26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15047

Gatot: Ramadan Itu Bulan Ketenangan

MEDAN- Menjelang Ramadan 1423 H, Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumut, PW Persaudaraan Muslimah (Salimah) Sumut, Rumah Quran dan DPW PKS Sumut menggelar Tausyiah di Kota Medan. Hal itu bertujuan untuk menyegarkan pengetahuan tentang pentingnya rangkaian ibadah selama bulan Ramadan.

Tausyiah itu dihadiri seribuan umat muslim di Masjid Agung Medan,  Minggu (24/7). Kegiatan itu dilangsungkan usai salat zuhur berjamaah. Hadir dalam kegiatan itu, Plt Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho ST, Kepala Biro Binsos Pemprov Sumut, Hasbullah Lubis, Kabag Protokoler, H Zakaria, Ketua Ikadi Sumut, Zakira Zandi SAg MA, Ketua Umum PKS Sumut, H M Hafez Lc MA dan jajaran pengurus PW Salimah dan Rumah Qur’an Sumut.

Usai salat zuhur itu, Habib Nabil Al Musawwarah Al Haj dalam tausiyahnya menyampaikan sejumlah catatan penting untuk menyongsong Ramadan. Dia menyebutkan hakikat puasa adalah menahan diri, maka proses latihan untuk menahan diri terhadap segala sesuatu yang membatalkan puasa dapat dilakukan sejak sekarang.

“Syaitan berjalan di dalam tubuh anak Adam, melalui peredaran darah. Maka persempitlah jalannya, dengan cara berpuasa,” ujarnya di hadapan jamaah.

Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST dalam kesempatan itu menyampaikan pelaksanaan tausyiah itu dilakukan secara efektif dan efisien. “Tak lama lagi kita akan bertemu dengan tamu agung kita yang kita rindukan. Ini puncaknya bagi kita untuk mempersiapkan diri, baik jasadiyah maupun ruhiyah. Mudah-mudahan kita dapat mengambil intisari dari pelajaran Ramadan,” ujarnya. (ril)

Poldasu Kesulitan Kumpulkan Bukti

Dugaan Korupsi Proyek Drainase dan Aspal di Dinas Bina Marga Medan

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut terus mendalami dugaan korupsi di Dinas Bina Marga Medan terkait pengadaan aspal senilai Rp3,5 miliar dan proyek perbaikan drainase senilai Rp38,8 miliar. Hal ini dikatakan Direktur Ditreskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubdit III/Tipikor AKBP Verdy Kalele.

“Kedua kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan mendalam,” ujar Verdy. Dia juga menjelaskan, hingga kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kedua kasus tersebut.

Kenapa belum ada yang ditetapkan tersangka, padahal kasus ini sudah lama ditangani? Menjawab pertanyaan tersebut, Verdy menjelaskan, ada perbedaan antara kasus tersebut dengan kasus-kasus korupsi lainnya.

“Kita tidak bisa cepat menanganinya. Karena penanganan kasus korupsi ini beda dengan kasus lainnya. Kita perlu memeriksa secara detil saksi-saksinya. Begitu juga dengan barang buktinya, banyak yang harus kita pelajari. Jadi, tidak bisa tergesa-gesa menentukan tersangkanya. Pokoknya, perlahan-lahan kita tuntaskan kasus ini,” tegas Verdy.

Dalam kasus drainase ini, pada pengerjaan proyek normalisasi atau pemeliharaan saluran drainase atau gorong-gorong sebesar Rp38.810.760.150, mantan Kadis Bina Marga Gindo Maraganti Hasibuan dan stafnya serta Bendahara Umum Daerah Pemko Medan sudah diperiksa. Begitu juga dengan penyitaan barang bukti. Yakni, dokumen terkait 495 proyek, salinan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 821.2/514 K, tanggal 9 Juli 2009, fotocopy surat pengangakatan KPA, PPTK dan Panitia Pengadaan Barang/Jasa serta foto gambar sampel proyek sebelum, sedang dan setelah selesai dikerjakan serta fotocopy surat kontrak perjanjian sampel 9 perusahaan.

