Home Blog Page 14882

Usai Menang, Nadal Ambruk

Andy Murray Menyimpan Dendam

NEW YORK – Sang jawara bertahan Amerika Serikat (AS) Terbuka, Rafael Nadal, sempat membuat shock para awak media dan para hadirin yang datang pada sesi konferensi pers, Minggu malam kemarin. Nadal sempat tumbang akibat kram kaki. Sontak, para kru medis segera memberi bantuan.

Tetapi, setelah 15 menit ditolong tim medis, Nadal kembali bangkit dan menenangkan segenap hadirin, termasuk pers bahwa hal itu hanya cedera kecil. Nadal sempat mengalami cedera itu saat dirinya menumbangkan perlawanan David Nalbandian, di babak ketiga AS Terbuka.

“Cedera ini hanya sekedar kram di kaki kanan, depan dan bagian belakan kaki saya. Sakit memang, tapi takkan apa-apa,” ungkap Nadal, seperti dikutip Sbs.com.au, Senin (5/9).

Tapi, dia bersikeras, bahwa hal ini takkan mempengaruhinya dalam menjalani babak keempat, Selasa esok di mana Nadal sudah ditunggu lawan selanjutnya asal Luksemburg, Gilles Muller, yang mengandaskan petenis Rusia, Igor Kunitsyn 6-1, 6-4 dan 6-4 di babak ketiga AS Terbuka.

“Saya akan mulai latihan normal hari Senin. Cedera ini sekadar kram biasa yang dapat terjadi di manapun, tapi saya hanya sedang sial, hal itu terjadi di ruang pers. Jika terjadi di tempat lain, tentu takkan ada yang tahu,” lanjut petenis ranking 2 itu seraya tersenyum.

Kemenangan juga diraih Andy Murray dengan mengalahkan petenis Spanyol, Faliciano Lopez 6-1 6-4 6-2 pada putaran ketiga AS Terbuka. Selanjutnya Murray bertemu dengan Donald Young yang pernah mengalahkannya di putaran kedua Indian Wells baru baru ini. Sekarang petenis Inggris Raya itu ingin menuntaskan dendamnya. “Ya, ya, saya akan melakukannya,” jawab Murray ketika ditanya soal misi balas dendam, disitat Yahoosports.

“Saya mungkin berada dalam tempat yang buruk ketika di Indian Wells. Itu kompetisi yang berat bagi saya,” Murray menambahkan.

Kendati demikian, Murray mengaku misi utamanya saat menghadapi Young lebih dari sekadar balas dendam. Murray ingin terus melaju dan melupakan kekalahan di Indian Wells.
“Ini bukan hanya balas dendam melawan Young. Saya pernah dalam situasi itu (kalah-red) dan meyakinkan diri saya mampu melupakan itu,” tutupnya. (net/jpnn)

Polisi Pembunuh Wahyuni Dipecat

MEDAN- Dalam pekan ini, lima personel kepolisian di jajaran Polresta Medan bakal di berhentikan dengan tidak hormat (PDTH) alias dipecat. Satu diantaranya Brigadir Erwin Panjaitan, pelaku perampok disertai pembunuh terhadap Sri Wahyuni Simangunsong pegawai Bank BRI Syariah di Jalan S Parman.

Hal ini yang diungkap Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, Senin (5/9). Menurut Tagam, berkas acara perkara (BAP) pembunuhan Sri Wahyuni Simangunsong sudah lengkap tinggal dilimpah ke Jaksaan negeri Medan untuk diproses selanjutnya. “Berkas acara perkara sudah lengkap kita akan serahkan kejari Medan. Dalam minggu ini, tersangka Erwin juga akan menjalani sidang PDTH bersama 4 anggota kita di Polresta Medan yang dipimpin langsung PDTH oleh Wakapolresta Medan AKBP Pranyoto. Sebelumnya, Erwin Panjaitan beserta 4 anggota yang lain juga sudah kita ajukan PDTH ke Kapolda,” ungkap Tagam.

Saat ditanya mengenai rekontruksi yang sampai ini belum dilakukan terkait kasus pembunuhan terhadap Sri Wahyuni Simangunsong, Tagam menjelaskan, rekontruksi dilakukan apabila pihak Kejaksaan Negeri Medan meminta hal tersebut. Namun hingga saat ini pihak Kejari belum meminta dilakukan rekontruksi.

