29 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 14817

PSMS Mendaftar Sebagai Klub Profesional

PSMS dan 45 klub nasional lainnya telah mendaftarkan diri ke PSSI Pusat sebagai klub profesional, Rabu (10/8) kemarin. Hal ini ditempuh sebagai salah satu syarat bermain di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Media Officer PSSI, Asep Saputra, menyebutkan hingga Rabu pukul 15.30 WIB, sudah ada 46 klub yang menyerahkan surat tersebut. Dari data PSSI, sebagian klub itu berasal dari Liga Super Indonesia, Divisi Utama dan Liga Primer Indonesia.

Namun PSSI akan tetap menilai lima aspek seperti aspek legal, keuangan, SDM, infrastruktur dan pembinaan usia muda. Jika aspek tersebut terpenuhi barulah ada kans untuk bertanding di arena paling top sepak bola nasional.
“Kita akan mengikuti seluruh syarat yang diminta PSSI. Aspek yang akan dinilai juga akan kita lengkapi. Semoga PSMS bisa kembali main di kasta tertinggi,” kata Freddy Hutabarat Ketua Bidang Kompetisi PSMS kemarin.

“Selain menyatakan ikut dan siap menjadi klub profesional, kami juga akan berupaya agar Stadion Teladan sebagai salah satu aspek legal harus dibenahi secepatnya. Kami akan berupaya,” pungkas Freddy.

Berikut daftar klub yang menyerahkan surat kesediaan profesional kepada PSSI: 1.Sriwijaya FC 2. PS Bengkulu 3. Persita Tangerang 4. Batavia Union 5. Persija Jakarta 6. Persitara 7. Jakarta FC 8. Persib Bandung 9. Pelita Jaya 10. Persikabo kab. Bogor 11. Persikab kab. Bandung 12. Bandung FC 13. Bogor Raya FC 14. PSGL Gayo Luwes 15. PSMS Medan 16.

Persiba Bantul 17. PSIM Yogyakarta 18. PSS Sleman 19. Real Mataram 20. Persijap Jepara 21. PSIS Semarang 22. PSCS Cilacap 23. Persip Pekalongan 24. Persis Solo 25. Semarang United 26. Solo FC 27. Deltras Sidoarjo 28. Arema Malang 29. Persela Lamongan 30. Persik Kediri 31. PSBI Blitar 32. Madiun Putra FC 33. PSBK Blitar 34. Persema Malang 35. Persebaya 1927 36. Bali Devata 37. Barito Putra 38. Persiba Balikpapan 39. Mitra Kukar 40. Persisam Putra Samarinda 41. Persemalra Langgur 42. Perseman Manokwari 43. Persipura Jayapura 44. Persidafon Dafonsoro 45. Persiwa Wamena 46. Cenderawasih Papua. (ful)

Pacific Central Tak Ingin Jadi Bulan-bulanan

MENJADI pendatang baru, Pacific Caesar (PC) Surabaya tidak ingin menjadi bulan-bulan. Jelang seri pembuka NBL Indonesia di Bandung 10-18 Desember 2011 mendatang, tim ini serius mempersiapkan diri.

Saat ini Pacific sedang melakukan pendekatan intensif dengan pelatih asal Korea Selatan Sung Jae-sik. Mr. Sung pernah menangani Pacific saat tim tersebut berlaga di Kobatama antara tahun 1998 sampai 2000.

“Kami sedang melakukan pendekatan dan negosiasi. Semoga saja hasilnya bagus. Mr. Sung sendiri sangat tertarik kembali ke Surabaya. Kami optimis bisa mendapatkan dia,” ujar Wakil Manager Pacific Caesar Surabaya Willy Winoto kemarin.
Selama sepuluh hari terakhir, sembari liburan, Mr. Sung sudah datang dan memantau perkembangan pemain Pacific. Dia juga memberikan masukan dan membagi resep kepelatihan kepada pelatih Pacific di PBL musim lalu Bisih.
Selain melakukan perombakan di kursi pelatih kepala, Willy juga sedang mengincar lima pemain yang memiliki nama besar. Ini untuk melengkapi 13 pemain muda yang sekarang sudah menghuni tim.

