31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15040

M Nazaruddin Resmi Dipecat dari Demokrat

Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin, kini resmi dipecat dari partai. Surat pemecatannya telah ditandatangani Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum.

“Sudah dipecat. De Jure, Jumat lalu. De facto sejak SP-1, ia sudah diputuskan diberhentikan. SP-1 hingga 3, itu hanya untuk ikuti proses administratif saja,” ujar Wakil Sekjen PD, Ramadhan Pohan, saat dihubungi wartawan, Senin (24/7).
Menurut Ramadhan, surat pemecatan ini telah ditandatangani Anas Urbaningrum. Surat itu dilayangkan ke Nazaruddin melalui staf tersangka kasus suap di Kemenpora itu.

“Intinya, We are sorry, good bye untuk yang bersangkutan,” katanya.
Implikasi dari pemecatan ini, Nazaruddin pun kehilangan kursinya di DPR. Nazaruddin akan diganti calon legislatif yang berada di urutan di bawahnya pada Pemilu 2009 lalu.

“Siapa pun caleg PD yang suaranya persis di bawah Nazar. PD kan standar dan nggak aneh-aneh,” tandasnya. (net/jpnn)

Adik Ali Umri Diduga Terlibat

Kasus Penipuan Honorer Dishub Binjai

BINJAI- Terkait kasus penipuan 18 honorer Dinas Perhubungan (Dishub) Binjai, Polresta Binjai menetapkan mantan Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dishub Binjai Anto menjadi tersangka, Senin (25/7).

Keterangan yang dihimpun wartawan Sumut Pos di Polres Binjai, menyebutkan, berkas perkara penipuan ini, sudah dikirim ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, bersama tersangka dan barang bukti. Namun, dikarenakan ada kesibukan di Kejari dan Jaksa yang menangani tidak berada di tempat, akhirnya berkas tersangka dan barang bukti ditarik kembali oleh Polres Binjai.

Terpisah, Anto saat dikonfirmasi mengaku, dia hanya dijadikan kambing hitam oleh MS alias BU yang tak lain adik kandung mantan Wali Kota Binjai Ali Umri, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Seksi (Kasi) Penguji Kendaraan Bermotor (PKB) di Dishub Binjai.

“Saya berani bersumpah, sepeser uang yang dikumpulan honorer itu tidak ada saya terima. Saya hanya jadi korban oleh BU, kerena semua uang itu diambil dia,” ujar Anto.

Lebih jauh dijelaskan Anto, kasus penipuan itu pertama kali terjadi atas perintah Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Binjai, yang megatakan tenaga honorer di Dishub akan diangkat menjadi PNS dengan syarat membayar uang sebesar Rp30 juta per orang.

Dikarenakan sudah mendapat perintah dari atasan, Anto akhirnya mencoba menyampaikan hal tersebut kepada puluhan honorer yang ada di Dishub. “Kalau tidak salah, perintah itu saya terima di bulan Mei 2010 tepatnya di hari Kamis. Namun, saat saya terima perintah itu, belum saya sampaikan kepada honorer.” jelas Anto.

Untuk selanjutnya, sambung Anto, tepat di hari Jumat, dia tidak masuk ke kantor karena kurang sehat. Lantas, dia dihubungi BU terkait perintah Kadis terhadap dirinya. “Saya sampaikan saja sama dia (BU, Red). Kalau saya tidak masuk kerja karena sakit,” ucapnya.

Dihari Senin, dia bertemu dengan BU dan dia kembali ditanya terkait peritah Kadis kepadanya. “Saya beralasan kalau perintah itu kurang jelas. Kemudian, BU kembali menjelaskan dengan mengatakan, honorer yang ada di Dishub mau diangkat jadi PNS tapi membayar Rp30 juta per orang. Data honorer yang diangkat sudah ada pada Ariati (honorer Dishub, Red),” terang Anto menirukan ucapan BU kala itu.

Singkat cerita, belasan tenaga honorer menyerahkan uang Rp 30 juta seperti yang disebutkan Ka dishub TF kepada BU tanpa meng gunakan surat serah terima.

“Untuk selanjutnya, seorang honorer menyetorkan uang berjumlah ratusan juta kepada BU di ruang kerjanya. Tapi BU tidak mau memakai surat serah terima,” kata Anto.

