Home Blog Page 14696

Tolak Kepsek Baru, Wali Murid Diancam Tembak

Selain konflik di gedung DPRD Binjai, aksi teror dengan mengancam tembak seorang wali murid juga terjadi di Sekolah Dasar (SD) 024753, Jalan Teratai, Gang Pendidikan, Binjai Utara, Jumat (16/9).

Ancaman penembakan itu, dialami Erlina Wati Pasaribu (46) warga Pasar I Cendana. Akibat ancaman itu, Erlina pun syok dan trauma karena tak menyangka mendapat ancaman dari orang tidak dikenal (OTK).

Menurut Erlina, OTK yang mengancam akan menembaknya itu mengaku anak Kepala Sekolah (Kepsek) yang baru. “Apa kau, aku tembak kau nanti. Aku anak Kepsek yang baru disini,” ungkap Erlina menirukan ancaman OTK tadi.
Lebih jauh dijelaskan Erlina, pengancaman itu diterimanya saat ia datang ke SD 024753 guna melihat anaknya. Saat itu, anaknya lagi senam atau olehraga.

“Kami memang tidak terima jika ada Kepala Sekolah yang baru. Makanya, kami selalu ada di sekolah. Jika Kepsek baru masuk, kami membawa anak kami pulang. Nah, ketika saya bercerita dengan wali murid lainnya terkait Kepsek yang baru, pemuda itu datang dan marah kepada saya. Dia mengancam akan menembak saya,” kata Erlina.

Namun sambung Erlina, saat pemuda itu mengancam, ia tidak ada mengeluarkan senjata api. “Memang waktu itu senjata apinya tidak dikeluarkan. Apakah memang ada atau tidak saya juga tidak tahu. Makanya saya penasaran dan menjadi takut,” ucapnya, seraya menambahkan, akan membuat laporan atas kejadian ini.

Tak sampai disitu, Erlina menjelaskan, ia dan wali murid lainnya, sudah berkomitmen akan mengeluarkan anak mereka jika Kepsek baru tetap masuk. “Kepsek yang lama sama kami sangat baik. Keperluan sekolahan anak kami sering dipenuhinya. Makanya kami pertahankan. Lagian, kenapa Kepsek yang baik-baik dipindahkan,” kata Erlina.

Begitu juga halnya dengan Ketua Komite SD T Simbolon, ia dan wali murid sudah berkomitmen untuk tidak mengganti Kepsek yang lama. “Selama kepemimpinan Kepsek yang lama, sudah banyak perubahan. Diantaranya proses belajar mengajar di SD ini lebih aktif. Bahkan, nilai siswa/i semuanya tinggi,” kata T Simbolon.

Terpisah, Kepala Sekolah SD 024753 Erlina, saat mengadakan pertemuan di Dinas Pendidikan, mengeluarkan semua unek-uneknya saat ia ingin memasuki sekolah tersebut.

“Saya tadi mau masuk. Tapi saya dihalau wali murid. Bahkan, saya sudah berupaya memberikan arahan kepada wali murid itu, tetapi mereka tetap tidak ingin saya masuk. Makanya saya minta arahan dari Dinas Pendidikan,” ujar Erlina di Dinas P dan P.

Menanggapi hal itu, Pjs Dinas Pendidikan Binjai Ismail, menyarankan kepada Kepsek baru itu, untuk tetap masuk dan berkoordinasi dengan ketua Komite sekolah.
“Wali murid itu dapat ditenangkan oleh ketua Komite. Untuk itu, ibu harus berkoordinasi dengan ketua Komite sekolah tersebut,” saran Ismail.(dan)

Sandro Senang Bertahan

Gelandang tangguh Tottenham Sandro merasa gembira dapat memperpanjang kontraknya di White Hart Lane pada awal bulan ini.

Pemain berusia 22 tahun tersebut akhirnya menandatangani kontrak baru yang akan menahannya sampai tahun 2015 mendatang.

