Home Blog Page 14753

Asuh 6 Anak Cacat Mental

KUALA TRENGGANU-Seorang janda berusia 52 tahun, mengasuh enam orang anak penderita cacat mental seorang diri, karena suaminya meninggal tiga tahun yang lalu. Fauziah Ngah, seorang ibu yang bertekad menjaga anak-anaknya di rumah kecilnya di sebuah flat yang terletak di Kampung Kolam.
“Saya mengasuh enam anak saya. Saya harus memenuhi tuntutan aneh mereka, namun saya tidak boleh mengeluh, karena mereka adalah anak-anak saya,” ujar Fauziah, seperti dikutip Asia One, Kamis (25/8).

Seluruh anak Fauziah mengalami kelemahan otak. Mereka adalah, Yaziz Aziz (27 tahun), Sofia (26 tahun), Mohd Syukri Hadafi (25 tahun), Suriyani (24 tahun), Mohd Rizal (17 tahun) dan Mohd Amir Haikal (9 tahun). Fauziah juga menyatakan, sangat sulit mengasuh enam anaknya. (net/jpnn)

Telkomsel Berangkatkan Mudik Gratis Untuk Outlet

Telkomsel memberangkatkan gratis 200 para outlet di Regional Sumbagut (Sumut dan NAD), setelah sebelumnya melakukan mudik gratis  untuk 700  pelanggan Telkomsel di Sumatera, dengan menggunakan Kapal Laut KM Kelud dari Belawan ke Batam pada tanggal 23 Agustus 2011 lalu. Mudik gratis ini merupakan rangkaian dari  Mudik akbar gratis TELKOMSELSiaga 2011 yang digelar Telkomsel.

Mitra outlet yang mendapatkan mudik GRATIS dari Telkomsel adalah para outlet yang tergabung dalam komunitas outlet Telkomsel. Dan telah melalui mekanisme registrasi melalui sms bagi mitra outlet yang berminat. Selain mudik gratis, para mitra outlet yang ikut mudik akan memperoleh uang saku dan tshirt.

GM. Sales & Customer Service Regional Sumbagut – Filin Yulia mengatakan, ”Mitra Outlet merupakan salahsatu ujung tombak berhasilnya produk Telkomsel, mengingat mereka inilah salahsatu garda depan yang sehari-hari berhadapan langsung untuk melayani pelanggan Telkomsel yang datang ke outlet mereka . Untuk itulah di momen lebaran ini, kami sengaja memberikan apresiasi kepada para outlet terutama yang tergabung dalam komunitas outlet Telkomsel.”

Rute mudik mitra outlet Regional Sumbagut, dilepas dari 2 titik kantor GraPARI Telkomsel, untuk GraPARI Medan bus yang diberangkatkan menuju 4 lokasi mudik yaitu, Medan – Padang Sidempuan, Medan – Rantau Prapat, Medan – Penyambungan dan Medan – Sibolga. Selain itu sejumlah mitra outlet juga diberangkatkan dari kantor GraPARI Banda Aceh menujuMedan, dan bagi pemudik diperbolehkan untuk berhenti dilokasi tertentu pada jalur tersebut, sesuai lokasi kampung halaman mereka.

“Melalui program mudik gratis khusus mitra oulet ini, kami berupaya memberikan kepedulian dalam melayani masyarakat  tidak hanya pelanggan, tapi juga mitra outlet. Kami berharap melalui mudik GRATIS para mitra outlet yang mudik kali ini mendapat kesempatan untuk pulang ke kampung halaman bersama rekan dan keluarga dengan aman dan nyaman”, pungkas Filin.

Untuk memberikan kenyamanan berkomunikasi selama perjalanan mudik, Telkomsel telah meningkatkan seluruh elemen jaringan untuk menghadirkan jaringan terluas dan berkualitas dengan kapasitas yang memadai, seperti: penambahan kapasitas layanan BlackBerry menjadi 2.8 Gbps (Giga bit per second), penambahan kapasitas SMS menjadi 83.750 SMS per detik untuk kenyamanan ber-SMS mengucapkan “Selamat Hari Raya dan Mohon Maaf Lahir Batin”, serta didukung jaringan berkualitas melalui penggelaran lebih dari 44.000 Base Transceiver Station (BTS), termasuk 9.000 Node B (BTS 3G) yang tersebar dari Sumatera hingga wilayah Timur Indonesia untuk memaksimalkan aktivitas komunikasi selama mudik hingga Lebaran.

SPN Sampali Disiapkan Didik Calon Pemimpin

Kalemdikpol, Komjen Pol Drs Oegroseno di Medan

MEDAN-Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol), Komjen Pol Drs Oegroseno, hari ini, Jumat (26/8), akan berkunjung ke Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Sampali, Medan. Selain memberikan arahan agar SPN Sampali mampu menciptakan polisi yang humanis dan profesional, Oegroseno mempersiapkan lembaga pendidikan kepolisian di Sumut bersiap saat pendidikan jarak jauh diberlakukan.

