28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14782

Sekda Semprot Kadishub Medan

Tertibkan Angkutan dan Terminal Liar

MEDAN-Sekretaris Daerah Kota Medan, Syaiful Bahri menyemprot Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Medan, Armansyah Lubis. Sekda meminta untuk melakukan penertiban terhadap angkutan dan terminal liar di sekitar Terminal Amplas dan Pinang Baris.

“Kenapa  nggak ditertibkan terminal dan angkutan liar. Itukan sudah menjadi kebijakan Wali Kota,”kata Syaiful melalui telepon selulernya kepada Kadishub Medan, Armansyah, Kamis (18/8) siang.

Menanggapi hal tersebut, Armansyah mengatakan kepada Syaiful sudah melakukan penertiban sesuai dengan yang dirapatkan bersama dishub propinsi. “Untuk penertiban sudah kita rapatkan bersama dan masih dalam proses tindak lanjut untuk penertiban terminal dan angkutan liar,”ucapnya.

Karena merasa belum puas menjelaskan kepada Syaiful terkait adanya informasi setoran pemilik terminal liar kepada dishub, Armansyah meminta kepada Syaiful untuk memberikan telepon selulernya kepada wartawan koran ini untuk berbicara.

“Kalau memang ada indikasi maraknya terminal liar dengan adanya pembiaran dari dishub yang menerima setoran, nggak usah dikorankan saya, tangkap saja saya,”pinta Armansyah.

Dijelaskannya, Dishub bersama tim gabungan sudah melakukan penertiban setiap harinya dengan turun ke sekitar terminal. “Jadi setiap hari kita melakukan penertiban dengan turun ke jalan, penertiban yang dilakukan dimulai dari pemeriksaan izin loket yang berada di sekitar terminal. Tidak lupa kita membawa Polisi Militer untuk mengantisipasi adanya pembekingan dari preman,”katanya. (adl)

Home Centra Santuni Seribu Anak Yatim

MEDAN – Building Inspiration Home Centra dalam program Charity Bersama berupa “Home Centra Peduli Sesama” menyantuni seribu anak yatim piatu dari sembilan panti asuhan di Medan. Diantara mereka, 220 orang diajak berbuka bersama di halaman Home Centra Jalan Industri Ring Road Setia Budi II No 995 Medan, Rabu (17/8).

Dalam acara itu diserahkan secara simbolis beras dan mie instan bagi 3 panti asuhan melalui anak yatim piatu masing-masing Panti Asuhan Sunggal, anak yatim-piatu Pasar I serta Panti Asuhan Pembangunan Pendidikan Islam Padang Bulan.

Enam panti asuhan lainnya masing-masing Panti Asuhan Al-Washliyah Pulo Brayan 250 orang, Panti Asuhan Zending Jalan Sisingamangaraja (100), Panti Asuhan Az-Zahra Medan Permai (100), Panti Asuhan Al-Washliyah Titi Kuning (130), Yayasan Al-Fitayan Asam Kumbang (100) dan Yayasan Selayang (100).

Hadir dalam acara itu Presiden Direktur Home Centra Irawan Rusli, Komisaris Irwanto, General Manager (GM) Budi Kho, Customer Development & Marketing Manager Yulia Devianty dan seluruh staf. Acara itu diisi oleh  tausiyah Al-Ustadz H Zulkifli dan penampilan Maidani Nasyid dari Medan.

Selaian acara buka puasa bersama, juga dilaksanakan beberapa kegiatan  lain yang dirangkaikan dengan program Charity Bersama. Diantaranya kuliner, seni budaya Islam berupa lomba menyusun lego, menggambar, kaligrafi dan lomba busana muslim/muslimah serta hiburan. Sedangkan acara berbuka puasa bersama anak-anak yatim piatu bertepatan dengan peringatan HUT ke-66 Kemerdekaan Indonesia.

GM Home Sentra Budi Kho mewakili Presiden Direktur Home Centra mengatakan, program Charity Bersama Home Centra sejak 1-27 Ramadan berkat dukungan customer yang beberlanja di Home Centra. “Semakin banyak customer berbelanja di Home Centra, maka semakin banyak beramal,” jelasnya.

