25 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15046

Sumut Tuan Rumah Asian Senior Masters

MEDAN- Suatu kebanggan bagi Sumut, khususnya Kota Medan yang dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan turnamen Golf bertajuk  Asian Senior Masters. Turnamen golf yang diikuti dari berbagai negara ini merupakan program tahunan Asian Masters Tour.

Setelah 9 tahun penyelenggaraan Asian Senior Master, maka untuk kali pertama Kota Medan menjadi tempat penyelenggaraan turnamen bergengsi ini.

“Ini merupakan tahun yang kesepuluh. Nah, secara kebetulan ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah, Kota Medan yang memiliki Royal Sumatra Golf and Country Resort dinilai layak menjadi menjadi venue pertandingan. Ini sesuatu yang membanggakan,” ujar Wiko Lanino Siregar, selaku panitia lokal, Sabtu (23/7).

Selanjutnya Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho serta owner Royal Sumatera Mr Lee Ho Duck mengaku bangga dengan terpilihnya Medan sebagai tempat pelaksanaan turnamen golf Asian Senior Master. “Saya berharap agar turnamen ini dapat mendongkrak pariwisata di Sumut, seperti Danau Toba atau yang lainnya,” bilang Gatot.

Sementara itu owner Royal Suamtera Mr Lee Ho Duck mengatakan bahwa Royal Sumatra memang layak sebagai venue pertandingan golf berskala internasional karena memiliki lapangan yang standart (senior pool), green, club house, villa dan fasilitas lainnya.

“Dengan semua fasilitas yang ada di sini, kami berharap agar para peserta dapat menikmati permainannya,” harap Mr Lee Ho Duck.

Rencananya, Asian Senior Masters kali ini merebutkan hadiah uang tunai senilai US$50 untuk kategori Profesional.
Even ini sendiri akan dibagi dalam beberapa seri seperti Kula Lumpur (15-19 Juli), Medan (22-25 Juli), Johor (27-28 Juli) dan Batam (29-31 Juli). Diperkirakan sebanyak 60 pegolf mancanegara mengikuti even ini seperti dari Malaysia, Singapura, Thailand, Hongkong, Denmark, Swiss, Afrika Selatan, Amerika Serikat. (mag-9)

Johar Arifin Buka Festival Sepakbola Kurnia

MEDAN- Festival Sepak Bola Kurnia U-12 yang memperebutkan piala Prof Dr Ir H Djohar Arifin Husein MSi, resmi digulirkan Sabtu (23/7) pagi. Bertempat di Lapangan Sepak Bola Paskhas Polonia, even ini dibuka oleh Ketua Umum PSSI Terpilih Djohar Arifin, dan diikuti oleh 72 tim peserta yang berasal dari Medan, Deliserdang, Bnjai, Langkat, Asahan, Tebing Tinggi hingga tim dari Aceh.

Djohar Arifin turut menyampaikan pesan agar event serupa harus rutin digelar ntuk memajukan sepak bola Sumut khususnya dan Indonesia umumnya. Selain itu pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Pengda PSSI Sumut tersebut juga menyampaikan bahwa dari ajang Festival Sepak Bola Kurnia U-12, nantinya akan dipilih beberapa pemain terbaik yang akan dipersiapkan untuk berlaga di ajang Piala Yamaha tahun 2012 mendatang. “Kita harap dengan digelarnya event ini bisa mendapatkan tim yang kuat dan siap bertarung di Piala Yamaha tahun depan,” ucap Djohar Arifin.

Sementara itu Ketua Panitia Suhada Fela Yuda menyampaikan bahwa SSB Kurnia siap menjadikan ajang ini sebagai agenda rutin. “Panitia bersyukur dengan besarnya animo SSB untuk mengikutinya. Jumlah 72 peserta sebenarnya sudah melebih target panitia. Sehingga waktu penyelenggaraan yang seharusnya dilangsungkan dua hari menjadi empat hari hingga Selasa (26/7). Kami harap tahun depan akan lebih banyak lagi tim yang ikut ambil bagian,” ujar Yuda.