Pelaksana tugas (Plt) Kasat Reskrim Polresta Binjai AKP Robin Ginting, saat dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan, Anto memang sudah ditetapkan sebagai tersangka tetapi tidak ditahan.

“Kita tidak menahannya karena dia tidak mempersulit penyidikan, tidak melariakan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Selain itu, kita memang sudah melimpahkan berkas ini ke Kejari,” ujarnya.(dan)

Puting Beliung Hantam Komplek Pemda

LANGKAT- Angin puting beliung disertai hujan deras menghantam komplek pemerintahan daerah (Pemda) Langkat, Senin (25/7).

Selain menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan kantor, sejumlah rumah warga juga roboh dan atapnya berterbangan.

Sejumlah pohon yang menaungi perkantoran tumbang, bahkan pohon menimpa lokasi parkir Dinas Kebersihan Pertamanan, hingga mengakibakan kerusakan lokasi parkir dan 1 unit mini colt pengangkut sampah.

Selain itu, pos jaga kantor Bupati juga terkena imbas angin kencang, sehingga bangunan samping pos jaga rusak. Beberapa pagar bangunan komplek perkantoran juga hancur ditimpa pohon tumbang maupun dahan yang patah. Beberapa jaringan listrik, kabel telepon maupun layanan internet yang berada di sekitar perkantoran Bupati sempat terputus. Sejumlah rumah warga dan masjid di Kecamatan Wampu juga mengalami kerusakan yang parah, bahkan terhitung 2 rumah rusak berat.

Kabag Humas Pemkab Langkat Syahrizal menjelaskan, musibah angin kencang disertai hujan deras ini, patut diwaspadai mengingat sudah terjadi selama sepekan terakhir.

”Bupati meminta masyarakat lebih mewaspadai cuaca ekstrim yang terjadi sepekan terakhir,” ujar Syahrizal.
Dalam hal tersebut, lanjutnya, Bupati melalui kantor Sosial telah memberikan bantuan tanggap darurat berupa sembako, dan untuk bantuan fisik bangunan sedang diinventarisasi.

Sementara itu, puluhan warga Desa Sei Rotan dan Desa Sambi Rejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, yang rumahnya porak poranda akibat terjangan angin puting beliung Minggu (24/7) Sore kemarin, berharap mendapatkan bantuan material bangunan untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak.

Dikatakan Ribut (58) koban puting beliung di Dusun III Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, rumahnya mengalami kerusakan parah akibat terjangan angin puting beliung.  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Dinas Sosial Pemkab Deliserdang Darwin, menjelaskan, semenjak hari pertama bencana terjadi, personel Tagana dikerahkan untuk melakukan evakuasi terhadap korban. (ndi/btr/mag-7)

PNS Siantar Gelapkan Rp140 Juta

SIANTAR- Mengaku mampu mengurus seseorang masuk Ca lon Pegawai Negri Sipil (CPNS), oknum PNS Pemko Pematangsiantar di Dinas Pendidikan (Disdik) dipolisikan seorang petani dengan tuduhan peng gelapan uang Rp140 juta, Senin (25/7).

Menurut Lalo Hutapea (43) korban penggelapan, usai melapor di Mapolresta Siantar, membenarkan dirinya tertipu iming-iming Katharin br Siregar (49) oknum PNS Disdik Siantar. Berawal dari kedatangan Rusni br Sinaga kerumahnya di Perumnas Desa Kerasaan, Kelurahan Kerasaan I, Kecamatan Pematang Bandar Simalungun, pertengahan Januari 2011 silam. Lantas menawarkan padanya, kalau rekannya bernama Katharin yang diketahui menjabat Kepala Kantor Cabang Pendidikan (KCD) Kecamatan Siantar Marihat, bisa menyisipkan seseorang menjadi PNS di Pemko Pematangsiantar. Setelah uang Rp140 juta diberikan, SK CPNS  anaknya, tak kunjung diserahkan sampai saat ini.
Kasubag Humas Polresta Sian tar AKP Altur Pasaribu, membenarkan pengaduan tersebut. (mag-5/smg)

Oknum Polisi Terlibat Penculikan

MEDAN- Oknum bintara Polres Deliserdang Bripka Misran, ditangkap Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Medan Area diduga terlibat kasus penculikan Julmi Piliang, Jumat (22/7) malam sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Pelajar Timur Medan.