Namun mantan pemain timnas sepakbola era 1960-an tersebut masih enggan menyebutkan siapa saja. Sebab regulasinya, sebuah tim baru bisa mengontrak pemain pasca Preseason Tournamen di Malang 22 September- Oktober mendatang.
“Pastinya kami tidak akan bisa bersaing dengan pemain yang ada. Mereka jam terbangnya masih kurang tinggi. Kami butuh pemain tambahan yang berpengalaman. Kami tidak berfikir target. Terpenting tidak jadi bulan-bulanan,” tegasnya.
“Kami sekarang serius berlatih. Kami harus bekerja keras dan mengejar ketertinggalan,” timpal Bisih. (nur/jpnn)

Atlet PASI Medan Berharap Tambahan Suplemen

MEDAN-Menjalani latihan selama bulan suci Ramadan bukan perkara mudah bagi setiap atlet. Menahan rasa lapar dan haus serta tenaga yang terkuras selama berlatih menjadi tantangan yang harus ditepis.

Hal itulah yang dialami atlet atletik yang berlatih di lintasan atletik Unimed Medan. Karenanya, tak sedikit atlet yang mengaku kurang bersemangat saat berlatih.

“Kalau mau jujur, sebenaranya latihan di bulan puasa kayak gini tak semenangat juga. Tapi itu (latihan, Red) harus tetap dilakoni demi sehingga target yang diemban dapat terpenuhi,” bilang Yuni Sarah, atlet atletik Kota Medan, di Lintasan Atletik Unimed Jalan Wilem Iskandar Medan, kemarin (10/8).

Selenjutnya cewek yang berlaga di nomor 5 Km jalan cepat putri ini membeberkan bahwa untuk mengatasi masalah tersebut dia bersama rekan-reaknnya saling memberi semangat.

“Kalau tidak latihan bisa ketinggalan dari kawan-kawan yang lain. Perasaan seperti inilah yang menghinggapi perasaan kami sekarang ini. Jadi, seperti apapun keadaannya kami akan tetap serius berlatih,” tandas cewek yang kini duduk di kelas 2 salah satu SMK yang berada di Marelan itu.

Berbeda dengan Yuni, atlet yang berlomba di nomor 400 M dan 800 M putri Annisa Aprillia justru mengaku tak mengalami kesulitan saat menjalani seluruh meteri latihan yang diberikan para pelatih.

“Pokoknya harus tetap semangat dan  tidak loyo. Apalagi ke depan akan banyak even yang harus diikuti. Jadi kami harus siap kapanpun jika ditunjuk,” tandas Annisa.

Selanjutnya siswi kelas 1 SMAN 14 Medan ini mengatakan bahwa melakoni latihan di bulan Ramadan, baru kali ini saya lakoni. Sebelumnya saya tidak pernah melakukannya,” terang Annisa.

Karena hal tersebut Annisa berharap agar ke depan para atlet yang berlatih selama bulan Ramadan mendapat tambahan suplemen. “Kalau ada tambahan suplemennya pasti kami semakin bersemangat,” tambah Annisa.

Senada dengan Annisa, pelatih atletik Kota Medan Bulan Sinaga juga berharap hal yang sama. Padahal, masih menurut Bulan, selama bulan Ramadan pihaknya telah menurunkan porsi latihan bagi seluruh atlet.
“Tak beranilah kita menggenjot atlet seperti hari-hari biasa. Bagaimanapun harus ada bedanya latihan di hari-hari biasa dan latihan di bulan Ramadan,” bilang Bulan. (omi)

Timnas Sering Remehkan Lawan

JAKARTA- Kebiasaan buruk para pemain Timnas yang sering meremehkan lawan ternyata belum juga hilang. Kali ini terlihat saat Romy Christanto Chandra dkk meladeni Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel dalam laga uji coba di GOR Basket Bulungan, Jakarta kemarin (10/8). Meski menang telak dengan skor 87-49, namun jajaran pelatih timnas tak puas dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya.

“Kalau teknis memang tak ada masalah. Pola permainan terlihat mulai rapi. Defense yang saya inginkan juga bisa mereka lakukan dengan cukup baik. Tapi anak-anak masih saja terlihat meremehkan lawan,” keluh Rastafari Horongbala, pelatih kepala timnas basket Indonesia proyeksi SEA Games 2011 saat ditemyi setelah pertandingan kemarin.

