Home Blog Page 14714

Bus Tabrak Mobil, 35 Mahasiswa Tewas

BEIJING- Kecelakaan maut terjadi saat liburan hari kemerdekaan Tiongkok. Jumat sore waktu setempat (7/10), sebuah bus sarat penumpang bertabrakan dengan sebuah mobil di ruas jalan tol Kota Tianjin, Provinsi Hebei, Utara Tiongkok. Kecelakaan itu merenggut nyawa sedikitnya 35 orang dan melukai 19 orang lainnya.

Hampir seluruh korban tewas dalam kecelakaan tersebut adalah mahasiswa. Rata-rata mereka adalah mahasiswa daerah yang menuntut ilmu di Hebei’s Tangshan College. Karena masa libur berakhir hari ini (9/1), para mahasiswa itu berbondong-bondong kembali untuk melanjutkan studi mereka. Arus balik sejak Jumat lalu memang cukup padat.
Kecelakaan tersebut terjadi tepatnya di jalan tol yang menghubungkan Kawasan Baru Binhai, Tianjin, dan Kota Baoding, Provinsi Hebei. Sebagian besar korban musibah adalah penumpang bus umum yang ketika itu mengangkut 55 orang.

“Sebuah mobil dengan kecepatan tinggi dari arah Provinsi Shandong menabrak bus yang bergerak dari arah berlawanan. Begitu kerasnya benturan, bus terguling,” kata seorang petugas jalan tol yang tidak disebutkan namanya kepada Kantor Kerita Xinhua kemarin (8/10).

Ketika bus yang platnya terdaftar di Provinsi Hebei itu terguling, sebagian penumpang terlempar ke jalan. Mereka lantas terbentur aspal. Tetapi, nasib para penumpang yang tertahan di dalam bus tidak lebih baik. Mereka berkali-kali membentur badan bus dan jok penumpang. Kaca bagian depan bus malang itu juga hancur berantakan. Nyawa sopir bus selamat, tetapi kondisinya kritis. Kecelakaan yang terjadi pukul 16.00 waktu setempat itu sempat menimbulkan kemacetan.(AFP/RTR/jpnn)

Berbagi Keceriaan untuk Semua

Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II

HKBP memiliki peran besar pada penyebaran agama Kristen di Sumatera Utara, khususnya di Tanah Batak, tepatnya 150 tahun yang lalu.

Sepanjang itu, berbagai kegiatan berlandaskan cinta-kasih dilakukan untuk pembangunan jemaat dalam rangka membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal itu pun dapat dilihat pada perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II yang dilaksanakan di Stadion Teladan Medan, Minggu (9/10) hari ini. Kegiatan sendiri akan dihadiri Menteri Kordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono dan delapan tamu dari Kantor Pusat HKBP, Jerman yakni Pdt Christoph Gehring, Pdt Walter Walter Polman, Gisela Sohn, Gustav, Pdt Dietrich Weinbrenner, dan Dr Ulrich Moller. Dari Amerika ada Pdt Philip Baker dan  Pdt Malpica Padilla.

Ada juga tamu-tamu luar negeri mitra Distrik HKBP dan mitra unit-unit lainnya.

Selain itu, akan hadir Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST, Wali Kota Medan H Rahudman Harahap MM, Ketua Umum Nasional Panitia Jubileum Edward Pamimpin Situmorang SH MH, Ketua FKUB Provsu Dr H Maratua Simanjuntak, Jenderal Purn Luhut Panjaitan, para tokoh berbagai agama dan jemaat agama lainnya. “Khusus jemaat HKBP yang hadir terdiri dari Distrik IX Medan-Aceh (Medan-Aceh, Binjai-Langkat, Tebingtinggi-Deli, Sumatera Timur, Asahan-Labuhan Batu, Dairi, Labuhan Batu, Tanah Alas, dan Tanah Jawa),” jelas Ketua Umum Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II DR RE Nainggolan didampingi Sekjen Jadi Pane SPd, Rabu (5/10).

Menurut RE Nainggolan, acara Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II dibagi tiga acara, yakni : 1. Acara Nasional (09.00 WIB-10.30 WIB), 2. Acara Kebaktian (10.30 WIB-12.55 WIB), 3. Acara Operette (12.55 WIB-14.45 WIB) dan 4. Acara Hiburan (14.45-16.00 WIB).

“Adapun acara Nasional akan diawali dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, sambutan Wali Kota Medan, Plt Gubsu, Menko Kesra, Ketua Umum Panitia Nasional, ucapan terimakasih Ephorus HKBP, dan sambutan Ketua FKUB Sumut. Lalu nyanyian lagu pujian dibawakan R & B Trio, Putri Ayu Silaen dan menyanyikan “Mars Jubileum HKBP” oleh jemaat HKBP. Diikuti pemberian piagam penghargaan kepada mantan pucuk pimpinan HKBP di Wilayah II oleh Ephorus HKBP didampingi Ketua Umum Panitia Nasional dan Ketua umum panitia wilayah II,” jelas RE Nainggolan.
Menko Kesra didampingi Plt Gubsu, Wali Kota, Ketua Umum Panitia Nasional, Ketua Umum Panitia Wilayah II, dan Ketua Panitia Festival Koor Wilayah II akan menyerahkan penghargaan kepada para pemenang Festival Koor. Diikuti penyerahan piagam penghargaan kepada Yayasan Surya Kebenaran Internasional (YSKI) dan daftar Bank Donor Darah HKBP kepada Ketua PMI Sumut oleh Ephorus HKBP didampingi Ketua Umum Panitia Wilayah II dan Ketua Bidang Kesehatan, serta diakhiri dengan koor massal oleh Naposobulung HKBP (N. HKBP) dengan konduktor Marudut Tambunan.

Acara kebaktian, lanjut RE Nainggolan, akan diisi ibadah dengan pengkhotbah Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu, dilanjutkan dengan sambutan dari Badan Luar Negeri, pegelaran sekolah Minggu, dan sendra tari Gereja Anglican. Sedangkan acara operette menceritakan kilas balik dan harapan masa depan perjalanan HKBP diselingi koor paduan suara dari berbagai denominasi gereja (Katolik, GKPI, GBKP, GKPA, GKPS, Gereja Aras Nasional, GMI, BNKP, HKI, GKPPD). Operette Diisi Oleh Tim PLOT dan disutradarai oleh Thomson HS. Kemudian acara hiburan akan diisi oleh para artis Ibukota Jakarta seperti  R & B Trio, Putri Ayu Silaen, dan Ray Tambunan.

Sebelum acara nasional dimulai tambah RE Nainggolan, terlebih dulu dilakukan prosesi yang diawali dengan blazz musik, lalu masuk barisan pembawa bendara HKBP dan Bendera Jubileum, yang kemudian diikuti pimpinan pusat HKBP, praeses HKBP pada 9 Distrik di wilayah II, Nahdlatul Ulama (NU), Katolik, Methodist, segenap perwakilan dari gereja-gereja Lutheran, Kalvinis dan Aras Nasional. Lalu segenap perwakilan Sekolah Minggu, remaja, Naposobulung, Ama, Ina, dan Lansia dari jemaat HKBP. Disusul para pendeta HKBP di wilayah II, guru jemaat, bibelvrow, Diakonis, barisan pembawa Vandel Distrik HKBP pada wilayah II dan Bendera Jubileum 150 Tahun HKBP serta ditutup dengan rombongan blazz musik.