Dari beberapa laga hari pertama, penampilan SSB PTP Wilayah I dan tuan rumah SSB Kurnia cukup menyita perhatian.
PTP Wilayah I yang berpredikat sebagai juara keempat Danone Cup 2011 tingkat nasional, membukukan jumlah gol yang luar biasa. Tak tanggung-tanggung, 14 gol berhasil mereka lesakkan dalam dua pertandingan. Tujuh gol ke gawang salah satu tim tuan rumah, SSB Kurnia dan tujuh gol lagi ke gawang SSB Medan Soccer. (ful)

Sukses Besar Khan

LAS VEGAS –  Tanah Amerika tak lagi menakutkan bagi Amir Khan. Petinju Inggris berdarah Pakistan itu kembali memetik kemenangan di Amerika Serikat (AS). Kali ini disertai tambahan gelar pada kelas welter junior (62,5 kg).
Khan memenangi pertarungan unifikasi gelar kelas welter junior (62,5 kg) dengan mengalahkan jagoan AS Zab Judah. Petinju 24 tahun itu berhasil menang KO (knockout) pada ronde kelima. Dengan hasil ini, Khan yang merupakan juara versi WBA juga berhasil merebut sabuk juara versi IBF dari tangan Judah.

Khan memang langsung mendominasi pertarungan yang berlangsung di Mandalay Bay, Las Vegas, kemarin (24/7) WIB. Sebuah uppercut dari Khan ke arah perut Judah ketika ronde kelima menyisakan waktu 2 menit 47 detik untuk merobohkan Judah.

“Saya mengalahkan siapa pun. Bawa tantangan selanjutnya,” koar Khan usai pertarungan, seperti dikutip  AFP.
Khan langsung tampil agresif sejak pertarungan dimulai. Di ronde pertama, Khan melancarkan 51 pukulan berbanding 21 yang dilakukan Judah. Dari data statistik Khan berhasil mendaratkan total 61 pukulan dari 284 yang dia lancarkan. Sementara Judah hanya 20 dari 115 usaha. Khan berhasil memberi Judah 33 kali pukulan telak berbanding 12 yang dilakukan Judah.

Ketika terjatuh, Judah tak segera bangun. Dia bertumpu pada kedua lututnya dengan memegangi bagian perutnya. Judah mengaku terkejut ketika wasit Vic Drakulich menyatakan dia kalah KO.

“Semua fans di seluruh dunia yang menyaksikan pertarungan ini bisa secara jelas melihat ini merupakan pukulan yang di bawah pinggang. Saya pikir wasit memberi saya waktu untuk bisa bangkit. Ketika dia menyatakan “selesai”, saya pikir dia memberi saya hitungan delapan kali dan memberikan saya waktu untuk bangkit,” ucap Judah.
Sementara, Khan memiliki pandangan sendiri. Menurutnya, pukulan yang membuat Judah tersungkur bersarang di bagian solar plexus atau di atas pusar. Sehingga, pukulan tersebut masih legal.  “Saya menghantamnya dengan tangan kanan dan dia roboh. Jadi artinya itu mengenai bagian tepat di atas pinggang, tidak di bawahnya,” lugasnya. (ady/diq/jpnn)

Putra Labuhan Batu Menang Mudah

LUBUK PAKAM-Tim bola voli putra Labuhan Batu terus menunjukan konsistensinya. Putaran kedua kejuaran provinsi bola voli junior PLN Sumut Cup-I 2011 se-Sumatera Utara, Labuhan Batu kembali meraih hasil positif dengan mengalahkan Tanjung Balai dengan skor telak 3-0 (25-23, 25-15, 25-12) di GOR Baharuddin Siregar, Minggu (24/7).
Sejak set pertama, Labuhan Batu yang dikomandoi Harda menguasai pertandingan melalui serangan yang mematikan bagi tim bola voli Tanjung Balai. Labuhan Batu unggul dengan poin (25-23). Unggul set pertama pelatih Labuhan Batu Ramino terus memotivasi timnya untuk bermain lebih agresif. Hasilnya cukup memuaskan. Smash yang dilancarkan tim Labuhan Batu tak mampu dibendung Tanjung Balai. Labuhan Batu kembali unggul pada set kedua dengan poin yang terpaut jauh (25-15).

Berada di atas angin, Labuhan Batu bermain lebih nyantai. Kepercayaan diri mereka semakin tinggi, sehingga mampu mengalahkan Tanjung Balai. Kesalahan yang sering dilakukan Tanjung Balai malah memudahkan Labuhan Batu untuk meraih set ketiga. Labuhan Batu menang telak dengan poin (25-12) atas keunggulan Labuhan Batu.