Al-Ustadz H Zulkifli dalam taushiyahnya bercerita tentang keberadaan anak yatim piatu yang mendapat perhatian dari Rasul. Bahkan, Rasul menyuruh umat Islam agar lebih menyayangi anak yatim piatu dibandingkan anak sendiri. “Apa yang dilakukan Home Centra sejalan dengan perintah Rasulullah SAW,” ujarnya. (*/rel)

Lomba Band Religius dan Kaligrafi

MEDAN-Pelaksanaan Ramadhan Fair VIII diwarnai dengan berbagai perlombaan. Diantaranya perlombaan band religius tingkat umum dan lomba kaligrafi tingkat SLTP yang dilaksanakan 10-12 Agustus lalu. Tujuh Keliling Band berhasil meraih juara pertama di lomba band religius.

Malam penganugerahan pemenang digelar Selasa malam (16/8) di panggung utama Ramadhan Fair di Taman Sri Deli Medan.

Selain Tujuh Keliling Band, diposisi kedua ditempati Another Project Band dan Sirothol Mutaqim Band di peringkat ketiga.
Menurut kordinator perlombaan, Afrion perlombaan band religius tingkat umum diikuti 32 peserta. “Kehadiran para musisi generasi muda yang melantunkan lagu-lagu religius ini mampu menghibur pengunjung dan membuat suasaa Ramadhan Fair menjadi ramai. Para pemenang perlombaan band ini, lanjut Afrion, sesuai dengan penilaian dewan juri yang meliputi performance, skill dan harmonisasi,” ujar Afrion.

Selain itu, sambung Afrion perlombaan kaligrafi tingkat SLTP juara pertama diraih Erni Farida disusul juara kedua Meutia dan Alinia Fia diperingkat ketiga. Pemenang lomba kaligrafi sesuai dengan standar penilaian dewan juri yang meliputi kaedah tulisan, keindahan tulisan dan keindahan hiasan.

Selain itu juga digelar Peringatan Nuzulul Quran oleh Ustadz Sholeh Mahmoed (Sholmed) di Tama Sri Deli Medan. Peringatan Nuzulul Quran di Lapangan Sepab Bola Mabar diisi oleh Ustadz Habib Ahmad Al Hasbyi.
Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengharapkan pelaksanaan Ramadhan Fair VIII tahun 2011 harus lebih Islami dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Rahudman mengingatkan di lokasi Ramadhan Fair antara lain, sebelum berbuka puasa hendaknya tidak ada orang yang makan di stan atau di lokasi.(adl)

Manfaatkan Pasar Murah

Edliyati

Pasar murah diadakan secara serentak dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah yang digelar di 134 titik di 21 kecamatan di Kota Medan. Bagaimana pelaksanaannya?n Berikut wawancara wartawan Sumut Pos, Adlansyah Nasution dengan Camat Medan Amplas, Edliyati.

Bagaimana pelaksanaan pasar murah di Medan Amplas?
Pasar murah yang digelar secara serentak di setiap daerah mulai 25 Juli hingga 27 Agustus 2011 mampu menstabilkan harga kebutuhan pokok saat Ramadan maupun menjelang Lebaran. Pelaksanaannya sedang berjalan dimulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Dimana saja?
Pasar Murah di Kecamatan Medan Amplas ada di 5 titik diantaranya Kelurahan Siti Rejo III, II, Harjo Sari I, II dan Keluarahan Timbang Deli. Petugas di setiap titik akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk belanja barang-barang yang dibutuhkan di gudang penyimpanan pasar murah di Gelanggang Remaja Medan.

Apa saja jenis barang yang dibeli?
Kalau yang paling banyak warga sering membeli gula, telur dan beras. Kalau untuk jenis yang lainnya masih berimbang, jenis barang yang dijual juga semakin banyak dan beragam, mulai dari beras, minyak goreng, tepung terigu, mentega, telur, gula, kacang tanah, sirup dan sebagainya.

Apakah saja kendalanya?
Sampai saat ini belum ada kendala maupun keluhan-keluhan warga. Biasanya kita langsung menerima bila ada keluhan warga, tetapi sampai saat ini belum ada keluhan. Masyarakat banyak memanfaatkan kegiatan pasar murah dengan datang dan menyesuaikan barang yang akan dibeli.