“Saya gembira dengan adanya pengakuan dari kerja keras saya. Ini menandakan bahwa saya telah melakukan hal dengan benar dan saya harap saya dapat berkembang lebih jauh lagi di sini. Sekarang saya ingin kembali ke lapangan dan membuat musim yang bagus,” ujar Sandro.

Sandro saat ini masih dalam tahap penyembuhan cedera lutut yang didapatkannya saat membela timnas Brasil di Copa America. (net/jpnn)

Jual ABG Rp800 Ribu, Mucikari Dibekuk

MEDAN- Operasi pemberantasan trafficking kembali digelar Poldasu. Dalam operasi tersebut, dua ABG diamankan saat transaksi seks terselubung di Hotel Semarak, Jalan SM Raja, Kecamatan Medan Kota, Kamis (15/9) sekira pukul 18.00 WIB.
Dari oprasi itu, petugas berhasil mengamankan Zulfani alias Uci (28), seorang mucika dari dalam hotel.

“Dari hasil operasi, kita mengamankan 2 orang korban berinisial SL (19) warga Jalan Skip, Medan dan AS (19) warga Nibung Utama, Medan, yang diduga akan dijual kepada pria hidung belang dan mengamankan mucikarinya,” jelas Kasubdit IV/Unit Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Poldasu AKBP Jiddin Siagian.

Hingga kemarin malam, kedua korban dan mucikarinya masih dalam pemeriksaan intensif. Sambil menutup wajah, kedua korban yang ikut diboyong ke Mapoldasu tertunduk malu menghindari jepretan kamera wartawan.

Keterangan diperoleh di Mapoldasu menyebutkan, pengungkapan kasus tersebut, berawal dari informasi warga. Saat itu, petugas menyaru sebagai pria hidung belang dan melakukan transaksi dengan tersangka Uci. Saat berlangsungnya transaksi, Uci menawarkan setiap gadis sebesar Rp800 ribu per show time (sekali main).

Merasa buruannya masuk perangkap, petugas tadi pun menyanggupi biaya yang ditawarkanUci. Usai transaksi harga, tak lama berselang, kedua ABG bersama Uci muncul menghampiri. Tanpa buang waktu, petugas pun meringkus Uci. Sedangkan kedua korban, diamankan petugas dari kamar Hotel Semarak lantai IV ke Mapoldasu.   “Tarifnya Rp800 ribu bang sekali main, entar dulu ya bang, mereka masih diperiksa,” terang seorang petugas.

Sayangnya, pemeriksaan terhadap kedua korban traficking ini, dilakukan secara tertutup, sehingga sejumlah wartawan tak bisa mengambil gambarnya.

Kasubdit IV/Renakta Poldasu AKBP Jidin Siagian ketika dihubungi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap kedua korban.
“Saat ini kasusnya lagi kita dalami, kita akan terus gelar operasi mengungkap kasus serupa lainnya,” tegasnya.(mag-5)

Diduga Stres Dimutasi, Mantan Kepsek Meninggal

Kebijakan Wali Kota Binjai HM Idaham, melakukan mutasi besar-besaran terhadap Kepala Sekolah (Kepsek), ditenggarai penyabab terjadinya konflik di tubuh Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kota Binjai. Bahkan, akibat mutasi tersebut, seorang oknum guru Dem Sriyati (57) meninggal dunia diduga stres, Kamis 15/9) sekira pukul 14.00 WIB.

Dem Sriyati yang tinggal di Jalan Binjai-Stabat, Pantai Pakam, Karang Rejo, Kabupaten Langkat itu, sebelumnya menjadi Kepsek di SD Negeri 024766 Jalan Datuk Bakar, Kelurahan Pekan Binjai, Kecamatan Binjai Kota. Namun, setelah dimutasi oleh Wali Kota Binjai beberapa bulan lalu, ia langsung jatuh sakit dan tak bersemangat.

“Iya bang, memang setelah dimutasi, almarhumah tidak bersemangat. Berbeda dengan sebelumnya, dimana ia tampak ceria. Perubahan itu terjadi saat memasuki hari Raya Idul Fitri kemarin,” ujar Sugeng (35), salah seorang keluarga almarhumah saat ditemui di rumah duka.