Selama satu setengah tahun Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II dibentuk,  telah dilakukan berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah di Sumut tanpa memandang agama, suku, status maupun golongan. Bakti sosial itu antara lain berupa pemberian berobat gratis kepada masyarakat kurang mampu, pembagian kacamata baca, operasi langit-langit dan bibir sumbing, operasi hernia, operasi pembuatan lumbang dubur pada bayi, operasi mata (Katarak), pengukuran dan pemasangan kaki/ tangan Palsu, dan lain-lain. Bakti sosial panitia itu terselenggara berkat didukung sepenuhnya  oleh YSKI (Yayasan Surya Kebenaran Internasional). Adapun daerah yang mendapat pelayanan kegiatan bakti sosial maupun pelayanan pengobatan gratis dari panitia Jubileum 150 tahun HKBP Wilayah II antara lain, Pematang Siantar, Simalung, Humbang Hasundutan, Tarutung, Parapat, Kota Medan, Belawan, Balige dan lain-lain. Walaupun pelayanan kesehatan diberikan gratis, namun kualitas dokter dan tim kesehatan lainnya tetap menjadi prioritas panitia.
“Pelayanan pengobatan gratis itu diberikan mulai dari bayi hingga orangtua. Adapun pelayanan pengobatan gratis yang sudah diberikan panitia kepada masyarakat Sumut telah mencapai 80 Ribu orang lebih dengan  berbagai penyakit,” papar RE Nainggolan.

Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II juga telah memberikan bantuan sosial kepada ribuan korban bencana alam atau gempa di wilayah Tarutung dan Pakpak Bharat belum lama ini. Dibarengi gerakan penghijauan dengan membagi-bagikan bibit pohon kepada masyarakat di Kabupaten Dairi, Parapat, Asahan serta pembagian atau penaburan bibit ikan di perairan Danau Toba. Sebelumnya digelar seminar  nasional dengan topik “Revitalisasi Peran Lembaga Agama Terhadap Kesejahteraan Warga” di Hotel Grand Angkasa Medan, Kamis (7/4). Sebagai pembicara hadir Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah M Din Syamsudin. Pada kesempatan itu Din Syamsudin menyampaikan keinginan agar kerjasama antara Muhammadiyah dengan HKBP perlu segera diwujudkan dan mengikatnya dalam sebuah MoU (Memorandum of Understanding) sebagaimana yang telah dilakukan HKBP dengan Nahdatul Ulama (NU).

Kegiatan sosial lainnya adalah menggelar gerakan Donor Darah, Senin (6/6) di Wisma Gereja HKBP Sudirman Medan selama sepekan. Ompu Ephorus HKBP Pdt Dr Bonar Napitupulu membuka secara resmi pencanangan pekan Donor Darah Wilayah II Jubileum 150 Tahun HKBP itu yang dihadiri ribuan jemaat HKBP di lima Resort Kota Medan, para pendeta, guru huria, Diakonis, dan Bibelvrow Se-Distrik IX Medan-Aceh yang secara sukarela mendonorkan darahnya saat itu. Aksi kemanusiaan ini merupakan rangkaian kegiatan pekan Donor Darah Wilayah II Jubileum 150 Tahun HKBP, 6-11 Juni 2011.  Juga dihadir Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sumut, Kasim Siyo, dan Ketua Unit Donor Darah Medan, dr Delyuzar.

Selain kegiatan sosial, kata RE Nainggolan, panitia juga menggelar kegiatan Olahraga di sembilan Distrik HKBP Wilayah II Sumut pada Sabtu, (24/9) bertempat di Lapangan Merdeka Medan, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Adapun Ccbang olahraga yang diperlombakan yakni gerak jalan sehat beregu (Putra-Putri) dan gerak jalan sehat massal yang diikuti oleh 4000 lebih peserta. Kemudian pada 8 Oktober 2011, Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP wilayah II akan melaksanakan Festval Koor untuk 8 Distrik di Wilayah II dimana juaranya akan mengikuti perlombaan di tingkat nasional, Jakarta. “Untuk mensukseskan acara Jubileum itu, Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah II  telah meminta dukungan kepada sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat Sumut, jajaran pemerintah Sumut dan di daerah Sumut, aparat keamanan serta instansi terkait lainnya,” kata RE Nainggolan.

Awal terbentuknya HKBP di Tanah Batak sendiri bermula dari kesepakatan empat misionaris yakni Heine (H), Klammer (K), Bezt (B), Van Asselt (P) di Parau Sorat, Sipirok. Nama-nama itu justru  menjadi nama HKBP. Mereka sepakat mengabarkan Injil di Tanah Batak. “Sejarah ke-Kristenan di Tanah Batak sebenarnya sudah dimulai tahun 1821 ketika Musson dan Liman di Lobu Pining dan misionaris lainnya melakukan penginjilan. Namun nama keempat misionaris itu disepakati lahirnya HKBP di Tanah Batak,” papar RE Nainggolan.

Sejak 150 Tahun Kristen masuk ke Tanah Batak telah dilakukan tiga kali perayaan yakni: Perayaan 50 Tahun di Lobu Pining, 100 tahun di Pea Raja, dan 150 tahun di empat Wilayah di Indonesia. Empat wilayah sebagai pusat Perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP, meliputi Wilayah I di Tarutung pada 2 Oktober, Wilayah II di Medan Pada 9 Oktober, Wilayah III di Pekan Baru pada 16 Oktober, dan Wilayah IV di Surabaya , 23 Oktober dan Balikpapan, Kalimantan Pada 30 Oktober 2011, Jubileum, terakhir Tingkat Pusat (Nasiona) di Jakart Pada 4 Desember 2011.
Jubileum 150 Tahun ini berthema: ‘Hendaklah diri mu tetap di dalam Dia, berakar, dibangun dan bertumbuh di dalam Dia (Klose 2 : 6-7). Sub tema: dengan Jubileum 150 Tahun HKBP membangun jati diri sebagai gereja yang bersumber kepada Alkitab, beribadah dan mencerdaskan seluruh warganya, bersaksi dan melayani di tengah tengah masyarakat, serta mandiri di bidang teologi, daya dan dana.(jul)

Jadilah Pengikut Kristus Sebenarnya

Pesan Ompui Ephorus HKBP pada Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah I

Pesta Puncak Jubileum 150 Tahun HKBP Wilayah I diselenggarakan dalam bentuk ibadah raya di Seminarium Sipoholon, Minggu (2/10).

Acara diawali dengan kebaktian raya yang dipimpin tiga liturgis yaitu Pdt Dr Jamilin Sirait yang saat ini menjabat Kadep Koinonia HKBP, Pdt Dr Binsar Nainggolan selaku Kadep Marturia HKBP, Pdt Nelson F Siregar STh dari Kadep Diakonia HKBP.

Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt Ramlan Hutahaean MTh, berkesempatan membacakan sejarah singkat perjalanan HKBP selama 150 tahun.

Ompui Ephorus HKBP, Pdt Dr Bonar Napitupulu, dalam khotbahnya yang diambil dari Injil Lukas mengajak seluruh jemaat HKBP yang berjumlah 4,1 juta jiwa menjadi kristen yang benar-benar mengikuti perintah/kehendak Allah. Jemaat diminta tidak mementingkan kekayaan, kedudukan atau jabatan dan kebisaan-kebiasan duniawi daripada mengikuti kehendak Tuhan. “Supaya benar-benar menjadi orang kristen pengikut Kristus,” ujar Ompui.

Setelah Ibadah Raya acara dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata sambutan yang diawali Ketua Umum Wilayah I, Torang Lumbantobing. Pria yang juga Bupati Tapanuli Utara ini membeber informasi tentang persiapan dan berlangsungnya acara Jubileum 150 Tahun HKBP wilayan I.

Sambutan juga diberikan perwakilan gereja tetangga oleh Bishop GBKP Pdt Mateus P Barus, perwakilan gereja mitra HKBP oleh Sekjend UEM Rev Dr Fidon Mwembeki yang secara khusus mengucapkan selamat Jubileum 150 tahun kepada semua jemaat HKBP. Dilanjutkan kata sambutan Ketua Umum Nasional Jubileum 150 tahun HKBP, Edwin P Situmorang. Ketua umum nasional menjagajk jemaat mengucapkan terima kasih dan berbuat sesuatu atas berkat Tuhan Yesus Kristus yang diterima hingga saat ini melalui ‘Huria Naboloni’ yaitu HKBP.

Acara ini diakhiri bimbingan Ompui Ephorus HKBP Pdt Dr B Napitupulu dan pemberian cendramata kepada mantan pemimpin HKBP yaitu Ephorus Emeritus Pdt Dr JR Hutauruk, Mantan Kadep Koinonia HKBP Pdt BM Siagian STh dan Mantan Kadep Marturia HKBP Pdt MH Sihite STh serta pemberian cendramata berupa ulos kepada mitra HKBP dan penyerahan buku sejarah HKBP.

Pada acara tersebut juga diadakan pameran galeri foto tempo. Hadir dalam acara ini, Ketua Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP Edwin P Situmorang, Sekjend UEM Rev Dr Fidon Mwembeki, perwakilan gereja-gereja Eropa dan Afrika, perwakilan gereja tetangga Bishop GBKP Pdt Mateus P Barus, para mantan pemimpin HKBP periode 2004-2008, unsur pimpinan daerah Tapanuli, para praeses HKBP, pendeta, guru huria, bibelvrouw, diakones dan puluhan ribu warga jemaat HKBP.(hkbp.or.id)

Iman dan Ilmu Pengetahuan

Oleh:   Pdm. Edison Sinurat STh

2 Timotius 3:16
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”

Perdana Menteri Inggris Abad ke-18, Glad Stone berkata: “Saya telah mengenal sembilan puluh lima orang terkenal di masa saya, delapan puluh tujuh orang di antaranya adalah pengikut-pengikut Alkitab.”

Sir Isaac Newton, seorang tokoh ilmuwan berkata : “Di dalam Alkitab terdapat lebih banyak kepastian-kepastian dari pada sejarah apa pun dan di mana pun.”

Alkitab terdiri dari 66 buku, 39 Perjanjian Lama dan 27 Perjanjian Baru. Ditulis oleh lebih dari 40 Penulis dengan ilhaman Allah dalam jangka waktu lebih dari 1600 tahun (lebih dari 60 generasi). Walaupun buku-buku ini ditulis oleh penulis yang berlainan dan dalam waktu berbeda, isi Alkitab saling menjelaskan dan tidak bertentangan. Gereja yang hidup di akhir zaman ini sungguh diberkati karena lengkap memiliki 66 buku dalam satu Alkitab.

Berkatalah Daniel: “Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya, sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga dan yang tersembunyi, Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya.” (Daniel 2: 20, 22).

Daniel seorang yang terkenal kecerdasannya di seluruh kerajaan Babel besar. Itu terbukti dari Daniel 1:20 “Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.”
Mimpi Raja Nebukadnezar yang sangat misterius bahkan ia sendiri tidak ingat lagi, mampu diartikan oleh Daniel yang penuh Roh Allah itu.

Kiprah Daniel tidak sampai di situ, tetapi selama enam puluh enam tahun ia tetap dipakai sebagai staf ahli kerajaan. Dalam kurun waktu itu, raja silih berganti; mulai Nebukadnezar, Belsyazar, Koresy dan Darius. Pada zaman raja Darius, Daniel merupakan pejabat tinggi beserta dua orang lainnya membawahi seratus dua puluh wakil-wakil raja.
Kita akan melihat lebih jauh di dalam Alkitab, bahwa orang-orang yang berhikmat itu adalah orang-orang yang hidupnya berkenan kepada Tuhan, yang melakukan kehendak Tuhan, dan orang-orang yang dikaruniai hikmat, kebijaksanaan dan keahlian.

Bezaliel dan Aholiab adalah dua tokoh yang diberi roh kebijaksanaan dan keahlian untuk mendirikan kemah Tabernakel yang sangat rumit pembuatannya. (Keluaran 35:30-31).

Nuh yang tidak pernah pernah mengenyam ilmu khusus perkapalan dan pelayaran tetapi mampu mengerjakan pembuatan bahtera raksasa yang akan menyelamatkan satu generasi mahluk hidup dari berbagai jenis.
Orang-orang bijaksana dan berpengetahuan adalah orang-orang yang memiliki integritas dan orang-orang yang beriman kepada Tuhan. Saya percaya Thomas Alfa Edison si penemu listrik mendapat karunia dan keahlian yang dari Tuhan juga. Teknologi yang menjadi kebutuhan seluruh dunia sekarang ini sudah ada dalam pikiran Allah dan diwujudkan-Nya itu melalui orang-orang beriman kepada-Nya. Ia berikan itu kepada orang-orang yang berkenan di hati-Nya.

Dengan demikian, kalau kita mau dipakai oleh Tuhan atau dikaruniakan hal-hal kebijakan dan pengetahuan, hiduplah berkenan kepada-Nya.

Jadilah orang-orang yang beribadah dan menghormati-Nya. Sekarang ini, teknologi telah menjadi kebutuhan primer manusia. Sarana informasi (televise, radio, internet, percetakan), transportasi (pesawat udara) dan telekomunikasi (serat optic, telepon, satelit, handphone) adalah perwujudan teknologi yang menjadi kebutuhan dasar manusia zaman ini. Firman Tuhan kepada Daniel bahwa di zaman akhir pengetahuan akan bertambah, kini digenapi sudah. Melalui sarana teknologi ini jugalah maksud-maksud dan segala rencana Tuhan akan digenapi di bumi ini. Sekarang ada stasiun televise rohani yang disiarkan secara live selama 24 jam berisi khotbah-khotbah, kesaksian-kesaksian, puji-pujian kepada Tuhan. Janji bahwa berita Injil harus sampai ke seluruh dunia sebelum tiba kesudahan dunia akan terealisasi oleh media ini.

