Home Blog Page 1472

Bank Mestika Gelar Edukasi Keuangan, Diikuti Ratusan Pelajar dan Masyarakat

Bank Mestika Gelar Edukasi Keuangan.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mestika menggelar edukasi keuangan diikuti ratusan pelajar tingkat SMA dan SMK di Pangururan, Kabupaten Samosir dan masyarakat di Desa Wisata Karang Anyar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Acara ini dihadiri oleh 226 pelajar perwakilan dari 5 sekolah tingkat SMA/SMK di Pangururan, serta 244 orang masyarakat yang berdomisili di Desa Wisata Karang Anyar, Kabupaten Simalungun.

Kegiatan Edukasi Keuangan kepada para pelajar dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2023 dan kepada masyarakat di Desa Wisata dilakukan pada tanggal 16 Juni 2023.

Bank Mestika dalam menjalankan kegiatan bisnisnya tidak hanya berfokus pada bisnis semata, Bank Mestika juga berkewajiban untuk mengimplementasikan regulasi mengenai POJK NO. 6/2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan dan POJK NO. 3/2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan Bagi Konsumen dan/atau Masyarakat.

Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai Lembaga Jasa Keuangan yakni terkait manfaat-biaya-risiko, hak-kewajiban konsumen; cara mengakses produk dan layanan, mekanisme transaksi transaksi produk dan layanan, mekanisme penanganan dan penyelesaian sengketa.

Lembaga keuangan atau bank dan masyarakat saling membutuhkan satu sama lain sehingga semakin tinggi tingkat literasi keuangan masyarakat, maka semakin banyak masyarakat yang akan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan.

Kegiatan edukasi keuangan ini, disambut meriah, para pelajar bersemangat untuk mendengarkan paparan edukasi serta aktif memberikan pertanyaan terkait dengan Lembaga Jasa Keuangan.

Begitu juga dengan pelaksanaan edukasi keuangan di Simalungun juga mendapatkan atensi dari masyarakat dari 9 Dusun di Desa Wisata Karang Anyar, yang merupakan salah satu agenda kegiatan Bank Mestika. Dalam hal kerjasama, dalam program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) bersama Tim Percepatan Aksi Keuangan Daerah (TPAKD) Sumatera Utara dan Pemeritah Kabupaten Simalungun.

Program EKI ini, bertujuan untuk meningkatkan akses keuangan kepada masyarakat yang belum memikili akses keuangan.

Kegiatan ini dihadiri oleh Haryanto- Pemimpin Cabang Bank Mestika Pematangsiantar, Riris, Kepala Seksi Corporate Secretary Bank Mestika, Ramadaniel Purba, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Simalungun dan jajarannya.

Kemudian, Solihin-Kepala Bagian Kemitraan Otoritas Jasa Keuangan Regional 5 dan jajarannya, Bapak Kunang Dana Saputra hadir mewakili Bank Indonesia Pematangsiantar, perangkat Desa Anyar Lestari.(gus)

Hadiri Pelantikan Jatman Idaroh Wustho Sumut, Gubsu Ajak Umat Islam Bersatu

JATMAN SUMUT: Gubsu H Edy Rahmayadi menerima cendera mata dari KH Mashudi saat menghadiri pelantikan pengurus Jatman Idaroh Wustho Sumut, Senin (19/6) - DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS

GUBSU H Edy Rahmayadi meminta umat Islam di Sumut untuk bersatu. Harapan ini disampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (Jatman) Idaroh Wustho Sumut masa khidmah 2023-2028 di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubsu, Senin (19/6).

Gubernur mengingatkan peran besar ulama dan umat Islam dalam memerdekakan Indonesia yang kini berpenduduk 275 juta jiwa. Bahkan hingga saat ini harus tetap eksis mengisi kemerdekaan tersebut.

Sementara itu Katib ‘Am Idaroh Aliyyah Jatman diwakili KH Mashudi MAg (sekretaris jenderal) didampingi KH Ir Bambang Irianto melantik pengurus Jatman Idaroh Wustho Sumut.

Rois Ifadliyah Jatman Idaroh Wustho Sumut H Ahmad Baqi Arifin SH MBA MM menegaskan Jatman merupakan sarana bersilaturahim untuk mempererat persaudaraan dan mengapai kejayaan Islam.

Sedangkan KH Dr M Sontang Sihotang MSi selaku ketua panitia pelantikan dan rapat kordinasi sekaligus mudir Imdloiyyah Jatman Idaroh Wustho Sumut berterima kasih atas dukungan Gubsu dan semua pihak.

Dalam acara ini disampaikan tausyiah dan arahan dari KH Ali Ridlo Hasyim. Turut menyampaikan sambutan Sultan Langkat Tuanku Azwar Abdul Jalil Rahmadsah Al-Hajj dan mewakili ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut.

