26 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 14969

PLN Hemat Rp1 Triliun per Tahun

Tambah Pasokan Gas dari PT Salamander Energi Ltd

JAKARTA- Perburuan gas oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya membuahkan hasil. Kali ini, perusahaan listrik pelat merah tersebut berhasil mendapat pasokan gas dari PT Salamander Energi Ltd.
Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan mengatakan, Salamander akan memasok gas ke pembangkit listrik PLN dari Lapangan Bangkanai (Kalimantan Tengah), sebesar 20 billion british thermal unit per day (bbtud), mulai Juni 2013 hingga 2033.

“Dengan pasokan gas ini, potensi penghematan PLN mencapai Rp1,01 triliun per tahun,” ujarnya usai penandatanganan Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) dengan PT Salamander, kemarin (28/6).
Potensi penghematan tersebut didapat dengan asumsi harga minyak solar (HSD) saat ini sebesar Rp8.500 per liter dengan kurs Rp8.600 per USD. Nantinya, pasokan gas itu akan menggantikan pasokan solar yang selama ini menjadi sumber energi primer pembangkit listrik PLN. Adapun harga gas yang sudah disepakati sebesar USD4,79 per million metric british thermal unit (mmbtu) dengan ekskalasi 3 persen per tiga tahun.

Dahlan menyebut, pasokan gas dari Lapangan Bangkanai tersebut, nantinya digunakan untuk memenuhi kebutuhan gas bagi pembangkit listrik PLN yang ada di wilayah Kalimantan. “Terutama di Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur,” sebutnya.

Menurut Dahlan, tambahan pasokan gas tersebut membuka peluang yang lebih baik bagi PLN untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar jenis HSD yang harganya mahal bagi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). “Hal ini tentu akan mengurangi Biaya Pokok Produksi (BPP),” katanya.

Bila BPP listrik ini berhasil ditekan, lanjut Dahlan, maka akan memberikan dampak bagi pengurangan subsidi listrik yang harus disediakan Pemerintah.Dalam beberapa tahun ke depan. “Selain itu, pasokan listrik untuk Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur dipastikan akan semakin bertambah kuat seiring dengan pembangunan sejumlah pembangkit listrik berbahan bakar batubara (PLTU). Diharapkan pembangunan PLTU tadi, sudah dapat beroperasi pada tahun 2013,” ujarnya.
Pada saat itu, kata Dahlan, gas dari Lapangan Bangkanai akan disimpan dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) untuk memasok kebutuhan energi primer bagi pambangkit PLN dan diperkirakan mampu menghasilkan daya sampai 350 megawatt (MW). “Pasokan daya ini, nantinya akan dimanfaatkan khusus pada waktu beban puncak di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan yakni antara pukul 17.00 -22.00 WITA (Waktu Indonesia Tengah),” terangnya.
Selain itu, kemampuan pasokan daya di wilayah itu juga akan diperkuat dengan pasokan daya dari pembangkit listrik milik swasta (IPP), yang saat ini juga masih dalam tahapan konstruksi dan diharapkan pada pertengahan 2013 nanti pembangkit IPP sudah dapat beroperasi untuk memasok daya listrik sebesar 120 MW. (owi/jpnn)

Pajak Ekspor Barang Mentah Akan Naik

Pemerintah berencana menaikkan pajak eskpor bahan baku mentah, khususnya pada komoditas mineral dan batubara (minerba). Hal ini diupayakan demi mewujudkan kebijakan hilirisasi produk industri.

“Yang mau mengusulkan (kenaikan pajak ekspor tersebut) adalah Kementerian Perindustrian. Kalau usulan tersebut sudah dibahas interdepartemen, (nantinya akan) ditetapkan dalam PMK (Peraturan Menteri Keuangan). Baru setiap bulan ditetapkan oleh Kementerian Perdagangan,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh di Jakarta, Selasa (28/6).

Saat ini, Deddy menegaskan hal tersebut masih berupa wacana. Belum ada pertemuan antarkementerian untuk membahasnya. “Tapi itu semua harus dibahas dulu interdep. Jadi belum tahu kapan mulai mau dibahas,” tambahnya.
Namun, lanjut dia, satu hal yang pasti perihal hilirisasi ini juga telah diatur dalam UU Minerba No 4, Tahun 2009, di mana ditetapkan setelah lima tahun sejak diundangkan, atau pada tahun 2014, ekspor minerba harus sudah diolah terlebih dahulu. (net/jpnn)

Benzema Siap Bersaing

MADRID-Real Madrid adalah tim raksasa yang menjadi incaran banyak pemain top untuk merumput disana. Imbas dari semuanya itu, ada pemain yang datang, tapi tak sedikit pula yang terpaksa hengkang.