Sebelumnya, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga mengakui, Erwin Panjaitan bersama istrinya Ria Hutabarat dan rekannya Eva Lestari Surbakti alias Eva dan Suherman alias Embot, sudah melakukan hal yang sama sampai dua kali, terkait  perampokkan dan disertai penganiayaan Gubernur Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sumatera Utara, Rizaldi Mavi.

Selain itu, pada 2007, Brigadir Erwin Panjaitan juga pernah melakukan razia pada pasangan meseum di sejumlah tempat di Kota Medan seperti tempat meseum dan hotel kelas melati dengan meminta uang kepada pasangan tersebut. Jika tidak diberikan, akan ditangkap dan dilaporkan ke keluarganya masing.

Selanjutnya pada 2009, Erwin yang pernah bertugas di Polsek Kutalimbaru juga melakukan penjambretan handpone di wilayah hukum Medan Area, Erwin divonis kurungan penjara selama tiga bulan penjara, di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta Medan.

Erwin juga pernah dipanggil Propam Polresta Medan untuk dilakukan pembinaan anggota polisi namun tidak dijalaninya terakhir pihak Polresta Medan mendisersi Erwin Panjaitan. (mag-7)

Gurning Pasrah

Tarik Ulur CEO PSMS

MEDAN-Lambatnya proses penentuan Chief Executive Officer (CEO) PSMS, pasca menggunakan aspek legal klub Bintang Medan, mempengaruhi banyak hal. Pasalnya, banyak nama CEO yang berseliweran. Sebut saja, Wahyu Wahab (manajer Pro Duta FC), Dityo Pramono (CEO Bintang Medan), Benny Tomasoa (mantan asisten manajer PSMS), dan Herman Bangun.

Dari nama-nama ini, Wahyu Wahab disebut bakal berpeluang.

Wahyu diketahui menjadi calon dari konsorsium yang masuk mendanai dan memiliki saham terbesar PSMS saat ini.  Nama mantan Ketua Panpel PSMS ini masuk diduga atas andil Ketua Exco, Sihar Sitorus, yang keduanya memiliki kedekatan saat menangani Pro Duta (dulu Pro Titan). Sedangkan Dityo Pramono yang juga ada kaitannya dengan konsorsium disebut bakal ditarik ke badan liga PSSI.

Sayangnya, mencuatnya nama Wahyu Wahab bakal merusak tatanan ofisial yang sedang disusun oleh pengurus, yang berani menentuan pelatih dan bakal pemain, sementara CEO belum ditunjuk. Sekum pengurus PSMS, yang juga plt ketua umum PSMS, Idris, telah menunjuk Abdurahman Gurning sebagai bakal pelatih PSMS, dan beberapa nama pemain yang diburu oleh pengurus.

Jika Wahyu Wahab terpilih sebagai CEO, maka semua yang sudah dirunut bakal runyam. Ini terkuak, saat wartawan mewawancarai Wahyu Wahab. Dia mengklaim, jika nanti menjadi CEO, dia akan menentukan susunan ofisial sendiri, di mana pelatihnya adalah Dirk Buitelaar (mantan pelatih Pro Titan). Wahyu mengklaim, bukan tidak menyukai Gurning, namun dia butuh pelatih yang bisa membina, bukan melatih skuad yang siap jadi. “Saya perwakilan konsorsium, jika nanti saya yang terpilih, ya saya akan milih head coach sekaligus pelatih jadi manajer. Dan, saya akan memilih Dirk Buitelaar, ya Gurning kan dealnya dengan orang lain bukan dengan saya,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, dia juga akan membawa pemain yang sempat deal dengannya, seperti Faisal Azmi. Pemain ini dibuang dari skuad yang dipertahankan oleh Idris, namun sempat deal bersama Wahyu untuk memperkuat Pro Duta. “Ya, kalau saya jadi di PSMS, Faisal akan saya ajak lagi. Kan kemarin deal-nya dengan saya, karena saya tidak di Pro Duta lagi, jadi dia saya bawa ke PSMS. Itu pun kalau saya jadi di PSMS, kalau enggak ya saya masih di Pro Duta,” timpalnya.