Pengurus Jatman Idaroh Wustho Sumut pada Majlis Ifta’ Wal Irsyad terdiri: Dr HM Isa Indrawan MM (rois), Dr H Muhammad Zuhirsyan Lc MA (wakil rois) serta Prof Dr H Muzakkir MA, KH Sutan Djalaluddin Siregar SH, Syekh Dr H Ahmad Sabban Rajagukguk MA dan Ir Sofwan Hasyim SPd (anggota).

Ifadliyah terdiri: H Ahmad Baqi Arifin SH MBA MM (rois), KH Natsir Adnan (wakil rois), Dr Ansari Yamamah MSc (rois awwal), Sadikin Bintang MA (rois tsani), KH Zulkarnain (katib), Nurhafiani S Akun ME (wakil katib), Mhd Irfan Hamdi SAg (katib awwal) dan Dr Azizul Kholis MSi MPd CMA CSRS (katib tsani).

Imdloiyyah terdiri: KH Dr M Sontang Sihotang MSi (mudir), Agus Salim SAg (wakil mudir), Drs H Naziruddin Idris Lc (mudir awwal), Dr Joko Susanto MA (mudir tsani), Dr H Endi Marsal Dalimunthe MPd (sekretaris), Ali Nafiah Harahap SSos MM (wakil sekretaris), Irham Sukri Lubis SE (sekretaris awwal), Zainuddin Daulay SSos MKom (sekretaris tsani), Firdansyah Hasibuan SAg MH (aminus shunduq), Arfan SH MH (wakil aminus shunduq awwal) dan Nazril Sri Rahmadhani SHI (wakil aminus shunduq tsani).

Imdadiyah terdiri lajnah pendidikan thoriqoh, lajnah iqtishodiyah, lajnah cinta tanah air, lajnah manajemen dan pengembangan SDM thoriqoh dan lajnah ta’lif wan nasyer thoriqiy. Kemudian lajnah wanita ahlith thoriqoh al-mu’tabaroh an-nahdliyah (wathonah), lajnah robithoh ma’ahid thoriqiyah, lajnah advokasi dan bantuan hukum, lajnah dakwah dan dzikir dan lajnah hubungan kelembagaan.

Untuk lajnah pendidikan thoriqoh
terdiri: Dr H Syarifuddin MH (kordinator), Ir Zainul Thahar MA (wakil kordinator), Dr H Suherman MA (sekretaris) serta Muhammad Syafi’i SAg, H Luli Kapitra Lc,
Riza Faisal Husaini Lc dan Mulkan Harahap (anggota).

Lajnah iqtishodiyah terdiri: Dr Hubbul Wathan MA (kordinator), H Sahala Fajarillah Lc (wakil kordinator), H Syamsuddin Tarigan Lc SPdI MPsi (sekretaris) serta Drs H Sanudin Desky MM, H Hendra Putra SHI, Mhd Din Al Chairi Nst AMd dan Sarmaulid Simamora SAg (anggota).

Lajnah cinta tanah air terdiri: Drs H Rajidin MAP (kordinator), Amir Syam SPd (wakil kordinator), Ismail Harahap SosI (sekretaris) serta Yamlika SFil SE MAD, Budi Sulaiman SE, Ainun Fauziah SHI, Hasan Albana Siregar SAg dan Henry Dhuha SH (anggota).

Lajnah manajemen dan pengembangan SDM thoriqoh terdiri: Irwan Dirhamsyah SE (kordinator), Abdul Hakim Siagian MHum (wakil kordinator), Kardo SE (sekretaris) serta Al Muarrif Fadhilla SE, Hermansyah SE, Zulfi Andika SHI, Budi Simatupang SSos dan Ahmed Fernanda Desky SSos MSi (anggota).

Lajnah ta’lif wan nasyer thoriqiy
terdiri: H Syarifuddin Pasaribu SSosI (kordinator), H Yusuf Sinaga Lc MA (wakil kordinator), Zul Anwar Marbun (sekretaris) serta Gumriadi Tambunan SSos, HM Mugni Siregar Lc MH, Zulkawahfi Nunut Pasi Lc, M Daniel Siregar MPd, Zainal Arifin Sinambela MA, Ismanto dan Fathi Farich Hasibuan (anggota).

Lajnah wanita ahlith thoriqoh al-mu’tabaroh an-nahdliyah (wathonah) terdiri: Dara Aisyah MSi PhD (kordinator), Dr Hj Nursalimi MAg (wakil kordinator, Siti Maryam Hanum SH MH (sekretaris) serta Sri Wahyuni SPdI MPdI, Nurizah Pasaribu, Fadhilatunnisa, Desi Panjaitan, Hj Irma Fatmawati SH MH CPM, Hj Rabina Zales SFil SH MH CPM, Hj Zarwah Zildaq SE, Hj Larasati Purdiasih SE, Hj Dwi Hayati Spt dan Siti Maryam Hanum SH MH (anggota).

