27 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15016

Awas Mind Game Fergie

Andre Villas Boas

LONDON- Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan media, Adre Villas Boas kerap ‘dilaga’ soal trik cuap-cuap sebelum laga. Sesama arsitek klub top Liga Inggris, hal ini kerap disebut psy war atau mind game. Dan jagoan dalam hal ini adalah manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson.

Apakah AVB punya trik khusus untuk melawan mind game ala Fergie? Atau malah dia akan memilih bungkam tak menanggapi. Jawabannya rupanya diam. Ya, Alex Ferguson memang acap menebar psy war dengan para manajer tim rival.

Fergie dikenal punya kemampuan dalam memancing emosi para rival-rivalnya. Tak sedikit manajer Liga Primer yang terjerat dalam perang urat syaraf dengan Fergie harus meradang karena itu lantas berimbas kepada penurunan permainan timnya di lapangan.

Sebagai pendatang baru, AVB rupanya sudah sadar benar dengan kelihaian Fergie di arena psy war tersebut. Ia pun telah bertekad tak mau terlibat dalam perang kata-kata dengan Fergie.

“Saya sangat menghormati Sir Alex dan saya bukan tipikal orang yang suka konfrontasi,” terang Villas Boas kepada Daily Star Sunday yang dilansir Sky Sports kemarin.

AVB pun mengaku hanya ingin berusaha mengantar Chelsea ke puncak kejayaan lagi tanpa perlu terlibat ribut-ribut dengan kubu tim lain.

“Ini bukan perkara saya menghadapi Sir Alex atau manajer Liga Primer lainnya. Ini adalah masalah membawa klub top seperti Chelsea untuk mengejar gelar lagi.”

“Tahun lalu Chelsea mengakhiri musim dengan bagus dalam berusaha mengejar gelar di beberapa partai terakhir. Saya ingin kami berada di atas sana lagi sedari awal musim,” tegasnya.

Namun begitu, potensi terpancing tampaknya bakal ada. Apalagi MU telah menganggap Chelsea sebagai rival berat semenjak dibeli miliuner Roman Abramovich.

Di lain hal, kiper Chelsea Petr Cech yakin bos barunya itu akan lama di The Blues. Petr Cech percaya akan hal tersebut dan bahkan menyebut pelatih 33 tahun itu bakal bisa seperti Sir Alex Ferguson yang sudah 25 tahun membesut Manchester United.

“Sulit untuk dijelaskan kenapa hal tersebut kadang terjadi di Chelsea. Tapi sekarang kami memiliki manajer muda yang semoga saja bisa bertahan selama 25 tahun seperti Ferguson di Manchester United,” sahut Cech di The Sun. (bbs/jpnn)

Tergiur Uang, CR-7 Bisa ke City

MADRID – Mega bintang asal Portugal yang kini membela Real Madrid, Cristiano Ronaldo alias CR-7 mengatakan tak menutup kemungkinan dirinya bermain di Manchester City. Tawaran bayaran hingga 20 juta pounds membuatnya sempat goyah.

Kabar tersebut muncul beberapa waktu lalu ketika isu Jose Mourinho akan kembali ke Chelsea. Saat itu CR-7 sempat berpikir hengkang kalau Mou benar-benar pergi dari Madrid.  “Jose Mourinho tetap di Madrid, jadi aku akan tetap di sini. Jika ia pergi ke Chelsea maka aku sudah pasti pergi. Aku sudah akan pergi ke Manchester City. Tapi saat ini aku akan tetap di sini,” tegas Ronaldo.

“Ditawarkan bayaran sekitar 20 juta poundsterling per tahun adalah hal yang bikin tersanjung, tapi aku bicara dengan agenku dan aku pikir lebih baik tinggal di Madrid tahun ini karena tahun ini akan jadi yang terbaik. Musim ini kami akan jadi kekuatan besar,” sambung mantan bintang Manchester United itu. Kini, targetnya di Madrid adalah Liga Champion. Itu menjadi alasan kenapa CR-7 memilih bertahan di samping sungkan kepada sang bosnya Mourinho.

