31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14695

SBY Tinggal Ketok Nama Menteri Baru

JAKARTA- Proses perombakan kabinet sudah memasuki tahap akhir. Simulasi yang pernah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Boediono, sepertinya, sudah mengerucutkan pada nama-nama yang bakal menjadi bagian Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid dua.

Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengungkapkan, presiden bersama wapres telah memertimbangkan nama-nama yang pas sebagai menteri. “Nggak perlu pakai-pakai kandidat lagi, langsung ditetapkan,” kata Julian di kompleks Istana Kepresidenan, kemarin (10/10).

Dia tidak memastikan apakah akan ada proses fit and proper test, seperti yang pernah terjadi di awal pembentukan KIB jlid dua. Julian hanya menyebut mekanisme sudah berjalan dengan baik. “Yang bisa saya pastikan policy speech, pidato kebijakan yang mengait pada reshuffle kabinet,” ujar Julian. Kapan akan disampaikan policy speech dan pengumuman reshuffle itu? Julian hanya mengatakan, hal itu akan dilakukan sebelum tanggal 20 Oktober. “Insya Allah,” singkatnya saat ditanya lokasi pengumuman di Jakarta.

Sebelum menerima kunjungan Presiden Slovakia Ivan Gasparovic, Presiden SBY sempat menyapa wartawan meski tidak jelas maksud ucapannya. “Sudah dapat bocoran belum?” tanyanya kepada wartawan sebelum masuk ke Istana Merdeka. Namun SBY tidak menjawab pertanyaan lanjutan dari wartawan dan membalasnya dengan senyum. (fal/bay/pri/jpnn)

Perempuan Anti Rok

Ribka Tjiptaning

Jangan berpikiran melihat politisi perempuan di DPR, seluruhnya berpenampilan glamour, anggun dan pesolek. Buang persepsi itu jika berhadapan dengan Ketua Komisi IX DPR RI Ribka Tjiptaning.

Jika mengamati penampilan politikus PDI Perjuangan Ribka Tjiptaning secara seksama dapat dipastikan tidak pernah melihat dirinya mengenakan rok layaknya politisi perempuan Senayan lainnya.

Dia selalu mengenakan celana panjang, layaknya kaum pria. “Saya pakai celana panjang sejak kecil, memang seperti cowok,” katanya, akhir pekan lalu.

Tidak hanya celana panjang , aksesori yang kerap dipakai perempuan pada umumnya juga tak ia kenakan seperti gelang emas, kalung emas, apalagi sepatu high heels. Justru sebaliknya, di tangan Ribka terlihat gelang besi. Begitu juga sepatu Ribak, bukan yang berhak tinggi.

Selain mengaku maskulin sejak kecil, Ribka memiliki alasan filosofis atas busana yang ia kenakan. Menurut dia, dalam menyelesaikan persoalan rakyat tidak bisa diselesaikan dengan sasak tinggi dan sepatu tinggi. “Lucu juga kalau partaiku partai wong cilik tapi aku berpakaian glamour, takut jadi menghalangi untuk dekat dengan rakyat,” kilahnya. (net/bbs)

RE Siahaan Satu Sel dengan Napi Rampok dan Pembunuh

MEDAN- Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan, Thurman Hutapea mengatakan, pihaknya tidak akan memberikan fasilitas istimewa terhadap tahanan kasus korupsi, meskipun yang ditahanan tersebut mantan Wali Kota.
Pernyataan tersebut dikatakan Thurman Hutapea, ketika di konfirmasi wartawan Senin (10/10), soal ruang tahanan RE Siahaan yang baru dimutasikan KPK ke Rutan Tanjung Gusta Medan.

“Kita tidak ada mengistimewakan seseorang tahanan, baik itu mantan pejabat ataupun penghuni biasa lainnya. Dimata kita mereka tetap sama yang sudah menjadi warga binaan di rutan. Jadi tidak ada ke istimewaan ter hadap mantan wali Kota itu,” tegas Hutapea.

Lebih lanjut dikatakan Hutapea, RE Siahaan tersangka korupsi dana bantuan sosial dan pemeliharaan di Dinas Pekerjaan Umum dari APBD Pematang Siantar tahun 2007 itu, saat ini diinapkan di sel Blok F2.