Nah sekarang ini, meski memiliki stok striker yang sudah berlimpah, Real Madrid terus memburu beberapa pemain depan. Dianggap posisinya paling terancam, Karim Benzema tak gusar dengan kondisi tersebut.Sergio Aguero dan Neymar adalah dua nama yang kini tengah santer dikabarkan bakal dibeli Madrid. Entah salah satu atau bahkan keduanya akan datang ke Santiago Barnebu, itu akan menambah padat barisan striker El Real.

Jose Mourinho sebelumnya sudah punya Gonzalo Higuain yang siap menunjukkan kembali ketajamannya usai cedera panjang musim lalu. Ada juga Emmanuel Adebayor yang tampil menjanjikan dalam periode peminjaman dari Manchester City. Nama lainnya adalah Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.Untuk yang disebut paling akhir, kedatangan striker baru akan membuat peluangnya dapat kesempatan bermain makin sedikit. Striker asal Prancis itu sempat banyak dapat kritik karena tak memberi banyak kontribusi berupa gol, dan jadi pemain yang santer dikabarkan bakal dilego pada awal musim kemarin.
Siapkah Benzema menghadapi persaingan yang lebih berat musim depan untuk bisa dapat satu tempat di starting eleven?

“Saya tidak takut. Jika saya takut dengan kedatangan striker lain maka saya akan berhenti bermain sepakbola Striker-striker tak membuat saya takut, Kompetisi memacu saya dan memotivasi saya untuk lebih lagi,” sahut Benzema di Skysports.

Setelah tahun perdana yang seret gol, cuma sembilan kali menjebol gawang lawan di semua kompetisi, performa Benzema jauh meningkat di musim 2010/11 lalu. Jumlah 26 gol dan sembilan assist adalah torehan mantan pemain Olympique Lyon itu dari 48 kesempatan dia dimainkan.
“(Persaingan) itu merupakan bagian dari paket dan bingkisan dalam pertandingan. Saya tak pernah melihat masa depan saya di luar Madrid. Tidak pernah,” tegas Benzema. (bbs/jpnn)

Wajib Diurus, Tanpa Biaya

Medan Percontohan KTP Eletronik

MEDAN-Kota Medan menjadi proyek percontohan pelaksanaan Kartu Tanda Penduduk eletronik (e-KTP). Sebanyak 2.100. 000 jiwa dari 2.700.000 penduduk Kota Medan wajib memakai KTP dengan data yang terintegrasi di seluruh Indonesia tersebut. Pelaksanaannya akan dilakukan bersamaan di 197 kabupaten/kota di Indonesia sesuai Rapat Kerja Nasional Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2011 di Jakarta.

Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan, Darusalam Pohan, menjelaskan secara teknis dalam proses pembuatan e-KTP di Kota Medan. Pihak Kecamatan akan melakukan sistem dengan tahap melakukan undangan ke kepala keluarga ke Kantor Camat kabupaten/kota.

Tetapi undangan tersebut masih menunggu aplikasi dari pusat untuk memberi perintah cetak undangan yang akan dibagikan kepada masing-masing KK.

“Jadi pihak Kecamatan akan memberikan undangan kepada Kepala Keluarga, kan didalam KK ada kepala keluarga. Jadi akan dilihat didalam KK tersebut siapa saja yang berhak memiliki e-KTP. Yang punya KK hannya diberikan satu undangan, “ ucapnya usai pelantikan Ketua Umum Kopri di Hotel Emerald Garden, Selasa (28/6).

Terkait pelaksanaannya, Darusalam belum bisa memberi keterangan yang pasti. Pihaknya menunggu kepastian dari pusat. “Yang jelas Agustus, tetapi tangalnya menunggu kapan kata dari Pusat, “ ucapnya.

