32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15093

Dewan Curiga Ada Kongkalikong

Merdeka Walk Menunggak Retribusi

MEDAN-Wakil rakyat di DPRD Medan mulai berang dengan tindakan PT Orange Indonesia Mandiri (OIM) sebagai pengelola Merdeka Walk, yang menunggak retribusi. Anggota DPRD Medan meminta Pemko Medan untuk bertindak tegas dan jangan percaya dengan alasan-alasan pengusaha untuk mengulur-ulur membayar kewajiban.

“Pemko Medan harus tegas, jangan percaya dengan perusahaan yang menunggak. Kecuali ada musibah, seperti kebakaran baru ada batas toleransi,” ujar Sekretaris Komisi A DPRD Medan, Burhanuddin Sitepu, Selasa (14/6).
Dikatakannya, bila suatu perusahaan menunggak harus dikenakan sanksi sesuai dengan isi perjanjian antara pengembang dengan Pemko Medan. “Harus diberikan sanksi sesuai perjanjian. Sekali lagi, Pemko harus tegas,” ucapnya.

Dijelaskannya, retribusi yang dibayarkan pihak perusahaan ke anggaran masuk ke anggaran kas daerah sehingga kalau menunggak bisa jadi dibebankan ke APBD 2011.

“ Jadi tidak ada alasan perusahaan menunggak retribusi,” cetusnya.
Burhanuddin mengharapkan penunggak pajak jangan dibiarkan. Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) harus turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan anggaran keuangan. “Bila perlu bekerjasama dengan BPK untuk mengaudit keuangannya, “ bebernya.

Kenapa Pemko Medan belum mengambil tindakan? Burhanuddin menuturkan, takutnya ada hubungan timbal-balik antara pejabat Pemko Medan dan pihak perusahaan. “Bisa saja kongkalikong antara oknum pejabat Pemko,” ungkapnya.

Sementara Ketua Komisi C DPRD Kota Medan H Juumadi SPd, mengungkapkan, Jumat (17/6) mendatang, akan digelar rapar dengar pendapat dengan Dinas Pertamanan, Bagian Umum Setda Medan dan pengelola Merdeka Walk di gedung dewan. Menurut Jumadi, Komisi C DPRD Medan akan mempertanyakan dan mencari solusi terkait tunggakan retribusi yang belum dibayar pihak pengelola Merdeka Walk. “Kita mau masalah ini clear. Jika pemko serius, masalah ini tidak perlu berlarut-larut. Ada apa sebenarnya dengan pemko?” kata Jumadi.(adl)

Poldasu Belum Deteksi JI di Sumut

MEDAN- Poldasu tidak memiliki deteksi terhadap anggota Jamaah Islamiyah (JI) di Medan dan Sumatera Utara, meskipun sudah ada warga Medan yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia.

“Kita belum mendeteksi adanya jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Sumatera Utara dan Medan. Jadi belum bisa memastikan apakah berdasarkan berita itu ada jaringan JI di Sumatera Utara dan Medan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu, AKBP Heru Prakoso yang dikonfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (14/6).

Heru juga menuturkan, dalam persoalan teroris saat ini patut diwaspadai metode baru jaringan teroris yakni, dengan pemberian racun pada makanan.

Dijelaskannya, hal tersebut berdasarkan rapat satuan kerja (Satker) di Kantor Polda Sumut, kemarin (14/6) dimana salah satu pembahasannya adalah terkait kelompok teroris yang berencana akan meracuni polisi melalui makanan dan minuman.

Sebagai langkah antisipatif, katanya, Kapolda telah mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran dan seluruh anggota kepolisian Sumut, untuk waspada dan hati-hati dalam memilih makanan dan minuman.
“Iya, Kapolda sudah mengintsruksikan kepada seluruh jajaran untuk hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Mako-mako pun diminta untuk diperketat pengamanannya,” ujar Heru.

Langkah itu diambil, karena adanya indikasi perubahan pola serang kelompok teroris terhadap polisi, kini tidak lagi secara langsung melainkan dengan trik lain, yakni serangan tidak tampak. Salah satunya dengan pemberian racun di makanan.

“Ada pola baru kelompok teroris menyerang polisi, yang mungkin penyerangan tidak lagi menyerang secara langsung melainkan melalui perantara. Untuk itu, Kapolda mengimbau seluruh jajaran, untuk hati-hati,” jelasnya.
Langkah langsung yang telah diambil adalah Kapoldasu memerintahkan, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Poldasu untuk memeriksa seluruh makanan dan minuman di kantin dan katering Polda Sumut untuk dilakukan uji laboratorium.

