29 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15054

Hari Ini, Sumut Hadapi Sumbar Saatnya Menebus Kegagalan

MEDAN-Tim sepak bola Sumut pertama kali melakoni latihan pada 25 Juli 2010 di Stadion Teladan Medan. Artinya, hingga kini sudah 11 bulan lamanya trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto menggenjot para pemain yang awalnya direkrut dari ajang Porwil Suamter Utara 15-25 Juni 2010 itu.

Dalam perjalanannya, tim ini telah 22 kali melakoni pertandingan ujicoba dan mencatatkan hasil 17 kali menang, 4 kali imbang dan 1 kali kalah. Total gol yang mereka lesakkan ke gawang lawan 44 kali, dan hanya kebobolan sebanyak 13 kali.

Buah dari catatan prestasi di atas adalah dua tropi yang diraih dari turnamen sepak bola Bank Sumut yang berlangsung 3-24 November 2010 serta satu tropi saat memenangi turnamen sepak bola Inalum Cup yang digelar 6 Januari-2 Februari 2011 lalu.

Semua catatan apik prestasi tim Pra PON Sumut tadi akan menjadi percuma bila pada laga sesungguhnya yang berlangsung hari ini di Lapangan Sepak Bola Dharmatala Banda Aceh gagal meraih kemenangan, apalagi bila sampai kalah atas Sumatera Barat (Sumbar) yang menjadi lawan perdana pada babak Pra PON kali ini.
Selama ini Sumbar dan Aceh adalah tim-tim yang secara historis kerap menyulitkan tim-tim asal Sumut. Namun khusus mengahdapi babak Pra PON kali ini saya yakin kita (sumut, Red) akan mampu mengalahkan mereka,” bilang Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut.

Dasar optimisme pelatih yang dua kali mengatarkan PSMS sebagai juara Piala Emas Bang Yos (PEBY) itu adalah matangnya persiapan tim sehingga membuat tim Sumut tampil solild di dalam maupun di luar lapangan.
Apalagi, berdasarkan dari informasi yang didapat, ternyata tim Pra PON Sumbar tampil minus pemain Semen Padang U-21 yang tampil sebagai runner up ISL U-21 saat dikalahkan Persela U-21.

“Inilah adalah saat yang tepat untuk menebus kekalahan 0-1 di Stadion Teladan Medan pada tahun 2007 yang mengakibatkan Sumut absen pada PON XVII lalu,” bilang Rudi.

Mengenai kondisi pemainnya Rudi mengungkapkan bahwa seluruh pemain dalam keadaan bugar dan siap tempur.  “Latihan serius pasti ada hasilnya,” pungkasnya. (jun)

Van Bronckhorst Janji Cetak Gol di GBK

JAKARTA – Sore nanti pecinta sepak bola tanah air bisa menyaksikan langsung aksi oleh bola dari mantan pemain top dunia. Ya, Giovanni van Bronckhorst mantan kapten timnas Belanda akan berkolaborasi dengan pemain  pemain asing terbaik dari Indonesia Super League (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI) di ajang eksebisi Starbol.
Tergabung dalam tim putih, Giovanni van Bronckhorst dkk akan menghadapi tim Merah yang bermaterikan pemain-pemain local pilihan dari ISL dan  LPI. Pertandingan akan mulai digelar pukul 17.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan dan disiarkan langsung oleh RCTI.

Kepada wartawan dalam press conference di Grand Hyatt Hotel Jakarta kemarin siang Van Bronckhorst menyatakan sudah tidak sabar ingin tampil di ajang Starbol. Mantan pemain FC Barcelona dan Arsenal itu berjanji akan tampil maksimal dan mencetak gol. “Saya akan tampil sebaik mungkin di laga besok sore (sore nanti-Red). Saya akan berusaha mencetak gol spektakuler seperti di Piala Dunia Afrika lalu (ke gawang Uruguay di babak semifinal),” kata Van Bronckhorst.

