Home Blog Page 14819

Aib Johar Arifin di Tanah Kelahiran

Darwin Dilantik oleh Pengurus PSSI yang Belum Dilantik

MEDAN-Prof Johar Arifin Hussein boleh menang pada pemilihan Ketua Umum PSSI beberapa waktu lalu. Namun kehebatan pria kelahiran Tanjung Pura, 13 September 1950 itu dengan menjadi orang nomor satu di pentas sepak bola nasional, bukan jaminan jika dirinya akan mampu memperbaiki dan meningkatkan prestasi sepak bola di Sumatera Utara (Sumut).

Itu bisa dilihat ketika dirinya gagal menjadi penengah yang adil saat berlangsungnya gelaran Musdalub PSSI Sumut yang berlangsung di Hotel Asean, Minggu (18/9).

Memang, pada gelaran Musdalub PSSI Sumut, pihak panitia yang diketuai Catur Agus Saptono dan Sarluhut Napitupulu kerap melakukan kecurangan sehingga merugikan salah satu kandidat ketua PSSI Sumut Ir H Kamaluddin Harahap Msi.

“Panitia jelas curang. Bagaimana tidak, setelah mereka menerima berkas pendaftaran Bang Kamal (Kamaluddin Harahap, Red) mereka tidak pernah memberikan kabar, apakah Bang Kamal lolos firivikasi atau tidak. Tapi, pagi ini (kemarin, Red) ketika Musdalub akan digelar, mereka dengan seenaknya mengatakan Bang Kamal tak lolos ferivikasi,” tandas Joni Rakasiwi, tim pemenangan Kamaluddin Harahap usai bermusyawarah dengan Ketua PSSI Prof Johar Arifin Husein, caretaker Bernhard Limbong  dan Wakil Ketua Panitia Musdalub Sarluhut Naputupulu.
Imbas dari keputusan menggagalkan Kamaluddin Harahap sebagai Ketua PSSI Sumut membuat para pendukungnya enggan membubuhkan tanda tangan saat akan berlangsungnya Musdalub.

Imbasnya, oleh panitia mereka tidak diperkenankan masuk hingga akhirnya terjadi aksi saling dorong di pintu masuk antara petugas keamanan dan para pendukung Kamaluddin Harahap.

“Kami mau menanda tangani daftar absen apabila mereka terlebih dulu mengumumkan hasil ferivikasi terhadap calon kami. Namun itu tidak mereka lakukan, sehingga terkesan mereka ingin menjebak kami dengan menggelar Musdalub tanpa mengikuti peraturan organisasi (PO) PSSI dan tata tertib Musdalub. Jadi bila Musdalub itu tetap dilaksanakan maka itu tidak legal karena pesertanya tidak mencukupi  qourum,” bilang Jhoni.
Meski kondisi di luar semakin panas, namun panitia tetap bersikukuh menggelar Musdalub hingga menetapkan dan melantik Drs Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut.

Ironisnya, yang melantik Drs Darwin Syamsul sebagai Ketua PSSI Sumut, adalah Bernhard Limbong justru belum dilantik secara resmi sebagai pengurus PSSI.

“Saya sudah memenuhi semua persyaratan yang ditetapkan oleh panitia, jadi saya sah menjadi Ketua PSSI Sumut setelah mendapat dukungan dari 18 suara,” bilang Darwin.
Sementara itu Ketua Panitia Musdalub Catur Agus Saptono tidak bersedia memberikan komentar  bahkan keluar ruangan dengan tergesa-gesa dan pengawalan yang sangat  ketat dari pihak Kepolisian dan Polisi Militer. “Nanti saja,” katanya singkat dengan terburu-buru meninggalkan ruang sidang. (jun/saz)

Kapoldasu Diminta Berantas Togel

MEDAN- Perjudian jenis togel (toto gelap) di Sumut kini merebak hingga ke desa-desa. Kemudahan teknologi membuat transaksi perjudian cukup dengan pesan singkat. Bila ini dibiarkan terus, yang akan menjadi korban tetap rakyat kecil.
“Tidak hanya di kota, kita bisa lihat juga di desa-desa saat ini sudah berlaku peristiwa seperti zaman dulu, dimana ibu rumah tangga pun sudah kecanduan togel,” kata praktisi hukum DR Putra Kaban SH MH kepada wartawan di Medan, Minggu (18/9).

Berangkat dari kondisi itu, Kaban meminta Kapoldasu agar segera memberantas perjudian togel di Sumut. ‘’Dampak dari perjudian ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga generasi muda bangsa. Sekarang banyaknya keluhan terkait sulitnya perekonomian,’’tegasnya.