“Aku pikir jika aku pergi dari Spanyol maka itu akan ke Liga Primer. Tapi tidak sekarang. Pertama-tama kami harus menjuarai Liga Champions dulu,” tegas Ronaldo. “Jika aku kembali ke Liga Primer maka aku akan ke klub di kawasan barat laut. Aku tidak suka London,” paparnya. (net/jpnn)

Madya Insani Gelar Turnamen Futsal

MEDAN-Sebanyak 32 tim akan melakoni pertandingan sengit pada ajang  Junior’s Futsal Cup yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madya Insani di Ring Road Futsal Court, 13-22 Juli 2011 ini.

Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana Zulhendra Chaniago, kegiatan ini diperuntukkan bagi pelajar Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan pelajar kesetaraan paket B (setara SLTP) se-Kota Medan.
“Yang menjadi sasaran dalam kegiatan ini adalah seluruh siswa Sekolah Menengah Pertama baik itu formal maupun nonformal di Kota Medan dengan batas usia maksimal 15 tahun,” ucapnya.

Pertandingan yang digelar dengan sistem gugur  ini  menyiapkan total hadiah sebesar Rp12.400.000,-.
“Selain memberikan hadiah kepada juara, kami juga memberiapresiasi kepada pemain terbaik dan topskor,” bilang Zulhendra.

Rencannya, even ini akan dimeriahkan dengan berbagai kompetisi diantaranya Freestyle Battle Commpetition, Photography Contest, Games, Pertunjukan Teater, dan Konser Bintang Tamu yang menampilkan grup band local. Untuk Freestyle Battle Competition panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp.2.450.000,-.

Direktur Eksekutif Madya Insani Suhartini SSos mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar untuk memeriahkan peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli nanti.

“Even ini untuk memeriahkan peringatan HAN, kegiatan ini diharapkan dapat mempersatukan keberagaman kultur dalam semangat sportifitas di antara peserta kegiatan,” ucapnya.

Sebagai lembaga swadaya masayrakat yang konsern terhadap persoalan anak dan perempuan di Sumatera Utara pada umumnya, Kota Medan pada khususnya, lanjut Suhartini, Madya Insani sudah melaksanakan program kerjanya sejak 2000 lalu. Di antaranya Program Pendampingan Anak Jalanan dan Anak Marginal, Program Pendidikan Alternatif, Program Keterampilan, Pendidikan Buat Perempuan, Pelestarian Lingkungan, Pengembangan Koperasi Serba Usaha Madya Insani, dan Asuransi Kesejahteraan Sosial (Aseksos) Madya Insani. (jul)

Runner Up, XL Tetap Puas

MEDAN-Sebanyak 12 tim mengikuti turnamen futsal yang berlangsung di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan. Turnamen ini khusus    diperuntukkan bagi seluruh operator seluler dan support operator yang diberi tajuk Turnamen Futsal Balmon Cup 2011.

Pada turnamen yang mempergunakan sistem gugur ini tim futsal XL harus puas menempati peringkat kedua setelah pada partai final yang berlangsung Sabtu (2/7) takluk atas tim futsal Axis dengan skor 3-1.

Menurutu External Affair West PT XL Axiata Tbk Rizaldy Gultom, prestasi yang diraih tim futsal XL pantas dibanggakan. Apalagi prestasi yang diraih tim XL diraih lewat kerjasama yang solid.

“Lawan memang lebih baik, jadi kami tak menyesal meskipun hanya menempati posisi runner up. Ke depan kami berharap prestasi itu dapat ditingkatkan lagi,” bilang Rizal.

