25 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14923

Pasangan Selingkuh Digerebek Warga

LABUHAN- Suriyani (24) ibu beranak 3 warga Komplek TKBM Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan digrebek warga sedang bersama selingkuhannya, Dody (25) warga Jalan Iliyas Gang Amal Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan. Keduanya ditangkap saat sedang berada di rumah dalam keadaan terkunci.

Penggrebekkan tersebut terjadi pada, Kamis (7/7) malam pukul 23.00 WIB. Kecurigaan warga terhadap pasangan selingkuh tersebut bermula karena sering melihat pria yang bukan suaminya datang ke rumah Suriyani, saat suaminya sedang tidak ada di rumah. Bahkan selama ini, ibu tiga anak ini sering jalan dengan pria yang diketahui masih lajang ini ketika suaminya yang bekerja di Pelabuhan Belawan sedang keluar kota.

Selingkuhannya yang bekerja sebagai tukang isi ulang air mineral tersebut datang dan langsung masuk ke rumah Suriyani dan langsung menutup pintu. Dari situlah warga sekitar secara beramai-ramai mendatangi rumah yang dijadikan tempat perselingkuhan keduanya untuk dilakukan penggerebekan.

Warga dan kepala lingkungan lamngsung membawa kedua pasangan selingkuhan tersebut ke Polsek Medan Labuhan. “Keduanya langsung dibawa ke Polsek Medan Labuhan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sebelumnya, warga sudah sering mempergoki pria yang sering datang ke rumah Suriyani,” ujar warga sekitar.

Namun, suami Suriyani saat itu sedang berada di luar kota sehingga permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan keduanya dipulangkan dari kantor polisi. “Karena tidak ada yang keberatan kami hanya mengamankan sementara saja,”ujarnya Kanit Reskrim Polsek Medan labuhan, AKP Oktavianus. (mag-11)

Ogah Seri

Brasil  Vs Paraguay

CAMPANA – Pelatih Brazil Mano Menezes memberi  sinyal bakal melakukan perubahan saat meladeni Paraguay (10/7). Hal itu mengaca pada loyonya performa para penggawa Brazil saat laga pertama melawan Venezuela (4/7). Nah, di antara perubahan itu ada di lini depan.

Salah seorang pemain yang terancam adalah Robinho. Penyerang AC Milan itu memang tampil jeblok saat melawan Venezuela. Sejatinya memang bukan Robinho seorang yang main jelek. Hampir semua penggawa Brazil tampil tidak maksimal saat melawan Venezuela.

Dalam sesi latihan di Campana kemarin, Menezes mencoba beberapa variasi. Tim utama yang ditampilkan memang masih sama dengan ketika melawan Venzuela. Namun, Menezes kemudian melakukan perubahan dengan mamasukan Lucas dan Elano untuk menggantikan Ramirez dan Robinho.

Lucas dan Elano masuk pada 15 menit terakhir saat Brazil melawan Venezuela di La Plata. Kehadiran dua pemain itu, plus Fred yang masuk belakangan, ternyata membawa dampak positif. Brazil pun berhasil menciptakan beberapa peluang sebelum peluit panjang berbunyi.

Tak hanya lini depan, Menezes juga memberi perhatian pada benteng pertahanan Samba, julukan Brazil. Terutama untuk menangkal set pieces dari Paraguay. Maklum, negara yang lolos perempat final Piala Dunia 2010 itu memiliki duet penyerang yang jago duel udara. Yakni, Roque Santa Cruz dan Lucas Barrios.

Menurut Menezes, pola latihan yang diterapkannya pada sesi latihan kemarin disebabkan permainan Robinho dkk yang mudah dibaca lawan. “Saat menghadapi Venezuela, kami menguasai jalannya pertandingan dan hasil imbang ini terbilang buruk. Brasil terlihat lebih berinisiatif melakukan serangan dan jelas lebih baik dari Venezuela sayang beberapa keputusan salah sering terjadi terutama di penyelesaian akhir,” kata Menezes.

“Pola permainan kami terlalu mudah dibaca. Bola yang bergulir ke area sayap terlalu jauh dari Alexandre Pato, ini menyebabkan permainan kurang berkembang. Kami harus memperbaiki hal ini,” ungkapnya.

