25 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 14964

Kualitas Sandard tapi Pede

Olla Ramlan

Dunia tarik suara tampaknya menarik minat para aktris dan presenter televisi. Meski bermodal suara pas-pasan, mereka tak ragu terjun dalam belantika musik tanah air.

Termasuk presenter cantik Olla Ramlan. Meski mengakui memiliki suara yang standar, Olla mantap menekuni dunia tarik suara.

Perempuan yang bernama lengkap Febiolla Ramlan itu baru saja merilis single Sakit Hati. Dalam lagu tersebut, dia curhat tentang berakhirnya bahtera rumah tangganya dengan model ganteng Alex Tian. “Enggak apa-apa curhat. Apalagi, hubungan saya dan Alex Tian baik. Saya bahkan kasih tahu dia. Saya tanya lagunya pas atau nggak, dia ketawa,” tutur ibu satu anak itu Selasa (28/6) malam.

Ketika ditanya soal keputusannya menyanyi itu aji mumpung atau tidak, Olla tak mau ambil pusing. Dia akan terus berusaha memperbaiki kualitas vokalnya agar lebih bagus. “Itu hak mereka. Selama kita coba dan bisa, why not? Namanya juga orang berlatih, mungkin suara saya biasa, tetapi ke depan akan bagus. Saya akan terus berusaha belajar lagi,” tegasnya.

Meski begitu, Olla tidak memungkiri bahwa dirinya masih deg-degan setiap manggung secara live. Dia mengaku lebih nyaman berakting maupun membawakan acara. “Nervous sih, namanya juga (lagu) pertama. Apalagi, suaraku biasa-biasa aja. Makanya, aku beberapa kali ikut latihan vokal. Insya Allah yang penting bisa dinikmati,? ucap perempuan yang mengaku sejak lama memiliki hobi menyanyi tersebut.

Ketika ditanya kemungkinan rujuk dengan mantan suaminya, Olla menolak. Dia menyatakan, dirinya dan Alex tetap berhubungan baik demi putra tunggal mereka, Sean Michael Alexander. “Anak saya happy kalau lihat ibu dan bapaknya happy,” pungkasnya. (ken/c8/any/jpnn)

Hari Ini, SBY Lantik Adik Ipar

KSAD Diminta Hormati Proses Hukum

JAKARTA-Panglima Komando Strategi dan Cadangan TNI AD (Pangkostrad) Letjen Pramono Edhi Wibowo hari ini bakal resmi menduduki jabatan baru sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Sejumlah kalangan pun memberikan catatan atas ditunjuknya adik ipar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai pimpinan AD itu.

Ketua Dewan Penasihat Kontras (komisi untuk orang hilang dan korban tindak kekerasan) Usman Hamid mengingatkan, KSAD harus mengikuti jika ada persoalan hukum di tubuh TNI-AD. “Menjadi kewajiban KSAD untuk menghormati proses hukum, seperti kasus pelanggaran HAM,” kata Usman saat dihubungi, kemarin (29/6).
Dia mencontohkan, KSAD perlu terbuka untuk bekerjasama dengan Komnas HAM terkait dengan beberapa kasus pelanggaran HAM yang ditangani Komnas.

Sebelumnya, Kontras sempat memberikan penilaian terhadap para kandidat KSAD dan untuk Pramono tidak terlalu tinggi nilainya. ?Sebenarnya tidak ada (calon) yang ideal? kata Usman. Selain Pramono, ada nama Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dan Kodiklat) Letjen Marciano Norman dan Wakasad Letjen Budiman. Namun kini pilihan sudah jatuh pada Pramono sebagai KSAD. “Itu bagian dari prerogatif presiden,” sambungnya.

Meski memiliki hubungan kekerabatan dengan pemegang kekuasaan, Usman meminta Pramono bisa tetap profesional. Termasuk kemungkinan TNI AD digunakan untuk kepentingan tertentu. “Jangan sampai militer, termasuk kekuatan AD kembali terseret pada pengabdian poltik,” katanya.