Apakah ada persyaratan untuk belanja di pasar murah?
Kita tidak membuat persyaratan terhadap masyarakat khususnya di Kecamatan Medan Amplas untuk belanja di pasar murah. Karena yang menjaga adalah kepling setiap lingkungan yang pasti mengenal warganya masing-masing. Jadi kita tidak melayani bila ada warga dari Kecamatan lain untuk belanja di pasar murah milik Kecamatan Medan Amplas, karena di setiap kecamatan sudah ada masing-masing titiknya. (*)

Kena Jambret

Putri Kemala Ulfa (21), warga Jalan Tuba IV, Medan Denai dijambret dua pengendara sepeda motor bebek, saat melintas di Jalan Kapten Muslim, Helvetia, Rabu (17/8) pukul 06.00 WIB.

Akibatnya, tas jinjing berisi dua handphone Blackberry, kartu ATM, uang Rp180.000 berhasil dibawa kabur pelaku.
Keterangan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta itu saat ditemui usai membuat laporan di Mapolsekta Medan Helvetia menyebutkan, pagi itu dia berangkat menuju tempat kerjanya bersama temannya. Saat melintas di ujung Jalan Kapten Muslim, tiba-tiba korban dipepet dua pengendara sepeda motor.

“Tiba-tiba yang berada diboncengan sudah menjambret tas jinjing yang ku pangku. Aku terkejut dan spontan berteriak dan berusaha mengejar. Namun pelaku berhasil membawa kabur tas milik ku,”ujar Putri.

“Ya, aku hanya bisa berharap penjambret itu segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” sambung Putri.
Kanit Reskrim Polsekta Helvetia AKP Zulkifli mengatakan, pihaknya telah menerima laporan korban dengan nomor STPL831/VIII/2011/Helvetia. “Kita segera sebar anggota untuk mengejar tersangka. Daerah tempat korban dijambret memang dikenal rawan,” tandasnya.(mag-7)

Kurir Ditangkap, Barang Bukti 1 Ons

Sabu-sabu Asal Tanjung Balai Masuk Medan

MEDAN-Polisi mengamankan tersangka kurir narkoba jenis sabu-sabu Pusan Kesuma alias Puput (36), saat mengantar sabu-sabu di Jalan Ayahanda, Gang Tali, Medan Baru, Senin (15/8) sekitar pukul 17.30 WIB. Dari tangan warga Jalan Tuba IV Medan Denai itu diamankan 1 ons sabu-sabu senilai Rp135 juta dan satu handphone.

Puput yang sehari-hari bekerja sebagai supir  itu mengaku sabu-sabu yang dibawanya berasal dari Tanjung Balai Asahan, milik seorang warga Tanjung Balai bernama Awi.

“Barang ini milik Awi yang baru saya ambil dari Tanjung Balai,” Ungkap Puput.
Ditambahakan Puput, dirinya hanya bertugas mengantarkan barang tersebut kepada seseorang di Jalan Ayahanda Medan, dengan imbalan sekitar Rp2.000.000, apabila berhasil mengantarkan barang tersebut sampai ke orang yang dituju.

Kasat Narkoba Polresta Medan Kompol Juli Agung Pramono didampingi Wakasat Narkoba Polresta Medan AKP B Marpaung mengatakan, tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat tentang akan adanya transaksi narkoba di Jalan Ayahanda Medan.

“Tersangka ditangkap berdasarkan informasi dari masyarakat,” ujar Juli Agung.
Bermodal informasi itu pihaknya melakukan penyelidikan dan melihat seorang mencurigakan sedang berjalan di Jalan Ayahanda, Gang Tali dan langsung dilakukan penangkapan.

Menurutnya, dari pengakuan tersangka telah empat kali berurusan dengan Awi sebagai kurir. Tiga kali bertugas mengambil uang dan sekali bertugas mengantarkan sabu-sabu ke Jalan Ayahanda Medan yang berhasil di gagalkan polisi.

Tersangka dijerat pasal 114 Ayat 2 sub 112 ayat 2 UURI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Sementara dua personel polisi yang bertugas di Mapolresta Medan yang tertangkap tangan sedang memakai sabu-sabu di rumah warga di Jalan HM Said, Gang Zuki Medan, Selasa (16/8) lalu diajukan untuk dipecat.
Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, oknum polisi yang akan diajukan pemecatan itu masing-masing Briptu David Salatua Siregar dan Brigadir Erik Sebayang.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Medan Kompol July Agung Pramono mengungkapkan kedua oknum polisi itu telah diserahkan ke pihaknya dan masih dalam proses pemeriksaan.
“Kami hanya memeriksa pidananya sampai ke pihak kejaksaan untuk disidangkan, setelah divonis kedua pelaku akan diperiksa lagi di Propam,” ucapnya.

