Home Blog Page 14749

Pra PON Sumut Kembali Raih Kemenangan

MEDAN-Tim Pra PON sumut yang sedang bersiap menghadapi putaran kedua babak Pra PON zona Sumatera kembali meraih kemenangan pada laga persahabatan menghadapi PTPN 4 Bahjambi, yang berlangsung di Lapangan PTPN 4 Bahjambi, Jum’at (30/9) lalu.

Tak sekadar menang, tim besutan Rudi Saari kembali menunjukkan produktifitas yang sangat tinggi, dengan mencetak enam gol ke gawang lawan.

Enam gol yang dikemas pasukan Rudi Saari ini dilesakkan oleh Zulkifli (14’, 33’, 50’), Edi Saputra (21’), Safri Koto (60’) dan Enfgrocson Silaen (80’).  Dengan kemenangan kemarin, praktis ini tim Pra PON Sumut yang telah melakoni 30 pertandingan, baik ujicoba maupun turnamen, mencatatkan hasil 23 kali menang, 4 kali imbang dan 3 kali kalah.
Dari seluruh pertandingan yang telah dimainkan, anak asuh Rudi Saari ini telah mengemas 83 gol dan 24 kali kebobolan. “Meski begitu kami belum puas, karena target utama kami adalah meloloskan tim ini pada PON XVIII mendatang,” bilang Rudi.

Sementara itu Ketua PSSI Sumut yang dipilih oleh 23 Pengcab/Klub Ir H Kamaluddin Harahap mengatakan bahwa kemenangan yang diraih tim Pra PON Sumut atas PTPN 4 Bahjambi sangat berguna untuk mendongkrak motivasi pemain sebelum melakoni laga ujicoba menghadapi Timnas U-23 yang dijadwalkan di Jakarta pada pertengahan Oktober nanti.
Sebelum laga persahabatan antara tim Pra PON Sumut versus PTPN 4 Bahjambi berlangsung, juga digelar pertandingan eksebisi antara tim DPRD Sumut melawan PTPN 4 Bahjambi.

Pertandingan ini berakhir dengnan skor imbang 2-2. Dua gol bagi DPRD Sumut dicetak Darto (27’) dan Kamaluddin Harahap (47’), sementara dua gol bagi PTPN 4 Bahjambi diborong Samsul Bahri Lubis (30’, 58’). (jun)

Mobil Mewah di Auto Black Trough

Mustang Pornia buatan 1968, menjadi pusat perhatian di pameran mobil modifikasi yang digelar Djarum Black dalam kegiatan bertajuk Auto BlackThrough di Griya Dome, Sabtu (1/10). Mobil langka buatan dari Amerika ini tetap menampilkan kemewahannya di antara berbagai mobil modif yang ikut meramaikan acara itu.

Mobil Mustang ini dimiliki Arzi (13), putra sulung Ketua IMI Musa Rajecshah. Meski belum mahir mengemudikan mobil, Arzi rajin merawat mobilnya yang sangat menarik hati ini. Bahkan harga beli mobil ini berlipat-lipat dibandingkan dengan mobil lain.

“Awal beli, mobilnya masih kosong, dengan harga Rp700 juta, untuk sparepart beli langsung di Amerika. Jadi total untuk mobil ini sekitar Rp1,5 miliar,” ujar Arzi.

Selain mobil modif yang sangat memikat hati, para wanita cantik dan sexy juga turut meramaikan pameran mobil modif ini. Salah satunya mobil, BMW seri E76 buatan 1997.

Mengangkat tema ekstrem, mobil yang dimodif dengan menelan biaya lebih dari Rp200 juta ini sangat menarik hati. Bahkan berbagai modif dilakukan, mulai dari Body Tonversation, dari 4 pintu menjadi 2 pintu. Body kit menjadi M5 dan lampu yang dimodif dengan menggunakan N5.

Selain itu, mobil milik Jimmy ini juga memodif bagian interior, dashboard, doortrin, plafon, dan mston.
“Untuk Airbrush kita mengangkat tema abstrak, dengan warna candy dan tema abstrak, velg yang kita gunakan yang berukuran 19 inci, sedangkan untuk audio yang bermerk Custome,” ujar Jimmy.