Kanit Reskrim Polsek Medan Area AKP Jonser Banjarnahor, ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (25/7) menuturkan, keterlibatan Bripka Misran tersebut, berdasarkan keterangan Farida Hanum (57) warga Jalan Pelajar Timur, Medan Kota, yang merupakan otak pelaku dari penculikan tersebut. Hubungan keduanya, Misran merupakan menantu Farida.
Selain keduanya, lanjut Jonser, pihaknya juga telah menahan dua tersangka lain. “Pelakunya ada tujuh orang, kami masih berusaha menangkap tiga pelaku lainnya,” ungkap Jonser.

Keterlibatannya, sebut Jonser, melakukan penculikan selama 16 hari, terhitung Kamis (7/7) lalu. Selama penyekapan, korban mengaku kerap dianiaya dan dipaksa menyerahkan uang Rp58 juta.

Masih Jonser, penculikan itu dilandasi sakit hati Farida Hanum terhadap Julmi, yang tak lain selingkuhannya. Diduga karena hubungan asmaranya diputuskan sepihak, Farida yang berstatus janda ini, langsung menyusun rencana pembalasan dendam. Untuk memuluskan aksinya, Farida melibatkan Bripka Misran. Para pelaku kemudian menjebak korban di sebuah kafe di Jalan Pasar Merah Ujung, Medan Area pada Kamis (7/7) lalu.

“Farida mengajak korban bertemu di kafe itu untuk membagikan uang hasil penjualan rumah. Nyatanya di tempat itu korban langsung diborgol dan disekap di kediaman Farida,” jelas Jonser.

Dalam pemeriksaan diketahui, para pelaku sempat membawa korban ke rumahnya di kawasan Marelan untuk dipertemukan dengan istrinya, Heni. Para pelaku memaksa Heni menyerahkan uang Rp58 juta sebagai tebusan pembebasan suaminya. Tapi Heni baru bisa menyediakan uang Rp50 juta. Uang itu sendiri diserahkannya pada Kamis (21/7). “Tapi karena masih kurang, korban tidak langsung dibebaskan. Saat itulah Heni melapor kepada kami,” tambah Jonser.

Jonser menyebutkan, tidak terlalu sulit untuk menggulung kawanan penculik ini, karena keterangan yang diperoleh sudah sangat mencukupi. Tim yang bergerak pada Jumat (22/7) malam itu menurutnya berhasil menciduk empat pelaku sekaligus. Bahkan korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Dalam kasus ini, para tersangka dijerat pasal 333 KUHPidana tentang penyekapan yang dapat dijatuhi hukuman penjara delapan tahun.(ari)

Tuntut Bonus, Supir Truk Demo

MEDAN- Puluhan supir yang tergabung dalam Persatuan Supir Truk Pelabuhan (PSTP) Belawan menggelar aksi mogok di Gedung DPRD Sumut, Senin (25/7). Pasalnya, sikap pimpinan yang arogansi terus dilakukan serta tak memperhatikan hak-hak mereka.

Ketua PSTP Belawan Jonson P Butar-butar menerangkan, para supir dan kernet truk trado jurusan Medan-Kuala Tanjung dan Medan-Belawan, serta supir truk pengangkut barang yang bekerja di CV Bima Prima Mabar, juga anggota Pengurus Tempat Kerja Persatuan Supir Truk Pelabuhan (PTK-PSTP) Belawan, menggelar aksi ini dengan alasan tak tahan atas sikap pimpinan mereka.

“Penyebab kami mogok kerja karena kami sudah tak tahan lagi dengan sikap arogan pimpinan perusahaan yang memberlakukan peraturan secara sewenang-wenang,” ujarnya.

Mereka menuntut agar pimpinan perusahaan membayar bonus supir jurusan Kuala Tanjung terhitung Juni 2011.  “Kita juga menuntut agar supir segera menerima kartu anggota jamsosteknya,” kata Jonson.(saz)

Tawuran Antar Kampung Terjadi di Belawan

BELAWAN- Bentrok antar pemuda kembali terjadi antar pemuda Lorong Papan dengan Gudang Arang di Belawan. Bentrok terjadi di areal pemakaman umum di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kecamatan Medan Belawan, Senin (25/7)
Kedua belah pihak saling melempar batu. Namun, tidak ada korban jiwa dalam bentrok tersebut.

