28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 14818

500 Personel Dikerahkan Tertibkan Terminal Liar

MEDAN- Terhitung mulai Rabu (10/8), bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) maupun Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang di luar Terminal Terpadu Pinang Paris dan Amplas. Penegasan ini disampaikan Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga saat apel bersama Satlantas, Dinas Perhubungan dan Satpol PP di Terminal Terpadu Amplas yang dihadiri Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Rabu (10/8), pukul 11.00 WIB.

“Mulai hari ini (kemarin, Red), tidak ada lagi bus penumpang yang menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan, semua harus di terminal.

Saya akan turunkan intel untuk memantau kebijakan tersebut Kepada Kasatlantas, mulai hari ini berkantor di terminal untuk menertibkan dan memberikan kenyamanan kepada para penumpang,” kata Tagam.

Menurut Tagam, hal ini dilakukan untuk mendukung penertiban dan pelayanan kepada para penumpang di terminal sekaligus mengurangi kemacatan lalulintas. “Tidak ada artinya kita bekerja, bila tanpa dukungan para petugas di terminal yang setiap hari memantau kenderaan masuk dan keluar,” katanya.

Sementara Wali Kota Medan Rahudman Harahap berharap, personel gabungan Satlantas, Dinas Perhubungan dan Satpol PP mampu melakukan penertiban terhadap bus AKAP dan AKDP agar masuk ke Terminal Amplas dan Terminal Pinang Baris.

“Dalam rangka persiapan pengamanan angkutan lebaran, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, 500 personel gabungan akan melakukan penertiban terhadap angkutan yang masuk dan keluar dari terminal Amplas serta Terminal Pinang Baris,” kata Rahudman.

Dengan mendapat dukungan dari Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, Rahudman mengharapkan kepada para pengelola angkutan yang ada diterminal ini agar dapat bekerja sama dengan aparat yang bertugas. Sehingga semua masyarakat, khususnya penumpang terlayani dengan baik. “Tinggalkan masa-masa yang tidak menyenangkan, beri kenyamanan kepada masyarakat. Atas nama Pemerintah Kota Medan, kepada para petugas yang ikut dalam pengelolaan terminal, agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat kita baik yang datang dari luar kota maupun yang akan keluar kota,” ucapnya.

Tidak lupa, Rahudman meminta dukungan dan bimbingan untuk menjalankan kebijakan tersebut agar Kota Medan menjadi kota kondusif. “Bapak Kapolresta harus memberikan bimbingan secara tekhnis kepada para petugas tentang pelaksanaan dari operasi ini agar berjalan dengan baik dan hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat, tidak hanya penumpang tetapi juga yang mengelola angkutan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, selain untuk menertibakan adanya terminal liar yang bisa membuat terminal tak jadi nyaman dan mengurangi kemacetan didalam kota. “Kita sudah koordinasi, bahwa yang kita hadapi ini angkutan yang beroperasi 1.733 trip setiap hari, angkuta kota dalam provinsi 4.825 trip, jadi inilah yang harus dikendalikan oleh petugas, yang mana tidak menimbulkan kemacetan,” cetusnya seraya menambahkan kalau pesiapan terhadap terminal siap 24 jam, jalan yang berlobang di aspal dan dipasang penerangan lampu sudah dilaksanakan.(adl)

Tiket KA Eksekutif dan Bisnis Naik 18 Persen

Mudik Lebaran tinggal menghitung hari. Karenanya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Sumut sudah melakukan persiapan jauh-jauh hari sebelumnya. Demikian dikatakan Humas PT KAI Sumut Irwan, Rabu (10/8) siang.

“Persiapan sudah kita lakukan dan sudah berjalan hampir 90 persen dan tinggal sedikit lagi, persiapan menjelang Lebaran itu full 100 persen,” katanya. Dijelaskan Irwan, pihaknya telah menyiapkan 64 kereta api dengan 28 lokomotif, dimana 7 kereta eksekutif kelas I, 19 kereta bisnis kelas II, 23 kereta ekonomi, 5 kereta bagasi, 6 kereta makan dan sisanya kereta KMP (kereta makan yang ada power listriknya).