Itu bukan keluhan pertama yang diutarakan jajaran pelatih terhadap Romy Chandra dkk. Rastafari juga mengeluhkan mental anak asuhnya saat menekuk Dell Aspac Jakarta pada uji coba di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel) 5 Agustus lalu. Meski menang telak, saat itu Romy Chandra dkk juga terlihat menganggap enteng lawan.
“Ini kebiasaan yang masih berulang. Tidak ada hubungannya dengan masalah teknik. Karena teknik anak-anak semakin bagus. Tapi ini masalah mental,” tambah lelaki yang juga menjabat sebagai pelatih kepala Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta tersebut.

Hal itu menimbulkan kecemasan tersendiri bagi jajaran pelatih menghadapi SEA Games 2011 mendatang. Terutama saat menghadapi musuh-musuh yang lebih ringan. Malaysia atau Singapura, misalnya. Rastafari menyatakan bahwa kemenangan timnas atas Malaysia dan Singapura di SEABA 2011 lalu bisa menjadi bom waktu.

“Kalau berhadapan dengan lawan yang lebih bagus, saya tak khawatir. Anak-anak secara otomatis pasti langsung bagus dari awal pertandingan. Tapi kalau lawan tim yang ada di bawah, itu yang bahaya,” tambah Rastafari.
Pelatih Muba Nathaniel menyatakan bahwa permainan timnas sebenarnya sudah bagus. Namun dia melihat komunikasi antarpemain tak berjalan dengan bagus. (ru/jpnn)

Taekwondo Target Enam Emas

JAKARTA – Cabang Olahraga (cabor) Taekwondo optimistis bisa memberikan hasil terbaik pada SEA Games XXVI/2011 pada November mendatang. Target enam emas dicanangkan dengan kekuatan terbaik yang ada saat ini.
Pelatih Kepala Pelatnas SEA Games, Lam Ting menyatakan pihaknya cukup yakin setelah melihat hasil uji coba pada kejauraan tingkat dunia di Korsel Juli lalu. Meskipun di tingkat senior gagal meraih emas, dia melihat perkembangan cukup signifikan.

“Waktu itu kami banyak kalah dari Negara non-Asia tenggara. Jadi, kemungkinan kami untuk bisa meraih emas masih besar. Tapi, kami tetap harus memaksimalkan latihan lagi agar peluang ini tidak terbuang,” katanya, kemarin (9/8).
Program latihan Basuki Nugroho dkk saat ini sudah memasuki masa prakompetisi. Namun, program latihannya masih belum begitu maksimal.  Rencananya, mulai September mendatang program latihan akan meningkat.
Nah, Dari enam emas yang ditargetkan, kategori kyorugi (tanding) diharapkan bisa merebut empat medali emas. Sementara, dua medali emas lainnya bisa diraih di kategori pomsae (seni). Syaratnya, mereka juga memaksimalkan strategi pemilihan nomor.

“Untuk cabang olahraga ini ditetapkan setiap negara mendapatkan kuota enam nomor. Kita bisa memanfaatkan jatah kuota itu. Kamiakan ikutkan atlet di enam nomor yang tidak diikuti Negara yang selama ini menjadi lawan kuat kami,” kata lelaki yang juga pengurus bidang Teknik PB TI.

Negara yang selama ini menjadi lawan kuat Indonesia dalam bela diri asal Korea itu adalah Thailand, Vietnam, dan Filipina. Pasalnya, di kyorugi Thailand memiliki juara dunia, Vietnam pun demikian, dia memiliki juara dunia di pomsae. Sedangkan Filipina Taekwondoinnya kerap menyulitkan.
Selain melakukan latihan keras di dalam negeri, para Taekwondoin Indonesia juga dijadwalkan untuk mengikuti beberapa kejuaraan di luar negeri sebagai ajang tryout.  Lam Ting menyebut turnamen Australia Terbuka pada pertengahan September.

Setelah dari Australia, empat atlet taekwondo Indonesia akan berlaga di kejuaraan Thailand terbuka pada awal November nanti.  (aam/jpnn)

NBA Lockout, Ariza Kuliah Lagi

LOS ANGELES – Kabar simpang siur yang mengiringi perhelatan NBA musim 2011-2012 tak membuat Trevor Ariza pusing. Pemain yang masih terikat kontrak dengan New Orleans Hornets itu memilih untuk kembali ke bangku kuliah. Bersama tiga pemain NBA lainnya, Ariza mengambil kuliah budaya Amerika popular di UCLA.