Tapi karena stamina yang tidak sepenuhnya prima karena baru menempuh perjalanan jaun dari Belanda Van Bronckhorst menyatakan tidak akan memaksakan diri dan berencana hanya main selama 45 menit atau satu babak saja. “Saya belum istirahat. Capek sekali rasanya,” lanjutnya.

Sejak mendarat di Jakarta kemarin pagi, mantan pemain kelahiran 5 Februari 1975 itu langsung menjalani sederet  acara padat. Mulai dari press conference, coaching clinic, mencoba lapangan SUGBK, dan dilanjutkan memenuhi undangan salah satu stasiun  televisi.

Bergabungnya mantan pemain sekelas Giovanni van Bronckhorst membuat para pemain Indonesia yang sore nanti turut berpartisipasi merasa bangga. “Ini kesempatan sangat berharga bagi saya. Kapan lagi saya bisa berhadapan dengan pemain bertalenta tinggi seperti Van Bronckhorst,” ujar Andik Vermansyah, gelandang Persebaya 1927.
Pelatih Tim Putih Jacksen F Tiago menyatakan karena waktu yang begitu mepet tidak ada persiapan khusus dalam menyiapkan tim. “Dengan pengalaman dan kualitas yang dimiliki para pemain saya rasa tim ini akan cepat berdaptasi. Persiapan kita berdasarkan masukan pemain saja karena toh  mereka juga sudah berlatih di klub,”   tutur Jacksen.  (ali/jpnn)

Maksimal Menggembleng Atlet

Dojang Happy Taekwondo Club

MEDAN- Dojang Happy Taekwondo Club yang baru diresmikan Ketua Pengcab TI Medan, Bobby Octavianus Zulkarnaen SE 28 Mei 2011 lalu, sudah memiliki 60 atlet.

“Hingga saat ini memang kami sudah punya 60 atlet. Dan kami menggembleng dengan maksimal agar mereka berprestasi,” bilang Wakil Ketua Dojang Happy Taekwondo Club, Anwar Saleh Nasution S.Sos Selasa (21/6).
60 atlet tersebut digembleng oleh dua pelatih, Sabeum Muhammad Said (DAN II KUKKIWON) dan Sabeum Adi Prayitno (DAN I KUKKIWON) setiap hari Selasa dan Kamis mulai pukul 19.00 WIB hingga Pukul 21.30 WIB di Aula SMK IT Tritek Jalan Bhayangkara Medan. Sedangkan jadwal latihan hari Minggu dilakukan mulai Pukul 07.00 WIB sampai Pukul 10.00 WIB di Lapangan Unimed Jalan Williem Iskandar.  “Pihak dojang telah mempercayakan pada kedua pelatih tersebut untuk mengembleng anak-anak menjadi taekwondoin yang andal yang bisa berlaga di kancah nasional dan internasional,” lanjut Anwar.

Anwar juga berharap anak didiknya di Dojang Happy Taekwondo Club tersebut   dapat membangun hubungan silaturahmi sesama orang tua atlet. “Kita juga harap para atlet didikan kita terbebas dari narkoba dan pergaulan menyimpang,” sambungnya.

Ketua Dojang Happy Taekwondo Club, Muhammad Rifa’I MPd mengharapkan agar atlet yang berada di dojang tersebut giat berlatih. “Bagiorang tua yang ingin mendaftarkan anaknya bisa langsung mendaftar ke Dojang Happy Taekwondo Club di Jalan Bhayangkara Medan atau telpon ke 085261454043,” ujar Rifa’i. (omi)

Jumat Komite Normalisasi Bertemu LPI

JAKARTA – Selain mempersiapkan Kongres Luar Biasa (KLB) yang akan dilangsungkan pada 9 Juli nanti di Solo, Komite Normalisasi (KN) juga fokus menuntaskan persoalan Liga Primer Indonsia (LPI) seperti yang diinstruksikan FIFA.  Masalah  LPI harus clear pada 10 Juli atau berbarengan dengan habisnya masa kerja KN pimpinan Agun Gumelar. Jika sampai waktu yang ditentukan masalah LPI belum juga tuntas, maka FIFA akan menjatuhkan sanksi.
Untuk itu, setelah LPI membalas surat yang dikirimkan KN, Jumat lusa KN dan LPI akan bertemu. Itu disampikan ketua KN Agum Gumelar kepada wartawan di kantor PSSI kemarin sore.   “Dalam keputusan awalnya KN, LPI tidak dibubarkan. Kalau memang di bawah PSSI, persyaratan memang harus dipenuhi,’ kata Agum Gumelar. “Kami akan berkoordinasi dengan konsorsium pada Jumat pagi jam 09.00 WIB. KN yang mengundang konsorsium LPI,” sambungnya.