Antara lain, CV Rahmat Abadi ; CV Mustika Cemerlang ; CV Rahmat Abadi ; CV Rizki Faldo Abadi ; CV Surya Gemilang ; CV Mitra Anugrah ; CV Wiraspati Kencana ; CV Sumber Rejeki dan UD Perdana.

Proyek ini, oleh Gindo dibagi dua dalam daftar penggunaan anggaran, pertama Rp20 miliar dan telah ditentukan lokasi proyek sesuai daftar sebanyak 221 paket. Kemudian, Rp19 miliar untuk 215 paket sehingga total 436 paket. Masing-masing per paketnya Rp10 miliar untuk 21 kecamatan.

Begitu juga dengan kasus pengaspalan sejumlah jalan di Medan. Yakni, Jamin Ginting, Jalan SM Raja, Jalan Gatot Subroto, Jalan Brigjen Katamso dan Jalan Yos Sudarso Medan, yang menelan biaya sebesar Rp3,5 miliar. Proyek ini tidak ditenderkan oleh Dinas Bina Marga sesuai dengan Keputusan Presiden (Kepres) RI. Melainkan dipecah atau dibagi-bagi kepada rekanan.

Dalam proyek aspal ini, Gindo mengangkat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Ahmad Buhori Siregar dan empat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiaatan (PPTK) yaitu Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, Suwito serta 3 orang panitia. Serta Ketua Panitia Pemilihan Langsung (PL) Eddy Zalman Saputra. (ari)

Lukai Warga, 5 Anggota Geng Motor Ditangkap

MEDAN- Lima anggota Geng Motor yang meresahkan warga, dibekuk personel Polsek Medan Baru, Minggu (24/7) dini hari. Kelima anggota geng motor tersebut yakni Mangiring Sinaga (22), warga Jalan HM Joni Medan Denai, Edi Ginting (19) warga Jalan Jamin Ginting Pasar 6, Teguh (17) warga Jalan Bawang No 13 Perumnas Simalingkar, Indra (21) warga Simpang Sumber Padang Bulan, dan Leonardo Manalu (20) warga Medan Denai.

Saat ini, penyelidikan kelima anggota geng motor tersebut dilakukan di Polsek Medan Kota. Pasalnya, para korban geng motor tersebut yakni, Imul (17) warga Brigjen Katamso, David (18) dan Dian (18) serta dua orang korban lainnya membuat pengaduan ke Polsek Medan Kota.

“Yang menangkap anggota kita di Jalan Patimura pagi tadi, tapi karena korbannya mengadu ke Polsek Medan Kota, maka dialihkan penangananya ke Polsek Medan Kota,” ungkap  Kanit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Andi Eko yang dikonfirmasi, Minggu (24/7). (ari)

Pohon Bertumbangan Dihantam Angin Kencang

MEDAN- Hujan deras disertai angin kencang tidak hanya terjadi di kawasan Kota Medan, tapi terjadi juga di daerah-daerah lainnya seperti di Deli Serdang dan daerah lainnya.

Buktinya, di Desa Bakaran Batu Kecamatan Batangkuis, hujan deras disertai angin kencang mampu mencabut Pohon Mangga hingga ke akar-akarnya. Bahkan, salah satu rumah warga atap sengnya beterbangan serta beberapa bagian rumah terbuat dari batu bata juga ambruk. Untuk peristiwa itu tidak sampai merobohkan rumah tersebut.

Sementara itu, sebuah tenda yang berada tepat di dekat Polsek Medan Kota terbang ke udara, karena angin yang begitu kencang. (ari)

BKKBN Sumut Capai Target

MEDAN- Program kerja Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sumut dalam mengantisipasi laju pertumbuhan sudah sesuai terget. Hal itu dikatakan Kepala BKKBN Sumut, H Nofrijal MA, Sabtu (23/7) siang.