SBY akhirnya memilih Pramono sebagai KSAD untuk menggantikan Jenderal George Toisutta yang memasuki masa pensiun. Pihak Istana pun sudah mengonfirmasi penunjukkan itu. Hari ini, adik dari Ani Yudhoyono itu dijadwalkan dilantik SBY di Istana Negara.

“Bapak Presiden sudah menerima usulan dari Panglima TNI.  Besok (hari ini, Red) akan dilantik di Istana Negara,” kata Mensesneg Sudi Silalahi kemarin. dia menampik jika penunjukkan Pramono sebagai KSAD itu karena memiliki hubungan kekerabatan dengan presiden.

“Pramono dipilih karena prestasi, jenjang karir, dan track record-nya yang bagus,” urai mantan Seskab itu. menurut Sudi, presiden lebih dulu melihat track record dari calon KSAD yang diajukan Panglima TNI sebelum mengambil keputusan. “Saya yang ditugaskan mengecek dan Pramono memenuhi kualifikasi menjadi KSAD,” imbuhnya.
Pramono yang kelahiran Magelang, Jateng, pada 5 Mei 1955, adalah lulusan Akabri 1980.

Dia tercatat pernah dipercaya memegang jabatan Komandan Grup I/Kopassus. Lulusan Sesko TNI 2000 itu juga pernah menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri pada 2001.

Sebelum menduduki jabatan Pangkostrad, Pramono juga sempat memegang posisi penting. Antara lain Danjen Kopasus dan Pangdam III/ Siliwangi. (fal/jpnn)

Kombinasi Seni dan Sains

Jaya Arjuna

Kenyataan pahit yang ada tak menghentikan Jaya Arjuna (58) menyuarakan kepedulian terhadap lingkungan. Hal itu pula yang disuarakan melalui dunia sains dan seni sejak puluhan tahun silam.

Ditemui di kediamannya Jalan Utama No 216 Medan, Jaya Arjuna terlihat bersahaja. Hanya mengenakan kain sarung dan kostum salah satu tim sepak bola ternama. Membalut pemikiran dan visi tidak biasa yang tertangkap dari obrolan santai berteman secangkir teh manis panas yang disajikan.

“Bayangkan untuk satu hektar sawit itu membutuhkan 27 ton pupuk selama pembuahan. Bila sudah tidak berbuah lagi, harus menggunakan racun untuk mematikannya. Sayang pemerintah tidak menyadari ini dan seolah membiarkan. Kalau tidak ditangani bisa hancur tanah di Sumut ini,” ketus dosen Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (USU) ini.

Tidak cuma kritik, kepedulian terhadap lingkungan ditunjukkan saat menjabat Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Korps Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Sumatera Utara (Kompas USU). Saat menjadi dosen Jaya Arjuna pun mengusulkan kurikulum lingkungan di Teknik Mesin USU dimana dirinya memberi kuliah Satuan Operasi, Pengolahan Hasil Perkebunan, dan Produksi Bersih. Menindaklanjuti pertemuan akademisi bidang tehnik se-Asia di Australia 1982.

“Sebenarnya sumber pencemaran lingkungan itu, ya, bidang tehnik. Sekalipun yang terbesar tehnik industri dengan kompleksitas polusi yang disebabkan. Padahal ISO18000 itu sudah jelas bagaimana tiga konsep utama industri. Hemat bahan baku, hemat energi, dan tidak menggunakan bahan beracun. Tapi seperti kurikulum tadi yang hanya menjadi kuliah pilihan, kebiasaan buruk itu pun terus berlanjut,” ketusnya.

Hal itu tidak membuat suami dari Dra Hj Masnun Zaini Mpsi ini berhenti. Selain aktif sebagai konsultan Amdal di perkebunan dan belakangan ini aktif di perusahaan konstruktor, bersama unsur dari partai politik, pengusaha, dan perguruan tinggi, mereka melakukan koreksi terhadap program-program pembangunan pemerintah di Pusat Pengkajian Pembangunan Regional (P3R) yang didirikan 1999 lalu.

