Home Blog Page 14821

Kejagung tak Tahan Tersangka e-KTP

JAKARTA- Selain terancam tak rampung tahun depan, proyek pengadaan sistem identitas berbasis elektronik juga bermasalah dalam kasus hukum. Kendati sudah menetapkan empat tersangka, Kejaksaan Agung (Kejagung) tidak menahan mereka. Alasannya, mereka masih ingin menguatkan unsur korupsi dalam kasus tersebut.
“Alat bukti awal sudah ditemukan. Tapi itu masih belum cukup. Kami masih mencari unsur kerugian negara untuk meyakinkan bahwa indikasi korupsi memang kuat di proyek ini,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Andhi Nirwanto kemarin.

Kejagung memang terkesan lamban dalam menyelesaikan kasus itu. Padahal, sudah empat orang ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun lalu. Mereka adalah Dirjen Kependudukan Irman, Ketua Panitia Pengadaan Barang Paket P11 Dwi Setyantono, Direktur PT Karsa Wira Utama Suhardjijo, dan Direktur Utama PT Inzaya Raya Indra Wijaya.

Andhi mengakui bahwa kasus tersebut memakan waktu cukup lama. Namun, dia berkilah bahwa lamanya waktu penyidikan itu karena pihaknya masih kesulitan mencari unsur-unsur korupsi. “Unsur-unsurnya kan banyak. Misalnya, melawan hukum, menguntungkan diri sendiri atau orang lain, dan kerugian negara. Untuk mencari alat bukti ini kan butuh waktu,” katanya.

Mantan Sesjampidsus itu menambahkan, penyidikan difokuskan pada proyek percontohan yang ada di lima daerah. Yakni, Cirebon, Padang, Bali, Makassar, dan Jogjakarta. “Bukan di tempat-tempat lain, hanya di proyek-proyek percontohan,” tegasnya.

Di tempat terpisah, salah seorang tersangka, Irman, tetap bersikukuh akan melanjutkan proyek tersebut kendati dirinya menjadi tersangka. Pihaknya tetap berupaya semaksimal mungkin untuk merampungkan proyek tersebut sesuai target. “Itu sudah kewajiban kami. Tapi dengan adanya ini (kasus), ya silahkan dinilai sendiri. Yang penting, kita sudah berupaya dengan baik dan bekerja secara maksimal,” katanya dalam diskusi di Jakarta kemarin.

Seperti diketahui, Kejagung mengusut pengadaan alat-alat untuk mendukung program KTP elektronik. Di antaranya pengadaan perangkat lunak dan keras, sistem teknologi informasi, chip, dan blangko KTP. Proyek tersebut sudah dirintis sejak 2009 lalu dengan menggelarnya di daerah-daerah percontohan dengan anggaran Rp 15 miliar.
Konsorsium PT Karsa Wisesa Utama dan PT Inzaya Raya sebagai dinyatakan sebagai pemenang lelang. Dalam pelaksanaannya, terjadi perbedaan antara barang yang tercantum dalam dokumen penawaran dengan barang yang direalisasikan.(aga/ken/jpnn)

Jerigen Meledak, Tubuh Ibu Rumah Tangga Terbakar

BANDA ALAM- Peristiwa naas dialami Nuraini (26) warga Desa Blang Rambong Kecamatan Banda Alam Aceh Timur, Jumat (16/9) sekira pukul 21:00 WIB. Saat mengisikan minyak ke lampu teplok, tiba-tiba jerigen minyak tanah yang diduga dicampur minyak bensin tersebut meledak.

Akibat kondisi ini tubuh Nuraini terbakar dan kini dirawat di Rumah Sakit Umum Graha Bunda Idi Rayeuk.
Informasi yang diperoleh Metro Aceh (grup Sumut Pos), kejadian yang menimpa Nuraini itu terjadi, saat dirinya  sedang mengisi minyak tanah kedalam lampu teplok.

Mengisi minah ke lampu teplok sedang hidup biasa dilakukan istri saya, namun sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini, namun malam itu api lampu teplok yang masih hidup langsung menyambar jerigen isi 3 liter tersebut.
“Kita perkirakan minah tersebut bercampur bensin sehingga menyambar begitu cepat dan meledakkan jerigen di tangan isteri saya,” ujar Hasbi Abdullah (30) suami korban saat ditemui di RS Graha Bunda. Dikatakannya saat kejadian dirinya berada di kios yang hanya berjarak 25 meter dari rumahnya.

