Home Blog Page 14820

Kursi Pesawat Kurang karena Inkubator

Bayi Jantung Tumbuh di Luar Batal ke Jakarta

Bayi yang terlahir dengan jantung tumbuh di luar, Siti Ar Rahma, batal berangkat ke Jakarta lantaran keterbatasan tempat duduk di pesawat. Siti akan diupayakan berangkat, Minggu (18/9) hari ini.
Menurut rencana, Siti sebelumnya akan dirujuk ke RS Anak dan Bunda di Jakarta.

“Bayi yang seharusnya berangkat pukul 14.15 WIB tidak jadi (berangkat) karena keterbatasan tempat duduk di dalam pesawat,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Katijo, Sabtu (17/9).

Dikatakannya, hanya dua tempat duduk yang dipesan. Kondisi dua kursi tersebut rupanya tidak cukupn
untuk meletakkan inkubator bayi, termasuk tempat duduk bagi tenaga medis yang turut mendampingi sampai ke Jakarta.

“Kami berupaya menambah seat. Namun karena jumlah penumpang full sehingga tidak bisa dan dibatalkan,” ujar dia.
Padahal, putri pasangan Khairudin (25) dan Diana (25) sudah masuk ke dalam pesawat selama 10 menit. Namun tidak lama kemudian, inkubator yang berisi bayi dikeluarkan dari pesawat, termasuk sejumlah perawatan medis seperti tabung oksigen.

Bayi lalu dibawa ke mobil ambulans dan diberangkatkan menuju RS Ibnu Sina yang berjarak 5 kilometer dari bandara.
“Bayi akan diusahakan besok (hari ini) diberangkatkan,” kata Katijo yang belum dapat memastikan pesawat apa yang akan menerbangkan bayi tersebut.

Siti Ar Rahma, bayi yang terlahir dengan jantung tumbuh di luar yang semula dirawat RS Ibnu Sina akhirnya dirujuk ke RS Anak dan Bunda di Jakarta. Buah hati pasangan Khairudin (25) dan Diana (25) ini rencananya diberangkatkan dengan pesawat Batavia dengan jadwal penerbangan pukul 14.15 WIB dari Bandara Sultan Sultan Syarif Kasim (SSK), Sabtu (17/9).

Khairudin (25) dan Diana (25) warga Desa Muara Basung Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Riau merupakan salah satu dari sekian banyak warga miskin di hamparan ladang terbesar di Indonesia yang dikelola PT Chevron. Sejauh ini belum ada bantuan dari Pemkab Kabupaten Bengkalis Riau yang tercatat salah satu kabupaten terkaya di Indonesia. (net/bbs/jpnn)

Syahrini Gabung Srikandi Hanura

Diam-diam, ternyata artis yang naik daun karena berduet dengan Anang Hermansyah, Syahrini, gabung menjadi pengurus Srikandi Hanura.

Pelantun tembang ‘Aku Tak Biasa’ yang sebelumnya dipopulerkan almarhumah Alda, itu bergabung sebagai pengurus DPP Srikadin Hanura.

“Syahrini juga masuk ke sini (Hanura),” kata Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, di sela-sela peresmian Kantor DPP Srikandi Hanura, di Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/9).

“Kalau Krisdayanti, belum. Nanti kita undang,” lanjut Wiranto, sambil tertawa.

Wiranto mengaku senang, karena Srikandi Hanura banyak dihuni oleh anggota pengurus yang baru terjun ke ranah politik.  Salah satunya adalah Syahrini, yang kini lebih dikenal dengan ciri khasnya, ‘Sesuatu Banget, Ya’ tersebut.

“Mereka tertarik konsep Hanura dan telah mendapatkan penjelasan mengenai nilai perjuangan Hanura yang bertumpu pada hati nurani, , bertumpu keikhlasan dan sebagainya,” jelas dia.