Dikatakan dia, bila merebaknya togel dan lainnya ini dibiarkan, akan berdampak sangat buruh bagi citra penegak hukum di Sumut, khususnya bagi Kapoldasu. Pasalnya, Kapoldasu pernah berjanji memberantas judi di Sumut.
Kalau judi ini dibiarkan, maka habislah masyarakat Sumut. Untuk itu, Kapoldasu harus segera memerintahkan seluruh jajarannya, para Kapolres maupun Kapolsek untuk terjun ke lapangan, melakukan razia dengan gencar terhadap peredaran judi togel.

Kaban juga mengingatkan Plt gubernur dan DPRD serta para bupati dan walikota untuk turun ke desa-desa melihat langsung maraknya perjudian jenis Togel ini. “Memang ini tugas aparat keolisian untuk melakukan pemberantasan. Tapi tidak ada salahnya bila DPRD dan kepala daerah turut serta. Sedangkan DPR RI juga harus secepatnya memanggil Kapolri guna mempertanyakan prihal maraknya judi jenis Togel ini di Sumut,” papar pengusaha sukses taman wisata ini.
Kaban berharap Kapolda, gubernur dan DPR tidak berpangku tangan melihat penyesatan dan penyengsaraan oknum-oknum bandar judi togel terhadap masyarakat. Putra Kaban menjelaskan, permberantasan judi merupakan program Kapolri saat mengikuti fit and propertest di DPR beberapa waktu lalu. (ton/smg)

Dewan Guru Perlu Dibentuk

JAKARTA- Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Mohammad Nuh mengaku mendukung keinginan organisasi-organisasi guru untuk membentuk dewan guru yang diakui secara yuridis oleh pemerintah. Namun begitu, Mendiknas mengimbau agar segala sesuatunya dapat lebih dipersiapkan.

Mendiknas menjelaskan, guru baru sah menjadi suatu profesi setelah diatur oleh Undang-undang pada tahun 2005 yang menurutnya baru efektif di tahun 2006. Jadi, posisi profesi keguruan sekarang ini masih ada dalam masa transisi sebelum benar-benar mejadi sebuah profesi.

Ia memberikan contoh, jika pendidikan profesi guru tidak seperti pendidikan kedokteran. Sebelum menjadi dokter, seseorang terlebih dahulu bergelar Sarjana Kedokteran, baru kemudian sah menjadi dokter ketika selesai menempuh pendidikan profesi kedokteran.

Sama halnya dengan Sarjana Farmasi yang baru akan dinyatakan menjadi seorang apoteker setelah selesai menempuh pendidikan profesi apoteker.

“Sementara pendidikan profesi guru itu hanya cukup dari Sarjana Pendidikan yang proses sertifikasinya disamakan dengan pendidikan profesi,” kata Nuh di Jakarta. Oleh karena itu, sambung Nuh, masih terdapat transisi yang nantinya akan lebih dimatangkan.

Termasuk sampai kepada kemungkinan jika Sarjana Pendidikan belum bisa menjadi seorang guru. Dalam arti lain, nantinya Sarjana Pendidikan baru bisa mengajar hanya setelah selesai menempuh pendidikan profesi.
“Tidak serta merta dilarang untuk mengajar, karena ada banyak tenaga yang seperti itu (Sarjana Pendidikan). Tetapi Sarjana Pendidikan yang baru itu nantinya akan lebih diatur, sebelum mengajar dia harus melakukan pendidikan profesi,” ujarnya.

Selanjutnya, setelah profesi keguruan sudah keluar dari masa transisi, barulah kemudian akan dibentuk lembaga profesi yang akan mengatur mengenai kode etik keguruan.

“Itulah turunannya, ketika ini sudah menjadi profesi maka perlakuan terhadap keprofesian itu harus ditangani melalui lembaga, badan-badan atau organisasi profesi. Kita masih dalam proses penyiapan untuk membentuk badan profesi itu. Kami tentu sangat terbuka jika ada lembaga atau organisasi-organisasi keguruan untuk mengatur lembaga organisasi keprofesian. Itu sangat baik sehingga kesalahan profesi tidak akan lari kepada kesalahan kriminal,” tuturnya.(net/jpnn)