“Menjadi seorang mahasiswa reguler sepertinya menyenangkan,” ungkap Ariza seperti dikutip Yahoo!Sport. ak main-main, para pemain yang kembali ke bangku kuliah menemani Ariza di UCLA berstatus bintang. Pemain Oklahoma City Ruzzell Weztbrook, bintang utama Minnesota Timberwolves Kevin Love dan point guard  Cleveland Cavaliers Baron Davis juga masuk kelas yang sama dengan Ariza. Ketiganya sudah mencicipi laga All-Star NBA.

Pada saat masuk NBA pada 2004, Ariza masih tercatat sebagai mahasiswa UCLA. Dia pertama masuk UCLA dari Westchester High School (Los Angeles) pada 2003. Setelah menjadi pemain profesional, harapan untuk kembali ke bangku kuliah pun kian tipis.

Pemain yang mampir ke Surabaya pada Juli 2010 itu mengatakan, sebisa mungkin menepati jadwal perkuliahannya. Tapi, jika NBA sudah mendapatkan kepastian jadwal, dia kembali ke jadwal rutin sebagai pemain profesional. Dengan demikian, pemain 26 tahun itu akan menjalani kuliah dengan kelas online.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan kembali menjadi mahasiswa di usianya saat ini, dia memiliki cara pandang yang berbeda terhadap perkuliahan. Dua orang anak yang telah menghiasi hidupnya menjadi motivasi.

“Saya kembali (kuliah) untuk dua orang putra saya. Setidaknya mereka menyadari ayahnya memenuhi mimpinya untuk melakukan yang diinginkan dan tetap memiliki ijazah. Dengan melihat hal itu, akan menjadi contoh hebat untuk mereka ikuti,” tutur Ariza. Di saat NBA masih belum memberikan kepastian, sebenarnya Ariza, seperti kebanyakan bintang lain, juga mendapatkan tawaran untuk bermain di luar negeri. Tapi, dia berpikir pendidikan menjadi hal terbaik yang diseriusi untuk saat seperti ini.

“Kami punya banyak hal yang dikerjakan setelah bermain basket. Kami harus paham apa yang diinginkan setelah masa pensiun tiba. Banyak di antara kami yang meninggalkan kuliah terlalu muda,” beber Ariza. (ady/jpnn)

Latihan Meskipun Puasa

MEDAN-  Tujuh hari lagi, masyarakat Indonesia akan memperingati detik-detik proklamasi yang akan dikemas dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Republik Indonesia yang akan diperingati seantero pelosok negeri ini. HUT RI kali ini bertepatan dengan pelaksanaan bulan suci ramadan 1432.

Walaupun penuh dengan keterbatasan dan kesederhanaan, namun Pasukan Pengibar Bendara Pusaka (Paskibraka) Sumut, terus berlatih setiap hari di Lapangan Merdeka Medan. Hal ini bertujuan agar penampilan mereka sempurna saat upacara kelak.

Sebanyak 60 orang pelajar terbaik Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat, se Sumatera Utara terus digembleng dan digodok, oleh instruktur dari Pasukan Yonif Kavaleri (Yonkav) Naga Karimata Asam Kumbang Medan, setiap hari dalam baris berbaris di Lapangan Merdeka Medan.

Salah satu pelajar yang masuk dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumatera Utara adalah Muhammad Afri Rizki Lubis, pelajar Kelas I SMAN Satu (Smansa) Medan ini terlihat semangat dalam mengikuti latihan. “Lebih dari dua minggu kami (Paskibraka) masuk karantina. Saat dikarantina, segala sesuatunya harus dispilin, dari mulai tidur, makan hingga bangun pagi semua sudah diatur sesuai jadwal,” ujar Rizki.

Lebih lanjut dikatakan anak pertama dari pasangan HM Syaf Lubis dan Warsih Ningsih ini, saat karantina mereka harus benar-benar mengikuti aturan.

“Untuk tidur itu diwajibkan mulai pukul 00.00 WIB. Pukul 3.00 WIB kita harus bangun, bagi yang mau sahur harus sahur. Setelah itu kita salat subuh dan latihan baris-berbaris yang dilakukan mulai pukul 10.00 pagi hingga sampai petang menjelang berbuka puasa,” beber Rizki.