“Di Lembaga Pendidikan inilah kepribadian anggota Polri ditempah. Mau jadi apa Polri ke depan, semua ditentukan di lembaga pendidikan. Karena itu, kita berharap, lembaga pendidikan Polri mampu menciptakan polisi andal, humanis dan profesional,” kata Komjen Oegroseno, saat dihubungi melalui ponsel, Kamis (25/8) malam.

Mantan Kapolda Sumut itu mengatakan, di era globalisasi saat ini, tingkat pendidikan manusia akan semakin meningkat dan cara berpikirnyapun akan makin kritis. Karena itu, Polri dituntut lebih profesional dan mengedepankan humanis dalam pelayanan.

“Untuk mencapai ke arah itu, lembaga pendidikan Polri di seluruh Indonesia dituntut mengikuti berkembangan teknologi dan informatika. Kalau penjahat lebih pandai dari anggota Polri, berabelah Negara ini,” kata jenderal bintang tiga itu.

Menurut mantan Kapolda Sumut ini, SPN Sampali yang selama ini khusus untuk pendidikan Bintara Polri, akan dikembangkan untuk menjadi lembaga pendidikan calon-calon pimpinan Polri. “Pemberlakuan pendidikan jarak jauh sedang diusulkan ke Kapolri, jadi calon pimpinan Polri yang akan mengikuti pendidikan, seperti PTIK, Suslapa, Sespim, Sespati dan lainnya tidak lagi harus ke Jakarta, tapi cukup hanya mengikuti pendidikan di SPN Sampali,” katanya.
Pendidikan jarah jauk itu kata Oegroseno sangat menghemat biaya dan tergolong praktis. “Bagi anggota Polri yang bertugas di jajaran Poldasu, tidak lagi harus meninggalkan keluarga dan tugas untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, cukup di SPN Sampali,” terangnya.

Tenaga pengajar dan kurikulum serta pasilitas belajar mengajar lainnya, sambung Oegroseno, akan dikoordinasikan dengan Mabes Polri. “Sama dengan pendidikan yang selama ini dilakukan di Mabes Polri, bedanya tempat pendidikannya jarak jauh,” imbuhnya. Kapan pendidikan jarak jauh bagi calon pimpinan Polri itu mulai diberlakukan, mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri itu mengatakan, sedang diusulkan ke Kapolri. “Mudah-mudahan, segera terlaksana,” jelasnya.

Komjen Pol Drs Oegroseno adalah lulusan Akabri tahun 1978, satu angkatan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro. Hanya saja, usia pensiun kedua jendral ini selisih satu tahun sesuai dengan tahun kelahiran. Irjen Wisjnu lahir tahun 1955 sedangkan Komjen  Pol Drs Oegroseno lahir tahun 1956. “Kalau dari tahun kelahiran, Pak Wisnju pensiun lebih dulu setahun baru pak Oegro,” ujar seorang pamen Polda Sumut saat bincang-bincang dengan awak koran ini.  (rel/ila)

Mendagri: Anulir Mutasi

Gatot Terlambat Lapor Pergantian Pejabat Eselon II-III

JAKARTA- Mendagri Gamawan Fauzi menganggap kedatangan Plt Gubenur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang menemuinya di gedung Kemendagri beberapa hari lalu, sudah terlambat. Pasalnya, konsultasi masalah mutasi baru dilakukan setelah mutasi-mutasi dilakukan dan setelah mendapat surat teguran.

Gamawan menyatakan, mutasi yang sudah telanjur dilakukan Gatot tanpa konsultasi dengan dirinya, harus dibatalkan. “Karena itu sudah disampaikan tidak sesuai dengan PP maka saya minta untuk dievaluasi kembali,” ujar Gamawan Fauzi melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada Sumut Pos, kemarin (25/8).

Mantan gubernur Sumbar itu kukuh pada pendiriannya, bahwa aturan main harus dipegang teguhn
Tak ada kompromi bagi Gatot yang sudah menabrak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Karena keputusan gubernur atau perda, sesuai peraturan perundang-undangan, tidak boleh bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi,” tegas Gamawan.

Pernyataan Gamawan ini melengkapi penjelasan sebelumnya, Rabu (24/8), mengenai kedatangan Gatot yang melaporkan masalah mutasi sejumlah pejabat setingkat eselon III dan II di lingkungan Pemprov Sumut.

Pada pertemuan tersebut, seperti diceritakan Gamawan, Gatot menjelaskan alasan dilakukannya langkah mutasi. Gatot beralasan, mutasi dilakukan untuk memperlancar fungsi-fungsi pemerintahan saja.

Dikatakan Gamawan, dirinya bisa memahami alasan Gatot itu. Hanya saja, lanjutnya, sebagai Plt gubernur, mestinya Gatot membicarakan dengan mendagri sebelum melakukan mutasi. “Saya katakan (ke Gatot), saya pahami alasan itu, tapi harus juga dipahami, aturannya seperti itu (konsultasi dengan Mendagri),” cerita Gamawan.