Untuk memperlancar program ini, dua petugas kecamatan dipersiapkan melayaninya 15.000 wajib KTP. “ Jadi kita mempunyai satu perangkat dengan dua personel disetiap Kecamatan. Untuk operatornya, sesuai dengan jadwal akan dilatih oleh Bimbingan Teknis yang mendatangkan intruktur dari Pusat, “ bebernya.

Sedangkan untuk pemilik KTP model lama, Darusalam menyarankan agar bersabar dahulu karena menunggu statement dari pusat. “KTP lama berlaku, tetapi sampai selesai bulan mengurus e-KTP, Pusat pasti akan mengeluarkan statement. Jadi wajib KTP hannya membawa undangan saja ke kantor camat dan ditunjukkan kepada operator, pasti akan dilayani pembuatan KTP eletronik secara gratis, “ katanya mengakhiri.

Ketua Komisi A DPRD Medan Ilhamsyah menegaskan dalam penerapan KTP elektronik ini, dibutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) Dinas Kependudukan. Kata dia, kecermatan dalam menginput data penduduk ke dalam database yang akan terhubung ke jaringan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) di Kementerian Dalam Negeri, merupakan keharusan.

“Supaya tidak terjadi kesalahan data penduduk saat e-KTP itu dicetak. Saya pikir, kita semua menginginkan yang terbaik. Medan kalau bisa jadi percontohan penerapan e-KTP,” ujar politisi Partai Golkar ini.

Lebih Hebat dari Cina-India

Mendagri Gamawan Fauzi membeberkan keunggulan KTP elektonik yang akan diterapkan di Indonesia, dibandingkan dengan e-KTP yang diterapkan di RRC dan India. Gamawan menyebut, e-KTP di Indonesia lebih komprehensif.
Di RRC, kata Gamawan, Kartu e-ID tidak dilengkapi dengan biometrik atau rekaman sidik jari. Di sana, e-ID hanya dilengkapi dengan chip yang berisi data perorangan yang terbatas. Sedang di India, sistem yang digunakan untuk pengelolaan data kependudukan adalah sistem UID (unique Identification), yang di Indonesia namanya NIK (Nomor Induk Kependudukan).“UID diterbitkan melalui register pada 68 titik pelayanan, sedangkan program KTP elektronik di Indonesia akan dilaksanakan di 6.214 kecamatan,” ujar Gamawan saat memberikan arahan di acara Rakernas Kependudukan dan Pencataan Sipil di Jakarta, Minggu malam (26/6).

Acara dihadiri Ketua Komisi II DPR Chairuman Harahap, para pejabat kementrian terkait, para bupati/walikota dan ketua DPRD dari 300 daerah yang akan menerapkan e-KTP di 2012.

Lebih lanjut Gamawan menjelaskan, UID digunakan sebagai interface untuk mendapatkan pelayanan. Sedangkan e-KTP disamping digunakan menjaga ketunggalan identitas dan mencegah pemalsuan, juga dapat digunakan sebagai interface dalam mendapatkan pelayanan.

“Dengan demikian, KTP elektronik yang akan diterapkan di Indonesia merupakan gabungan e-ID RRC dan UID India, karena KTP elektronik dilengkapi dengan biometrik dan chip,” ujar Gamawan, disambut tepuk tangan hadirin.
Dijelaskan juga, spesifikasi KTP elektronik seperti Indonesia, saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah Republik Federal Jerman yang dimulai Novermber 2010 dan akan selesai pada 2016. Dengan demikian, lanjut Gamawan, lagi-lagi Indonesia lebih unggul karena ditargetkan hanya butuh waktu dua tahun untuk melaksanakan e-KTP, dibanding Jerman yang enam tahun. (adl/sam)

Jamaah Bertambah, Yasinan Numpang di Gereja

An-Noor, Musala Perjuangan bagi TKI di Daejeon, Korsel

Menempati lantai atas sebuah ruko di Daejeon, Korsel, para TKI mengubahnya menjadi tempat multifungsi. Musala untuk beribadah, kursus, kuliah jarak jauh, dan pelatihan bisnis. Upaya meng-upgrade diri di negeri orang agar tak terus-menerus menjadi pekerja kasar. Berikut laporan HAFID ABDURAHMAN yang baru pulang dari Daejeon.
SEBUAH papan tulis (whiteboard) dan hiasan Kakbah berukuran kecil terpampang di dinding bercat putih ruangan berukuran kira-kira 6 x 15 meter. Di pojok, terdapat mimbar lengkap dengan kaligrafi Allah. Hiasan tempat ceramah salat Jumat itu tak dipahat, hanya berupa kertas yang ditempel dengan isolasi.