Karena bentuk mobil yang ceper, mobil ini juga dilengkapi dengan Air Suspension yang bisa menyetel naik turun body.
“Untuk menghadapi jalan yang bertanjak atau polisi tidar, biasa kita gunakan Air Suspension agar mobil tidak bergores,” tambah Jimmy.

Pemuda yang merupakan wiraswasta ini mengangkat tema mobil sedan biasa tetapi memberikan kesan sport sehingga tampil lebih elegan. “Mobil sedan biasa, yang memberikan kesan sporty dengan tampilan elegan,” tambah Jimmy.
Auto Blackthrough yang meruapakn agenda tetap dari Djarum Black ini mengadakan kontes mobil modif yang memang selalu diminati oleh pecinta otomotif. Untuk tahun ini (2011), Medan merupakan kota terakhir sebelum dilakukannya final batle di jakarta.

“Ini event ke 4, setelah Jogya, Surabaya, Bandung dan Medan. setelah dapat pemenang, kita akan undang ke final batle di jakarta,” ujar Project Manajer Auto BlackThrough, Parlin.
Parlin juga mengatakan, bahwa untuk tahun ini ada 52 mobil modif yang ikut dalam pameran ini.
“Untuk seluruh kota medan ada 52 peserta, animo masyarakat kota medan setiap tahunnya dalam festival ini selalu bertambah, kemarin sempat ada 30 peserta yang masuk kategori waiting,” ujar Parlin. (mag-9)

Pejabat Pemko dan Dewan Terlibat

Terkait Kelas Gelap di SMA Negeri Medan

MEDAN- Kasus kelas gelap di SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 dan SMAN 4 tak cuma melibatkan pejabat di Dinas Pendidikan Medan. Sejumlah pejabat teras di Pemko Medan dan DPRD Medan turut terlibat dalam permasalahan itu.
Menurut pengakuan seorang sumber di Dinas Pendidikan Kota Medan, dalam permasalahan ini, Kadis Pendidikan Hasan Basri hanya dijadikan korban untuk menutupi kesalahan pejabat pemko dan anggota dewan yang terlibat.
Menurut sumber itu, Pansus PSB yang digagas sejumlah fraksi di DPRD Medan juga tak akan berjalan mulus. Pasalnya, masalah PSB ini telah melibatkan banyak pejabat di jajaran Pemko Medan, termasuk anggota DPRD Medan.

“Setahu saya, masalah ini berawal pada Ramadan lalu. Banyak pihak yang meminta tolong kepada Pak Hasan Basri agar anaknya diluluskan di SMA Negeri. Saat itu, Pak Hasan sudah sempat menolaknya, namun tekanan dari berbagai pihak membuatnya jadi berani melakukannya,” kata sumber itu.

Bahkan, kata sumber itu, seorang pejabat di jajaran Pemko Medan meminta langsung kepada Hasan Basri untuk menitipkan putranya agar lulus di SMAN 2 dan SMAN 3. Di hari yang sama pula, beberapa anggota DPRD Medan yang memiliki  jabatan strategis ikut menitipkan putranya maupun putra kerabat keluarganya agar masuk di SMAN 4 dan SMAN 2, walau dengan nilai rangking minus.

“Titipan dan permintaan itu terus bermunculan setiap hari. Tapi, semuanya ditolak Pak Hasan dan mengatakan, sistem ranking murni sudah komitmen bersama. Namun, tekanan malah datang dari internal Pemko Medan sendiri. Saat itu, pejabat di jajaran Pemko Medan mendesaknya untuk membuka jalur khusus di PSB walau sang siswa memiliki ranking di bawah rata-rata atau minus. Pak Hasan pun berkomunikasi dengan kepala sekolah untuk membuka jalur itu,” jelasnya.

Terpisah, Kadisdik Kota Medan Hasan Basri yang dikonfirmasi mengenai pengakuan bawahannya tersebut enggan berkomentar. Menurutnya, permasalahan PSB itu tidak perlu dikomentari dan dikembangkan lebih jauh lagi sebab banyak pihak yang berkepentingan.