Lebih jauh dijelaskan Sugeng, ketika lebaran kedua, almarhumah tampak murung, seakan ada beban berat yang dipendam. “Saya lihat almarhumah selalu termenung. Lantas, saya tanya, kenapa buk? kalau ada masalah beri tahu, mana tahu saya bisa membantu. Tapi, almarhumah tidak mau menjawab. Mungkin, saya tidak perlu tahu apa masalah yang diembannya,” kata Sugeng menceritakan. Tak lama setelah almarhumah merenung, akhirnya dia sakit dan meninggal dunia kemarin.

Hal senada dikatakan Mareti Sihombing, guru honorer di sekolah almarhumah mengajar. Menurutnya, almarhumah memang nampak banyak diam. “Sebelum meninggal dunia, almarhumah sempat cerita kepada saya, kalau ia sudah tidak lagi menjadi kepala sekolah, tetapi menjadi guru biasa,” ungkap Mareti.(dan)

Giliran Kepala BKD Diserang Guru

Carut Marut Dunia Pendidikan Binjai Pasca Mutasi Kepsek

BINJAI- Mutasi besar-besaran dilakukan Wali Kota Binjai HM Idham, terhadap ratusan kepala sekolah (Kepsek) beberapa waktu lalu, terus menuai masalah.

Setelah sebelumnya Wali Kota Binjai HM Idham nyaris di hajar guru, kini giliran Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Binjai Amir Hamzah diserang oknum guru, usai melaksanakan rapat paripurna pembahasan P-APBD 2011 di gedung DPRD Binjai, Jumat (16/9).

Pantauan wartawan Sumut Pos di gedung dewan, dalam lanjutan sidang paripurna ini, tidak terlihat wajah Wali Kota Binjai HM Idaham. Yang terlihat hanya Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan.

Peristiwa amat memalukan dan mencoreng wajah Kota Binjai ini, terjadi saat sidang lanjutan paripurna P-APBD diskor Ketua DPRD Binjai Ir Haris Harto, yang sekaligus menjadi pimpinan sidang.
Begitu Haris Harto memukul palu dan menetapkan sidang paripurna dilanjutkan Kamis (22/9) mendatang, seluruh peserta sidang terlihat berdiri untuk meninggalkan gedung DPRD Binjai.
Ketika peserta sidang masih saling bersalaman, oknum guru Aminton Pakpahan, yang sejak awal mengikuti sidang, menghampiri Kepala BKD Amir Hamzah yang duduk bersama unsur muspida.
Tanpa disangka-sangka, Aminton yang sebelumnya sempat ikut bersalaman dengan sejumlah anggota dewan, langsung menyerang Amir Hamzah dan memarahinya.

“Sudah tidak benar ini semua, bagaimana dunia pendidikan ini bisa maju. Sementara semua aturan sudah dilanggar,” teriak Aminton di hadapan Amir.

Tak sampai disitu, karena Aminton terus meluapkan emosinya kepada Amir Hamzah, menyulut emosi Kepala BKD yang diangkat Wali Kota Binjai dari Langkat itu. “Bapak seharusnya tidak berada di sini (gedung DPRD, Red). Tugas bapak saat ini mengajar,” balas Amir.

Mendengar jawaban Amir, membuat Aminton semakin emosi dan menghalau Amir Hamzah di tengah kerumunan peserta sidang.

“Jangan cerita peraturan kau Amir,” teriak Aminton berupaya melepaskan diri dari pegangan sejumlah anggota dewan.  Beruntung, Amir diselamatkan sejumlah anggota dewan yang ada di ruang sidang, hingga adu jotos pun terhindarkan.