Lantai ruangannya berbahan parquet bermotif kayu. Di tengah-tengah, tampak sebuah komputer lengkap dengan printer. Di sisi timur, terdapat kamar mandi yang sekaligus difungsikan sebagai tempat wudu kala hendak salat.
Sederhana. Namun, Musala An-Noor punya arti besar bagi para TKI di Kota Daejeon, Korsel. “Kami mendirikan An-Noor ini dengan susah payah,” kata M. Subhan, takmir musala itu.

An-Noor berada di dekat kawasan downtown Daejeon yang berjarak sekitar 160 kilometer dari ibu kota Korsel, Seoul. Tempat ibadah tersebut menempati lantai paling atas sebuah ruko berlantai tiga. Lantai di bawahnya digunakan untuk kafe, lantai paling bawah difungsikan sebagai toko penjual perhiasan.

Jawa Pos (grup Sumut Pos) datang ke An-Noor ditemani Ketua Yayasan Ciputra Pendidikan Benny Bernandus dan dosen Universitas Ciputra (UC) Jeskhael Este Sutanto. Keduanya mengawal mahasiswa UC mengikuti kegiatan Summer Immersion Program pada 11-18 Juni lalu.

“Sebelum ada musala ini, warga Indonesia salat di berbagai tempat. Di taman-taman kota, bahkan sebelah toilet umum. Sebab, susah mencari musala apalagi masjid di kota ini,” ungkap pria 36 tahun asal Bojonegoro tersebut.
Kesulitan mencari tempat untuk bersembahyang itulah yang membuat Subhan dan kawan-kawannya begitu bersemangat membangun musala. Sebelum neon sign bertulisan Musholla An-Noor berwarna hijau dengan bingkai garis putih di lantai tiga ruko itu menyala terang saat malam, mereka harus melewati jalan berliku.

Semuanya berawal dari sebuah komunitas yang dibentuk para TKI di Daejeon pada 2008 lalu. Dari hari ke hari jumlah anggota komunitas dengan nama Imnida (Ikatan Muslim Indonesia) itu semakin banyak. Akhirnya mereka membuat majelis yasinan. “Kumpulnya setiap Minggu. Sebab, semua pekerja kan libur. Sebelum yasinan, kami kumpul-kumpul dan kadang bermain sepak bola,” paparnya.

Kadang, ketika tempat pertemuan tak cukup, para jamaah yang semuanya buruh migran asal Indonesia itu pun menggelar pengajian di sebuah gereja. Kebetulan gereja tersebut juga merupakan shelter bagi migran atau pekerja asing. “Gereja itu bernama Gereja Bindel di kawasan Hwadong. Di sana ada shelter yang dikelola oleh sebuah LSM. Peserta yasinan di gereja saat itu mencapai 40 orang,” jelas Subhan sembari membenahi letak peci putihnya.
Namun, mereka tak lama menggelar pengajian di tempat ibadah kaum Nasrani tersebut. Sebab, Gereja Bindel direnovasi dan para TKI harus mencari tempat lain. Komunitas pengajian terus bertambah. Pesertanya tak hanya TKI. Beberapa mahasiswa yang menimba ilmu di Korsel juga ikut bergabung.

Setelah bertukar ide, akhirnya muncul gagasan untuk memberikan kursus bagi TKI. Pematerinya adalah mahasiswa. “Jadi, setiap pertemuan tak hanya digunakan untuk pengajian. TKI juga mendapat kursus dari mahasiswa,” paparnya.

Gagasan itu didasari keinginan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Para TKI tak ingin terus-menerus menjadi pembantu rumah tangga dan memeras keringat sebagai pekerja kasar. Mereka ingin maju dan banyak di antaranya ingin meneruskan pendidikan formal.

Penghasilan mereka yang kebanyakan bekerja sebagai buruh pabrik antara Rp10 juta hingga Rp15 juta. Mereka juga rata-rata lulusan SMA dengan skill mumpuni. “Sebab, pekerja di sini kan resmi karena ada kerja sama G to G (government to government) antara Indonesia dan Korea. Jadi, mereka harus melalui seleksi ketat,” ujar Ony Avrianto Jamhari, regional manager and international relations SolBridge International School of Business.
SolBridge merupakan salah satu kampus bisnis di Daejeon, Korsel. Ony merupakan salah satu pengajar. Dia memberikan kursus bahasa Inggris kepada TKI.