Pelatih Brasil itu kemudian mengkritisi kondisi lapangan yang disebutnya telah memperlambat tempo. “Kondisi permukaan lapangan membuat pemain kami tidak bisa bergerak cepat dan menyuguhkan aksi berkualitas, tetapi kami harus meningkatkan kemampuan,” tandasnya.

Memang, ketika Brazil gagal menuai angka penuh melawan Venezuela, hal yang sama menimpa Paraguay yang bermain 0-0 dengan Ekuador. “Tidak adanya gol ini menunjukkan berimbangnya kekuatan di Copa America. Tim-tim berkembang pesat,” kata Dani Alves, bek Brazil yang bermain untuk Barcelona.  (ca/jpnn)

Tim Pemantau UMK dan THR Dibentuk

MEDAN- Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan membentuk tim pemantau Upah Minimum Kota (UMK) dan Tunjangan Hari Raya (THR) ke perusahaan-perusahaan di Kota Medan. Hal ini dimaksudkan untuk menjamin para pekerja mendapatkan hak-hak normatif mereka.

“Hal ini merupakan bentuk tindak lanjut dari upaya pemerintah kota untuk meberikan pelayanan bagi warga Medan. Dengan memberi pelayanan terhadap perusahaan-perusahaan dan juga sekaligus membantu pekerja agar hak-hak mereka dipenuhi,” ujar Plt Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan Marah Husin Lubis, Jumat (8/7).

Menurut Marah Husin, tim yang akan turun ke lapangan mengintensifkan pemantauan ke perusahaan sebagai upaya membantu terciptanya iklim hubungan kerja yang baik antara perusahaan dengan pekerja. Selain itu, dalam pelaksanaan UMK dan pemberian THR terhadap tenaga kerja harus dapat berjalan dengan baik karena menyongsong dengan dekatnya Hari Raya Idul Fitri.

“Disnaker juga akan memberi imbauan kepada perusahaan yang beroperasi di Kota Medan, untuk segera mengeluarkan THR bagi para buruh dan karyawannya,” ucap Marah yang baru empat hari dilantik.

Dikatakannya, dalam peningkatan produktifitas kerja dan kesejahteraan pekerja sebagai salah satu pendukung keberhasilan pembangunan. Dengan itu, pemerintah banyak menempuh kebijaksanaan dalam peningkatan UMK yang setiap tahunnya mengalami peningkatan dengan memperhatikan Kebutuhan Hidup Minimum (KHM).

Menurutnya, dalam pelaksanaan memantau UMK tidak akan pernah tercapai tanpa adanya pengawasan terhadap pelaksanaan UMK tersebut, yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja. “Untuk itulah peranan pengawasan yang dilakukan Kantor Dinas Tenaga Kerja dalam pelaksanaan UMK termasuk di Kota Medan, sangat diperlukan sekali,” bebernya.(adl)

Berantas Narkoba, Poldasu Kerjasama dengan LP

MEDAN- Untuk memutus jaringan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Tanjung Gusta, Polda Sumut berniat melakukan koordinasi dengan pihak LP Tanjung Gusta. Realisasinya, dengan melakukan razia mengambil ponsel para bandar narkotika di dalam LP, agar tidak berhubungan dengan jaringan narkotika yang ada di luar LP.

Hal itu ditegaskan Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro kepada wartawan di Mapoldasu, Jum’at (8/7). Dikatakannya, salah satu untuk memutuskan peredaran narkotika dengan memberikan hukuman mati. Selain itu, adalah melakukan razia terhadap ponsel para bandar di dalam LP.
“Diduga para bandar narkotika yang tertangkap dan ditahan di LP memegang peranan penting dalam peredaran narkotika bekerjasama dengan petugas. Apalagi bisnis narkotika merupakan bisnis menggiurkan untuk mendapatkan keuntungan besar” sebutnya.

Ditegaskannya, bagi oknum polisi yang membackingi peredaran narkotika segera ditindak dengan tegas. Untuk itu, oknum polisi yang turut serta dalam peredaran narkotika agar segera menghentikannya.