Namun ada fenomena yang terjadi, bagi sebagian orang menganggap bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi berada di atas segala-galanya bahkan di atas dari keimanan. Mereka menganggap peran Tuhan bagi manusia tidak lagi terlalu penting, karena hasil ilmu pengetahuan dan teknologi telah mampu menjawab segala kebutuhan manusia. Ini keliru besar.

Tadinya manusia menganggap bahwa bumi ini datar dinaungi sebuah kubah raksasa (langit), sampai akhirnya Colombus (30 Oktober 1451-20 Mei 1506) membuktikan melalui pelayarannya dari Eropa ke Amerika bahwa ternyata bumi ini bulat. Tetapi tahukah saudara bahwa jauh sebelum Colombus, Firman Tuhan sudah memberitahukan bahwa bumi ini bulat.

Yesaya 40:22. Surat Yesaya ditulis sekitar tahun 700 SM. Artinya 2700 tahun lampau. Bagi orang sebelum Colombus yang benar-benar membaca Alkitab dengan baik sudah mengetahui bahwa bumi ini bulat.
Yesaya juga menubuatkan bahwa satu kali kelak, padang gurun akan berubah menjadi kebun buah-buahan (Yesaya 32:15). Sekarang itu sudah terjadi, Firman Tuhan digenapi melalui teknologi pertanian yang luar biasa dari orang-orang Israel.

Saya sendiri menyaksikannya ketika saya mengikuti perjalanan wisata rohani ke Israel pada tahun 2008 yang lalu. Sekarang, Israel menjadi eksportir buah terbesar ke Negara-negara Eropa. Negara Thailand menjalin kerjasama dengan Israel dalam bidang pertanian. Tuhanlah sumber pengetahuan (Mazmur 94:10). Segala ciptaan-Nya termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi harus mempermuliakan nama Tuhan, harus semakin menyatakan keagungan dan kebesaran nama-Nya bukannya semakin meniadakan Tuhan seperti kelompok Ateis. Ada orang-orang yang oleh karena kecanggihan teknologi dan tingginya pengetahuannya, malah merasa tidak lagi butuh Tuhan. Seharusnyalah dia semakin meninggikan Allah.

Ilmu pengetahuan dan teknologi harus sejalan dengan iman. Semakin tinggi ilmu pengetahuan yang dimiliki dan semakin hebat teknologi yang digunakan, maka semakin besarlah iman seseorang kepada Tuhan. Tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Segalanya dari Dia. Perhatikan Mazmur 139:1-12.

Tanpa iman yang teguh, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dapat mengarah kepada penyalahgunaan ilmu itu sendiri. Masih ingat peristiwa pemboman Hiroshima dan Nagasaki Jepang? Bukankah itu salah satu contoh dari penyalahgunaan iptek? Virus komputer, kejahatan perbankan, aborsi, kerusakan ozon dan alam lainnya merupakan akibat penyalah gunaan iptek.

Memang iptek telah berperan memberi kemudahan dan kepuasan kepada kebutuhan jasmaniah manusia. Iptek telah membuat manusia serba mudah dan praktis. Tetapi justru semakin meningkatnya iptek, gerakan jaman baru (New Age Movement) seperti mistik, yoga, sihir, ramal-meramal semakin diminati banyak orang. Ini menunjukkan adanya kebutuhan mendasar yang tidak dapat dipenuhi oleh iptek, yaitu kebutuhan rohani.

Kebenaran, yaitu Tuhan sendirilah yang mampu mengisi kekosongan itu. Mari kita tanggalkan superioritas kita di hadapan Allah yang besar. Di hadapan-Nya kita harus merendahkan hati dan penuh hormat. Kepada Dialah kita berikan segala pujian seperti yang dinyatakan oleh Daniel.(*)

Sukses Karena Dukungan Suami

Awalnya Ida Leman tidak pernah berpikir akan menjadi seorang desainer terlemuka di Indonesia, karena ke sibukannya sebagai seorang ibu, istri dan aktris yang menyita banyak waktunya.

Tetapi takdir berkata lain, ahkirnya ilmu yang dipelajarinya semasa SMKK (Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga) jurusan tata busana, mengantarnya menjadi salah satu desainer yang diakui di negeri ini.

Keputusan untuk menjadi desainer juga awalnya dari salah satu temannya yang saat itu menjadi Sekjen Parfi, Aida. Teman sepermainanya itu memaksa dirinya untuk mengikuti pameran yang dilakukannya bersama dengan teman-temannya.

“Itu tahun 1990, saat Aida memaksa saya untuk ikut serta dalam pameran yang diselenggarakannya, padahal ketika itu saya sudah tidak memiliki modal lagi,” ujar ibu dari salah satu aktor Mario Pratama kepada wartawan koran ini di Palladium Plaza Medan, disela-sela nonton bareng film Badai Dalam Negeri.

Pada tahun yang sama, kenang Ida Leman, sinetron Losmen yang dibintanginya sedang masa cuti, sehingga dirinya sudah tidak memiliki penghasilan tambahan. Tetapi karena paksaan teman dan untuk mengisi waktu kosong, tawaran untuk mengikuti pameran tersebutpun diterimanya.

Walaupun saat itu dirinya sudah tidak memiliki modal, tapi ia bertekad bulat untuk memakai uang simpanan anak sebagai modal usaha awal. “Saya pinjam uang simpanan anak, sebanyak Rp400 ribu. Dengan modal tersebut saya beli kain dan baju, saya padu padankan,” ujar wanita yang bernama asli Hidayati Ahmad Leman ini.

Awal pameran tersebut, kata Ida Leman, ia mendapat pujian dari berbagai kalangan. Setelah pameran berakhir, ia lalu merancang baju kurung. Kesibukan sebagai artispun dilupakannya untuk sementara, dan lebih fokus sebagai perancang.

Walaupun mencoba untuk total berada dalam bidang fashion, tetapi ini tidak mudah baginya, terutama saat itu dirinya harus dihadapi pada kenyataan harus menjadi orang tua tunggal. “Suami saya meninggal, padahal saya belum siap,” ujar wanita kelahiran Padang, 16 November 1955 ini.

Ditinggal oleh Irwinsyah yang juga pekerja seni sempat membuat Ida gamang. “Saya ditinggal dengan 3 anak yang masih kecil, usia saya juga belum 40 tahun,” ucapnya.

Sepeninggal suami yang telah bersama bertahun-tahun, sempat membuat Ida bigung, linglung dan tidak tahu harus melakukan apa. “Saya sempat jatuh dan tidak tahu harus berbuat apa, kalau lihat anak nangis, hingga berhari-hari saya masih tersiksa dengan kepergian suami,’ ujarnya.

Kepergian sang suami membuatnya harus menentukan kariernya, memilih karier sebagai artis atau fokus menjadi perancang baju. Atas pertimbangan dengan keluarga, anak dan teman, akhirnya Ida memutuskan untuk menjadi desainer agar dapat meluangkan waktu bersama dengan anak-anaknya.