Ide untuk belajar juga terinspirasi dari kesuksesan seorang TKI di Korsel yang kini bergelar sarjana. “Dia adalah Saiful Hadi. Dulu dia adalah TKI ilegal. Tapi, kemudian dia belajar dan berkuliah di Chungnam National University,” kata Dedi Prasetyo, takmir musala lainnya.

Setelah melalui persiapan matang, dimulailah proses belajar-mengajar. Ada tiga “pelajaran” yang diterima TKI. Yakni, bahasa Inggris, bahasa Korea, dan komputer. Semua dihelat setelah pengajian.

Belajar sekaligus beribadah itu dilakukan dengan nunut di DICC (Daejeon International Community Center). Tempat tersebut memang merupakan fasilitas umum bagi orang asing di Daejeon. Karena itu, untuk meminjam tempat, para TKI dan mahasiswa tak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun.

Ketika belajar dan beribadah yang dilakukan setiap minggu, beberapa TKI dan mahasiswa berupaya mencari tempat permanen untuk dijadikan musala sekaligus “kampus” bagi TKI. “Akhirnya kami memilih ruko ini sebagai musala. Dulu tempat itu adalah warnet,” ucap Dedy.

Jika belajar dan ibadah berjalan mulus meski harus berpindah-pindah tempat, mendirikan musala butuh upaya keras. Pertama, para TKI tidak punya cukup dana. Kedua, mengurus perizinan untuk tempat ibadah di Korsel tidaklah gampang.

Setelah berjuang, para TKI akhirnya berhasil mengumpulkan dana dengan cara utang sebesar 5 juta won atau sekitar Rp 42,5 juta dari Islamic Center Daejeon. “Kami modal nekat. Ada 13 orang yang menjaminkan diri ke Islamic Center. Alhamdulillah, kami dapat utangan,” jelasnya.

Uang di tangan, namun para TKI terbentur perizinan. Untuk membangun musala, harus ada izin dari pemerintah setempat. Selain itu, para TKI membangun musala dengan menyewa tempat. Dengan demikian, mereka harus meminjam nama penduduk lokal.

“Kami cari izin, malah sempat dicurigai teroris. Karena itu, polisi malah sering sliweran memantau kami,” ucap Subhan. “Kami jelaskan bahwa kami bukan teroris. Kami terus meyakinkan itu kepada polisi. Kemudian, polisi justru membantu kami menguruskan izin ke pemerintah,” sambungnya.

Para TKI girang bukan kepalang. Penantian dan perjuangan selama dua tahun akhirnya berakhir. Mereka akhirnya memiliki Musala An-Noor yang diresmikan pada 27 September 2009. Kegiatan ibadah dan belajar yang dulunya no maden alias selalu berpindah-pindah akhirnya dipusatkan di tempat ibadah itu.

Aktivitas di An-Noor terus berkembang. Dari tempat ibadah dan kursus, musala kemudian menjadi salah satu sentra bisnis bagi TKI. Mereka mengembangkan bisnis pulsa. Takmir masjid mengoordinasi para pekerja untuk mengedarkan voucher. “Mereka kan bekerja di beberapa pabrik. Di sana, banyak pekerja asing. Karena itu, para pekerja kami titipi pulsa khusus sambungan internasional,” terangnya sembari menunjukkan tumpukan voucher pulsa dengan beraneka ragam gambar.

Bisnis kecil-kecilan itu mulai membuahkan hasil. Setiap bulan, omzet bisnis pulsa yang dikelola TKI mencapai keuntungan 500 ribu won atau sekitar Rp 4,25 juta. Keuntungan tersebut digunakan untuk menutup biaya sewa gedung dan operasional musala.

Para TKI kreatif itu belum puas. Mereka terus berjuang meningkatkan taraf hidup. Para pekerja tersebut bergairah untuk mendapatkan gelar sarjana. Karena itu, muncul gagasan untuk kuliah jarak jauh melalui Universitas Terbuka (UT). Harapannya, setelah pulang dari Korsel, mereka bisa memperoleh banyak keuntungan. Dapat modal plus pengalaman sekaligus titel.