Saat ini, kata Wahyu, PSMS memang dikendalikan konsorsium dan saham PSMS milik konsorsium hampir 85 sampai 90 persen. “Jadi konsorsium punya hak lebih banyak soal CEO ini. PSMS berhak mengurangi saham konsorsium jika mereka berhasil menggaet pengusaha sendiri,” tukasnya.

Wahyu sendiri mengaku, awalnya, agenda pemilihan CEO PSMS akan dilaksanakan selesai timnas Indonesia tanding lawan Iran di Pra Piala Dunia 2014.  Namun, ketika dihubungi kembali, Wahyu mengaku belum dapat kabar pastinya. “Penentuan CEO berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), katanya selesai laga timnas, mungkin tanggal 3 September. Tapi saat ini saya belum ada kabar,” tegasnya.

Sementara itu, bakal pelatih PSMS, Abudrrahman Gurning memilih pasrah dengan kondisi klub pemilik abadi Piala Bang Yos ini. Dia mengatakan siapa pun CEO PSMS ke depan, dia siap dengan risikonya, termasuk dia bukan sosok pelatih yang diinginkan CEO baru. “Saya optimis melatih di PSMS, itu secara pribadi. Namun, jika CEO terpilih, tidak memilih saya dan sudah punya kandidat sendiri, saya enggak bisa paksakan. Karena saya juga belum teken kontrak, ya saya sebenarnya belum punya klub juga,” ungkapnya.

Gurning sendiri, belakangan mulai paham soal pemilihan CEO dan mencoba memahami kondisi. “Saya ditawari secara lisan oleh Idris dan sebelumnya oleh Pak Dityo (Pramono). Jadi, kalau bukan mereka yang jadi CEO, saya standby saja jika nanti enggak jadi,” timpalnya.
Mantan arsitek PSPS Pekanbaru ini, memilih tenang, sebab dia jauh hari memang niat ingin kembali ke keluarganya di Medan. “Niat saya mau kembali ke PSMS, juga karena ingin dekat dengan keluarga, karena enam tahun melatih di luar Medan, jadi selalu meninggalkan keluarga. Jadi enggak akan ada rasa sakit hati saya kalau enggak jadi di PSMS. Meski saya juga ingin semua cepat selesai, agar saya juga tahu bagaimana ke depannya,” tukasnya.
Selain itu, Gurning mengaku, kondisi serupa pernah dialaminya pada 2008. Saat itu kondisinya nyaris sama, saat dia diminta secara lisan, sudah deal harga, namun gagal dikontrak. “Saat itu saya sudah deal harga dengan PKT Bontang, rupanya enggak jadi dikontrak. Ya saya cari klub lain, kemudian dapat di PSPS. Jadi nanti akan cari klub lain kalau enggak jadi, kalau enggak dapat, ya nganggur dulu satu musim. Intinya saya ingin dekat dengan keluarga dulu,” pungkasnya. (net/jpnn)

Hari Ini, PSSI Bertemu FIFA dan AFC

JAKARTA – PSSI sudah mengumumkan format baru kompetisi liga profesional musim depan. Untuk level 1 PSSI akan menerapkan format dua wilayah dengan total peserta 32 tim peserta. Sedangkan level 2 memakai format empat wilayah dengan total 48 tim peserta.

Berkali-kali PSSI menegaskan bahwa format itu sudah direstui oleh AFC. Meski itu tidak sesuai dengan kaidah-kaidah kompetisi profesional. Misalnya kompetisi profesional strata teratas harus satu wilayah dengan peserta maksimal 20 klub.

Tapi PSSI bisa jadi bakal menjilat ludahnya sendiri. Kepada media di kantor PSSI kemarin sore (4/9) Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan bahwa format kompetisi liga professional level 1 musim depan belulm tentu dua wilayah.
Hari ini (6/9), PSSI akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan AFC dan FIFA di kantor PSSI membicarakan kompetisi Liga Indonesia musim depan dan membahas perjanjian yang dibuat Komite Normalisasi (KN) dengan FIFA terkait kelanjutan nasib Liga Primer Indonesia (LPI) menjelang penutupan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Solo 9 Juli lalu.  “Kompetisi dua wilayah itu belum final. Kita masih menunggu lampu hijau dari AFC dan FIFA,” kata Djohar Arifin.
Apa yang dikatakan Ketua Umum ini mementahkan pernyataan ketua bidang kompetisi PSSI Sihar Sitorus yang sebelumnya menyatakan bahwa pembagian dua wilayah sudah atas restu AFC. “Putusan final apakah kompetisi musim depan satu atau dua wilayah akan kita lakukan dalam rapat pleno exco pada 12 atau 13 September mendatang,” sambung Djohar.