Sementara itu pada pertandingan tim putra Siantar berhasil kalahkan tim Asahan skor 3-0 (25-13, 25-20, 25-16). Tim putra Tanjung Balai harus kembali menelan kekalahan usai dibantai Labuhan Batu. Kali ini dari tim Asahan skor 1-3 (21-25, 18-25, 25-23, 15-25). Sedangkan putri Medan mengalahkan P Siantar skor 3-0 (25-11, 25-14, 25-16). Pada pertadingan berikutnya, tim putra Tebing Tinggi mengalahkan tim unggulan tim Medan dengan skor 3-0 (25-24, 25-19, 25-23). Tim putra Langkat masih terlalu tangguh sehingga tim Labura  bertekuk lutut skor 3-0 (25-17, 25-15, 25-16). Kemudian tim putra Labuhan Batu mengalahkan tim Tanjung Balai skor 3-0 (25-23, 25-15, 25-12).  (btr)

Diramalkan 2.000 Klub Sepeda

Pemko Medan-Yonkav 6 Serbu Gelar Fun Bike

Pemko Medan bersama Batalyon Kavaleri (Yonkav) 6 Serbu Kodam I Bukit Barisan menggelar fun bike, Minggu (24/7) pagi. Kegiatan yang diikuti 2.000 peserta yang berasal dari klub sepeda yang ada di Kota Medan.

“Kegiatan fun bike ini untuk memeriahkan HUT Kota Medan dan Yonkav 6 Serbu Kodam I/BB serta menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan,” ujar Kadispora Medan Hanas Hasibuan dan Letkol Kavaleri Sutrisno Wibowon
di Lapangan Benteng Medan.

Dikatakan Hanas, kegiatan yang dilaksankan bekerjasama dengan Pemko Medan juga menggelar even paint ball, atraksi sepeda fixie, sepeda BMX, hiburan serta penarikan lucky draw bagi peserta fun bike. “Hadiah yang kita sediakan cukup banyak, ada sepeda, tv, kulkas, tiket pesawat Medan-Penang dan tiket hotel serta voucher Rp300 ribu,” ungkap Hanas.
Dijelaskannya lagi, adapun rute yang dilalui peserta fun bike yakni mulai dari Jalan Sudirman tepatnya di depan rumah dinas Wali Kota Medan, Jalan Patimura, Jalan dr Mansur, Jalan Setia Budi, Jalan Sei Batang Hari, Jalan Gajah Mada, Jalan S Parman, Jalan Kejaksaan dan finish di Lapangan Benteng Medan.

“Saya menyampaikan ucapan terima kasih dari Bapak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap kepada seluruh warga Kota Medan yang ikut ambil bagian untuk memeriahkan kegiatan ini,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Hanas, even paint ball juga diikuti peserta dari luar daerah, seperti Aceh dan Pekan Baru. Mereka bersaing dengan tim dari Medan untuk memperebutkan Piala Wali Kota Medan. “Dengan susunan satu tim berjumlah tujuh orang, lima bermain dan dua cadangan. Kedepan, olahraga ini akan disosialisikan agar dapat diketahui masyarakat yang akan mengikuti kegiatan paint ball yang unik dan jarang dilakukan di Kota Medan,” bebernya.
Sementara, Letkol Kavleri Yonkav 6 Serbu Kodam I BB Sutrisno Wibowo menambahkan, kegiatan ini merupakan even terkahir menyambut Ramadan bersama masyarakat dengan bekerjasaama bersama Pemko Medan. “Untuk meriahkan ulang tahun Yonkav 6 Serbu Kodam I BB ke 57. Rangkain kegiatan fun bike yang diikuti club sepeda kami, Naga Karimata Bicycle Club dengan 125 perserta. Kegiatan lain, khususnya anggota dan ibu persit kegiatan lebih menjurus ke olahraga dan seni,” katanya.(adl)

Diskriminasi Anak Masih Terjadi

Pada 23 Juli lalu, kita baru saja memperingati Hari Anak Nasional (HAN). Namun, sama-sama kita ketahui, masih banyak diskriminasi yang dialami anak-anak di Sumut, khususnya di bidang pendidikan. Nah, apa yang seharusnya dilakukan pemerintah khususnya instansi terkait mengenai hal ini? Berikut petikan wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly dengan Ketua Dewan Pendidikan Sumut OK Nazaruddin Hysam, Minggu (24/7)

Berapa banyak kasus diskriminasi terhadap anak-anak di Sumut dan apa penyebabnya?
Berdasarkan data yang saya peroleh dari Pusat Pendidikan dan Informasi Hak Anak, pada 2011 ini saja terdapat 15 kasus. Dan ini menyangkut diskriminasi terhadap anak dalam mengakses pendidikan di Sumut. Ini sangat ironis, saat pemerintah baru saja memperingati Hari Anak Nasional, tapi di Sumut masih terjadi diskriminasi terhadap anak-anak khususnya di bidang pendidikan. Hal ini disebabkan kurang maksimalnya pengimplementasian penerapan UUD 1945 serta penerapan wajib belajar kepada anak-anak di Indonesia khusunya di Sumut.