Diterangkan Nofrijal, hingga Juni 2011 program kerja BKKBN Sumut sudah sesuai dengan target yang diinginkan nasional. Nofrijal menjelaskan, pihaknya sudah mencapai 80 persen dalam menjalankan ke-6 program tersebut.

“Keenam program tersebut yaitu Pelayanan Peserta KB Baru Total, Pelayanan Peserta KB Pria Vasektomi, Peserta KB Aktif, Program PKBR, Program Ketahanan Keluarga dan Program Pemeberdayaan Ekonomi Keluarga sudah berjalan hampir sesuai target,” terangnya.

Adapun program tersebut yang sudah berjalan, tegasnya, untuk 2011 seperti IUD 57 persen, MOW 53.34 persen, MOP 112.64 persen, Kondom 33.78 persen, Implant 46.70 persen, Suntikan 53.25 persen dan PIL 55.65 persen. “Peserta semuanya 189.488 orang dengan persentase per MIx kontrasepsinya 100 persen. (jon)

Kelola Profesional

MEDAN- Menatap musim depan, sepak bola nasional tengah dilema lantaran tak dibolehkan lagi menyerap APBD. Termasuk PSMS yang belum melakukan apapun untuk berbenah demi tercapainya cita-cita kembali ke Indonesian Super League (ISL).

Padahal idealnya pengurus dan manajemen mesti gerak cepat mencari alternatif sokongan dana. Meski masih main di Divisi Utama, dana yang dibutuhkan mengarungi musim tetap besar. Jumlahnya mencapai milyaran. Rincian terberat dari persoalan dana adalah pembayaran gaji pemain. Disusul akomodasi selama away.

Musim lalu, PSMS disokong APBD Kota Medan. Jumlahnya mencapai Rp7 milyar. Di paruh kedua kompetisi, Bank Sumut masuk menjadi sponsor. Di samping itu ada tambahan dana dari penjualan tiket. Namun dengan sokongan dana sebesar itu, pengurus mengaku kekurangan dana untuk mengurusi klub. Ujungnya para pemain kerap telat gajian.
Nah, untuk menyoroti agar hal itu bisa diminimalisir musim depan, beberapa waktu lalu awak koran ini sempat berbincang dengan pengamat sepak bola Rafriandi Nasution. Da beberapa poin yang disampaikannya. Dan tampaknya saran tersebut masuk akal juga jika diterapkan dengan baik.

Pertama, Rafriandi menyarankan agar pengelolaan pertandingan kandang PSMS tak lagi dikelola panitia pelaksana yang orangnya dari pengurus juga. Ada baiknya mencoba menggunakan even organizer alias EO profesional. Dengan menyewa EO, diharapkan pengelolaan uang masuk dari tiketing bisa dipertanggungjawabkan dan diputar untuk keperluan tim. “Selama ini tiketing tetap pemasukan menjanjikan. Tapi tak pernah ada pertanggungjawabannya,” kata Rafriandi.

Di tangan EO, penjualan marchendise juga diharapkan berjalan. Tak usah jauh-jauh mencontek gaya pelaku sepak bola Eropa mencari tambahan dana dari marchendise, coba belajarlah dari klub ISL seperti Persipura, Arema Indonesia, Persib Bandung hingga Sriwijaya FC. Selain perlengkapan tim memang disponsori merk aparel terkenal, penjualan marchendise atau jersey klub bisa mendatangkan keuntungan. Lalu coba bayangkan dengan PSMS musim lalu yang perlengkapan timnya tak didanai sponsor. Boro-boro menjual jersey. Ironis.