Mantan staf ahli Menpora ini mengungkapkan, PSSI tidak mau liga Indonesia tidak diakui AFC dan FIFA. “Karena itu kami akan bahas langsung persoalan itu dengan AFC dan FIFA pada Selasa pagi,” ungkap Djohar.
Perwakilan FIFA yang akan datang adalah Direktur Pengembangan dan Asosiasi Thiery Regennass serta Direktur Pengembangan FIFA untuk kawasan Asia Domeca Iribaldi, sedangkan AFC akan mengirimkan Sekjen AFC Alex Sosay serta Direktur Hukum AFC James Thomson.

Sementara itu, saat ini perwakilan PSSI dari bidang kompetisi Sihar Sitorus dan Tony Apriliani sedang ke markas AFC di Kuala Lumpur untuk membahas kompetisi musim depan dan melaporkan format kompetisi yang sudah disusun.
Keputusan PSSI yang membagi liga profesional level 1 sendiri mendapat kritikan bertubi-tubi dari berbagai pihak. Sebab banyak kejanggalan. Misalnya, banyak klub kasat mata tidak layak bertengger di kompetisi level tertinggi malah ditetapkan berkompetisi di level 1.

Klub seperti Persidafon Dafondoro yang musim lalu sudah berdarah-darah untuk promosi ke Indonesia Super League (ISL) hingga babak playoff malah terlempar ke kompetisi liga professional level 2. Sementara Bontang FC yang ditaklukkan Persidafon di babak playoff malah masuk ke level 1. (ali/ko/jpnn)

El Loco Merapat ke Persisam

SAMARINDA – Penyerang Christian ‘El Loco’ Gonzales dan pelatih Daniel Rukito, yang musim lalu bekerja di Persib Bandung, hampir dipastikan bergabung ke Persisam Putra Samarinda. Kontrak keduanya akan dilakukan dalam waktu dekat. “Gonzales dan Daniel, 99 persen bersedia ke Persisam. Tinggal kita lakukan kontrak,” kata Presiden Direktur PT Putra Samarinda Indonesia, Harbiansyah Hanafiah, kepada wartawan, Senin (5/9) sore WITA.

Harbiansyah mengatakan, manajemen masih menyesuaikan dengan jadwal El Loco yang saat ini masih berkonsentrasi memperkuat timnas Indonesia di ajang prakualifikasi Piala Dunia 2014 di Grup E. “Nanti setelah di timnas, dia (Christian Gonzales) teken kontrak dengan kita. Begitu juga dengan Daniel,” ujar Harbiansyah.

Sejauh ini, sambung Harbiansyah, rencana kontrak yang dilakukan dalam waktu sesegera mungkin kepada keduanya, tidak menemui hambatan. Tiga hingga enam bulan sebelum kontrak klub 2010/2011 berakhir, pemain berhak melakukan lobi maupun negosiasi dengan klub lain.

“Itu standar kontrak PSSI. Harus dimengerti oleh pemain dan klub,” imbuh Harbiansyah.
Selain El Loco dan Daniel, pemain lainnya yang bakal dikontrak Persisam adalah mantan stopper Semen Padang asal Korea Selatan, Park Chul Hyung.

“Park juga sudah bersedia gabung ke kita di kompetisi tahun ini,” sebut Harbiansyah.
Dijelaskan Harbiansyah, 18 pemain dan 7 pemain Persisam U21 akan memperkuat Persisam di kompetisi musim 2011/2012 mendatang. Tujuh pemain di musim lalu yang masuk dalam 18 pemain tersebut adalah Fandi Mochtar, Djayusman Triasdi, Agung Prasetyo, Akbar Rasyid, Achmad Sembiring, Isdiantoro, Irsyad Aras serta Fajar Legian dan juga Ronal Fagundez.

