26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15010

Sakit Hati, Gayus Seret Atasan

JAKARTA – Gayus Tambunan berulah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Dalam sidang dugaan korupsi dalam penelitian permohonan keberatan dari PT Surya Alam Tunggal (PT SAT) itu dia menyeret mantan atasannya karena promosinya dihambat. Tidak hanya itu, dia juga membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) berulang kali ditegur hakim.

Gayus datang ke pengadilan Tipikor sekitar pukul 12.00 WIB dengan menggunakan baju koko warna putih. Dia hadir di sidang tersebut sebagai saksi atas dugaan korupsi Bambang Ismiarso atas surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) PPN dan Surat Ketetapan Pajak (STP) PPN tahun 2004. Gayus mengatakan mantan atasannya diseret setelah dirayu penyidik Bareskrim.

Dia menceritakan, saat diperiksa Bareskrim, semua kesalahan seolah ditumpahkan ke dia. Hal itu disampaikan oleh salah satu penyidik yang yakin jika Gayus tidak bermain sendiri dalam menggelapkan pajak. Akhirnya, dia menyebut nama Bambang Ismiarso. “Mungkin Bareskrim kesulitan menjerat pihak lain. Katanya, tidak mungkin saya sendirian,” ujarnya.

Ujung-ujungnya, Gayus membeberkan berbagai kekecewaan yang dia rasakan pada Bambang. Dia menyebut pada Januari 2010 harusnya Gayus naik pangkat dari 3A ke 3B. Saat ada gelar perkara pajak, Bambang dirasa menusuk dari belakang karena dia menasehati teman-temannya supaya jangan seperti Gayus.

Padahal, versi Gayus, sebelum kasus mafia pajak mencuat dia dan Bambang berteman sangat baik. Bahkan, dia berani menyebut sosok Bambang sebagai atasan yang baik. “Saya tidak tahu kenapa. Kenaikan pangkat saya saja ditahan Pak Bambang meski infonya semua sudah oke,” ungkapnya.

Selain menyeret mantan atasannya, “nyanyian” Gayus juga menghadirkan dua rekannya. Mereka adalah Maruli Pandopotan dan Humala Napitupilu. Kedua nama itu juga diseret karena Gayus sakit hati dengan keduanya yang dianggap menjauh setelah kasus pajak terkuak.

Dengan enteng Gayus sudah menyampaikan hal itu ke Maruli dan Humala. Bahwa keduanya terpaksa diseret ke pengadilan Tipikor dan Bareskrim akan menjadfikan keduanya sebagai tersangka. “Saya juga sudah sampaikan maaf ke Maruli dan Humala,” katanya enteng.

Nah, dalam sidang itu, Gayus sempat membuat JPU kebingungan. Entah penjelasan sudah gamblang atau masih teoritik, pertanyaan jaksa terkesan diulang-ulang dengan jawaban yang sama. Sebab, Gayus merasa apa yang dilakukannya sudah benar dan tidak ada korupsi. “PT SAT tidak memberikan apapun kepada saya,” tegasnya.
Sedikitnya lima kali JPU? mendapat teguran dari Hakim Ketua Jupriadi. Dengan suara keras Jupriadi meminta kepada jaksa untuk tidak menyampaikan pertanyaan yang diulang-ulang. Termasuk pertanyaan yang terkesan mengada-ada. “Kalau tidak ada pertanyaan jangan diada-adakan. Kalau tidak ada bukti, jangan dipaksa,” ucapnya. (dim/jpnn)

Ditebus Rp18 Juta, Dibebaskan Perompak

MEDAN-Seorang nelayan asal Belawan disandera beberapa hari dan baru dibebaskan setelah ditebus Rp 18 juta. Muhammad Zaini (53) menyatakan, dirinya dibebaskan setelah tebusan diterima pihak penyandera. Kasus penyanderaan yang dialaminya, juga bukan kasus yang pertama.

“Sudah dua kali saya disandera, karena memang seperti itulah situasinya di sini, banyak kapal yang dirampok,” kata Muhammad Zaini kepada wartawan, Senin (4/7).

Penyanderaan yang dialami Zaini terjadi pada Rabu (29/6) dan baru dibebaskan pada Sabtu (3/7). Hal itu bermula ketika Kapal Motor (KM) Sumber Utama yang membawa 29 Anak Buah Kapal (ABK) sedang melaut pada Rabu dinihari di kawasan Selat Malaka yang berjarak sekitar 49 mil laut dari Belawan.(net/jpnn)

Ambruk saat Pidato

SURABAYA- Rapat pimpinan wilayah (Rapimwil) Nasional Demokrat (Nasdem) Jatim di Surabaya kemarin (4/7), berubah menjadi duka. Achmad Fauzi, anggota Dewan Pakar Nasdem tiba-tiba ambruk saat pidato, dan nyawanya tak tertolong. Arena rapimwil di Isyana Ballroom Hotel Bumi yang sebelumnya semarak pun mendadak berubah menjadi hening.