“Sel Blok F2 itu punghuninya para pelaku perampokan, pembunuhan, atau perkara lainnya. Tidak ada istimewa disana,” bebernya. Lebih lanjut dikatakan Thurman Hutapea, penahanan RE Siahaan hanya bersifat sementara atau titipan sembari menunggu hasil persidangan yang akan digelar Pegadilan Tipikor Medan.

“Kalau putusan sudah jatuh dari pengadilan, barulah RE Siahaan menjadi penghuni tetap Lapas Tanjung Gusta Medan, karena status hukum yang bersangkutan sudah mempunyai hukum tetap,” ucapnya.

Sementara itu, Humas PN Medan Ahmad Guntur mengatakan, kalau mantan Wali Kota Pematang Siantar, akan disidangkan dalam waktu dekat, mengingat berkas dakwaan sudah sampai pada panitera pengganti PN Medan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini kita bisa menyidangkan mantan Wali Kota Siantar itu. Biasanya, setelah berkas kita terima, paling lambat persidangan digelar satu minggu setelah Panitera Pengganti menerima salinan dakwaan,” sebut Guntur.

Saat ini, PN Medan, sambung Guntur, sedang mempersiapkan siapa ketua mejelis hakim, hakim anggota dan penitera pengganti yang akan menyidangkan kasus itu.

“Saat ini kita sedang menyiapkan siapa hakim yang akan menyidangkan perkara RE Siahaan,” tutupnya.(rud)

Tangan Diikat, Mulut Dilakban, Mata Ditutup

Pelajar SMK Mengaku Diculik dari Rumah

TEBING TINGGI- Marisa (18) anak kedua pasangan Tukimin dan Wak Pon, Minggu (9/10) sekira pukul 20.00 WIB, diculik dua orang pemuda tak dikenal di rumahnya di Jalan Pulau Sumatera, Gang Swadaya, Lingkungan III, Kelurahan Tualang, Kota Tebing Tinggi.

Keterangan diperoleh wartawan Sumut Pos, Senin (10/10) menyebutkan, saat itu, korban dibawa pelaku dengan tangan diikat, mulut dilakban dan kedua mata ditutup.

Korban semula dibawa ke belakang Pabrik Pengolahan Sawit Rambutan, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai, dengan menggunakan sepeda motor.

Setelah sampai di belakang pabrik, ternyata sudah menunggu tiga pelaku lain. Disini, korban dipukuli, rambut dijambak dan ditendang pelaku.

Tak mampu menahan sakit, Marisa mencoba meminta tolong kepada temannya melalui telepon seluler, namun pelaku merebut telepon tersebut.

Saat terjadi aksi pemukulan, tiba-tiba melintas teman korban, Kiki Aririski (19) warga Desa Langau, Dusun 10, Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Kiki yang dikenal sebagai gadis tomboi ini, datang dengan mengendarai sepeda motor. Anehnya, saat Kiki datang dan membawa Marisa, kelima pelaku penculikan hanya diam saja.

“Aku langsung dibonceng Kiki, nggak tahu dibawah kemana malam itu, terakhir ingat ku sudah berada di dalam kamar rumah si Kiki di Paya Lombang,” kata Marisa mengisahkan saat membuat pengaduan ke Mapolres Tebing Tinggi.
Ironisnya, setelah berhasil melepaskan diri dari kelima kawanan kawanan penculik, di rumah Kiki, korban malah disekap, tak boleh keluar dari kamarnya. Bahkan, Kiki sempat menampar korban karena terus menangis di kamar.
“Kau jangan menangis saja, pokoknya tidak boleh pulang,” kata Marisa menirukan ucapan Kiki yang selalu membentaknya malam itu.

Karena menghilang dari rumah, orangtua korban pun panik. Me reka menghubungi seluruh keluarga memberitahukan tentang peristiwa yang dialami anaknya.

Kerabat korban Hendra dan Darma yang mendapat informasi hilangnya Marisa dari rumah atas laporan kedua orangtuanya, langsung mencari ke rumah teman-teman korban.

“Saat itu kami terpikir, mungkin Marisa dibawa atau di rumah Kiki, karena selama ini mereka akrab berteman,” kata Hendra.

Tanpa pikir panjang, keduanya bergegas menuju rumah Kiki di Desa Paya Lombang, Senin (10/10) sekitar pukul 07.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor. Begitu sampai di depan rumah, Kiki yang sedang makan di depan teras langsung kabur melihat kedatangan mereka.