“Muhammad Roby ke Arema. Tidak ada masalah,” tegas Harbiansyah.
Dengan materi pemain seperti demikian, Harbiansyah menarget Persisam tampil sebagai juara musim kompetisi 2011/2012.

“Harus juara. Kalau tidak juara, buat apa ambil Gonzales. Realistis dan optimistis dengan materi pemain yang ada nanti,” tutup Harbiansyah. (net/jpnn)

Tiga Pembunuh Khairul Ludfi Masih Buron

MEDAN- Polsek Patumbak hingga kini belum mampu meringkus tiga tersangka perampok dan pembunuh Khairul Ludfi (78), warga Jalan Selamat No 81 A Kelurahan Sitirejo, Medan Amplas. Hal ini diakui Kapolsek Patumbak Kompol Sonny W Siregar, yang dikonfirmasi wartawan, Senin (5/9).

“Hingga saat ini anggota saya masih terus melakukan pencarian terhadap tiga orang tersangka lainnya. Identitasnya masih belum bisa kita beritahu, guna kepentingan pengembangan di lapangan. Sedangkan menantu korban selaku penyuruh perampokan itu masih kita tahan guna pengusutan lebih lanjut,” ujar Kompol Sonny W Siregar.

Sebelumnya, menurut Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga SH saat di Pos Pam Operasi Ketupat Toba 2011 Polsek Patumbak Jalan Sisingamangaraja persis di persimpangan menuju Terminal Terpadu Amplas Medan, Jumat (2/9), nama-nama dan ciri-ciri dari ketiga pelaku lainnya sudah dikantongi polisi.

Menurut pengakuan menantu korban Mus Muliadi yang kini di tahan di Mapolsekta Patumbak, dia hanya memerintahkan ketiga kawannya itu untuk melakukan perampokan di rumah mertuanya. Bukan untuk membunuh mertuanya. Namun, diduga aksi perampokan kepergok oleh korban, akhirnya pelaku membunuh kakek berusia 78 tahun tersebut. Para pelaku berhasil merampok uang dari rumah korban sebesar Rp20 juta. (ari)

Zainal Arif Diincar PSPS

PEKANBARU-PSPS Pekanbaru terus melakukan persiapan guna menghadapi kompetisi yang direncanakan dimulai 8 Oktober mendatang. Selain mempertahankan hampir 70 pemain lain, tim Askar Bertuah juga berencana menambah pemain baru, termasuk mengincar Zainal Arif.
Hal tersebut dikatakan pelatih PSPS Mundari Karya ketika dihubungi Minggu (4/9).

Ia mengatakan, melihat materi pemain yang ada saat ini, dirinya sangat membutuhkan beberapa pemain lain untuk mengisi kekosangan tersebut.

“Saya telah mengajukan beberapa pemain untuk memperkuat PSPS musim ini, dan pemain yang saya hubungi sudah menyatakan siap untuk membela PSPS, tinggal saja dari pengurus PSPS apakah mau menerima mereka atau tidak,” terang Mundari.

Pemain yang telah dihubungi Mundari untuk mengisi kekosongan di tubuh PSPS diantaranya pemain nasional Zainal Arif dari Persikabo, Heru Nerli sayap kiri dari Semen Padang, Ahmad Amiruddin posisi sayap dari Arema, Michael Oho bek kiri dari Manado, Ali Khadafi gelandang bertahan dari Bontang, dan satu pemain asing asal Argentina yang musim lalu memperkuat Persih Tembilahan, Leonardo Veron.

“Kita butuh pemain ini dan kalau bisa Djumafo Herman jangan sampai lepas dari PSPS, kalau Veron tidak kita ragukan lagi selam bermain di Persih dia menjadi tumpuan Persih, begitu juga dengan Zainal Arif. Pemain nasional ini sangat kita butuhkan. Kalau mereka semua jadi memperkuat PSPS lengkap lah skuad PSPS musim depan. Kita tunggu saja keputusan manajer karena yang menentukan manajer,” ungkap mantan pemain nasional ini.

