Home Blog Page 14955

Renovasi Sekolah Butuh Rp12 Triliun

JAKARTA- Pemerintah menyiapkan strategi baru untuk menghadapi persoalan banyaknya bangunan sekolah yang rusak. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Muhammad Nuh mengungkapkan, sekitar Rp 12 triliun diperlukan untuk perbaikan yang direncanakan rampung sebelum 2014 itu.

“Pola pembangunan sekolah-sekolah rusak itu harus diubah. Tidak boleh dengan pembangunan seperti model-model sekarang, kriwil-kriwil sedikit, tapi harus dijadikan serentak,” kata Nuh usai mengikuti silaturahmi Ibu Negara Ani Yudhoyono dengan guru-guru berdedikasi 2011 di Istana Negara, kemarin (13/8).

Nuh mengaku, rencana tersebut telah dikonsultasikan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dia mengharapkan, anggaran tersebut masuk dalam APBN 2012 dan inpres bisa terbit sebelum 2012. “Sinyalnya positif. Tapi ini saya belum bisa memastikan, harus dikonsultasikan dulu,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, saat ini terdapat 101 ribu ruang dari 900 ribu ruang kelas yang harus direnovasi. Nah, dengan estimasi satu ruang berukuran 8 x 9 meter plus dengan selasar, diperkirakan memakan biaya Rp 120 juta. “Rp 120 juta sampeyan kalikan 101 ribu itu kan banyak triliun, sekitar Rp 12 triliun,” ucap mantan rektor ITS itu.

Jika inpres bisa terbit sebelum 2012, pembangunan bisa dimulai tahun depan secara serentak. Nuh mengatakan, pendekatan yang digunakan adalah pembangunan dengan desain dan kualitas yang baru. “Kalau selama ini pakai tipe (bangunan) C,”maka paling tidak ini harus pakai tipe B sehingga lifetime- nya lebih lama.  Kita tidak bolak balik”renovasi, rehabilitasi,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, pembangunannya akan melibatkan TNI sehingga bisa menghemat anggaran. Nuh mencontohkan, jika ditenderkan, maka akan ada bagian yang menjadi keuntungan kontraktor. “Itu belum kalau ada kontraktor yang nakal,” katanya.

Nah, dengan bekerjasama dengan TNI, penghematan itu bisa dialokasikan  untuk pengadaan fasilitas seperti komputer. Menurut Nuh, rencana itu juga sudah dikomunikasikan dengan Panglima TNI.

Nuh menjelaskan, perubahan dalam pembangunan pendidikan itu tidak hanya berkaitan dengan sesuatu yang bersifat fisik. Namun juga dalam pengembangan kualitas guru. Kombinasi antara desentralisasi otonomi daerah dengan pusat, kata dia, harus dicarikan formula yang baru.

Dalam kesempatan itu, Nuh juga mengungkapkan, pemerintah akan memutuskan mekanisme baru dalam pencairan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Yakni pencairannya tidak lagi melewati kemendiknas, namun langsung dari bendahara negara ke provinsi.

Namun menurut Nuh, mekanisme itu masih belum final. Pagi ini, rencananya akan digelar rapat Komite Pendidikan dengan Wapres Boediono. “Finalnya besok,” jawabnya singkat tentang kepastian perubahan pencairan BOS itu. (fal/jpnn)

Rutin Berdoa untuk Bangsa

Doa Sumatera Berdoa Bagi Kerukunan Umat Beragama di Indonesia

Doa rutin Sumatera Berdoa mendoakan bangsa dan negara. Berdoa agar Tuhan memberkati bangsa dan negara. Berdoa juga agar Tuhan memberkati dan melindungi pemimpin bangsa-Presiden SBY, Kabinet dan jajarannya sampai ke bawah agar diberikan hikmat untuk mengambil kebijakaan dalam menjalankan pemerintahan. Berdoa pula agar Tuhan memberikan hati Raja pada pemerintah dan doa syafaat ini disampaikan Pdt Edison Sinurat.