Kepada wartawan Agum juga mengungkapkan kembali soal kedatangan salah satu wapres FIFA Prince Ali bin Al Hussein pekan lalu. Menurut Agum pangeran asal Yordania itu jelas sekali terlihat akan membantu memperjuangkan George Toisutta dan Arifini Panigoro agar bisa dicalonkan. “Itu tidak ada masalah buat KN. Saya juga pernah menyarankan kepada Pak George dan pak Arifin agar membentuk tim kuat untuk melobi FIFA. Tidak masalah bagia KN jika ada perubahan keputusan FIFA,” bebernya.

Sementara itu, Kongres PSSI yang bakal dihelat 9 Juli mendatang mendapat perhatian dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat menghadap presiden untuk melaporkan pelaksanaan Jambore Pramuka, Menpora Andi Mallarangeng mengaku ditanya perkembangan PSSI.

Menurut Andi, presiden mengharapkan agar kongres yang digelar di Solo berhasil dan Indonesia tidak mendapat sanksi dari FIFA. “Pokoknya arahan beliau, (kongres) harus sukses, membuka lembaran baru, memilih pengurus baru,” kata Andi di komplek Istana Kepresidenan, kemarin.

Dia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan seluruh pihak, antara lain Ketua KN Agum Gumelar, George Toisutta, dan Arifin Panigoro. Bahkan bersama Ketua KONI Rita Subowo, Andi juga bertemu dengan Wapres FIFA Pangeran Ali bin Al-Hussein. Nantinya akan ada pertemuan dengan pihak terkait lain. “Sehingga sebelum ke Solo, suasananya lebih kondusif,” katanya.

Andi menyebutkan ada titik terang dari hasil pertemuan-pertemuan itu. Apa titik terang itu? Mantan juru bicara kepresidenan itu mengungkapkan, semua pihak sepakat dengan semangat rekonsiliasi dan mengedepankan kepentingan sepak bola nasional.

Saat didesak apakah itu berarti pasangan GT-AP dipastikan tidak akan maju dalam bursa calon ketua umum PSSI, Andi tidak menjawab tegas. “Pokoknya saya katakan, saya sudah bertemu dan berkomunikasi. Ada titik-titik terang, semua pihak berkomitmen untuk mengedepankan kepentingan nasional dan semangat rekonsiliasi,” tuturnya. (ali/fal/jpnn)

Suporter Bicara Bola

MEDAN–Sejumlah fans fanatik sepak bola tanah air berencana menggelar diskusi tentang masa depan sepak bola nasional. Agenda itu digelar keliling di sejumlah kota di Indonesia. Hari ini (22/6) rencananya diskusi itu akan digelar di Terminal Futsal Jalan Dr Mansyur Medan.

Kelompok suporter itu diwakili oleh Bonek Persebaya, Pasoepati Solo, dan SMeCK Hooligan yang mewakili Kota Medan. Sesuai rencana semula, diskusi itu akan menghadirkan pembicara antara lain, tokoh sepak bola Sumut yang juga merupakan Staf Ahli Menpora Djohar Arifin Husin, mantan pemain timnas Rocky Puttiray dan perwakilan dari Indonesian Corruption Watch (ITC) Apung Widadi, Presidium Koalisi Suporter untuk Revolusi PSSI serta dari media.
Penggagas kegiatan, Andreas Marbun yang ditemui kemarin mengatakan, kegiatan tersebut akan membahas harapan masyarakat tentang sepak bola yang lebih baik di tangan pengurus PSSI mendatang. Menurutnya, Kota Medan dinilai menjadi salah satu tempat yang layak untuk menggelar kegiatan itu, lantaran Medan memiliki atmosfer sepak bola yang cukup baik.