Stoner Menuju Juara Dunia

ARAGON – Casey Stoner kian dekat ke tangga juara dunia musim ini. Pembalap Australia dari tim Repsol Honda itu menang mudah di balapan MotoGP Aragon, Minggu (18/9). Stoner mencatat waktu 42 menit 17,427 detik. Ia membuktikan dominasinya karena meninggalkan dua pembalap terdekatnya cukup jauh. Dani Pedrosa yang menjadi runner up, terpaut delapan detik, sedangkan Jorge Lorenzo, yang finis nomor tiga, bahkan terpaut 14 detik.
Ini adalah kemenangan kedelapan Stoner dari 14 seri yang telah tergelar di musim ini, dan kompetisi tersisa empat seri lagi. Ia juga menyumbangkan kemenangan ke-100 bagi tim Repsol Honda di level tertinggi Grand Prix motor.
Stoner kian kokoh memuncaki klasemen sementara. Peluangnya untuk menjadi juara dunia mengulang suksesnya di musim 2007 semakin besar. Selisihnya dengan Lorenzo yang sementara di peringkat kedua, sudah 44 poin. Stoner sempat ditelikung Pedrosa saat start, lalu keduanya disalip Ben Spies di tikungan pertama. Tapi di akhir lap Stoner mampu mengalahkan dua rivalnya itu dan mulai memimpin lomba sampai menyentuh garis finis.

Lorenzo, yang menang di seri sebelumnya San Marino, paling tidak masih berhasil mendapatkan podium dan memberikannya untuk Yamaha. Marco Simoncelli berhasil menyodok Spies di lap-lap terakhir dan merebut tempat keempat.

Bagaimana Valentino Rossi? Sudah sulit diharapkan sejak awal karena dia start dari pitlane. Ia memang sempat merayap naik dari posisi 14 sampai kesembilan, tapi di akhir lomba “The Doctor” (sebutan Rossi) cuma berada di tempat ke-10.
Insiden yang menarik terjadi saat balapan dimulai, ketika Karel Abraham terlempar dari motornya Cardion AB Ducati-nya, dan langsung out. Efek kecelakaan itu adalah Randy de Puniet harus keluar jalur juga.

Andrea Dovizioso menjadi pembalap kedua yang out usai terjatuh di beberapa tikungan. (net/jpnn)
setelah insiden Abraham. Di lap 16, tabrakan di antara Loris Capirossi dan Toni Elias membuat keduanya harus menyudahi balapan lebih cepat. (net/jpnn)

Bina PTS yang Menyalahi Izin

MEDAN- Di balik meningkatnya perkembangan Lembaga Pendidikan Tinggi Swasta di Sumut dan Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) setiap tahun. Namun masih banyak perguruan tinggi swasta yang masih ditemukan menyalahi izin.
“Masih banyak kita temukan perguruan tinggi yang masih belum memadai untuk izinnya, sehingga harus menerus mendapatkan pembinaan,” sebut  Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) M Nawawiy Loebis, di sela sela acara halal bi halal, Rabu(14/9).

Dia menyatakan, saat ini proses pendirian izin untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi swasta berada di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). Untuk itu, pihaknya tidak mengetahui berapa banyak yang perguruan baru yang akan muncul.
“Untuk izin utama semuanya dari pusat melalui Dirjen Kemendiknas. Kalau diperpanjangan baru di sini (Kopertis),” ucap Nawawiy.

Sejuah ini, dia mencontohkan dua perguruan tinggi yakni Universitas Sutomo dan Universitas Payung Negeri NAD yang belum memiliki izin relokasi yang baru.
Dia meminta kepada dua perguruan tinggi tersebut untuk segera mengurus izin relokasi yang baru. Kedua PTS ini, kata Nawawiy, sudah beroperasi namun izin relokasinya tidak sesuai. “Seperti Universitas Sutomo seharusnya izin operasinya berada di Deliserdang namun ternyata di Medan. Begitu juga dengan Universitas Payung Negeri yang membuka cabang-cabang,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia Sumatera Utara (Sumut) Bahdin Nur Tanjung meminta agar birokrasi pengurusan izin dipangkas, sehingga tidak ada lagi urusan perpanjangan izin untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Jangan ada lagi perpanjangan izin. Cukuplah dievaluasi dari prodi seperti akreditasinya saja. Kan jadi sulit setiap tiga tahun sekali ada perpanjangan,” kata Bahdin.
Justru, kata dia, saat ini kerap terjadi dengan PTS yakni ketika izin sudah diberikan namun belum ada operasional. Menurutnya, kalau kejadiannya seperti ini jelas PTS-nya harus ditindak.  “Jika hal seperti itu yang terjadi, maka langsung saja dicabut izinnya. Bukan mempermasalahkan izin prodi yang sudah habis, sedangkan proses pembelajaran berjalan masih baik,” tegasnya.