Menurut Wiranto, organisasi sayap seperti Srikandi Hanura tidak hanya untuk memerbesar konstituen Hanura. Tapi, kata dia, merupakan bagian untuk menyadarkan masyarakat Indonesia, termasuk para pemimpin mengenai betapa pentingnya menggunakan hati nurani dalam menjalankan kewajiban. “Srikandi Hanura akan secara terus menerus melaksanakan kegiatan sosial,” kata Wiranto.

Ketua Umum DPP Srikandi Hanura yang juga Wakil Sekjen Partai Hanura, Miryam S. Haryani menambahkan, saat ini sudah ada 22 DPD Srikandi Hanura di seluruh Indonesia. “Insya Allah ke depan akan lebih banyak lagi. Kita terus melakukan kegiatan sosial bagi masyarakat,” kata Anggota Komisi II DPR RI itu. (boy/jpnn)

Konser Musik di Pendopo USU Dilempar Batu

Pelaku Diduga Kelompok Geng Motor

MEDAN-Konser musik yang digelar mahasiswa USU di Pendopo Universitas Sumatera Utara di Jalan Dr Mansyur Medan berakhir ricuh, Sabtu (17/9) malam. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Keterangan yang dihimpun di lokasi, peristiwa itu bermula saat sekelompok pemuda datang ke lokasi konser. Kelompok yang diduga anggota geng motor yang belakangan ini sering membuat keributan melempari konser. Akibatnya, penonton berlarian untuk menghindarai lemparan dan konser diberhentikan.

Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan puluhan sepeda motor yang dipakai pemuda tersebut karena tidak memilik surat-surat saat dilakukan pemeriksaan.

Satpam Universitas Sumatera Utara, Jamaluddin Hasibuan mengaku, puluhan pemuda itu datang tiba-tiba dan menyerang acara pagelaran musik.

“Mereka datang dari luar dan langsung menyerang. Mereka juga buat keributan. Kami langsung menghubungi polisi. Mereka langsung bubar,” katanya.

“Tidak tahu apa masalahnya, mereka langsung menyerang acara musik yang sedang berlangsung itu. Mereka buat acara musik itu tidak ada kami ketahui karena tidak ada laporan. Giliran sudah diserang baru lapor sama kami. Kalau lapor mau buat acara kan kami bisa melakukan pengamanan,” ujar satpam lainnya.

Ari (16), salah seorang penonton mengaku, tidak mengetahui pasti penyebab kejadian tersebut. Diterangkannya, tiba-tiba saja mereka didatangi sekelompok pria saat acara konser sedang berlangsung dan langsung buat keributan.
“Terpaksa saya melarikan diri karena mereka langsung menyerang dan melempar pakai batu. Kami tidak tahu masalahnya karena saya dan enam teman saya hanya ingin menonton acara konser,” ucapnya.

Kapolsekta Medan Baru, AKP Dony Alexander SIK mengatakan, dugaan sementara keributan diduga dilakukan oleh kelompok pemuda geng motor yang menyerang ke dalam kampus ketika sedang acara konser musik dan menyerang panitia.

“Diduga yang melakukan keributan kelompok geng motor dan menyerang saat sedang berlangsung acara musik dalam kampus. Anggota sudah kita siagakan saat ini di semua titik-titik rawan,” katanya.
Ditambahkannya, pihaknya juga melakukan pemeriksaan surat-surat terhadap sepeda motor pengunjung.(jon)

Usai Disetubuhi Selingkuhan Ditikam

PERBAUNGAN-Basri (54), warga Dusun V, Desa Ujung Rambung, Pantai Cermin, Sergai hanya pasrah ketika personel Polsek Perbaungan meringkusnya, saat mengendarai sepeda motor Kanzen BK 5174 UP milik selingkuhannya Redianti (39), Kamis(15/9) sekira pukul 21.00 WIB.