Dari 15 kasus itu, apakah ada yang begitu menyita perhatian masyarakat dan pemerintah?
Ada, yakni tentang kasus tidak diterimanya seorang anak ketika mendaftar di satu SMK di Kota Padangsidimpuan dengan alasan anak tersebut penderita cacat di bagian kaki. Dan pihak sekolah menyatakan penolakan tersebut berdasar SK Wali Kota.
Ini merupakan pelanggaran pada hak anak dalam memperoleh pendidikan sesuai dengan UUD 1945. Sementara UUD 1945 dan Konvensi Hak Anak serta UU Tentang Sisdiknas menjamin tak ada diskriminasi dalam pendidikan.

Selain diskriminasi bagi anak-anak cacat, diskriminasi bentuk apalagi yang terjadi terhadap anak-anak?
Diskriminasi juga terjadi terhadap orang miskin yang tak bisa mengakses pendidikan karena mahalnya biaya. Terlebih untuk mengakses sekolah-sekolah yang mengubah statusnya menjadi Rintisan Sekolah Berstatus Internasional (RSBI).
Terdapat juga data yang menunjukkan adanya pengutipan-pengutipan kepada orangtua dari pihak sekolah, terutama RSBI yang nilainya sampai jutaan rupiah.

Apa sikap Anda terkait diskriminasi ini?
Kita harapkan berbagai persoalan di dunia pendidikan yang terjadi selama ini, termasuk dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Ujian Nasional (UN), menjadi bahan refleksi bagi pemerintah, terutama ketika memperingati Hari Anak Nasional.
Badan khusus PBB untuk hak anak telah mengingatkan dan merekomendasikan pada pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses pendidikan pada anak tanpa diskriminasi.
Kita berharap Hari Anak Nasional tak saja dirayakan begitu saja tanpa makna sama sekali. Seharusnya peringatan itu menjadi momen refleksi bagi pemerintah apakah sudah mematuhi kewajibannya dalam memenuhi hak-hak anak khususnya hak anak atas pendidikan. (*)

Dua Kali Menjambret, Dua Kali Pula Dibui

Tak ada kata jera dalam ‘kamus’ Ilham Pasaribu (18), warga Jalan Pelajar Medan. Buktinya, meski pernah dijebloskan ke sel tahanan, namun Ilham tetap melakukan kejahatan yang sama, menjambret tas milik ibu-ibu.

Kali ini, yang menjadi korban Ilham adalah Rita br Sitompul (35) warga Jalan Pasar Merah, Medan Tenggara. Kala itu, Rita sedang menumpang becak bermotor hendak menghadiri pesta perkawinan di sebuah gereja di kawasan Teladan.
Namun saat becak yang ditumpanginya melintas di Jalan HM Jhoni, tiba-tiba dua pemuda Ilham dan temannya Pencus, mengendarai sepeda motor Kharisma merampas tas yang disandangnya. Kaget karena tasnya ditarik, Rita pun menjerit sehingga mengundang perhatian warga sekitar.

Secara kebetulan, saat itu seorang personel Polsekta Medan Area yang mengendarai sepeda motor V-ixion, melintas di lokasi kejadian dan langsung melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku.

Kedua pelaku langsung tancap gas mencoba kabur dari petugas ke arah jalan Pasar Merah. Aksi kejar-kejaran pun terjadi. Sekitar 15 menit kemudian, kedua pelaku akhirnya terjatuh di kawasan SPBU Jalan Pasar Merah.

Meski terjatuh, Pencus masih sempat melarikan diri. Sedangkan Ilham tidak bisa melarikan diri, karena berusaha menyelamatkan sepeda motornya. Diapun diringkus dan langsung digelandang ke Mapolsekta Medan Area.
Saat diinterogasi, Ilham mengaku pernah tertangkap dalam kasus yang sama. “Saya melakukan ini baru dua kali. Inipun saya lakukan karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.(mag-7)

Alihkan PD AIJ ke Swasta

Karyawan Hanya Digaji Dua Bulan

MEDAN- Sejumlah karyawan Perusahaan Daerah (PD) Aneka Industri dan Jasa (AIJ) kecewa dengan sikap manajemen perusahaan daerah milik Pemprovsu itu. Pasalnya, setelah menunggu lama, gaji yang belum dibayarkan sejak Desember 2010 lalu, hanya dibayarkan dua bulan saja oleh Plt Direktur PD AIJ.