Irwan menerangkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat lebaran tiba, pihaknya juga sudah melakukan antisipasi lainnya, seperti pembatasan pembelian tiket. “Satu orang hanya diizinkan beli empat tiket. Tiket juga ditambahkan dan tiket itu tidak pernah habisnya. Tiket tambahan itu dijual di loket dalam stasiun. Biasanya H-20 itu pembelian tiket sudah meningkat,” ungkapnya.

Disinggung mengenai harga tiket, Irwan mengaku tidak ada kenaikan yang signifikan pada Lebaran nanti. “Tiket kelas ekonomi untuk tujuan Medan-Tebing, Medan-Siantar, Medan-Tanjung Balai dan Medan-Binjai tidak naik. Namun untuk tiket kereta api Eksekutif/Bisnis tujuan Medan-Rantauprapat, sejak 25 Agustus 2011 hingga 5 September 2011 mengalami kenaikan 17 hingga 18 persen untuk pagi dan malam. Kenaikan yang sedikit besar itu pada tiket kereta api eksekutif atau bisnis malam hari sekitar 34 persen. Harga tiket yang tertinggi itu Rp110.000 dari harga Rp80.000,” ketusnya.

Tidak hanya itu, Irwan mengimbau kepada warga agar membeli tiket itu langsung, tidak melalui calo. “Saya juga mengimbau kepada calon penumpang agar tidak memakai perhiasan mencolok, tidak berdiri di depan pintu kereta saat berjalan dan silahkan menunggu kereta berikutnya jika kereta sudah padat,” katanya.

Sementara Humas Angkasa Pura II Bandara Polonia Medan, Firdaus, saat dikirim SMS tidak ada balasan. Namun, Kepala Divisi Pelayanan Bandara Poloni Medan, Yohanes saat ditemui di ruangannya mengaku, hingga saat ini belum ada dilakukan penambahan. “Belum ada pihak maskapai yang mengajukan penambahan. Biasanya seminggu sebelum H-20 penambahan sudah ada, tapi sampai sekarang pihak maskapai belum ada laporan,” ungkapnya.(jon)

Semakin Malam Bertambah Ramai

MEDAN- Tak dapat dipungkiri, Ramadhan Fair kini telah menjadi pilihan masyarakat untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa. Bahkan, para pengunjung betah berlama-lama di Ramadhan Fair sembari menikmati suasana dan acara yang disajikan panitia, termasuk jajanan yang dijual di sana.

Apalagi, stan-stan yang ada menawarkan berbagai aneka makanan dan berbagai perlengkapan menjelang Lebaran, seperti kopiah, pakaian dan lain sebagainya. Pantauan wartawan koran ini, para pengunjung yang datang kebanyakan bersama keluarga maupun rekan-rekan mereka. Mereka terlihat asyik duduk sambil bercerita sembari menunggu waktu berbuka puasa.

Setelah waktu berbuka tiba, mereka pun menyantap hidangan yang telah dipesan. Usai menyantap makanan berbuka dan melaksanakan salat di Masjid Raya Medan yang tak jauh dari lokasi, beberapa pengunjung menyempatkan melihat stan UKM yang banyak berdiri di sudut lokasi Ramadhan Fair.

Hari pun semakin malam, namun para pengunjung semakin berdatangan memadati lokasi Ramadhan Fair. Mereka datang dari berbagai daerah di Kota Medan, bahkan ada yang dari luar Kota Medan.

“Kami kemari mau buka puasa bersama, terus kami juga mau belanja baju-baju yang ada disini, habis koleksi baju disini sangat menarik dan lebih mencondongkan nuansa religi,” ujar Lili Audina Putri, warga Desa Patumbak, Kecamatan Hamparab Perak, Deli Serdang kepada wartawan koran ini, Rabu (10/8) malam.

Sedangkan Nona Widia Sari, warga Desa Sigara-gara, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang menambahkan, kalau pelaksanaan Ramadhan Fair tahun ini benar-benar mampu menyedot perhatian masyarakat. Bahkan menurut dia, meski ada juga digelar even serupa di Medan Johor, Medan Deli dan lainnya, tak menyurutkan antusias masyarakat untuk mengunjungi Ramadhan Fair yang digelar di Taman Sri Deli ini.