“Memang sudah sering kali bentrok antar lorong ini, namun permasalahan ini tidak bisa diselesaikan,” kata seorang warga. Pihak kepolisian dari Polsek Belawan turun ke lokasi melakukan pengamanan. Namun, tidak banyak yang bisa diperbuat karena warga tetap saling serang dengan batu. Akhirnya, bentrok tersebut berakhir setelah kedua belah pihak membubarkan diri.

Kapolsek Belawan Kompol AH Pulungan, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan pengamanan didaerah tersebut, “Sudah sering sekali terjadi bentrok antar warga ini, tapi kami terus upayakan untuk melakukan penjagaan,”ujarnya. (mag-11)

Berencana Bangun Lapangan, Pelti Sumut Resmi Dilantik

MEDAN – Pengurus Persatuan Tenis Lapangan Lapangan Indonsia (Pelti) Sumatera Utara untuk priode 2011-2016, resmi dilantik Minggu (24/7) di Medan Club Jalan Dipenogoro Medan.  Kepengurusan Pelti Sumut ini, langsung dilantik Ketua Umum Pelti Pusat Martina Wijaya bersama sekjen Pelti Pusat Subronto Laras.

Dalam acara serimonial pelantikan Pelti Sumut, dihadiri Ketua Ketua Pelti Sumut Indra Alamsyah SH, Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Sumut Gus Irawan Pasaribu, Plt Gubsu Gatot Pujonugroho, Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Sumut, Zaharuddin Sinaga dan beberapa Pengda dan Pengcab olahraga lainnya.

Acara pelantikan Pelti Sumut diawali dengan laporan pertanggungjawaban yang disampaikan, Ketua Panitia pelaksana pelantikan Sangkot Zikri Sirait S.Sos

Mengawali laporannya dihadapan Ketua Umum Pelti Pusat Martina Wijaya, Sangkot Zikri Sirait, S,Sos mengatakan, bahwa persiapan acara pelantikan Pelti Sumut hanya memakan waktu 20 hari.

“Persaiapan acara pelantikan Pelti Sumut ini hanya memakan 20 hari. Namun bukan acara pelantikannya yang ingin saya laporkan pada ibu Martina Wijaya selaku Ketua Umum Pelti Pusat.Namun gebrakan para pengurus Pelti Sumut ini patut kita apriasiasi, pasalnya sebelum acara pelantikan kami telah menggelar even tournamen pertandingan ditingkat junior, untuk mencari bibit-bibit unggul dalam bidang olahraga tenis lapangan,” ujar ketua panitai pelantikan Sangkot Zikri Sirait, S,Sos dihadapan para pengurus Pelti Sumut dan Pusat.

Lebih lanjut dikatakan Sangkot Zikri Sirait, dengan digelarnya tournemen itu, Pelti Sumut mempunyai target bahwa Sumut harus meraih target emas dalam PON 2020 yang akan datang dalam bidang olah raga tenis lapangan.
“Selain itu juga Pelti Sumut sendiri berniat akan membangunan lapangan tenis lapangan, yang saat ini Pelti Sumut masih menumpang.Untuk itu kami sangat membutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak untuk mewujudkan pembangunan itu,” tegas Sangkot menutup pidatonya.

Sementara itu Ketua Pelti Sumut Indra Alamsyah, didampingi Sekretaris Pelti Sumut Drs H.Hadi Suyono dan Bendahara Pelti Sumut Sangkot Zikri Sirait S,Sos, dalam pidatonya meminta para pengurus Pelti Sumut untuk saling bekerjasama memajukan Pelti Sumut, agar mencari bakat bagi para petenis pemula untuk didik agar dapat mengharumkan Sumatera Utara kedepan.

