31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15041

Siapapun Berhak Memperoleh Pendidikan

Dari Peresmian Sekolah Islam Terpadu Khairul Imam

MEDAN-Angka putus sekolah (drop out) di Indonesia yang mencapai 19,9 persen dianggap cukup memprihatinkan dibandingkan dengan beberapa tetangga sebelah seperti Malaysia, Myanmar dan Thailand yang berada di bawah angka 5 persen.

Selama ini masih banyak orangtua yang menganggap jika pendidikan tidak berpihak kepada orang miskin karena menganggap pendidikan suatu hal yang mahal. Padahal, banyak program beasiswa yang dikeluarkan pemerintah dalam mendukung anak yang kurang mampu untuk bisa bersekolah, namun belum mampu meminimalisasi jumlah anak yang putus sekolah.

Hal ini disampaikan Dewan Pembina Yayasan Khairul Imam dan angota DPR RI H Hasrul Azwar dalam sambutannya pada acara peresmian sekolah Islam Terpadu Khairul Imam Yayasan Pendidikan Khairul Imam, Minggu (24/7). “Diharapkan dengan sekolah ini mampu memfasilitasi siswa didik dari segala kalangan,” ungkapnya.

Hasrul Azwar menambahkan, pemerintah memiliki keterbatasan dalam menyediakan lembaga pendidikan. Maka dalam hal ini, sangat dibutuhkan partisipasi masyarakat dalam hal perencanaan, pengawasan bahkan menyediakan sumber daya manusianya.

“Siapapun orangnya, apapun agamanya, partai politiknya, alirannya, berapa gajinya berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas,” tegas Hasrul Azwar.

Menteri Agama RI Suryadharma Ali yang hadir pada peresmian, menyempatkan melakukan pengguntingan pita dan pembunyian sirine sebagai pertanda diresmikannya gedung baru Yayasan pendidikan Islam Terpadu Khairul Imam sekaligus memantau beberapa fasilitas ruang kelas belajar.  (uma)

PK Golkar se Kabupaten Karo Dilantik

KARO-Catur Sukses, merupakan program utama sebagai ikhtiar menuju  keberhasilan dan menuju kesuksesan Partai Golkar untuk meraih kemenangan   pada pemilu tahun 2014 mendatang. Untuk itu kerja keras seluruh kader dituntut untuk lebih serius menjemput aspirasi rakyat melalui program kerja partai. Hal ini dikatakan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karo, Ferianta Purba SE, dalam sambutannya pada acara pelantikan PK Partai Golkar se Kabupaten Karo, Rakerda dan Diklat Kader Partai Golkar, Sabtu (23/7) di Hotel Mikie Holiday Berastagi.

Menurut Ferianta, sesuai tema, “Melalui kosolidasi dan regenerasi mari kita tingkatkan kaderisasi dan pengembangan basis demi terwujudnya catur sukses Partai Golkar”, berkonsolidasi itu tidak harus menunggu diperintahkan, baru dijalankan. Tetapi  dengan semangat kekaryaan, kreatifitas dan inisiatif kader dituntut tanggung jawab morilnya agar lebih berperan membesarkan Partai Golkar menjadi partai yang dicintai rakyat, sesuai dengan mottonya, “suara Golkar suara rakyat”.

Untuk mensukseskan pencangangan tahun 2011 sebagai tahun kaderisasi, kader diminta saling bahu membahu mensukseskan, program Kader Penggerak Teritorial Desa (Karakterdes) didaerah masing-masing, yang bertujuan untuk  mematangkan dan memantapkan kader ditingkat pedesaan.

Dalam kesempatan itu Ketua DPD Partai Golkar Provsu bidang organisasi dan kaderisasi H Syahrul Pasaribu dalam sambutanya mengatakan, seluruh kader agar lebih meningkatkan komunikasi dalam menjalankan program partai, karena jika komunikasi terhambat konsolidasi dan kaderisasi tidak akan dapat berjalan dengan baik.

Selain itu Syahrul juga menyemangati kader-kader Golkar, agar jangan pernah mengeluh menghadapi tantangan. Kepada kader Golkar yang duduk sebagai anggota legislatif, supaya lebih tanggap dalam menyalurkan aspirasi rakyat  melalui fraksi Partai Golkar di lembaga dewan.