“Begitu kami datang, dia langsung kabur, jadi kami masuk ke dalam rumah dan mendobrak pin tu kamar, ternyata Marisa memang ada di dalam kamar sedang menangis,” kata Hendra dan Darma.

Tak terima anaknya diperlakukan semena-mena, orangtua korban langsung membuat pengaduan ke Mapolres Tebing Tinggi. Keduanya meminta pihak kepolisian untuk menindak pelaku penculikan Marisa.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi AKP Lili Astono mengatakan, masih menyelidiki motif penculikan terhadap anak di bawah umur ini, sementara pelaku kawanan penculikan masih dalam pengejaran petugas Mapolres Tebing Tinggi.(mag-3)

Bupati Janji Berantas Oknum yang Terlibat

Alih Fungsi Lahan Hutan Mangrove

LANGKAT- Menyusul gencarnya perambahan lahan sepanjang pesisir pantai, diduga dilakukan oknum-oknum tertentu segera disikapi tegas Pemkab Langkat. Bupati Langkat H Ngogesa Sitepu meminta waktu merumuskannya sepekan bersama SKPD tekait memberantas seluruh pelanggaran secara bertahap.

“Kami memahami persoalan pelanggaran alih fungsi lahan ini, makanya dalam sepekan kami bersama dengan tim khususnya SKPD terkait, mohon waktu membahasnya. Nah, untuk kelanjutannya kita akan memberantas keseluruhan pelanggaran itu secara bertahap,” Ngogesa, seusai menerima warga nelayan Kecamatan Besitang di ruang pola kantor Bupati, Senin (10/10).  Pemberantasan dijanjikan, berlaku untuk semua perambahan atau alih fungsi illegal.
“Ya. Bukan hanya perambahan hutan pantai di Besitang saja, terhadap semua persoalan serupa yang terjadi di kawasan hutan pantai di Langkat. Kita akan lakukan tindakan tegas sampai ke proses hukum, dan tidak akan ada pilih kasih,” ungkap dia.

Diingatkan dia, sembari meminta wartawan bersabar menunggu tanggal mainnya, pemberangusan terhadap perambah tidak dilakukan sekaligus secara bersamaan melainkan secara bertahap.

Sebelumnya, warga nelayan tradisional Besitang menyampaikan keluhan tetang merebaknya perambahan sekaligus pengalihfungsian hutan pantai di daerahnya oleh pemodal kuat dijadikan kebun, termasuk Pulau Sedapan yang luasnya ratusan hektar, kini sudah dilingkup oleh oknum pengusaha juga diduga akan di alih fungsikan jadi kebun sawit.
Fajar Nasution, satu diantara nelayan Besitang menceritakan bahwa kawasan hutan pantai di Besitang terdapat alur atau paloh yang dijadikan tempat mencari nafkah bagi warga nelayan. Sebab di kawasan itu bukan hanya ada ikan maupun udang yang dapat diambil untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga ada pohon nipah yang daunnya bisa dijadikan atap.

“Tapi sekarang, hutan pantai itu sudah banyak dialihfungsikan menjadi kebun sawit, dan alur-alur ditutup sehingga praktis berdampak buruk bagi nelayan. Bukan hanya kehilangan mata pencaharian, tetapi juga sering kebanjiran karena dampak dari pengalihfungsian hutan pantai dan penutupan sejumlan alur tersebut,” urainya. (mag-4)

Keterangan Saksi Mengarah ke Ali Umri

Sidang Kasus Penipuan 18 Tenaga Honorer Dishub Binjai

BINJAI- Sidang kasus penipuan 18 tenaga honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, yang dijanjikan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan membayar Rp30 juta per orang, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Binjai, Senin (10/10) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Saut Pasaribu dan JPU Rismaidi, menghadirkan lima orang saksi yakni, Ariatik, Juliani, Sofyan Hadi, Rinaldi dan Novi. Kelima saksi merupakan tenaga honorer Dishub yang menjadi korban penipuan tersebut.

Dalam persidangan itu, salah seorang saksi Andi Rindali, menerangkan, dia memberikan uang kepada Irianto alias Anto selaku terdakwa dalam sidah ini, sebanyak Rp30 juta dengan dua tahap.