Lagi-lagi, para TKI yang dibantu mahasiswa tersebut harus melalui jalan terjal. Namun, setelah setahun berjuang, para TKI akhirnya bisa kuliah. Tahun ini, para TKI yang menjadi mahasiswa UT mencapai 326 orang. Selain Daejeon, perkuliahan dilakukan di kota Busan, Ansan, Daegu, dan Seoul. Mereka kuliah di jurusan manajemen, bahasa Inggris, dan ilmu komunikasi.

Khusus Daejeon, kuliah juga dilakukan di Musala An-Noor. “Kadang juga di DICC. Per semester, bayarnya 250 ribu won atau sekitar Rp2,1 juta. Dosennya mahasiswa Korea yang disetujui UT. Namun, setahun sekali, dosen dari Jakarta melakukan kuliah umum di sini,” ucapnya.

Setelah jadi “kampus” dan “pusat bisnis”, pemanfaatan Musala An-Noor terus ditingkatkan. Kali ini, para takmir berancang-ancang membuka TPA (Taman Pendidikan Alquran). Sebab, saat ini, semakin banyak anak keturunan Indonesia di Korsel. “Kebanyakan, perempuan Indonesia menikah dengan orang Korea. Jadi, anaknya kami fasilitasi dengan TPA,” ujar Subhan. (*/lk)

Terinspirasi Legenda Inggris

MANEJER baru Chelsea Andre Villas Boas menganggap mendiang Sir Bobby sebagai panutannya. Andre Villas-Boas menyatakan mantan manajer timnas Inggris almarhum Sir Bobby Robson sebagai sosok terpenting dalam kesuksesannya sebagai manajer saat ini.

Villas-Boas mendapatkan banyak bantuan dan nasihat dari Robson saat legenda Inggris itu berkarier di Porto, dan manajer berusia 33 tahun itu pun tak akan pernah melupakan peran Robson dalam pendidikannya sebagai calon manajer itu.

“Bobby adalah orang sangat penting dalam karier saya. Ia yang memberikan nasihat saat saya masih sangat muda untuk mengambil kursus kepelatihan dan membuka pintu di Porto bagi saya untuk melihat sesi latihan mereka,” kenang Villas-Boas.

“Kami punya hubungan yang sangat baik dan ia adalah orang yang saya hormati dan sangat dihormati di dunia sepakbola. Apa yang ia lakukan, bukan hanya kepada saya dan Jose (Mourinho), tetapi kepada semua orang, menginspirasi mereka untuk mengambil peran sesuai dengan gaya mereka masing-masing,” pungkasnya. (net/jpnn)

Percaya yang Muda

MEXICO CITY – Baru saja timnas Meksiko menjuarai Piala Emas CONCACAF dengan mengalahkan seteru klasiknya Amerika Serikat di final pada 25 Juni lalu. Berikutnya mereka akan terjun di Copa America 2011 sebagai undangan.
Meksiko tergabung dalam grup C bersama Uruguay, Cile, dan Peru. Mereka akan melakoni laga pertamanya pada 4 Juli nanti menghadapi Cile di Estadio del Bicentenario, San Juan. Sayang, Meksiko tidak turun dengan pasukan terbaiknya.

Ya, tidak ada bintang seperti Javier “Chicharito” Hernandez, Rafael Marquez, Andres Guardado, atau Efraim Juarez. Mereka turun dengan pasukan mudanya yang rata-rata pemain di kompetisi lokal Meksiko, kecuali dua bersaudara Dos Santos.

Giovani dos Santos yang membela Tottenham Hotspur akan memimpin pasukan muda Meksiko, dibantu dengan adiknya Jonathan Dos Santos yang membela Barcelona B.

Memang ada beberapa pemain senior, tapi bukan pemain ternama seperti Rafael Marquez Lugo, 29, Hector Reynoso, 30, Oribe Peralta, 27, dan kiper Luis Ernesto Michel, 31. Sisanya adalah pemain yang berusia di bawah 23 tahun.
Makanya, mereka juga tidak dibebani dengan target yang muluk-muluk. Hanya kesempatan untuk menambah jam terbang. Toh, sejumlah bintang Meksiko juga enggan turun dalam dua turnamen sekaligus pada jeda musim panas ini.
Dengan skuad muda ini, Meksiko mendapat prediksi tidak akan bertahan lama.