Dikatakan Rizki, dengan adanya disiplin yang diterapkan para instruktur mereka menjadi terbiasa untuk menjalaninya. “Dari pukul 10.00 WIB pagi tadi kami latihan (Lapangan Merdeka).Walaupun puasa, latihan ini tidak akan mempengaruhi. Mengingat perayaan Kemerdekaan RI beberapa hari lagi, kami harus tampil baik nantinya,” katanya optimis.
Sementara itu Komandan Pelatih Paskibraka Letnan Satu Kav Arif, mengatakan latihan terkendala karena puasa. Namun peserta Paskibraka harus mampu, walaupun istirahat berkurang. “Mereka harus bangun pukul  3.00 pagi sedangkan tidur pukul 12 00 WIB, mereka harus dibina biar disiplin,” ujar Arif.

Lebih lanjut dikatakan Arif saat ini mereka baru 5 hari berada di lapangan Merdeka, sedangkan hari pertama dan kedua mereka dilakukan penyuluhan di asrama. “Angkatan XI tahun 2011 ini mereka harus dibiasakan disiplin. Bangun pagi pukul 3 pagi  lalu pukul  11 dimulai kegiatan,” tegas nya.(rud)
Komandan Pleton dari Yonif Kavaleri Asam Kumbang ini.(rud)

Clijsters Mundur, Murray Tersingkir

TORONTO – Tunggal putri grand slam Amerika Serikat (AS) Terbuka terancam tak diikuti juara bertahannya. Peraih gelar juara tahun lalu Kim Clijsters sedang bermasalah dengan kondisi fisiknya. Dia mengalami cedera pada otot perutnya saat berpartisipasi di Toronto Terbuka, kemarin (10/8) WIB.

Clijsters mengundurkan diri saat menjalani laga pertamanya di babak kedua Toronto Terbuka. Dia masih unggul 6-3, 1-2 saat menghadapi petenis Tiongkok Zheng Jie. Usai melepaskan pukulan forehand di game keempat set kedua, dia langsung menggelengkan kepala dan disusul keputusan mundur.

Cedera tersebut merupakan kekecewaan tambahan bagi petenis Belgia tersebut. April lalu, dia mengalami cedera engkel kanan ketika baru menghuni posisi teratas WTA (Asosiasi Tenis Putri) lagi. Selanjutnya, dia mengalami cedera pergelangan tangan yang membuatnya gagal mengikuti grand slam Prancis Terbuka.

Clijsters mengungkapkan masih berharap bisa mempertahankan gelarnya di AS Terbuka. Grand slam akhir musim itu bakal dimulai 29 Agustus atau kurang dari tiga pekan lagi.

“Saya masih memiliki beberapa pekan lagi hingga AS Terbuka dan kami akan mecoba segalanya untuk bisa siap,” ujar Clijsters yang hanya berada di lapangan selama 54 menit.

Meski memenangkan set pertama, Clijsters kerap melakukan banyak kesalahan. Dia melakukan enam kali double fault dan sudah menahan rasa sakit sejak awal pertandingan. “Selama pertandingan terasa makin buruk. Saya sudah memeriksakan diri dan ada sobekan kecil di otot perut kiri saya dan sedikit berdarah,” ujar Clijsters seperti dikutip Reuters.

Di lain pihak, andalan AS Serena Williams makin menunjukkan tajinya jelang AS Terbuka.  Tanpa menemui banyak kesulitan, dia menuntaskan perlawanan Alona Bondarenko (Ukraina) 6-0, 6-3. Hasil tersebut merupakan kemenangan pertamanya usai meraih gelar perdana selama lebih dari setahun di Stanford Terbuka dua pekan lalu.

“Saya akan merasa benci jika merasa siap untuk grand slam di saat ini. Dengan AS Terbuka masih beberapa pekan lagi, saya coba mendapatkan puncak permainan di saat yang tepat,” tutur Serena.

Sementara itu, persaingan tunggal putra Montreal Masters kehilangan juara bertahannya. Petenis Inggris Raya Andy Murray yang meraih gelar juara pada dua tahun terakhir penyelenggaraan, kandas di babak kedua. Dia menyerah pada petenis Afrika Selatan, Kevin Anderson, 3-6, 1-6.