“Saat kejadian itu saya sempat mendengar suara ledekan jerigen,  begitu saya lihat suara tersebut berasal dari rumah saya, dengan cepat saya dan warga langsung lari dan memberi bantuan terhadap istri saya dan anak saya yang sedang tidur, dalam kobaran api yang telah membakar ruangan rumah, saya bergegas cepat  menolong dua anak saya yang masih tidur di kamar,” sebut Hasbi Abdullah.(yas/jpnn)

2 Unit Rumah Terbakar

MEDAN- Dua unit rumah milik A Hanampun (70), warga Jalan Murni, Setia Budi, Tanjung  Rejo, Medan Sunggal, dilalap sijago merah, Sabtu (17/9) malam. Dugaan sementara kebakaran diduga dari asap rokok yang menyambar tabung gas.
Pantauan wartawan di lokasi kejadian, Jalan Murni, Sunggal, terlihat warga beramai-ramai mendatangi lokasi kebakaran dua unit rumah milik A Hanampun. Pengakuan anak pemilik rumah, P Hanampun (38), dia tidak mengetahui persis penyebab kebakaran karena saat kebakaran terjadi sedang tidak berada di rumah.

“Saat terjadi kebakaran saya sedang menghadiri pesta dan saya mendapat kabar rumah orang tua saya terbakar. Lalu saya pun pulang dan langsung ikut memadamkan api bersama dengan warga. Tidak ada korban jiwa tapi tangan saya tadi sempat terkena api sedikit saat memadamkan api,” katanya didepan rumah milik ayahnya itu.

Lebih lanjut ditambahkannya, semua penghuni rumah berhasil keluar dan yang terbakar hanya isi rumah saja. “Yang terbakar itu satu unit betor Yamaha Scorpio, dan isi rumah lainnya. Kalau kerugian, saya belum bisa perkirakan,” terangnya.

Muhalim (56), Kepala Lingkungan XII, Tajung  Rejo mengaku, sementara kebakaran diduga dari puntungan rokok yang langsung menyambar tabung gas. “Dugaan sementara kebakaran karena puntungan rokok yang menyambar tabung gas karena rumah ini juga dijadikan gudang tabung gas kecil-kecilan. Kebakaran terjadi sekitar pukul 20.15 WIB tadi,” terangnya.

Ditambahkan Kepling XII itu, pemadam kebakaran yang tiba dilokasi sekitar 45 menit. “Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam dan pemadam yang turun sebanyak 5 unit mobil pemadam,” ujarnya.

Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Budi Hendrawan mengatakan, kebakaran masih dalam penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan dan anggota sudah memintai keterangan dari sejumlah saksi. Saksi-saksi saat ini masih kita mintai keterangan. Saya belum tahu pasti penyebab kebakaran karena saya sedang memimpin apel siaga di Citra Garden untuk razia malam ini hingga dini hari nanti terhadap geng motor,” ungkapnya.(jon/omi)

Kadhafi Lengser, Muslim Sierra Leone Batal Naik Haji

TRIPOLI- Ratusan warga Muslim Sierra Leone harus menghapus mimpi mereka untuk melakukan ibadah haji tahun ini, akibat kehilangan sponsor dari negeri seperti Libya. Ini disebabkan karena terjadi kekisruhan politik di Libya.
Menurut Syekh Minkalu Adams dari Liga Persekutuan Muslim (AML), negara seperti Libya, Mesir dan Suriah dilanda revolusi Arab di wilayah mereka masing-masing. Mereka umumnya menyediakan biaya gratis untuk umat Muslim dari negara miskin untuk melakukan ibadah haji.

“Mereka (umat) khawatir karena tidak memiliki biaya (untuk haji) dan mengharapkan tiket gratis dari ketiga negara ini Libya, Mesir dan Suriah,” ucap Syekh Adams seperti dikutip AFP, Sabtu (17/9).
Menurutnya, sekira 300 umat Muslim yang sekarang sudah terdaftar untuk diberikan fasilitas haji gratis kini terancam batal naik haji.

“Negara-negara itu sudah disibukan dengan masalah politik yang terjadi di negara mereka. Dikabarkan, mereka tidak akan memperpanjang bantuan tersebut,” ungkap seorang warga yang kebetulan mendapat tiket haji gratis tahun lalu.
Selama bertahun-tahun Libya menjadi donor bagi umat Muslim yang ingin menjalani ibadah haji tetapi tidak memiliki biaya. Pada 2010 lalu, Libya memberangkatkan sekira 350 warga Sierra Leone yang diterbangkan melalui Libya.(net/jpnn)

Korban Tewas Banjir Nepal Tujuh Orang

NEPAL- Hingga Sabtu (17/9), korban tewas banjir di kawasan barat Nepal menjadi tujuh orang. Dari jumlah itu, seturut warta AFP,  ada dua orang anak-anak.

Banjir membuat tanah di desa terpencil di kawasan tersebut longsor. Alhasil, sembilan rumah pun tertimbun tanah.
Sementara, hujan masih terus turun di situ. Makanya, penduduk khawatir terjadinya longsor susulan.