Aminton Pakpahan, kepada wartawan Sumut Pos mengaku, ia sudah siap jika dikenakan PP 53 tentang disiplin PNS. “Kami sudah siap dengan sanski diberikan. Kalau kami tidak siap, untuk apa kami lakukan ini semua. Lagian, Pemko Binjai saat ini sibuk cerita tentang peraturan, tetapi peraturan itu secara nyata sudah dilanggarnya sendiri. Bagaimana tidak, mutasi ratusan Kepsek ini dilakukan tanpa sepengetahuan kami, tanpa ada serah terima, dan masih banyak pelanggaran peraturan lainnya. Apa ini yang dinamakan peraturan,” tegas Aminton.

Menanggapi adanya peristiwa ini, Wakil Wali Kota Binjai Timbas Tarigan, kepada Sumut Pos mengatakan, hal itu wajar terjadi atau dilakukan oleh setiap orang yang merasa kurang puas dengan kebijakan Wali Kota Binjai.

“Sepanjang tidak anarkis, kita tetap terima hal itu. Sekarang ini masalahnya, hanya ketidak puasan terhadap kebijakan yang diambil Wali Kota. Jadi, sekarang ini mereka sudah menempuh jalur hukum. Untuk itu, kita tunggu saja putusan hukumnya. Apalagi, negara kita ini negara hukum. Dengan mutasi yang dilakukan ini, kami tetap menjalankannya sembari menunggu hasil dari putusan hukum yang sekarang ini masih berlangsung,” ujar Timbas.

Sementara itu, Ketua DPRD Binjai Ir Haris Harto, yang sebelumnya sudah berjanji akan mengambil jawaban tertulis dari Pemko Binjai terkait mutasi ratusan Kepsek mengatakan, pihaknya akan memberikan jawaban itu hari Senin depan
“Seperti yang saya sampaikan saat menutup sidang paripurna tadi, kami minta kepada Pemko untuk menyerahkan jawaban secara tertulis hari Senin mendatang. Hal itu kami lakukan, agar kami juga dapat menjelaskan kepada ratusan Kepsek yang terus menuntut jawaban kepada kami,” ujar Haris Harto.

Menanggapi kebijakan Wali Kota Binjai, yang dinilai membuat Kota Binjai tidak kondusif, Haris Harto mangatakan, apa yang dilakukan Wali Kota dengan kebijakannya sah-sah saja. “Namun menurut saya, ada baiknya jika kebijakan mutasi Kepsek dilakukan secara bertahap, mulai dari SD, SMP dan SMA. Hal itu dilakukan agar suasana tetap kondusif, tidak seperti yang kita lihat saat ini,” usul Haris.(dan)

Tiga Pemuda Dituntut 7 Tahun

MEDAN-Tiga pemuda asal Medan Sunggal yang menjadi terdakwa kasus narkoba, terlihat gemetar saat jaksa penuntut umum (JPU), Herbert Hutapea SH, menuntut mereka tujuh tahun penjara dan denda Rp1 miliar. Dalam persidangan kemarin, Jumat (16/9), ketiganya terlihat panik saat duduk di kursi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Dalam sidang yang dipimpin Achmad Guntur SH ini, JPU menilai tuntutannya wajar dengan apa yang telah dilakukan oleh Affan Lubis, Faisal dan Fachrurozi. Tiga pemuda ini didakwa memiliki 1,7 gram sabu-sabu, karenanya melanggar Pasal 112 ayat 1 jo pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang tanpa hak melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika jenis golongan I bukan tanaman.

“Ketiga terdakwa terbukti bersalah karena telah memiliki narkotika jenis sabu-sabu, untuk itu ketiga terdakwa dituntut tujuh tahun penjara dengan denda Rp1 miliar subsider tiga bulan penjara,” ujar Herbert dalam persidangan.