Lalu, ada juga saran agar memperdayakan sistem tiket terusan. Ini juga pemasukan luar biasa jika dikelola maksimal. “Kan ada orang-orang kaya yang gila bola. Atau pengusaha yang juga peduli bola. Nah dari tipikal orang seperti itu, bisalah didekati agar mau membeli tiket kandang PSMS selama semusim. Bikin harga VVIP yang benar-benar VVIP. Berikan tempat duduknya dan nomori. Kalau sang pemilik tiket terusan tak datang, kursinya haruslah tetap kosong. Itu baru namanya kenyamanan menonton sepak bola. Ini bisa saja diatur, jika memang mau,” terang mantan anggota DPRD Medan itu.

Di samping itu, renovasi Stadion Teladan memang harga mati yang harus diupayakan pengurus. “Desak ke dewan, pasti ada anggaran untuk perbaikan. Selama ini Teladan memang jauh dari kata layak,” tambah ketua Badan Liga Instansi itu.
Terlepas dari itu semua, ada baiknya pengurus yang ada saat ini berkaca. Kalau memang tidak mampu membawa perubahan ke arah lebih baik, bagus mundur saja dengan kerendahan hati. Toh publik sudah muak. Seperti diwakili SMeCK Hooligan sebagai basis suporter PSMS terbesar, yang ingin adanya revolusi. “Kami sudah muak dengan cara pengurus bekerja,” beber Nata ketua SMeCK. (ful)

Ambisi dan Sensasional

Amir Khan vs Zab Judah

LAS VEGAS- Petinju Inggris Amir Khan bakal adu kekuatan melawan Zab Judah dalam perebutan sabuk kelas walter WBA dan IBF, Minggu (24/7) pagi WIB di Mandalay Bay, Las Vegas.

Khan berambisi ingin merebut gelar IBF milik Judah guna menambah koleksi gelar WBA yang sudah dimilikinya. Meski menyadari lawannya kali ini amat berat dibandingkan dengan lawan-lawannya sebelumnya, Khan menegaskan dirinya siap mengalahkan dan memaksa Judah untuk menggantungkan sarung tinjunya. Baginya, pertandingan ini merupakan ujian bagi dirinya sebagai seorang petinju.

“Saya pikir dia mungkin salah satu lawan terberat. Dia adalah pemilik gelar juara dunia lima kali dan dua gelar juara dunia lainnya. Dia sangat berpengalaman. Dia mempunyai skill dan gaya pukulan kidal yang sangat aneh,” kata Khan.
Kendati mengakui jika Judah adalah lawan yang cukup tangguh, Khan yakin bisa mengatasinya. Catatan enam kali kekalahan enam kali dari total 49 kali karir tinju Judah, menjadi faktor pelecut Khan untuk bisa mengalahkan petinju asal Amerika Serikat itu.

“Akan selalu ada seekor Singa Muda yang datang dan saya akan mengalahkan serta merebut gelarnya. Saya menginginkan gelar juara dunia dan dia memilikinya. Ini adalah pertarungan unifikasi dan saya berharap dia berlatih lebih keras karena saya akan mengalahkannya. Saya pikir Zab Judah sudah harus menggantung sarung tinjunya,” tandasnya.

Amir Khan menegaskan bahwa pengalamannya menjadi lawan latih tanding Manny Pacquiao akan membantunya untuk mengalahkan Zab Judah.

“Saya sudah melakukan sparring dengan Manny selama tiga tahun. Dia memiliki kecepatan, tenaga dan pergerakan yang hebat, serta dia adalah petinju kidal. Latih tanding dengannya akan membantu saya dalam pertarungan ini,” ujar Khan kepada Boxingscene.com.