Saat kejadian, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Demokrat itu sedang menyampaikan orasi politik di hadapan pengurus dan simpatisan Nasdem se-Jatim. Dalam orasi tersebut, Fauzi membawa catatan yang berisi tujuh poin penting yang akan dia sampaikan. “Tapi, saat poin ke enam belum tuntas, dia sudah mengeluh sakit dan minta istirahat dulu,” kata Ketua Pengurus Wilayah Nasdem Jatim Hassan Aminuddin.

Fauzi menyampaikan orasinya sebagai panelis dalam Rembug Kebangsaan bertema “Membedah Paham Radikal, Membumikan Nilai Luhur Pancasila” yang merupakan salah satu agenda dalam rapimwil tersebut. Saat menyampaikan orasi itu, sekitar pukul 12.40, tiba-tiba saja dia berhenti dan mengatakan minta waktu untuk istirahat sebentar karena dia memiliki penyakit jantung.

Melihat Fauzi mulai lemas dan tidak kuat berdiri, panitia dan kader Nasdem yang ada di dekatnya segera mengambilkan kursi agar dia bisa duduk. Karena kondisinya semakin lemah dan mengkhawatirkan, akhirnya dia dibopong dan dilarikan ke RS Husada Utama, Jalan Prof. Dr. Mustopo. (dew/byu/nw/jpnn)

Bupati Labuhanbatu Dilaporkan ke KPK

RANTAU- Beredar, salinan fotocopy surat laporan dugaan korupsi Bupati Labuhanbatu Tigor P Siregar ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  bertanggal 13 Juni 2011. Disebutkan, dalam pembentukan unit layanan pengadaan (ULP) melalui surat keputusan (SK) Bupati Tigor bernomor 893/123/Pemb/2011 berpotensi terjadinya merugikan keuangan daerah.

Dalam surat yang ditandatangi pelapor dengan dibubuhi materai Rp6.000 itu, disebutkan pembentukan ULP tidak sesuai dan melanggar Perpres nomor 54/2010 khususnya, pasal 17 ayat (2) huruf g yang menetapkan tugas pokok dan wewenang ULP. Dimana seharusnya seluruh SKPD jika melakukan lelang pengadaan barang dan jasa  mesti melalui ULP.
“Tapi kenyataannya, Bupati Tigor masih memberikan salah satu SKPD untuk melakukan lelang pengadaan barang dan jasa secara sendiri,” demikian isi salinan surat pelapor bernomor 201106-000342XXX  atas nama pelapor H Siregar. Sedangkan, didalam peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) nomor 002/PRT/KA/VII/2009 pasal 223 mengatur PNS yang diperbantukan di ULP berhak mendapatkan jenjang karir struktural maupun fungsional.

Plt Assisten II Suprapto dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Maheni Rijal membantah kalau ULP melanggar aturan. Disebutkannya, kedudukan ULP dalam struktur organisasi pemerintah daerah telah berpedoman pada Perpres 54/2010 yang saat ini belum ada penjelasannya diatur melalui Peraturan Kepala (Perka) LKPP dan ULP sendiri merupakan unit, bukan organisasi perangkat daerah.(riz/smg)

Eddy Sofyan Ngaku Kalah

Pasca Rekapitulasi Pilkada Ulang Tebing Tinggi

TEBING TINGGI- Calon Wali Kota Tebing Tinggi H Eddy Syofian mengucapkan selamat kepada seniornya Ir  Umar Zunaidi Hasibuan dan  Irham Taufik SH atas keberhasilan mereka memperoleh suara terbanyak pada pemungutan suara ulang Pilkada Tebing Tinggi 28 Juni lalu.

“Ini adalah proses demokrasi dan harus dihargai bersama. Untuk itu, kepada Bang Umar dan Bang Irham saya ucapkan selamat atas amanah rakyat untuk memimpin kota kita. Doa saya semoga sukses membawa amanah rakyat dan menjadikan ibadah untuk kemaslahatan kota kita,” ucap Eddy Syofian dalam siaran persnya, Senin (4/7), di kediamannya di Kampung Melayu, Kota Tebing Tinggi.