“Tidak usahlah abang komentari itu. Jangan dikembangkan terlalu jauh, karena bisa menimbulkan berbagai opini publik. Dalam masalah itu, banyak pihak yang berkepentingan. Biarkan saja, kalau pun saya yang jadi korban,” tuturnya.

Sementara itu, Pansus PSB 2011 yang digagas sejumlah fraksi di DPRD Medan tak berjalan mulus. Pasalnya, tak semua fraksi di DPRD Kota Medan menyetujui pembentukan pansus tersebut. Dari delapan fraksi, lima fraksi mendesak segera dibentuknya Pansus PSB 2011 tersebut. Kelima fraksi itu yakni PKS, PAN, PDIP, PPP dan PDS.

Menyikapi tidak bulatnya suara dewan untuk membentuk Pansus PSB tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Alfarisi menyayangkan hal itu. Dikatakannya, pansus yang akan dibentuk ini dimaksudkan untuk melakukan investigasi atas penyelewengan tersebut dan mencari kebenarannya. “Dengan begitu, bila ada fraksi yang tidak menyetujui Pansus PSB, berarti membiarkan penyelewengan tersebut. Bila Ketua DPRD Medan juga tidak menyetujui Pansus PSB, itu membuktikan kualitas dewan,” tegasnya lagi.

Dia juga menilai, sikap sejumlah fraksi yang tidak menyetujui pembentukan pansus ini cukup aneh dan tidak beralasan. “Cukup aneh jika ada anggota dewan tidak menyetujui Pansus ini. Yang lain setuju, bahkan Komisi B DPRD Medan juga sudah membuat rekomendasi untuk pencopotan jabatan Hasan Basri sebagai Kadisdik Kota Medan,” cetusnya.
Sebelumnya, dalam rapat paripurna dewan yang digelar Jumat (30/9) lalu, Fraksi PKS, PDS, PDIP, PAN, dan PPP minta Wali Kota Medan serius mengambil sikap, terkait penyelewengan sistem PSB yang tidak mengacu kepada peraturan yang ada.

Fraksi PAN melalui juru bicaranya, HT Bahrumsyah SH menyebutkan, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2, tertanggal 20 Januari 2011, tentang Ujian Nasional, Surat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara Nomor 421.3/1675/BID Mendisti tanggal 24 Mei 2011, tentang Surat Edaran Penerimaan Siswa Baru TP 2011/2012 disebutkan, penerimaan siswa baru berdasarkan ranking.

Namun, apa yang terjadi di lapangan? Berdasarkan investigasi yang dilakukan anggota Fraksi PAN DPRD Medan, ternyata telah terjadi jual beli bangku siswa, dengan modus penyisipan siswa setelah dilaksanakan proses belajar-mengajar.

Data yang diungkap Fraksi PAN, di SMA Negeri 2, saat penerimaan siswa baru hanya menerima siswa untuk lima lokal, namun sekarang bertambah menjadi tujuh lokal. Di SMA Negeri 3, saat penerimaan siswa baru hanya menerima siswa untuk tujuh lokal, sekarang menjadi sembilan lokal. Di SMA Negeri 4, saat penerimaan siswa baru hanya menerima siswa untuk tujuh lokal, sekarang menjadi sembilan lokal.

Fraksi PAN menilai, kesalahan ini bukan semata-mata karena kesalahan kepala sekolah. Kepala sekolah tidak akan berani membuka kelas baru tanpa rekomendasi atau intervensi Kepala Dinas Pendidikan. “Untuk itu melalui rapat paripurna ini, Fraksi PAN meminta pimpinan dewan untuk dibentuk Pansus PSB, sehingga dapat diketahui permasalahannya dan diambil tindakan terhadap masalah ini,” ujar Bahrumsyah.

