Home Blog Page 14753

Penjualan Rokok di Inggris Diperketat

INGGRIS- Jumlah anak perokok di Inggris terus meningkat. Karenanya, untuk menekan jumlah anak perokok tersebut, pemerintah Inggris melarang mesin penjual rokok. Kebijakan baru itu diberlakukan sejak Sabtu (1/10) kemarin.

Tak cuma itu, setiap orang yang tertangkap tangan menjual rokok menggunakan mesin yang biasanya terdapat di pub dan klub akan mendapat sanksi berupa denda sebesar 2.500 poundsterling atau sekitar Rp34 juta. Namun, pub masih bisa menjual rokok di bar.

Menteri Kesehatan Inggris Andrew Lansley, mengakui kalau tantangan terbesar dan paling alot di bidang kesehatan adalah kebiasaan merokok. “Merokok adalah salah satu tantangan yang paling besar dan alot di bidang kesehatan masyarakat. Lebih dari delapan juta orang (15 persen) di Inggris masih merokok. Hal itu mengakibatkan lebih dari 80 ribu kematian setiap tahun,” katanya.

Lansley juga mengatakan, mesin penjualan rokok acap luput dari pengawasan. “Makanya, anak di bawah umur bisa membeli rokok dari mesin itu,” imbuhnya.

Lansley yakin, larangan penjualan rokok dari mesin dimaksud bisa melindungi anak-anak. “Rokok akan berkurang jumlahnya bagi anak-anak itu,” katanya sembari menambahkan kalau cara itu bisa mendorong generasi muda tidak merokok.

Catatan dari yayasan amal British Heart Foundation menunjukkan tiap tahun, di Inggris, ada 20.000 pemuda mulai merokok secara rutin. Sementara itu, sebagaimana warta AP dan AFP, 11 persen perokok rutin berada di usia 11 hingga 15 tahun. “Mereka mendapatkan rokok dari mesin penjualan,” kata yayasan tersebut.

Selain Inggris, Irlandia akan melarang mesin penjualan rokok pada Februari tahun depan. Sementara itu, Skotlandia dan Wales sudah menyampaikan komitmen menerapkan larangan tersebut.

Selanjutnya, pada April 2012, semua pengecer rokok di Inggris dan Skotlandia tak boleh memajang semua produk tembakau. Lalu, sampai April 2015, toko kecil di kedua negara itu juga mesti melaksanakan kebijakan sebagaimana pengecer tadi. Pemerintah dijadwalkan melancarkan konsultasi masyarakat mengenai apakah rokok mesti dijual dalam kemasan kosong tanpa logo atau merek. Adapun merokok di tempat umum yang tertutup dilarang di Inggris pada Juli 2007.(net/jpnn)

AS Waspadai Balas Dendam Al-Qaeda

NEW YORK- Kepolisian AS di New York bersiaga atas kemungkinan serangan balas dendam tewasnya militan kelahiran Amerika di Yaman, Anwar Al Awlaki, Jumat (30/9) waktu setempat. Awlaki yang oleh intelijen Amerika dijuluki sebagai kepala operasional eksternal Al Qaeda Yaman, merupakan pengusung propaganda yang melek internet. Ia terbunuh dalam serangan pesawat tanpa awak milik Badan Intelijen AS (CIA) di sebuah kota terpencil.

“Kami tahu Awlaki memiliki pengikut di AS, termasuk di New York. Untuk itulah kami terus mewaspadai kemungkinan seseorang akan membalaskan dendam atas kematiannya. Ia perekrut yang handal di AS,” demikian Komisaris Ray Kelly dari NYPD.

Kelly juga menyampaikan laporan kematian seorang operasional kedua Al Qaeda yang berbahasa Inggris, Samir Khan. Ia juga seorang Amerika yang diyakini tewas dalam serangan sama dengan Awlaki.

“Khan masih menjalin hubungan dengan orang-orang di New York dan mempublikasikan majalah berbahasa Inggris mengenai cara membuat bom. Dalam edisi terbaru, ia menyatakan Stasiun Grand Central sebagai sasarannya,” pungkas Kelly.