“Pertama kali, saya serahkan di rumah pak Anto sebesar Rp20 juta. Kedua, saya serahkan di ruangannya sebesar Rp10 juta. Saat itu, pak Anto tidak mau memakai serah terima atau kwitansi. Seterusnya, uang itu dibagikan kepada Neli (terdakwa lain, Red) untuk dihitung,” jelas Andi.

Karena tak kunjung diangkat menjadi PNS, lanjutnya, dia lantas menghubungi korban lainnya, membuat pertemuan untuk membahas persoalan itu.

Untuk selanjutnya, ucap Andi, mereka memberanikan diri menjumpai Anto, mempertanyakan kejelasan pengangkatan PNS tersebut. Saat itu, ucap Andi dipersidangan, Anto mengatakan kalau ia tidak tahu menahu dengan hal itu, karena uang mereka sudah diberikan kepada Boy Umri adik Ali Umri.

Masih Andi, tak lama setelah mereka menanyakan kejelasan pengangkatan PNS kepada Anto, mereka (18 honorer) yang sudah menyetorkan uang kepada Anto, kembali dikumpulkan di Aula Dishub Binjai.  Di Aula tersebut, ucap Andi, sudah ada Kadishub Binjai Fadlan, Boy Umri dan Anto. Saat itu, Boy Umri mengaku, kalau uang mereka sudah diserahkannya kepada Ali Umri.

“Karena uang itu sudah diberikan kepada Ali Umri, akhirnya Boy Umri berjanji akan segera mengembalikan uang tersebut kepada kami. Namun, sampai saat ini uang kami juga belum dikembalikan,” ucapnya di hadapan majelis hakim.

Begitu juga halnya dengan keterangan 4 saksi lainnya, yang mengaku menyerahkan uang kepada Anto dan dihitung oleh Neli. Selanjutnya, uang itu tidak tahu kemana.

“Kami sempat bertanya kepada pak Anto, tapi pak Anto bilang uang kami sudah diserahkan kepada Boy Umri. Lalu, dari pengakuan Boy Umri, uang itu sudah diberikan kepada Ali Umri,” terang saksi lainnya.

Stelah mendengarkan keterangan lima saksi, Ketua Majelis Hakim, Saut Pasaribu, meminta JPU menghadirkan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Binjai HT Fadlan, dan M Sarifuddin alias Boy Umri, pada persidangan berikutnya.
Dimintanya JPU untuk menghadirkan Fadlan dan Boy Umri, dikarenakan keterangan lima orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan itu, selalu mengarah kepada keduanya. Sehingga, ketua majelis hakim ingin mendengarkan keterangan Fadlan dan Boy Umri yang selalu disebut-sebut dalam persidangan tersebut.(dan)

Beli Rujak, Uang Dicuri OTK

TEBING TINGGI- Br Silalahi (43) ibu rumah tangga, warga Kampung Persiakan, Jalan Pulau Sumatera, Kota Tebing Tinggi, menderita kerugian sebesar Rp5 juta, karena uang yang disimpan di dalam jok sepeda motor Honda Revo BK 5128 SW diambil pencuri ketika membeli rujak di Jalan Pulau Sumatera, Senin (10/10) sekira pukul 13.30 WIB, usai mengambil uang di Bank Sumut, Jalan Sutomo Kota Tebing Tinggi.

“Pelaku naik mobil Avanza warna hitam, platnya BK 199, serinya aku lupa. Memang sejak aku mengambil uang di bank, mobil itu terus membuntuti,” kata Br Silalahi, ketika membuat pengaduan di Mapolres Tebing Tinggi.

Lanjut Br Silalahi, saat dia membeli rujak, sepeda motornya dipakirkan di depan penjual sayur, sementara seorang pelaku berbadan tegap menggunakan celana loreng, juga membeli rujak.

“Sekitar lima menit, saat balik menuju sepeda motor, joknya sudah terbuka, dompet berisi uang Rp2,5 juta, 2 buah ATM, 2 buah buku tabungan, SIM, KTP serta surat-surat penting juga lenyap dibawah kabur pelaku,” ucap Br Silalahi.
Humas Polres Tebing Tinggi AKP Ngemat Surbakti, ketika dikonfirmasi mengatakan, pelaku masih diselidiki.(mag-3)

Bawa 3 Paket Sabu, Warga Dumai Diamankan

LANGKAT- Dede Muhammad Syukur (27) warga Jalan Meranti, Kelurahan Ratu Sima, Kecamatan Dumai Barat, Kabupaten Riau, diamankan petugas satuan lalu lintas Polres Langkat saat razia kendaraan bermotor karena membawa narkotika jenis sabu, akhir pekan kemarin.