“Pengunjungnya pun semakin malam semakin ramai, apalagi makanan dan barang-barang yang ditawarkan sangat terjangkau,” kata Nona sembari menikmati penampilan band religi di Taman Sri Deli.(adl)

Distanla Temukan RPH Liar di 10 Kecamatan

MEDAN- Dinas Pertanian dan Kelautan (Distanla) Kota Medan menemukan 10 Rumah Potong Hewan (RPH) liar di 10 kecamatan Kota Medan. Karenanya, Pemko Medan segera menertibkan seluruh lokasi RPH tersebut. Pasalnya, keberadaan pemilik RPH ilegal tersebut sudah meresahkan dan disinyalir berperan memback-up pemilik ternak berkaki empat yang selalu menolak jika dilakukan penertiban.

“Kita punya bukti keterlibatan pemilik usaha pemotongan hewan ilegal untuk melindungi peternakn
berkaki empat agar tidak tergusur dari Kota Medan. Hal tersebut, dimungkinkan agar usaha ilegalnya tetap eksis. Seperti hasil temuan, ada 10 usaha pemotongan liar, diantaranya ada tiga usaha khusus pemotongan liar hewan babi,” ujar Kadistanla Ir Wahid saat rapat dengan Komisi D DPRD Medan dalam pembahasan Rancangan Perubahan APBD TA 2011, Rabu (10/9).

Dikatakan Wahid, dalam penertiban usaha pemotongan hewan liar tersebut, pihaknya punya target yakni akan dilakukan setelah Lebaran. “SK tim operasional sudah ada. Sedangkan dana untuk biaya penertiban tersebut sudah dianggarkan di Perubahan APBD Pemko Medan 2011 sekitar Rp307,5 juta dan saat ini menunggu pengesahan,” ucapnya.

Selain itu, Distanla juga melakukan pengawasan ketat terhadap daging yang masuk ke Kota Medan. “Pintu masuk akan kita awasi dan lebih diperketat. Sedangkan daging yang diperjualbelikan dipastikan harus memiliki label halal,” jelasnya.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangunsong mendukung penuh program Distanla Kota Medan terkait penertiban usaha pemotongan hewan liar di Kota Medan. Sebab, keberadaan usaha RPH liar tersebut sangat merugikan semua pihak. Selain merugikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemko Medan juga dikuatirkan masalah jaminan kesehatan.

“Untuk itu, Distanla harus bekerja makasimal menjalankan aturan yang berlaku. Begitu juga dengan penggunaan anggaran diharapkan digunakan dengan benar dan dapat dipertanggungjawabkan,” bebernya.

Ditambahkan anggotanya, Muslim Maksum menyarankan kepada Distanla Kota Medan agar mempergunakan anggaran seefisien mungkin. “Bila penggunaan anggaran yang tidak begitu urgen perlu dikaji ulang,” pinta Muslim.(adl)

Sertijab Kapolsek Sunggal Ditunda

MEDAN- Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolsek Sunggal dari Kompol Sonny M Nugroho kepada AKP Ruruh Wicaksono yang sebelumnya menjabat sebagai Wakasat Rekrim Polresta Medan ditunda. Pasalnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga berhalangan memimpin sertijab tersebut karena melakukan sidak di Terminal Amplas bersama Wali Kota Medan Rahudman Harahap, Rabu (10/8).

Rencananya, sertijab tersebut dilakukan di Aula Bayangkara Polresta Medan, sekira pukul 10.00 WIB. Kemudian informasi yang berkembang di Mapolresta Medan, sartijab akan dilakukan Rabu (10/8) siang pukul 14.00 WIB. Namun setelah ditunggu hingga pukul 14.00 WIB, tak ada tanda-tanda sertijab tersebut akan dilakukan.

Saat dikonfirmasi, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengatakan, sertijab tersebut akan dilakukan hari ini, Kamis (11/8). Tagam mengatakan, hal tersebut dilakukan karena pada hari yang sama juga dilakukan sartijab di Mapolda Sumut. “Sertijab Kapolsek Sunggal tidak dilakukan hari ini (kemarin, Red) karena ada juga sartijab di Mapolda Sumut,” ujarnya singkat.

Hal senada dikatakan Kapolsek Sunggal yang baru AKP Ruruh Wicaksono. Menurutnya, sertijab tersebut akan dilakukan hari ini. “Besok sertijabnya,” ujar Ruruh singkat sembari memasuki ruangannya di Sat Reskrim Polresta Medan.