Lajnah robithoh ma’ahid thoriqiyah terdiri: Dr Muhammad Faisal Hamdani MAg (kordinator), M Yose Rizal Saragih MKom (wakil kordinator), Ismail SPd (sekretaris) serta Ir Satria Rifa, Hermansyah Siregar, Mhd Khaidir, Zulkifli SHI dan Budi Setioso MA (anggota).

Lajnah advokasi dan bantuan hukum: Drs H Zulfi Imran SH MH (kordinator), H Muhammad Muchtar SH SPn MH (wakil kordinator), Batara Mulia Harahap SE SH (sekretaris) serta Amir Mahmud Daulay SH, Edwin Syahrizal Pohan ST SH, Ahmad Imam Swangsa S.Fil dan Ir H Armein Harahap SH MM (anggota).

Lajnah dakwah dan dzikir terdiri: M Kamil SAg MPd (kordinator), Afrizal SFil MFil (wakil kordinator), Ahmad Sujai Tanjung MKom (sekretaris) serta Tanwil Bahri Lc, Sabam Situmorang SAg, Hermansyah, Muhammad Fauzan, Supriadi MA, Ismanto dan Al-Fajzri SPdI (anggota).

Sedangkan lajnah hubungan kelembagaan terdiri: H Mukhlis Malik M Sos (kordinator), H Ilham Wahyudi SPdI (wakil kordinator), H Ali Wardana A Pulungan (sekretaris) serta Maniur Sigalingging, Azhari Nurdin, H Pipim Zuharli SSosI, Agus Ramadhani dan Suyono (anggota). (dmp)

Verifikasi Administrasi Bacaleg 2024 KPU Sumut Sudah 98 Persen

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, tengah melakukan verifikasi administrasi (Vermin) seluruh berkas pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg). Verifikasi ini sudah mencapai 98 persen.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara, tengah melakukan verifikasi administrasi (Vermin) seluruh berkas pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg). Verifikasi ini sudah mencapai 98 persen.

“Sedang proses tapi sudah 98 persen lah,” ungkap Komisioner KPU Sumut, Batara Manurung saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (19/6) siang.

Batara mengatakan saat vermin, ada beberapa berkas Bacaleg yang tidak lengkap dan perlu perbaikan. Tetapi, dirinya tidak dapat membeberkannya karena itu bukan konsumsi publik.

“Ini dia, yang akan kami sampaikan kepada partai politik. Nanti diperbaiki oleh partai politik, tapi tidak bisa di publikasikan ke media. Karena kewajiban KPU kepada partai politik, bukan kepada publik,” jelas Batara.

Vermin dilakukan berkas Bacaleg diserahkan 18 parpol, untuk merebut kursi DPRD Sumut periode 2024-2029, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Buruh, Partai Gelora.

Kemudian, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Partai Hanura, Partai Garuda, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Bulan Bintang (PBB),

Partai Demokrat, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Perindo, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Ummat.

Batara mengatakan bahwa vermin sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang Pencalonan anggota DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten/Kota, hingga 23 Juni 2023.

“Tanggal 24 Juni 2023, kita akan menyerahkan (berkas perbaikan) ke partai politik,” ucap Batara.

Batara mengungkapkan dalam pelaksanaan Vermin berkas Bacaleg itu, baik di KPU Sumut dan KPU Kabupaten/Kota dengan melibatkan Bawaslu Sumut hingga Bawaslu Kabupaten/Kota.

“Dalam pelaksanaan vermin itu, selalu dihadiri bersama-sama dengan Bawaslu. Kita melakukan vermin, kita melibatkan Bawaslu,” jelas Batara.

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 10 tahun 2023 tentang Pencalonan anggota DPR RI, DPRD Sumut dan DPRD Kabupaten/Kota.

Kemudian, pengajuan perbaikan dokumen persyaratan bacalon, sejak 26 Juni 2023 hingga 9 Juli 2023. Nantinya, baru disusun Data Caleg Sementara (DCS) hingga ditetapkan Data Caleg Tetap (DCT) pada bulan September 2023.

“Setelah verifikasi, kalau kemudian ada berkas calon yang masih TMS atau tidak memenuhi syarat, kita kembalikan ke partai politik untuk melakukan perbaikan berkas Bacaleg. Begitu juga, dengan Bacaleg DPD,” jelas Batara.(gus/ram)

PTUN Medan Putuskan SK Pencopotan Ketua Karang Taruna Sumut Tidak Sah, Pemprovsu Nyatakan Banding

DAMPING: Dedi Dermawan Milaya (tengah) didampingi kuasa hukum.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi melalui Biro Hukum Setda Sumut, menyatakan banding putusan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan yang mengabulkan permohonan gugatan dilayangkan oleh Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya atas penonaktifan jabatan sebagai Ketua Karang Taruna.

“Kami sudah mengajukan banding,” ucap Kepala Biro Hukum Setda Sumut, Dwi Aries Sudarto saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (19/6) siang.