Sementara itu pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Kabupaten Karo, Sabtu (23/7) di Hotel Mikie Holiday Berastagi, berjalan dengan sukses dengan peserta 17 Partai Golkar se Kabupaten Karo, LPK, AMPG, Soksi, MKGR, Kosgoro, KPPG, dan HWK. Dengan menampilkan nara sumber Drs Bengkel Ginting Msi, dosen Pasca  Sarjana Fisipol USU Medan,  Ronda Tarigan SH dari Bakesbang, Pol dan Linmas Pemkab Karo,  sedangkan penceramah dari DPD Partai Golkar Provsu mengutus  Drs Joy Harlim Sinuhaji dan Frans Dante Ginting, dengan judul  ceramah“ Idiologi, Doktrin, Paradigma Baru Partai Golkar Sekarang dan Masa Depan”. (*/wan)

Lebih Murah dan Terjangkau

Pasar Murah Pemko Medan Resmi Dibuka

Pemerintah Kota Medan resmi membuka pasar murah menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1432 H. Agenda ini secara simbolis dibuka oleh Wali Kota Medan Rahudman Harahap di Lapangan Bola Kaki Pasar V
Kelurahan Rengas Pulau Kecamatan Medan Marelan, Senin (25/7).

Seperti direncanakan pasar murah Pemko Medan digelar 135 titik di 21 Kecamatan Kota Medan. “Acara ini digelar Pemko Medan bekerjasama dengan Desperindag. Saya harap pasar murah bisa membantu masyarakat yang kurang mampu dengan harga yang lebih murah dan terjangkau,” ujar Rahudman dalam sambutannya.
Selain itu, pembukaan pasar murah juga dibarengi pagelaran pameran produk UKM selama 5 hari yang diikuti oleh 40 usaha dengan berbagai jenis produk. “Pameran ini juga sangat dinantikan oleh para pengusaha kecil untuk meningkatkan penjualan dan memperkenalkan produk mereka ke masyarakat,” sambung Rahudman.

Seorang warga, Nuraini (36), menyambut positif acara pasar murah tersebut. Dia mengatakan bahwa dengan adanya pasar murah ini masyarakat yang kurang mampu dapat terbantu, “Harganya lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran, apalagi ini mau bulan puasa. Di sini harga gula Rp8.300 sedangkan dipasaran sudah Rp10.500, kan lumayan perbandingannya,” ungkapnya.

Dalam acara tersebut selain Wali Kota Medan, tampak hadir Sekda Kota Medan, SKPD Kota Medan beserta jajarannya, para pengusaha UKM, tokoh masyarakat, tokoh agama, Ormas, OKP dan juga masyarakat sekitar. (mag-11)

Lestarikan Budaya Daerah

Festival Budaya Melayu 2011 Digelar

MEDAN- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut kembali menggelar Festival Budaya Melayu 2011 di Atrium Grand Palladium, mulai Senin (25/7) hingga Rabu (27/7) mendatang. Sebanyak 10 kabupaten dan kota ambil bagian dalam kegiatan ini seperti Kota Medan, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat, Serdang Bedagai, Tanjung Balai, Deli Serdang, Asahan, Labuhan Batu, dan Batubara.

Selain menggelar perlombaan seperti Tari Zapin, Tari Serampang Dua Belas dan festival lagu Melayu, juga digelarn
seminar kebudayaan Melayu sebagai bentuk komitmen Provinsi Sumatera Utara dalam melestarikan kebudayaan Melayu.
“Ini merupakan tahun kedua pelaksanaan Festival Budaya Melayu ini. Sebelumnya, festival ini pernah kita selenggarakan pada 2010 lalu,” ujar ketua panitia, Cut Ummi di sela-sela acara.

Plt Kadisbudpar Sudarno dalam sambutannya menyatakan, acara ini untuk melestarikan kebudayaan Melayu, karena Melayu merupakan salah satu suku terbesar di Sumut. “Untuk melestarikan kebuyaan, itu menjadi tugas kita sebagai bagian dari kebuyaan itu sendiri,” ujar Sudarno. Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini juga mengharapkan, festival ini dapat dijadikan sebagai even tahunan dan nantinya dapat dijadikan sebagai even nasional.