Awlaki yang berada dalam daftar ‘most wanted’ AS tewas dalam serangan udara yang mengenai dua kendaraan di Provinsi Marib, markas Al Qaeda di Yaman. Menurut warga, pesawat tak berawak Amerika sudah beberapa hari mengawasi wilayah itu.

Sementara Presiden AS Barack Obama menyebutkan, tewasnya Anwar al-Awlaki merupakan pukulan telak bagi al-Qaeda. Obama menyebut al-Awlaki sebagai pemimpin kelompok ‘operasi global’ al-Qaeda. “Dia memimpin perencanaan untuk menyerang warga Amerika yang tak bersalah,” katanya.

Obama kemudian menyebut al-Awlaki bertanggungjawab dalam rencana serangan Natal 2009 di Detroit, serta upaya pemboman di Times Square, New York, yang digagalkan pada 2010 lalu. Anwar al-Awlaki merupakan warga suku Yaman dan diburu aparat keamanan Yaman sejak Desember 2007.

Menurut informasi dari masyarakat suku Yaman, al-Awlaki tewas dalam sebuah serangan udara di provinsi Marib, yang disebut sebagai wilayah yang banyak dihuni pendukung al-Qaeda.
Ketika dia masih menjadi imam di masjid San Diego di era 1990-an, khotbahnya sempat dihadiri dua orang yang belakangan terlibat dalam aksi serangan 11 September, Khalid al-Midhar dan Nawaf al-Hazmi.

Dalam video yang ditayangkan November tahun lalu, dia menyerukan pembunuhan warga Amerika Serikat dengan mengatakan, mereka berasal dari ‘partai setan’. Beberapa minggu setelah tersebarnya video itu, dia selamat dari serangan di Provinsi Shabwa yang menewaskan 30 militan lebih.(net/jpnn)

Pengawal Pribadi Ungkap Kelalaian Dokter

Penelusuran penyebab kematian ‘The King of Pop’ Michael Jackson terus berlanjut. Kesaksian seorang pengawal pribadi memperkuat dugaan adanya kelalaian.

Kali ini, Alberto Alvarez, salah seorang pengawal pribadi Michael Jackson, bersaksi di ruang sidang. Alvarez mengaku baru saja akan masuk ke kamar Jacko, demikian Michael Jackson biasa dipanggil, ketika putrinya, Paris Jackson berteriak, “Daddy!”

Sementara di tempat tidur, tubuh kurus Jacko terbaring lemas tak bergerak dan matanya agak terbuka. Dokter pribadinya, Conrad Murray (58), tampak berusaha melakukan pertolongan, disaksikan Paris dan kakaknya, Prince Jackson. “Jangan biarkan mereka melihat ayahnya seperti ini,” pinta Murray kepada Alvarez, yang langsung membawa Prince dan Paris keluar dari kamar. Menurut Alvarez, Murray juga berusaha membereskan obat-obatan dari meja di samping tempat tidur Jakco. “Ia berkata, sini, letakkan ini dalam tas,” tutur Alvarez menirukan Murray, yang menyodorkan obat-obatan itu ke tangannya. Ia mematuhinya, meletakkan infus ke dalam tas dan baru menghubungi nomor darurat 911, atas perintah Murray.

Di hari ketiga sidang terhadap Murray atas tuduhan manslaughter atau kelalaian yang menyebabkan kematian, jaksa berusaha menunjukkan bahwa si dokter yang mengaku tak bersalah ini, menunda memanggil bantuan demi menyembunyikan obat ilegal.

Sebelumnya diketahui, Murray membantu Jacko mendapatkan tidur nyenyak setiap malamnya dengan koktail obat, yang salah satu bahannya propofol. Obat anestesi kuat yang diberikan melalui infus itu seharusnya tak boleh dipakai di luar rumah sakit.

Alvarez menduga, si dokter menyuruhnya beres-beres untuk berangkat ke rumah sakit. Sebab itulah ia tak banyak bertanya. Namun, tas tersebut tak pernah sampai ke rumah sakit dan jaksa menuding Murray berbohong kepada paramedis.