“Medan merupakan kota ketiga terbesar di Indonesia. Jadi kami yakin, kegiatan ini akan tepat sasaran. Kami berharap diskusi ini bisa berjalan lancar dan menjadi stimulasi bagi kota-kota lainnya untuk menggelar kegiatan serupa yang rutin dikerjakan klub suporter,” ungkap Andreas.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah digelar di Surabaya, Semarang, Solo dengan antusiasme masyarakat yang cukup baik. “Kegiatan itu juga bakal mengupas seluk-beluk penggunaan APBD untuk klub dan membeberkan sejumlah bukti penyelidikan ICW terhadap penyelewengan oknum klub terhadap penggunaan dana APBD, dan berbagai hal menarik lainnya,” ungkap Andreas lagi.

Kehadiran Rocky Puttiray pada kegiatan tersebut menurutnya bakal menjadi salah satu hal positif, karena sebagai salah satu pelaku sepak bola yang pernah berjaya di masanya, dirinya acap kali menerima perlakuan yang menyimpang dari semangat fair-play sepak bola, seperti pengaturan skor dan berbagai hal lainnya. “Diskusi ini akan membuka mata masyarakat yang mungkin selama ini kurang memahami betapa sepak bola Indonesia selama ini penuh dengan intrik dan rekayasa,” tandasnya.
Sementara Ketua SMeCK Wahyudinata Simangunsong sebagai salah satu penggagas kegiatan menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, diskusi itu akan membuka mata masyarakat terkait hal-hal negatif yang terjadi pada sepak bola Indonesia selama ini.
Menurutnya, mereka sebagai kelompok suporter mewakili masyarakat dari daerah asal klub sepak bola itu sendiri selalu menginginkan sepak bola yang sehat. Sejauh ini PSSI masih kurang baik dalam memajukan sepak bola nasional dan berimbas kepada prestasi timnas. Bahkan kompetisi nasional juga semakin tidak sehat.
“Kami sudah jenuh dengan keadaan sepak bola Indonesia yang seperti ini dan tentunya menginginkan perubahan. Kapan lagi sepak bola kita menjadi komoditi yang enak ditonton,” katanya.  (ful)

Pabrik Baut Mengganggu Warga

0617879xxx

Kepada Yth Pemko Medan, kami warga di Jalan Bajak II, Gang Salam merasa terganggu dengan adanya pabrik baut di Jalan Bajak II Gang Salam No. 29 A. Apalagi rumah saya, yang bersebelahan langsung dengan pabrik tersebut. Selama enam tahun ini saya merasakan kebisingan itu.

Dengan kondisi itulah, saya sangat menyesalkan adanya pendirian pabrik tersebut. Sebenarnya, saya sudah melaporkan hal tersebut ke Kantor Lurah Harjosari, Medan Amplas. Tapi sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.
Kami minta kepada Pemko Medan untuk segera memindahkan pabrik tersebut dari rumah warga. Karena operasional pabrik tersebut sudah mengganggu kenyamanan warga sekitar pabrik tersebut.

Pelapor
S Muslim
Warga Jalan Bajak II Gang Salam No. 28 A

Kami Tinjau Pabriknya

Terima kasih informasinya, kami segera tindak lanjuti persoalan ini. Kami juga akan langsung turun ke lokasi tersebut. Karena kami terlebih dahulu harus melakukan uji lapangan untuk menganalisis apa saja yang menjadi keluhan warga.
Bila didapati menimbulkan kebisingan dan mengganggu warga, maka pabrik akan diberikan saran-saran lanjutan. Kemudian apabila saran tersebut tak ditindak lanjuti, maka akan diberikan sanksi yang sesuai. Selanjutnya, kami juga akan meninjau langsung untuk mengetahui pencemaran apa saja yang terjadi.