Diketahui, Kapolsek Sunggal Kompol Sonny M Nugroho dicopot secara mendadak dari jabatannya karena dinilai gagal melaksanakan tugas sebagai Kapolsek Sunggal. Sebelumnya, Kapolresta Medan, Kombes Tagam Sinaga saat dikonfirmasi wartawan koran ini dipelataran parkir Mapolsek Sunggal mengatakan, Kompol Sonny M Nugroho Tampubolon dinilai sering mengabaikan laporan masyarakat yang hendak membuat pengaduan ke sana. “Ada beberapa warga yang mengadukan kasusnya langsung ke Kapolda. Katanya, Polsek Sunggal sering mengabaikan laporan masyarakat. Untuk ini akan digantikan oleh Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ruruh Wicaksono sebagai Kapolsek Sunggal yang baru,” ujarnya.(mag-7)

Cegah PHK Jelang Lebaran

Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan harus benar-benar melakukan pengawasan terhadap perusahaan dalam pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawan. Dengan begitu, imbauan yang telah disampaikan Dinsosnaker kepada perusahaan-perusahaan dapat berjalan sesuai dengan harapan.

Hal ini dikatakan Sekretaris Fraksi Partai Golkar Ilhamsyah kepada wartawan koran ini Adlansyah Nasution, Rabu (10/8). Berikut petikan wawancaranya.

Baru-baru ini, Dinsosnaker telah mengeluarkan surat imbauan agar perusahaan membayarkan THR kepada karyawan paling lambat tujuh hari sebelum Lebaran. Apa pendapat Anda?
Bila imbauan tersebut sudah sampai ke perusahaan, tidak ada alasan pemilik atau pengelola perusahaan alpa arau lalai melakukan pembayaran. Sebab, selama ini banyak ketidaktahuan atau tidak adanya pemberitahuan pembayaran THR yang tidak dilakukan atau tidak sesuai dengan aturan berlaku oleh perusahaan. Dengan begitu, harus ada pengawasan. Pastikan imbauan itu sampai ke seluruh perusahaan dan dilaksanakan sesuai imbauan tersebut. Kapan terakhir pemberian dilakukan, jangan sampai ada yang tidak menyalurkan karena tidak ada pemberitahuan atau alasan lainnya.

Bagaimana bentuk pengawasan yang harus dilakukan?
Dinsosnaker harus mengecek ke perusahaan tersebut, apakah sudah dibayarkan atau belum. Jika belum, harus ada sanksi sesuai aturan. Pemberian sanksi tidak hanya untuk menakuti, tapi harus diterapkan sebaik mungkin. Begitu ada pihak yang tidak menyelesaikan kewajibannya, langsung ditindak. Jangan hanya diam.

Bagaimana dengan Tim Pengaduan THR yang dibentuk Dinsosnaker?
Tim pengaduan THR yang dibentuk harus memberikan manfaat. Bukan hanya sekadar memenuhi standar pelayanan atau kebutuhan, tim ini harus aktif dalam melayani, menyelesaikan persoalan. Bila perlu mendatangi langsung perusahaan-perusahaan untuk melakukan pengecekan lansung. Dengan begitu, setiap persoalan yang timbul nantinya bisa terselesaikan dengan baik. Posko itu jangan sekadar dibentuk saja. Harus memberikan manfaat kepada kaum pekerja. Harus ada manfaat atau menjadi motivasi dalam penyelesaian persoalan.

Apa penekanan Anda terhadap Dinsosnaker?
Kita meminta, Dinsosnaker Kota Medan benar-benar aktif dan bijak dalam mencegah timbulnya PHK jelang Lebaran. Sebab, belakangan ini mulai marak PHK jelang Lebaran yang dilakukan beberapa perusahaan seperti Prim One School, PT MCKI tanpa alasan jelas. Salah satu tujuannya, diduga memang untuk menghilangkan pembayaran THR. Dewan juga menyesalkan sampai saat ini belum ada penyelesaian persoalan tersebut. Tidak ada tindakan nyata yang dilakukan Dinsosnaker. Hal ini menujukkan, SKPD tersebut tidak peka dengan persoalan yang tengah terjadi. Persoalan ini menimbulkan tanda tanya besar, ada apa? Kenapa SKPD ini diam saja. Seharusnya tidak menunggu laporan.