“Setelah apa yang kami capai di Piala Emas, berikutnya yang menjadi target kami adalah tampil sebaik mungkin di Copa America. Kami pasukan muda dan akan banyak belajar dari tim-tim hebat yang turun di kejuaran itu,” jelas Dos Santos, seperti dikutip Sambafoot. Kebetulan, tim yang diturunkan Meksiko adalah tim yang mereka siapkan untuk tampil di Olimpiade 2012 London. Meksiko tidak sendiri datang ke Argentina sebagai undangan. Mereka bersama dengan Kosta Rika yang tergabung di grup A.

Sejatinya, Jepang yang diundang oleh Conmebol (konfederasi sepak bola Amerika Selatan). Hanya, gempa dan tsunami yang melanda Jepang pada 16 Maret lalu memaksa juara Piala Asia 2011 itu harus mun dur dari kejuaraan dan digantikan  Kosta Rika.(ham/jpnn)

Tidak Perlu Kuatir Yuan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Radjasa menyatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan akan penggunaan mata uang yuan yang semakin marak.

“Memang ada satu program antara Indonesia dengan Cina yang kita sebut dengan swap arrangement. Di mana kita bisa menggunakan rupiah dalam pembelian, Cina bisa membayar juga dengan yuan untuk itu. Dan ini memang suatu program, dan kita tidak perlu khawatir soal itu. Bahkan itu positif,” ungkap Hatta di Jakarta, Selasa ( 28/6).
Indonesia dan Cina memang telah mempunyai perjanjian pertukaran mata uang bilateral (bilateral swap arrangement). Namun, sejauh ini perjanjian tersebut belum aktif.

Sebelumnya, Bank Indonesia pun mendukung penggunaan Yuan sebagai bagian dari pendekatan multipolar dalam perdagangan dunia, di mana perdagangan tidak bergantung pada satu jenis mata uang saja. Mengingat sejauh ini, mata uang yang menjadi basis nilai tukar dalam perdagangan yaitu dolar AS, Euro, Poundsterling Inggris, dan Yen Jepang.
Ketergantungan terhadap satu jenis mata uang ini, menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah, di Jakarta, dapat menimbulkan instabilitas. “Di sini pentingnya yuan karena yuan berasal dari emerging market (pasar sedang berkembang),” ungkap Difi.

Namun, penggunaan Yuan sendiri akan bergantung pada dorongan internasionalisasi yuan oleh bank sentral Cina. Selain itu pasokan yuan pun harus diperhitungkan. (net/jpnn)

Revolusi The Blues

LONDON-Semua daya dan upaya telah dilakukan untuk mendongkrak perfroma tim agar bisa menjadi yang terbaik di tanah Eropa. Namun apa yang menjadi keinginannya tak kunjung kesampaian.
Namun itu tak membuat Roman Abramovich berputus asa dalam membangun kekuatan Chelsea. Orang kaya asal Rusia itu terus mencurahkan semua energi untuk mencapai keinginannya.

Ketika kali pertama tiba di Stamford Bridge, Roman Abramovich adalah juragan minyak yang mencoba berbisnis di sepakbola. Kini, menurut Frank Arnesen, sang juragan Yahudi asal Rusia itu seolah menjadi pakar sepakbola.
“Tahun 2005, Abramovich hanya tahu sedikit soal sepakbola. Kini, dia seolah tahu semua hal soal sepakbola,” ujar Arnesen dengan nada sinis.Arnesen, kini direktur sepakbola Hamburg SV, adalah salah satu yang terdepak dari Chelsea akibat sikap sok tahu Roman Abramovich.

“Chelsea kini benar-benar dijalankan oleh Abramovich, bukan manajer” lanjut Arnesen.
Sejak Jose Mourinho masih menangani Chelsea, Abramovich juga kerap ikut campur dalam pengadaan pemain. Ia memaksakan kehendaknya untuk membeli sejumlah pemain yang diinginkan. Salah satunya Andriy Shevchenko. Namun, tidak satu pun pemain yang dibeli Abramovich meraih sukses di Stamford Bridge. Nah, kini setelah pelatih asal Italia Carlo Ancelotti didepak karena gagal, Abramovic mendatangkan pelatih muda asal Portugal Andre Villas-Boas yang sebelumnya menangani FC Porto.