Terkait suksesnya pelaksanaan Pilkada ulang di kota itu, Eddy Syofian mengajak seluruh warga untuk bersatu kembali membangun kemajuan Tebing Tinggi ke depan bersama pemimpin yang baru terpilih.

“Proses demokrasi melalui Pilkada ulang, Alhamdulillah telah berlangsung aman, damai dan tenteram. Walau mungkin ada kelemahan ataupun kekurangan, hal itu wajar dalam suatu proses demokrasi. Yang jelas secara umum telah berlangsung baik,” ujar Eddy.

Mantan Pj Wali Kota Tebing Tinggi ini bersyukur, rasa kekhawatiran masyarakat bahwa kota Tebing Tinggi tidak kondusif pasca ditetapkannya Pilkada ulang oleh Mahkamah Konsitusi (MK) setelah kemenangan pasangan HM Syafri Chap dan Ir  Hafas Fadillah tidak terjadi, malah realitanya, kota itu tetap kondusif dan telah mampu terbangun rasa kebersamaan.

“Selama 9 bulan 12 hari saya memimpin kota Tebing Tinggi dengan prioritas utama membangun komunikasi tidak berjarak dengan semua komponen demi menjaga kekondusifan, sangat berpengaruh pada pengambilan kebijaksanaan dan program, terutama dalam melaksanakan Pilkada ulang,” ungkapnya.

Ketika ditanya niatnya untuk menggugat hasil Pilkada ulang ke Mahkamah Konstitusi (MK), Eddy Syofian menerima hasil Pilkada ulang tersebut.

“Jangan tambah derita rakyat Tebing Tinggi. Terimalah hasil ini dengan jiwa besar,” tandasnya.(mag-3)

Saya Maafkan, Tapi Dia Harus Dihukum Berat

Terkait Anak Pukuli Ibu Hingga Sekarat

Meski sekarat dipukul anaknya dengan alu, namun Nurwaida (51) ibu yang telah melahirkan Andry (29), tetap memberi maaf kepada anaknya itu.

“Saya memaafkannya. Bagaimanapun, dia (Andry,Red) anak kandung ku yang telah ku lahirkan dari rahim sendiri. Tapi saya minta, agar dia dihukum berat agar tidak melukai saya lagi nantinya,” ujar Nurwaida saat ditemui di RSU dr Djoelham Binjai, Senin (4/7) siang.

Guru SD di Binjai Estate yang tinggal di Jalan Sawo, Lingkungan II, Kelurahan Bandar Senembah, Binjai  Barat ini, sebelumnya dirawat di RS Bangkatan Binjai, dan akhirnya dirujuk ke RSU dr Djoelham, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binjai Kota, guna memperoleh Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Nurwaida kepada wartawan Sumut Pos mengaku, anaknya itu memang benar-benar ingin menghabisi nyawanya.  “Makanya, jika anak saya selesai menjalani hukuman. Saya tidak ingin Andry kembali kerumah. Sebab, target dia hanya ingin menghabisi saya. Biarlah dia mau kemana, karena dia sudah besar,” ungkap Nurwaida dengan mata berkaca-kaca.

Semua itu, kata Nurwaida, untuk mengantisipasi kejadian serupa. Sebab, bukan sekali atau dua kali perbuatan Andry ingin menghabisinya, tapi sudah berulang kali. Hanya saja, selama ini Andry kesulitan untuk menghabisi dirinya, Karena selalu dikawal adik-adiknya.

“Iya bang, setelah pulang dari Kalimantan itulah sifat bang Andry berubah drastis. Asal dekat dengan ibu, bang Andry selalu ingin menghabisi nyawa ibu. Untung kami selalu menjaga ibu, jika tidak sudah dari dulu ibu dihabisi bang Andry,” sahut Nina saat menemani ibunya.

Nurwaida berharap, agar nantinya Andry dapat berubah setelah menjalani hukuman atas perbuatannya itu.
“Mudah-mudahan dengan hukuman yang nanti dijalakannya, sifat Andry dapat berubah seperti dahulu, rajin salat, ngaji dan patuh terhadap orang tua,” kenang Nurwaida sedih, seraya menambahkan, Andry juga harus berubah agar tidak lagi memakai narkoba.(dan)

PN Stabat Sidangkan Orang Gila

LANGKAT- Sidang lanjutan penyalah gunaan narkoba di Pengadilan Negri (PN) Stabat, mendadak ramai dikerumuni warga, Senin (4/7). Pasalnya, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Darminto SH, menghadirkan terdakwa pengidap sakit jiwa, Rudianto (26) warga Aceh Tamiang, NAD.