Seluruh peserta, tampil dengan pakaian seragam dengan warna yang menarik perhatian, terutama warna kuning emas yang merupakan warna identik bagi Melayu. Senin (25/7) dijadwalkan untuk festival Tari Japin, 26 juli dijadwalkan untuk festival tarian Serampang XII dan lagu Melayu. Sementara pada 27 Juli akan diadakan seminar Kebudayaan Melayu.(mag-9)

Propam Harus Utamakan Pembinaan

Di tengah merosotnya kepercayaan masyarakat akibat lambatnya proses hukum yang dilakukan, seperti lambannya penanganan korupsi di Dinas Bina Marga Medan oleh Poldasu. Profesionalisme kepolisian pun kembali diuji dengan aksi kekerasan yang dilakukan seorang Kanit Reskrim Polsekta Medan Labuhan AKP Octavianus terhadap seorang wartawan. Ditambah lagi, 50 persen pengaduan yang diterima Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medann menyoroti keprofesionalan kepolisian.

Seperti apa Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara Anuar Shah yang akrab disapa Aweng ini menyikapi masalah tersebut? Berikut petikan wawancara Sumut Pos Indra Juli Hutapea dengan Anuar Shah, Senin (25/7)

Dari 130 pengaduan masyarakat di LBH Medan, 50 persen menyoroti kinerja kepolisian. Bagaimana Anda memandang hal tersebut?
Menurut saya, sebenarnya kinerja kepolisian saat ini sudah baik dibanding dulu. Secara kelembagaan, mereka sudah memperlihatkan keprofesionalannya. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan, hal itu harusnya disambut baik oleh masyarakat. Karena bagaimana pun perubahan itu tidak bisa secepat membalikkan tangan, butuh waktu.

Anda menyebut sudah lebih baik, dalam hal apa?
Dari penanganan kasus-kasus yang menjadi prioritas di Kota Medan, saya pikir kepolisian sudah bekerja dengan baik. Begitu juga dengan penanganan pengaduan yang dulunya terkesan lamban, sudah lebih cepat. Beberapa kasus pembunuhan yang belakangan ini terjadi di Kota Medan diatasi dengan cepat. Terlebih dengan semboyan Kapoldasu terdahulu, Pak Oegroseno, “Jangan ada darah dan air mata di kantor polisi” mulai dilaksanakan kok.

Lalu bagaimana dengan kasus penganiayaan wartawan yang notabene merupakan mitra kepolisian, atau lambannya penanganan korupsi di Dinas Bina Marga Medan?
Ini memang kendala dalam sebuah perubahan. Yaitu keberadaan oknum yang tidak bisa memahami dan menyesuaikan diri dengan keinginan organisasi dan pimpinan. Kalau oknum tersebut paham profesionalisme yang ingin dicapai, tak mungkin dia berani menganiaya rekan sejawatnya. Begitu juga dengan petugas yang menangani korupsi Dinas Bina Marga yang juga prioritas.

Apakah kasus penganiayaan tersebut bisa dituntaskan di tengah kencangnya aparat kepolisian melindungi anggotanya, sekalipun sudah melakukan pelanggaran kode etik?
Asalkan bukti cukup, saya yakin kepolisian akan memproses kasus tersebut. Apalagi wartawan adalah penyampai informasi yang harus bebas dari intervensi apa pun. Dalam hal ini Propam juga harus lebih masuk ke dalam untuk pembinaan anggota kepolisian. Didukung dengan pengawasan dari rekan-rekan media terhadap perkembangan penanganan yang tengah dijalankan.