Adnan Syam Zega
Kabid Penyuluhan dan Penegakan Hukum dan PPLH BLH Medan

Kami Investigasi

Kepada warga kami sampaikan, DPRD Medan khususnya dari Komisi B DPRD Medan akan menindak lanjuti laporan warga ini. Tapi, kami minta kepada warga supaya tetap memberikan informasi yang lebih lengkap dan menyeluruh. Sehingga masalah-masalah yang dikhawatirkan oleh warga diharapkan bisa mendapatkan gambaran yang lebih lengkap.

Selanjutnya,  kami akan lakukan investigasi mengenai apa saja yang menjadi keluhan warga di lokasi tersebut.

Salman Alfarisi
Anggota Komisi B DPRD Medan

Konvoi Skateboard

MEDAN-Remaja yang tergabung dalam komunitas skateboard (skater’s) mengadakan konvoi keliling Kota Medan dengan skateboard, Selasa (21/6). Acara tersebut dalam rangka meramaikan hari Skateboard Internasional.
Konvoi diawali dari Lapangan Merdeka Medan kemudian menuju Jalan Hindu, menuju Lapangan Benteng,  lalu ke Jalan Zainul Arifin, Jalan S Parman, Jalan Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Raden Saleh  dan kembali lagi ke Lapangan Merdeka.

Para skater’s pun beberapa kali mencoba menunjukkan kebolehannya di depan umum dan pengguna jalan dengan cara melompat di atas gundukan, menaiki trotoar dengan papan skate atau membolak-balikan papan skateboard dengan kaki.

Usai melakukan konvoi, ratusan skater’s kembali ke Lapangan Mardeka. Dilanjutkan dengan acara unjuk kebolehan. Dimana bagi yang dianggap paling bagus dan jago memainkan skateboard berhak memperoleh hadiah menarik yang telah disediakan.

Koodinator acara, Lubis mengatakan, acara unjuk kebolehan hanya kontes kecil-kecilan untuk meramaikan kegiatan pawai dalam rangka merayakan hari skateboard se-dunia. Hadiah yang diberikan pun berasal dari para sponsor berupa merchandise seperti T-shirt dan lainnya.

“Khusus di acara kontes hanya sekitar 70 orang saja yang ikut,” kata Lubis.
Dengan hari skateboard, Lubis mewakili rekan-rekannya sesama pecinta pemain skateboard berharap agar pemerintah lebih terbuka dan mendukung kegiatan anak muda dengan menyediakan lahan. “Kita masih terkendala lahan saja serta dukungan,” harapnya. (mag-7)

500 Orang Pendonor Sumbang Darah

HUT ke-421 Kota Medan

MEDAN- Sebanyak 500 pendonor menyumbangkan darahnya pada kegiatan donor darah yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Medan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di aula kantor Dinkes Medan, Jalan Rotan Medan, Selasa (21/6) pagi.

“Kegiatan donor darah ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke 421 Kota Medan. Kegiatan ini diikuti semua SKPD dan sekolah-sekolah kebidanan dengan jumlah peserta 500 orang,” kata Wali Kota Medan Rahudman Harahap didampingi Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi kepada wartawan di sela-sela kagiatan.
Rahudman juga mengatakan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menambah stok darah di bank darah PMI. “Saya sendiri wajib mendonorkan darah karena itu merupakan dari ibadah. PMI Kota Medan harus lebih sering lagi melakukan kegiatan seperti ini,” katanya.

Sementara Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi mengatakan, untuk mensukseskan kegiatan ini, pihaknya melakukan koordinasi dengan semua pihak. “Kita juga jauh-jauh sebelumnya sudah koordinasi dengan semua pihak dan melibatkan semua unsur di Dinas Pemko Medan. Kegiatan ini kita lakukan satu hari penuh dan ini merupakan kegiatan bakti sosial,” ujarnya.(jon)

Menjual Rasa Nyaman

Julfan Rimbun SE

Ketekunan, kerja keras, dan loyalitas menjadi prinsip Julfan Rimbun SE (46) dalam menjawab setiap tantangan yang dihadapi. Dan, hal itu tak lekang meskipun dengan kedudukan yang ada saat ini sebagai General Manager Cambridge City Square.