Dia menyatakan, APTISI sudah menghimbau para pengelola perguruan tinggi untuk sama sama menyelenggarakan pendidikan yang baik. (uma)

Gelar Kotor Floyd Mayweather Jr

LAS VEGAS – Semua mata penggemar tinju kembali tertuju pada sosok Floyd Mayweather Jr. Petinju Amerika Serikat (AS) itu memperpanjang rekor tak terkalahkan sekaligus kembali memiliki gelar juara dunia. Namun, kemenangannya kali ini banyak disertai kontroversi.

Petinju berjuluk Pretty Boy itu berhak menyandang gelar kelas welter (66, 6 kg) versi WBC. Dia merebutnya dari Victor Ortiz  dalam pertarungan yang berlangsung di MGM Grand Garden, Las Vegas, AS, kemarin (18/9) WIB.
Dua pukulan kombinasi kiri dan kanan yang dilepaskan Mayweather membuat Ortiz terjungkang. Tapi, insiden di ronde keempat itu terjadi saat kedua tangan Ortiz masih di bawah. Beberapa saat sebelumnya, wasit pertarungan Joe Cortez menghentikan pertarungan dan mengurangi poin Ortiz karena melakukan headbutt alias benturan kepala.
Usai menerima pengurangan poin, Ortiz bersikap simpatik dengan memeluk serta mengecup Mayweather. Sayang, sikap tersebut tak dibalas Mayweather dengan simpatik pula. Bahkan saat wasit belum siap, Mayweather sudah memberi pukulan pada Ortiz.

“Kami sudah saling menyentuhkan sarung tangan. Dia sudah melakukan kecurangan, tapi di sini kita tak mengeluhkan apa kecurangan yang dilakukannya atau yang saya lakukan,” ungkap Mayweather.
Mayweather bersikukuh kemenangan KO (knockout) kontroversial yang diraihnya atas Ortiz adalah sah. Maywether justru mengkritik sikap tidak waspada Ortiz.

“Banyak orang ingin tahu apa yang terjadi. Ada sejumlah tandukan Ortiz. Apapun bisa terjadi di atas ring. Selalu lindungi Anda setiap saat. Anda ingin melihat knockout, saya beri Anda. Ketika Ortiz masih sembilan tahun, saya sudah mendominasi tinju,” ujar Mayweather seperti yang dilansir BoxingScene.
Usai mendapatkan keputusan kalah, Ortiz tak langsung melayangkan protes. Dia memang masih belum sepenuhnya sadar usai mendapatkan hantaman saat sedang tak siap.

“Sekali Anda mengenakan sarung tinju, itu waktunya bertarung. Kita ke sini untuk bertarung. Anda ingin saya bermain kotor dan dua menit kemudian ingin saya menjadi teman? Ini bisnis menyakitkan. Tanpa kejadian di ronde keempat, dia tetap akan KO. Saya bertarung lebih kuat,” lanjut Mayweather.

Penonton di MGM Grand yang terhenyak akan aksi Mayweather, kompak mencemooh. Tindakannya kali ini seakan memperpanjang catatan kontroversial yang akrab dengan Mayweather beberapa tahun terakhir.
Namun, Ortiz tak sepenuhnya menyalahkan Mayweather dan wasit. Petinju 24 tahun itu melihat kejadian tersebut sebagai pengalaman besar dalam karirnya. Tetap saja, dia juga merasa menyesal tak melindungi dirinya di situasi yang rawan.

“Baru saja ada break. Saya melihat ke arah wasit dan boom, saya hilang kesadaran. Saya kira ada sedikit kesalahan komunikasi dari wasit. Tapi saya tak bisa menyalahkan siapa pun kecuali diri saya. Itu pengalamn sebagai pelajaran,” ucap Ortiz.

Dengan kemenangan ini Mayweather memperpanjang rekor tidak pernah kalah selama karir tinjunya. Petinju berusia 34 tahun tersebut memiliki rekor selalu menang dalam 42 pertarungan. (ady/jpnn)
Sementara, Ortiz menderita kekalahan ketiga dalam 34 pertarungan. (ady/diq/jpnn)

Main Bulu Tangkis, AKBP Aiman Tewas

MEDAN- Saat bermain bulu tangkis di lapangan Brimobdasu Jalan KH Wahid Hasyim, Kecamatan Medan Baru, AKBP Aiman Safaruddin menghembuskan nafas terakhirnya, Minggu (18/9) pagi pukul 10.00 WIB. Sebelum meninggal, personel Biro Operasional (Biro Ops) Polda Sumut tersebut mengerang sembari memegangi dadanya.