Seperti pembangunan yang terpusat pada daratan tanpa menyentuh laut sebagai potensi terbesar dari Negara Kelautan. Begitu juga program pembangunan dari Pemerintah Kota Medan yang justru membunuh identitas sebuah bangsa. “Pembangunan tidak harus sama. Kota Medan memiliki 13 mozaik etnik yang berpotensi menjadi kontributor pembangunan. Hanya saja hal ini tidak pernah disentuh kalau tidak mau dibilang dihancurkan,” tegasnya.
Begitu pun perjalanan Jaya Arjuna tidak selalu mulus. Genderang perang yang ditabuh terhadap korupsi pernah menjadi bumerang baginya. Yang berdampak pada terhambatnya keinginan untuk melanjutkan pendidikan doktoral. Bahkan, dirinya sempat menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Meskipun sampai saat berita ini diturunkan, tak ada kepastian akan status dirinya.

Tapi semua itu tidak menjadi jalan buntu baginya. Sains yang menjadi keahlian digabung dengan seni untuk dituangkan dalam dunia kreatif. Menggunakan sound level meter (alat pengukur suara) dari laboratorium, Jaya Arjuna menggelar lomba teriak antikorupsi di halaman DPRD Sumatera Utara 2005 lalu. Even yang pertama sekali digelar di Indonesia.

Penguasaan di bidang tehnik yang digabung dengan seni khususnya sastra menjadikan ayah dari empat anak ini keluar sebagai juara I pada festival budaya 1990 silam lewat cerita pendek berjudul ‘Kapsul’. Cerpen berlatar kejadian tsunami ini kemudian direalisasikan oleh Jepang empat tahun kemudian. Karyanya itu pun mendapat apresiasi dari Korrie Layun Rampan yang menyebut dirinya sebagai Jules Verme, seorang novelis sains-fiksi berkebangsaan Prancis.(jul)

Benteng Baru

MANCHESTER-Seperti yang sudah digembar-gemborkan sebelumnya, David De Gea akhirnya resmi berganti kostum musim depan, dari Atletico Madrid menjadi Manchester United.Seperti dilansir dari situs resmi MU, kiper berusia 20 tahun itu sukses melewati tes medis yang dijalaninya kemarin atau tepat tiga hari setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa U-21.

Kiper yang diproyeksikan menggantikan posisi Edwin van der Sar akan diberi durasi masa tinggal selama lima tahun. Harga De Gea ditaksir sekitar 18 juta poundsterling.

Menyangkut rampungnya transfer itu, De Gea merasa bangga bisa bergabung dengan klub sebesar The Red Devils dan merupakan peningkatan pesat dalam karier profesional yang baru dimulai dua tahun lalu.

De Gea angkat nama saat berhasil membawa Atletico menjuarai Liga Europa musim lalu dan menjadi incaran banyak klub-klub Eropa.”Aku sangat bangga dan tidak sabar untuk segera bermain di sini. Ketika klub sebesar Manchester United mendatangi anda itu jelas membuat Anda sangat senang,” sahut De Gea.

“Aku melihat ketertarikan mereka sebagai motivasi lebih untuk menunjukkan kemampuanku. Ini adalah kehormatan besar menjadi bagian dari klub seperti United dan aku ingin tampil sebaik mungkin dan melakukan apa yang kubisa,” lugas kiper berusia 20 tahun itu.

Memang, David de Gea langsung mencuri perhatian di Inggris. Setidaknya, berbagai rumah bursa Inggris sudah memberi taruhan untuk kiper baru Manchester United dalam laga debutnya di Premier League 2011-2012. Laga perdana United adalah away ke West Bromwich Albion pada 13 Agustus mendatang.

Taruhan yang dipasang untuk De Gea adalah mempertahankan gawang United dari kebobolan (clean sheet) lawan West Brom. Salah satu rumah bursa online terkenal bet365 bahkan memasang taruhan @5/4. Itu sama saja keyakinan tinggi apabila De Gea tidak akan memungut bola dari gawang United.

Sebagai catatan, gawang United dibobol tiga kali oleh West Brom dari dua kali pertemuan di Premier League musim lalu. Itu termasuk dua gol di Old Trafford ketika laga berkesudahan 2-2 pada 16 Oktober 2010. Salah satu gol terjadi karena blunder Edwin van der Sar setelah gagal menangkap bola crossing relatif mudah.