Anda optimis profesionalisme dapat diwujudkan?
Dari proses rekrutmen yang dilakukan, saya yakin hal itu dapat diwujudkan. Dengan melihat tingkat pendidikan saat penerimaan. Tidak seperti dulu tamat Sekolah Dasar (SD) pun bisa, sekarang kan minimal Sekolah Menengah Atas (SMA). Tentunya dengan sanksi tegas terhadap setiap aparat yang nakal. (*)

Pemakai Sabu Sok Akrab Sama Polisi

Gara-gara sok akrab dengan petugas kepolisian, Abdul Rajak alias Raja (34), warga Jalan Sentosa Baru, Gang Kesehatan, Medan  Perjuangan, ditangkap. Pasalnya, saat dia menegur personel polisi dari Polsek Percut Sei Tuan tersebut, satu bungkus plastik kecil berisi sabu-sabu terjatuh dari kantung celananya. Akibatnya, dia bersama seorang temannya Dedi Wibawa, digelandang ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Ceritanya, Sabtu (23/7) sore lalu, Raja sedang duduk-duduk di depan rumah temannya di kawasan Titi Sewa, Jalan Benteng Hulu, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung. Sembari menunggu temannya keluar dari sebuah rumah kosong tak jauh dari tempatnya duduk, tiba-tiba seorang personel Polsek Percut Sei Tuan berpakaian sipil dengan mengendarai sepeda motor melintas.

Merasa kenal dengan personel polisi itu, Raja pun berdiri dan melambaikan tangan ke arah polisi tadi. Namun, tanpa disadarinya tiba-tiba satu bungkusan plastik terjatuh dari kantong celananya. Melihat ada bungkusan plastik terjatuh, Polisi tadi langsung mendekatinya dan memungut plastik tersebut. Setelah diteliti, ternyata plastik tersebut berisikan sabu-sabu.

Mendapati barang haram tersebut, polisi tersebut langsung menggeledah tubuh Raja. Hasilnya, tiga paket sabu-sabu ditemukan lagi dari kantung Raja. Sialnya, Dedi yang baru keluar dari rumah kosong tadi pun turut diringkus dan langsung digelandang ke Mapolsek Percut Sei Tuan.

Saat diperiksa, Raja dan DW membantah barang tersebut sebagai milik mereka.

“Bukan punya saya Pak. Saya tak punya sabu-sabu,” kilah Raja. Sementara Dedi mengaku, dirinya tidak penah memakai sabu-sabu. Saat itu dia berencana akan pergi berenang di kolam renang Unimed bersama Raja. (mag-7)

Persembahan Tabarez

Uruguay vs Paraguay

BUENOS AIRES-Tim unggulan Uruguay akhirnya tampil sebagai juara Copa America 2011, setelah pada final mengalahkan Paraguay dengan skor  telak 3-0.

Pada duel yang berlangsung di Estadion Monumental, Senin (25/7) dinihari WIB itu, Uruguay unggul berkat gol yang dilesatkan Luis Suarez (12’) dan Diego Forlan (42’ dan 90’).

Dengan kemenangan ini maka Uruguay sukses menjadi negara di Amerika Selatan dengan koleksi gelar Copa America terbanyak yakni 15. Juara dunia dua kali ini unggul satu trofi atas Argentina dan tujuh dari Brasil.

Tak dapat disanggah jika Oscar Tabarez menjadi otak di balik kesuksesan Uruguay di Copa America kali ini. Pelatih 64 tahun itu mempersembahkan kejayaan La Celeste untuk seluruh rakyat di negerinya yang telah puasa gelar sejak tahun 1995.

“Ini bukan hal paling penting, tapi ini sangat penting buat rakyat Uruguay. Ini membuat kami bersatu,” seru Tabarez di Yahoosports.

“Sebelum memasuki pertandingan saya sudah berpikir bahwa saya ingin mendedikasikan (kemenangan) untuk semua pemain dan pelatih yang telah memenangi 14 gelar lainnya,” sambung Tabarez.

Salah satu kunci kesuksesan Tabarez adalah kemampuannya mengombinasikan para pemain muda dan pemain senior yang mengisi skuad La Celeste.

“Ini semua tentang institusionalisasi dan pendidikan pesepakbola. Saya ingin memasukkan para pemain muda dengan sudut pandang siklus lima tahun ke depan,” ungkap Tabarez.

Terpisah, pelatih Paraguay Gerardo Martino menilai kualitas striker Uruguay membuat perbedaan yang besar di laga final Copa America 2011.

Karenanya Martino memuji kualitas yang dimiliki oleh lini depan Uruguayyang mampu melesakkan tiga gol pada laga krusial .

“Di babak pertama, Uruguay lebih menguasai permainan. Terlepas dari itu semua, mereka memiliki dua striker yang membuat perbedaan di pertandingan. Uruguay selalu tampil lebih dominan. Bahkan ketika kami terus menyerang di babak kedua, kami merasa Uruguay tetap mengontrol permainan,” ujar Martino.