Murray dituding tidak memberi tahu paramedis obat apa yang ia berikan kepada Jacko untuk membantunya tidur. Serta seberapa banyak dosis yang diberikan hari itu. Jika terbukti, ia bisa dipenjara empat tahun dan kehilangan izin prakteknya.

Setelah menelepon 911, Alvarez membantu Murray melakukan CPR kepada Jacko. Alvarez memompa dadanya, Murray memberikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut. “Terpaksa, ia kawan saya,” ujar Alvarez, mengutip Murray ketika itu.

Berdasarkan sidang yang dilakukan awal tahun ini, terungkap Jacko sebenarnya sudah tak bernapas sekitar 20 menit sebelum tim paramedis datang. Hal ini dikatakan oleh paramedis yang tiba di lokasi, Martin Blount.
Adapun Murray, tutur Blount, mengklaim bahwa Michael berhenti bernafas baru satu menit sebelum tim paramedis dipanggil melalui 911. Blount menyatakan Murray tak berkata apapun mengenai obat-obatan yang digunakan Jacko.
“Michael dipasangi kateter kondom, prosedur yang biasanya diterapkan terhadap pasien yang sedang tidak sadar, seperti ketika menjalani operasi, agar tetap dapat mengeluarkan air seni,” ujar Blount. (net/jpnn)

Penganut Katolik Susut, Paus Kunjungi Jerman

Paus Benediktus mengunjungi tanah kelahirannya, Jerman. Dalam kunjungannya kali ini, Paus mengakui bahwa di gereja ada ikan-ikan yang buruk juga. Hal ini menanggapi mengapa sebagian penganut Katolik di Jerman – terutama korban pelecehan seksual serta keluarga dan sahabat mereka – berkata “ini bukan gereja saya lagi.”

“Gereja adalah jala yang Tuhan pakai untuk menangkap ikan yang baik dan juga ikan yang buruk,” ungkapnya. “Kita harus belajar hidup dengan skandal itu dan bekerja melawan skandal itu dari dalam jaring yang besar yang bernama gereja.” Tercatat sekitar 181.000 orang Katolik Jerman secara resmi menyatakan keluar. Gereja Katolik Jerman sendiri menerima sekitar 600 permintaan kompensasi dari korban pelecehan fisik dan seksual, sementara asosiasi korban pelecehan memperkirakan lebih 2000 orang mengalami perlakuan yang buruk dari pendeta Katolik selama beberapa dekade terakhir.

Paus tiba di Jerman dan dijemput oleh Presiden Jerman Christian Wulff dan Kanselir Angela Merkel. Presiden Wulff yang juga seorang Katolik, berharap dengan kedatangan Paus dapat mengubah beberapa peraturan yang ada dalam gereja seperti masalah pernikahan dan perceraian – Wulff sendiri bercerai dan menikah kembali, dalam aturan Gereja Katolik hal ini sebenarnya dilarang. Selain itu Wulff juga berharap gereja bisa memperbolehkan pernikahan antara Katolik dan Protestan yang sangat banyak dilakukan saat ini.

Rencananya, dalam kunjungannya di Jerman tersebut Paus juga akan bertemu pemimpin Gereja Protestan Jerman yang jumlah jemaatnya diperkirakan sama banyaknya dengan penganut Katolik. Gereja Protestan sendiri akan merayakan peringatan 500 tahun berdirinya aliran gereja tersebut pada 2017 nanti. Bagaimana Benediktus berbicara dengan para pemimpin protestan ini akan mengindikasi bagaimana rencana Gereja Katolik dalam menanggapi peringatan Gereja Protestan tersebut. Hal ini menjadi sesuatu yang penting mengingat bahwa aliran Protestan muncul dimulai dari bagaimana Martin Luther menyatakan 95 Thesis melawan apa yang dijalankan Gereja Katolik di tahun 1517. Sejak itulah hubungan antara kedua golongan gereja ini tidak terlalu baik.