Villas-Boas diikat dengan kontrak berdurasi tiga tahun.

“Dia (Andre Villas –Boas, Red) adalah salah satu pelatih paling berbakat. Ia bisa meraih sukses dalam waktu yang singkat. Ambisi dan semangatnya sesuai dengan apa yang diinginkan Chelsea,” bilang Roman Abramovic.
Datang ke Kota London untuk menangani tim sebesar Chelsea tentunya bukan pekerjaan mudah bagi Villas Boas yang baru berusia 33 tahun. Menyadari hal itu, dirinya segera melakukan langkah-langkah penting yang menurutnya berdampak positif  untuk mengejar  ambisi The Blues untuk menjadi penguasa di  Eropa.

Kebijakan teranyar yang dilakukan Villas Boas adalah mencopot sejumlah staf kepelatihan seperti  Paul Clement (asisten pelatih tim pertama), Glen Driscoll (pelatih kebugaran), dan Bryan English (dokter klub).
Tak sampai di situ, Villas Boas pun membatalkan salah satu laga persahabatan melawan Vitesse Arnheim di Belanda pada 9 Juli mendatang.

“Saya bukan diktator  dan tak berbakat mengelola klub dengan tangan besi. Ini merupakan konsekuensi yang sangat mengganggu, terutama bagi suporter kami. Kami sudah berusaha keras untuk mengorganisir pertandingan dan kami sebelumnya telah menawarkan bagi pemegang tiket musiman bahwa ini merupakan pertandingan bonus,” bilang Villas Boas.

Lantas bagaimana kebijakan Villas Boas dibursa trasnfer musim ini? Beberapa nama besar digadang-gadang segera merapat ke Stamford Bridge. Sebut saja nama-nama seperti David Villa (Barcelona), Alexis Sanchez (Udinese), Radamel Falcao (Porto) dan banyak lagi bintang yang lainnya.
“Tim ini akan menjadi besar, tentunya dengan sederet pemain bermental yang baik pula. Peluang untuk itu sangat mungkin terjadi,” bilang Villas Boas. (bbs/jpnn)

Breakfast in Bed

Sandra Angelia

Sandra Angelia sering mendapat surprise kecil dari suami tercinta. Miss Indonesia 2008 itu sering dibuatkan sarapan oleh suami. “Dia romantis banget. Dia membuatkan aku  sarapan. Jadi breakfast in bed di pagi hari. Aku kan nggak bisa masak,” ujar Sandra tertawa.

Hal itu sering dilakukan suami, apalagi jika malamnya mereka habis bertengkar kecil. Sandra langsung luluh jika sarapan sudah tersedia. “Malamnya berantem, paling paginya baik lagi pakai breakfast in bedn
Telurnya dibentuk hati gitu, lucu deh,” ucapnya.

Guna menjaga keharmonisan rumah tangga yang terbina sejak November 2010 itu, wanita asal Surabaya ini memiliki kiat khusus selain komunikasi, yaitu cium kening sebelum berangkat kerja.

“Harus komunikasi. Cium Kening sebelum berangkat kerja. Makan bareng berdua. Sediakan quality time buat kita berdua,” tukasnya.

Tak mau kalah romantis dengan suami, Sandra pernah memenuhi kamarnya dengan 200 balon warna-warni. Itu dilakukannya untuk perayaan ultah sang kekasih hati. “Suamiku tersentuh sama perhatianku. Kamar jadi penuh sama balon. Tapi karena kamarnya panas, balonnya banyak meletus,” kenang pemain sitkom Sketsa ini.

Saat itu, Sandra rela menompa 200 balon tersebut satu persatu karena pompanya hanya ada satu. “Pompanya cuma satu. Jadi, mompain satu-satu deh. Kalau aku sendiri nggak kuat lah, makanya dibantuin,” tukasnya.
Awalnya, Sandra mengaku ingin memenuhi kamarnya dengan bunga. Tetapi, itu sudah biasa. Sebab, suaminya suka memberikannya bunga saat perayaan hari Valentine.

“Aku enakan ngasih balon, bingung mau kasih apa lagi. Balon lebih gampang dan nggak ngeribetin dan nggak sama yang lain,” pungkasnya. (cr4/jpnn)