Basri ditangkap karena menikam Redianti, usai melakukan hubungan suami isteri di areal perkebuan kelapa sawit milik PTPN IV Adolinia yang berada di Kelurahan Batang Terap, Perbaungan, Sergai. Peristiwa itu terjadi Sabtu(10/9) sekira pukul 16.30 WIB. Sebelum peristiwa tersebut terjadi korban dan pelaku sepakat untuk bertemu di Kota Perbaungan, karena tak memiliki modal untuk ceck in di Hotel, Basri pun mencari tempat untuk melakukan hubungan seks. Areal perkebuan kelapa sawit pun menjadi tempat kedua pasangan selingkuh itu.

Dengan mengendarai sepeda motor milik korban, Basri memacu sepeda motor menuju lokasi. Setelah berbincang-bincang keduanya pun menyalurkan hasrat birahinya. Usai melakukan hubungan suami istri keduanya pun kembali mengenakan pakaian. Nah, Basri mulai bingung saat wanita yang telah menjadi selingkuhannya sekitar 8 bulan itu meminta sejumlah uang buat keperluan.

“Aku panik saat dia bilang mau selingkuh dengan lelaki lain. Kalau nggak mau kasi uang Rp2 juta biar aku selingkuh saja dengan lelaki lain,” ucap Basri. Mendengar ucapaan yang keluar dari bibir selingkuhannya itu darah ayah 6 anak ini pun mendidih dan langsung mencabut pisau belati yang dibawanya kemudian menikam perut Redianti.(lik/smg)

Batik Hiasi Hari Malaysia

MEDAN- Memperingati Hari Kebangsaan Malaysia ke-54 dan Hari Malaysia ke-48, Konsulat Jeneral Malaysia di Medan menggelar perayaan sekaligus halal bi halal di Grand Ballroom Hotel Aryaduta Medan, Jumat (16/9) malam. Acara ini dihadiri Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Muspida Sumut dan berbagai konsulat negara yang ada di Medan.

Ada yang unik dalam acara kali ini. Hampir semua undangan yang hadir menggenakan batik. Mulai dari Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga hingga wartawan yang meliput pun mengenakan batik.
Dalam sambutannya, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho menyatakan, sejarah antara Sumut terutama Kota Medan dengan Malaysia sudah terjalin sejak zaman dahulu. Karena itu, melalui kesempatan halal bi halal dan merayakan Hari Malaysia ini, diharapkan dengan mengingat sejarah tersebut dapat mempertegas dan merajut kembali hubungan dengan erat.

Sementara itu, Konsul Jeneral Malaysia di Medan Norlin Othman mengatakan, dengan memperingati Hari Kebangsaan Malaysia yang disertai dengan halal bi halal ini memohon maaf bila mempunyai kesalahan dan berharap kedepannya, hubungan antara kedua negara dapat berjalan dengan baik dan saling mendukung.(mag-9)

Medan-Jakarta Rp1,7 Juta

Usai Libur Lebaran, Harga Tiket Masih Mahal

MEDAN- Libur Lebaran telah usai, namun harga tiket masih mahal. Di sejumlah counter yang ada di Bandara Polonia, harga tiket tujuan Medan-Jakarta berkisar Rp1,7 juta. Bahkan di tangan calo, harga tiket bisa mencapai Rp1,8 juta
“Harga tiket terendah itu Rp1.703.000. Itu sudah harga tiket yang termurah dari Lion Air,” kata pria petugas penjualan tiket di counter Lion Air yang enggan menyebutkan namanya.

Hal senada juga dikatakan wanita di counter Maskapai Garuda Indonesia Airlines. “Harga tiket penerbangan Kelas Ekonomi yang terendah Rp706.000 dan tertinggi Rp4 jutaan,” ujar wanita tersebut.
Sementara RN, calo yang meminta namanya diinisialkan, mengaku menjual tiket Medan-Jakarta Rp1,8 juta. Dari hasil penjualan tersebut, dia mengambil keuntungan berkisar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per tiket. “Calon penumpang meminta tiket, lalu saya carikan dan mereka membelinya. Keuntungan yang saya peroleh hanya Rp100 ribu hingga Rp200 ribu saja,” terangnya.