Selanjutnya, berdoa untuk kerukunan umat beragama di Indonesia agar tercipta dengan baik. Hendaknya moment kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang dijadikan sebagai komitmen untuk saling menghormati antar pemeluk agama. Turut pula didoakan agar sesama warga Indonesia bersatu, menjauhkan sikap permusuhan antar agama dan menjadikan kebersamaan dalam menyatukan perbedaan dalam hidup bermasyarakat. Doa syafaat ini disampaikan oleh Pdt MP Sitorus.

Kemudian berdoa untuk kesatuan tubuh Kristus dalam menjadi terang dan garam dalam masyarakat yang disampaikan oleh Bangun. Setelah itu berdoa untuk suksesnya perayaan doa sedunia (World Prayer Assembly) yang akan diadakan pada Mei 2012 mendatang. Dalam hari doa sedunia ini nantinya diharapkan terjadi pergerakan besar bagi masa depan gereja. Untuk itu diharapkanTuhan menolong dalam memberikan suasana aman dan kondusif dalam pelaksanaan hari doa sedunia ini tahun depan. Doa syafaat ini disampaikan oleh Pdt Samuel Ghozaly.

Doa rutin tiap bulan Sumatera Berdoa ini digelar di Gereja Pentakosta Sion Indonesia (GPSI) Jalan Bromo Lorong Sosial No 20 Medan, Jumat siang (12/8). Ucapan selamat datang dibawakan oleh pembaca acara, Pdt Simatupang dan doa pembuka oleh Pdt Simanjuntak dari GPSI Medan. Ibadah ini diwarnai pujian dan penyembahan kemudian Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt DL Simatupang STh.

Doa persembahan dan kesaksian disampaikan Pdt Lukas Pohan dari GSJA Surabaya dan dan sambutan dari Sumatera Berdoa oleh Pdt Paul Wakkary. Dalam sambutannya, Pdt Paul Wakkary membeberkan bahwa Sumatera Berdoa setiap bulan rutin menggelar doa bersama di gereja-gereja dari berbagai interdenominasi gereja di Sumut dan di Sumatera. Dalam kesempatan ini Ketua PGPI Sumut-NAD ini menyinggung hari doa sedunia. Dia mengharapkan kegiataan kegerakan luarbiasa dalam kehidupan gereja ini didukung semua umat kristiani. Ia menjelaskan bahwa panitia doa sedunia sudah terbentuk di Medan dan akan berkembang di sejumlah wilayah di Indonesia.

Hadir dalam acara doa rutin ini Ketua Umum Sumatera Berdoa, JA Ferdinandus, Sekretaris Umum Wati Simamora SSos, Pastor Moses Alegesan MA selaku Gembala Sidang gereja Anglikan Holy Trinity Medan, Kolonel TNI (Purn) Bachtiar Sonar Siregar SE MBA dan Pdt Johnny Silaban. Pimpinan Gereja Kristen Pentakosta—Pusat di Medan— Pdt Eliver Jony Hutahaean SH M Min, Sekretaris DPW PDS Sumut Drs Penyabar Nakhe dan sejumlah pelayan Tuhan yang didukung Keuskupan Agung Medan, PGI Wilayah Sumut, PGPI Sumut/NAD, PGLII Sumut, GGBI Sumut, Bala Keselamatan, Gereja Orthodox Indonesia, Gereja Anglikan Indonesia, GKII Medan dan CCA Medan. (rahel sukatendel)

Hidup Bersama Tuhan

Oleh:   Pdm. Edison Sinurat STh

Yakobus 15:1-8
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.

Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.”

Ini adalah perkataan Yesus sendiri. Yesus adalah pokok anggur (pusat segala sesuatu) dan kita anak-anak Tuhan adalah ranting, yang harus bergantung pada pokoknya. Yesus mengatakan ini supaya kita sebagai orang-orang yang percaya sebagai anak-anak Tuhan mempunyai suatu pegangan. Seperti contoh yang diberikan oleh perkataan Yesus bahwa pokok anggur yang benar adalah Yesus dan orang-orang percaya adalah ranting.