Pernyataan Gamawan yang minta Gatot menganulir mutasi-mutasi yang sudah dilakukan itu, sejalan dengan informasi yang pernah diperoleh koran ini. Bahwa sepak terjang Gatot telah mengecewakan jajaran petinggi kemendagri.
Langkah Gatot yang rajin memutasi jajaran pegawai tanpa konsultasi dengan Gamawan membuat mantan gubernur Sumbar itu tersinggung, yang lantas mengeluarkan surat teguran ke politisi dari PKS itu.

Seorang pejabat tinggi di kemendagri cerita, langkah-langkah Gatot yang sering memutasi pegawai ini mengejutkan. Pasalnya, sejak semula para pejabat kemendagri begitu percaya Gatot akan taat pada aturan, dimana seorang Plt gubernur tak bisa sembarangan memutasi pegawai.

“Tapi ternyata seperti itu, mutasi seenaknya. Kita tak menyangka karena kita mengira dia baik-baik, taat aturan,” ujar pejabat yang mewanti-wanti namanya tidak ditulis itu.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Diah Anggraeni, tidak menampik pihaknya kecewa dengan langkah-langkah Gatot. “Ya mestinya konsultasi dengan Bapak Mendagri jika mau memutasi,” ujar Diah kepada koran ini di kantornya, beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, sewaktu menerima Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15/P Tahun 2011 tentang penunjukkan dirinya sebagai Plt gubernur Sumut pada 24 Maret 2011, Gatot sudah diwanti-wanti oleh Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni.

Saat itu, Gatot diminta mentaati PP Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pasal 132A PP Nomor 49 Tahun 2008 ayat (1) mengatur sejumlah tindakan yang tidak boleh dilakukan penjabat kepala daerah atau pelaksana tugas kepala daerah. Yakni dilarang melakukan mutasi pegawai, membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya, membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya, dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya.

Di ayat (2) dinyatakan, “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri”.

Intrepelasi Sudah Lewat
Plt Gubsu Harus Segera Selesaikan Masalah

Pasca usulan interpelasi yang ditujukan terhadap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, legislatif akan meningkatkan fungsi pengawasannya. Hal tersebut dikatakan Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut Hidayatullah, kemarin.

Disebutkannya, usulan interplasi yang kandas pasca voting, kemudian ada tudingan Plt Gubsu menganggap angin lalu surat yang dilayangkan Mendagri tersebut, tidak salah juga. “Karena mereka mau tahu seperti apa penyelesaiannya. Sah-sah saja, jika ada orang yang berpendapat demikian. Maka diharapkan Plt Gubsu sesegara mungkin melakukan klarifikasi hal ini, sehingga tidak memperlebar permasalahan,” kata Hidayatullah.

Dalam kesempatan yang sama dia juga mencontohkan adanya pengangkatan sejumlah pejabat saat Medan dijabat Pj Wali Kota Affifuddin Lubis, Syamsul Arifin maupun Pj Wali Kota Tebing Tinggi Eddy Sofyan. Hal tersebut juga diketahui surat rekomendasi maupun persetujuan dari Gubsu ataupun Mendagri. “Berarti itu bolehkan,” katanya.
Jadi, sambungnya, setelah diselesaikannya persoalan ini, bisa menjadi rujukan untuk masalah serupa. “Biarlah ini menjadi pembelajaran,” jelas Hidayatullah.

Disisi lain, gagalnya legislator atas usulan interpelasi terhadap Plt Gubsu, tak menyurutkan niat para legislatif untuk mengoreksi kebijakan Plt Gubsu tersebut. Wacana hak angket pun mulai dijajaki.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut Budiman Nadapdap, mngatakan, wacana tersebut akan mereka jajaki. “Kita berhitung dulu, karena hak angket ini kan lebih besar dari interpelasi, harus dua per tiga dari jumlah anggota dewan,” ungkapnya.

Hal tersebut sambungnya perlu diperhitungkan, agar tidak  menjadi persoalan. “Yang jelas, kita ingin memperbaiki citra Sumut,” ujarnya.

Dijelaskan Budiman tujuan dilakukannya hak angket sejatinya sama dengan interplasi dimana mereka ingin mempertanyakan kebijakan Plt Gubsu yang melakukan pelantikan 110 dan menonjobkan 26 pejabat eselon III tanpa berkonsultasi dengan Mendagri terlebih dahulu.