Terkait kekalahan yang dialami oleh timnya, Rizal mengungkapkan bahwa pada partai final tim futsal XL tidak dapat tampil full team karena beberapa pemain pilarnya tidak bisa dimainkan akibat cedera.
“Jika kami bisa tampil komplet, mungkin hasilnya akan lain. Jadi, kegagalan kali ini kami anggap karena kurang beruntung saja,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu kapten tim futsal XL Zamie mengatakan bahwa prestasi yang diraih tak terlepas dari latihan intensif yang digelar setiap minggunya. “Terpenting, lewat futsal kami semakin kompak. (ila)

Seleksi Tunas Garuda Sumut Diwakili 3 Pemain

LUBUK PAKAM-Setelah melalui proses seleksi yang melelahkan, empat pemain dari 1600 pemain yang mengikuti seleksi Tunas Garuda zona Sumut di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, Deliserdang, akhirnya terpilih untuk mengikuti seleksi lanjutan yang akan berlangsung di Jakarta.

Tiga dari empat pemain yang terpilih pada ajang seleksi yang berakhir kemarin (3/7) berasal dari Kabupaten Deli Serdang, sedang seorang pemain lainnya berasal dari Aceh.

Keempat pemain terpilih itu adalah M. Bayu Kurniawan (SSB Lubukpakam Bersinar/Deliserdang), Nazarul Fahmi (SSB Putra Bana/Bireuen-Aceh,  Indra Kembar Bungsu (SSB Harapan Bangsa/Datuk Kabu-Deliserdang dan Yoga Kusnandar (SSB Surya Putra Marendal/Deliserdang).

Selama gelaran seleksi keempat pemain ini dianggap memiliki skil di atas rata-rata sehingga dianggap pantas menjadi wakil Sumutuntuk bertarung di Jakarta.

Pelatih Soccer School Indonesia (SSI) Abdul Malik mengatakan bahwa dari keempat pemain itu, M Bayu Kurniawan merupakan yang terbaik.

“Dia seorang pemain yang cerdas serta mampu bermain di banyak posisi. Selain itu, kemampuannnya bermain terlihat lebih dewasa jika dibanding usianya. Dia punya visi sehingga efesien dalam bermain dan mencetak gol. Sementara itu Nazarul Fahmi seorang striker yang memiliki kecepatan. Indra Kembar adalah pemain gelandang yang punya shooting bagus serta Yoga adalah stoper tak kenal kompromi khas anak Medan,” ujarnya.

Pemaparan yang sama juga diungkapkan oleh mantan gelandangn timnas yang kemarin menjadi juri Tunas Garuda, Rully Nere. “Dia (M Bayu Kurniawan, Red) tahu kapan harus bermain satu sentuhan dan kapan harus melakukan dribling,” jelasnya.

Sementara itu M Bayu Kurniawan mengaku tak menyangka akan terpilih. “Saya enggak sangka, tapi senang bisa terpilih. Saya akan terus berlatih agar bisa kembali fit saat mengikuti seleksi di Jakarta sehingga saya bisa ke Arsenal,” bilang Bayu.

Barnas Kamora, Ketua Panitia peserta terbaik 11 akan diberikan hadiah oleh panitia. Sedangkan dari 11 tersebut, hanya empat terbaik yang dibawa ke Jakarta ke Soccer School Indonesia (SSI).  Kemudian  akan digabung dengan wakil dari sembilan kota, dengan empat anak tiap daerah total ada 36 orang. Mereka ini  akan  diseleksi lagi menjadi 18 orang yang dibawa ke Arsenal.   (omi)

Kami Terus Berjuang

Sengketa tanah di Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, hingga kini belum juga membuahkan penyelesaian. Pihak TNI AU mengklaim, area tersebut merupakan milik TNI AU. Sementara, warga Sari Rejo juga mengaku tanah tersebut adalah milik mereka. Dan hal itu bukan tanpa bukti. Warga memiliki alas hak, yang menandakan itu milik mereka, yakni adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan warga.
Bagaimana kelanjutan persoalan tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Harian Sumut Pos Ari Sisworo dengan Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) dengan Riwayat Pakpahan, Minggu (3/7).