Sementara itu, menyikapi masih banyaknya calo berkeliaran di Bandara Polonia, Kepala Divisi Pelayanan Angkasa Pura II Bandara Udara Polonia Medan Yohanes mengatakan, pihaknya sudah melakukan penertiban terhadap calo-calo yang ada. “Semua sudah kita tertibkan. Kalau Anda punya foto dan namanya, tolong berikan kepada saya biar kami lakukan penindakan. Petugas sudah kita siagakan selalu di setiap counter maskapai penerbangan yang ada,” ujar Yohanes.

Sementara Direktur Umum Lion Air, Edward mengatakan, jika penumpang membeli tiket kepada calo, maka tiket tersebut bukan atas nama si calon penumpang tersebut, melainkan nama orang lain. Sedangkan mengenai harga tiket yang masih mahal, yakni Rp1,7 juta, menurut Edward hal tersebut masih di batas atas. “Jadi, kita tidak menjual tiket melebihi batas atas yang telah ditentukan,” pungkasnya.(jon)

Gadis Idiot Diperkosa di Sekolah

TEBING TINGGI- Seorang gadis keterbelakangan mental, sebut saja namanya Mawar (19), warga Jalan Bahbolon, Tebing Tinggi, diperkosa lelaki tak dikenal di gedung sekolah, Jalan Rumah Sakit Umum, Tebing Tinggi, Sabtu (17/9).

Menurut ibunya, LS (47), persitiwa pemerkosaan terhadap putrinya itu terungkap ketika dia melakukan pencarian terhadap Mawar yang hilang dari rumahnya. Setelah lelah mencari, LS bertemu dengan Tina, teman Mawar. Menurut Tina, dia melihat Mawar dibonceng seorang lelaki dengan sepeda motor pada Jumat (16/9) malam sekira pukul 21.00 WIB.

“Mendapat kabar itu, kami langsung melakukan pencarian. Anak saya itu sedikit kurang sehat dan tidak membawa handphone, jadi malam itu kami susah mencarinya,” kata LS.

Lantas, pada Sabtu (17/9) dini hari pukul 03.00 WIB, mereka baru menemukan Mawar di pinggir jalan dengan kondisi menangis. Keluarga langsung membawanya pulang dan menanyakan apa yang telah dialaminya.

Menurut Mawar, dia diajak seorang pria ke dalam sekolah dekat Rumah Sakit Umum. Di sana dia diperkosa lelaki itu.
Tidak terima anaknya diperkosa, LS langsung melaporkan kejadian itu ke Polresta Tebing Tinggi. “Kami tidak rela pelaku itu pergi begitu saja, Pak Polisi cepat tangkap dia,” pinta LS kembali. (mag-3)

Pencuri Rp2,5 Miliar Belum Ditangkap

MEDAN- Muhammad Nasir SH (42), warga Jalan Sejati, Kelurahan Sidorame Barat I, Medan Perjuangan, meminta polisi segera mengkap pelaku pencurian di kantornya Jalan Kapten Patimura Medan. Atas kejadian pencurian tersebut, Nasir mengalami kerugian Rp2,5 miliar.

“Polisi harus segera menangkap para pelaku, karena barang-barang serta dokumen saya hilang semua. Padahal, domkuen itu sangat penting,” kata Nasir, Sabtu (17/9).

Menurutnya, dokumen yang hilang tersebut jika diuangkan mencapai Rp2,5 miliar. “Dokumen itu sangat penting, karena berkas-berkas asli dalam perkara tanah, yang jumlah totalnya sampai Rp2,5 milar. Jadi, kami sangat berharap polisi segera menagkap pelakunya,” pintanya. Dijelaskannya, pencurian tersebut terjadi Selasa (16/7) lalu. Lantas pada 29 Juli 2011, dia membuat laporan ke Polresta Medan.(mag-7)

Josua dan Yosie Temui Penggemar di Medan

Meet and Greet Tendangan Dari Langit

MEDAN- Film Tendangan dari Langit secara resmi diputar di seluruh bioskop di Indonesia pada 25 Agustus lalu. Antusias penonton terhadap film ini sangat luar biasa. Karenanya, PT Telkom Indonesia memfasilitasi pelanggannya di Medan mengikuti meet and greet dengan pemain-pemain film tersebut di Bakoel Ubud Sun Plaza Lantai 3, Sabtu (17/8).