Sementara itu Judah, yang lima kali menjadi juara dunia, sangat optimistis bisa meraih kemenangan. Bahkan, dia berjanji melakukannya (menang) dengan cara sensasional.
“Saya melihat, bahwa saya akan jadi pemenang dalam pertarungan ini. Ini akan jadi kemenangan sensasional,” tegas Judah. (net/bbs/jpnn)

Kompresor Meledak, Tukang Tempel Ban Tewas

MEDAN- Ledakan kompresor terjadi di bengkel tambal ban di Jalan Setia Budi, Simpang Selayang, Medan, Sabtu (23/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Akibatnya, tukang tempel ban bernama Murdap Sembiring (57) terpental dan tewas di lokasi kejadian. Dalam insiden itu, putranya bernama Jhonson Sembiring (20) juga mengalami luka-luka.

Seorang saksi mata, Nanda (18), mengatakan, ledakan terjadi saat Murdap usai menambal ban sepeda motor yang bocor. Mesin kompresor yang digunakan untuk mengisi angin ban sepeda motor ternyata sudah usang, sehingga tidak berfungsi seperti biasanya. Murdap kemudian mencoba memperbaiki kerusakan pada mesin kompresornya.
“Katanya mesin otomatis pembuangan angin pada mesin tidak berfungsi, angin mengendap di dalam tabung sehingga meledak,” kata Nanda.

Suara ledakan sempat menggegerkan warga setempat. Murdap langsung terpental tiga meter dan terkapar ke aspal. Murdap tewas di lokasi kejadian, sementara anaknya Jhonson Sembiring yang hanya berjarak tiga meter dari ayahnya mengalami luka ringan.

Warga kemudian berduyun-duyun ke lokasi kejadian dan memberi pertolongan kepada korban. Kejadian itu juga sempat menjadi tontonan warga sekitar, sehingga arus lalulintas macet total di sekitar lokasi kejadian. Darah terlihat berceceran. Ledakan terdengar hingga radius 500 meter itu juga menyebabkan kerusakan pada bagian atap bengkel.
Keduanya langsung dibawa ke Rumah Sakit Bukit Permai di Jalan Jamin Ginting Simpang Selayang. Personel Polsekta Delitua berserta tim indentifikasi Polresta Medan yang tiba di lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Murdap mengalami luka di sekujur tubuh akibat pecahan tabung kompresor menghamtam tubuhnya. Sedangkan Jhonson hanya mengalami luka ringan pada tangan.

Anak korban, Jhonson Sembiring menuturkan, tabung kompresor tiba-tiba meledak. “Ayah saya terlempar. Seluruh badannya mengalami luka-luka akibat ledakan tabung kompresor,” ucapnya.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Deli Tua AKP Simion Sembiring masih menyelidiki kejadian tersebut. Simon Sembiring menduga penyebab ledakan karena tekanan angin demikian kuat di dalam kompresor dan mesin juga tetap menyala. “Kompresor itu sudah tidak ada alat ukur tekanan anginnya,” kata Simion Sembiring. (mag-7/jon)

Anas Masih Aman

SBY Pilih Kambinghitamkan Lawan Politik

BOGOR- Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengisyaratkan, bahwa posisi Anas Urbaningrum sementara masih aman. Pidato sambutan pendiri Demokrat sekaligus presiden RI itu justru menepis sejumlah spekulasi tentang pelengseran ketua umum DPP PD itu dari posisinya. SBY menyatakan tidak gampang menentukan seseorang bersalah atau tidak. Indonesia, kata dia, adalah negara demokrasi yang menghormati penegakan hukum. Pengadilan lah yang menentukan apakah tudingan dan pernyataan seseorang benar atau tidak. “Itu namanya trial by the court, bukan trial by the press, (trial by) SMS atau BBM,” tegas SBY, di depan peserta Rakornas PD, saat upacara pembukaan, di Gedung SICC, Sentul, Bogor, kemarin (23/7).