Bagaimana perkembangan penyelesaian sengketa tanah Sari Rejo?
Sampai saat ini, belum ada perkembangan yang signifikan, terlebih lagi perkembangan yang bisa menenangkan warga. Pemko Medan yang menjadi tumpuan, juga seolah tidak serius memperjuangkan persoalan ini. Kami masyarakat sudah sangat letih, berjuang ke sana ke mari. Bukan hanya berjuang di Medan, kami juga telah berjuang ke pusat. Jadi, mau kemana lagi kami mengadu. Sudah ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang menguatkan, namun itu juga tidak mempan sampai sekarang. Malah seolah tak dianggap.

Kenapa seperti itu?
Buktinya saja, sejauh ini keputusan MA itu tidak pernah digubris oleh pihak-pihak yang bersangkutan. Parahnya lagi, apa yang dijanji-janjikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang katanya akan memperjuangkan kami, sampai sekarang juga tidak terbukti. Katanya ada Memorandum Of Understanding (MoU) dengan TNI AU, tapi itu juga tidak jelas. Entah apa isinya, entah kemana arahnya, masyarakat juga tidak tahu. Semuanya hanya sekadar cakap-cakap saja.

Jadi, langkah apa yang akan diambil lagi?
Dalam jangka waktu dekat, kami akan berupaya menemui Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Kami meminta, Pemprovsu juga bisa turun tangan, turut ambil bagian dalam penyelesaian persoalan ini. Semuanya telah ditempuh. Dari meminta bantuan terhadap wakil rakyat di DPRD Medan sampai DPRD Sumut, Anggota DPD RI telah dilakukan, bertemu Wali Kota Medan Rahudman Harahap juga sudah. Bahkan kami juga telah pernah bertemu dengan Gubsu nonaktif Syamsul Arifin ketika masih aktif. Bukan itu saja, kami juga telah pernah bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hampir semuanya sudah kami tempuh. Kami tidak menuntut banyak, kami hanya meminta sertifikat terhadap tanah kami ini. Agar kami lebih tenang menjalani hidup. Memang, untuk mendapatkan sertifikat itu juga tidak mudah, dan perlu proses. Tapi, kami sudah terlalu lama menjalani perjuangan ini. Kami sudah ada di tanah ini sebelum TNI AU datang ke sini. Kami sudah sejak Tahun 1948. Sementara itu, TNI AU baru tiba beberapa tahun ke depannya.

Bagaimana dengan rencana turun ke jalan?
Sepertinya memang itu jalan satu-satunya yang harus dilakukan. Kami juga memang sudah pernah berunjuk rasa. Tapi, dengan perkembangan penyelesaian masalah ini yang terus-terusan stagnan, mau tidak mau itu menjadi solusi terakhir. Kami akan merapatkannya dengan semua pengurus lingkungan dan kelurahan mengenai rencana ini, kapan akan dilaksanakan. Kami akan buat demo besar-besaran. Karena di Indonesia ini, semua permasalah tanah baru akan selesai jika sudah ada darah yang mengalir.(*)

Dipukuli hingga Bonyok

Hanya gara-gara senggolan saat mengangkut pupuk dari truk, Pilianus Laia (24) warga Blok 4 Griya Martubung, Kelurahan Besar, Medan Labuhan, dipukuli abang beradik, Tiori (30) dan Tapauge (26) hingga  bonyok.

Informasi dihimpun di Mapolsekta Medan Labuhan, kemarin (3/7), Pilianus Laia dipukuli tersangka abang beradik saat menuruni pupuk di Gudang BGR, Jalan Titi Pahlawan, Kelurahan Rengas Pulaun Medan Marelan. Akibatnya, buruh bongkar muat ini mengalami luka pada bagian mulutnya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Medan Labuhan.
Dalam laporannya ke polisi, korban menceritakan, peritiwa itu terjadi ketika mobil truk pupuk datang dari Pelabuhan Belawan mau melakukan bongkar muat di Gudang BGR. Bersama rekannya yang lain sesama buruh mereka membongkar pupuk-pupuk itu untuk dimuat ke dalam gudang.