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan Polresta Medan AKP Beno P Sidabutar mengatakan pihaknya juga masih menunggu pemeriksaan pidana oleh Sat Nar koba.
”Masih menunggu pemeriksaan, setelah selesai akan kita periksa kembali,” tandasnya.(mag-7)

Peralatan e-KTP Dalam Perjalanan

MEDAN-Perangkat pendukung untuk pelaksanaan program KTP elektronik atau e-KTP sudah dikirim dari Jakarta ke Medan. Dan saat ini perangkat yang terdiri dari pemindaitandatangan, sidik jari, komputer dan jaringan online sedang dalam perjalanan menuju Medan.

“Kita hanya menungu saja, itu informasi dari pusat. Mereka mengatakan kalau perangkatnya sudah dikirim ke Medan dan sedang dalam perjalanan,”ujar Kadisdukcapil Medan, Darusalam Pohan kepada Sumut Pos, Kamis (18/8) siang.
Ketika ditanya kapan tiba perangkatnya di Medan, Darusalam belum bisa memastikannya.

“Kalau itu kita belum tahu kapan, karena kita berbicara sesuai dengan porsi kita saja mempertanyakan kenapa perangkat belum masuk. Jadi pusat mengatakan untuk me nunggu saja,”ucapnya.

Seharusnya, lounching e-KTP yang dilaksanakan tanggal 18 Agustus molor lagi. Darusalam tak lupa mengimbau kepada warga Kota Medan atas keterlambatan lounching e-KTP untuk tetap bersabar.

“Atas keterlambatannya masyarakat diharapkan terus stand by untuk menghadiri undangan pelaksanaan e-KTP sesuai dengan kecamatannya masing-masing. Bila alat sudah masuk pasti undangan akan segera kita sebarkan,”bebernya.
Komisi A DPRD Medan belum ada menerima informasi kepastian kapan program itu akan dijalankan.

“Ini kan jadi masalah juga. Makanya harus diperjelas apa kendalanya. Dengan anggaran e-KTP yang mencapai Rp6,3 triliun akan menjadi tidak efektif jika produk dari anggaran itu tak juga dirasakan masyarakat,” kata Ilhamsyah, Ketua Komisi A DPRD Medan.

Politikus Partai Golkar ini menilai peralatan belum sampai akibat perencanaan yang tidak matang. ”Kami minta kemendagri bisa menjelaskan ke masyarakat, sebab anggaran yang dihabiskan terlalu besar,” tukasnya. (adl)

859 PNS Pemko Medan Naik Pangkat

MEDAN-Sebanyak 859 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemko Medan akan menerima surat ketetapan (SK) kenaikan pangkat, terhitung mulai 1 Oktober 2011.

“Pegawai yang menerima SK kenaikan pangkat terdiri dari tenaga fungsional golonga III yang berjumlah 472 orang, dari golongan II tenaga fungsional 57 orang. Sementara, dari struktural golongan III berjumlah 245 orang dan golongan II berjumlah 85 orang,”ujar Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Medan, Parluhutan, Kamis (19/8).

Dikatakan Parluhutan, besok (hari ini, Red) seluruh SK kenaikan pangkat diberikan kepada PNS yang bersangkutan yang berada di sekretariat, dinas, badan kantor, bagian, camat, kelurahan dan guru-guru yang di bawah koordinasi Dinas Pendidikan Kota Medan.

“Kepada para pegawai yang naik pangkat sudah bisa mengambil SK kenaikan pangkatnya di BKD Kota Medan. Kita Minta kepada pegawai yang bersangkutan untuk mengambilnya langsung tanpa diwakilkan, guna menghindari terjadinya kesalahan,”ucapnya.

Dijelaskan Parluhutan, untuk pengambilan SK kenaikan pangkat dapat dilakukan pada jam kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB.