Jadi, tidak hanya penyaluran THR diselesaikan, tapi juga PHK jelang lebaran. Ada tekanan diberikan kepada pengusaha untuk tidak melakukan PHK saat ini. Buat kesepakatan dengan pengusaha. Seriuslah mengatasi masalah ini. Jangan ciptakan keresahan dalam diri kaum pekerja. Selesaikan semua masalah, jemput bola, maka pekerja akan nyaman dan senang.(*)

Rebutan Senter, Paman Hajar Ponakan

Hanya gara-gara rebutan senter, Abdullah hasyim (8) dan abangnya Abdullah Akmal (10) dihajar pakai broti oleh pamannya M Hendrik (25), warga Lorong Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, Rabu (10/8). Akibatnya, kedua bocah malang itu terpaksa dirawat di Rumah Sakit Martha Friska karena mengalami luka serius pada bagian kepalanya.

Kejadian tersebut bermula saat kedua keponakannya bermain senter di rumahnya. Namun, keduanya malah membuat keributan karena rebutan senter. Kemudian, Hendrik melerai keduanya dan meminta senter yang dimainkan mereka.
Saat diminta senternya, kedua keponakannya itu tidak memberikannya. Hendrik yang khilaf langsung mengambil broti dan memukul kepala kedua keponakannya itu hingga berlumuran darah dan pingsan. Bahkan, ibu korban, Nurhalimah yang merupakan kakak kandung Hendrik, pingsan karena tak tega melihat kedua anaknya berlumuran darah.

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung menghajar Hendrik dan kemudian membawanya ke Polsek Belawan untuk mempertanggujawabkan perbuatannya.

Dikantor polisi, Hendrik mengakui perbuatannya. Dia mengatakan, dirinya emosi melihat kedua keponakannya itu. “Anak bandel memang harus dipukul,” ujarnya.(mag-11)

Sertijab Tiga Pamen Poldasu Tertutup

MEDAN- Tiga Perwira Menengah (Pamen) Poldasu resmi dimutasi. Serah Terima Jabatan (Sertijab) ketiga pamen tersebut dilakukan di Aula Kamtibmas Mapolda Sumut, Rabu (10/8).

Sertijab) tersebut dilangsungkan secara tertutup dan tidak memberi ruang bagi wartawan untuk meliput gelaran acara tersebut. Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi mengatakan, tidak ada upaya untuk menutup-nutupi acara tersebut. “Malah saya heran, kok nggak ada pers yang meliput. Malah saya lihat, ada yang lihat-lihat dari jendela,” jawabnya.

Ketiga Pamen yang dimutasi tersebut antara lain, Direktur Reskrimum Kombes Pol Agus Andrianto diangkat menjadi Kabag Resmob Robinops Bareskrim Polri. Jabatan itu akan diduduki Kepala Densus 88/Antiteror Poldasu, Kombes Pol Bambang Heriyanto.

Kemudian, Kepala Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Poldasu Kombes Pol Husein Hamidi diangkat sebagai Irwasda Polda Aceh dan penggantinya adalah Kepala Biro SDM Polda Maluku, Kombes Pol Tjahyono Prawoto diangkat menjadi Kepala Biro SDM Poldasu.

Terakhir, Kabid TI Poldasu, Kombes Pol Abdurachman digantikan  AKBP Yehu Wangsajaya yang sebelumnya menjabat Kabag Binops Roops Polda Metro Jaya.

Menariknya, acara serah terima jabatan (Sertijab) tersebut dilangsungkan secara tertutup dan tidak memberi ruang bagi wartawan untuk meliput gelaran acara tersebut.

Tersiar kasak-kusuk di kalangan wartawan di Polda Sumut, acara Sertijab itu merupakan pengalihan terhadap Syarifuddin yang merupakan pemilik paspor mantan bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin yang digunakan untuk bepergian ke luar negeri.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso yang dikonfirmasi mengenai hal ini mengaku, tidak ada upaya Polda Sumut untuk menutup-nutupi acara tersebut. “Tidak, tidak ada yang ditutupi. Makanya saya heran tadi, kok nggak ada pers yang meliput. Malah saya lihat, ada yang lihat-lihat dari jendela,” jawabnya.