Dalam sidang itu, terdakwa seenaknya duduk dikursi pesakitan tanpa memperhatikan majelis hakim. Lucunya lagi, terdakwa harus dibantu petugas PN Stabat, untuk mengangkat kepalanya menghadap majelis. Aksi konyol terdakwa, sontak mengundang tawa pengunjung sidang yang melihat proses perjalanan sidang dengan agenda pembacaan eksepsi terdakwa.(mag-1)

Empat PNS Siantar Diperiksa KPK

JAKARTA- Meski sebelum Walikota Pematang Siantar RE Siahaan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah banyak saksi yang diperiksa, namun hingga kemarin (4/7), pemeriksaan terhadap saksi masih terus berlanjut dengan menghadirkan empat saksi dari Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemko Pematang Siantar.

Sesuai keterangan resmi pihak Humas KPK, keempat saksi, Risfani Sidauruk, Ariston Manurung, Tioria Napitupulu, dan Yani Muhammad Nasution. “Semuanya saksi, semua PNS Pemko Pematang Siantar,” ujar Jubir KPK Johan Budi SP, kemarin. RE Siahaan sendiri, tidak menjalani pemeriksaan setelah sebelumnya, Kamis (30/6) dan Jumat (1/7), pemilik nama lengkap Robert Edison Siahaan itu dimintai keterangan penyidik KPK. (sam)

RTS Raskin 615 Ton per Bulan

SERGAI-  Alokasi beras miskin (Raskin) Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2011 sebanyak 7.380.360 Kg yang di distribusikan ke 17 kecamatan.

“Setiap bulannya raskin disalurkan ke rumah tangga sasaran (RTS) sebanyak 41.002 KK atau 615.030 Kg raskin yang disalurkan setiap bulan,” kata Kepala Bagian Perekonomian, Nasrul Aziz Siregar kepada wartawan Sumut Pos, Senin (4/7).

Dia mengatakan, sampai bulan Juni, ada empat kecamatan yang masih belum tuntas pembayarannya, sehingga mempengaruhi pendistribusian raskin. Tetapi selebihnya tidak ada masalah.
“Kalau pembayarannya beres, pendistribusiannya juga lancar, tapi kalau tersendat, Bulog juga tidak menyalurkannya,” ujar Aziz.

Soal harga raskin sampai kepada RTS, terjadi variasi harga yang disebabkan biaya transportasi. Harga yang ditetapkan pemerintah per kilonya, Rp1600, tetapi dalam praktik dilapangan, mencapai Rp2 ribu lebih. (mag-15)
“Harga yang ditetapkan pemerintah memang Rp1.600, diluar itu tergantung kepada kesepakatan dengan aparat desa dan penerima raskin,” tandas Aziz.

Masyarakat penerima raskin mengaku, sangat membutuhkannya, terlebih dua musim tanam (MT) ini, warga tidak bisa menanam padi karena perbaikan irigasi Sungai Ular. “Kami sangat butuh raskin, apalagi sudah dua musim tanam tidak ke sawah, “ kata Hanafi Daulay (43) penerima raskin.(mag-15)

Jam Belajar Fleksibel

Siswa SMP Terbuka Dilatih Siap Kerja

Lomba khusus keterampilan Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) diyakini memberikan pengaruh baik bagi siswa SMP Terbuka. Pasalnya, dalam mengikuti ajang ini para siswa tidak hanya diberikan pelajaran reguler, tetapi mereka juga diberikan tambahan keterampilan.

Hal ini diungkapkan Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas, Didik Suhardi. “Paling tidak setelah lulus mereka punya keterampilan dasar. Harapannya bisa masuk dunia kerja sudah siap latih,” ujarnya ketika ditemui usai acara pembukaan Lomojari di Kemdiknas, Jakarta, Senin (4/7).

Didik mengatakan, siswa SMP Terbuka belajar secara mandiri selama 3-5 hari di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) terdekat dengan tempat tinggalnya, didampingi guru pamong. Dia menjelaskan, bahan ajar yang digunakan menggunakan modul yang disusun dengan kalimat sederhana. Setiap satu atau dua kali dalam seminggu, mereka belajar tatap muka bersama guru bina di SMP negeri terdekat, yang menjadi sekolah induknya. “Jam belajar fleksibel dilakukan siang hingga sore hari disesuaikan kondisi peserta didik,” ujarnya.