Sekitar 10 pelanggan Telkom yang terpilih untuk mengikuti meet dan greet ini, Mereka merupakan para remaja yang terpilih berdasarkan hasil pengundian yang dilakukan secara internal. Ke sepuluh remaja tersebut merupakan pelanggan dari layanan Telkom Speedy Flash.

“PT Telkom sebagai satu-satunya perusahaan telekomunikasi yang 100 persen milik Indonesia, kita akan selalu mendukung hasil kreaktivitas anak negeri, salah satunya dengan mendukung film ini,” ujar Manager Marketing Regional 1 Sumatera PT Telkom Indonesia, Ma’rufin.

Dalam acara ini, pemeran utama Yosie Kristanto yang berperan sebagai Wahyu hadir bersama Joshua Suherman yang berperan sebagai Purnomo. Yosie mengatakan, perannya dalam film ini sangat cocok dengan kesehariannya yang lebih kalem dan sedikit pendiam.

Sementara Joshua, dalam film ini berperan sebagai Purnomo yang merupakan pemuda labil. Dia sok romantis dan puitis dengan berbagai puisi yang sering diucapkannya.
“Peran saya di film ini, kata Mas Hanung (sang sutradara, Red), dok suka puisi dan sok romantis, pokoknya banyak soknya lah,” ujarnya.(mag-9)

Tim Penghitung Kerugian Negara Dibentuk

Salah Prosedur Pencairan Pinjaman Rp129 M

MEDAN- Untuk mengungkap kasus dugaan salah prosedur pencairan pinjaman Rp129 miliar di BNI 46 Cabang Pemuda Medan, Kejatisu melakukan gelar kasus, Jumat (16/9) hingga Sabtu (17/9) dini hari. Gelar kasus ini dilakukan untuk membentuk tim penghitung kerugian negara, yang disebabkan kredit tanpa SOP yang dikeluarkan BNI 46 Cabang Pemuda Medan.

Hal ini diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penyidikan Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejatisu Jufri Nasution SH MH kepada wartawan, Jumat (16/9). Jufri mengatakan, tim yang dibentuk ini nantinya bertugas, melakukan penghitungan atas kerugian negara yang selanjutkan akan dilaporkan pada Kejagung RI.

“Saat ini tim yang dibentuk terdiri dari Pidsus dan beberapa pejabat yang terkait dalam penyidikan kasus ini di Kejatisu. Sejauh ini kita belum bisa menyimpulkan hasil penghitungan berapa kerugian negera dari kredit tanpa SOP ini,” tegas Jufri.

Lebih lanjut dikatakan Jufri, penghitungan akan dilakukan timnya, dengan mengumpulkan beberapa keterangan dan admintrasi yang diperoleh Kejatisu, baik dari keterangan atau secara admintrasi.
“Penghitungan baru akan dimulai dalam beberapa hari ke depan. Hasil dari penghitungan kerugian negera ini nanti akan diketahui dalam beberapa pekan, mengingat kita akan memakai SDM, baik dari pihak Kejatisu berkoordianasi dengan instansi terkait,” beber Jufri.

Kasi Pidsus ini juga berjanji akan mengekspos hasil penghitungan kerugian tersebut. Penghitungan kerugian negera ini juga hasilnya nantinya akan di jadikan bukti untuk dimasukan dalam BAP.
“Hasil penghitungan nantinya akan kita masukan dalam BAP. Hasil penghitungan kerugian negara ini akan menjadi bukti kuat soal adanya indikasi penyaluran kredit yang tidak benar, yang mengakibatkan negera dirugikan dalam hal ini,” tegas Jufri menutup.(rud)