Ketua Fraksi PPP DPRD Sumut Fadly Nurzal mengatakan, wacana hak angket ini belum dibicarakan di internal partai. Namun, dia menilai adalah urgen untuk mempertanyakan kebijakan Plt Gubsu yang telah melanggar aturan. “Kalau saya pribadi, masalah ini harus dijawab. Kita tidak ingin persoalan ini semakin kusut, jadi harus kita luruskan,” ujarnya.
Disebutkannya, hak angket sejatinya tak perlu ada jika usulan interplasi beberapa waktu lalu disetujui dewan. “Ini memang harus dijawab. Sudah ada surat dari Mendagri kalau itu melanggar. Ini kan sudah kusut, jangan lagi dibuat makin kusut. Kalau ini tidak dituntaskan, tidak akan ada ujungnya,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS Amsal menjelaskan, hak angket dan interpelasi itu berbeda. “Jadi jika hak interpelasi sudah dinyatakan gagal, maka tak perlu lagi ada yang namanya hak angket,” jelasnya. (sam/saz)

M Yandre Juara, Raih Nilai 98,5

76 Anak-anak Ikuti Lomba Baca Al-Quran Sumut Pos

MEDAN- Sebanyak 76 anak usia 7-13 tahun mengikuti lomba membaca Al-Quran yang diselenggarakan Sumut Pos
di Masjid Baiturrahman, Jalan Karya Wisata Medan Johor, Kamis (25/8).

Adnan C Nainggolan, perwakilan panitia lomba memberitahukan bahwa juara satu untuk pembaca Al Quran jatuh pada nomor 26 atas nama Muhammad Yandre yang mengumpulkan nilai 98,5. Juara II berhasil diraih Muhmmad Khairul Fahmi dengan nilai 97 dan juara ketiga berhasil disandang Salsabila Fitri dengan perolehan nilai 92.
“Para pemenang satu hingga ketiga ini berhak menerima uang pembinaan dan voucher berlangganan koran Sumut Pos selama 1 bulan serta bingkisan dari Rabbani,” bilang Adnan.

Ketua Panitia, Darwin Purba menuturkan bahwa acara perlombaaan yang diadaka di Masjid Baiturahman ini merupakan yang ketiga. Dimana, sebelumnya telah diadakan di Helvetia Medan pada 14 Agustus dan kedua di Masjid Cemara Indah Permai.

Dalam perlombaan ini, peserta diwajibkan memilih salah satu surat seperti surat Ad-Dhuha, Surat At-tin, Surat Al-Alaq, Surat Alam Nasrah, Surat AL-Qadr, Surat Al-Qariah, Surat At-Takasur, surat Al-Maun, Surat Al-Kafirun, dan Surat Al-Zazalah.

Kiriteria penilainya seperti fasahah, lagu, kestabilan nafas dan waktu. “Nah dalam penilai ini kita percayakan ketiga dewan juri Qomariah Anwar, Muchtar dan Adli Azhari Rokan. (omi)

Puasa, Full Prestasi

Nur Yunidya

Puasa saat Ramadan selalu diiringi prestasi bagi Nur  Yunidya. Mulai dari prestasi di bidang pendidikan hingga prestasi modeling. Prestasi terasa sangat berharga karena siswi SMA Taman Siswa Medan  ini memperolehnya ketika menjalankan ibadah puasa.

“Tahun 2009, puasa aku full, banyak prestasi yang aku raih saat itu. Baik di sekolah, maupun di bidang model,” ujar gadis kelahiran Medan, 27 Juni 1996 ini.

Salah satu prestasi yang berkesan, saat menjuarai Etnis Ulos Scoopy Honda. “Ini salah satu perlombaan yang paling berkesan. Mengigat aku juara ulos,” ujar anak ke dua dari tiga bersaudara ini.

Sejak 2009 itu, Nur Yunidya selalu merasa senang saat Ramadan tiba. Salah satu cara menunjukkan rasa syukur tersebut, adalah menerima apapun yang dimasak sang bunda saat sar ataupun saat berbuka. “Aku tidak mau komplain tentang apapun makanan yang disajikan, secara aku saja tidak masak, masak mau minta macam-macam,” ujarnya.

Karena itu, setiap Ramadan, sebisa mungkin cewek yang tinggal di daerah Perumnas Mandala ini selalu menyempatkan dirinya untuk kumpul dengan keluarga, “Kalau kumpul kita bisa sharing, jadi segala masalah bisa kita atasi,” ujar nya. (mag-9)

Duet Pasha-Rahudman Tutup Ramadhan Fair

MEDAN- Band Ungu tak hanya memikat cliquers dan ribuan pengunjung Ramadhan Fair. Wali Kota Medan, Rahudman Harahap pun terpesona dengan penampilan band ibu kota tersebut.  Momen istimewa bahkan terjadi sebelum Band Ungu membawakan lagu Andai Ku Tahu. Pasha sang vokalis turun dari panggung dan menjemput Rahudman dari kursi VIP Ramadhan Fair.

Di panggung, Rahudman menerima pelantang suara (microfone). Pasha pun menggoda Medan-1 itu untuk turut bernyanyi. Sayup-sayup, terdengar suara Rahudman mengikuti lirik lagu.