Berdasarkan data diperoleh Sumut Pos, bahwa banding itu, diajukan pada 9 Juni 2023 melalui akta permohonan banding elektronik dengan nomor : 4/G/2023/PTUN.MDN.

Untuk diketahui, dalam putusan tersebut, Senin 5 Juni 2023. Majelis Hakim PTUN Medan, menyatakan tidak sah Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/969/KPTS/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/134/KPTS/2019 Tentang Pengurus Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara Masa Bhakti 2018-2023 tanggal 30 Nopember 2022, beserta Lampiran pertama pada pengurus inti dalam posisi ketua.

Selanjutnya, memerintahkan kepada tergugat yakni Gubernur Sumut untuk mencabut Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/969/KPTS/2022 Tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Sumatera Utara Nomor 188.44/134/KPTS/2019 Tentang Pengurus Karang Taruna Provinsi Sumatera Utara Masa Bhakti 2018-2023 tanggal 30 November 2022, beserta Lampiran pertama pada pengurus inti dalam posisi ketua.

Sebelumnya, Kuasa hukum Karang Taruna Sumut, Muhammad Rusli mengatakan keputusan tersebut, belum inkracht. Karena, masih ada waktu 14 bagi pihak Gubernur Sumut, untuk banding atau tidak.

“Meski begitu kami berharap Gubernur Sumut dapat arif menerima dan mematuhi putusan ini. Kalau putusan dibanding kami akan hadapi,” ucap Rusli dalam jumpa pers di Kota Medan, Selasa (6/6) yang lalu.

Didampingi kuasa hukum lainnya, Andi Syahputra dan Zaki Varozy. Rusli mengungkapkan bila mana pihak Gubernur Sumut melakukan upaya banding, pihaknya siap melakukan upaya hukum selanjutnya. Namun, mereka akan melihat terlebih dahulu perkembangan atas putusan tersebut.

“Ini putusan tingkat pertama. Jadi belum inkracht, sehingga Gubernur Sumut memiliki hak untuk banding. Kalau Gubernur banding, kami siap meladeni. Kami di sini berjuang untuk membuat Karang Taruna ini, tidak bisa diintervensi dan di bawah tekanan siapapun,” tutur Rusli.

Rusli mengungkapkan bahwa gugatan tersebut, bukan bicara personaliti. Tapi, bagaimana Dedi menyelamatkan Karang Taruna Sumut secara organisasi, agar Karang Taruna Sumut ini, berjalan dengan netral tanpa ada tekanan dari mana pun, termasuk Gubernur Sumut.

Rusli menambahkan bahwa masa jabatan Dedi sebagai Ketua Karang Taruna Sumut akan berakhir pada Desember 2023. Bila dihitung tidak terlalu besar dampak secara personal. Tapi, ini akan berdampak dengan Kepengurusan Karang Taruna Sumut sendiri.

“Bukan ambisi bung Dedi mempertahankan jabatannya sebagai Ketua Karang Taruna tidak. Tapi, agar Karang Taruna ini, tidak dibawa intervensi. Apa lagi dibawa-bawa ke ranah politik dan jangan jadi korban,” jelas Rusli.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Sumut, Dedi Dermawan Milaya mengucapkan rasa bersyukur putusan tersebut. Karena, dalam SK Gubernur Sumut, dinilai ada kekeliruan sehingga sangat merugikan pihak Karang Taruna Sumu.

“Hasil dari gugatan saya terhadap tergugat bahwa selama proses persidangan di PTUN Medan majelis hakim telah menerbitkan Surat Keputusan pada Senin 5 Juni 2023 tentang SK Pencabutan Pengurus Karang taruna Sumut bahwa SK itu, tidak sah karena melanggar AD/ART Karang Taruna,” sebut Dedi.

Dengan keputusan ini, Dedi mengatakan masyarakat dapat menilai bahwa SK diterbitkan Gubernur Sumut, adalah salah dengan mencopot dirinya dari pimpinan tertinggi di Karang Taruna Sumut.

“Tentu hari ini saya ingin masyarakat tahu dengan kondisi saat ini, karena memang banyak yang berpikir Karang Taruna tidak saya pimpin lagi. Bahwa apa yang dilakukan tergugat menyalahi aturan,” ucap Dedi.

Atas putusan ini, Dedi mengucapkan terima kasih atas dukungan diberikan oleh Ketua Umum Karang Taruna, Didik Mukrianto, pengurus Karang Taruna Sumut hingga pengurus Karang Taruna Kabupaten/Kota di Sumut.

“Karang taruna itu berwarna, saya sampaikan pada kawan-kawan sampai tingkat Kabupaten/Kota bahwa karang taruna tidak boleh dibawa ke politik praktis. Untuk itu, demi menjaga keutuhan dan martabat karang taruna saya melakukan Langkah-langkah hukum ini. Saya jelaskan kepada masyarakat agar tidak lagi bertanya-tanya apakah putusan gubernur itu benar atau salah,” ucap Dedi.