Tapi, rumah bursa percaya apabila De Gea tidak akan tampil mengecewakan meskipun masih sangat muda (20 tahun) dan berlaga di liga baru. Pengalaman De Gea musim lalu menjadi nilai plus. Dalam 45 laga di berbagai ajang, dia mencatat 24 clean sheet.

“De Gea punya kualitas sebagai pengganti Van der Sar. Fergie (Sir Alex Ferguson, pelatih United, Red) saja menaruh kepercayaan tinggi kepadanya,” ungkap juru bicara bet365 Steve Freeth sebagaimana dilansir The Sun.
Tidak hanya clean sheet, sejumlah rumah bursa juga memasang taruhan De Gea bakal sukses melakukan penyelamatan penalti dalam laga melawan West Brom.

Punter misalnya yang memasang taruhan @33/1. Juga @16/1 untuk kebobolan lewat penalty dan @66/1 untuk terkena kartu merah di debutnya.

Ketika mengantarkan Atletico Madrid mengalahkan Inter Milan 2-0 dalam Piala Super Eropa tahun lalu, De Gea juga sukses menggagalkan penalti Diego Milito.
De Gea juga pernah menuai pujian setelah melakukan 11 penyelamatan ketika menghadapi Real Madrid di Santiago Bernabeu pada 7 November 2010 sekalipun Atletico akhirnya kalah 0-2. (dns/jpnn)

De Gea Bakal Tertekan

MANTAN kiper Manchester United Roy Carroll mengingatkan David De Gea akan menghadapi tekanan besar untuk bisa menjadi penerus Edwin van der Sar di Old Trafford.

Carroll pernah berseragam The Red Devils antara 2001 dan 2005. Ia pastinya tahu betul bagaimana kondisi tekanan di dalam klub penguasa Liga Primer Inggris itu.

Kepindahan De Gea dari Atletico Madrid ke United tinggal selangkah lagi. Ia kabarnya sudah menjalani tes medis di United. Namun, pengumuman resminya belum disampaikan ke publik.

“Edwin van der Sar telah melakukan tugas dengan sangat baik di Manchester United dalam beberapa tahun terakhir ini, dan kiper muda ini datang ke klub terbesar di dunia. Pastinya, ia akan mendapatkan banyak tekanan,” ujar carroll kepada TalkSPORT.

“Manchester United adalah klub yang ingin memenangi setiap trofi. Dengan begitu, tekanan bermain untuk United sangatlah besar,” pungkasnya. (net/jpnn)

Bukti Kuat, Tersangka Ditahan

Tipikor Poldasu Janji Selesaikan 17 Kasus Korupsi

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, berjanji akan terus menyelidiki 17 kasus dugaan korupsi yang sedang ditangani. Meskipun, kasus-kasus dugaan korupsi tersebut sulit untuk mencari bukti dan lainnya.

“Semua kasus korupsi tetap jalan. Tidak ada kasus atau perkara yang dihentikan,” tegas Direktut Ditreskrimsus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho saat dikonfirmasi Sumut Pos, Rabu (29/6). Sadono menjelaskan, untuk setiap tersangka dari ke-17 kasus tersebut, juga kemungkinan besar akan ditahan apabila semua bukti dan saksi telah menguatkan.

“Ada tiga yang telah P21, dan tinggal proses akhirnya saja. Untuk yang masih sidik, manakala sudah kuat bukti dan saksi pasti akan ditahan,” terangnya. Kapan pemeriksaan lebih lanjut dan kapan penahanannya?

Menjawab itu, Sadono menuturkan, proses pemeriksaan dan penahanan terhadap seorang tersangka korupsi tergantung dari proses penyidikan dari setiap Subdit Tipikor Poldasu masing-masing.