Seperti biasa, pagi itu Aiman dan beberapa rekannya bermain bulu tangkis di lapangan Brimobdasu. Menurut rekan Aiman, tidak ada tanda-tanda Aiman bakal meninggal, karena kondisi Aiman sebelum main bulu tangkis sehat-sehat saja.
Namun, perubahan nampak di wajah Aiman, setelah beberapa menit main. Aiman minta berhenti dan langsung duduk. Tiba-tiba terdengar suara erangan dari mulut Aiman, dan dia memegangi dadanya tetap di bagian jantung.

Bersamaan dengan itu, Aiman langsung jatuh dan tak sadarkan diri. Oleh rekan-rekannya, Aiman dibawa menuju Intalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bhayangkara yang tak jauh dari tempat Aiman bermain bulu tangkis.
Namun takdir berkata lain, AKBP Aiman sudah menghembuskan nafas terakhirnya saat tiba di rumah sakit, begitu juga jantung Aiman pun sudah tak berdetak.

Namun, pihak medis terus mencoba melakukan pertolongan dengan memeriksa terus detak jantung AKBP Aiman dan pupil mata juga sudah dilaktasi maksimal.

Sementara, atas kejadian itu, Kepala Pengelola Informasi dan Data (PID) Polda Sumut AKB MP Nainggolan membenarkan peristiwa itu. Nainggolan mengatakan, saat ini jenazah itu sudah disemayamkan di rumah duka di Jalan Sei Berutu No 16, Medan Baru. Adapun penyebab kematian AKBP Aiman, kata Nainggolan, akibat serangan jantung. (mag-5)

Listrik di Rumah Hartono Bangun Segera Dibongkar

PLN tak Gentar dengan Ketua DPRD Langkat

MEDAN-Pencurian arus listrik yang terjadi di rumah pribadi Ketua DPRD Kabupaten Langkat, Hartono Bangun di Komplek Mutiara Indah No 3 di Jalan Kapten Muslim Dalam, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia, berbuntut panjang. Meskipun Rudi Hartono Bangun melaporkan pegawai Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Medan yang memeriksa listrik di rumah kader Partai Demokrat tersebut ke Mapoltabes Medan, tapi tak membuat PLN gentar. Bahkan, PLN akan membongkar rampung jaringan listrik di kediaman Rudi Hartono Bangun.

“PLN tidak takut menghadapi konsumen yang melanggar hukum,  kami akan melakukan tindakan tegas, termasuk kepada Rudi  Hartono Bangun yang telah melakukan pencurian listrik. Kami akan membawa aparat hukum juga, mulai dari polisi, jaksa, TNI untuk membongkar rampung listrik di kediamanannya,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Cabang Medan, Wahyu Bintoro.

Selain akan membongkar rampung listrik di kediaman Rudi Hartono Bangun, Wahyu juga menegaskan kalau PLN juga telah menyiapkan pengacara untuk melawan Rudi Hartono Bangun. “Sudah jelas-jelas Rudi Hartono Bangun melanggar hukum karena melakukan tindakan pencurian listrik sehingga merugikan PLN Medan sebesar Rp17 jutan
Kok malah sikapnya tidak baik dengan melaporkan PLN atas tudingan masuk ke kediamannya tanpa izin. Padahal, kedatangan pegawai PLN diterima supirnya. Tapi PLN tidak akan gentar. Kita juga akan melaporkan tindakan Rudi Hartono Bangun ke petinggi Demokrat karena Hartono dari Partai Demokrat,” tegas Wahyu.

Menurut Wahyu, pencurian arus listrik yang dilakukan Rudi Hartono Bangun diduga sudah lama berlangsung. Sebab, kata Wahyu, dari hasil pemeriksaan listrik di kediamannya, pada segel meteran dicomper sudah tidak ada sehingga mempengaruhi pengukuran KWH.

“Daya listrik di kediaman Rudi Hartono Bangun sebesar 3.500 VA, dayanya cukup besar. Tapi tiap bulan pembayaran listriknya hanya Rp70 ribu dan paling banyak Rp100 ribu. Bahkan kadang-kadang malah nihil nggak bayar. Makanya langsung kita selidiki dan terungkaplah melakukan pencurian,” tegas Wahyu.