Diakui Kapolda, masih maraknya peredaran Narkotika masih banyaknya pabrik-pabrik Narkotika yang belum terdeteksi pihak kepolisian. Untuk itu, bagi masyarakat yang mengetahui adanya pabrik narkotika dan oknum polisi agar memberikan informasi kepada kantor polisi terdekat untuk dilakukan penyelidikan.(ari)

Libatkan Warga dalam MoU dengan TNI AU

Kasus sengketa tanah Sari Rejo hingga kini tak kunjung selesai. Padahal, segala upaya telah dilakukan warga untuk mendapatkan sertifikat tanah. Apalagi mereka telah mengantungi putusan MA yang memenangkan mereka.  Bahkan, Pemko Medan dan TNI AU sepakat membuat MoU untuk mengakhirin sengketa lahan tersebut. Namun, hingga kini MoU tersebut tak juga teralisasi.

Lantas, bagaimana sikap Komisi A DPRD Sumut menyikapi persoalan ini? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Juli Ramadhani Rambe dengan Ketua Komisi A Ilhamsyah, belum lama ini.

Bagaimana kelanjutan penyelesaian sengketa tanah Sari Rejo?
Belum ada. Kemarin saya baca di koran, Kasau datang ke Medan. Tapi saya tidak tahu maksud dan tujuan kedatangan Kasau tersebut. Harapan saya, semoga kedatangannya untuk menyelesaikan permasalahan tanah Sari Rejo ini.

Apa usaha Dewan untuk menyelesaikan masalah ini?
Kita sudah meminta kepada Pemko Medan agar dapat melibatkan dewan dan perwakilan masyarakat Sari Rejo dalam penandatanganan MoU atau draf terakhir terkait penyelesaian kasus ini. Dengan demikian, kita sebagai wakil rakyat dapat mengetahui apakah kata sepakat antar kedua belah pihak menguntungkan masyarakat atau tidak. Kita juga terus mendesak Pemko agar serius menyelesaikan masalah ini, pemko sebagai pemerintah seharusnya membela masyarakatnya, jangan hanya diam sehingga masalah ini jadi lambat penyelesainnya.

Apakah Anda sudah mengetahui isi draf MoU tersebut?
Belum. Kemarin dari Kabag Umum Pemko menyatakan, pihaknya telah memberikan draf awal kepada pihak TNI AU. Tetapi dari TNI AU belum memberikan jawaban atas draf tersebut atau belum mengembalikan draf dari Pemko tersebut. Jadi, dengan adanya draf ini, nantinya tidak ada masalah ke depan seperti gugat menggugat lagi. Kasihan masyarakat setempat yang tidak dapat tidur tenang karena belum mendapatkan kepastian akan tempat tinggalnya. Jadi draf tersebut semoga bukan sebagai wacana saja nantinya.

Kenapa Pemko terkesan lambat dalam menyelesaikan masalah ini?
Itulah yang selalu kita tanyakan, tetapi jawaban yang kita dapat selalu tidak memuaskan. Pemerintah adalah pemimpin masyarakat. Jadi, masyarakat mau mengadu kepada siapa lagi kalau bukan kepada pemerintah? Sudah puluhan tahun warga Sari Rejo tinggal di tanah tersebut. Mereka membayar PBB dan kewajiban lainnya. Semua fasilitas di sana dibangun oleh pemko, bahkan mereka juga disediakan kantor pemerintahan seperti kantor camat dan lurah. Jadi heran sendiri, kenapa sekarang bisa di klaim tanah tersebut? tak mungkin Pemko tidak mengetahui tanah siapa yang dihuni oleh masyarakat itu? Bukankah ini pertanyaan besar bagi kita?

Apa desakan Anda kepada Pemko?
Semoga pejabat kita mempunyai hati nurani. Lebih serius menyelesaikan dan menghadapi masalah ini. Masyarakat Sari Rejo benar-benar bertumpu pada keseriusan Pemko dalam menangani masalah ini nantinya. Selain itu, ketika kata sepakat telah dicapai antara kedua belah pihak, semoga TNI AU, BPN, Pemko Medan bersediakan memanggil Dewan dan perwakilan masyarakat Sari Rejo untuk mengetahui masalah ini.(*)

Dikira Pembeli Rupanya Polisi

Akibat tidak memilah-milah calon pembeli, Hidayat (31) warga Dusun VIII Wonosari, Desa Klumpang, Hamparan Perak, yang dikenal sebagai agen sabu-sabu, diringkus personel Polsek Hamparan Perak, Jumat (8/7).