Demikian juga dengan Fraksi PDIP melalui juru bicaranya Roma Simaremare, meminta Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera melakukan evaluasi dan mengganti Kepala Dinas Pendidikan. (adl)

Menpera: Jadikan Motivasi untuk Lebih Baik

Bank Sumut Syariah Terima Penghargaan IPBA 2011

MEDAN- Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Manoarfa memberikan anugerah Indonesia Property and Bank Awards (IPBA) 2011 kepada 34 perusahaan properti dan industri perbankan di Indonesia. Salah satunya adalah Unit Usaha Syariah PT Bank Sumut yang meraih penghargaan untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) berpelayanan prima dengan predikat “The Most Favourite Growth Mortgage Contribution Local Shariah Banking.”

Penghargaan bergengsi itu berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (29/9) malam lalu, yang dihadiri mantan Menteri Perumahan Rakyat RI Moch Yusuf Asyari dan Menpera era orde baru Cosmos Batubara, serta sejumlah developer terkemuka dan top bankir Indonesia.

Dari ribuan perusahaan properti dan perbankan yang diseleksi dewan juri pada periode 2011, hanya 34 perusahaan tersebut yang berhasil masuk sebagai nominator dan didaulat menerima berbagai kategori penghargaan. Khusus industri perbankan yang turut berkontribusi di sektor pembiayaan perumahan rakyat, hanya 12 bank yang berhasil menerima penghargaan IPBA 2011. Dari 12 bank tersebut, 3 bank di antaranya merupakan Bank Pembangunan Daerah, yakni Bankn Sumut Syariah, Bank DKI dan Bank Sumsel Babel. Bank Sumut dinilai sebagai bank daerah yang memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan perbankan syariah di Sumatera Utara, termasuk dalam pengembangan sektor pembiayaan perumahan rakyat.

Atas keberhasilan yang diraih, Menpera Suharso Manoarfa dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada perusahaan properti dan perbankan tersebut. “Jadikan penghargaan ini sebagai pemicu semangat dan motivasi untuk memerikan pelayanan yang lebih optimal dalam pembangunan sektor perumahan rakyat dan selalu menjadi yang terdepan dalam melayani rakyat untuk mendapatkan akses perumahan,” kata Menpera dalam ajang bergengsi yang bertajuk All The Best Customer Satisfaction itu.

Dirut PT BBank Sumut Gus Irawan kepada wartawan mengatakan, salah satu produk unggulan UUS Bank Sumut adalah pembiayaan KPR IB Griya. yang diberikan pada perorangan untuk membeli rumah tinggal, rumah toko (ruko), maupun rumah kantor (rukan) dengan sistem murabahah (jual beli). “Syaratnya adalah pegawai, wiraswasta atau profesional yang memiliki penghasilan yang dapat diverifikasi.  Pembiayaan diberikan maksimal 80 persen dari total nilai agunan dengan jangka waktu 180 bulan atau 15 tahun. Nah, perhitungan margin dilakukan dengan metode flat dan berlaku fixed (tetap) hingga berakhirnya masa pembiayaan,” jelas Gus Irawan.

Produk penyaluran dana lainnya lain yang ditawarkan adalah pembiayaan IB Produktif, Akad Mudharabah/Musyarakah (kerjasama bagi hasil) berupa Pembiayaan IB Modal Kerja dan Pembiayaan IB Modal Kerja Kelayakan SPK (kontrak) serta pinjaman berupa Gadai Emas IB dan Talangan Haji.

Sedangkan penghimpunan dana meliputi Akad Wadiah (titipan) berupa Tabungan IB Marabe dan Giro Wadiah serta Mudharabah (bagi hasil) melalui Tabungan IB Martabe Bagi Hasil dan Deposito IB Ibadah. Prinsip bagi hasil untuk produk tabungan dikonversikan 46 persen untuk nasabah dan 54 persen untuk bank.

Gus Irawan mengatakan, kerja keras yang bersandar pada amanah, adil dan jujur yang dijalankan oleh UUS Bank Sumut akhirnya membuahkan hasil. Penghargaan IPBA itu, katanya, merupakan yang kedua kalinya diterima PT Bank Sumut. Tahun lalu, UUS PT Bank Sumut menerima anugerah IPBA 2010 sebagai bank berpredikat bagus dengan anugerah The Best Performance Local Banking Syariah in North Sumatera.