Wahyu merasa geram dan menyayangkan sikap Ketua DPRD Langkat yang merupakan wakil rakyat tapi memberikan contoh tidak baik di mata masyarakat. Seharusnya, kata Wahyu, sebagai wakil rakyat harus memberikan contoh yang baik. “Wakil rakyat kok begitu, sudah tahu salah, eh malah menyalahkan PLN. Ini kan tak baik dicontoh. Jangan mentang-mentang dia (Rudi Hartono) Ketua DPRD Langkat lantas kita takut? Tidak sama sekali,” tegas Wahyu.
Wahyu juga mengharapkan agar Poldasu segera menindaklanjuti laporan PLN terhadap  Rudi Hartono Bangun yang melakukan pencurian listrik. “Kami sudah buat laporan ke Mapoldasu, tapi belum ada tindakan pemanggilan. Malah kami diperiksa di Mapoltabes dari pagi sampai pukul  23.00 WIB kemarin atas laporan Rudi Hartono Bangun. Kami berharap Mapoldasu cepat memprosesnya seperti yang dilakukan Mapoltabes Medan,” pungkasnya.
Wali Kota Lira Medan Ganda Manurung ST MBA mengaku, perbuatan Ketua DPRD Langkat Rudi Hartono sangat memalukan.Untuk itu Polresta Medan segera mengambil tindakan dengan melakukan pengusutan.
“Perbuatan yang melanggar hukum seharusnya tidak dilakukan Ketua DPRD Langkat. Sebagai wakil rakyat seharusnya memberikan contoh yang baik pada masyarakat, untuk tidak melakukan pencurian arus listrik, apalagi yang terjadi di perumahaan mewah miliknya,” tegas Ganda.

Untuk itu, sambung Ganda Manurung, diminta kepada Polresta Medan untuk melakukan tindakan kalau tidak ada etika baik untuk membayar segala denda.

“Hukum harus ditegakkan, walaupun itu anggota dewan. Anggota dewan saja diduga melakukan pencurian listrik bagaimana lagi rakyat biasa?” kata Ganda Manurung.
“Seorang anggota dewan yang kehidupannya mapan, melakukan perbuatan pencurian arus listrik ini kan tidak wajar dan tidak etis bahkan perbuatan yang sangat memalukan. Bagi institusi dewan itu sendiri diminta mengambil langkah tegas dengan mengambil tindakan,” beber Ganda.

Seperti diketahui, pencurian itu terungkap saat tim Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) Medan melakukan pemeriksaan listrik di rumah kader Partai Demokrat tersebut. Menurut pemaparan Humas PLN  Medan, Rosna, didampingi Kepala Pelaksana P2TL Medan, Khairuddin, Kamis (15/8), pukul 11.00 WIB, tim P2TL melakukan penertiban penggunaan tenaga listrik kepada pelanggannya di kawasan tersebut. Saat itu tim P2TL berjumlah empat orang, yakni, E Sinaga, Irwan, Eva Sartika dan Muhammad Sani. Keempatnya dikawal seorang polisi militer.
Saat melakukan pemeriksaan di rumah dimaksud, si pemilik rumah Hartono Bangun tidak berada di rumah, tim lalu disambut supir pribadi Hartono Bangun bernama Sriyoto.

Tim P2TL kemudian melakukan pemeriksaan meteran listrik di kediaman tersebut. Saat itulah ditemukan kejanggalan jaringan listriknya, ada pelanggaran terhadap pengukuran KWH. Pelanggaran jaringan listrik lain di kediaman Hartono itu, meteran listriknya tidak bersegel lagi. Setelah dihitung-hitung sesuai ukuran dan rumus, maka PLN menemukan kerugian senilai Rp17 juta. Kerugian itu harus dibayar pihak pemilik rumah tanpa terkecuali.

Meski menemukan bukti kejanggalan jaringan listrik, tapi Tim P2TL tidak langsung memberikan surat sanksi pelanggaran hukum atas pencurian listrik. Tim malah meninggalkan kediaman Hartono Bangun. Kemudian, pada Rabu (15/9) atau berselang sebulan dari pemeriksaan, Tim P2TL kembali datang ke kediaman Hartono Bangun untuk memberikan surat sanksi pelanggaran pemakaian listrik.