Kalau Yesus adalah pokok anggur yang benar maka kita sebagai ranting mencari kebenaran itu. Kita harus tetap berada pada pokok yang benar itu. “Tinggallah di dalam Aku (Yesus) dan Yesus di dalam kita.” Barangsiapa tinggal di dalam Yesus, ia akan berbuah banyak. Di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa, sama seperti ranting itu kalau terpisah dari pokok itu, tidak dapat berbunga apalagi berbuah, ia akan mati.

Ranting tidak bisa berkata: “Aku mau hidup sendiri, biarlah aku terpisah dari pokok.”  Ia akan mati cepat atau lambat dan akhirnya harus dibuang dan dibakar. Lihatlah, betapa hubungan kita dengan Kristus sangat erat, senyawa, satu tubuh. Ranting mendapat suplay makanan dan zata-zat hidup dari pokok tersebut.

Keterikatan kita dan ketergantungan kita kepada Kristus adalah mutlak. Tepatlah seperti yang dikatakan Rasul Paulus bahwa hidup yang kuhidupi sekarang ini bukannya aku lagi melainkan Kristus yang hidup di dalamku. Kita hidup karena Kristus, maka kita hidup bagi Kristus yang darinya kita mendapat pertumbuhan. Karena kita hidup tercacak pada pokok anggur Kristus, maka kita harus hidup sebagaimana Kristus hidup.

1 Yohanes 2:6: “Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.” Dalam perkataan, perbuatan, pikiran kita secara progressif harus seperti Kristus. Itulah sebabnya Roh Kudus ada di dalam kita untuk memampukan kita dan menuntun kita menjadi sama seperti Kristus.

Kehidupan Kristus selama 33 setengah tahun di bumi ini sangat berpengaruh. Yesus menghendaki kita menjadi garam dan terang dunia yang dapat mempengaruhi dunia ini sama seperti diri-Nya.

Jikalau kita tinggal pada Dia, maka kita akan berbuah banyak dan Yesus memberi jaminan bahwa jika kita tinggal di dalam Dia maka apa saja yang kita minta atau doakan, kita akan menerimanya. Artinya, jaminan doa yang dijawab adalah jikalau kita tinggal di dalam Yesus Kristus. Haleluyah. (*)

Saatnya Media Jaga Intelektualitas

Perkembangan media massa yang begitu cepat di Indonesia seiring dengan kebebasan informasi yang dimulai sejak reformasi lalu ternyata belum diikuti sejalan dengan media Kristen di Indonesia. Kekonsistenan dan intelektualistas ternyata adalah dua bagian yang harus dijaga.

Hal ini diserukan oleh pemimpin redaksi Sinar Harapan Kristanto Hartadi dalam menanggapi perkembangan media Kristen yang ada. “Media Kristen perlu melihat bentuk jurnalisme apa yang dimiliki. Ada banyak opini dan khotbah, kurang laporan reportase. Dengan adanya reportase maka akan lebih powerfull dan kontekstual,” ujarnya dirilis reformata, pada acara 5 tahun Charisma Indonesia (9/8), di kelapa Gading Square Jakarta Utara.

Hal serupa juga dikritisi lebih lanjut oleh budayawan senior Indonesia, Arswendo Atmowiloto yang melihat bahwa perkembangan Media Kristen harus memenuhi beberapa aspek dan faktor penting yang saling berkaitan. “Media Kristen dapat berkembang lebih baik, jika memerhatikan positioning, profesionalisme, dan kreatifitas,” ungkap penulis ini.
Ya, inilah saatnya Media Kristen kembali berkembang dan muncul bukan saja sebagai medium sosial kontrol terhadap pemerintah namun jauh kedalam yaitu menyuarakan suara kenabian dan dapat menjadi gembala ditengah dinamika umat Kristen di Indonesia yang kini cenderung mengelompok.(bbs/jc)

Kebersamaan Tandai Perdamaian di Inggris

Uskup Wolverhampton memuji masyarakat yang bergandengan tangan setelah terjadinya kekerasan terburuk sepanjang sejarah yang melanda Inggris. Rt Rev Clive Gregory menjadi saksi mata dari kerusuhan yang terjadi di West Bromwich dan Wolverhampton, dimana di kedua tempat tersebut ia melihat kerusuhan dan penjarahan di hari terakhir.