Dari sisi operasional pun, UUS Bank Sumut mencatat pertumbuhan signifikan. Pada tahun 2010, total pembiayaan mrabahah, mudharabah, musyarakah dan qardh mencapai Rp826 miliar. Sementara sampai Agustus 2011, total pembiayaan yang telah disalurkan mencapai Rp1,13 triliun.(ade/rel)

Izin Reklame di Trotoar Distop

Dalam melakukan penataan papan reklame di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, Pemko Medan akan melakukan pembersihan papan reklame yang berdiri di atas trotoar. Realisasi embersihan reklame tersebut akan dilakukan di Jalan Sudirman,  Jalan Diponegoro dan Jalan Maulana Lubis. Seperti apa? Berikut wawancara wartawan koran ini Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Pertamanan Kota Medan, Drs Erwin Lubis.

Apa yang sudah dilakukan dalam menata papan reklame?

Seluruh reklame di Kota Medan, khsusnya yang berada di jalan protokol terus di pantau izinnya. Bahkan, ada yang tidak diperpanjang izinya.

Bagaimana dengan Reklame yang sudah menjalin kerjasama dengan Pemko?
Banyak reklame di jalan atau di atas protokol, seperti kawasan Jalan Sudirman. Itu berdiri berlandaskan kepada Memorandum of Understanding (MoU) dengan wali kota sebelumnya pada 2008, yang mana durasi MoU itu selama lima tahun. Contohnya di sudut Jalan Sudirman Medan ada beberapa reklame yang izinnya berdasarkan MoU dengan Pemko Medan dengan durasi 5 tahun.

Bagaimana dengan reklame yang menyalah?
Dinas Pertamanan tidak mentolelir perusahaan reklame yang tidak membongkar sendiri reklame yang menyalah. Dinas Pertamanan akan membongkar sendiri reklame yang bersangkutan. Kalau mereka tidak mau kita yang akan membongkarnya, yang penting kita sudah mengingatkan.

Perhatian kepada reklame yang masih menyalah?
Dinas Pertamanan serius memperhatikan masalah penataan reklame di kawasan Medan dikarenakan masih banyak reklame-reklame menyalah seperti berada di badan jalan yang dapat membahayakan pengendara. Jadi, kita tetap melakukan peninjuan dan pemantauan terhadap reklame yang berada di Kota Medan.(*)

Kalah Judi, Motor pun Digadaikan

Bak kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga. Itu yang dialami Dian (28), warga Jalan Mandala By Pass Gang Selamat Medan. Sudah uangnya habis karena kalah judi, sepeda motornya pun digelapkan temannya, Selamat (27), warga Jalan Pasar VII, Percut Sei Tuan.

Tak senang, Dian bersama tiga temannya mengeroyok Selamat hingga babak belur.
Ceritanya, seminggu yang lalu, Dian dan Selamat serta dua rekan mereka bermain judi. Saat itu, Dian kalah hingga uangnya habis terkuras di meja judi. Lantas, dia pun menggadaikan sepeda motor Mio miliknya kepada Selamat sebesar Rp400 ribu.

Namun, setelah sepeda motor itu digadaikan, ternyata Selamat tak kunjung memberikan uang Rp400 ribu kepada Dian. Setelah ditunggu selama satu minggu, uang itu tidak juga diberikan.

Merasa telah dikibuli Selamat, akhirnya Dian bersama tiga temannya mendatangi Selamat untuk menagih uang gadaian tersebut. Namun Selamat malah berkilah, dia mengatakan, uang tersebut telah dititipkan kepada seorang temannya untuk diberikan kepada Dian.