“Bidokkes sudah diperintahkan untuk mengambil sample makanan di kantin dan memeriksakannya ke laboratorium. Ini sebagai langkah antisipasi saja,” ujar Heru.(ari)

Nilai UN Tertinggi se-Indonesia Tiap Sekolah Miliki BLK Sendiri

Tiga SMK Yapim Masuk 10 Besar

Dari data Kemendiknas, enam SMK di Sumut masuk dalam daftar 10 besar sekolah dengan nilai UN tertinggi se-Indonesia. Tiga dari enam SMK tersebut yakni SMK Yapim Sei Bamban Sergai, SMK Yapim Sei Glugur 1 Deli Serdang dan SMK Yapim Tebing Syahbandar Tebing Tinggi.

Rahmat Sazaly, Medan

Mewakili ketiga SMK Yapim tersebut, SMK 1 Yapim Medan Jalan Air Bersih No 59 Medan turut memeriahkan Gebyar SMK Sumut 2011 di Lapangan Benteng Medan, pada Jum’at (10/6) hingga Senin (13/6) lalu. Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMK 1 Yapim Medan Jamin Purba yang ditemui di sela-sela kegiatan tersebut menjelaskan, yang membuat SMK-SMK Yapim berbeda dengan SMK lain adalah durasi pelaksanaan praktik yang sangat mencukupin
“Selain waktu jam belajar mengajar, kita menambahkan lagi dua jam untuk praktik. Dan itu diterapkan di seluruh sekolah di bawah Yapim,” katanya.

Selain itu, kurikulum Kemendiknas juga diimprovisasi dengan menambahkan sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini. “Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) itu wajib diterapkan di sekolah. Nah untuk memenuhi pasar kerja, kita juga harus mengimprovisasi kurikulum tersebut. Kalau KTSP-nya tetap dipakai, namun ditambah dengan muatan lokal berbasis kompetensi sesuai pasar kerja,” papar Jamin.

Jamin menerangkan, SMK Yapim mempersiapkan siswanya sesuai kemauan siswa itu sendiri. “Tapi secara kontekstual, kita mempersiapkan siswa untuk bisa bersaing dengan lulusan-lulusan sekolah lain dalam memenuhi kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha dan industri. Tapi kami juga tetap mempersiapkan siswa dengan kondisi sebaik mungkin jika siswa ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Untuk relasi perusahaan, pihak SMK Yapim juga telah bekerjasama dengan Perkebunan DL Sitorus dalam perekrutan tenaga kerja. “Sangat banyak lulusan kita yang bekerja di sana. Namun, kita tak memaksakan siswa untuk bekerja di sana. Di perkebunan itu mereka dipekerjakan di bagian perpabrikan dan perbengkelan,” jelas Jamin.

Yang menariknya lagi, ternyata ke-24 sekolah yang ada di Sumut masing-masing memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) yang cukup lengkap. “BLK kita berukuran setengah hektar. Dan itu sangat memfasilitasi siswa melakukan peraktik. Bangunan tersebut khusus untuk praktik dan bukan termasuk bangunan sekolah,” kata Jamin lagi.
Saat ini, sambung Jamin, tak sedikit siswa SMK Yapim yang mampu merakit mobil dengan waktu yang cukup singkat, yakni tujuh hari. “Dan perakitan ini dilakukan di luar jam belajar-mengajar,” katanya.

Di SMK 1 Yapim Medan terdapat tiga program studi, untuk STM yakni Elektro, Otomotif dan Teknik Komputer Jaringan. Selain itu ada pula SMK Pariwisata dan SMK Ekonomi. Ke-24 sekolah tersebut terletak di beberapa daerah di Sumut, yakni Medan, Deli Serdang, Langkat, Sergai, Indrapura, Asahan, Rantau Parapat, Cikampak Labura dan Merek Karo. (*)

Taufik Juga Otak Penyerangan Polsek Hamparan Perak

Sidang Perampokan CIMB Niaga

MEDAN- Sidang perampokan Bank CIMB Niaga Aksara dan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak kembali digelar di Pengadilan Negeri Medan, Selasa (14/6). Sidang pertama menghadirkan terdakwa Abdul Ghani dengan majelis hakim yang diketuai Karto Sirait SH. Sementara pada sidang kedua, menghadirkan terdakwa Fautan dengan majelis hakim yang juga diketuai Karto Sirait SH.

Abdul Ghani mengakui kalau dirinya ikut melakukan penyerangan Polsek Hamparan Perak. Sementara Fautan mengaku, turut dalam perampokan Bank CIMB Niaga dan penyerangan Polsek Hamparan Perak.
Abdul Ghani mengungkapkan, sebelum mereka melakukan penyerangan ke Mapolsek Hamparan Perak, dirinya dijemput Zoel atas perintah Taufik Hidayat. “Kami berkumpul di lapangan sepak bola Hamparan Perak untuk menyusun rencana penyerangan. Di tanah lapang itu juga Taufik mengintruksikan peyerangan ke Polsek Hamparan Perak dilakukan pada malam hari,’’ ungkapnya.