Diketahui, tiga dari 17 kasus dugaan korupsi yang telah P21 yakni dugaan korupsi dana APBD Kota Medan 2006, berkaitan dengan pengadaan jasa konsultan dalam pekerjaan penyusunan master plan Kota Medan 2006 yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan 2006 dengan tersangka Susi Anggraini, Ir Harmes Joni, Ir Gatot Suhariono dan Fajrib H Bustami, dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp1,5 miliar. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 2 dan 3 UU RI No.31/1999 yang telah diubah dan diperbaharui dengan UU RI No 20 Tahun 2001.

Selain itu, kasus dugaan korupsi dalam penyaluran minyak goreng bersubsidi yang dikelola Disperindag Kabupaten Langkat yang bersumber dari P-APBN 2008, dengan tersangka Sugito SH dan Muzhir SE dengan jumlah kerugian Rp1,3 miliar. Pasal yang disangkakan Pasal 2 dan atau Pasal 3 UU RI No.31/1999 dan atau Pasal 9 UU RI No.20/2001 tentang perubahan atas UU RI No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Satu kasus lainnya yang telah P21 yaitu dugaan tindak pidana korupsi yang terkait dengan pemerasan yaitu, dengan cara meminta uang Rp150 juta oleh Eddy Suhairi SH (Panitera PN Medan) kepada Syarifah Hazanah agar anak dari Syarifah Hazanah dapat divonis bebas dengan tersangka Eddy Suhairi SH (Panitera PN Medan). Pasal yang disangkakan yakni, Pasal 12 Huruf e UU No.20/2011 tentang perubahan atas UU No.31/1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Sementara, kasus dugaan korupsi yang telah P19 atau pelengkapan berkas sebanyak 4 kasus, antara lain kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam pekerjaan pembukaan jalan ke Kompleks Sekolah Tinggi Islam Madina (STAIM) Tahun Anggaran (TA) 2002 yaitu mengerjakan proyek pembangunan jalan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknik yang ditetapkan (bestek) dengan tersangka diantaranya, Drs H Khairuddin Lubis (Direktur CV Prima), Azhar Nasution (Pimpro), Armada ST (Pengawas), Hasanuddin Nasution. Jumlah kerugian negara berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebesar Rp38.769.000.

Kasus lainnya adalah kasus dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pelaksanaan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2005 pada Pemerintah Kota (Pemko) Pematang Siantar dengan tersangka antara lain, Drs Morris Silalahi (Kepala BKD Pemko Pematang Siantar), Tagor Batubara SH, Drs Tanjung Sijabat dan Mantan Wali Kota Siantar RE Siahaan. Pasal yang disangkakan yakni Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 UU No.31/1999 Jo UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Untuk kasus ini bahkan sudah P19 sebanyak 8 kali, dan terakhir adalah tanggal 24 Juni 2010.

Kemudian kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat olahraga dan operasional KONI Kota Binjai yang terjadi penggelembungan harga terhadap barang-barang olahraga dan alat Kantor KONI Binjai yang menggunakan anggaran dana bantuan dari APBD Kota Binjai Tahun 2007 senilai Rp1,7 miliar lebih dengan tersangka Ir Harris Harto (Ketua KONI Binjai). Pasal yang disangkakan yakni, Pasal 2, Pasal 3, Pasal 9 No.31/1999 Jo UU No.20/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Kasus yang masih P19 lainnya yaitu terjadinya tindak pidana korupsi dengan sengaja menggelapkan uang pada Bulan Juli 2011 sampai dengan Desember 2011 untuk 233 guru sebesar Rp2.915.262.850 dari rekening Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu pada Bank Sumut dan uang tersebut dipergunakan untuk keperluan lain dan keperluan pribadi. Tersangka dari kasus ini adalah Halomoan alias Lomo (selaku bendahara pengeluaran Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu). Pasal yang disangkakan adalah Pasal 2 dan 3 Jo 8 UU No.31/1999. Kasus ini sendiri merupakan pelimpahan dari Polres Labuhan Batu.

Sisanya adalah kasus dugaan korupsi yang masih dalam tahap sidik di Tipikor Poldasu antara lain, dugaan korupsi dalam pertanggungjawaban penggunaan anggaran kas daerah untuk panjar kerja dan bon sementara bagi kegiatan rutin Pemko Pematang Siantar TA 2003 sebesar Rp1,6 miliar dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp4,4 miliar dengan tersangka Kabag Keuangan Pemko Pematang Siantar Panahatan Sihombing.