Benar apa yang dikatakan Paus bahwa gereja adalah jala atau jaring yang Tuhan gunakan untuk menangkap jiwa-jiwa yang terhilang, namun jika jala itu koyak, maka tidak lagi menjadi alat yang efektif untuk memenangkan jiwa. Mari berdoa bagi pemulihan bagi gereja-gereja Tuhan sebagai satu tubuh Kristus yang utuh. (telegraph.co.uk/pa/jc)

500 Anak Sekolah Minggu Bersending Sejak Dini

Puncak Jubileum 150 Tahun HKBP di Distrik V Sumatera Timur

PEMATANGSIANTAR–Luar biasa. Itu kesan pertama yang disampaikan Ketua Umum Panitia Nasional Jubileum 150 Tahun HKBP Edwin P Situmorang saat menghadiri Ibadah Raya sebagai puncak perayaan Jubileum 150 Tahun HKBP di Distrik V Sumatera Timur di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar, Minggu 11 September 2011 lalu.

Ibadah Raya ini dihadiri sekitar 15.000 jemaat dari 44 resort dengan 216 gereja yang ada di Distrik V Sumatera Timur. Distrik ini mencakup Kota Pematangsiantar, Kabupaten Simalungun, dan Kabupaten Batubara.

Acara diawali dengan prosesi dari Kantor HKBP Distrik V Sumatera Timur Jl. Gereja yang diikuti oleh Ketua Umum Panitia Nasional Edwin P Situmorang, Ketua STT HKBP Pdt Dr Darwin Lumban Tobing, Praeses HKBP Distrik V Pdt Piter Hutapea MTh, Ketua Umum Panitia Jubileum di Distrik V Ir Rudolf Hutabarat, Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus SE, anggota DPR Capt Anton Sihombing, Martin Hutabarat, dan tamu undangan lainnya. Selain itu prosesi diikuti sekitar 150 pendeta yang semuanya memakai jubah pendeta. Prosesi dilakukan dengan berjalan kaki menuju Lapangan H. Adam Malik dengan jarak sekitar 500 meter dari Kantor Distrik V.

Edwin P Situmorang dalam sambutannya mengatakan perlunya seluruh warga HKBP instrospeksi diri, sudah sampai sejauh perjalanan selama 150 tahun HKBP ini memberikan sumbangan bagi negara ini. Meski HKBP merupakan lembaga gereja yang sangat besar, namun yang lebih penting adalah bagaimana HKBP juga punya peranan yang besar dalam ikut menentukan kebijakan di negara ini. “Ada lembaga yang kecil tapi suaranya selalu didengar, nah bagaimana dengan HKBP? Apakah suaranya juga selalu didengar?” kata Edwin Situmorang.

Setelah sambutan Ketua Umum Nasional, acara dilanjutkan dengan Ibadah Raya.  Ibadah ini dipimpin Pdt Darwin Lumban Tobing. Ibadah Raya ini sendiri berlangsung dengan khidmat dan tenang. Sekitar 15.000 jemaat memadati lapangan yang berkapasitas sekitar 10.000 orang.
Dalam kotbahnya, Pdt Darwin Lumban Tobing mengajak jemaat merenung bagaimana HKBP bisa sampai berusia 150 tahun seperti saat ini dengan pengorbanan para misionaris yang datang ke tanah Batak. Pdt. Dr. Darwin mengajak jemaat untuk terus melanjutkan misi para misionaris tersebut dengan tetap menjaga eksistensi HKBP, terutama eksistensi Kekristenan.

Selesai Ibadah Raya, acara dilanjutkan dengan hiburan lagu, tortor, dan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba. Yang menonjol dalam acara hiburan ini adalah Pagelaran Kolosal oleh 500 Anak-Anak Sekolah Minggu berupa pagelaran “Bersending Sejak Dini”. Anak-anak sekolah minggu tersebut menampilkan gerak, lagu, dan tari sembari melantunkan sekitar 30 ayat-ayat  Alkitab tanpa teks.