“Kami telah menemukan tujuh mayat selama proses pencarian,” kata Inspektur Polisi Bibek Kumar Sha, petugas kepolisian yang menangani pencarian bantuan korban.

Di samping korban tewas, ada 17 warga yang terluka gara-gara tanah longsor tersebut. Toko-toko dan permukiman di kawasan itu juga mengalami kerusakan.

Di Nepal, musim hujan pada Juni sampai dengan September biasanya menimbulkan banjir dan tanah longsor. Ratusan orang tewas setiap tahun.(net/jpnn)

Ketua Banggar: Silakan Tunjuk Nama

Transaksi Mencurigakan

JAKARTA- Ketua Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Melchias Marcus Mekeng meminta agar nama anggota Banggar yang memiliki rekening dengan transaksi mencurigakan segera ditunjuk.
“Tinggal tunjuk saja siapa yang dimaksud,” katanya saat ditanya soal temuan 21 transaksi tidak wajar dalam rekening salah seorang anggota Banggar, Sabtu (17/9).

Menurut Mekeng, temuan transaksi tidak wajar pada rekening anggota Banggar itu cukup untuk menampik tudingan bahwa pimpinan Banggar terlibat praktik mafia anggaran. “Paling tidak itu menegasikan bahwa ada yang bilang pimpinan Banggar macam-macam,” ujarnya.

Hal itu membuktikan yang melakukan pelanggaran atau penyelewengan adalah oknum Banggar, bukan Banggar secara keseluruhan dan Banggar sebagai lembaga. Oleh karena itu, ia meminta PPATK untuk menyerahkan data ke penegak hukum, untuk ditindaklanjuti.(net/jpnn)

Menpora Tepis Motif Mekanisme PL

BOGOR- Adanya selentingan bahwa munculnya Keppres dan Perpres adalah sebuah kesengajaan pemerintah ditepis oleh Menpora Andi Mallarangeng. Dia menegaskan bahwa Mekanisme penunjukkan langsung yang akan dijalankan dalam pengadaan barang dan jasa untuk SEA Games XXVI dan ASEAN Para Games VI tahun 2011 tidak ada motif tertentu.
Selentingan tersebut berupa anggapan dari beberapa pihak bahwa pihak pemerintah sengaja memeprlembat masalah pencairan hingga mendekati pelaksanaan SEA Games pada November. Dengan alasan waktu yang mepet tersebut, akhirnya bisa dipaksakan adanya aturan penunjukan langsung.

Dengan aturan tersebut, maka ada garansi keamanan untuk meloloskan pihak yang yang dekat dengan pemerintah untuk memenangi pengadaan barang dan jasa yang ditentukan. Andi membantah dan menegaskan itu murni untuk kepetingan SEA Games.

“Itu tidak benar, Karena memang ada kebutuhan mendesak yang dimintakan oleh Inasoc (Indonesia SEA Games Organizing Committee, Red),” kata Andi di sela Lomba Cipta Seni Pelajar Tingkat Nasional 2011 di Istana Bogor, kemarin (17/9). Dia menolak anggapan ada keterlambatan sehingga dilakukan mekanisme penunjukkan langsung tersebut. “Jadi kami kan juga sudah mengusahakannya,” katanya.(fal/aam/kuh/jpp)

Mayweather Jr Janjikan KO

LAS VEGAS – Beban berat disandang Floyd Mayweather Jr setelah 16 bulan tanpa naik ring. Petinju berusia 34 tahun tersebut menantang juara dunia kelas welter versi WBC, Victor Ortiz, Minggu (18/9) WIB, di MGM Grand, Las Vegas.
Duel sesama petinju Amerika Serikat (AS) itu kemungkinan akan menjadi pertarungan terakhir Mayweather sebelum dipertemukan dengan Manny “Pacman” Pacquiao. Sementara, Pacman juga harus menundukkan petinju Meksiko Juan Manuel Marquez dalam pertarungan yang dihelat November.
“Saya yakin dengan kemampuan dan bakat saya. Pertarungan ini tak akan berlangsung hingga ronde terakhir,” ujar Mayweather.

Petinju yang belum terkalahkan dalam 41 kali naik ring itu sudah tak bertarung sejak mengalahkan Shane Mosley, Mei 2010. Saat itu, dia hanya mampu menang angka. Meski demikian, kali ini dia berani sesumbar untuk menang KO (knockout) atas sang juara bertahan yang baru berusia 24 tahun atau sepuluh tahun lebih muda darinya.
“Saya berani menantang mereka semua, tak akan mundur, tetap fokus dan selalu berada pada kondisi terbaik saya,” lanjut Mayweather.