Andai ku tahu….
Kapan tiba ajalku…
Izinkan aku mengucap kata taubat padaMu…
Aku takut akan semua dosa dosaku…
Aku takut dosa yg terus membayangiku…
Ampuni aku dari segala dosa dosaku…
Ampuni aku menangis ku bertaubat padaMu…

Usai bernyanyi, Rahudman kembali ke jajaran VIP.
“Terimah kasih kepada Bapak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap sudah mengundang kami,” cetus Pasha dibalas senyuman Rahudman.
Meski tidak semerdu suara Pasha, aksi Rahudman menambah semarak suasana penutupan resmi gelaran stand kuliner dan UKM di Ramadhan Fair, tadi malam.

Ribuan fans ungu atau disebut cliquers sudah memadati Ramadan Fair ke VIII di Taman Sri Deli Medan sejak sore hari. Maklum, Band Ungu yang tengah digandrungi kawula muda tampil menandai penutupan pergelaran stand kuliner dan UKM gelaran Pemko Medan tersebut.

Hampir seluruh taman yang dihiasi dengan nuansa religi itu dipadati pengunjung, dari anak-anak hingga orangtua. Bahkan pengunjung yang makin ramai usai Salat Tarawih dan antusias mendengarkan kata sambutan wali kota, Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri. Usai sambutan, pengunjung yang sudah memadati Taman Sri Deli, menjerit-jerit meminta kepada panitia untuk segera menampilkan band idolanya. Tepat, selesai ibadah salat tarawih. Pembawa acara langsung menyapa pengunjung untuk bersiap-siap melihat penampilan band Ungu. “Karena pengunjung sudah tidak sabar, langsung saja kita tampilkan Band Ungu,” kata pembawa acara.

Dengan lagu pembuka berjudul Dia Maha Sempurna, Pasha langsung menyapa warga Kota Medan. Dibalut baju koko berwarna putih, para personel Band Ungu lain, Makki, Enda, Onci, Rowman yang mengenakan baju koko berwarna putih memberikan alunan musik yang membuat para cliquers terhipnotis.

Dilanjutkan dengan lagu kedua Sesungguhnya, Saat Bahagia, Dengan Namamu dan Andaiku Tahu.

“Masih tetap semangat kan, ayo kita lanjutkan lagi dengan lagu berjudul Dirimu Satu yang kita berikan kepada personel Ungu si Onci,” kata vokalis Ungu, Pasha.

Petugas Pemadam Kebakaran Kota Medan, juga membantu untuk mengurangi panas akibat berdesakan dengan menyirami air. Lagu demi lagu yang terus dimainkan tak membuat cliquers menjadi bosan. Mereka tetap senang dan ikut bernyanyi bersama.

Lagu berikutnya, Para PencariMu, SurgaMu, Kupinang dan lagu penutup Cinta Gila dilantunkan band papan atas tersebut. “Terimah kasih kepada Bapak Wali Kota Medan, Bapak Rahudman Harahap,” cetus Pasha kembali di akhir penampilan.

Insiden kecil sempat terjadi saat konser. Beberapa cliquers jatuh pingsan karena berdesakan di tengah-tengah ribuan pengunjung. “Kita terlambat (mengantisipasi, Red). Posko yang sudah disiapkan penuh dipadati pengunjung yang berdesakan untuk melihat penampilan Ungu,” kata petugas medis.

Kondisi akhirnya bisa diatasi dan konser tetap berjalan lancar.
Para cliquers yang pingsan diberi pertolongan oleh tim medis di ruang VIP, tempat para pejabat utama Pemko Medan menikmati penampilan artis ibukota tersebut. Para cliquers lainnya dan Band Ungu tetap semangat untuk tampil.(adl)

Dipastikan Libatkan Orang Dalam

Terkait Pembobolan Rumah Dinas Kajati

MEDAN-Pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memastikan pembobolan rumah dinas Kajatisu di Jalan Listrik Medan melibatkan orang-orang yang bertugas di rumah dinas. “Mana mungkin orang luar tahu isi dan situasi rumah dinas (Kajatisu) kalau tidak melibatkan orang dalam,” ujar Kasi Pidsus Kejatisu, Jufri Nasution SH
pada wartawan di Gedung Kejatisu di Jalan AH Nasution Medan, Kamis (25/8).

Koordinator penyidikan Bidang Tindak Pidana Khusus (pidsus) ini juga mencurigai orang dalam tersebut sudah menggambar dan mempelajari detail rumah dinas. “Masak pelaku (pembobol) tahu dari mana dia (bias) masuk. Tahu posisi kamar mandi dan tahu posisi kamar pribadi pak Kajatisu. Yang jelas orang ini pernah masuk kerumah itu ataupun ada yang memberitahukan pelaku soal situasi rumah itu,” bebernya lagi.

Bahkan, pelaku juga mengetahui kapan Kajatisu sedang tidak berada di tempat. “Penyelidikan pembobolan rumah Pak Kajatisu sudah ditangani aparat kepolisiannya untuk segera diungkap,” tegas Jufri.