Ia mengatakan kedua daerah tersebut memperlihatkan dua realitas yang berbeda namun menjadi sisi sebenarnya dari Black Coutry dimana masyarakatnya menunjukkan rasa solidaritas yang tinggi.

“Kami telah melihat kehancuran dan ketakutan yang terjadi di tengah ketidakberdayaan hukum dan keserakahan,” ujarnya. “Tapi kami juga telah melihat bagaimana masyarakat bergandengan tangan memperbaiki dan membangun kembali apa yang telah rusak dan berdiri mendampingi mereka yang telah menjadi korban kekerasan. Di dalam kebersamaan inilah tampak wajah yang sebenarnya dari Black Country dan dari rasa solidaritas ini kami akan mendapatkan kekuatan untuk membangun masa depan yang lebih baik.”

Orang Kristen di seluruh Inggris berdoa dan membantu pembersihan. Banyak operasi yang bermunculan melalui Facebook dan Twitter. St Mary the Virgin church di Landsdowne Road, Tottenham, dimana kekerasan meletus, telah mendistribusikan makanan dan menyediakan air panas serta sarana untuk mengisi baterai telepon selular bagi para korban yang saluran listriknya telah terputus agar mereka dapat tetap terhubung dengan orang-orang terkasih.
Di Wolverhampton, rencananya akan menjadi kota pusat layanan, sementara di London ratusan orang Kristen berkumpul pada Sabtu di Westminster Methodist Central Hall untuk berdoa.

Uskup London, Dr Richard Chartres, mengatakan peristiwa di London sebagai sebuah peristiwa yang “mengerikan tapi tidak sepenuhnya tak terduga”. Ia mengatakan, “Apapun yang menjadi motivasi sebenarnya dari mereka yang telah membawa kekerasan terjadi di jalan-jalan kita, akan ada waktu yang tepat untuk dilakukannya analisis yang sederhana dan sebuah penilaian terhadap peranan budaya geng di ibukota.”

Kerusuhan dan kekerasan sejatinya hanya menimbulkan kerugian bagi banyak pihak. Meskipun mengutamakan kepentingan kelompok, tak seharusnya kepentingan itu pada akhirnya justru mendatangkan kerugian bagi banyak orang yang tidak terlibat di dalamnya.(cp/jc)

STT Sola Gratia Medan, Wisuda dan Pengutusan

Pelayanan Sekolah Tinggi Teologia  (STT) Sola Gratia Medan berhasil menempa dan mengutus para generasi muda menjadi Sarjana Theologia dan Sarjana Pendidikan Agama Kristen untuk melayani di tengah-tengah gereja, masyarakat dan negara. Wisuda dan pengutusan sarjana Angkatan II tahun akademik 2010/2011 STT Sola Gratia Medan berlangsung di kampus Jalan Gereja No 38 Medan, Selasa (9/8).

Acara wisuda dibuka oleh Ketua STT Sola Gratia Medan, Pdt Dr Langsung Sitorus Mag Theol dan sekaligus melantik 21 wisudawan-wisudawati.