“Kita minta pengambilan SK kenaikan pangkat ini secepatnya dilakukan, sehingga proses penyesuaian gaji segera dilaksanakan oleh bagian keuangan,”harapnya. (adl)

Pemko Medan Cuma Lakukan Komunikasi

MEDAN-Pemerintah Kota Medan masih menunggu kepastian PT OIM selaku pengelola Merdeka Walk, untuk membayar tunggakan retribusi pajak kepada pemerintah Kota Medan dari tahun 2006 sebesar Rp1,5 miliar, hingga akhir Agustus.
“Pemko Medan menunggu pembayaran hingga akhir Agustus apakah dibayar atau tidak,”ujar Sekda Kota Medan, Syaiful Bahri.

Dijelasknnya, bila PT OIM tak juga membayar hingga akhir Agustus Dinas Pertamanan selaku penagih tunggakan terhadap PT OIM akan melakukan komunikasi ulang.

“Bila tak membayar juga akan dilakukan komunikasi ulang. Apa mau mereka,”katanya.

Ketua Komisi C, Jumadi yang dikonfirmasi sepakat menagih tunggakan sesuai dengan aturan Dinas Pertamanan yang diharuskan membayar setiap hari dan diatur dalam pasal 9 poin 6 karena Merdeka Walk dijadikan tempat bisnis.
“Saya sepakat pembayaran retribusi sesuai dengan permintaan Dinas Pertamanan, memang Merdeka Walk merupakan fasilitas negara. Tetapi kalau digunakan sebagai tempat bisnis harus membayarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sudah diatur di dalam Perda Kota Medan,” kata Jumadi. (adl)

Danamon Luncurkan Solusi Emas Berbasis Syariah

Unit usaha syariah PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) meluncurkan  pembiayaan beragunan emas sesuai dengan syariah dengan konsep jangka waktu tertentu dengan membayar biaya pemeliharaan atas agunan. Hal ini dikatakan Head Solusi Emas Danamon Syariah Budi Utomo, baru-baru ini di Jakarta.

Dikatakannya, Solusi emas merupakan sebuah metode pembayaran dengan pembayaran penuh  dan angsuran meliputi kecepatan, di mana dalam 15 menit dana langsung dapat dicairkan, jam layanan lebih panjang (Sabtu tetap buka), proses menaksir emas dilakukan transparan di depan nasabah, keamanan terjamin sesuai standar bank (emas nasabah diasuransikan gratis), biaya pemeliharaan dihitung harian, tidak ada biaya penutupan akad, dan lebih barokah.
Untuk tahap awal, Danamon Syariah ini menargetkan rata-rata pembiayaan sebesar Rp3-Rp4 juta per customer, dan 15 transaksi per hari per cabang dan target pembiayaan sebesar Rp56 miliar dari produk Solusi Emas, yakni produk gadai dengan jaminan emas.

Dengan diluncurkan kemarin, maka Solusi Emas bisa dinikmati oleh nasabah di 131 jaringan cabang Danamon Syariah sampai Desember 2011 dari Aceh, Sumut, Riau dan kota-kota di Sumatra, Jawa sampai Sulsel. “Di mana kami bisa memberikan pembiayaan mulai dari 70 persen hingga 90 persen dari harga emas,” ujar Budi.

Menurutnya, produk tersebut telah diperkenalkan kepada para nasabah sejak tahun 2010 lalu, melalui pilot project di 11 cabang Syariah, yang sampai akhir tahun 2010 menghasilkan pembiayaan Rp5 miliar. Sementara sampai Juni 2011, pembiayaannya telah meningkat menjadi Rp9 miliar. “Dengan perkembangan bisnis, kami mengharapkan pembiayaan emas mencapai Rp1,7 triliun pada 2013,” tambahnya.

Dia menambahkan, produk tersebut menggunakan akad qord sebagai pembiayaan dan ijarah untuk pemeliharaan. Solusi emas bisa memberikan pembiayaan dengan jaminan emas dengan kadar minimal 14 persen hingga logam mulia.
“Untuk tenor gadai itu kan pendek. Itu nanti dicantumkan dalam akad jangka waktu empat bulan. Ini bisa dilunasi setiap waktu,” pungkasnya. (*/rel)

Kita akan siapkan produk baru dengan sistem angsuran, enam dan 12 bulan,” tutup Budi. (rel/pemasaran)