Dia tak mengira kalau calon pembeli tersebut adalah personel polisi. Tanpa curiga, Hidayat pun melakukan transaksi dengan personel polisi yang menyaru tersebut. Begitu menunjukkan barang bukti, Hidayat langsung diringkus.

Dari tangan Hidayat, polisi berhasil mengamakan barang bukti berupa tiga paket sabu-sabu, satu timbangan elektrik, dua unit handphone, satu rangkap alat penghisap sabu-sabu (bong).

Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak, AKP Irsol membenarkan penangkapan Hidayat tersebut. Dia mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan. “Tersangka saat ini mendekam di sel Mapolsek Hamparan Perak,’’ ujarnya. (mag-11)

Warga Lempari Pekerja dengan Batu

Pembangunan Nanyang Terus Berlanjut

MEDAN- Aksi warga memprotes pembangunan sekolah Nanyang di Jalan Sriwijaya, Medan Baru, terus berlanjut. Kemarin, warga melempari para pekerja yang melakukan aktivitas di area sekolah tersebut dengan batu.

“Kami akan terus melakukan tindakan sampai mereka mau mendengar jeritan warga yang sudah lelah dengan membandelnya pihak Nanyang,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi, Jum’at (8/7) siang.

Dengan terus memutar lagu nasional dengan keras di setiap rumah sebagai bentuk perjuangan, warga juga mengintip para pekerja yang melakukan kegiatan. Jika ada yang melakukan aktifitas, warga langsung melemparinya dengan batu.
Para pekerja yang dilempari oleh warga tidak berani melawan dan langsung menghindar dengan turun ke bawah.

“Setelah kami lempari, mereka tak berani melawan dan langsung pergi menghindar,” katanyan
Pantauan wartawan koran ini, para pekerja terus melakukan pekerjaan pembangunan di sekolah Nanyang dengan menyusuni kayu Sedangkan bangunan yang rencananya akan dijadikan kantin, juga dalam tahap pengerjaan. Padahal, bangunan tersebut diduga tidak memiliki izin dari Dinas TRTB.

Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi D DPRD Kota Medan, Juliandi Siregar mengatakan, seharusnya semua pihak yang terlibat harus menjalankan seluruh kesepakatan yang sudah dibuat. “Jadi, bila ada kesepakatan yang dilanggar mendapat protes dari warga, itu wajar saja,” katanya.

Kendati demikian, Juliandi sangat berharap kepada seluruh pihak yang terlibat agar betul-betul memperjuangkan aspirasi warga Kota Medan. “Bila ada bangunan yang menyalah haruslah ditertibkan jangan didiamkan saja sehingga warga tidak ambil tindakan sendiri,” cetusnya.(adl)

Masa Orientasi Kurang Efektif

MEDAN- Pelaksanaan Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) yang berlangsung selama dua hari, Jumat (8/7) dan Sabtu (9/7), sesuai Juknis Dinas Pendidikan Kota Medan 2011-2012 dianggap terlalu singkat dan kurang maksimal. Alhasil, untuk mewujudkan program pemerintah dalam menerapkan materi Pendidikan Karakter, terutama bagi peserta didik baru berjalan kurang efektif.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala SMAN 3 Bidang Kesiswaan, Emil Harahap saat dikonfirmasi wartawan koran ini, Jumat (8/7). “Sesuai Juknis Dinas Pendidikan Kota Medan, pelaksanaan MOPDB ditentukan selama dua hari. Namun tidak disebutkan dalam Juknis tersebut mengenai penentuan jadwal kegiatan sehingga kita agak sulit menerapkan waktu dalam penyampaian materi kepada peserta didik baru, apalagi hari pertama pelaksanaan adalah hari Jumat, sehingga kegiatan berjalan setengah hari untuk melaksanakan ibadah Salat Jumat,” sebutnya.