Acara ini dihadiri oleh puluhan keluarga wisudawan-wisudawati, dosen dan fungsionaris STT Sola Gratia Medan. Turut hadir Drs (HC) Toga Sianturi MA selaku Pembina  PTSU (Perhimpunan Teladan Sumatera Utara) didampingi Tiurma Panjaitan selaku Ketua PTSU. Selain itu mewakili Kabid Bimas Kristen Sumut dan undangan dari STT Misi Pdt B Parhusif.
Acara ini diwarnai sambutan dan kesan dari Pesta Sianturi, S.Pdk yang mewakili para wisudawan dan Riduanton Siregar mewakili orangtua wisudawan. Dilanjutkan kata sambutan dari Pembina  PTSU : Drs (HC) Toga Sianturi, MA. Dalam sambutannya mantan anggota DPRD Sumut ini mengucapkan selamat kepada para wisudawan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan ini dengan baik. Dalam kesempatan ini  ia mengharapkan para wisudawan dapat mengembangkan pelayanan menjadi lebih baik ditengah-tengah masyarakat dan gereja. Selain itu mengajak hadirin untuk tetap mendoakan para wisudawan dalam menjalankan tugasnya ke depan. Sekaligus memberikan nasehat agar para wisudawan mengandalkan Tuhan dalam pelayanan dengan memegang prinsip belajar dan berdoa.

Dilanjutkan sambutan mewakili Kabid Bimas Kristen Sumut, doa penutup Pdt Dr E Harefa, MTh dan diakhiri prosesi akademika. Tema wisuda angkatan II STT Sola Gratia Medan ini adalah cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati (Matius 10 : 16).(rahel sukatendel)

Harus Dibuktikan, Jangan Ditutupi

Leony

Setelah susah payah dikejar dan ditangkap, Nazaruddin akhirnya bisa dipulangkan ke Indonesia. Di tanah air, Leony menginginkan adanya pemeriksaan sampai proses hukum terhadap Nazaruddin secara benar dan transparan.

“Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi karena kepentingan politik. Kepada Nazaruddin dicek dan lakukan pembuktian apa yang dituduhkan. Termasuk memeriksa nama-nama yang Nazaruddin sebut dalam pelariannya,” ujar Leony.

Berkaca pada masa lalu, bekas personel Trio Kwek-Kwek ini merasa Indonesia sudah dikacaukan berbagai isu politis demi kepentingan pihak tertentu. Itu makanya, harus ditelusuri betul dan diungkap tuntas segala hal dalam kasus Nazaruddin.
“Jangan lagi lah masyarakat dibuat gempar dan bingung. Apalagi kalau sudah meledak, kasus tertentu tiba-tiba hilang begitu aja. Masyarakat nggak bodoh-bodoh amat lah ama isu gituan,” tutur pemeran film Identitas itu.

Meski mengaku tidak terlalu mengikuti, Leony menganggap kasus Nazaruddin berdampak luas secara nasional. Disamping melibatkan beberapa nama politisi dan tokoh nasional, kasus Nazaruddin juga diekspos besar-besaran oleh media massa.
“Omongannya (Nazaruddin) jangan dulu dipercaya, tapi tidak boleh juga diabaikan. Diperiksa dulu benar atau tidaknya. Saya yakin, dia berani sebut-sebut nama orang itu berarti dia sudah memperhitungkan segala risikonya,” Leony menganalisa.

Sejatinya, gadis kelahiran Jakarta ini senang dengan tertangkapnya Nazaruddin. Momentum ini, katanya bagus untuk memberi kejelasan kepada publik. Itu makanya, Leony mengimbau pemerintah dan aparat hukum jangan bermain-main di kasus Nazaruddin.

“Setidaknya penangkapan dia mengembalikan kepercayaan kepada yang berwenang. Selama ini kan pandangan masyarakat skeptis,” tuturnya. (bcg/rm/jpnn)

Pirangkan Rambut, Diusir Pacar

Julia Perez

Keputusan Julia Perez (Jupe) mengubah warna rambut menjadi pirang menuai protes dari kekasihnya, Gaston Castano. Begitu melihat warna rambut Jupe berubah, Gaston langsung bersikap tak acuh kepada Jupe.

“Aku enggak ngerti, kemarin aku sempat dicuekin. Aku datang ke tempat futsal dia, terus dicuekin. Malahan katanya ‘mending kamu pulang saja’,” ujar Jupe saat ditemui di Rumah Susun Bidaracina, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (11/8).
Jupe dengan sabar memberikan pengertian kepada Gaston yang menentangnya mengubah warna rambut. Pelantun Belah Duren itu terus meyakinkan Gaston jika keputusannya memirangkan rambut hanya bagian dari tuntutan peran di film Pocong Minta Kawin.