Beberapa hari terakhir, wacana pelengseran Anas terus mengemuka. Hal itu menyusul nyanyian dan tudingan mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat M. Nazaruddin, yang belakangan justru focus mengarah pada sosok mantan ketua umum PB HMi tersebut. Terus bergulir wacana, bahwa rakornas akan dijadikan ajang untuk menonaktifkan Anas dari jabatannya sebagai ketua umum. Bahkan, juga berhembus kencang isu dorongan agar rakornas menjadi  titik awal segera melaksanakan kongres luar biasa (KLB).

Meski tidak  disampaikan secara eksplisit, SBY memberi sinyal kalau kader Demokrat justru  harus meningkatkan kekompakan menghadapi gonjang-ganjing belakangan ini. “Jangan berkecil hati, tetaplah tabah, tetap bersemangat karena masih ada hari esok, yang penting terus introspeksi dan berbenah diri,” tandasnya, di awal-awal sambutan.
Lebih lanjut, SBY justru memilih menyeret pihak lain di luar partai yang berkontribusi menciptakan gonjang-ganjing di tubuh partainya, belakangan ini. Yaitu, lewat serangan khususnya ditujukan pada kader yang telah melanggar tiga prinsip partai. Yaitu, politik bersih, cerdas, dan santun. Secara terbuka, dia mengakui, di hampir 10 tahun usia Demokrat, partainya belum terbebas sama sekali dari kekurangan dan kelemahan.

“Oleh lawan politik, titik lemah dan kesalahan kader ini dijadikan sasaran tembak utama,” tegas SBY,  Kemudian, lanjut dia, oleh media massa hal itu lantas terus dijadikan tema dan headline selama berbulan-bulan. “Mengalahkan isu besar lainnya,” imbuh pendiri Demokrat sekaligus Presiden RI tersebut. Lewat serangan terhadap sejumlah kader partai tersebut, SBY menyatakan, bahwa reputasi Demokrat menjadi rusak karenanya. “Ini benar-benar karena nila setitik, rusak susu sebelanga,” tandasnya.

Kepada ribuan kadernya, SBY mengingatkan, bahwa politik memang keras. Fitnah, adu domba, dan pencemaran nama baik kerap dijadikan sejumlah pihak sebagai jalan untuk meraih kemenangan. “Tapi, yakinlah, yang gemar memfitnah dan mengadu domba akan mendapat ganjarannya. Namun, jangan hanya pasrah, jangan biarkan fitnah dan pencemaran nama baik dilakukan seenaknya,” perintahnya.

Saat menyampaikan pidato sambutan sekaligus arahan pada acara pembukaan tersebut, SBY tampak
sangat serius. Beberapa kali bahkan, SBY menyampaikan arahannya dengan suara bergetar.      Misalnya, saat dia menyerukan agar kader Demokat agar meningkatkan kekompakan dan tidak justru saling menyalahkan dalam menghadapi kondisi terkini partai. “Hadapi badai politik, saya akan berdiri di depan dan bersama-sama saudara semua untuk hadapi dan mengatasi ujian dan cobaan ini,” tegas SBY, disambut tepuk tangan ribuan kader PD yang hadir.
Pada kesempatan tersebut, beberapa kali memberikan tekanan agar setiap kader Demokrat kembali meneguhkan tiga prinsip politik partai. Jika sudah tidak mau dan tidak mampu, dia bahkan secara terbuka mempersilahkan agar yang bersangkutan keluar dari partai berlambang mercy tersebut. “Siapa saja diantara kita yang tidak mau menjalankan prinsip perjuangan partai, terutama etika politik bersih, lebih baik meninggalkan partai ini,” tegasnya, kembali disambut  tepuk tangan.

Dia juga berjanji, nantinya sebagai ketua dewan kehormatan partai, dirinya juga akan lebih konsen untuk mengawal tiga prinsip tersebut. Yaitu, dengan lebih proaktif untuk mengusut dan menegakkan tiga hal tersebut. “Sebab, citra dan kehormatan partai itu di atas segalanya. Jangan karena ulah satu dua kader, jutaan kader lain jadi terganggu dan merasa malu,” ujar SBY.