Singkatnya, bilang Emil, waktu orientasi ini juga menyebabkan materi lokal yang akan disampaikan kepada peserta didik baru, tidak maksimal. Mengingat, dalam waktu dua hari pelaksanaan MOPDB, peserta didik baru akan lebih banyak mendapatkan materi di luar ruangan, khususnya pengenalan lingkungan sekolah.

“Untuk materi muatan lokal seperti pengenalan teknologi dan perbankan akan kita upayakan pada hari pertama dan kedua masa aktif belajar mengajar, yang dimulai pada Senin (11/7) mendatang. Mengingat pada saat itu waktu senggangnya para peserta didik baru, untuk penentuan kelas yang akan digunakannya,” terang Emil.

Pantauan di sekolah tersebut, sejumlah aksesoris, yakni topi berbentuk segi empat  seperti angkatan laut yang dikenakan peserta didik pria dan selendang bernuansa batik untuk peserta didik wanita, serta sejumlah makanan ringan yang melingkari pinggang setiap peserta didik, dan beragam aksesoris lainnya, mewarnai kegiatan orientasi SMAN 3 Medan.

Disinggung mengenai aksesoris yang dikenakan para peserta didik baru, Emil mengaku kegiatan tersebut lebih mengendepankan orientasi dalam mencegah upaya perploncoan yang selama ini sering dialami para peserta didik baru yang ingin mengenyam pendidikan di sebuah lembaga pendidikan.

Bahkan menurutnya, pihak sekolah melakukan pengawasan ketat dan memberikan sanksi kepada seluruh panitia yang terbukti melakukan upaya perploncoan terhdap peserta didik yang baru. “Pernak-pernik yang dikenakan peserta didik, lebih terkesan memberikan warna dalam masa aorientasi. Selain itu kita juga mengajak siswa mencintai budaya lewat aksesoris yang mereka kenakan,” ujarnya. (uma)

171 Km Jalan Rusak Berat

Bina Marga Butuh 50 Pekerja per Kecamatan

MEDAN- Sejak sebulan belakangan ini, Pemko Medan melalui Dinas Bina Marga disibukkan dengan pembenahan berbagai infrastruktur, khususnya perbaikan jalan di inti Kota Medan. Sebut saja Jalan Muhammad Yamin, Jalan Balai Kota, Jalan Raden Saleh dan Jalan Ahmad Yani yang kondisinya masih mulus, kembali diaspal.

Sementara, masih banyak ruas jalan di pinggiran Kota Medan yang tak terurus dan rusak parah. Di antaranya, Jalan Ampera dan Jalan Mustika Ujung di Kelurahan Bantan, Medan Tembung serta Jalan Satria di Kelurahan Pahlawan, Medan Perjuangan yang kondisinya hingga kini masih berlubang.
Namun menurut Kadis Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis, pihaknya saat ini memang tengah melakukan perbaikan jalan di sejumlah titik ruas jalan di Kota Medan.  Namun, dia mengaku, pihaknya saat ini kekurangan  tenaga pekerja untuk melakukan perbaikan dan perawatan jalan rusak di Kota Medan.

“Untuk perawatan rutin jalan, kita masih kekurangan orang untuk tenaga outsuorcing. Kita hanya memiliki 300 tenaga outsuorcing atau di setiap kecamatan hanya 15 orang. Seharusnya dibutuhkan 50 orang setiap kecamatan. Makanya perawatan jalan masih kurang maksimal,” ujar Gunawan kepada wartawan, Jumat (8/7).

Dikatakannya, Dinas Bina Marga saat ini masih memfokuskan pembangunan jalan di Terminal Sayur, Kecamatan Medan Tuntungan sepanjang 8.962,60 meter dengan biaya yang dianggarkan mencapai Rp5.943.960.000. “Kalau untuk Jalan Muhammad Yamin, Balai Kota, Raden Saleh, Ahmad Yani sudah dikerjakan pembangunannya,” ucapnya.

Sementara, Kota Medan yang memiliki panjang jalan 3.191,5 km yang tersebar di 21 kecamatan. Sedangkan jalan yang rusak berat sepanjang 171,1 km, rusak sedang 20 km dan rusak ringan 12,8 km.
Selain perbaikan jalan, Dinas Bina Marga juga sedang memfokuskan pembangunan trotoar sepenjang 13 km dengan anggaran Rp11 miliar di 21 kecamatan.