“Kalau saya tetap menjadi artis, banyak waktu saya akan habis di lokasi syuting, sementara anak masih kecil. Kalau jadi desainer saya bisa melakukannya di rumah,” tambahnya.

Kepergian suaminya itu membuat Ida Leman membutuhkan sosok pelindung. Iapun  lalu memutuskan untuk menikah lagi dengan segala pertimbangan yang matang. “Itu bedanya wanita dan pria, seorang wanita pasti mengambil keputusan dengan berbagai pertimbangan dan sudut pandang,” kata Ida.

Keinginan menikah lagi justru mendapat dukungan anak dan keluarga besarnya, iapun akhirnya kembali merajut rumah tangga. Tetapi rumah tangga baru yang dijalaninya pun harus membuat dirinya harus beradaptasi ulang, terutama dengan anak dari sang suami. “Seorang wanita, saat dirinya menjadi ibu, akan sangat mudah untuk menyalurkannya, menjadi seorang ibu itu anugerah, jadi demi anak-anak saya tetap berjuang,” ujarnya.
Sifat suami yang penuh dengan pengertian membuat dirinya sempat lupa diri, semua waktu dihabiskannya dengan bekerja. Hal itu membuat suaminya sempat protes karena dirinya terlalu capek bekerja. “Nah, kalau suami sudah ngomong gitu, maka saya langsung intropeksi diri,” ujarnya.

Bagi Ida Leman, menjadi seorang wanita yang bekerja tidak akan sukses dalam hidupnya bila tanpa dukungan dan pengertian terutama dari suami yang paling dekat dari kita. “Istri yang bekerja dan harus mengurus anak dan rumah, semuanya tidak dapat dikerjakan sekaligus. Karena itu pengertian dan dukungan suami itu sangat penting,” tambahnya.
Untuk mempermudah pekerjaan, Ida selalu pahami semua orang di sekitarnya, terutama 7 anaknya. “Dengan memahami anak, maka kita dapat menciptakan waktu yang berkualitas bersama anak, walau jarang bertemu,”kata Ida.
Bekerja menjadi publik figure juga tidak membuat dirinya lupa untuk menjaga penampilan dan staminanya, tetapi semua itu tidak dilakukannya dengan cara alami.  “wanita itu sangat penting, apalagi kalau sampai awet muda. Obat awet muda itu adalah pikiran, jangan pikir dunia saja, tapi akhirat juga agar kita lebih nyaman, balnce pasti lebih bagus daripada berat sebelah kan,” tutupnya tersenyum. (juli ramadhani rambe)

6 Tipe Pria Tak Buat Wanita Bahagia

Anda tak akan pernah benar-benar mengenal pribadi seseorang sampai Anda menghabiskan waktu cukup lama bersamanya. Akan tetapi, dari hal-hal simpel seperti berikut, Anda akan tahu bahwa ia memiliki masalah dengannya. Hati-hati, bila tidak berubah, ia tak akan pernah bisa membahagiakan Anda.

1. Membenci pekerjaannya
Boleh dibilang waktu produktif kita dihabiskan di kantor. Orang boleh saja sedikit tak puas dengan kehidupan kerjanya. Namun, pria yang benar-benar payah dalam menjalani pekerjaannya akan menyedihkan pula dalam kehidupannya di luar kantor. Anda perlu menemui seseorang yang selalu menyukai apa yang dilakukannya. Bila si dia tidak menyukai pekerjaannya, maka seharusnya ia segera mencari pekerjaan lain dan berhenti berkeluh kesah dengan segala hal yang terjadi pada dirinya. Bayangkan bagaimana jika Anda berdua sedang menghadapi masalah, dan ia tidak melakukan apa pun kecuali berkeluh kesah?

2. Terobsesi dengan ibunya
Pasti menyenangkan melihat pria yang tampak sangat mencintai ibunya. Namun jika si dia selalu tunduk pada ibunya, dan meminta jawaban atas segala persoalan yang dihadapinya, Anda tak akan tampak berarti di mata ibunya. Sebaliknya, bila si dia sangat membenci ibunya, dan selalu mengutarakan keburukan-keburukan ibunya, maka Anda pun tak akan tenang di sampingnya. Bayang-bayang sang ibu akan terus ada di antara Anda berdua, membuatnya tak bisa berfokus pada kebahagiaan Anda berdua.

3. Ingin selalu dikagumi
Memuja suami bisa menjadi salah satu cara agar ia selalu merasa puas atau merasa tetap hebat di mata pasangannya. Akan tetapi bila ia masih mengharapkan pujian atau pandangan kagum dari orang lain, dan berusaha mendapatkannya dengan tebar pesona melalui e-mail, acara-acara kantor, di mal, dengan waitress di restoran, pasti ada yang tak beres dengannya. Anda akan merasa, apa pun yang Anda lakukan, tak pernah akan memuaskannya.

4. Tak pernah mengajak Anda memasuki lingkungan pergaulannya
Anda mengamati bahwa ia sering mengirim e-mail, SMS, atau pamitan untuk menemui teman-temannya. Namun, Anda tak pernah diajak menemui mereka. Ia mungkin tidak sedang menyembunyikan sesuatu atau sedang berselingkuh. Namun dengan membagi-bagi kehidupannya seperti itu, tandanya ia tak siap berbagi hidupnya dengan Anda. Kemungkinan lain, ia malu menunjukkan siapa Anda, atau ia malu menunjukkan siapa teman-temannya kepada Anda.

5. Tak bisa lepas dari teman-temannya
Semua orang pasti butuh “me time”, tak terkecuali pria. Maka dari itu, Anda pun memberi kebebasan kepadanya untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya.

Sayangnya, ia sering sekali mengorbankan janji pertemuan dengan Anda karena tak bisa meninggalkan teman-temannya itu. Soalnya, ia selalu merasa akan ketinggalan sesuatu bila tidak muncul dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan teman-temannya. Sebaliknya, ia tak keberatan kehilangan quality time-nya bersama Anda.

6. Tak percaya Anda memilihnya
Pada awalnya, segala puja dan puji yang dilontarkannya tentang Anda membuat Anda berbunga-bunga dan merasa tersanjung. Ia mengutarakan betapa ia tidak mempercayai bahwa Anda akan tertarik kepada pria seperti dia, sosok yang ia gambarkan sendiri sebagai loser. Ia akan mengekor Anda ke sana kemari atau selalu menuruti kehendak Anda, hanya karena ia takut kehilangan Anda. Hal ini terus terjadi sampai akhirnya Anda mulai percaya bahwa ia memang payah. (ila/net)

Rajin Puasa, Bertemu Ibu dan Adik setelah 27 Tahun

Steve Jobs, si Pekerja Keras Sekaligus Family Man

Steve Jobs tak pernah bertemu ayah kandungnya yang berasal dari Syria. Setelah menikah, dia tumbuh menjadi pria yang sangat mencintai keluarga. Soal sekolah hingga makanan anak dia kontrol sendiri.

DI antara seluruh sisi Steve Jobs, kehidupan pribadinyalah yang paling sedikit diketahui. Itu tidak mengherankan. Sebab, dia memang sangat menjunjung privasi. Hanya sesekali dia tampil bersama sang istri, Lauren Powell, dan empat anaknya. Semua semata dilakukan agar orang-orang terkasihnya tidak diganggu media.