Dedi meminta putusan PTUN Medan ini, jangan dicampur adukkan dengan politik. Apa lagi, masyarakat tahu dengan hubungan tidak harmonis antara Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah.

Dedi mengungkapkan dirinya mempunyai amanah untuk bisa menjaga marwah karang taruna agar pemuda tidak terpecah-pecah. Tentunya, dengan putusan PTUN Medan ini. Apa yang dilakukan tergugat dan Ketua Karang Taruna saat ini, mengantikan dirinya, yang ditunjuk Gubernur Sumut tidak sah dan secara legitimate karang taruna kepengurusan saya SK-nya masih berjalan.

“Jadi, SK tergugat itu tidak sah. Masa kepengurusan saya masih berjalan seperti biasa. Kami adalah pekerja sosial dan tidak pernah digaji,” tutur Dedi.

Dedi juga mengakui, sejak SK Gubernur diterbitkan, Sekretariat Karang Taruna Sumut tidak bisa digunakan. Padahal ada 300 UMKM binaan yang beraktivitas di sekretariat Karang Taruna Sumut,

“Ini jadi beban psikologis bagi saya karena jadi tidak focus memimpin. Dengan putusan ini harapan kami, kabupaten kota bisa bangkit dan solid lagi. Kita tidak bergantung dengan fasilitas dari pemerintah. Saya juga punya kantor dan kita akan tetap bekerja. Soal aset dan fasilitas kami juga punya investasi untuk itu,” tandas Dedi.(gus/ram)

BRI Digitalisasi 164.444 Merchant di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dari data Bank Rakyat Indonesia (BRI), hingga akhir Mei 2023 total pengguna QRIS di Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 164.444 merchant. Dengan total transaksi mencapai 292.200 pada kuartal 1 tahun 2023.

Retail Payment & Relationship Merchant Department Head BRI Regional Office Medan, Wisnu Iswahyudi mengatakan pihaknya melakukan berbagai macam program promo di merchant sebagai booster transaksi. Seperti merchant yang ada di Mall Delipark.

“Pelaku usaha disana melakukan transaksi pembayaran digital dengan scan barcode menggunakan smartphone,”ujarnya, Senin (19/6/2023).

Wisnu juga menjelaskan bahwa pihaknya juga menjalin kerja sama ke sektor pemerintahan. Contohnya seperti Pemko Medan, saat ini dibeberapa jalan sudah menerapkan pembayaran parkir secara digital menggunakan QRIS.

Untuk mendorong pengguna QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di Sumut, pihak BRI saat juga sudah menjalin kerjasama dengan Bank Indonesia yakni untuk program SIAP QRIS kepada pedagang pasar, sampai dengan kuartal I sudah masuk ke 5 pasar yang berkerja sama yaitu Pasar Petisah, Pasar Seisikambing, Pasar Kampung Lalang, Pasar Sentral, Pasar Glugur dan Pasar Delima.

Wisnu Iswahyudi menjelaskan, upaya digitalisasi di Sumut sangat membantu masyarakat dengan memberikan kemudahan dan keuntungan karena tercipta efisiensi terutama di sektor keuangan.

Perbankan yang dikenal dengan slogan ‘Melayani dengan Sepenuh Hati’ ini sangat mendukung proses digitalisasi di Sumut, mulai dari sisi layanan pembukaan rekening yang dapat dilakukan secara digital.

“Nasabah buka rekening tanpa antri dan datang ke kantor BRI,” jelasnya.

Dari sisi transaksi, BRI juga mendorong cashless payment (sistem pembayaran tanpa uang tunai). Sistem tersebut dapat melalui BRImo dan QRIS yang memberi kemudahan, keamanan dan kecepatan transaksi.

Pejabat dari RO Medan tersebut juga menjelaskan bahwa ada layanan digitalisasi bernama Chatbot Sabrina. Layanan diberikan untuk mempermudah nasabah memanfaatkan layanan keuangan dan layanan lainnya.

Chatbot Sabrina, “Robot” Customer Service dari BRI adalah teknologi chatbot yang membuatnya dapat berkomunikasi selayaknya interaksi antarmanusia. Layanan ini sering dikenal dengan sebutan asisten virtual BRI yang bisa memberikanmu informasi mengenai produk-produk BRI, pertanyaan umum seputar layanan perbankan, dan lain sebagainya.

Dari data yang berhasil dihimpun, total pelaku usaha atau merchant yang menggunakan QRIS di Sumatera Utara (Sumut) berjumlah 944 ribu atau tumbuh 31 persen (YoY), dengan proporsi terbesar pada segmen usaha mikro 64,52 persen. Data tersebut adalah keseluruhan kerja sama yang dilakukan Bank Indonesia dengan pihak bank maupun non perbankan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Doddy Zulverdi pada pasa sesi acara ‘Bincang Bareng Media’ yang dilaksanakan secara tatap muka dan virtual di KPw BI Sumut, Jalan Balai Kota Medan mengatakan dengan QRIS, semua aplikasi pembayaran bisa menangkap kode transaksi yang ada di barcode merchant. Aplikasi ini bisa dari penyelenggara manapun, baik bank maupun non bank.