Menghadapi juara bertahan, Mayweather Jr sudah melakukan latihan sejak tiga bulan terakhir. Dia mengincar kemenangan meyakinkan atas Ortiz untuk membuktikan omong besarnya. “Dia memang lebih muda dariku sepuluh tahun, tapi bukan jaminan dia akan lebih kuat dariku. Saya sudah menyiapkan beberapa pukulan untuknya. Tak ada toleransi, karena saya melihat Ortiz tak pantas memiliki gelar,” kata Mayweather Jr. (net/jpnn)

Amerika: Indonesia Gagal Lindungi Kebebasan Beragama

Departemen Luar Negeri Amerika kembali melaporkan kepada kongres Amerika daftar negara-negara yang gagal dalam melindungi kebebasan beragama atau bahkan negera turut andil dalam pembatasan kebebasan beragama.  Berdasarkan daftar tersebut, Indonesia termasuk salah satu yang terburuk dengan catatan 50 serangan terhadap kelompok Ahmadiyah dan 75 serangan terhadap umat Kristen selama tahun 2010. Beberapa negara yang berada di posisi teratas dalam daftar ini diantaranya adalah China, Afganistan, Vietnam, Laos, Myanmar dan Pakistan. Menteri Luar Negeri Amerika, Hillary Clinton menyatakan bahwa Amerika Serikat pada hari-hari ini memang sangat peduli dengan kebebasan beragama. Tanpa toleransi dan kebebasan, sebuah negara tidak dapat damai, aman dan stabil.

“Ini adalah keyakinan kami bahwa toleransi agama adalah salah satu dari elemen penting tidak hanya demokrasi yang berkelanjutan, tetapi juga komunitas yang damai yang menghormati hak dan martabat setiap individu,” demikian ungkap Clinton sebagaimana dikutip Christianpost.com.

Laporan tentang kondisi kebebasan beragama di berbagai negara ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap penganiayaan atas nama agama yang terjadi di berbagai penjuru dunia. Mencermati tentang kondisi ini, Amerika sendiri belum bisa dikatakan bebas dari diskriminasi dan memiliki toleransi yang tinggi, hal ini terbukti dengan kondisi islamfobia yang dialami masyarakat Amerika setelah peristiwa serangan 11 September 2011. (cp/jc)

Klub yang Dualisme Dilaporkan ke AFC

SURABAYA – Nasib Persebaya kian di ujung tanduk. Jika tak juga berhasil merampungkan konflik internal, bisa jadi klub berjuluk Green Force itu benar-benar tak bisa mengikuti kompetisi PSSI lagi. Ini karena PSSI memberikan batas waktu kepada klub-klub yang berkonflik untuk menyelesaikannya hingga besok (5/9).

Maklum, persoalan itu tak lagi menjadi masalah bagi Persebaya. Sebab, PSSI akan membawa kasus itu ke AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) besok. “Kami akan berkonsultasi kepada AFC tentang klub-klub yang mengalami dualisme, termasuk Persebaya,” kata Sihar Sitorus, ketua komite kompetisi PSSI, yang dihubungi Jawa Pos (Grup Sumut Pos).  Selain Persebaya, klub yang masih menyisakan problem serupa adalah Arema dan Persija.
Ancaman absen dari kompetisi itu tak ditutupi Sihar. “Nama besar klub bukan jaminan. Kalau klub tersebut memang bermasalah, tugas mereka untuk menuntaskan lebih dahulu,” kata dia.

Sejak awal PSSI sudah berpesan kepada dua kubu itu untuk duduk satu meja merampungkan konflik yang berkembang. Nyatanya mediasi tak juga dilakukan sampai saat ini. Usaha Ketua Pengprov PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti untuk mempertemukan dua pihak yang berseteru di Hotel Singgasana pada 28 Agustus lalu juga gagal. Maklum undangan tak sampai kepada kedua pihak. Waktu itu pertemuan hanya diikuti oleh beberapa klub dan bukannya dua pucuk pimpinan Persebaya. Wishnu Wardhana, ketua umum Persebaya divisi utama datang sebagai wakil sakti, sedangkan Cholid Goromah yang memimpin Pengkot PSSI Surabaya di pihak lain mengaku tak menerima undangan.

Usai musyawarah anggota luar biasa (musanglub) Persebaya pada 10 Agustus lalu, konflik Persebaya mulai merebak. Musanglub tersebut melengserkan Wishnu sebagai ketua umum dan mendudukkan Cholid sebagai pengganti. Sebanyak 29 klub dari 30 anggotanya menyatakan kesepakatan. Musanglub itu sekaligus mengakui PT persebaya sebagai badan legal Persebaya pada kompetisi PSSI.  (vem/ko/jpnn)