Saat ditanya, apakah acara Sertijab itu adalah pengalihan terhadap masalah paspor Nazaruddin atas nama Syarifuddin, Heru Prakoso membantahnya. “Ah, tidak ada hubungannya ke arah situ. Ini acara seremoni, dan boleh diliput. Tadi, kalau pers masuk duluan ke ruangan Sertijabnya akan disiapkan tempatnya,” katanya.(ari)

Mahasiswa Baru Unimed Ikuti Pengenalan Awal

MEDAN- Hari pertama pelaksanaan Ajang Pengenalan Awal Mahasiswa Baru (APAMB) Universitas Negeri Medan diikuti 5.000 mahasiswa baru yang diterima melalaui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan lewat jalur Seleksi Lokal Masuk Perguran Tinggi Negeri (SLMPTN). Sebagai upaya menciptakan SDM yang handal dan mampu bersaing serta memiliki etika dan budaya APAMB yang dilakukan UNIMED pada tahun ini ditekankan kepada pembentukan karakter.

“Pengenalan mahasiswa baru tahun ini, kita buat berbeda dibanding tahun lalu. Yakni dengan memberikan ceramah pendidikn karakter yang berdurasi 90 menit,” ungkap Pembantu Rektor I Unimed, Khairil Anshari di sela acara pengenalan mahasiswa baru di Gedung Serba Guna UNIMED Medan, Rabu (10/8).

Masalah pendidikan karakter, bilang Khairil, yang cukup sulit adalah soal implementasi di lapangan sehingga pengenalanm karakter seharusnya sudah diperkenalkan oleh anak sejak dini. Yang paling sederhana dicontohkannya, yakni dari cara berpakaian dan tingkah laju dalam kesehariannya.

Sementara itu, Pembantu Rektor III, Biner Ambarita menambahkan mengatakan mahasiswa baru ini akan mengikuti Ospek selama tiga hari. Yang mana untuk pelaksanaanya seluruh peserta APAMB akan mengikuti kegiatan di Gedung Serbaguna selama dua hari yakni dari hari Rabu hingga Kamis (10-11/8)  hingga pukul 12.00 Wib. Sedangkan untuk hari ketiga selanjunya akan diserahkan ke Fakultas masing-masing.

“Materi yang diperoleh tetap sama, soal pengembangan karakter. Tidak ada main fisik dan kita sudah kerahkan panitia dan keamanan di setiap sudut Unimed,” jelasnya. Dia menyebutkan, mahasiswa baru yang mengikuti APAMB terdiri dari 46 program studi dan tiga fakultas di Unimed. (uma)

Operasi Ketupat Antisipasi Pencurian Rumah

MEDAN- Mengantisipasi tindak kriminal berupa pembobolan rumah karena ditinggal mudik oleh pemiliknya saat lebaran, Polresta Medan beserta jajarannya menggelar operasi ketupat yang digelar H-7 dan H+7 Hari Raya Idul Fitri 1432 Hijriyah.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kabag Ops Polresta Medan Kompol Yushfi M Nasution mengatakan, operasi ini merupakan operasi rutin yang setiap tahunnya digelar kepolisian. “Ini untuk memberikan rasa aman kepada pemilik rumah yang mudik lebaran,” ujar mantan Kapolsek Medan Baru ini.

Selanjutnya, Yushfi menjelaskan, untuk pengamanan di komplek perumahan, selain menurunkan 2/3 kekuatan kepolisian, pihaknya juga melakukan kerja sama dengan sekuriti dan pihak kecamatan seperti kepala lingkungan setempat. (mag-7)
Sementara pihak kepolisian menganggap, sekuriti merupakan perpanjangan tangan dari kepolisian dalam melakukan pengamanan pada operasi ketupat dan kepala lingkungan merupakan bagian kordinasi kita untuk pengamanan selama lebaran.

Lebih lanjut ia mengatakan, titik rawan dengan tingkat kejahatan tinggi di wilayah hukum Polresta Medan berada yakni berada di wilayah Polsek Percut Sei Tuan dan Polsek Medan Area. “Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi untuk Polsek Percut dan Polsek Medan Area, menjadi titik rawan kejahatan, untuk kedua Polsek ini kita akan melakukan pengamanan ekstra ketat dan untuk waiyah yang lain kita akan terus berkordinasi dengan polsek setempat “ jelasnya. (mag-7)