29 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15036

Uang Honorer Mengalir ke Istri Umri

Kasus Penipuan Honorer di Dishub Binjai

BINJAI- Kasus penipuan terahadap 18 honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, dengan tersangka Anto, mantan Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dishub Binjai, terus menyeruak. Bahkan, aliran dana tenaga honorer diduga mengalir ke Ernawati, istri mantan Wali Kota Binjai Ali Umri. Aliran dana ini disampaikan Anto, saat ditemui, Selasa (26/7).
“Sekarang ini saya menunggu panggilan Kejari Binjai. Sekedar kamu tahu saja ya, pengutipan uang itu sebenarnya juga atas suruhan ibu tiri MS alias BU,” beber Anto.

Lebih jauh diungkapkan Anto, sebelum MS alias BU mengambil uang itu, terlebih dahulu ibu tiri BU (Ernawati, Red) memerintahkan kepadanya agar menyediakan uang Rp100 juta diduga untuk keperluan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Binjai tahun 2010 lalu. “Masa Pilkada 2010 lalu, ZJP adik Ernawati ikut mencalonkan diri. Kemudian Ernawati memerintahkan BU untuk mencari uang Rp100 juta, yang kemungkinan besar digunakan untuk dana Pilkada,” ungkapnya.

Selanjutnya, BU yang berhubungan baik dengan Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Binjai TF, menyampaikan permintaan Ernawati tersebut. “Karena Kadis Perhubungan juga berhubungan baik dengan Umri, makanya Kadis Perhubungan memberitahukan kepada saya, kalau tenaga honorer di Dishub mau diangkat jadi PNS dengan syarat membayar Rp30 juta per orang. Sebelum memberi perintah itu, Kadis Perhubungan dan BU lagi berdua,” jelasnya.
Untuk itu sambungnya, dia menyuruh salah seorang tenaga honorer Dishub untuk mengumpulkan honorer yang akan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Setelah uangnya dikumpulkan, barulah uang itu diserahkan kepada BU tanpa menggunakan tanda serah terima,” kata Anto.

Masih Anto, Ernawati sempat marah kepada BU, karena Ernawati hanya meminta uang Rp100 juta, tapi yang diberikan BU cukup banyak. “Apanya kau ini, aku minta cuma Rp100 juta, kok banyak kali kau (BU, Red) ambil,” ujar Anto menirukan kemarahan Ernawati kepada anak tirinya itu.

Tak sampai disitu, Anto yang kini non job di Inspektorat Binjai mengaku, Kadis Perhubungan juga marah kepada BU karena tidak memiliki tanggung jawab. “Seperti yang saya sampaikan sebelumnya, Kadis Perhubungan marah dengan mengancam akan melaporkan Umri. Alahsil, BU yang tadinya berencana mengembalikan uang, secara mendadak membatalkan rencananya itu. Sehingga, saya yang jadi korban,” ujar Anto.

Terpisah, Ernawati yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Binjai, saat dikonfirmasi via selulernya membantah keterlbatannya dalam kasus penggelapan dana honorer tersebut.
“Mana ada itu bang. Sekarang mereka semua saling buang badan. Saya memang diperiksa polisi, tapi hanya sebatas administrasi,” ujarnya. Dijelaskan Ernawati, saat itu memang Kadis Perhubungan ada menguslkan puluhan honorer Dishub untuk diangkat jadi PNS. “Usulannya itu saya terima, tetapi sekarang ini saya tidak tahu. Apakah mereka bisa jadi PNS atau tidak. Karena, saya sudah tidak menjabat sebagai Kepala BKD lagi. Kalau masalah uang itu, sedikit pun saya tidak tahu,” bantahnya.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Binjai Rismaidi SH, saat dikonfirmasi mengaku, sampai saat ini, kasus tersebut belum sampai ke Kejari Binjai. “Memang, sebelumnya pihak kepolisian sudah mengantarkan tersangka dan barang bukti serta berkas perkara ke Kejari Binjai. Tapi, karena Kajari tidak ada ditempat, akhirnya pengiriman berkas ditunda,” ucap Rismaidi.

Disinggung penahanan terhadap tersangka, dia mengatakan, tersangka bisa ditahan dan bisa juga tidak. “Kita lihat saja nanti. Kalau memungkinkan bisa ditahan kita lakukan, dan kalau tidak memungkinkan ya tidak ditahan,” ujarnya. (dan)

Telkom Dukung PSSI

JAKARTA-PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) bergabung dalam konsorsium Badan Usaha Milik Negara untuk mendukung Program Pembinaan Tim Nasional Sepakbola Indonesia dalam rangka Sea Games 2011.