“Dalam kehidupan publik, Steve dikenal sebagai pria yang visioner. Dalam kehidupan pribadinya, dia adalah pria yang selalu berusaha menyenangkan keluarga.” Demikian pernyataan resmi keluarga sebagaimana dilansir Reuters.
Dalam biografinya, bisa diketahui bahwa masa kecil Jobs sangat complicated. Dia terlahir dari seorang mahasiswi bernama Joanne Simpson. Ayahnya adalah Abdulfattah Jambali, mahasiswa asal Syria.
Jobs diserahkan kepada pasangan Paul dan Clara Jobs untuk diadopsi ketika baru berumur beberapa bulan.

Penyebabnya, orang tua Joanne tidak setuju anaknya membangun keluarga dengan seorang Arab. Sepuluh bulan setelah Jobs lahir, Joanne akhirnya menikah dengan Jambali dan mendapat momongan lagi yang diberi nama Mona. Namun, Joanne dan Jambali bercerai kala pernikahan berusia tiga tahun. Joanne lantas menikah lagi dengan seorang pria bernama belakang Simmons. Mona yang kini menjadi novelis itu akhirnya menyandang nama belakang Simmons.

Jobs tidak bertemu ibu kandung dan adiknya hingga berumur 27 tahun, sedangkan sang ayah tidak pernah ditemuinya. “Orang tua saya adalah Paul dan Clara Jobs. Tapi, Mona adalah salah seorang teman terbaik saya di dunia,” jelas Jobs terkait dengan keluarga kandungnya.

Setelah dewasa, Jobs sempat lama berpacaran dengan gadis Jerman bernama Chrisann Brennan. Namun, mereka putus setelah Brennan mengandung. Jobs sempat tidak mengakui putri mereka, Lisa, selama dua tahun pertama. Namun, dia akhirnya mengakui dan bahkan mengabadikan namanya dalam salah satu produk komputer yang dilansir pada 1983.

Kapok dengan kehidupan bujangan, Jobs mendedikasikan seluruh waktunya untuk bekerja. Dia menghabiskan dua pertiga waktunya dalam sehari untuk bekerja. Dia hanya pulang untuk makan malam dan tidur sebentar. Rumahnya di kawasan San Remo, New York City, sangat besar, tapi kosong.

Semua berubah setelah dia menikahi Laurene pada 1991. Dia tiba-tiba saja menjadi family man sejati. Mau menghabiskan banyak waktu untuk menimang bayi lelakinya, Reed. Keluarga itu bertambah bahagia dengan kehadiran dua anak perempuan, Erin dan Eve. Lisa, yang sudah ABG, diajak tinggal bersama di mansion besar di Woodside itu.

Orang-orang terdekatnya pun menganggap Jobs telah bertransformasi. Yakni, dari anak muda yang senang bermain-main dengan teknologi ciptaannya menjadi ayah yang sangat perhatian. Peran bapak dilakoninya dengan sangat baik. Dia juga mengontrol penuh kendali atas pendidikan anak-anaknya.

Jobs juga menyempatkan untuk menghadiri pertemuan orang tua di sekolah dan melarang anaknya menonton televisi hingga larut malam. Juga, memastikan Reed dan adik-adiknya selalu mengonsumsi makanan sehat. Dia sering menceritakan bagaimana senangnya berusaha menyeimbangkan waktu antara menangani perusahaan raksasa dan mengurus empat anak.

“Tapi, ada satu hal penting yang saya pelajari selama saya berperang melawan kanker. Saya menyadari bahwa saya sangat mencintai hidup saya. Sungguh,” ujar Jobs dalam sebuah wawancara pada 2005. “Saya punya keluarga terhebat di dunia dan saya memiliki pekerjaan yang keren.”

Kalau Jobs sangat concern terhadap makanan anak-anaknya, itu terjadi karena sejak remaja dia menjadi vegetarian. Bahkan, dia pernah menjadi fruititian alias hanya memakan buah.

Dia juga rajin berpuasa agar lambungnya bisa beristirahat dalam waktu lama. Menurut dia, proses pencernaan memakan banyak tenaga yang semestinya bisa dialokasikan untuk bekerja.

Kebiasaan itu jelas tidak berlanjut setelah berkeluarga. Namun, dia berhasil memengaruhi Laurene. Makanan favoritnya adalah wortel mentah tanpa embel-embel apa pun. Siapa pun yang datang dan makan malam bersama keluarga harus mengikuti kebiasaan makan sehat tersebut.

“Keluarga Jobs adalah vegetarian yang sangat strict. Mereka tak makan produk daging sama sekali. Menu makan adalah pasta dengan tomat mentah, jagung segar dari kebun sendiri, kubis kukus, dan salad dari potongan wortel mentah,” tulis seorang jurnalis yang pernah dinner di rumah Jobs seperti yang tercantum dalam biografi Jobs, The Second Coming of Steve Jobs.

“Ketika ayah dan ibunya makan, anak laki-laki mereka mengambil lemon dan beberapa jenis rempah dari kebun untuk dibuat teh. Kami minum teh setelah makan malam,” tambah jurnalis itu.

Di sisi lain, Jobs tidak begitu peduli terhadap penampilan. Outfit favoritnya adalah turtleneck hitam dan celana denim lusuh. Di rumah, paling sering dia hanya mengenakan T-shirt dan celana pendek serta sandal. Laurene mengaku tidak berkeberatan karena itulah Steve Jobs yang sebenarnya. (na/c5/ttg/jpnn)

Putri Indonesia 2011

Maria Selena

Wakil Jawa Tengah Maria Selena akhirnya berhasil menjadi yang terbaik pada grand final Pemilihan Puteri Indonesia (PPI) yang dilaksanakan di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Jakarta, tadi malam.
Pada babak tiga besar, dia menyisihkan Liza Elly P. dari Jawa Timur dan Andi Tenri Natassa dari Sulawesi Selatan. Dengan demikian, sejak tadi malam, Maria Selena secara resmi menyandang gelar Putri Indonesia menggantikan Nadine Alexandra Dewi Ames.

Sedangkan wakil Sumatera Utara, Sabrina Chairunnisa (Sumatera Utara) berhasil bertahan hingga babak lima besar di acara bertema Wujudkan Cintamu pada Negeri Melalui Apresiasimu dan Penggunaan Produk Indonesia.

Tiga besar finalis terbaik ini tampil cantik mengenakan kebaya rancangan Intan Avantie dan tata rias tren warna Mustika Ratu 2012, Amuspa Buketan. Dalam sesi tiga besar ini, mereka dipilih juri berdasarkan parameter penilaian dalam Pemilihan Puteri Indonesia, yaitu kecerdasan (brain), penampilan menarik (beauty), dan berperilaku baik (behavior) Ya, setelah melawati masa karantina selama 10 hari, 38 finalis yang berasal dari 33 provinsi berebut menjadi yang terbaik tadi malam. Mereka unjuk kemampuan dan penampilan di depan dewan juri.