Dalam tuntutannya, JPU mengatakan, para terdakwa ditangkap polisi di Jalan Gagak Hitam, Kelurahan Sei Sikambing B, Medan Sunggal. “Para terdakwa ditangkap polisi tepatnya di depan SPBU  Petronas pada Selasa, 15 Maret 2011 lalu,” beber Herbert. Herbert mengatakan, saat itu ketiganya tertangkap tangan sedang bertransaksi. Selain menangkap para terdakwa, polisi juga berhasil menyita barang bukti tiga paket sabu senilai 1,7 gram. (rud)

Meski Jual Saham, United Bantah Pailit

MANCHESTER – Manchester United berpeluang memiliki investor baru. Itu setelah Bursa Efek Singapura menyetujui aplikasi United untuk menjual saham mereka di negara tetangga Indonesia tersebut kemarin. Lantas, berapa besar saham yang akan dilepas United “

United belum memberikan keterangan resmi. Namun, jumlah saham yang dilepas klub berjuluk Setan Merah itu diprediksi 25 persen atau tidak akan menggusur status keluarga Glazer sebagai pemegang saham terbesar atau sang pemilik.

Meski begitu, Glazer menargetkan dana besar bisa terkumpul dari saham mereka di Bursa Singapura atau setidaknya menembus nominal 600 juta pounds (sekitar Rp 8,3 triliun). Hanya, Glazer telah membantah apabila keputusan mereka menjual saham karena krisis atau terbelenggu utang besar.

“Kami ingin menepis sentimen pasar sebelum meluncurkan penawaran umum saham perdana (IPO) bahwa Manchester United saat ini tidak dalam posisi membutuhkan dana. Jadi, United tidak terburu-buru segera memasukkan daftar saham dan akan menunggu saat yang diinginkan?. Demikian pernyataan dari United sebagaimana dilansir Daily Telegraph.

United mungkin benar karena mereka tidak menanggapi upaya getol Keluarga Kerajaan Qatar untuk mengakuisisi jawara Premier League 19 kali sejak akhir tahun lalu. Selain itu, United mencatat profit 110,9 juta pounds (Rp 1,5 triliun) dalam laporan keuangan terakhir.

Tapi, sebagian ekonom menilai Glazer mungkin tengah melakukan move untuk menaikkan nilai jual klub. Sebab, seiring diterima di Bursa Singapura, United memiliki bargaining bagus terhadap calon investor selain Keluarga Kerajaan Qatar.(dns/jpnn)

Tak Mau Dibangunkan, Istri Tewas Ditikam

LUBUK PAKAM- RG (22) warga Dusun I Desa Negara Beringin, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang, tega menikam istrinya hingga tewas menggunakan pisau dapur saat tertidur, direkonstruksi petugas Polsek Talun Kenas di Lapangan Bola Kaki Mapolres Deli Serdang, Jumat (16/9).

Kegiatan itu dipimpin Kapolsek Talun Kenas AKP Julianus Tarigan dibantu Kanit Reskrim Iptu M Yunus Tarigan, dengan Penyidik Pembantu Bripka Uni F Alpius P, disaksikan Jaksa Penuntut Umum Aben Situmorang SH, Penasehat hukum prodeo Iwan Yusri SH.

Rekontruksi dilakukan dalam 10 adegan. Sebelumnya, pasangan suami-istri itu menginap di rumah pamannya Roh Tarigan. Malam itu, RG sedang membaca Al Kitab, sedangkan korban tengah menidurkan anaknya di kamar.

Saat anaknya tertidur, RG membangunkan istrinya untuk menemaninya karena dibayangi ketakutan. Tetapi istrinya Eva Lianna tidak terbangun. Meski sudah berulang kali membangunkan istrinya, namun sang istri malah menyuruhnya tidur, karena malam  sudah larut. Sekira pukul 00.30 WIB, tersangka mengambil pisau dapur dan langsung menikam punggung istrinya hingga Eva pun tewas.(btr)

Fabregas Kritik The Gunners

CESC Fabregas sudah meninggalkan Arsenal dan bergabung dengan Barcelona di awal musim ini.
Tapi, Fabregas masih menyoroti kinerja mantan klubnya. Dalam wawancara dengan majalah Sport kemarin WIB (16/9), Fabregas mengatakan bahwa sulit melihat The Gunners (sebutan Arsenal) memenangi titel beberapa tahun ke depan.