Sementara itu, asisten manajer PSPS Boy Sabiri mengatakan pihaknya telah mengikat beberapa pemain lokal. Hanya saja, untuk pemain asing PSPS belum mencarinya, termasuk mendekati Djumafo Herman. Tim berjuluk Askar Bertuah belum melakukan pendekatan dengan Djumafo lantaran pemain ini berencana hengkang ke klub yang mau membayarnya dengan mahal.

Pemain yang sudah dipastikan memperkuat PSPS adalah, Ambrizal, Ade Suhendra, Dedi Gusmawan, Zahrul, Pance Harianto, Daniel Junaidi, April Hadi, Isnanini, Fajar Handika, Fauzal Mubarak dan ditambah dengan pemain-pemain U-21.(net/jpnn)

Tertibkan Bus di Jalan Bromo

085361400xxx

Kepada Yth Kepala Perhubungan Kota Medan, tolong tertibkan bus antar Provinsi jurusan Padang yang masuk Jalan Bromo menjadi macat dan rusak, bus masuk dari jam 08.00 pagi hingga pukul 18.00. Saya meminta agar stop saja izinnya trayeknya yang mudah mengatasinya di terminal Amplas. Apa sudah terminal Amplas ke Jalan Bromo,  kalau tidak tutup saja terminal Amplas.

Kami Teruskan

Terima kasih informasinya, kami akan teruskan laporan ini ke Dinas Perhubungan Kota Medan. Kami beritahukan, sesuai dengan SK Wali Kota Medan ada diatur tentang bus antar kota antar provinsi dilarang masuk ke Kota Medan sesuai dengan pengaturan batasannya. Bila diketahui ada masuk ke wilayah Jalan Bromo, tentunya sangat tidak dibenarkan karena bus hanya boleh masuk melalui lingkar luar Kota Medan yakni Jalan AH Nasution hingga Ring Road, kemudian di wilayah Jalan Panglima Denai hingga ke luar wilayah Kota Medan yakni ke arah Tembung.

Kami juga akan koordinasikan hal tersebut ke instansi terkait untuk mengaktifkan petugasnya di wilayah-wilayah itu.

Khairul Buhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Ditinggal Mudik, Warnet Dibobol Maling

MEDAN- Aksi pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Medan. Kali ini dialami Iboy (20), warga Jalan AH Nasution. Warung Internat (warnet) Red and Black Net miliknya dibobol maling Minggu (4/9) malam. Akibatnya, dia mengalami kerugian berupa 21 unit monitor komputer dan 22 unit CPU senilai Rp88 juta.

Kejadian ini diketahuinya ketika dia dan istrinya Citra, baru pulang mudik Lebaran. Dia kaget melihat pintu warnetnya terbuka dan seluruh isinya sudah lenyap.

“Monitor yang hilang 21 unit dan CPU 22 unit. Kalau ditaksir, total kerugian Rp88 juta lebih dan itu belum termasuk uang voucher permainan game online point blank (PB). Yang sisa itu tinggal 1 unit monitor dan 1 CPU yang rusak. Saya yakin pasti orang yang pernah main di sini, karena dia tahu monitor yang rusak,” katanya.(jon)

Guru Bekerja Saat Ramadan tak Dihitung Lembur

082165267xxx

Kepada Yth Bapak Wali Kota cq Dinas Pendidikan Kota Medan, kami Kepala SD dan sebagian guru selama libur mengerjakan laporan Bos, akreditasi, pesantren kilat, laporan EDS, inventaris barang, mengerjakan SKHU, menulis ijazah dan lain-lain.

Pokoknya kami tidak ada libur. Apakah bekerja seperti ini tidak dihitung bekerja karena alasan libur puasa seperti tercantum di kalender pendidikan? Dihitung libur sehingga uang makan tidak dihitung atau tidak diberi, tolong pengertian dan pertimbangan bapak dari kepala SD dan guru-guru yang setia melaksanakan tugas demi tercapainya program bapak dan program kita semua.

Dikoordinasikan

Terima kasih, kami akan koordinasikan laporan ini ke Dinas Pendidikan Kota Medan. Tapi, untuk diketahui bersama pelaksanaan pekerjaan itu merupakan tanggung jawab kita bersama. Sehingga, kita sebagai PNS sebaik-baiknya tetap bekerja, karena bekerja itu ibadah.

Khairul Buhari
Plt Kabag Humas Pemko Medan