Tak hanya memberikan penghargaan kepada perempuan terbaik yang dipilih dari 38 finalis, tadi malam, Yayasan Puteri Indonesia juga memberikan penghargaan kepada event organizer terbaik Pemilihan Puteri Indonesia Daerah. Jawa Pos mendapat penghargaan tersebut untuk PPI Jawa Timur. Dua daerah lain yang mendapat penghargaan adalah Jogjakarta dan Papua.

Dewan juri malam grand final PPI tadi malam adalah Ben Sukma Harahap (ketua umum DPP ASITA), Ingrid Kansil (anggota DPR), Artika Sari Devi (Putri Indonesia 2004), Fira Basuki (editor in chief Cosmopolitan Indonesia), Triyadi (direktur Pendidikan Kesetaraan Kemendiknas), Nurul Arifin (anggota DPR), Amir Husein (GM PT Mustika Ratu Tbk), dan Erwin Aksa (anggota Komite Ekonomi Nasional). (jan/nw/jpnn)

Mendagri Ancam Gatot

BKN Tunggu Pengaduan Korban Mutasi

JAKARTA-Kesabaran Mendagri Gamawan Fauzi tinggal tersisa sedikit. Tidak puas dengan laporan dari Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho terkait mutasi besar-besaran di jajaran Pemprov Sumut, Gamawan mengancam akan segera mengeluarkan surat teguran kedua kepada Gatot.
“Kita akan tegur lagi. Kalau tidak segera bersikap, kita tegur lagi,” ujar Gamawan Fauzi kepada Sumut Pos di kantornya, Jakarta, kemarin (7/10).

Meski tidak menyebutkan bagaimana isi laporan dari Gatot yang sudah diterimanya, Gamawan memberi sinyal kekecewaaanya atas laporan Gatot itu. Kemungkinan besar, laporan Gatot sama sekali tidak mengubah atau menganulir mutasi besar-besaran yang telah dilakukannya, seperti diminta Gamawan. Sumber koran ini menyebut, laporan Gatot memang sama sekali tidak masuk pada substansi yang dikehendaki mantan gubernur Sumbar itu. Karenanya, Gamawan kecewa dan akan melayangkan surat teguran kedua yang sudah tentu lebih keras.

“Kan baru sekali kita tegur. Kita akan kirim teguran lagi,” ujar Gamawan singkat, lantaran buru-buru mengejar waktu untuk agenda kerja di luar kantor.

Terpisah, Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto menyarankan, para pejabat yang merasa menjadi korban kebijakan mutasi ngawur bisa membuat pengaduan ke BKN.  Pengaduan itu nantinya ditelaah Deputi Pengendalian Kepegawaian BKN.

Aris mengatakan, pengaduan dari sejumlah daerah terkait kebijakan mutasi, juga banyak yang masuk ke BKN. “Bahkan Deputi Pengendalian Kepegawaian turun ke lapangan untuk mengecek laporan itu,” ujar Aris Dari hasil pengecekan, jika ternyata benar mutasi dilakukan secara ngawur, BKN akan mengeluarkan rekomendasi ke kepala daerah bahwa mutasi yang dilakukan melanggar aturan.

Upaya lain yang bisa dilakukan para korban kebijakan Gatot, kata Aris, dengan melakukan pendekatan-pendekatan ke pejabat yang memutasi. “Mengajukan gugatan ke PTUN adalah langkah terakhir setelah pendekatan-pendekatan gagal. Di daerah mana saya lupa, juga mengajukan gugatan ke PTUN dan berhasil,” ujarnya.

BKN, lanjutnya, menyayangkan kebijakan Gatot, yang sudah tentu akan menimbulkan keresahan di internal Pemprov Sumut. “Yang seperti ini, karena para PNS resah, yang rugi ya pemprov sebagai institusi, dan ujung-ujungnya pimpinannya sendiri yang rugi, karena kinerja anak buah tak maksimal,” kata Aris.

Dijelaskan, BKN sendiri sudah sering melakukan sosialisasi aturan terkait dengan pengangkatan PNS dalam jabatan struktural, yakni PP Nomor 100 Tahun 2000, yang diubah menjadi PP Nomor 13 Tahun 2002.

Aturan ini untuk memberikan panduan agar pengangkatan pejabat karier PNS dalam jabatan struktural dan kepangkatan, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundangan yang berlaku. Pengangkatan harus berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja, dan jenjang pangkat yang ditetapkan untuk jabatan itu serta syarat obyektif lainnya tanpa membedakan jenis kelamin, suku, agama, ras atau golongan.

Aris juga menjelaskan, pemberhentian PNS dari jabatannya, alias non job, juga tak boleh sembarangan. Sudah diatur di PP bahwa PNS diberhentikan dari jabatan struktural karena, mengundurkan diri dari jabatannya, mencapai batas usia pensiun, diberhentikan sebagai PNS, diangkat dalam jabatan struktural lainnya atau jabatan fungsional, cuti diluar tanggungan negara. “Kecuali cuti diluar tanggungan negara karena persalinan.”

Selain itu, karena tugas belajar lebih dari enam bulan, adanya perampingan organisasi pemerintah, tidak memenuhi persyaratan kesehatan jasmani dan rohani, dan hal lain yang ditetapkan perundangan yang berlaku.

Terkait masalah ini, sebelumnya pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sigit Pamungkas, menyarankan agar para pejabat yang dimutasi melakukan perlawanan secara terbuka terjadap kebijakan Gatot itu. Bila perlu, aksi terbuka juga dilakukan seluruh PNS di jajaran Pemprov Sumut.

Berdasarkan pengalaman kasus di Kabupaten Temanggung pada 2005, para PNS yang menggelar aksi mogok kerja, berhasil melakukan perlawanan terhadap Bupati Temanggung saat itu, Totok Ary Prabowo yang dinilai sewenang-wenang dan berbuntut langkah dewan yang menggunakan hak angket dan interpelasi.

“Kasus Temanggung adalah sebuah preseden, jika birokrasi kompak maka bisa mengalahkan kekuatan politik yang sewenang-wenang. Jika birokrasi lemah, maka gampang dipecah-pecah oleh politisasi birokrasi,” kata Sigit Pamungkas, yang juga dosen pascasarjana Ilmu Politik UGM itu, kepada koran ini, Kamis (7/10). (sam)

Dewan Dukung PNS Pemprov Lawan Gatot

Interpelasi Kandas, Hak Angket Digaungkan

Gagal menggulirkan hak interpelasi untuk mempertanyakan kebijakan mutasi Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho terhadap 136 pejabat eselon III dan IV, beberapa anggota dewan mencoba cara lain. Hak angket menjadi pilihan untuk digaungkan.

Marasal Hutasoit, anggota Komisi A DPRD Sumut menjadi salah satu anggota dewan yang punya keinginan pelaksanaan hak angket. “Ada beberapa orang yang telah menggaungkan itu dan sudah terlihat adanya dukungan untuk itu,” ungkap politisi Fraksi PDS DPRD Sumut ini.
Usulan hak angket juga disuarakan beberapa anggota DPRD dari Fraksi PDIP. Tetapi kader partai banteng moncong putih ini belum mau terang-terangan mengungkapkannya.