Faktor itulah yang memang menjadi alasan utama Fabregas meninggalkan klub yang telah dibelanya selama delapan tahun tersebut.

“Saya ingin berada di sebuah klub yang memiliki kemampuan memenangi gelar bergengsi setiap tahunnya dan saya tidak melihat masa depan untuk Arsenal,” kata Fabregas sebagaimana dilansir Sky Sports.

“Saya masih menyimpan perasaan kepada Arsenal, tapi saya takut mereka tidak akan mampu mendorong dirinya bersaing dengan klub besar lainnya di luar Inggris,” sambung gelandang 24 tahun itu.

Fabregas juga tidak menganggap rekrutan beberapa amunisi baru Arsenal di hari terakhir bursa transfer (31/8) memiliki pengaruh signifikan. “Saya tidak berpikir mereka di depan Manchester United maupun Manchester City, juga Chelsea. Perbedaannya terlalu timpang. Tapi, saya tetap memberi respek karena Arsenal tidak memiliki kebijakan finansial yang sama dengan yang lain,” urainya.

Anehnya, tidak selang lama setelah wawancara itu, Fabregas buru-buru menulis di-Twitter apabila dia tidak bermaksud menyerang Arsenal. “Saya harap pengganti saya maupun pemain lainnya yang hengkang memang para pemain berkualitas dan mungkin akan mampu membawa Arsenal kembali ke jalur juara,” tulis Fabregas.

“Orang bisa melupakan segala yang telah saya perbuat kepada klub (Arsenal), tapi saya tidak pernah mengatakan sesuatu yang buruk kepada AFC (Arsenal, Red),” imbuhnya. (dns/bas/jpnn)

Kakan Satpol-PP Disoroti Legislator

LANGKAT- Keberangan legislator terus menyeruak, tidak cukup Bupati dan Polisi diminta bersikap tegas atas pelecehan dirasakan Komisi I atas perlakuan pengusaha saat bertugas ke Paluh Babi Desa Selotong, Kecamatan Secanggang, Langkat, beberapa waktu.

Kini giliran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) yang disoroti. Bahkan secara terbuka, menegaskan Kepala Kantor (Kakan) Satpol PP Irham Syukri, harus dicopot bupati karena dinilai tidak maksimal memerankan tugas sekaligus ditengarai membiarkan dugaan pengalih fungsian lahan di paluh dimaksud.

“Legislatif meminta Bupati Langkat menertibkan perkebunan sawit di Paluh Babi, karena diduga tidak memiliki izin di lahan mangrove yang harus dilindungi. Secara bersamaan, surat kita layangkan berkaitan dengan permintaan dinon aktifkannya pejabat Kakan Satpol-PP,” kata anggota Komisi I (Bid Pemerintahan dan Hukum) Jumarik, kemarin (16/9).

Dijelaskan dia, setelah berlangsungnya rapat dengan unsur terkait lainnya guna menyahuti aduan warga agar dilakukan pembongkaran tanggul di Paluh Babi awal pekan kemarin, idealnya turut didampingi Satpol-PP sebagai eksekutor Perda, namun kenyataan di lapangan nihil. Nah, pada saat itupula mobil dikendarai anggota Komisi I terjebak karena akses menuju lokasi terkesan sengaja di rusak.

Politisi asal PDI-P sekaligus Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) ini mengaku, mobil Nopol BK 452 LE mereka pergunakan ketika itu milik Tarsan Naibaho (anggota Komisi I) yang juga turut meninjau lokasi, akhirnya dapat dikeluarkan dari lokasi keesokan harinya. Saat di lokasi, ratusan nelayan Secanggang membongkar tanggul penutup Paluh Babi yang merupakan jalur utama menuju laut.

Kabag Humas Pemkab Langkat H Syahrizal, sebelumnya enggan berkomentar saat dimintai tanggapan akan permintaan DPRD agar bupati bersedia pro aktif memberikan penekanan mengantisipasi alih fungsi lahan pesisir pantai lebih maksimal. (mag-4)