Keterangan dihimpun di Polres Langkat, Senin (10/10) menyebutkan, ketika berlangsung sweeping Satlantas sekitar pukul 24.00 WIB di pos penjagaan Kecamatan Besitang sebagai upaya menciptakan situasi kambtimas kondusif sekaligus penegakan disiplin pengendara.

Memasuki pagi, persisnya pukul 03.00 Wib, personel menyetop satu unit mobil kijang warna biru Nomor Polisi B 1223 FB. Ketika itu, personel memeriksa bagian dalam mobil satu diantara penumpang yang ada di bangku tengah gugup sehingga mencurigakan petugas.

Pria yang tak lain adalah Dede tampak sibuk sekaligus berupaya membersihkan  bungkusan di dekatnya, dengan indikasi itu membuat petugas mengintensifkan pemeriksaan. Nah, saat itu pula, ditemukan dua bungkus paket kecil sabu dan satu bungkus lagi tercecer persis diantara kaki Dede. Dengan barang bukti itu pula, petugas mengamankan Dede ke markas komando guna pemeriksaan lebih lanjut. (mag-4)

ICMI Medan Desak Peningkatan Pelayanan Haji

MEDAN – KETUA Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia ICMI Kota Medan H Indra Sakti Harahap ST MSi mendesak pelaksana haji di Sumut lebih serius membantu proses kelancaran ibadah haji di Asrama Haji Medan.

Salah satunya ia meminta penyediaan petugas pengangkut koper. Sebab mayoritas calon jamaah haji (calhaj) berusia lanjut dan membutuhkan bantuan untuk mengangkat tas mereka menuju kamar, memberikan pelayanan ketika sampai di Asrama Haji Medan (Ahmed) maupun kepentingan jamaah haji lainnya menjelang keberangkatan ke tanah suci.
‘’Keberadaan petugas pengangkut koper dan perlengkapan haji di Asrama Haji Medan ada pada saat proses pemulangan haji. Padahal mereka sangat membantu calhaj  terutama dari kalangan lanjut usia untuk memudahkan calhaj pergi ke tanah suci,’’ ucap Indra saat melihat proses pemberangkatan di Bandara Polonia, Senin (10/10).

Indra menyebut, meski pelayanan kepada jamaah calon haji di Embarkasi Medan masih yang terbaik namun kelemahan yang masih terjadi harus segera mendapatkan perhatian serius. “Apalagi mengutip penjelasan PPIH Embarkasi Medan, bahwa beberapa fasilitas tersebut masih dengan keterbatasan mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia,” katanya.

Ia juga mengutarakan saat ini banyak fasilitas di Asrama Haji Medan perlu dibenahi karena telah termakan usia. Tenda pemeriksaan kesehatan jamaah haji yang terlalu pendek dan tanpa pendingin udara yang memadai. Akibatnya calon haji yang harus menunggu cukup lama harus menahankan suasana gerah.

‘’Harus direnovasi demi kelancaran calon tamu Allah dalam menunaikan rukun Islam kelimanya sebelum bertolak ke tanah suci. Kalau kebetulan hujan maka jamaah akan mencari tempat yang lebih aman mengingat banyak bagian tenda yang bocor,”desaknya.

Ketua ICMI Kota Medan ini juga melihat fasilitas toilet di Asrama Haji Medan yang kurang memadai karena cukup banyak kerusakan dan posisinya berada di luar kamar. ‘’Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan sangat mempengaruhi kenyamanan serta ketentraman jamaah guna mempersiapkan diri sebelum menunaikan rukun Islam kelima tersebut,’’ terangnya.

Guna memberi pelayanan optimal, Indra mengungkapkan kesiapan ICMI Medan untuk mengerahkan tenaga sukarelawan untuk membantu kelancaran proses penerimaan jamaah di Ahmed. “Sepanjang langkah tersebut tidak bertentangan dengan mekanisme pelayanan kepada Calhaj, kami siap menurunkan sedikitnya 50 sukarelawan,” jelas Indra.