Syamsul Hilal dari PDIP lebih mendukung ide yang diutarakan pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Sigit Pamungkas, agar para pejabat yang dimutasi melakukan perlawanan secara terbuka. Syamsul Hilal bahkan mendukung bila aksi terbuka dilakukan seluruh PNS di jajaran Pemprov Sumut.

“Kalau memang mereka mau aksi, lebih bagus. Anggota dewan bisa memperjuangkan dari sisi politisnya,” jawabnya.
Marasal Hutasoit turut menantang para pejabat yang mutasi itu untuk berani melakukan aksi. Dia berpendapat, bila aksi terwujud secara otomatis akan mendapat dukungan dari para anggota dewan, terlebih anggota dewan yang mengusung hak interplasi.

Sedangkan Kader PDIP, Alamsyah Hamdani, lebih menyoroti dugaan yang melatarbelakangi kebijakan mutasi ala Gatot. “Ini karena Gatot dulu tidak pernah diikutkan dalam pengambil kebijakan-kebijakan oleh Syamsul Arifin. Semacam ada kesan balas dendam,” bebernya.

Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi PKS Sigit Pramono, tentu saja tidak setuju dengan wacana menggulirkan hak angket dan aksi besar-besaran PNS di pemprovsu. Dia menekankan, sebaiknya kebijakan mutasi itu tidak usah diungkapkan lagi. “Nggak usah yang sudah jadi bangkai diungkit-ungkit lagi. Itu kan sudah ada keputusan di paripurna. Keputusan paripurna itu lah yang tertinggi. Terserah pengamat mau ngomong apa. Itu kan hak nya, untuk memberi penilaian. Namanya pengamat,” kilahnya.

Apakah sebenarnya ahk angket itu? Diketahui, hak angket adalah hak DPR untuk melakukan penyelidikan terhadap kebijakan pemerintah yang penting dan strategis serta berdampak luas pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara, yang diduga bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam ketentuan dalam UU Nomor 6 Tahun 1954 tentang Hak Angket Dewan Perwakilan Rakyat, sekurang-kurangnya diajukan 10 anggota DPR bisa kepada Pemimpin DPR. Usulan disampaikan secara tertulis, disertai daftar nama dan tanda tangan pengusul serta nama fraksinya. Usul dinyatakan dalam suatu rumusan secara jelas tentang hal yang akan diselidiki, disertai dengan penjelasan dan rancangan biaya sedangkan dalam pasal 177 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2009 tentang Undang-Undang Tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah disebutkan bahwa hak angket harus diusulkan oleh paling sedikit oleh dua puluh lima orang anggota serta lebih dari satu fraksi disertai dengan dokumen yang memuat sekurang-kurangnya materi kebijakan memuat mengenai pelaksanaan undang-undang yang akan diselidiki dan alasan penyelidikan.


Sekadar mengingatkan, hak interplasi anggota DPRD Sumut sudah dibahas pada Rapat Paripurna internal DPRD Sumut, Senin (22/8) lalu.
Yang menjadi landasan pengajuan itu yakni, Keputusan Gubsu No. 821.23/2096/2011 Tanggal 10 Juni 2011, Tentang pengangkatan 110 orang pejabat eselon III dan pemberhentian 26 orang pejabat eselon III menjadi staf alias non job.
Pengangkatan tersebut bertentangan dengan PP No.100 Tahun 2000 tentang pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan struktural, perubahannya PP No.13 Tahun 2003 Pasal 5 ayat d, pasal 6, pasal 9 ayat 2, pasal 10, pasal 14.
“Usul Hak Interplasi itu kami ajukan sesuai hak DPRD sebagaimana diatur dalam Undang-undang No.27 Tahun 2009 Pasal 289 ayat 1 Poin a dan ayat 2 serta Pasal 306 PP No 16 Tahun 2010 Pasal 9 ayat a dan pasal 11,” terangnya Marasal Hutasoit.

Pengajuan hak interplasi itu, telah disetujui dan ditandatangani beberapa anggota DPRD Sumut antara lain, Yan Syahrin (Gerindra BBR), Marasal Hutasoit (Fraksi PDS), Sopar Siburian (Demokrat), Oloan Simbolon (PPRN), Mulkan Ritonga (Golkar), Aduhot Simamora (Hanura), Roslynda Marpaung (PPRN), Janter Sirait (Golkar), Irwansyah Damanik (PAN), Tahan Manahan Panggabean (Demokrat), Alamsyah Hamdani (PDI P), Abu Bokar Tambak (Gerindra BBR), Ramli (Demokrat), Akhmad Ikhyar Hsb (Demokrat) dan Ferry Suando Tanuray Kaban (Gerindra BBR).

Ditambahkan Marasal lagi, dalam pengajuan Hak Interplasi itu, sudah ada Surat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No : 820/2966/SJ, yang juga ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi, tanggal 2 Agustus 2011 yang ditujukan kepada Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho dengan tembusan ke Menteri Sekretaris Negara (Mensekneg), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan), Sekretaris Kabinet (Sekkab) dan Kepala Badan Kepegawaian Negeri (BKN) RI.

Perihal: Pelaksanaan Mutasi Pejabat Struktural di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Dalam surat itu ada tiga poin yang menerangkan, lingkup penjabat atau pelaksana tugas tidak bisa serta merta melakukan pemutasian.

Poin pertama yakni, Berdasarkan ketentuan Pasal 132A ayat (1), huruf a dan ayat (2) Peraturan Pemerintah No 49 Tahun 2008, tentang perubahan ketiga atas PP No 6 Tahun  2005 tentang pemilihan, pengesahan dan pengangkatan dan pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah bahwa, – Penjabat Kepala Daerah atau pelaksana tugas kepala daerah dilarang melakukan mutasi pegawai. – Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan  setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri.

Poin kedua adalah mengacu kepada ketentuan tersebut, mengingat saudara (Plt Gubsu, red), belum mengajukan persetujuan tertulis kepada Mendagri, maka keputusan Plt Gubsu tentang mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemprovsu tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Poin ketiga adalah sehubungan dengan hal tersebut, agar saudara (Plt Gubsu, red) meninjau kembali keputusan Plt Gubsu tentang mutasi pejabat struktural di lingkungan Pemprovsu.

Usulan Hak Interplasi juga, kemudian disetujui dan diajukan oleh Komisi A DPRD Sumut yang ditandatangani Ketua Komisi A DPRD Sumut Hasbullah Hadi Tanggal 11 Juni 2011 untuk diajukan ke Pimpinan Dewan.

Kemudian yang jadi pertanyaan, kenapa akhirnya hak interplasi itu tidak jadi bergulir? Kembali lagi, Marasal Hutasoit menyatakan, awalnya rencana pengajuan itu didukung banyak pihak, namun karena ada kepentingan-kepentingan maka, akhirnya pada paripurna DPRD Sumut menjadi tidak disetujui. Karena anggota dewan yang awalnya mendukung, selain yang menandatangani surat pengajuan hak interplasi, akhirnya mencabut dukungannya.(ari)