“Saya tentu keberatan kalau hanya dibayar dua bulan. Padahal, ini sudah mau akhir Juli. Harusnya, paling tidak dibayarlah sampai Juni,” ungkap seorang karyawan PD AIJ yang meminta namanya tidak dikorankan.
Seperti diketahui, sebelumnya para karyawan PD AIJ ini mengadukan nasibnya ke Kantor Gubsu dan DPRD Sumut. Hal itu berawal dari keresahan mereka, karena belum menerima gaji sejak Desember 2010 lalu. Hal ini pun diduga menjadi penyebab mundurnya Direktur PD AIJ Manihar Sitanggang dan digantikan Plt Direktur Armansyah, yang saat ini juga masih menjabat Kabag Umum PD AIJ.

Saat dikonfirmasi, Plt Direktur PD AIJ Armansyah membenarkan jika pembayaran gaji masih dua bulan. Menurutnya, hal ini karena masih minim orderan. Namun, katanya, pihaknya akan terus mengupayakan pembayaran gaji jika terus ada orderan percetakan yang masuk sebagai satu-satunya usaha PD AIJ yang masih operasional saat inin
“Pembayaran gaji akan terus kami upayakan, memang ada yang bersikeras untuk dibayarkan sampai bulan ini, tapi kan harus melihat kondisi keuangan juga. Namun, mayoritas karyawan menerima dan malah berterima kasih kepada kami, karena sudah ada yang dibayarkan. Jadi sebenarnya sudah tidak ada masalah dan pembayaran gaji akan dilakukan bertahap,” katanya.

Sementara itu, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan, dirinya menginstruksikan agar Plt Direktur segera menyelesaikan permasahan gaji yang belum dibayar. “Prioritasnya pembayaran gaji dan itu sudah saya instruksikan saat menunjuk Plt Direktur. Dia (Plt Direktur, red) meminta waktu tiga sampai empat bulan,” ujarnya.

Terkait masalah pembayaran gari karyawan PD AIJ yang baru dibayarkan dua bulan oleh manajemen, Pengamat Ekonomi Sumut Jhon Tafbu Ritonga mengatakan, sebaiknya manajemennya dialihkan dulu ke swasta.

Hal tersebut mengemuka akibat sedikitnya orderan percetakan yang masuk ke PD AIJ. Sementara, saat ini percetakan tersebut adalah satu-satunya usaha PD AIJ yang masih beroperasi. “Jika Pemprovsu tak sanggup mengelolanya, berikan dulu ke swasta. Itu bisa dilakukan sesuai dengan kontrak manajemen,” ungkap Tafbu, Minggu (24/7).
Namun, sambungnya, PD AIJ ini jangan buru-buru dipailitkan. “Selain mendirikannya membutuhkan proses yang panjang dan sulit, jika dipailitkan akan menjadi momok bagi masyarakat. Tentunya di masyarakat akan timbul mosi tak percaya diri, pemerintah saja tak sanggup kelola perusahaan, apa lagi masyarakat?” ujar Tafbu.

Alasan lain, pada 1998 lalu saat krisis terjadi dan Ekonomi Indonesia benar-benar terpuruk tak terjadi pempailitan berbagai perusahaan daerah. “Apalagi saat ini Ekonomi kita berada dalam keadaan sangat bagus. Jadi kita juga harus mendorong Pemprovsu untuk mengembangkan berbagai perusahaan daerah di Sumut,” katanya lagi. (saz)

LBH Medan: Polisi tak Profesional

MEDAN- Lambannya penanganan kasus perbuatan tidak menyenangkan yang dialami wartawan Sumut Pos Nopan Hidayat yang dilaporkan ke Propam Poldasu, mengundang perhatian dari Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan Nuriyono SH. Menurutnya, Propam Poldasu cepat tanggap atau reaktif atas semua laporan yang diterima. Apalagi, kasus-kasus yang ditangani Propam biasanya adalah kasus-kasus kode etik dan disiplin kepolisian.