Ketua ICMI Medan yang pernah mengikuti Pilkada Kota Medan ini berharap proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah haji terutama yang berasal dari Embarkasi Medan dapat semakin baik. ‘’Kita harap semua dapat berjalan dengan baik tanpa ada hambatan. Termasuk pelayanan di Asrama Haji dan Bandara Polonia. Kami akan terus pantau perkembangan pemberangkatan hingga kembalinya Calhaj di tanah air,’’ ucapnya. (*/rel/sih)

Materi Lebih Tertata

UISU Al Munawwarah akan Terapkan Sistem E-Learning

MEDAN-Pemanfaatan komputer dalam pertukaran informasi jarak jauh atau yang disebut e-learning diyakini mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu e-learning juga mampu menjelaskan tentang dimensi waktu antara dosen dan mahasiswa untuk bisa berinteraksi dengan cara tidak bersamaan.

Setidaknya Rektor UISU Zulkarnain Lubis mengatakan, kehadiran sistem e-learning mendapatkan respon poistif dari beberapa daerah seperti Aceh Timur dan Aceh Utara.

Menurutnya dalam waktu dekat UISU dan beberapa kampus di daerah yang disebutkannya akan segera menerapkan sistem e-learning dalam mewujudkan kualitas pendidikan.

“Kita sudah punya konsep, tinggal mengujinya seberapa jauh konsep e-learning yang kita tawarkan itu dengan idealnya. Jika dikatakan konsep kita sudah layak baru kita jalankan,” terangnya di lokakarya implementasi aplikasi e-learning, di Hotel Grand Antares, Minggu (9/10) malam.

Ini juga bilang, Zulkarnain, untuk menyahuti kebijakan Kopertis yang meminta perguruan tinggi untuk menerapkan sistem tersebut. Disinggung mengenai kesiapan SDM UISU untuk menjalani sistem e-learning, dirinya mengaku UISU memiliki SDM yang sudah untuk menerapkannya. “Kalau tidak kita mulai sekarang kapan lagi. Kita membuat konsep sesuai kondisi kemampuan kita baik infrastruktur maupun prasarananya. Sepanjang ada jaringan internet semua bisa kita lakukan,” ujarnya.

Ungkapan Zulkarnain ini terkait dengan apa yang disampaikan oleh DR Neil Butcher, Konsultan World Bank yang menjadi pemateri dalam lokakarya malam itu. “Pemanfaatan teknologi jarak jauh ini tidak secara langsung menggantikan tatap muka. Bahkan lebih dari itu, interaksi bisa terjadi meskipun proses belajar mengajar dengan jarak yang jauh,”jelas DR Neil Butcher.

Dia juga mengaku cukup bangga dengan mulai diterapkannya sistem e-learning di beberapa negara berkembang, sehingga dengan teknologi yang tersedia memiliki peluang yang tidak terbatas dengan desain pembelajaran yang sangat tinggi. “Untuk menerapkan e-learning hanya butuh waktu singkat dengan didukung penyediaan panduan yang sangat jelas. Salah satu contoh, di Afrika Selatan, 9 universitas menggunakan sistem manajemen pembelajaran e-learning untuk menyusun mata kuliah on line. Selain menghemat biaya juga akan terjalin kerja sama dalam prosesnya,” sebutnya.

Disinggung mengenai jaringan jelek, Neil Butcher mengaku bisa teratasi, mengingat World Bank telah melakukan kerja sama dengan beberapa lembaga jaringan untuk menkoneksi jaringan sebagai keseriusan dalam mendukung program e-learning khusunya di negara berkembang.

Hal senada juga disampaikan wakil ketua DETIK NAS, Ir Zainal Hasibuan PhD.

Dirinya yang merupakan dosen di Universitas Indonesia ini mengaku penerapan e-learning. “Kita sadari bahwa evaluasi akan meningkat dengan penerapan e-learning, selain bahan-bahan mudah didapat, materi yang disampaikan akan lebih tertata, bahkan untuk proses penyusunan akreditasi,”ujarnya.

Untuk pengawasan terhadap mahasiswanya sendiri, dengan latar belakang jarak yang cukup jauh, lanjut Zainal, yakni bisa dilakukan dengan mencoba untuk mengikat mahasiswa lewat sistem yang diterapkan.
Dirinya mencontohkan, dosen bisa melakukan kombinasi materi secara sinkronus, asinkronus, dan tatap muka. Namun, terkait ketakutan para otoritas tentang adanya penyalahgunaan fasilitas, menurut Zainal  bisa diatasi dengan membangun tim pengembang atau support yang kuat. (uma)