Dukungan tersebut tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Telkom dan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) yang berlangsung, kemarin di Jakarta.

Penandatanganan perjanjian kerjasama tersebut dilakukan Direktur Utama Telkom, Rinaldi Firmansyah dan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin. BUMN yang juga menandatangani kerjasama dengan PSSI adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero) Tbk dan PT Semen Padang.

Head of Corporate Communication and Affair Telkom Eddy Kurnia menjelaskan dukungan Telkom terhadap PSSI tidak terlepas dari tanggung jawab sosial perusahaan. Telkom sangat peduli terhadap peningkatan prestasi olahraga nasional khususnya persepakbolaan nasional dan sepakbola merupakan salah satu cabang olahraga yang mendapat perhatian khusus dari Telkom.

Ditambahkan Eddy Kurnia, selain mendukung Tim Nasional Sepakbola Indonesia untuk meraih sukses di Sea Games mendatang. Telkom juga mendukung tim nasional balap sepeda untuk meraih sukses di ajang yang sama. “Telkom beberapa waktu lalu telah menandatangani kerjasama dengan PB ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia)untuk mendukung tim balap sepeda Indonesia meraih medali emas pada ajang Sea Games tersebut,” jelas Eddy Kurnia. (ila)

Warga Tebing Mulai Diserang DBD

TEBING TINGGI- Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai meresahkan warga Kota Tebing Tinggi. Pasalnya, penyakit mematikan ini sudah merenggut satu nyawa dan dua orang masih dirawat inap di RSUD Dr Kumpulan Pane Kota Tebing Tinggi, Selasa (26/7).

Korban meninggal yakni, Marni Pakpahan (48) istri Latief Ritonga salah seorang pengawas di Disdik Tebing Tinggi yang tinggal di Jalan LKMD, Lingkungan I, Kelurahan Lalang, Kota Tebing Tinggi.

Latief Ritonga ketika ditemui di rumahnya menjelaskan, kejadian yang menimpa istrinya bermula dengan panas tinggi disertai rasa ngilu diseluruh tubuh. Karena itu pihak keluarga langsung membawa berobat ke RSUD Dr Kumpulan Pane. Setelah menjalani pemeriksaan, diketahui istrinya kena wabah DBD.

“Karena trombosit darah istri saya semakin turun, langsung pihak RSUD Dr Kumpulan Pane menyarankan untuk dibawa ke Medan. Saat dirawat di RSU Adam Malik, istri saya meninggal,” jelasnya.

Sedangkan pasien DBD yang masih dirawat diruang isolasi RSUD Dr Kumpulan Pane Tebing Tinggi, Rina Tambunan (17) pelajar SMA warga Jalan Bulian Kota Tebing Tinggi, Sangga Sihombing (8) warga jalan Lubuk Sikaping, Kelurahan Lubuk Raya, Kota Tebing Tinggi dan satu orang lagi yang sudah diperbolehkan pulang Amra Hanim (5) warga Jalan Bulian, Kota Tebing Tinggi.

Direktur RSU Kumplan Pane dr Nanang mengatakan, satu orang yang dirawat di RSUD Dr Kumpulan Pane dan dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan atas nama Marni Pakpahan telah meninggal dunia karena terserang wabah DBD. (mag-3)

Bentrok Antar Warga, 1 Tewas

BELAWAN- Bentrok antar warga yang melibatkan kelompok pemuda Lorong Papan dengan Gudang Arang di Belawan  menimbulkan korban jiwa. Korban tewas dalam bentrok tersebut, Razali Sinaga (45) warga Jalan TM Pahlawan Lorong Papan, Kecamatan Medan Belawan. Korban tewas karena tertembak senapan angin di bagian dada kiri.
Menurut informasi yang diterima wartawan Sumut Pos, Selasa (26/7), Kedua kelompok pemuda ini, melancarkan serangan secara membabi buta. Tidak diketahui penyebab pasti pertikaian ini, keduanya terlibat saling lempar.
Sementara itu, pihak kepolisian tidak dapat berbuat banyak karena bentrok antar kelompok pemuda tersebut sangat beringas. Polisi hanya mampu menunggu berakhirnya bentrok dengan sendirinya.

Saat bentrok berlangsung, Razali (45) keluar dari pintu belakang untuk memanggil anaknya pulang. Namun, pada saat berjalan di areal pemakaman tempat bentrok berlangsung, salah seorang pemuda dari gudang arang langsung menembaknya di bagian dada sebelah kiri.