“Gol yang dicetak oleh Uruguay berawal dari gerakan yang sangat bagus, itu menunjukkan bahwa striker Uruguay memiliki kualitas yang luar biasa, dan itulah yang membuat perbedaan,” tambahnya.
Selain itu, Martino membantah adanya kabar bahwa dirinya akan ditunjuk sebagai pelatih Argentina yang baru. Dia menyatakan belum mendapatkan tawaran dari pihak lain.

“Itu hanya rumor dari media. Saya tidak dapat membantah sesuatu yang tidak saya bikin. Itu hanya rumor yang harus dibantah oleh pihak-pihak yang membuat rumor itu sendiri,” bilang Martino.
“ Saya adalah pelatih timnas Paraguay dan tidak ada yang berubah dari itu,” ujarnya. (bbs/jpnn)

Puluhan Miliar Bakal Sia-sia

Lumpur dan Sampah Teronggok di Pinggir Jalan

MEDAN- Proyek pengerukan parit yang dilakukan Dinas Bina Marga terkesan pilih kasih. Pasalnya, drainase yang dikeruk pada tahun anggaran sebelumnya, kini mendapat prioritas kembali oleh Dinas Bina Marga. Sementara, yang belum tersentuh pengerukan pada tahun lalu, masih dibiarkan begitu saja.

Bukan hanya itu, pengerukan drainase yang dilakukan saat ini juga menimbulkan keresahan bagi sebagian masyarakat. Pasalnya, material drainase berupa lumpur dan sampah dibiarkan teronggok di depan rumah warga.

Seperti yang terlihat di kawasan Jalan Bromo, Kecamatan Medan Denai, beberapa hari lalu. Lumpur bekas kerukan parit dibiarkan teronggok hampir selama sepekan di depan rumah warga.

Ali, warga Jalan Bromo mengaku mendukung upaya Pemko Medan melakukan pengerukan drainase untuk mengatasi banjir. Namun, jangan sampai pengerukan drainase tersebut malah menimbulkan masalah baru.

“Jika lumpur dan sampah bekas korekan parit dibiarkan begitu saja, bukan hanya merusak estetika dan keindahan, jorok dan bau, juga sangat rentan menyebarkan penyakit,” ujar Ali, ketika ditemui wartawan koran ini, kemarin.

Mansyur, warga lainnya mengungkapkan, pekerjaan pengerukan drainase akan sia-sia jika lumpur bekas pengerukan drainase dibiarkan teronggok di pinggir jalan. Pasalnya, lumpur-lumpur tersebut akan masuk kembali ke parit jika hujan turun. “Sayang kalilah dana puluhan miliar yang dianggarakan, karena jelas kegiatan ini sangat sia-sia. Sebab, lumpur korekannya akan masuk kembali ke parit,” kata Mansyur.

Sementara drainase di kawasan Jalan Jamin Ginting malah terkesan kurang terperhatikan. Pasalnya, bila hujan mengguyur selama satu jam saja, genangan air di badan jalan bisa mencapai semata kaki hingga sebetis orang dewasa.
“Perhatian Pemko Medan terhadap masyarakat sangat kurang. Lihatlah, hujan yang mengguyur sebentar saja sudah membuat banjir di seluruh badan jalan. Ini tak bisa dibiarkan, tapi pemerintah tak ada respon,” kata Boru Tarigan, warga Jalan Jamin Ginting.

Berdasarkan APBD Kota Medan tahun 2011, untuk perbaikan drainase Pemko Medang menganggarkan dana sebesar Rp63,1 miliar, untuk rehabilitasi drainase Rp20 miliar, untuk monitoring Rp52 juta dan untuk rehabilitasi drainase di 21 kecamatan mencapai Rp19 miliar.

Sementara, Kadis Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis yang dikonfirmasi Senin (25/7) sore mengatakan, belum diangkutnya lumpur dan sampah bekas kerukan drainase tersebut karena menunggu lumpur tersebut kering. Pasalnya, jika lumpur tersebut langsung diangkut, akan menimbulkan masalah baru. Karena, lumpur-lumpur yang masih basah itu bisa berserakan di jalanan dan akan menimbulkan debu.