Ibadah Raya Minggu 11 September 2011 tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian kegiatan jubileum yang dilaksanakan di HKBP Distrik V Sumatera Timur. Sebelumnya sudah dilaksanakan 15 kegiatan yang dimulai 29 Mei  2011 lalu dalam bentuk Ibadah Pembukaan yang dilaksanakan di HKBP Pardamean. Selanjutnya kemudian dilaksanakan beragam kegiatan lomba seperti peragaan busana ina, hafal ayat alkitab lansia, lomba tortor, cerdas cermat alkitab, paduan suara anak atau remaja, catur, tarik tambang, dan bola voli dengan beberapa resort menjadi tuan rumah. (fetra c tumanggor/hkbp150tahun.com)

Pembinaan Kerukunan Dimulai dari Sekolah

Halal Bi Halal Perguruan Teladan Sumatera Utara

Dalam rangka ikut membina kerukunan umat beragama di Sumut, Perguruan Teladan Sumatera Utara (PTSU) di Medan menggelar acara halal bi halal di Sekolah Teladan, Jalan Pendidikan, Medan, Rabu (7/9).

Acara yang diadakan pasca perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1432 H ini berlangsung sukacita. Acara ini diawali doa bersama dan dilanjutkan bersalaman hangat antar siswa, guru, kepala sekolah dan Pembina PTSU. Doa bersama dibawakan Ustad Rachmad Pane dan Ev EM Sihotang STh SPdK.

Acara ini dihadiri oleh ribuan siswa-siswi TK, SD, SMP, SMA, SMEA dan STM yang tergabung dalam Perguruan Teladan Sumatera Utara. Hadir Pembina  PTSU, Drs Toga Sianturi MA dan Ketua PTSU, Tiurma Panjaitan.

Dalam kata sambutannya Toga Sianturi mengungkapkan Perguruan Teladan selalu berupaya membina kerukunan umat beragama di Sumut dalam kehidupan siswa sejak di bangku sekolah. Halal bi halal merupakan kegiataan rutin PTSU dalam upaya mempertahankan kerukunan umat beragama di Sumut. Jadi setiap perayaan keagamaan baik itu natal, lebaran, imlek dan lain-lain maka siswa, guru, kepala sekolah bersama pengurus yayasan selalu berkumpul untuk merayakan perayaan keagamaan itu secara bersama-sama. Diharapkan siswa-siswa PTSU dapat saling berbagi dan menghargai pemeluk agama lain dalam menjadi teladan ikut mempertahankan kerukunan umat beragama di Sumut. Karena Sumut sudah lama dikenal dengan kerukunan umat beragamanya, untuk itu hendaknya tetap dipertahankan dalam mendukung keharmonisan hidup  bermasyarakat, ujar mantan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDS ini.

Dalam memberikan kepedulian pada sesama, PTSU mengadakan pengobatan gratis di aula gereja HKBP Hatopan, Jalan Medan-Binjai KM 10, Deli Serdang, Sabtu (10/9). Pengobatan gratis yang diikuti ratusan warga ini bekerjasama dengan STT Sola Gratia Medan, HKBP Hatopan dan Klinik Perguruan Teladan Sumatera Utara.

Pengobatan ini melayanai ratusan warga yang memadati halaman gereja. Dalam pengobatan gratis yang mengobati penyakit umum tersebut diwarnai dengan konseling untuk menguatkan warga dalam menghadapi berbagai problema hidup.
Drs Toga Sianturi didampingi Tiurma Panjaitan mengatakan pengobatan gratis ini merupakan program rutin Perguruan Teladan Sumatera Utara untuk menolong warga yang mengalami problema kesehatan yang digelar 3 kali dalam setahun dan bulan September ini ikut memeriahkan perayaan Jubelium 150 Tahun HKBP. Sebelumnya kegiataan yang sama telah sukses diadakan di kawasan pabrik gula Sei Semayang dan Tani Asli-Tanjung Gusta-Deli Serdang.
Ditambahkan Puket IV STT Sola Gratia Medan Ev EM Sihotang, STh SPdK, pelayanan konseling dalam mewarnai pengobatan gratis tersebut untuk melengkapi misi pelayanan dan penginjilan dalam masyarakat.