Selanjutnya, dengan kondisi bersimbah darah, dia langsung pulang ke rumahnya. Pihak keluarga terkejut saat Razali masuk ke rumah sudah dalam kondisi kritis. Kemudian pihak keluarga langsung membawanya ke Rumah sakit Ametha Sejahtera untuk mendapat perawatan intensif.  Namun, sesampainya di Rumah Sakit Ameta Sejahtera, nyawa Razali tidak dapat tertolong lagi.  Kemudian, korban dibawa ke Rumah Sakit Pirngadi Medan untuk divisum. (mag-11)

Warga Dirikan Posko di Areal Kebun

Konflik Lahan Eks HGU PTPN 2 Sei Semayang

BINJAI- Konflik lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTNP 2 Sei Semayang, di Kota Binjai terus memanas. Ratusan masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Kota Binjai kembali mencoba menguasai lahan dengan mendirikan posko di atas lahan eks HGU PTPN 2, Selasa (26/7).

Bahkan, saat ratusan masyarakat ingin mendirikan posko yang terbuat dari mambu dan berdindingkan tepas itu, sejumlah petugas PTPN 2 datang untuk menghadang. Nyaris terjadi adu fisik antara kedua belah pihak. Beruntung, pihak PTPN 2 berkenan mundur dari ratusan warga yang sudah terbakar emosi.Abdul Hamid, koordinator lapangan yang juga mantan Ketua DPRD Binjai, kepada Sumut Pos mengatakan, mereka akan tetap memperjuangkan lahan eks HGU tersebut. “Kami akan terus memperjuangkan tanah ini sampai titik darah terakhir. Merdeka atau mati, itulah janji kami. Pihak PTPN II tidak lagi memiliki hak atas tanah ini, karena lahan ini HGU-nya sudah berakhir,” tegas Hamid.

Lebih jauh dikatakannya, masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani Kota Binjai, akan menduduki lahan eks HGU PTPN 2 itu. Bahkan, mereka akan mempertahankan gubuk yang sudah didirikan dari para petugas PTPN 2.

“Kalau gubuk kami ini dimusnahkan pihak PTPN 2, maka, kami juga akan memusnahkan kantor PTPN 2 di Jalan P Diponogoro. Seharusnya mereka hengkang dari kantor itu, karena tidak memiliki sertifikasi HGU atas lahan PTPN 2 ini,” tegasnya. Tak sampai disitu, Hamid mengaku, ratusan kelompok tani siap mundur dari lahan eks HGU PTPN 2, jika PTPN 2 dapat memperlihatkan sertifikat HGU yang sudah diperpanjang.

“Sampai saat ini pihak PTPN 2 belum dapat memperlihatkan sertifakat HGU. Maka, kami tidak akan mundur dan tidak akan memberikan secuil tanah ini kepada PTPN 2,” tandasnya.(dan)

PPRN Perduli Perayaan Adi Tirula

MEDAN-Partai Peduli Rakyat Nasional yang mempunyai visi terhadap rakyat untuk bebas dari belenggu penderitaan dan ketidakadilan, sangat perduli dengan perayaan tahunan Adi Tirula bagi umat Hindu. Kepedulian PPRN terlihat dari kedua anggota Dewan dari Fraksi PPRN, Drs Irwanto Tampubolon anggota DPRD Medan dan Ir Washingthon Pane Msc anggota DPRD Sumut yang memberikan aspresiasi pada perayaan pembukaan hari suci tersebut yang selalu perduli dengan umat Hindu.

“ Kami siap sebagai anggota Dewan perduli terhadap Umat Hindu yang terus mendukung saya menjadi anggota Dewan. Itu semua sesuai dengan misi dari PPRN Dengan meningkatkan pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan bangsa, “ ujar Washington Pane, Selasa (26/7).

Irwanto Tampubolon yang elalu siap mendukung kegiatan acara umat Hindu, khusunya Adi Tirula yang sesuai dengan perayaan suci tersebut. “ Seluruh kegiatan umat Hindu, kita terus mendukungnya. Dukungan yang diberikan semuanya untuk meningkatkan taraf hidup rakyat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur, “ kata Irwanto.
Selain itu, Ketua Tamil Peduli Rakyat Indonesia, P Krisna Bhakti Naidu menuturkan kalau setiap kegiatan yang dilaksanakan umat hindu akan selalu siap membantu di seluruh Indonesia.