Dugaan korupsi belanja modal pada dokumen anggaran SKPD Dispora Sumut sebanyak 11 paket pekerjaan, dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp404 juta lebih, dengan tersangka mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Sumut Ardjoni Munir.

Dugaan korupsi dalam penyaluran minyak goreng bersubsidi yang dikelola Disperindag Kabupaten Batubara yang bersumber dari APBN 2008, jumlah kerugian negara sebesar Rp836.265.000 dengan tersangka mantan Kadisperindag Batubara Mangandar Marpaung dan pelaku usaha Sumardi alias Edi.

Dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat-alat berat Dinas Bina Marga Kota Medan 2009 dengan kerugian negara sebesar Rp2 miliar. Pejabat yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Medan Edy Zalman Syahputra dan mantan Kepala Bidang Alat Berat Dinas Bina Marga Medan Ir Sudirman (sekarang pejabat eselon III di Dinas Perkim Medan, Red).

Dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan alat pendidikan dan laboratorium dan bengkel Jurusan Elektro Politeknik Negeri Medan TA 2010. Jumlah kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar dengan tersangka Sihar Simamora SE.

Dugaan penyalahgunaan pencairan dana subsidi minyak goreng, dengan kerugian negara sebesar Rp101.449.240, dengan tersangka Drs Iswan (eks Kadisperindag dan Pasar Kota Binjai).

Dugaan tindak pidana korupsi dalam penyaluran minyak goreng bersubsidi yang dikelola Disperindag Kabupaten Humbahas bersumber dari PAPBN TA 2008, dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp675.095.000. Ini merupakan pelimpahan dari Polres Humbahas dengan tersangka Ir Lasman Simamora, Drs Sumitro Banjarnahor, Ronal Situmorang, Kumpul Simamora dan Amran Simanulang.

Dugaan penggelembungan jumlah siswa SDN Hoya Baelkaha Kecamatan Lahusa untuk mendapatkan uang negara dan menggunakan dana BOS tanpa melibatkan komite sekolah dan dewan guru dalam menyusun RKAS dan RAPBS TA 2009. Belum ada tersangka, karena masih dalam proses lidik.

Dugaan tindak pidana korupsi terhadap pembangunan drainase baloho di Kelurahan Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan TA 2009, dimana adanya kelebihan pembayaran kepada rekanan atas pekerjaan tersebut. Akibatnya ada volume bangunan yang kurang/belum terpasang sesuai dengan bestek dan Bill Of Quality dalam kontrak. Kerugian negara sebesar Rp255.563.566.44. Kasus ini merupakan pelimpahan dari Polres Nias dengan tersangka Yoedi Saota (CV Ester), Drs Faudu’ Asa Hulu (Kuasa Pengguna Anggaran), Arsenius Halu ST (Pejabat Pembuat Komitmen), Helmut BK. Dakhi ST (Tim PHO), Regueli Sihur ST dkk (Tim Teknis), Abjan Jiter Sigiro ST (Konsultan pengawas).

Dugaan korupsi dana Panwaslu Kabupaten Batu Bara TA 2009 dilakukan oleh panitia Panwaslu Kabupaten Batu Bara dengan cara melakukan mark up sewa kantor dan kegiatan fiktif rapat kerja evaluasi akhir dan pemberhentian panwas kecamatan dan PPL se Kabupaten Batu Bara, dengan jumlah kerugian negara sebesar Rp152.700.000, dengan tersangka Mansyur dkk.(ari)

Evaluasi Kinerja Kadis TRTB

Bangunan Nanyang Belum Juga Dibongkar

MEDAN- Janji Dinas TRTB Kota Medan akan membongkar bangunan Nanyang internasional dianggap cuma lips service belaka. Pasalnya, hingga kini bangunan Nanyang Internastional School yang telah menyimpang dari SIMB yang dikeluarkan masih berdiri kokoh.