Kali ini kedatangan Tim P2TL langsung disambut pemilik rumah dengan membawa aparat polisi. Kedatangan Tim P2TL membuat Hartono Bangun tidak senang. Hartono Bangun menilai PLN masuk tanpa izin pemilik rumah yang saat itu tidak berada di rumah. Hartono pun melaporkan Tim P2TL ke Mapoltabes Medan. Pengaduan dilakukan Rabu, 17 Agustus dengan laporan No:STBL/2204/VIII/2011/SU/Resta Medan. Rudi keberatan rumah pribadinya dimasuki 4 petugas PLN Cabang Medan yang didampingi seorang petugas polisi militer, tanpa izinnya. (ila/rud)

Briptu Norman Mundur dari Polri

JAKARTA- Mabes Polri bersikap dingin terhadap rencana pengunduran diri Briptu Norman “Chaiya” Kamaru dari Korps Bhayangkara. Besok (Senin 19/9), rencananya orangtua Norman akan menemui Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

“Saya diajak untuk mendampingi tapi karena ada agenda lain belum bisa janji,” ujar pengacara Farhat Abbas di Jakarta, kemarin (17/9).

Farhat selama ini dekat dengan keluarga Briptu Norman Kamaru. Pengacara yang sekarang sedang sibuk mendampingi tersangka kasus korupsi di Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu juga pernah membuatkan Norman lagu dan membantu memproduksinya di dapur rekaman.

“Rencana itu sudah keputusan Norman dan keluarganya, kita hormati saja,” kata Farhat Keluarga Norman sekarang berada di Bogor setelah terbang dari Gorontalo. Mereka berupaya berdialog dengan Kapolri dan akan menyerahkan surat pengunduran diri resmi dari dinas kepolisian. Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam mengaku belum mendengar rencana Norman atau keluarganya menghadap pimpinan tertingi Polri.

“Sebenarnya cukup di tingkat Polda saja, ada mekanisme disana. Tidak semua harus ke Mabes,” katanya.
Mantan Kapolda Jatim itu mempersilahkan Norman menetapkan pilihan jalan hidupnya. “Itu tergantung yang bersangkutan. Yang jelas bagi setiap anggota Polri aktif terikat dengan aturan dan
kode etik tanpa pandang bulu,” katanya.

Bukankah dulu pernah ada rencana merekrut  Norman sebagai staf di Mabes Polri? “Oh tidak, itu wacana di luar saja. Penempatan personel ka nada prosedurnya yang baku, tidak bisa langsung,” kata Anton.
Briptu Norman Kamaru tenar sejak rekaman lip sync Chaiya Chaiya ala Syahrul Khan di youtube diekspose media pada April 2011 lalu. Setelah tampil di televisi, Norman lantas kebanjiran order. Bulan-bulan pertama Norman di Jakarta didampingi oleh Kasat Brimob Polda Gorontalo AKBP Anang Sumpena dan Kabagpenum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar.

Norman juga sempat diundang bernyanyi di Mabes Polri. Saat itu, Norman duduk satu meja dengan Kadivhumas Polri rjen Anton Bachrul Alam dan menyanyikan Chaiya Chaiya.

Namun, setelah laris order, Norman rupanya sering lupa minta izin. Pada 8 Juli 2011 dia dijemput tim pengamanan internal (Paminal) Provos Polri  saat sedang syuting bersama pesulap Dedy Corbuzier.

Rupanya, Norman tidak minta izin pimpinan. Dia lalu dipulangkan ke Gorontalo dan hanya diberi sanksi teguran. Tapi, pada  8 September 2011 lalu, Norman kembali bermasalah dengan  Provos Polri. Saat sedang syuting video klip di  Kotamobagu Sulawesi Utara, Norman kembali “diamankan”. Lagi, lagi, tersandung masalah perijinan.

Puncaknya, Jumat 16 September 2011 lalu Norman menyatakan akan mundur sebagai polisi di Gorontalo. Namun, secara resmi, surat permohonannya akan disampaikan langsung ke Mabes Polri.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indonesia Police Watch Neta Sanusi Pane menilai Norman ibarat habis manis sepah dibuang. “Dulu digunakan untuk angkat citra Polri, sekarang mau mundur langsung diperbolehkan,” katanya.
Aktivis yang menulis buku “Jangan Bosan Kritik Polisi” itu menilai sikap Norman muncul karena tekanan dari atasan. “Dia juga tidak ingin melanggar janji dengan pihak lain, sementara untuk perizinan dan sebagainya mungkin saja dipersulit,” katanya. (rdl/jpnn)

Meledak Seperti Bom, Tubuh Korban Terbelah

Pesawat PD II Jatuh, Tiga Tewas

RENO-Ketika pesawat era Perang Dunia (PD) II jenis P-51 Mustang yang dikemudikan Jimmy Leewald itu mulai berputar-putar dalam pola spiral, Tim Linville tahu itu bukan bagian dari atraksi National Championship Air Races yang dihelat di Reno, Nevada, Amerika Serikat, Jumat sore (16/9) waktu setempat (Sabtu dini hari WIB). Tapi, pesawat yang diberi nama Galloping Ghost tersebut sedang mengalami masalah.