“ Saya mengucapkan banyak terimah kasih kepada dua anggota dewan, Drs Irwanto Tampubolon anggota DPRD Medan dan Ir Washingthon Pane Msc anggota DPRD Sumut yang turut membantu berjalannya acara ini, “ cetus Krisna yang mengatakan kalau kedua anggota dewan tersebut pasti hadir untuk membantu umat menjalankan hari suci umat Hindu.
Selesai hari puncak perayaan Adi Tirula yang dilaksanakan di Kuil umat Hindu di Jalan Mesjid Gang A, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Minggu (24/7) lalu. Ritual cucuk lidah yang dilakoni pemuda Hindu untuk meminta kepada pencipta agar umat manusia dan Bangsa Indonesia terhindar dari marabahaya.

Malam harinya, muda-mudi bersama umat melakukan pengarakan arca Dewi Drobadi disekitar kampung sebagai pelaksanaan Adi Tirula untuk memperingati kemenangan Dewi Drobadi yang dharma melawan Adharma. Peringatan dilakukan selama empat hari, Jumat 22 Juli hingga Selasa 26 Juli 2011.

“ Pengelilingan dewi di kampung sekitar untuk memberkahi umatnya dan seluruh warga kampung, serta menjaga seluruh umat dari tolak bala, “ beber Rada Kisen pengurus Kuil.(*/adl)

UMN Al-Washliyah Peringati Isra’ Mi’raj

Kisah perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW merupakan momentum umat menjadi seorang muslim/yang ikhlas dalam melakukan amal ibadah untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Hal itu dikatakan Rektor Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Washliyah Drs H Kondar Siregar MA pada Peringatan Isra’ Mi’raj di Masjid Raudhatul Jannah Kampus UMN Jalan Garu II Medan, Jum’at (22/7).

Acara ini dihadiri PR-I UMN Al-Washliyah Drs Ridwanto MSi, PR-II UMN Al-Washliyah Drs H Ridwanto MSi, Ketua Prodi Pascasarjana UMN Al-Washliyah Prof Dr. H. Ahmad Laut Hasibuan MPd,  Dekan Fakultas Pertanian UMN Al-Washliyah Ir Zulkarnain Lubis MSi pegawai dan mahasiswa.

Menurut Siregar, Isra Mi’raj memberi pelajaran bagi umat Islam untuk menerima atau melaksanakan suatu pekerjaan itu dengan iman. Pesan salat lima waktu yang dibawa Rasulullah lewat peristiwa Isra Mi’raj harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dan penuh keikhlasan.

‘’Isra Mi’raj juga menumbuhkembangkan sikap, loyalitas  dan etos kerja yang berlandas kepada keihlasan, keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT,” ujar Rektor pada acara yang diisi taushiyah Isra Mi’raj yang disampaikan Usradz Dr. H. Azhar Sitompul MA.

“UMN sedang memasuki masa transisi kepemimpinan yang baru. Kita perlu terus membenahi kinerja kita dengan mengedepankan rasa kebersamaan, disiplin yang kuat dan memiliki sense of belonging atau rasa memiliki yang kuat. Dibagian lain, Ustadz Azhar Sitompul menyampaikan risalah peristiwa Isra Mi’raj, sebagai sebuah kisah misteri nabi yang sulit ‘dimakan’ logika. Peristiwa Isra dan Mi’raj, kata Sitompul Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah yaitu antara tahun 620-621 M.

Dalam peristiwa Isra’, Nabi Muhammad SAW, diberangkatkan Allah SWT dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu dalam Mi’raj Nabi dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Disini Rasulullah mendapat perintah langsung dari Allah SWT agar umat Muhammad, menunaikan salat lima waktu.
Perjalanan yang begitu rumit diterima akal ini jelas merupakan ujian keimanan bagi umat Islam. Karena itu, peristiwa Isra Mi’raj menjadi peristiwa yang berharga, karena ketika inilah salat lima waktu diwajibkan. (*/sih)

Dinas TRTB Bongkar Gudang di Marelan

MARELAN- Satu unit gudang yang berada di Jalan Jala IV, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, dibongkar petugas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan, karena tidak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB), Selasa (26/7).

Menurut pantauan wartawan Sumut Pos, pembongkaran tersebut dilakukan oleh puluhan petugas TRTB Kota Medan dibantu pihak kepolisian dari Polsek Medan Labuhan, Koramil dan pihak kecamatan dengan menggunakan martil besar hingga rubuh. Sementara, pemilik gudang tidak berada di tempat. Namun salah seorang penanggungjawab di lapangan mengatakan, SIMB gudang ini sedang diurus. (mag-11)

Pria Kurang Waras Panjat Tower Stadion

LUBUK PAKAM- Aksi nekat pria kurang waras memanjat tower lampu Stadion Baharoeddin hebohkan warga komplek Stadion Baharoeddin Lubukpakam, di Desa Jati Sari, Lubukpakam, Selasa (26/7) sore, sekira pukul 18.00 WIB.
Pria itu mengaku bernama Muhammad Beni Manalu asal Medan.  Tindakan nekat pria yang kurang waras itu, pertama kali diketahui Arman (34) yang sedang berolahraga disekitar pingiran stadion. Dijelaskanya, saat dirinya melintas di tower lampu sebelah timur stadion itu, belum ada aksi manjat tower tersebut.