Dengan langkah gesit, Julfan mendatangi untuk menyapa Sumut Pos dalam keakraban saat ditemui di ruang kerjanya lantai III Office Tower Cambridge City Square Jalan S Parman No.217 Medan, Selasa (21/6). Bahkan beberapa data sudah disiapkan untuk diantar ke ruangan yang tertata rapi dan asri. Pembicaraan pun berlangsung dalam kenyamanan.

“Bidang saya berhubungan dengan publik yang pastinya mencari kenyamanan di tempat yang dikunjungi. Dengan memberikan rasa nyaman tadi, orang pun akan mendatangi kita,” ucap Julfan.

Keberhasilan yang dicapai pun tak lepas dari peran sang ayah yang memperlihatkan kegigihan sebagai sales peralatan berat. Hal itu diterapkan sejak menamatkan pendidikan di Ekonomi Manajemen Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan 1989 silam. Hanya membutuhkan waktu dua tahun, suami dari Niel Rida SE ini dipercaya menjadi General Manager di perusahaan retail terbesar di tanah air, Matahari Departement Store. Di Matahari, dirinya bertahan selama 15 tahun sebelum dirinya mengundurkan diri.

Selang dua minggu usai mengundurkan diri, Julfan pun bergabung dengan SUN Plaza. Rasa loyalitas pada bidang yang digeluti pula membuat ayah dari tiga anak ini dipercaya sebagai promosi manager meskipun pusat perbelanjaan tersebut belum berjalan. Totalitas dalam bekerja pun memberinya jabatan Senior Manager sebelum mengundurkan diri awal 2008.

Usai mengundurkan diri dari SUN Plaza, Julfan fokus di usaha keluarga. Dua tahun dia jalani bisnis keluarga tersebut. Hingga, pada akhir 2010, dia merasa terpanggil lagi untuk kembali ke bisnis yang sempat membesarkan namanya. Tepatnya di awal Januari 2011, Julfan pun bergabung di Cambridge City Square.

“Yang penting menikmati pekerjaan. Asalkan dinikmati, apa pun pekerjaan itu pasti bisa sukses. Karena dengan menikmati pekerjaan, secara otomatis, kerja keras, ketekunan, dan loyalitas kita miliki. Coba dengan berpura-pura suka pasti jadi suka,” beber Julfan.

Hal itu pula yang diterapkannya saat dipercaya sebagai General Manager Cambridge City Square dari awal Januari 2011 ini. Secara bertahap, dirinya menggelar pembenahan di berbagai bagian bangunan. Dari basement parkir hingga toilet yang dibuat layaknya hotel berbintang lima. Begitu juga pendekatan persuasif dengan semua karyawan untuk memberi kenyamanan dari sisi pelayanan kepada pengunjung. Untuk itu dirinya tak sungkan turun ke lapangan menyaksikan secara on the spot.

Strategi yang sederhana tadi pun berbuah manis. Peningkatan pada occupancy (tingkat hunian) dan pengunjung sebagai penentu keberhasilan sebuah mall berhasil dipenuhi. Begitu juga hubungan kerja sama dengan masyarakat sekitar berhasil menjawab permasalahan parkir yang menjadi tantangan terbaru. Kian memperpendek ruang menuju kesuksesan yang ingin diwujudkan.

Ya, Cambridge City Square yang terletak di jantung Kota Medan menjadi lokasi yang strategis untuk Bisnis Centre. Cambridge pun mempersiapkan diri dengan konsep four in one. Dari area bisnis (perkantoran) hingga kebutuhan tempat tinggal. Seperti Cambridge Condominium dengan fasilitas bintang lima sebanyak 192 unit di 29 lantai yang ada. Begitu juga dengan Grand Swiss Belhotel yang berkapasitas 242 kamar menerapkan managemen Swiss Belhotel Internasional. (jul)

Dewan: Cabut Izin Sekolah Nanyang

Rekomendasi Komisi D DPRD Medan tak Digubris

MEDAN- Sudah hampir dua pekan Komisi D DPRD Medan mengeluarkan rekomendasi bagi pihak Nanyang Internasional School, untuk menghentikan dan membongkar sendiri bangunan yang saat ini dalam tahap pembangunan dalam jangka waktu 7×24 jam. Namun terkesan, rekomendasi yang dikeluarkan Komisi D DPRD Medan tersebut tidak digubris pihak Nanyang Internasional School.