Selain itu, kata dia, pihaknya tidak ada pilih kasih dalam mengerjakan pengerukan drainase. Pasalnya, pihaknya melakukan pengerjaan berdasarkan usulan warga yang masuk ke Dinas Bina Marga.(adl)

Guerrero Paling Tajam

SELAIN sukses mengantarkan Peru menjadi juara ketiga, Jose Paulo Guerrero juga dinobatkan sebagai topskor Copa America.

Peru mendapat gelar hiburan lain di Copa Argentina 2011. Setelah memastikan diri menjadi juara ketiga dengan menundukkan Venezuela 4-1, salah satu pemain mereka, Jose Paulo Guerrero, dinobatkan sebagai striker paling tajam.
Guerrero mencetak lima gol di turnamen ini dan tiga gol di antaranya dicetak ke gawang Venezuela pada perebutan tempat ketiga.

Koleksi golnya tak bisa lagi dikejar oleh Luis Suarez, striker Uruguay yang koleksi total golnya adalah empat gol.
“Sudah tugas saya sebagai seorang striker untuk mencetak gol. Saya bahagia bisa memberikan kontribusi,” katanya, Senin (25/7).

Guerrero bukan pemain Peru pertama yang meraih penghargaan topskor ini. Sebelumnya, di tahun 1939, Teodoro Fernandez juga menjadi topskor.

Penghargaan pemain muda terbaik jatuh kepada pemain Uruguay Coates yang mengalahkan Joel Campbell (Kosta Rika) dan pemain sensasional asal Brasil, Neymar. (bbs/jpnn)

Ramadan, Listrik dan Air di Masjid Gratis

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan berjanji akan melakukan koordinasi dengan PLN dan PDAM Tirtanadi untuk menggratiskan tagihan rekening listrik dan air serta kelancaran pasokan di seluruh masjid, khususnya selama bulan Ramadan.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap dalam nota jawaban Wali kota Medan atas pemandangan umum DPRD Medan pada sidang paripurna tentang  laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kota Medan 2010, Senin (25/7).

“Upaya peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat akan dilakukan untuk meminimalisir pemadaman listrik dan pasokan air bersih. Dalam hal ini, Pemko tetap melakukan koordinasi secara maksimal,” ujar Rahudman.
Terkait masalah penertiban pedagang kaki lima (PKL), Pemko akan tetap melakukan penataan kepada seluruh PKL sesuai Perda No 31 tahun 1993 dan SK Wali Kota No 54 tahun 1983. “Penertiban dilakukan dengan tujuan PKL tertata dengan rapi, bersih, indah dan teratur,” ucapnya.

Sedangkan masalah UMKM yang disoroti  Fraksi Demokrat dan PDIP yakni sedikitnya peserta UMKM yang mendapat dana bergulir sehingga masih banyak pelaku UMKM yang belum dapat mengakses dana tersebut.
Menurut Wali Kota, karena sejak 2003 sampai sekarang Pemko belum ada menambah dana tersebut. Begitu juga masalah sorotan Fraksi PDIP dan Fraksi Demokrat terkait Sisa Lebih Pembayaran Anggaran (Silpa). Seperti pada 2008 yang besarnya Silpa mencapai Rp303,1 miliar lebih. Pada 2009 sebesar Rp631,5 miliar lebih dan Tahun 2010 sebanyak Rp591,1 miliar lebih.

“Silpa tersebut bukanlah disebabkan karena ketidakmampuan sejumlah SKPD dalam penyerapan anggara. Namun, Silpa dimaksud karena terjadinya perubahan regulasi dari pemerintah pusat seperti kegiatan yang bersumber dari dana alokasi khusus pada SKPD,” cetusnya.

Kemudian, menyinggung pertanyaan Fraksi Golkar masalah memaksimalkan PAD dengan potensi yang cukup. Wali kota sedang melakukan program upaya mengoptimalkan PAD perpajakan dan retribusi seperti di Dinas Perhubungan yakni penertiban terminal liar dan di Dinas Pertamanan membentuk kawasan reklame, revisi perda, penataan dan penertiban serta pembinaan wajib pajak.(adl)