Disinggung nilai nominal yang digondol pelaku yang dikabarkan mencapai puluhan miliar, Jufri menyanggahnya. “Mana mungking puluhan miliar. Memang apa saja yang di gondolnya, seberapa banyak barang berharga yang dibawa kabur? Kan gak mungkin (puluhan miliar), yang jelas hanyap puluhan juta saja,” ujar Jufri menutup pembicaraan.
Sementara itu Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan, juga menegaskan bahwa harta benda milik Kajatisu tidak sebesar apa yang disampaikan. “Hanya Rp27 juta saja kerugian berupa perhiasan dan uang. Mengada-ngada itu informasinya,” tegas Edi Irsan menutup pembicaraan.

Komisi Kejaksaan Tunggu Pengakuan Maling

Sementara itu, Ketua Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI), Halius Hosen, mengaku kaget mendengar kabar rumah dinas Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) AK Basuni Masyarif dibobol maling yang disebut-sebut menyebabkan kerugian uang dan benda berharga senilai Rp10 miliar. Meski mengaku kaget, Halius menyatakan tidak percaya begitu saja mengenai uang Rp10 miliar itu.

“Saya kaget. Selaku ketua Komisi Kejaksaan, saya juga curiga jika benar ada uang Rp10 miliar di rumah seorang kepala kejaksaan tinggi. Jika benar, itu luar biasa. Itu uang dari mana? Kalau memang benar ya,” ujar Halius Hosen kepada Sumut Pos, kemarin (25/8).

Mantan Kajati Sumatera Barat dan Jawa Barat itu menjelaskan, dalam perkara yang masih dalam tahap seperti ini, Komisi Kejaksaan belum bisa berbuat apa-apa. Alasannya, jumlah uang Rp10 miliar itu masih sebatas isu. “Itu bukan fakta, bukan bukti, tapi masih isu. Jadi saya belum bisa mengambil langkah,” ujar mantan Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Kejaksaan Agung itu.

Halius, yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Jaksa Agung Muda Pengawasan itu, mengatakan, bantahan yang disampaikan pihak Kejati Sumut dan AK Basuni sendiri yang mengatakan uang yang digondol maling hanya puluhan juta saja, juga belum bisa disebut fakta.

Lebih lanjut Halius mengatakan, memang agak sulit membuktikan berapa uang yang sebenarnya disikat maling itu. “Kecuali malingnya sendiri yang mengatakan. Tapi masak kita juga percaya maling?” kata pria asal Kota Padang itu.
Berkali-kali Halius mengatakan, sangat janggal jika ada uang Rp10 miliar di rumah seorang kejati. “Saya kurang yakin karena dia (Basuni, red) baru beberapa bulan di Sumut. Tapi kalau benar, luar biasa itu,” ujar pria kelahiran 26 Juni 1949 itu.

Sebelumnya,  Aktivis Indonesia Corruptions Watch (ICW) Donal Fariz mendesak kepolisian menangkap pelaku agar diketahui berapa jumlah harta yang hilang. Peneliti pada Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW itu, juga tidak percaya pada bantahan pihak Kejati Sumut yang menyebut kerugian hanya Rp27 juta. “Kalau merasa uang hasil kerja yang sah dan wajar, ya tak perlu ada upaya menutup-nutupi,” ujar Donal Fariz dimintai tanggapan oleh Sumut Pos, Rabu (24/8).

Kajati Sumut sendiri sudah menangkis kecurigaan yang muncul. “Gawat kali kalian ah (wartawan), mana ada uang saya sampai segitu banyak. Tidak benar harta yang diambil sampai segitu banyak nominalnya,” ujar Basuni sambil masuk ke mobil dinas, Selasa (23/8).

Kepala Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH turut membantah jumlah kerugian yang mencapai puluhan miliar rupiah yang dialami Basuni. “Berdasarkan hasil perhitungan Pak Kajati (AK Basuni Masyarif) nilai nominalnya hanya Rp27 juta. Itu pun nilai yang segitu bukan uang semua tapi hanya beberapa perhiasan saja dan uang receh,” ujar Edi Irsan Tarigan.

Barang berupa perhiasan yang hilang tersebut lantas dirinci, terdiri dari bros emas seberat 12 gram, dua unit jam, cincin dan uang pecahan Rp20 ribu dan Rp10 ribu.

Menurut Kapolsekta Medan Baru AKP Donny Alexander Sik, berdasar hasil penyidikan, jumlah kerugian Rp30 juta ditambah satu unit jam tangan merk Taghauer. Perinciannya berupa uang pecahan Rp5 ribu senilai Rp10 juta, uang pecahan nominal Rp10 ribu sebesar Rp10 Juta dan pecahan Rp100 ribu sebesar Rp10 juta. “Sudah kita rinci semuanya,” ujarnya Donny. (sam/rud)

Tak Lupa Masa Lalu, Teri Sebagai Pengingat

Sahur Bersama Tokoh Pemuda Medan, HM Syaf Lubis

Ikhlas, peduli serta tak lupa masa lalu tetap tertanam dalam diri Syaf Lubis. Begitulah sosok ‘ketua 23 tahun’ ini menjalani kehidupannya, terutama saat Ramadan ini.