“Secara spasial, jumlah merchat tertinggi terdapat di Kota Medan, yakni 445 ribu atau 47 persen dari total merchant yang ada,” ujar Doddy.

Fungsi QRIS, yakni untuk memudahkan proses transaksi dengan QR code agar lebih cepat, dan terjaga keamanannya. Tujuan QRIS adalah untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai di wilayah Indonesia.

Sementara, nominal batasan transaksi QRIS, paling banyak sebesar Rp 10 juta per transaksi. Penerbit bisa menetapkan batas transaksi nominal kumulatif harian atau bulanan, dari transaksi yang dilakukan oleh setiap pengguna QRIS.

Kehadiran QRIS nyatanya memudahkan transaksi pelaku bisnis, seperti halnya dirasakan oleh ketua klaster usaha tenun karya bunda, Ade Fitri (46) yang membuka stand di pameran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU). Ia mengakui sudah puluhan pembeli yang transaksi menggunakan QRIS. Menurutnya sangat efisien, mempermudah pengusaha tidak repot lagi menyediakan uang kembalian dari pembeli.

“Ada pembeli yang bercerita ke saya. transaksi digital sangat membantu karena keamanannya, tidak perlu lagi membawa uang tunai,” jelas Ade kepada awak media.

Hal berbeda diungkapkan pelaku penyedia jasa Agen BRILink Zeyas Jaya, Kartika Widia Ningsih (37). Ia bercerita bahwa ada waktu tunda transaksi menggunakan QRIS. “Pernah pelanggan melakukan transaksi pembayaran di BRILink saya, namun agak lama menunggu masuk ke rekening saya,” ujarnya.

Ibu 2 anak itu bercerita bahwa transaksi terakhir pelanggan menggunakan QRIS memang sudah lama. Sejak saat itu, ia memilih untuk transaksi manual. Lagian transaksi di daerah sini banyak yang menggunakan uang tunai, “Kebanyakan pelanggan datang kesini hanya untuk transfer,” ujarnya.

Agen BRILink yang membuka lapak jasanya di Jalan Marelan Raya Pasar 2, Kecamatan Medan Marelan itu mengharapkan ada semacam sosialisasi secara personal. Ia mendengar akhir-akhir ini, sudah tidak lama lagi transaksi menggunakan QRIS. “Namun karena masih ragu dan takut uang transaksi tidak masuk ke saya, saya memilih untuk menggunakan transaksi secara manual,” pungkasnya. (dat/ram)

Kapolres Tebingtinggi Lepas Personel dalam Kegiatan Bhakti Sosial dan Bansos

LEPAS: Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon melepas personel kepolisian dalam kegiatan Baksos dan Bansos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hut Bhayangkara ke-77, Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon melepas personel kepolisian untuk kegiatan Bhakti Sosial (Baksos) dan Bantuan Sosial (Bansos) di Halaman Mapolres Jalan Pahlawan, Kota Tebingtinggi, Senin (19/6/2023).

Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon dalam amanatnya menyampaikan bahwa pelepasan personel yang dibagi dalam 12 kelompok ini dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara Kota Tebingtinggi di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

“Dalam melakukan kegiatan agar personel dalam pelaksanaan bakti sosial nanti untuk memperhatikan dan menghargai tempat tempat sakral pada rumah ibadah,” jelasnya.

AKBP Andreas menjelaskan kegiatan bantuan sosial dapat tepat sasaran pada rumah ibadah dan pada saat pembuatan dokumentasi agar rekan rekan melakukan koordinasi dengan pengurus rumah ibadah.

“Mengapa harus demikian, ini supaya tidak melukai hati saudara saudara kita. Mungkin saja ada hal hal yang tidak ingin di dokumentasi dan publikasi bagi mereka,” papar AKBP Andreas.

Setelah pelaksanaan apel kesiapan, dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial kepada 12 tim yang akan melaksanakan bakti sosial religi, selanjutnya akan diserahkan kepada rumah rumah ibadah.

Pelepasan dilaksanakan oleh Kapolres Tebingtinggi AKBP Andreas Luhut Jaya Tampubolon didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Tebingtinggi Nyonya Mira Andreas Luhut Jaya, Waka Polres Kompol Asrul Robert Sembiring. (ian/ram)

Shindoka Sumut Raih Juara Umum Kejurnas Shindoka 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Daerah (Pengda) Shindoka Sumut, meraih juara umum dalam Kejuaraan Nasional Shitoryu Indonesia Karatedo (Kejurnas Shindoka) 2023 yang diselenggarakan di Sidoarjo, Jawa Timur, 16 – 18 Juni 2023. Total, 12 pengprov mengikuti kejurnas tersebut.