Karena itulah, warga Reno itu, sebagaimana diceritakan kepada Reno Gazette-Journal, segera menyuruh dua putrinya yang menonton bersamanya segera berlari meninggalkan grandstand alias tribun ekonomi tempat mereka berdiri. Apalagi, pesawat perang lawas yang berkompetisi dalam kelas Ultimate Gold “lomba antarpesawat era PD II” itu memang mengarah ke tribun yang diisi ribuan penonton.

Pesawat itu akhirnya memang jatuh. Tapi, masih beruntung. Sebab, si saat-saat akhir Leewald berhasil membuat Galloping Ghost meluncur dalam posisi tegak lurus sehingga pesawat yang telah dimodifikasi itu tak mengarah ke grandstand, melainkan ke tribun VIP di depan grandstand yang ditempati sekitar 20 penonton yang semuanya duduk.
Tentu saja korban tewas tetap tak terhindarkan. Dua penonton yang belum bisa diidentifikasi meninggal di tempat kejadian. Leewald, 74, yang merupakan pengusaha realestat itu jelas tak terselamatkan karena Galloping Ghost hancur berkeping-keping dalam insiden yang terjadi pada pukul 16.30 waktu setempat tersebut. Sebanyak 56 penonton mengalami luka-luka.

Puing-puing pesawat naas itu pun menyebar ke berbagai penjuru Reno Stead Station, bandara kecil di daerah perbukitan sebelah utara Reno tempat perhelatan adu balap tahunan yang kemarin ditonton sekitar 75 ribu pasang mata itu.

“Kalau pilot tak berhasil membuat pesawat jatuh tegak lurus, korban bisa mencapai ratusan, bahkan mungkin lebih,” kata Linville.

Begitu dahsyatnya bunyi pesawat tua itu kala jatuh, Dr Gerald Lent, salah seorang penonton, menyamakan dengan bom. Dampak sesudahnya pun sungguh mengerikan. “Darah di mana-mana, orang-orang bergelimpangan. Saya melihat salah seorang di antara mereka terbelah dua. Potongan lengan dan kaki juga bertebaran ke segala penjuru,” kata Lent seperti dikutip New York Times.

Tanya Breining, penonton lainnya, menyebut apa yang terjadi di depan matanya itu tak ubahnya dengan pembantaian masal. “Jauh lebih mengerikan daripada ledakan bom,” kata Breining kepada KTVU-TV.

Senada dengan Breining, Maureen Higgins yang rutin menonton adu balap yang melibatkan pesawat sipil dan militer selama 16 tahun terakhir itu juga melihat bagaimana kepala seorang pria yang duduk di depannya di tribun VIP berlumuran darah karena terhantam reruntuhan Galloping Ghost.

“Saya melihat potongan tubuh di mana-mana. Anda tak akan memercayai kalau tak melihat sendiri,” kata Higgins.
Hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti penyebab kecelakaan fatal tersebut. Tapi, diperkirakan peristiwa itu terjadi karena kerusakan mekanik. “Sang pilot kehilangan kendali pesawat. Tampaknya, pesawatnya mengalami masalah sehingga dia tak bisa mengontrol,” ujar Mike Houghton, presiden dan CEO Reno Air Races.

Penyelidik federal beranggota tiga orang telah diterjunkan ke lokasi kemarin. Adapun sang pilot, Leewald, adalah “sopir” pesawat berjam terbang tinggi. Sejak usia 14 tahun, dia telah menerbangkan pesawat. P-51 Mustang yang dulu digunakan AS dalam Perang Dunia II di Eropa juga merupakan kendaraan favoritnya.

Para korban luka dilarikan ke tiga rumah sakit terdekat dari lokasi kejadian. Stephanie Kruse, juru bicara Otoritas Pelayanan Medis Regional, menyebutkan bahwa di antara 56 orang yang harus dirumahsakitkan akibat kejadian berdarah itu, 15 orang mengalami luka serius, 28 terluka ringan, dan, 13 orang dalam kondisi kritis karena mengalami luka-luka yang bisa mengakibatkan kematian.(c4/ttg/jpnn)