CHAIRIL HUDHA-MEDAN

Rumah cat putih berpagar hijau muda berukuran tiga kali lapangan badminton itu berdiri megah di Jalan Karya Tani, Medan Johor. Pemiliknya, pria yang dikenal memiliki beberapa jabatan ketua seperti ketua DPD AMPI Sumut, DPD Golkar Kota Medan dan Ketua Pemenangan Rahudman-Eldin saat Pemilukada Medan lalu. Dialah, HM Syaf Lubis.

Pada Ramadan ke-24, tim Sumut Pos menyambangi rumah itu. Sekitar pukul 03.30 WIB, tim Sumut Pos disambut penjaga rumah. Dipersilakan masuk dan duduk di teras rumah. Sekitar 15 menit kemudian, sosok tokoh pemuda itu datang menyalami satu persatu tim Sumut Pos. “Sehat kalian?” tanyan ramah sambil bersalaman berkeliling.

Di teras rumah itu, tim Sumut Pos berbicara berbagai hal tentang aktivitasnya selama Ramadan. Ternyata, pria yang memulai debut sebagai Ketua Ranting AMPI di Medan itu mengaku sudah 23 tahun menjadi ketua, kini jabatannya di AMPI menjadi Ketua DPD AMPI Sumut.

Syaf membeberkan debutnya memimpin sejumlah organisasi. Konsepnya sangat sederhana dan cendrung berciri Islami, yakni ikhlas, peduli dan berbagi kepada setiap orang yang membutuhkan. Dengan pola itulah seluruh organiasi yang dipimpinnya sukses dan menjadi buah bibir di masyarakat.

Pembicaraan masih berlanjut hingga pukul 04.15, istri Syaf Lubis, Hj Warsih Ningsih mempersilakan suami tercintanya dengan tim Sumut Pos bersama ke meja makan. Di meja batu berwarna kream, sudah terhidang sejumlah menu sederhana, ayam penyet goreng, teri sambal, indomie kuah, nasi putih, teh manis dan air putih.

Saat menyantap makanan, ternyata Syaf memiliki kebiasaan makanan bersama teri sambal. “Kenikmatan makanan itu bila ada teri, terpenting saya harus makan teri setiap makan,” ucapnya. “Saya tak akan pernah lupa masa lalu, dulu saya hanya bisa makan ikan teri ini saja. Jadi saya ingat terus dengan ikan teri, dan sekarang bedanya teri masakan istri,” tambahnya didampingi istri dan tiga anaknya yang juga ikut sahur bersama.

Ketiga anaknya itu, M Afri Rizki Lubis, Nicki Sefanny Lubis dan M Safikqi Juanda Lubis. Ketiga anaknya itu terus menjalani puasa, walau kegiatan di sekolahnya cukup padat. “Saya tetap tanamkan ke anak-anak saya, puasa itu penting. Walau seberat apapun kegiatan, jalanilah dengan ikhlas dan tetap berpuasa, pasti Allah SWT berikan kenikmatan,” ujarnya.

Istri Syaf Lubis, Warsih Ningsih memaparkan, suaminya itu tak sulit untuk urusan menu makanan. Cukup teri dihidangkan plus nasi saja sudah lahap makannnya. Tapi, cendrung tak bisa juga makanan itu saja, karena gizi lainnya sangat dibutuhkan.

“Makanya saya selalu imbangi dengan gizi lainnya dan ramuan-ramuan khusus lain, seperti jamu dan jus apel segar,” katanya. “Iya, saya memang punya kesibukan di Ramadan, terkadang cuma tidur tiga jam atau empat jam saja. Tapi istri saya selalu siapkan jamu induk kunyit karena saya tak bisa minum obat-obatan,” tambah Syaf sambil menenggak jus apel segar buatan istri.

Usai menyantap makanan sahur, pembicaraan berlanjut ke Partai Golkar dan pesan untuk Pemko Medan. Syaf berpesan kepada kader Golkar di Kota Medan bila ingin sukses memimpin harus dikenal tetangga dan sekitar rumahnya serta dikenal banyak orang. Kemudian, banyak berbuat untuk kepentingan rakyat.

“Jika ada anggota legislatif dari Golkar Medan yang tak peduli ke rakyat, laporkan ke saya,” ucapnya.
Begitu juga, paparnya rakyat yang tak mendapatkan pelayanan yang baik dari Pemko Medan seperti pelayanan kesehatan, pendidikan dan KTP, laporkan ke kantor DPD Partai Golkar Kota Medan. “Kami siap menjembataninya demi masyarakat,” tegasnya.