Karenanya, warga yang tinggal di sekitar bangunan Nanyang International School mendesak DPRD Kota Medan bertindak tegas dengan meminta Pemko Medan untuk membongkar dan menutup sekolah tersebut. Hal ini disampaikan sejumlah warga yang kembali mendatangi gedung dewan guna mempertanyakan tindaklanjut rekomendasi Komisi D DPRD Kota Medan, Selasa (21/6).

Kedatangan warga tersebut, juga untuk mempertanyakan keanehan dari sikap Dinas TRTB Kota Medan yang terkesan tidak merespon atas rekomendasi Komisi D DPRD Medan tersebut. “Kami datang untuk melaporkan, sampai sekarang pembangunan gedung sekolah Nanyang masih terus berlanjut. Rekomendasi Komisi D ini tampaknya tidak digubris pemilik sekolah. Bukan itu saja, Dinas TRTB Medan pun tidak serius melakukan pembongkaran bangunan itu,” kata Ryan Kacaribu bersama sejumlah warga lainnya di ruang Komisi D DPRD Kota Medan.

Senada dengan itu, warga lainnya, Ny Mangasi Sianipar juga menyatakan hal yang sama. Menurutnya, dengan terus dilakukannya pembangunan Nanyang Internasional School tersebut, mengesankan sikap pengelola atau pemilik sekolah tersebut merupakan bentuk pembangkangan dan tidak perduli pada instruksi Pemko Medan.
“Kita sudah cukup menderita dengan pembanguan ini. Pemilik sekolah tidak lagi menghargai pemerintah,” kata ibu rumah tangga itu.

Kedatangan sekitar 10 orang warga tersebut, diterima Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong, Sekretaris Komisi Muslim Maksum Lc, dan anggota komisi D lainnya, Budiman Panjaitan, Daniel Pinem, Godfried E Lubis, Lily, dan Juliandi Siregar.

Pada kesempatan itu, Budiman Panjaitan menilai, pihak sekolah tidak menghargai keputusan DPRD Kota Medan. Karena, dalam rapat sebelumnya, telah dikeluarkan rekomendasi agar pemilik Nanyang menghentikan dan membongkar sendiri bangunan yang bermasalah. Namun kenyataannya, pembangunan gedung Nanyang Internasional School masih tetap dilakukan.

“Ini bukti pihak Sekolah Nanyang tidak menghargai lembaga DPRD dan Pemko Medan. Karenanya, perlu ada tindakan lebih tegas untuk menghentikan pembangunan yang menyalahi izin itu,” kata Budiman.

Tak jauh berbeda, pernyataan yang dikemukakan anggota Komisi D DPRD Medan lainnya, Godfried Effendi Lubis. Namun, Godfried terkesan lebih tegas dan menyatakan, untuk menghentikan pembangunan gedung sekolah itu, perlu lebih dulu dilakukan pencabutan seluruh izin pendidikan yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Medan. “Kita yakin, pemilik atau pengelola sudah punya izin pendidikan. Untuk menghentikan itu, harusnya izin pendidikannya dulu yang dicabut,” tegas Godfried.

Untuk menindaklanjuti persoalan itu, Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong mengatakan, pihaknya akan melakukan rapat lanjutan dengan melibatkan Komisi B, karena persoalan pencabutan izin sekolah merupakan tupoksi Dinas Pendidikan Kota Medan yang merupakan partner Komisi B.

“Selain itu dalam rapat nanti juga akan dihadirkan Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas TRTB guna menindaklanjuti laporan warga sekitar Sekolah Nanyang,” katanya. (ari)