Ketika Pilianus mau mengangkut pupuk tersebut kakinya bersenggolan dengan kaki Tiori, akibatnya terjadi perselisihan antara mereka, kemudian Tiori langsung memukul Pilianus, keributan itu pun terjadi.

Melihat keributan itu, Tapauge langsung membantu abangnya dengan memukuli Pilianus hingga bibirnya jentor. Akhirnya, keributan itu berakhir selesai setelah para buruh lainnya melerai keributan antara mereka. Selanjutnya, Pilianus melaporkan perbuatan abang beradik itu ke Polsek Medan Labuhan. (smg)

Rahudman Tanyakan Sari Rejo ke Kasau

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap berjanji akan mempertanyakan masalah penyelesaian sengketa tanah Sari Rejo kepada Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marskal TNI Imam Sufaat yang berkunjung ke Medan, Minggu (3/6) siang. Menurut Rahudman, dia akan melakukan pembicaraan dengan Kasau guna mencari solusi sengketa tanah seluas 260 hektar yang telah ditempati masyarakat Sari Rejo sejak 1948.

“Kedatangan Kasau akan kita manfaatkan untuk membicarakan penyelesaian sengketa tanah Sari Rejo. Saya juga akan menjemputnya ke ruang VIPn Bandara Polonia,” kata Rahudman Harahap saat ditemui wartawan koran ini di rumah dinasnya, Minggu (3/7) pagi. Menurutnya, Pemko Medan telah menyusun draf nota kesepahaman (MoU) dengan TNI AU untuk menyelesaikan lahan sengketa tanah Sari Rejo.

Sementara, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri yang dikonfirmasi wartawan koran ini membenarkan kalau kedatangan Kasau ke Medan untuk menyelesaikan sengeketa tanah Sari Rejo. Namun, Sayiful enggan berkomentar banyak, karena takut bersalahan saat memberi keterangan.

“Kunjungan Kasau sekalian menyelesaikan sengeketa tanah Sari Rejo, itu pun saya tidak tahu banyak. Saya nggak berani banyak cakap, nanti besalahan pula,” kata Syiful yang saat itu didampingi istrinya di rumah Dinas Wali Kota Medan.

Menanggapi kedatangan Kasau ke Medan terkait penyelesaian sengekata tanah Sari Rejo, Ketua Komisi A DPRD Kota Medan Ilhamsyah mengaku terkejut, karena tidak diberitahu. “Ah, Kasau berkunjung ke Medan? Kok tidak tahu saya ya?” katanya ketika dihubungi via ponselnya.

Ilhamsyah berharap, kunjungan Kasau ke Medan dapat memberi angin segar kepada warga Sari Rejo. Dia meminta kepada Pemko Medan dan TNI AU untuk secepatnya memberitahukan isi kesepakatan yang dibuat kepada masyarakat Sari Rejo dan Komisi A DPRD Medan.

Menurutnya, komisi A yang sudah sering melakukan rapat dengar pendapat dengan warga Sari Rejo sangat menginginkan msyarakat tersebut tenang dan aman. Sedangkan untuk Pemko Medan diminta untuk berpihak kepada masyarakat untuk meperjuangkannya. “Untuk Pemko, kita minta untuk berpihak kepada masyarakat agar mereka tenang dan aman,” bebernya.(adl)

Hari ini, TRTB Panggil Pemilik Nanyang

MEDAN- Bangunan Nanyang International School di Jalan Sriwijaya, Medan Baru, masih berdiri kokoh. Bahkan menurut warga sekitar, bangunan tersebut masih tetap melanjutkan pembangunan tanpa mengindahkan perintah bongkar yang dikeluarkan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan. Karenanya, Dinas TRTB akan memanggil pemilik sekolah Nanyang dan pengembang yang mengerjakan pembangunan gedung tersebut guna menanyakan, mengapa pembangunan masih tetap berlanjut.