Dijelaskan Ketua Dojo Shindoka Sumatera Utara, Dr Drs Zulkarnain MSi, dalam Kejurnas karate yang menampilkan pertandingan dalam kelompok kata dan komite tersebut, Shindoka Sumut Keluar sebagai Juara Umum dengan perolehan 15 emas, 7 perak dan 10 perunggu. Perolehan juara umum kejurnas ini baru yang pertama kali di raih Sumut, bahkan Pengda di luar Jawa.

“Sebab selama ini, juara umum biasanya selalu diraih Pengda-pengda dari Pulau Jawa seperti Jawa Tengah, Banten, dan lain-lain,” kata Zulkarnain kepada Sumut Pos, Senin (19/6/2023).

Dikatakan Zulkarnain, hasil yang diperoleh ini tentunya sangat menggembirakan bagi Shindoka Sumut, sebab hal ini menunjukkan program pembinaan yang diselenggarakan selama ini sudah berjalan dengan baik melalui pengembangan dojo-dojo.

“Maupun program TC jangka panjang dapat berjalan efektif dalam arti menghasilkan atlet-atlet karate potensial yang diharapkan dpt berprestasi di tingkat nasional maupun internasional pada masa yang akan datang,” ucapnya.

Dijelaskan Zulkarnain, atlet yang paling berpeluang tentunya adalah atlet yang meraih juara pertama di masing-masing kelas yang dipertandingkan dalam kejurnas tahun 2023 ini.

Perlu diketahui, sambung Zulkarnain, sebagai organisasi karate, maka dalam perguruan Shindoka, kejuaraan shitoryu dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Pengcab, Pengda, Kejurnas, tingkat Asia Pasifik dan kejuaraan dunia yang dilaksanakan 3 tahun sekali dan biasanya diikuti antara 35 hingga 40 Negara.

“Kejurnas ini menjadi salah satu sarana pokok seleksi karateka-karateka shitoryu untuk mengikuti kejuaraan dunia Shitoryu yang kebetulan tahun ini dilaksanakan di Jakarta setelah tahun 2020 dilaksanakan di Jepang. Hasil kejurnas ini tentunya memberikan peluang bagi atlet-atlet Shindoka Sumut untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Shitoryu yang direncanakan dilaksanakan bulan September 2023,” jelasnya.

Oleh karenanya, diharapkan para atlet dapat lebih giat dala berlatih untuk menghadapi berbagai kejuaraan karate pada masa yang akan datang, termasuk dalam kejuaraan FORKI SUMUT yang akan digelar dalam waktu dekat.

Pengda Shindoka Sumut sendiri secara reguler terus memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengikuti berbagai kejuaraan yang ada, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Seperti beberapa bulan sebelumnya, Shindoka Sumut juga mengirimkan tim karate untuk mengikuti kejuaraan open turnamen di Silent Night Malaysia dan yang diselenggarakan di Surabaya, disamping kejuaraan-kejuaraan lokal yang dilaksanakan di Medan.

“Untuk itu kita juga berharap agar orang tua atlet terus memotivasi atlet untuk lebih keras berlatih agar bisa lebih berprestasi pada masa yang akan datang,” harapnya.

Melalui TC jangka panjang dan try out secara periodik, lanjut Zulkarnain, diharapkan para atlet dapat berkembang dengan baik sebagai atlet karate yang handal pada masa yang akan datang.

“Tekad Pengda Shindoka Sumut akan terus berkontribusi dalam melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi di bawah naungan FORKI pada masa yang akan datang,” pungkasnya.
(map/ram)

Polemik Penyelenggaraan PRSU 2023, Gubsu Akui Tidak Ikut Campur Itu

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penyelenggaraan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-49 tahun 2023 yang saat ini sedang berlangsung, mendapatkan protes dari PT Harmoni Muda Inovasi (HMI). Padahal ini penyelenggaraan yang pertama kali, setelah Covid-19.

PT HMI seharusnya menjadi penyelenggara PRSU ke-49 pada tahun 2020, yang seharusnya berlangsung pada 20 Maret hingga 20 April 2020. Kontrak tersebut, tertuang hitam di atas putih dengan Nomor: 05/SP/PPSU/XI/2019, tanggal 7 November 2019.

Namun, H-1 jelang pelaksanaan, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, tanggal 19 Maret 2020, pelaksanaan PRSU 2020 ditunda dengan terbitnya SK Gubernur Provinsi Sumatera Utara Nomor 510.13/2801. Karena, Indonesia dilanda Covid-19.

Menyikapi hal itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengungkapkan pelaksanaan PRSU ke-49 tahun ini sudah melalui tender.

“Saat ini, sudah dimulai, sudah berjalan. Sudah pasti tender sebelumnya sudah dicabut kalau tidak mana mungkin terlaksanakan,” kata Edy Rahmayadi kepada wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Senin (19/6).