Setelah tamat, lanjut Didik,  kebanyakan para siswa terjun ke dunia kerja atau bekerja membantu orangtua. Namun, ada sejumlah alumni SMP Terbuka melanjutkan ke sekolah menengah atas (SMA) atau sekolah menengah kejuruan (SMK). Bahkan, ada yang melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi sampai tamat. Sekarang mereka telah sukses meniti karir menjadi guru, dosen, perawat, polisi, pengusaha, dan sebagainya.

Lebih jauh Didik menambahkan, guna memberikan bekal keterampilan yang memadai, sejak 2001 pemerintah merintis Program Pendidikan Keterampilan Pra-vokasi bagi siswa SMP Terbuka. Program ini direncanakan dilaksanakan pada semua SMP Terbuka secara bertahap. Jenis pendidikan keterampilan pra-vokasional yang dipilih dan cara melaksanakannya diserahkan sepenuhnya kepada masing-masing sekolah yang bersangkutan.
Didik menyebutkan, pemerintah hingga saat ini telah  memberikan dana bantuan sosial (block grant) secara langsung kepada SMP Terbuka. “Sampai saat ini sebanyak 5.352 TKB (73,54%) sudah melaksanakan program pendidikan keterampilan. Pada tahun ini pemerintah akan memberikan bantuan sosial bagi 500 tempat kegiatan belajar (TKB),” tukasnya.

Dijelaskan, penyelenggaraan SMP Terbuka juga melibatkan partisipasi masyarakat. Mulai tahun pelajaran 2002/2003 Yayasan Sekolah Rakyat Indonesia mengumpulkan dana untuk membiayai secara mandiri guru pamong untuk mendampingi siswa belajar di TKB Mandiri. Pada saat ini jumlah TKB Mandiri di seluruh Indonesia mencapai 374 lokasi tersebar di 56 kabupaten/kota pada 15 provinsi dan melayani 15.562 siswa. (cha/jpnn)

Jangan Merasa Kelas Dua

Sebanyak 45 SMP Terbuka dari 14 provinsi menampilkan hasil-hasil karya dalam pameran dan unjuk keterampilan pada Lomba Motivasi Belajar Mandiri (Lomojari) Bidang Keterampilan ke-9 Tahun 2011. Kegiatan yang diselenggarakan mulai 4-8 Juli 2011 di Plaza Insan Berprestasi Kemdiknas tersebut digelar oleh Ditjen Pendidikan Dasar Kemdiknas.

Plt Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Kemdiknas, Suyanto menyampaikan, siswa SMP Terbuka memiliki semangat luar biasa. Hal ini, kata dia, tercermin dari karya yang dihasilkan. “Harapan saya ketika anak sudah memiliki keterampilan, kepala sekolah dan guru  bisa mencarikan bapak angkat supaya karyanya laku dijual dan membuat pemberdayaan ekonomi anak dan orangtua,” katanya saat pembukaan Lomojaridi Kemdiknas, Jakarta, Senin (4/7).
Mantan Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengatakan, keberadaan bapak angkat penting untuk eksistensi SMP Terbuka dan masa depan anak-anak. SMP Terbuka, kata dia, sederajat dengan SMP reguler. “Jangan merasa SMP Terbuka adalah SMP kelas dua. Jangan rendah diri,” ujarnya.

Ia mengimbau, para guru bina yang mengajar di SMP Terbuka untuk memperkuat revitalisasi pendidikan karakter di sekolah binaannya. Dia menyebutkan, karakter yang perlu diterapkan diantaranya kejujuran, etos kerja, simpati, empati, pluralisme, dan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi negara. “Hormat menghormati adalah karakter dan kepribadian penting untuk diintroduksikan pada siswa SMP Terbuka,” terangnya.

SMP Terbuka merupakan salah satu subsistem pendidikan formal, yang menerapkan prinsip pembelajaran secara mandiri. SMP Terbuka bertujuan memberikan kesempatan belajar yang lebih luas kepada anak-anak lulusan SD/MI atau sederajat yang tidak dapat mengikuti pendidikan di SMP reguler karena berbagai hambatan yang dihadapi.
Diketahui, pada saat ini terdapat 248.432 siswa SMP Terbuka di 2.111 sekolah. Mereka belajar  di 7.417 tempat kegiatan belajar (TKB) dilayani oleh 26.248 guru bina di sekolah induk dan 15.221 guru pamong. Selama lima tahun masa percepatan penuntasan Program Wajib Belajar Sembilan Tahun pada 2003-2008 yang lalu, SMP Terbuka telah menampung sekitar 50.000 anak usia 13-15 tahun setiap tahunnya. (cha/jpnn)