“Senin (4/7), pemilik sekolah Nanyang akan kita panggil ke kantor Dinas TRTB untuk kita minta keterangannya, mengapa pembangunan tetap berlanjut?” kata Kadis TRTB Kota Medan Syampurno Pohan yang ditemui di rumah Dinas Wali Kota Medan, Minggu (3/7) pagi.

Jika pemilik Nanyang tak hadir, lanjut Syampurno, maka pihaknya akan melakukan pemanggilan kedua pada keesokan harinya, Selasa (5/7). Dijelaskannya, bila dari pertemuan dengan pihak Nanyang tidak menghasilkan solusi dan mereka bertahan, maka Dinas TRTB Kota Medan akan menurunkan kembali tim terpadu guna membongkar bangunan bermasalah tersebut.

“Akan kita tanya kepada pemilik Nanyang, apa mau dia? Bila masih membandel, kita lakukan pembongkaran lagi,” katanya lagi.

Menyikapi pemanggilan terhadap pemilik sekolah Nanyang oleh Dinas TRTB, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong mengatakan, pihaknya akan mempertanyakan hasil pemanggilan pemilik Nanyang tersebut kepada Dinas TRTB. “Kita juga akan melakukan pemanggilan terhadap Dinas TRTB, kita akan mempertanyakan hasil pertemuan mereka dengan pihak Nanyang. Selain itu, untuk izin bangunan yang menyalahi KSB bagaimana? Apakah harus dibongkar?,” kata Parlaungan.

Selain itu, dia juga mengungkapkan, Komisi D akan melakukan rapat gabungan guna memanggil Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan dan Dinas TRTB untuk mempertanyakan perizinan sekolah tersebut. “Kalau untuk Dinas Pendidikan, kita akan lakukan pemanggilan terkait izin sekolah Nanyang, sedangkan Dinas Perhubungan, kita panggil untuk mempertanyakan kondisi lalulintas di Jalan Sriwijaya dan Jalan Abdullah Lubis dengan adanya sekolah tersebut,” ujar Parlaungan.(adl)

BAP Penembakan Awie Kembali P19

MEDAN- Untuk kedua kalinya, Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) yang diajukan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan terkait kasus penembakan pasangan suami-istri toke ikan, Suwito alias Awie dan Dora masih P19.

Dikembalikannya BAP untuk kedua kalinya ke penyidik Reserse Kriminal Polresta Medan oleh Jaksa, dengan tersangka Sun Anh dan Ang Ho adalah pada Kamis (30/6) lalu. Hingga saat ini, penyidik masih melengkapi beberapa keterangan dalam berkas yang diminta pihak Jaksa.

“Sekarang penyidik Reskrim masih melengkapi beberapa keterangan yang diminta oleh Jaksa,” ujar Kasat Reskrim Polresta Medan AKP Moch Yoris Marzuki saat dihubungi wartawan via selular, Minggu (3/7). Dikatakannyan
kekurangan dalam BAP tersebut yakni, terdapatnya beberapa item keterangan yang masih harus dilengkapi penyidik Unit Jahtanras.  “Sementara belum ada perkembangan, petugas masih menunggu tersangka lain yang kabur ke luar negeri diamankan oleh pihak Interpol,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Ranmor Polresta Medan AKP Ronald F Sipayung menjelaskan, beberapa item yang harus dilengkapi yakni, keterangan beberapa saksi, bukti rekaman CCTV di Hotel JW Marriot, saat empat orang eksekutor dan Sun Anh sempat melakukan pertemuan. “Masih menambahkan keterangan beberapa saksi, dan pihak Jaksa meminta bukti rekaman CCTV,” ujarnya singkat.

Diketahui, Polresta Medan sampai saat ini masih mengejar tujuh orang pelaku termasuk empat eksekutor penembak A Wie dan Dora Halim.(ari)