Untuk saat ini, penyelenggaraan PRSU ke-49 dilaksanakan oleh Event Organizer (EO) PT Decapitol dengan PT Pembangunan Prasarana Sumut (PT PPSU). Keuntungan atas tiket dan pengelolaan PRSU, nantinya bersifat pembagian atau sharing profit dari pihak EO ke PT PPSU.

Mantan Pangkostrad itu, mengungkapkan dirinya tidak mencampuri siapa EO atau perusahaan, yang memenangkan tender tersebut. Yang penting, pelaksanaan PRSU berjalan sukses dan memberikan kontribusi ekonomi kepada pelaku UMKM yang terlibat.

“Kan ini tender. Siapa yang maju dianggap itu yang menang silahkan (jadi pelaksanaan penyelenggaraan PRSU). Saya tak ikut campur dengan itu,” sebut Gubernur Sumut.

Sebelumnya, Direktur PT HMI Pemiga Orba Yusra mengaku sudah mendengar desas-desusnya beberapa bulan lalu. Bahwa pelaksanaan PRSU, sudah diganti oleh PT PPSU tersebut.

“Namun, hingga saat ini kami belum pernah diinformasikan adanya pencabutan atas SK penundaan pelaksanaa PRSU ke-49 oleh Gubernur Sumatera Utara,” ujar pria yang akrab disapa Popoy ini, dalam keterangan tertulisnya.

Yang pasti, lanjut dia, kerugian yang diderita PT HMI atas penundaan PRSU 2020 cukup besar dan belum jelas bagaimana langkah penyelesaiannya dari PT PPSU.

“Dalam periode penundaan, PT HMI sudah beberapa kali berkomunikasi dan menyurati PT PPSU untuk melakukan addendum kontrak. Namun, belum ada tindak lanjut dari PT PPSU hingga saat ini,” jelas Popoy.(gus/ram)

Jalan Penghubung Pakpak Bharat- Humbahas Diperbaiki, Warga Ucapkan Terima Kasih pada Gubsu Edy

SPANDUK: Warga memegang spanduk ucapan terima kasih karena perbaikan jalan provinsi.(ist/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Warga seputaran di Jalan lintas provinsi di perbatasan Batu Gajah, Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas) mengucapkan terima kasih kepada Presiden RI, Joko Widodo, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sudah memperbaiki jalan penghubung tersebut.

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan jalan penghubung tersebut, sudah menjadi perencanaan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, untuk dilakukan perbaikan, karena status jalan provinsi.

Selain itu, jalan penghubung Kabupaten Pakpak Bharat dengan Humbang Hasundutan baru dikerjakan pada Juni 2023 ini.

“Iya memang dianggarkan tapi kan kita kedatangan tamu itu. Kedatangan tamu Covid-19, sehingga dana itu banyak digunakan untuk itu,” ucap Edy Rahmayadi saat diwawancarai di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Senin (19/6).

Mantan Pangkostrad itu, mengatakan bahwa jalan itu, sudah diprogramkan pada proyek Rp2,7 triliun. Sehingga proses pengerjaan akan dilakukan secara tuntas.

“Karena itu, memang sudah diprogramkan dan Insyaallah bisa segera selesai,” tuturnya.

Meskipun sebelumnya masyarakat Pakpak Bharat dan Humbang Hasundutan merasa resah lantaran pembangunan jalan tersebut sudah dijanjikan sejak tahun 2022.

Mereka juga sempat memasang spanduk ucapan terima kasih ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.

Sebelumnya diberitakan, Jalan lintas provinsi di perbatasan Batu Gajah, Kecamatan Parlilitan, Humbang Hasundutan (Humbahas) menuju Ulu Merah, Kabupaten Pakpak Bharat ini memang sudah puluhan tahun tidak tersentuh. Perbaikan jalan pertama kali di masa Panglima ABRI LB Moerdani di tahun 1980-an.

“Terima kasih dan dukungan atas dibangunnya jalan penghubung dua Kabupaten bertetangga, Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Pakpak Bharat tepatnya di Delleng Simpoon yang telah lama diidam-idamkan masyarakat kedua Kabupaten ini,” demikian tulisan spanduk yang terbentang di lokasi.

Mereka berharap kepada Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan jajarannya, agar jalan provinsi di perbatasan Batu Gajah menuju Ulu Merah ini diprioritaskan Tahun 2022 ini.

“Terima kasih yang tinggi kepada Presiden RI Bapak Ir H Joko Widodo, Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi, Bupati Humbang Hasundutan Bapak Dosmar Banjarnahor, dan Bupati Pakpak Bharat Bapak Franc Bernhard Tumanggor, atas segala kerja keras mereka dalam upaya mewujudkan pembangunan ini, sehingga membuka keterisolasian dua Kabupaten utamanya Kabupaten Pakpak Bharat,” ujar masyarakat sekitar.(gus/ram)