Merasa dipermainkan, Dian bersama tiga temannya langsung menghajar Selamet. Aksi pengeroyokan itu mengundang perhatian warga sekitar. Tak lama berselang, petugas Polsek Percut Sei Tuan yang sedang patroli melintas dan langsung mengamankan kelima pemuda tersebut untuk dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan AKP Faidir Chan saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih memintai keterangan. “Setelah kita pelajari, penggadaian itu belum termasuk tindak pidana, karena yang menggadai itu,  dia mencuri sepeda motor adiknya. Jadi, Slamet bisa melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya,” kata Faidir.(mag-7)

37 Persil Lagi Belum Diganti Rugi

Pembebasan Lahan Fly Over Simpang Pos

MEDAN- Ditargetkan, pertengahan Oktober mendatang tim pembebasan lahan fly over Simpang Pos akan menyelesaikan pembebasan terhadap 45 persil lahan yang belum dibayarkan ganti ruginya. Hingga Minggu (2/10), sudah delapan persil (dari 45 persil, Red) yang telah dibebaskan. Dengan begitu, tinggal 37 persil lagi yang belum dibebaskan.

“Dari 85 persil yang sudah dibebaskan sebelumnya, tim baru berhasil membebaskan 8 rumah lagi. Bila sudah memperoleh 95 persil dari 130 persil, tim akan menempuh jalur Pengadilan Negeri Medan dengan sistem pemabayaran konsinyasi,” kata Ketua Tim Pembebasan Lahan Fly Over Simpang Pos Thomas Sinuhaji saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Minggu (2/9).

Disebutkannya, masalah pembebasan lahan ini sudah menjadi masalah klasik dan selalu terkendala pada persoalan persetujuan warga pemilik lahan.

“Kita sudah minta bantuan pada camat, untuk itu saat ini Lurah Kwala Bekala sudah mengeluarkan surat peringatan I kepada warga untuk memberikan lahan yang terkena dampak pembangunan fly over pada tim, untuk diberikan ganti rugi. Surat sudah dilayangkan ke warga agar warga mau memberikan lahannya, atau jika hingga tiga kali surat pemberitahuan kelurahan tidak direspon juga maka konsinyasi ke Pengadilan Negeri akan ditempuh,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, pembebasan lahan juga terbentur masalah status tanah. “Selain itu, masalah seperti tanah yang berstatus diagunkan ke bank juga menjadi persoalan rumit tim pembebasan, namun ditargetkan dapat selesai seluruhnya pada Oktober ini,” katanya.(adl)

Direksi BUMD Dilantik Usai Pesta Anak Wali Kota

MEDAN- Calon Direksi BUMD yang telah menjalani fit and proper test dan pelatihan kepemimpinan tampaknya harus lebih lama bersabar. Pasalnya, hingga kini belum diketahui secara pasti kapan mereka akan dilantik sebagai direksi BUMD definitif.

Namun menurut Plt Direktur Operasional PD Pasar Kota Medan Irwan Ritonga, pelantikan para direksi BUMD ini akan dilakukan setelah pesta putra Wali Kota Medan yang akan dilangsungkan bulan ini.

“Untuk pelantikan para calon Direksi BUMD, menunggu perintah Pak Wali Kota. Diperkirakan, pelantikan tersebut akan dilakukan usai melaksanakan pesta pernikahan putra wali kota,” kata Irwan Ritonga kepada wartawan, Jumat (30/9) lalu.
Dijelaskannya, hasil fit and proper test serta pelatihan kepemimpinan terhadap 40 calon Direksi BUMD oleh FE USU nilainya sama.

“Memang seharusnya hanya 30 orang saja yang dinyatakan memenuhi persyaratan. Tapi, karena nilainya semua sama, maka ke-40 calon itu diserahkan ke Pemko Medan. Takutnya, yang dinyatakan tidak memenuhi persyaratan menjadi marah karena adanya diskriminasi terhadap pemilihan ke 10 calon direksi BUMD,” ucapnya.(adl)

6.277 Peserta UN Program Paket Lulus

MEDAN- Sebanyak 6.277 dari 8.701 peserta ujian paket A, B, C dan C kejuruan periode I tahun 2011, dinyatakan lulus. Hal ini disampaikan Kabid Pendidikan Nonformal Indonesia (PNFI) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Disdiksu Bambang Siswanto SE didampingi Kasi Kesetaraan Disdiksu Anthea Hutahuruk S Sos di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

Bambang juga mengatakan, hasil UN program paket C pendidikan formal untuk program IPA diikuti sebanyak 89 peserta dan jumlah kelulusan 69 orang (77,63 persen). Sedangkan untuk Program IPS dari 4.111 peserta jumlah kelulusan sebanyak 3.248 peserta (83,39 persen).