Disisi lain Ketua Umum Pelti Pusat Martina Wijaya, menyambut baik program kerja yang disampaikan Indra Alamsyah selaku Ketua Pelti Sumut. “Niat Pelti Sumut untuk membangun lapangan sangat kita aprisiasi,”tegas Martina Wijaya. (*/rud)

Kampus Pertama Kembangkan Entrepreneurship

Universitas Sutomo

MEDAN-Universitas Sutomo Medan sebagai kampus yang baru berjalan mulai tahun ini memiliki berbagai terobosan dalam menyiapkan lembaga pendidikannya. Salah satu yang telah dilakukan oleh universitas yang berlokasi di Jalan Sutomo Ujung Nomor 28 D ini, yakni dengan menyiapkan fasilitas gedung perguruan tinggi swasta yang dianggap sudah memenuhi standar internasional.

Kampus tersebut juga menggunakan lift untuk lebih memudahkan mahasiswa belajar. Hal ini disampaikan Pembantu Rektor III Universitas Sutomo, Ir Ahmaruzar saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/7).
Tujuan kampus ini berdiri bilang Ahmaruzar tak lain untuk memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menyiapkan diri dalam menghadapi persaingan dunia kerja. “Universitas Sutomo merupakan kampus satu-satunya dan pertama di Medan yang melakukan program pengembangan entrepreneurship atau membangun jiwa kewirausahaan secara gratis,” sebutnya.

Menurutnya ada beberapa indikator yang bisa diwujudkan lembaga pendidik Universitas Sutomo Medan dalam merealisasikannya. Yakni, lewat mitra pengusaha dan kerja sama dengan berbagai perusaahan.

Sebagai salah satu contoh yang pernah dilakukan Universitas Sutomo yaitu mendatangkan seorang pengusaha Tosan Lim SE melalui seminar di salah satu hotel ternama yang ada di Kota Medan.  “Tosan memberikan gambaran kepada para peserta mengenai peluang signifikan dalam menciptakan sebuah usaha yang dimulai dari diri sendiri. Hal inilah yang nantinya diharapkan diwujudkan generasi muda khususnya yang mengenyam pendidikan di Universitas Sutomo,” ungkapnya.

Hal itu juga menurut Ahmaruzar dilakukan Universitas Sutomo dalam menciptakan universitas yang berkualitas sesuai kewajiban yang diterapkan pemerintah lewat direktorat perguruan tinggi, yaitu melakukan MoU dengan berbagai lembaga sebagai bentuk peningkatan akreditas.

Dalam bentuk menyelaraskan peningkatan akreditas, universitas yang mengasuh enam fakultas yakni Ekonomi, Ilmu Komputer, Hukum, Teknik, Sospol dan MIPA.  (uma)

Siapkan LPK Sutomo Competency Trainning

Tidak hanya berfungsi sebagai Universitas yang menyiapkan lulusan untuk bersaing dalam dunia kerja, Universitas Sutomo Medan juga membuka pelatihan bagi para calon pekerja. Yakni, dengan menyiapkan  Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sutomo Competency Trainning.

Menurut Pembantu Rektor III Universitas Sutomo, Ir Ahmaruzar, LPK itu sendiri berfungsi memberikan pelatihan untuk tujuh program yakni pramugari, airlines staff, hotel staff, industri staff, bank staff, perkebunan staff, dan sekretaris.
“Kita berharap dengan LPK in bisa menyiapkan SDM andal yang siap ditempatkan di mana saja sesuai dengan kompetensi dan kemampuan yang dimilikinya,” ungkap Ahmaruzar. Dalam mendukung program kegiatan LPK, berbagai kerja sama telah dilakukan Sutomo Competency Trainning melalui sistem jejaring dengan beberapa stake holder antara lain, maskapai airlines, perhotelan, perbankan, perusahaan industri, perkebunan baik di kota Medan, Jakarta, maupun Malaysia. Kerja sama yang telah terbangun ini bilang Ahmaruzar difasilitasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta BBLKI Propinsi Sumatera Utara.

Dalam mewujudkan kegiatan LPK, Sutomo Competency Trainning yang berada di bawah naungan Yayasan Politeknik Indonesia itu  menyiapkan berbagai fasilitas pendukung. “Selain memiliki gedung sendiri yang memiliki tujuh lantai, Sutomo Competency Trainning juga memiliki ruang pelatihan yang representatif (Full AC), laboratorium komputer dan didukung oleh instruktur yang professional dari berbagai perusahaan,” terang Mahruzar.(uma)