Karenanya, Wali Kota Medan diminta untuk mengevaluasi kinerja Kadis TRTB Kota Medan karena dinilai telah mencoreng wajah Pemko Medan, karena tidak berani menindak tegas bangunan bermasalah tersebut.
“Dinas TRTB sudah mencoreng wajah Pemko Medan. Karenanya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap harus mengevaluasi kinerja Kadis TRTB. Padahal sudah diketahui bangunan Nanyang menyimpang dari izin yang dikeluarkan, kenapa belum juga diberi tindakan tegas?” kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Medan Muslim Maksum saat dihubungi via ponselnya, Rabu (29/6).

Dikatakan Muslim, dari beberapa kali Dinas TRTB mencoba merubuhkan sekolah Nanyang, tapi tim terpadu Pemko Medan bersama Dinas TRTB hanya melakukan ‘ketok cantik’. “TRTB terkesan tidak serius terhadap bangunan Nanyang. Dinas TRTB jangan menjatuhkan wibawa Pemko Medan yang sudah dibentuk. Hannya gara-gara seorang pengusaha yang bisa mengurus izin bangunan tersebut, jangan dijadikan celah bagi Dinas TRTB,” cetusnya.

Sementara Kadis TRTB Kota Medan, Syampurno Pohan yang dikonfirmasi wartawan koran ini terkait janjinya untuk membongkar bangunan Nayang, mengaku belum menjadwalkan pembongkaran bangunan tersebut. “Kita belum menjadwalnya. Kita akan melakukan pemanggilan dulu terhadap pemilik sekolah Nanyang,” katanya.(adl)

Bank Harus Percepat Kembangkan Dunia Usaha

MEDAN- Anggota DPD RI, DR H Rahmat Shah mengungkapkan pentingnya nilai sebuah persahabatan dalam kehidupan ini, terutama persahabatan yang dibangun di atas nilai-nilai kejujuran, ketulusan dan saling menolong serta saling mengasihi. Hal ini disampaikan Rahmat saat diberi kehormatan untuk membuka operasional Bank Mega Cabang Setia Budi Medan, Kamis  (23/06).

Rahmat menjelaskan, kuatnya nilai persahabatan itulah yang membuatnya untuk datang menghadiri undangan sahabatnya dalam pembukaan bank tersebut. Rahmat mengaku, ia bersahabat dengan owner Bank Mega dan juga menjadi sahabat dari pimpinan bank yang baru saja diresmikan tersebut.

Dalam sambutan peresmian bank Mega cabang Setia Budi ini, Rahmat memuji pesatnya perkembangan bank ini dan kemampuannya berkompetisi di antara bank-bank lain yang jauh lebih mapan dan eksis. Dalam kaitan ini, Rahmat mengaku siap mendukung perkembangan dan pengembangan bank tersebut ke arah yang lebih baik.

Rahmat menilai bahwa bank di dalam era perekonomian modern, bank memegang peranan penting sebagai lembaga mediasi antara pemilik modal dengan para pengusaha. Dari hasil mediasi tersebut, roda perekonomian dapat berdenyut kembali dan kehidupan sosial dapat berjalan.  “Oleh karenanya, sudah menjadi sebuah keharusan mutlak bahwa bisnis perbankan harus dibangun di atas dasar kejujuran, transparansi dan professionalisme,” kata Rahmat.
Masih menurut Rahmat, dengan turut aktifnya perbankan menyalurkan dana usaha, khususnya bagi pengembangan kelompok dunia usaha mikro, kecil dan menengah, maka dunia perbankan telah turut mengatasi beberapa permasalahan bangsa yang terkait dengan pengembangan tingkat ekonomi dan taraf kesejahteraan masyarakat Indonesia. “Bank harus mampu membantu percepat dunia usaha,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Mega Setia Budi Tanda Sirait, mengaku, perkenalan dan persahabatan telah lama dijalin dengan Rahmat Shah. Persahabatan bernilai positif dapat ditingkatkan kepada bentuk-bentuk kerjasama positif yang dapat memberikan kebaikan bagi pembangunan Indonesia.