Untuk Paket C kejuruan dari 5 peserta yang lulus hanya 2 peserta (40 persen).  Sementara untuk paket B/wustha dari 3.815 peserta yang lulus berjumlah 2.542 peserta (66,63 persen) dan paket A/UIa dari 681 peserta yang lulus mencapai 41 peserta.

Pelaksanaan ujian nasional periode I untuk paket C dilaksanakan sejak 5 sampai 8 Juli 2011 dilakukan di 17 kabupaten/kota dan paket C kejuruan dilakukan di 1 kota yakni Binjai.

Sementara untuk paket A dilaksanakan di 11 kabupaten/kota dan paket B dilaksanakan di 23 kabupaten/kota yang berlangsung sejak 12 sampai 15 Juli 2011 lalu.

Bambang menambahkan, bagi peserta ujian nasional program paket A, paket B dan paket C maupun paket C kejuruan periode pertama tahun 2011 yang tidak lulus dapat mengikuti kembali ujian nasional paket A, paket B, paket C dan paket C kejuruan dapat mengikuti ujian nasional periode kedua tahun 2011 yang akan dilaksanakan, untuk paket C dan paket C kejuruan pada tannggal 11 sampai 14 Oktober 2011 dan paket A dan paket B dilaksanakan pada tanggal 18 sampai 20 Oktober 2011 mendatang.

Dia juga mengatakan persyaratan untuk dapat mengikuti ujian nasional paket A, paket B, paket C maupun paket C kejuruan ini bagi peserta yang  gagal ujian nasional formal maupun tidak lulus ujian nasional program paket A, paket B, paket C dan paket C kejuruan di periode pertama bisa mendaftarkan diri di pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) di Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota masing-masing.

“Seluruh ujian nasional baik paket A, paket B, paket C maupun paket C kejuruan tidak akan dipungut biaya ujian dan cukup membawa surat keterangan dari kepala sekolah yang  bersangkutan bagi yang gagal ujian nasional pendidikan formal dan bukti diri pengikuti ujian pendidikan paket di PKBM bersangkutan,” ujarnya.

Bambang juga mengimbau kepada seluruh peserta yang akan mengikuti ujian nasional pendidikan paket A, paket B, paket C dan paket C kejuruan diminta untuk segera mendaftarkan diri sebagai peserta ujian nasional paket di kabupaten/kota masing-masing sebelum batas waktu pendaftaran berakhir di Dinas Pendidikan Provinsi Sumut. (uma)

Kurangi Polusi dengan Car Free Day

MEDAN- Pemko Medan kembali menggelar Car Free Day di Jalan Sudirman Medan, Minggu (2/9) pagi, mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin didaulat untuk membuka acara tersebut.

“Tujuan Car Free Day ini untuk mensosialisasikan kepada masyarakat, bahwa pengosongan lokasi tersebut dari kendaraan bermotor selama 4 jam untuk mengurangi tingkat pencemaran udara, sehingga lokasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk berolahraga,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Eddy Utama di sela-sela acara.

Selain itu, kata Eddy, kegiatan ini juga untuk membudayakan masyarakat Kota Medan untuk menggunakan sepeda. “Oksigen di Kota Medan akan lebih bagus, manusia kan sangat mebutuhkan udara yang bersih bagi kehidupannya. Dengan begitu, kita meminta masyarakat Kota Medan semakin meningkatkan kesadarannya untuk bersepeda di jalanan. Dengan membudayakan bersepeda, selain untuk kesehatan manusianya juga sangat berperan terhadap sekeliling lingkungan kita, terutama makhluk hidup, “ kata Eddy.

Selain itu, lanjut Eddy, pelaksanaan Care Free Day yang pesertanya diikuti dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan, Askes dan masyarakat Kota Medan, juga diramaikan dengan perlombaan pembacaan pidato tingkat SLTA dengan hadiah yang yang menarik. (adl)