Hadir juga dalam kegiataan ini Sintua Aladin Sianturi SH MSi dari HKBP Hatopan bersama dr Budi Panjaitan dan dr Nora Nababan yang merupakan asisten dr Bistok Sihombing Sp PD. Ditambah Tim medis Ivana E Manulang, Rianto Nainggolan, SKep, Lidya Sembiring, Ervina Sitanggang, Nenci Nababan dan Samaria. Dilengkapi tim konseling STT Sola Gratia yang dipimpin oleh Ev EM Sihotang STh SPdK.(rahel sukatendel)

Optimis Modal Utama Kemenangan

Tantri Kotak

Membanjirnya pemberitaan skandal dan indikasi kasus korupsi wisma atlet telak menutupi pelaksanaan SEA Games 2011 yang seharusnya meriah. Salah satu yang tidak mengetahui persis kapan dan bagaimana SEA Games 2011 dilangsungkan itu adalah Tantri, vokalis Kotak.
“Aku nggak tahu banyak soal SEA Games. Kayaknya publikasi ke masyarakat belum maksimal yah,” tandasnya.

Anehnya, Tantri justru banyak mendengar tentang kasus korupsi dana wisma atlet yang melibatkan M  Nazaruddin dan sederet oknum politisi. Kalau begini jadinya, Tantri minta di  lain waktu persoalan politik dan hukum tak dicampur adukkan dengan olahraga meskipun itu terkait satu sama lain.

“Wah, korupsi dimana-mana. Aku minta kalau bisa korupsi dan koruptornya sama-sama diberantas. Kasihan kalau sampai atlet aja keganggu gara-gara soal korupsi nggak jelas begitu,” sesalnya.

Meski begitu, dara kelahiran Tangerang 9 Agustus 1989 ini tetap optimis, atlet Indonesia meraup prestasi maksimal saat SEA Games 2011 resmi digelar.

“Kita harus optimis dong. Kesampingkan kesulitan. Ini kan SEA Games, diadakan di Indonesia juga, apalagi bakal banyak orang luar (turis) pada datang ke Indonesia. Kita harus jadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik bagi mereka,” tuturnya.

Lebih yakin lagi, vokalis terbaik di ajang Dream Band 2005 itu merasa Indonesia bisa menghapus prestasi buruk Indonesia di SEA Games sebelumnya. Bahkan tak mustahil mampu menjadi juara umum.

“Negara lainnya aja bisa kenapa Indonesia tidak bisa. Kita kan negara besar, boleh dibilang lebih segala-galanya dibanding negara lain di Asia Tenggara. Yang penting optimis, itu modal utama menuju kemenangan,” tandasnya secara diplomatis.

Penggemar bulu tangkis ini secara khusus berkeinginan agar olahraga tepok bulu itu menyumbang banyak emas. Apalagi olahraga kesenangannya itu masih memilki atlet kelas dunia seperti Taufik Hidayat dan Simon Santoso.

“Juara Olimpiade (1992) saja bisa, masak Sea Games nggak bisa. Saya yakin dan kepengen Indonesia jadi juara umum. Sudah saatnya bangkit dari keterpurukan. Semoga semua cabang olahraga berprestasi dan bulu tangkis bisa ngeborong semua emas, amin!” seru Tantri. (cr-4/jpnn)

Ganggu Konsentrasi Atlet

Risty Tagor

Risty Tagor meminta para atlet SEA Games tetap ‘happy’ dan optimis. Kalau bisa, semua kabar buruk persiapan SEA Games dicuekin aja.

“Soalnya pikiran sangat berpengaruh pada pertandingan nanti. Jangan putus asa dengan berita-berita, tetap fokus saja pada pertandingan,” kata Risty.