“Bagaimana mau professional, kalau kepolisian saja tidak mau menegakkan kode etik dan disiplin anggotanya,” kata Nuriyoni, Minggu (24/7). Dijelaskannya, harusnya dalam hal ini pihak kepolisian khususnya Propam Poldasu cepat tanggap menindaklanjuti laporan yang diterima. Karena dalam kasus-kasus yang ditangani olehn
Propam biasanya adalah kasus-kasus kode etik dan disiplin kepolisian.

“Artinya, ketika ada polisi yang tidak disiplin dan tidak menjalankan kode etik kepolisian, namun tidak diperiksa, tidak diberi sanksi dan sebagainya secara otomatis akan memberi kenyamanan lainnya bagi polisi lainnya untuk berbuat yang sama. Kondisi ini secara otomatis akan memberikan citra polisi yang negatif,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, perbuatan yang tidak menyenangkan ini dialami wartawan yang notebene adalah orang yang selalu memberikan informasi kepada masyarakat. “Semestinya, polisi dan media harus berjalan beriringan. Dengan kejadian itu, baik dari perlakuan terlapor (AKP Oktavianus, Red) kemudian tidak ditanggapinya laporan dari pelapor menunjukkan kepolisian tidak disiplin dan tidak professional,” terangnya.

Dikatakannya lagi, dalam kasus ini, seharusnya ada dua hal yang harus dilakukan oleh Bidang Propam Poldasu. Pertama, Propam Poldasu setelah dua pekan menerima laporan harusnya memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) nya kepada pelapor dalam hal ini wartawan Harian Sumut Pos, Nopan Hidayat. Kedua, melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap terlapor (AKP Oktavianus Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Red), kemudian memberikan sanksi sesuai kesalahan yang dilakukan.

“Pertama, Propam harus menerbitkan SP2HP kepada pelapor, dan yang terpenting terlapor segera dipanggil untuk diperiksa dan diberi sanksi,” tandasnya lagi.

Belum adanya proses pemeriksaan terhadap Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Oktavianus diketahui dari Kapolsek Medan Labuhan Kompol Sugeng Riyadi yang dikonfirmasi Sumut Pos. Sugeng mengaku, hingga kini dirinya selaku pimpinan dari AKP Oktavianus di Polsek Medan Labuhan belum menerima surat pemanggilan atau pemeriksaan terhadap bawahannya dari Propam Polda Sumut. “Sampai saat ini belum ada saya terima,” katanya.
Sementara itu, Kombes Pol Edy Napitupulu yang dikonfirmasi Sumut Pos melalui seluler tidak bersedia menjawab telepon. Di SMS pun tidak dibalas.(ari)

Rumah Pemilik RM Madina Dirampok

Pembantu Korban Dipukuli dan Diikat

MEDAN- Rumah pemilik Rumah Makan (RM) Madina di Jalan Bajak IV dirampok, Minggu (24/7) siang pukul 12.00 WIB. Saat itu, Aswar Parlaungan Lubis, pemilik rumah sedang liburan ke Bukit Lawang bersama keluarganya.

Menurut informasi yang diperoleh, perampokan tersebut diketahui saat Halimatusakdiah, pembantu di rumah itu baru tiba di rumah majikannya untuk melaksanakan pekerjaannya. Namun, betapa terkejutnya dia begitu mengetahui kalau sudah ada kawanan perampok di rumah majikannya itu.

“Saya dipukuli dengan besi dan anting saya juga diambil mereka,” katanya saat ditemui di Klinik Bidan milik Liberti Damanik AmKeb di Jalan Bajak IV, Medan Amplas.

Setelah itu, lanjutnya, perampok yang menggunakan penutup muka tersebut mengikatnya dengan seutas tali. Selanjutnya, para perampok dengan leluasa menguras isi rumah.

Sementara itu, Bidan Liberti Damanik yang melakukan perawatan terhadap Halimatusakdiah menerangkan, korban menderita lebam dan luka-luka di sekujur tubuhnya. “Terdapat juga luka di telinga karena mereka mengambil anting miliknya secara paksa,” ujarnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Patumbak AKP Parulian Samosir mengatakan, perampok tersebut seperti telah trorganisir, karena perampokan dilakukan dengan rapi. “Mereka melakukan perampokan di kamar yang memang sudah tersimpan banyak hartanya dan tak melebar ke kamar lain. Dan mereka menggunakan batangan besi untuk menganiaya pembantu itu,” ujarnya lagi.(ari/saz)