Meski relatif sementara aman, suara-suara yang menginginkan adanya KLB atau alternatif lain dengan penonaktifan tetap terdengar. Misalnya, dari Sekretaris DPD Jawa Tengah Danny Srianto. Dia secara terbuka meminta agar rakornas dapat membuat langkah strategis penyelamatan partai dengan dua alternatif tersebut. “Kalau menunggu proses hukum berjalan, terlalu lama, keburu partai ini hancur, ketua umum itu termasuk figure utama,” ujar Danny, di tengah arena rakornas.     Dorongan lainnya, meski lebih halus sempat disampaikan, salah seorang pendiri Partai Demokrat
Vence Rumangkang. Dia juga meminta Ketua Dewan Pembina Demokrat membersihkan partai dengan tidak lagi melihat orang per orang. Tapi, lebih mengedepankan kepentingan partai. “Ini harus ada solusi, membela partai atau membela orang,” kata Vence, juga di tengah arena rakornas.  Vence meminta ada penyelesaian yang konkret. Kemungkinan penyelesaian melalui perombakan, menurut dia, bisa menjadi salah satu jalan keluar. “Yang penting sekarang itu ada langkah politik yang tepat dan secepatnya,” imbuh mantan wakil ketua umum Demokrat tersebut. Pintu menuju pelengseran Anas lewat rakornas memang terbuka. Berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, KLB dimungkinkan melalui dua cara. Pertama, ada keinginan majelis tinggi yang diketuai SBY. Atau, melalui mekanisme pengusulan dari setengah DPD (provinsi) yang dan dua per tiga DPC (kabupoaten/kota).

Umumnya, rakornas hanya dihadiri pengurus hingga tingkat DPD. Namun, Rakornas kali ini berbeda karena juga mengundang DPC seluruh Indonesia.  Di tempat terpisah, pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai, tidak mengambil pilihan pelengseran karena melihat arus bawah dukungan terhadap Anas masih cukup besar. “SBY tentu sulit jika mengambil resiko melawan arus bawah,” ujar Burhanudin, disela diskusi Polemik Trijaya, di Sentul City, tak jauh dari lokasi rakornas. (dyn/jpnn)

102 TKI Terancam Hukuman Mati

JAKARTA- Selain empat TKI yang sudah divonis hukuman mati, masih ada sejumlah WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia. Dari penelusuran Satgas Perlindungan TKI, setidaknya ada 102 tenaga kerja asal Indonesia yang terancam hukuman mati di negeri jiran itu.

Data mengenai TKI yang terancam hukuman mati di Malaysia itu dikumpulkan Satgas Perlindungan TKI sejak 21 Juli 2001 lalu. Saat mengunjungi Penjara Sungai Buloh di negara bagian Selangor, mereka menemukan 60 WNI yang ditahan dengan ancaman hukumam mati.

“Sementar itu di penjara negara bagian Selangor, yang terdiri dari penjara laki-laki dan perempuan, ada 23 TKI yang terancam hukuman mati. Dan di Penjara Bentong, negara bagian Pahang, ada 10 TKI terancam hukuman mati,” katanya.
Kemudian di penjara Tapah, negara Bagian Perak, Satgas Perlindungan TKI juga menemukan sembilan orang yang terancam hukuman mati.

“Kesemuanya akan di kroscek satu per satu oleh Satgas TKI agar mendapatkan data yang valid juga menilai sejauh mana proses hukum yang terjadi,” kata anggota Satgas Perlindungan TKI Humphrey Djemat dalam rilisnya, Sabtu (23/7).
Selain itu, Satgas Perlindungan TKI juga akan memastikan pendampingan untuk para TKI yang sedang mengalami persoalan hukum tersebut. “Yang terpenting adalah pendampingan yang efektif yang bisa diberikan secara efektif,” kata Humphrey. (net/jpnn)