.

Aufar juga secara terang-terangan bakal mempersunting presenter itu tahun depan.
“Mungkin (menikah), kalau tahun ini kan kecepetan,” tambah Aufar.

Aufar pun tak mempermasalahkan status Olla yang pernah gagal membina rumah tangga dan memiliki satu anak.
“Nggak masalah, bagus-bagus aja lah, lebih pengalaman kan,” ucapnya yakin.(bcg/jpnn)

Terancam 7 Tahun Penjara Ketua KPU Jadi Tersangka

JAKARTA- Penyidikan kasus surat palsu Mahkamah Konstitusi (MK) mulai menyentuh oknum kakap. Mabes Polri ternyata sudah menetapkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary sebagai tersangka.
Kemarin (10/10), Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Mabes Polri.

“Sesuai data yang ada pada JAM Pidum (Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Red.), Kejaagung betul telah menerima SPDP atas nama tersangka yang saudara maksudkan (Hafiz Anshary, Red.),” kata Wakil Jaksa Agung Darmono di Kejagung kemarin. SPDP tersebut, kata Darmono, bernomor  No.B./81-DP/VII/2011/Dit.Tipid um.

Apa saja pasal yang disangkakan? Darmono tak langsung menjawab. Alumni Universitas Islam Indonesia (UII) ini hanya tersenyum.

“Pasal yang disangkakan adalah Pasal 263 dan 266 KUHP,” katanya. Pasal 263 menjerat mereka yang membuat surat palsu sedangkan Pasal 266 terkait menyuruh orang lain untuk memasukkan keterangan palsu dalam akta otentik. Hafiz terancam enam sampai tujuh tahun penjara.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, namun kasus yang disangkakan kepada Hafiz adalah kasus yang berbeda. Anggota Panja Mafia Pemilu Abdul Malik Haramain menyatakan, Hafiz ditetapkan sebagai tersangka atas surat palsu terkait dan memberikan keterangan palsu terkait pilkada Maluku Utara.

“Setahu saya itu kasus di Halmahera Barat,” kata Malik saat dihubungi.

Sementara, Anggota Panja Mafia Pemilu Arif Wibowo menilai, apapun kasus yang disangkakan kepada Hafiz, mestinya seluruh anggota KPU yang terlibat dalam rapat pleno juga ditetapkan sebagai tersangka. “Penetapan ini aneh, tapi ada baiknya supaya mengungkap tuntas seluruh kasus surat palsu lainnya,” kata Arif saat dihubungi.

Dengan adanya fakta ini, kata Arif, semakin terlihat bahwa kasus surat palsu dalam proses pemilu, terjadi tidak hanya pada satu kasus. Ironisnya, kasus suret palsu selalu menyeret  KPU sebagai penyelenggara pemilu.
“Terutama kasus surat palsu MK, harus segera didorong penyelesaiannya,” ujarnya menegaskan. (aga/bay/jpnn)

Berbahaya, Harus Segera Dihentikan

Obat Tradisional Banyak Pakai Bahan Kimia

JAKARTA – Sejumlah tugas besar menunggu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BP OM). Yang paling mendesak adalah bocornya bahan-bahan kimia obat dan industri ke perusahaan rumahan. Setelah merambah industri rumahan makanan, kini bahan kimia ini juga ditemukan pada obat tradisional.

Tingkat kebocoran bahan kimia obat dan industri ini Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM Roy Sparringa. Dia menuturkan, modus kebocoran ini sudah semakin berkembang. Di antaranya, pihak distributor mengirim langsung bahan-bahan kimia itu ke industri rumahan. “Jadi semakin sulit dipantau, jika hanya dilihat di retailer-retailer saja,” tuturnya.

Untuk bahan kimia berbahaya yang kerap ditemukan di makanan di antaraya pewarna tekstil, borak, dan formalin. Roy menuturkan, sebagian besar bahan kimia itu bisa ditemukan di jajanan sekolah. Bahan kimia itu berisiko memicu kanker jika dikonsumsi terus menerus.

Selain itu, bahan kimia obat juga ditemukan BPOM pada obat tradisonal. Di antaranya fenilbutason, metampiron, parasetamol, sibutramin, sildenafil, dan asam mefenamat. Roy berharap instansi pusat hingga pemerintah daerah saling membantu mengawasi peredaran bahan kimia makanan dan obat tersebut.

Temuan terbaru BPOM yang dilansir akhir pekan lalu menyebutkan, ada 21 obat tradisional yang diracik dengan bahan kimia obat (OT-BKO). Celakanya, 20 di antaranya tidak terdaftar di BPOM.

Setelah dianalisis, terjadi memang ada perubahan tren obat tradisional yang diberi campuran bahan kimia obat. Pada kurun waktu 2001 hingga 2007, obat tradisional yang kedapatan dicampur dengan bahan kimia berjenis obat rematik dan penghilang rasa sakit.

Sedangkan pada kurun waktu 2008 hingga pertengahan 2011 ini, obat tradisional yang dicampur bahan kimia obat cenderung untuk obat pelangsing dan penambah stamina atau aprodisiaka. BPOM menindaklanjuti temuan ini dengan menarik produk-produk yang sudah ada di pasaran lalu dimusnahkan. Sementara bagi obat tradisional yang terdaftar, izinnya bakal dicabut.

Lebih lanjut Roy menuturkan, maraknya kebocoran bahan kimia ini disebabkan hukuman yang lemah kepada para pelaku. BPOM melansir, sejak lima tahun terakhir sudah 114 kasus kejahatan makanan dan obat yang diseret ke pengadilan. Dari seluruh kasus tersebut, rata-rata berujung vonis kurungan delapan bulan penjara. Vonis juga berujung denda antara Rp500 ribu hingga Rp1,5 juta. “Kita berharap ada hukuman yang berat, sehingga pelaku bisa jera,” katanya.