Diakuinya, pembukaan cabang baru Bank Mega ini, menyerap sejumlah tenaga kerja dan ini merupakan salah satu bentuk peran swasta. (*/ila)

50 Anak Ikut Khitanan Massal PKS Petisah

MEDAN- DPC Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Medan Petisah bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum Bandung Medan dan Bika Ambon Zulaikha, menggelar khitanan massal di Jalan Mistar, Kelurahan Sei Putih Barat, Medan Petisah, Minggu (26/6). Kegiatan yang diikuti 50 anak dari keluarga kurang mampu ini merupakan agenda tahunan dari DPC PKS Medan Petisah yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir.

Ketua panitia Juni Suratno didampingi Ketua DPC PKS Medan Petisah Krido Wardoyo mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan guna membantu para orangtua yang kurang mampu di daerah Kecamatan Medan Petisah untuk mengkhitan anaknya.

“Kita ingin meringankan beban para orangtua yang mungkin belum bisa mengkhitan anaknya. Melalui sunatan masal ini, kita ingin saling berbagi dan meningkatkan silaturahim sesama umat muslim,” ungkap Juni. Sementara, manajemen RSU Bandung yang diwakili Fuad Lubis SPd mengatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang digelar DPC PKS Medan Petisah ini. Diharapkan kerjasama yang telah terjalin antara DPC PKS Medan Petisah dengan RSU Bandung dapat lebih ditingkatkan.

Kegiatan sunat massal ini juga dihadiri anggota DPRD Kota Medan yang juga penasihat Fraksi PKS DPRD Kota Medan Surianda Lubis SAg.  Surianda menyampaikan agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga dapat menjalin hubungan silaturrahim yang baik antar masyarakat dan pengurus Partai Keadilan Sejahtera.(*/ade)

Pemutih Didapat dari Anak-anak

Terdakwa Coba Bunuh Diri Saat Sidang

MEDAN- Motif percobaan bunuh diri yang dilakukan terdakwa Arif Firmansyah (26), di ruang sidang pada Senin (27/6) lalu, akhirnya terungkap. Arif mengaku nekat bunuh diri karena putus asa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), 5 tahun penjara.

“Jaksa itu tidak adil. Makanya aku bertekad untuk melakukan bunuh diri di depan persidangan,” ujar Arif yang kondisinya mulai membaik kepada wartawan di lantai dua Rumah Sakit Umum (RSU) Malahati Medan, Rabu (29/6). Menurut Arif, tuntutan yang diberikan jaksa kepadanya tidak adil, karena ada seorang tahanan lainnya dalam perkara narkoba dituntut lebih ringan darinya. Padahal, jumlah barang buktinya miliknya lebih sedikit dari orang itu.
“Ada tahanan lain, warga keturunan yang ditahan dalam perkara narkoba juga, dengan barang bukti yang lebih banyak, tapi hanya dituntut 6 bulan penjara. Apa itu adil?” ucap Arief kesal.

Selain itu, Arif juga mengungkapkan, dirinya juga kerap mendapat perlakuan tidak baik oleh rekan sekamarnya di Rutan Tanjung Gusta. Teman-temannya sekamar menganggap dan memperlakukan dia seperti orang tidak waras.
Sedangkan mengenai pemutih pakaian yang ditenggaknya di depam majelis hakim, Arif mengaku, pemutih itu di dapatnya saat di sel Pengadilan Negeri Medan. Saat itu, dia menyuruh seorang anak kecil yang sedang berkunjung di Pengadilan Negeri Medan.

“Aku memang nekat bunuh diri. Makanya aku memanggil seorang anak kecil, yang saat itu ada di depan sel tahanan. Anak kecil itu aku kasih uang, untuk membeli satu botol pemutih pakaian tanpa sepengetahuan pengawal tahanan,” ujar terdakwa kasus narkoba ini.

Setelah mendapatkan cairan yang di pesannya, Arif lantas mengantongi botol tersebut tanpa sepengetahuan jaksa. “Saat aku menjalani persidangan itulah aku mengeluarkan botol cairan pemutih pakaian dan langsung membuka tutup botol dan meminumnya. Setelah itu aku tidak tahu lagi apa yang terjadi,” ujarnya.(rud)