Pemain film Wanita Berkalung Sorban ini bermimpi Indonesia bisa menjadi juara umum. Dengan dukungan penuh masyarakat, Risty yakin Indonesia bisa keluar sebagai pemenang.
“Asal tetap optimis dan tidak takut. Apalagi kita tuan rumah pastinya dukungan juga akan banyak,” terangnya.

Cabang olah raga mana yang berpeluang meraup banyak medali nih? Ibu satu anak ini menjagokan renang.

“Kita kan negera maritim, dikelilingi laut, harusnya renang yang jadi juara,” ujarnya.
Risty pun meminta tanggung jawab dan jaminan kontraktor agar venue pertandingan bisa aman dan nyaman digunakan. Dia beri deadline paling lambat tengah Oktober ini.

“Kalau kontraknya sebulan sebelum acara sudah selesai harusnya sekarang sudah selesai. Harus profesional dong. Kita kan jadi tuan rumah jangan sampai memalukan bangsa,” tandasnya.( bcg/jpnn)

Kapan Lagi Kalau Nggak di Palembang

Titi Sjuman

SEA Games 2011 jadi momentum terbaik bagi Indonesia untuk memperbaiki prestasi olahraganya yang menukik tajam beberapa tahun belakangan. Kalau tidak di Palembang, mau kapan lagi Indonesia bisa berjaya.

“Prestasi olahraga semakin menurun tanpa tahu persis alasan penyebabnya. Semua orang saling menuduh tapi tak ada solusi pasti yang bisa dijalankan dan ketemu hasilnya,” nilai sineas, Titi Sjuman.

Apa pun masalahnya, istri drummer Wong Aksan ini mengaku tak sabar dan harap-harap cemas menunggu SEA Games 2011 resmi dibuka dan digelar.

“Aduh bangga banget, akhirnya kita bisa mengadakan lagi pertandingan besar. Nggak tahu ya kapan ada kesempatan langka kayak gini lagi,” tukasnya.

Agar berprestasi maksimal, Titi minta seluruh masyarakat mendukung perjuangan para atlet. Kalau tak bisa dukung langsung di Palembang, katanya masyarakat bisa buat acara nonton bareng. “Aku percaya, kita bisa jadi juara. Aku percaya para atlet bekerja keras dan giat latihan buat jadi yang terbaik. Dimana saja tempatnya, kita harus dukung mereka ya,” ujar pemain film Serdadu Kumbang ini.(cr-4/jpnn)

Prestasi Merosot, Kok Malah Santai

Gracia Indri   

Keikutsertaan Indonesia dalam SEA Games, kata Gracia Indri memiliki banyak makna. Di antaranya, menjadikan pesta olahraga dua tahunan itu sebagai ajang pemanasan atau pelatihan untuk pesta olahraga yang lebih besar seperti Asian Games dan Olimpiade. Belum lagi, Indonesia juga dikenal pendiri SEA Games (Tahun 1977).

“Dulu kan kita bisa empat kali berturut-turut jadi juara. Kalau dulu bisa, sekarang pun harusnya bisa,” kata Gracia.

Bintang Coblos Cinta ini risau dengan kesan banyak orang tak peduli perkembangan olah raga Indonesia. Padahal, prestasi Indonesia di SEA Games, sejak 14 tahun terakhir ini, sudah mengalami kemerosotan yang luar biasa. “Kemerosotan prestasi gara-gara urusan yang nggak terkait olah raga. Seperti skandal, korupsi, masalah internal nggak beres-beres,” nilainya.

Demikian pula soal prestasi di SEA Games. Prestasi tidak bisa ditingkatkan, tetapi yang disalahkan sebagai penyebab kegagalan adalah persiapan dan kesiapan. Padahal jadwal SEA Games dua tahunan, sudah lama disusun.

“Mulai atlet sampai pemerintah tidak boleh santai melihat prestasi kita terus merosot. Ini kan aib bangsa juga,” tuturnya.

Siapa yang akan menjadi lawan berat Indonesia nanti?  “Aku nggak bisa prediksi, tapi Thailand dan Malaysia pasti jadi pesaing utama,” ujarnya. (bcg/net)