Ternyata, sosok pria yang telah lama malang melintang di berbagai organisasi itu memiliki target besar dengan kerja-kerja ikhlas yang dibuatnya selama ini. DPD Golkar pada 2014 mendatang siap menaikkan jumlah perolehan suara, dengan perolehan minimal naik 100 persen dari jumlah legislatif sekarang. “Jika di Kota Medan hanya ada 5 kursi, seminimalnya tahun depan harus naik 100 persen,” imbuhnya.

Ketika ditanya sikap optimisnya bisa menaikkan jumlah perolehan suara itu, dia menyampaikan pada prinsipnya konsep keikhlasan dalam mengelola organisasi adalah satu metodenya. Kemudian peduli kepada anak yatim dan fakir miskin, bagian selanjutnya.

Diakhir pembicaraan, dia menitipkan pesan kepada orang-orang muda atau sejumlah orang yang mau mengikuti. Untuk menjadi seorang yang sukses, sebaiknya jangan suka cari kesalahn orang lain. Tapi tanyakan kepada diri sendiri mengapa orang lain bisa diri sendiri tak bisa.

Selanjutnya, jangan pernah melawan arus ataupun ikut arus, karena keduanya bisa menenggelamkan. Tapi, cobalah terus berdiri di atas arus sehingga bisa melihat ke segala lini kehidupan itu.(*)

Buru Kadhafi di Kota Kelahiran

Bab Al Aziziya Dijarah, Aset Libya di Luar Negeri Dicairkan

TRIPOLI – Kendati 95 persen wilayah Libya telah dikuasai plus ada iming-iming hadiah uang USD 1,7 juta (sekitar Rp 14 miliar) untuk yang bisa menangkap Kadhafi hidup atau mati, tetap saja pemberontak hingga kemarin masih buta tentang lokasi diktator tersebut bersembunyi. Untuk itu, mereka meningkatkan gedoran ke wilayah-wilayah yang masih dikuasai loyalis sang diktator.

Sebab, diduga Kadhafi bersama keluarga dan orang-orang dekatnya bersembunyi di tempat-tempat tersebut. Perbatasan yang mengarah ke Aljazair di sebelah barat Libya serta Chad, Niger, dan Mali di sisi selatan negeri Afrika Utara itu juga disisir. Sebab, negara-negara tersebut hingga kini masih mengakui kepemimpinan sang kolonel.

Satu di antara wilayah yang digempur tersebut adalah Abu Saleem di pinggiran sebelah timur Tripoli. Khamis Kadhafi, salah seorang anak Kadhafi yang dipercaya memimpin sebuah brigade elite, diduga berada di area tersebut. Gempuran juga diarahkan ke Sabha, kota di tengah gurun di sebelah selatan Tripoli.

Di kawasan itulah nenek moyang Kadhafi berasal dan dia mendapat dukungan luas dari su ku-suku gurun pasir yang bercokol di tempat tersebut. Pemberontak juga mengincar Sirte, kota kelahiran mantan pemimpin berusia 69 tahun itu.

Sedangkan laju pasukan pemberontak ke Sirte juga dihadang loyalis Kadhafi di Abu Jawad, kota yang terletak di antara Tripoli dan Sirte. Dua kubu saling beradu tembakan roket.  “Pasukan Kadhafi masih tetap melawan, kami terkejut. Kami awalnya menduga mereka akan menyerah seiring dengan jatuhnya Tripoli,” kata Fawzi Bukatif, komandan militer pemberontak, kepada AFP.

Dewan Transisi Nasional (NTC), organisasi yang memayungi kelompok pemberontak yang telah diakui lebih dari 30 negara di dunia sebagai pemegang kekuasaan sah di Libya, mulai bergerilya mencari bantuan sebesar USD 2,5 miliar (Rp 21,25 triliun). Kabar baik bagi mereka, sejumlah negara yang ditempati aset-aset milik keluarga dan kroni Kadhafi bersedia mencairkan aset tersebut.

Satu diantaranya adalah Italia. Perdana Menteri Silvio Berlusconi, seperti dikutip Washington Post, berjanji mencairkan aset sebesar USD 505 juta (Rp 4,3 triliun). Menteri Pertahanan Inggris Liam Fox juga mengabarkan bah wa Afrika Selatan, yang dikenal dekat dengan Kadhafi, akan men cairkan aset senilai USD 500 juta (Rp 4,2 triliun). Begitu pula AS yang tinggal menunggu pengesahan di tingkat legislatif.

Sementara itu, jatuhnya Bab Al Aziziya, kompleks kediaman Kadhafi, membuat banyak tentara pemberontak bernafsu menjelajah tempat seluas 2,4 kilometer persegi tersebut. Di sana mereka menemukan taman fantasi mewah seindah Neverland seperti yang dulu dimiliki mendiang Michael Jackson. (c11/ttg/jpnn)