Dr Ari Fahrial Syam SpPD. Dokter sekaligus dosen Fakultas Kedokteran (FK) UI itu menuturkan, obat tradisional yang dicampur bahan kimia obat ini cukup berbahaya.
Ari menjelaskan, obat tradisional yang mengandung zat kimia tersebut memiliki efek samping yang kuat pada saluran cerna atas, terutama lambung dan usus dua belas jari. (wan/nw/jpnn)

Obat Tradisional Mengandung Bahan Kimia Obat

  1. Poten Zhi Kampus (PT Daxen Indonesia, Bogor) mengandung Tadalafil. Izin edar dibatalkan.
  2. Asam Urat Nyeri Tulang Cap Gunung Krakatau (Citra Herbindo Utama, Jakarta) mengandung Parasetamol dan fenilbutason. Tidak terdaftar.
  3. Buah Naga Kapsul (Lebah,Makassar) mengandung Parasetamol dan genilbutason. Tidak terdaftar.
  4. Dewa Dewi Kapsul (PJ. Kurnia, Jawa Tengah) mengandung Parasetamol. Tidak terdaftar.
  5. Jamu Cap Putri Sakti Penyehat Badan (CV Putri Sakti Hsuada, Jawa Timur) mengandung Fenilbutason. Tidak terdaftar.
  6. Jamu Tradisional Jawa Asli Cap Putri Sakti (CV Putri Sakti Husada, Jawa Timur) mengandung Fenilbutason. Tidak terdaftar.
  7. Kapsul Telat Bulan (Tabib Jaya Sakti, Jawa Tengah) mengandung Parasetamol. Tidak terdaftar.
  8. Kuat Tahan Lama (PJ Racikan Madura) mengandung sildenafil sitrat. Tidak terdaftar.
  9. Lebah Mutiara Asam Urat Kapsul (PJ Tradisional Solo) mengandung parasetamol. Tidak terdaftar.
  10. Linu Rat Kapsul (PJ Sido Mekar) mengandung Piroksikam. Tidak terdaftar.
  11. Lebah Mutiara Gatal-gatal Kapsul (PJ Tradisional Solo) mengandung parasetamol. Tidak terdaftar.
  12. MD dan SM Obat Asam Urat Nyeri Tulang/Sendi Cicunguya Kapsul (PR Ramuan Dayak) mengandung parasetamol dan fenilbutason. Tidak terdaftar.
  13. Obat Kuat dan Tahan Lama Powerman kapsul (Indo Alam Perkasa, Denpasar) mengandung sildenafil sitrat. Tidak terdaftar.
  14. Obat Kuat dan Tahan Lama Super X Kapsul (PT Husodo jaya) mengandung Sildenafil sitrat dan parasetamol. Tidak terdaftar.
  15. Pil Anti Sakit Gigi Plus Pak Tani Tablet (Sari Tani, Jawa Tengah) mengandung parasetamol. Tidak terdaftar.
  16. Prima Setia Kapsul (CV Manshuba Indo herba, Jakarta) mengandung Sildenafil sitrat. Tidak terdaftar.
  17. Scorpion Kapsul (PJ Sinar Makmur, Madura) mengandung parasetamol. Tidak terdaftar.
  18. Spider Kapsul (PJ Sinar Makmur, Madura) mengandung sildenafil sitrat. Tidak terdaftar.
  19. Tangkur Cobra Laut Kapsul (PJ Bima Perkasa) Sildenafil sitrat dan natrium diklofenak. Tidak terdaftar.
  20. Tiger Fit Asam Urat dan Flut Tulang Kapsul (Akar Tiongkok Indonesia) mengandung parasetamol. Tidak terdaftar.
  21. Power Up Kapsul (Tibet Sheng Yang Bioengineering/PT Woo Tekh Indonesia) mengandung sildenafil sitrat. Tidak terdaftar.

Keterangan:
Obat-obat yang tidak terdaftar menggunakan nomor izin edar fiktif.

Sumber : BPOM

Tahanan Kabur Sambil Tembaki Staf Kejari Medan

MEDAN-Seorang tahanan Poldasu Budi Santoso berusaha kabur saat akan dibawa ke Rumah Tahanan Kelas I Tanjung Gusta dari  Kejari Medan di Jalan Adinegoro Medan, Senin (10/10).

Tahanan yang ditangkap Poldasu akibat melakukan  pemalsuan STNK berusaha kabur saat akan dimasukkan ke dalam  mobil tahan milik Kejaksaan Negeri Medan. Saat berada di depan pintu mobil, tersangka langsung lari. Sedangkan beberapa staf kejaksaan yang melihat tersangka kabur langsung mengejarnya. Di jalanan, tersangka langsung mengeluarkan senjata api air soft gun jenis FN dari balik pinggangnya dan menembaki staf kejari yang mengejarnya.
Melihat tersangka mengeluarkan dan menembakkan senjata, staf yang mengejar terpaksa berhenti dan tiarap di tengah jalan. Kemudian staf Kejari tadipun kembali melakukan pengejaran kembali sambil meneriaki maling.

Tersangka yang mengetahui dirinya dikejar staf Kejari terus melarikan diri. Saat melintas di depan Satlantas Polresta Medan yang jaraknya tidak jauh dari Kejari Medan, Budi berhasil diamankan beberapa orang calo yang berada di depan Satlantas Polresta Medan. Budi pun akhirnya berhasil diringkus dan dihajar hingga babak belur dan diserahkan ke Kejari Medan.  Budi mengaku mendapat air soft gun dari seorang temannya Fahmi saat mengunjunginya di ruang tahanan Poldasu. (rud/mag-7)