“Iya, dia enggak kasih, tapi aku jelasin kalau ini peran. Kadang-kadang bertentangan sama orang dan bikin bingung. Kalau orang atau kamu (Gaston) marah atau nggak suka, berarti aku sukses,” urainya.

Jupe mengaku sedih karena kekasihnya tersebut masih marah sampai sekarang. Jupe berjanji usai syuting film, dia akan mengembalikan warna rambut seperti dulu.

“Sampai sekarang (marah). Sedih banget, tapi kalau namanya seniman tetap harus kasih yang terbaik. Langsung dihitamkan setelah selesai syuting. Ini syuting terakhir tanggal 18 nanti, jadi ya langsung,” janjinya. (net/jpnn)

Maribeth Ikutan Berpuasa

Penyanyi asal Filipina, Maribeth, sudah 21 tahun tinggal di Indonesia. Tentunya pelantun tembang Denpasar Moon ini telah hafal bagaimana suasana Ramadan di Indonesia.

“Kalau Ramadan di Indonesia semua entertainment agak sepi. Saya ada kerjaan lain. Bukan di entertainment. Tapi kerjaan kantor,” ungkap artis yang begitu cinta pada Indonesia ini.

Saking terbiasa di Indonesia, Maribeth pun mengaku ikut menjalankan ibadah puasa. “Ya sangat serius. Aku respect banget sama orang-orang yang puasa. Saya makan gak di depan mereka,” ujarnya.

“Kadang-kadang ikut puasa juga. Tapi kadang nggak, aku karena maag,” imbuhnya saat dijumpai usai pemutaran film Simfoni Luar Biasa, Jumat (12/8).

“Aku suka ditelponin, ayo ikut buka puasa. Kadang-kadang ikut sahur sama temen-temen,” pungkas penyanyi yang berkeinginan menjadi warga negara Indonesia itu. (net/jpnn)

Digaet Pengusaha

Rachel Maryam

Berkaca pada kegagalannya bersama Muhammad Haris, Rachel ogah mengumbar identitas kekasih ke muka umum. Dia ingin ada kepastian dulu.

Setelah menyandang status janda, artis sekaligus anggota DPR Rachel Maryam sempat menjalin cinta dengan Muhammad Haris Indra. Sayangnya, jalinan cinta itu hanya berjalan singkat. Tapi Rachel tak trauma dan kembali membuka hatinya. Bintang film Arisan 2 ini mengaku dirinya kini sudah memiliki kekasih baru. Siapa sih?

“Ya ada lah yang dekat. Tapi jangan dulu lah. Belum saatnya go public. Terakhir gue go public nggak jadi mulu, jadi nggak enak,” ujar Rachel saat ditemui di sela-sela syuting film Arisan 2, Kamis malam (11/8).

Kembali berkaca pada pengalamannya yang terdahulu. Bersama Haris, Rachel mengaku akan melangkah ke pelaminan. Namun ternyata janda satu anak itu gagal berumah tangga lagi. Sang kekasih baru diakui Rachel sangat mendukung profesinya sebagai artis juga anggota DPR. Mr X itu pun sering memberikan pandangan dan kepercayaan sepenuhnya terhadap bintang Eliana Eliana tersebut.

Apakah ia dari kalangan politisi? “Intinya dia pengusaha,” jawab Rachel singkat.
Bicara Ramadan, Rachel mengaku tetap berpuasa meski harus syuting Arisan 2.
“Puasa bukan berarti diam aja dan tidur, tetap beraktivitas. Biasa aja kok,” ungkapnya.
Dengan kesibukan syutingnya, Rachel mengaku jarang bertemu dengan sang buah hati.
“Anakku nggak libur, dia ada kegiatan yang padat. Biar dia nggak sendirian di rumah nunggu aku pulang karena sibuk. Waktu untuk bersama ya Sabtu-Minggu, bareng terus,” ujar Rachel. (rm/net/jpnn)