“Saat melintas pertama belum kelihatan ada yang manjat. Entah darimana asalnya sudah ada orang diatas tower,” sebutnya.

Keberadan pria kurang waras itu membuat warga heboh. Ditambah lagi, pria kurang waras itu melepaskan celana pendeknya dan hanya mengenakan pakain dalam saja. Bahkan, Beni sempat bertahan sekira 30 menit diatas tower dengan ketinggian sekira 40 meter sembari mengangkat sebelah kakinya.

itu.Bahkan sesekali, Beni berdiri satu kaki diatas besi penyanggah tower. Membuat warga yang menyaksikan bertepuk tangan, sembari was-was.

Beni sempat bertahan sekira 30 menit diatas tower yang memiliki ketinggian sekira 40 meter itu. Situasi semakin mencekam, sebab Beni tidak bersedia turun dari atas tower lampu stadion. Tidak lama kemudian, sepasukan polisi dari Polsek Lubukpakam serta 2 unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Petugas pemadam langsung memanjat tower dan berupaya membujuk Beni agar bersedia turun dari atas tower yang lampunya tidak berfungsi lagi. Setelah dibujuk oleh petugas, Beni mulai respon berlahan mulai turun dari atas tower dan mendekati petugas pemadam yang menantinya di tengah ketinggian tower.(btr)

Drs Joy Harlim Sinuhaji Pimpin MPC PP Karo

KARO-Pemuda Pancasila  Tanah Karo siap menjadi garda terdepan dalam upaya meningkatkan wawasan kebangsaan dan organisasi di kalangan pemuda dan masyarakat. Hal ini penting dalam menghadapi ancaman hilangnya generasi muda yang kreatif, sportif dan tangguh.

Penegasan ini disampaikan Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW)  Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Anuar Shah dalam arahan dan bimbingannya usai pelantikan, Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Tanah Karo, Sabtu ( 23/7) malam di areal parkir Eks Bioskop Ria, Berastagi.

Perkataan pria yang kerap disapa, Aweng, ini menyambung kekhawatiran mendalam Ketua MPO Pemuda Pancasila Tanah Karo, Pdt Dapet Jonathan Surbakti, yang sebelumnya menerangkan ancaman hilangnya generasi muda yang dapat diandalkan dalam menghadapi tantangan zaman berikutnya, seperti yang terjadi di negara negara maju beberapa tahun belakangan.

Menurut Aweng dengan pola rekrutmen dan peluncuran pembinaan kader yang sudah disepakati oleh MPN Pemuda Pancasila, dipastikan wabah lost generation tadi dapat ditangkal. Dalam kesempatan kemarin Anuar Shah yang datang bersama Sekretaris MPW PP Sumut Dharoel Tamin serta jajaran pengurus propinsi meminta agar kader Pemuda Pancasila Tanah Karo merapatkan barisan untuk menghalau segala bentuk dan upaya yang coba coba memecah belah keutuhan Pemuda Pancasila yang selama ini telah terbina.

Sementara itu, Ketua MPC Pemuda Pancasila Tanah Karo, Drs Joy Harlim Sinuhaji didampingi Ketua Panpel Pelantikan MPC PP Tanah Karo ke XI, Makmur Jaya Sembiring, SH mengatakan kalau ke depan pihaknya akan segera melakukan konsolidasi organisasi ke tingkat kecamatan ( PAC ) dan ranting ranting, karena ini merupakan tugas dan amanat organisasi demi kejayaan Pemuda Pancasila di Tanah Karo.

Bupati Karo melalui Kaban Kesbang Linmas Kabupaten Karo, Drs Suang Karo Karo mengatakan kalau pemerintah sangat berharap kepada Pemuda Pancasila untuk senantiasa berada di baris terdepan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan yang dalam beberapa waktu terakhir sudah mulai memudar. Sebagai organisasi yang lahir atas tujuan mempertahankan Negara Kesatuan republik Indonesia , diyakini Pemuda Pancasila dapat melakukan itu. (*/wan)