Sedangkan untuk perbaikan drainase dianggarkan biaya sebesar Rp7 miliar lebih. “Dengan begitu, kita akan melakukan penertiban terhadap PKL, tiang telepon, papan reklame yang mengganggu trotoar dan drainase,” cetusnya.

Menyikapi alasan Gunawan soal kekurangan tenaga pekerja untuk perawatan rutin jalan di Kota Medan, anggota Komisi D DPRD Kota Medan Juliandi Siregar mengaku heran. “Padahal, anggaran di Dinas Bina Marga sangat besar. Mustahil tidak bisa mencari orang untuk dipekerjakan sebagai tenaga outsourcing,” kata politisi PKS ini.

Karenanya, dia mengatakan, Bina Marga harus bisa mengatasi masalah kekurangan pekerja tersebut. Dan dia meminta Dinas Bina Marga, jangan mencari-cari alasan, jika tidak mampu bekerja maksimal. “Kalau memang ada kemauan dari Dinas Bina Marga, saya yakin itu tidak masalah. Saya khawatir mereka malas melakukan perawatan terhadap jalan-jalan itu,” ucapnya. (adl)

Narkoba Senilai Rp9,6 M Dibakar

MEDAN- Barang Bukti narkotika senilai Rp9,6 miliar dimusnahkan Direktorat Narkoba Polda Sumut di Mapolda Sumut, Jumat (8/7). Jenis Narkotika yang dimusnahkan antara lain, heroin 2.933 gram, Ganja 487 kg, sabu-sabu 3,6 kg dan tablet sebanyak 4.400 butir. Barang bukti tersebut disita dari beberapa orang tersangka pada April hingga Juni 2011.

“Pemusnahan ini telah mennyelamatkan sebanyak 534.452 jiwa dari penyalahgunaan narkotika di Sumut,” ujar Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumut Kombes Anjar Dewanto. Dikatakannya, barang bukti tersebut merupakan tangkapan Polda Sumut dan jajarannya. Selain itu, Polda juga telah menangkap gembong narkotika di kawasan Aceh berkewarganegaran Malaysia, yang di duga memiliki pabrik pembuatan narkoba di negaranya.

Dijelaskannya, barang bukti yang dimusnahkan tersebut dari tangan beberapa tersangka yakni, Asnawi dan Hamdani dengan barang bukti 156.040 gram ganja, Syahrul Akhir Hasibuan dengan barang bukti 94.85 gram sabu-sabu, Rusli G dengan barang bukti 99.6 gram sabu-sabu, Hendrik Heriady dengan barang bukti 47.8 gram sabu-sabu, Chairani Manday dan Rika Rahayu dengan 497 gram sabu-sabu serta 2.999 gram heroin, Zainuddin bin Muhammad Yusuf dengan 1.972 gram sabu-sabu, Nguyen Thi Tuyet dengan 1.060 gram sabu-sabu, Robert Saragih dengan 100 gram sabu-sabu dan Alianto Hasibuan dengan 9.300 gram ganja serta Andika alias Adimin alias Ationg dengan barang bukti 5.000 pil haram.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro pada kesempatan itu mengatakan, bahaya narkotika ini sangat mencemaskan kehidupan masyarakat Sumut. Untuk itu, agar keluarga kita terhindar dari narkotika maka perlu bimbingan terhadap di mulai dari keluarga.
Dikatakannya, apalagi Narkotika sudah masuk ke lingkungan sekolah, termasuk sekolah dasar. Akibat dari narkotika ini membuat mental generasi muda menjadi mental tempe.

“Narkotika merupakan salah satu kasus atensi yang harus diberantas sampai keakar-akarnya, termasuk menangkap bandar narkotika yang selama ini memegang peran penting dalam peredaran narkotika” papar Kapolda.

Lebih lanjut Kapolda menjelaskan, memang pihak kepolisian sangat sulit untuk menangkap para bandar narkotika karena mereka sangat licik dan memiliki jaringan yang luas.(ari)