Penampilan Murray, yang mendapat bye di putaran pertama, terlalu buruk sehingga mudah ditaklukkan. Pemain nomor empat ATP (Asosiasi Tenis Putra) itu harus menyerah dalam pertarungan berdurasi 69 menit, dan tersingkir dari even yang merupakan pemanasan grand slam AS Terbuka.

“Saya sudah berlatih keras untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen ini. Saya selalu bermain sangat bagus di sini. Hari ini saya tidak bisa melakukan apapun. Saya mengawali dua set dengan sangat sangat buruk, yang pastinya tidak bisa membantu untuk menghadapi siapa pun yang memiliki servis seperti Kevin,” beber Murray. (ady/jpnn)

Petinju Pro Bisa Tampil di Olimpiade

LONDON – Aturan hanya petinju amatir yang bisa tampil di Olimpiade bisa berubah. Dengan kata lain, petinju profesional juga boleh bertanding dalam olahraga multieven empat tahunan itu. Opsi itu memang tidak akan berlaku di Olimpiade 2012 di London, melainkan di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro.

Komite Olimpiade Internasional (IOC) membuka opsi itu setelah Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA) memperkenalkan World Series of Boxing (WSB) pada 2013. WSB merupakan seri turnamen tinju pro, tapi bisa diikuti oleh petinju amatir.

AIBA menyatakan, petinju yang tampil di WSB bisa bertanding di Olimpiade Rio. “Kami tengah berdiskusi dengan AIBA tentang hal itu (petinju pro boleh tampil di Olimpiade, Red). Pada dasarnya, IOC mendorong setiap atlet terbaik agar bisa tampil di Olimpiade,” ungkap juru bicara IOC sebagaimana dilansir BBC Selasa (9/8) lalu.

Di kesempatan berbeda, Presiden AIBA Wu Ching-kuo menyatakan bahwa WSB tidak dimaksudkan sebagai upaya untuk mengacaukan regulasi Olimpiade. Sebab, tujuan WSB adalah menjembatani petinju amatir sebelum beralih sebagai petinju pro.

“Setiap petinju merasa apabila mereka harus langsung beralih ke pro setelah tampil di Olimpiade. Kami ingin mengubah budaya itu dan menunjukkan ada sarana lain,” tutur Ching-kuo. “Saya juga berharap menarik banyak petinju pro di luar sana. Saya percaya mereka mau karena kesempatan bertanding di Olimpiade. Tidak ada hadiah yang lebih besar dalam olahraga selain medali emas Olimpiade,” sambungnya. (dns/jpnn)

Simoncelli Siap Beri Bukti

BRNO- Kesampingkan dulu rencana Honda untuk MotoGP musim depan. Marco Simoncelli berniat secepatnya memberikan bukti dirinya masih layak menunggang Honda. Pembalap Gresini Honda itu memulai kampanye tersebut di MotoGP Ceko yang berlangsung di Brno, akhir pekan ini.

Paro pertama musim 2011 berlangsung kurang baik bagi pembalap Italia itu. Dia malah menjadi subyek dari banyak kontroversi di musim 2011. Umumnya karena gaya membalapnya yang ugal-ugalan, terutama setelah beberapa kali terlibat dalam tabrakan dengan Dani Pedrosa atau Jorge Lorenzo. Meski begitu, Simoncelli juga memperlihatkan potensi yang menjanjikan di atas tunggangannya Honda RC212V. Dia menghasilkan dua kali pole position yaitu di Spanyol dan Belanda, serta total enam kali memulai balapan dari barisan depan.

Namun, pembalap berusia 24 tahun itu belum berhasil mewujudkan potensi itu semua menjadi balapan yang lebih baik dari sekedar tiga kali finis di tempat kelima. Menjelang balapan di Brno akhir pekan ini, Simoncelli menginginkan hasil terbaik di sana dan ingin mengubah penampilannya di paro kedua musim ini.

“Saya ke Brno mencari hasil terbaik,” ujar Simoncelli seperti dilansir Autosport. “Kami harus fokus pada paruh kedua musim ini dan mencoba mencetak beberapa hasil positif,” lanjutnya. (ady/jpnn)