Abdul Ghani juga mengatakan, dalam penyerangan itu, selain dirinya, Taufik, Safrul dan Asrul juga ikut melakukan penyerangan dan langsung menembaki petugas Polsek Hamparan Perak dengan senjata api laras panjang yang telah dipersiapkan sebelumnya.

“Saya diperintahkan Taufik untuk membawa tempat minyak berisi bensin. Tempat minyak itu direbut Zoel dan langsung menyiramkan bensin itu ke bangunan Polsek Hamparan Perak. Sementara saya diperintahkan Zoel untuk berjaga di halaman mapolsek,’’ ucapnya lagi.

Usai melakukan penyerangan, sambung Abdul Ghani, malam itu juga Taufik memerintahkan agar meraka segera melarikan diri ke Tebing Tinggi dengan mengendarai sepeda motor.  Usai mendengarkan keterangan Abdul Ghani, menjelis hakim menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda, mendengarkan keterangan saksi.
Sementara pada sidang kedua, Fautan mengakui turut serta dalam penyerangan Polsek Hamparan Perak. Fautan mengaku kalau dirinya dijemput Abah Daman atas perintah Taufik Hidayat. Di Polsek Hamparan Perak, terdakwa hanya menunggu di halaman Mapolsek Hamparan Perak. “Taufik, Safrul dan Asrul yang membawa senjata dan menembaki Polsek Hamparan Perak. Senjata itu telah dipersiapkan sebelumnya. Usai melakukan penyerangan, Taufik bersama yang lainnya juga turut melarikan ke Tebing Tinggi juga berdasarkan perintah Taufik dengan mengendarai lima sepeda motor,’’ ucap Fautan.

Dalam persidangan ini, turut dihadirkan Jaja Miharja sebagai saksi. Jaja Miharja mengaku, dirinya ditangkap pada 19 September 2010 lalu di rumah Ridwan atas tuduhan membantu perampokan Bank CIMB Niaga.
Jaja Miharja mengaku mengenal terdakwa Fautan dan Abdul Ghani. Jaja Miharja mengenal mereka di Mako Brimob Jakarta. Namun, Jaja Miharja tidak mengetahui keterlibatan kedua terdakwa dalam hal perampokan Bank CIMB Niaga Medan.

Jaja Miharja juga mengakui, kalau dirinya menerima uang Rp3 juta dari hasil perampokan Bank Cimb Niaga yang diberikan Taufik. Uang tersebut, aku Jaja Miharja sebagai sumbangan untuk berobat kakinya yang patah.(rud)

Pemprovsu Antisipasi Lonjakan Harga

MEDAN- Menjelang Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri, biasanya harga kebutuhan pokok melambung. Karenanya, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang terdiri dari Pemprovsu, Bank Indonesia, Badan Urusan Logistik (Bulog) dan BMKG, berusaha mengendalikan harga kebutuhan pokok di pasaran agar tak melonjak tajam.

Hal tersebut terungkap dalam rapat TPID yang digelar di Kantor Bank Indonesia, Jalan Balai Kota Medan, Selasa (14/6). Dalam rapat tersebut, Asisten III Pemprovsu, Djaili Azwar mengungkapkan, hingga kini belum dapat ditetapkan harga maksimal, karena belum ada rapat lanjutan antar TPID dengan Disperindag dan instansi lainnya. Dikatakannya, pemerintah akan berusaha agar inflasi pada hari besar keagamaan dapat ditolerir sesuai kemampuan masyarakat.
Djaili Azwar juga berharap kepada pemkab/pemko untuk mempercepat realisasi penyaluran raskin. Hal ini dimaksudkan untuk menekan kenaikan harga beras di pasaran.(mag-9)

Formas Kecewa, Penyelesaian Sari Rejo Ngadat

MEDAN- Masyarakat Sari Rejo melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), mengaku kecewa dengan Pemko Medan. Pasalnya, hingga kini belum ada juga perkembangan terkait penyelesaian sengketa tanah Sari Rejo oleh Pemko Medan.
Kekecewaan tersebut disampaikan Ketua Formas, Riwayat Pakpahan yang ditemui wartawan Sumut Pos di sela-sela peresmian Jembatan Bailley Sari Rejo di Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, kemarin (13/6). Menurut Riwayat, perkembangan sengketa tanah Sari Rejo dari hari ke hari masih sebatas itu-itu saja.

“Persoalan mengenai tanah kami lebih penting daripada peresmian jembatan ini. Karena masalah tanah kami ini adalah persoalan yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegasnya.

Maka dari itu, Riwayat menambahkan, Pemko Medan harusnya bisa lebih cepat dan tegas dalam mengambil kebijakan dan keputusan. Karena pada prinsipnya, tanah Sari Rejo adalah milik masyarakat Sari Rejo. Salah satu buktinya, sudah ada putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang menyebutkan, tanah tersebut adalah milik masyarakat. “Kami tetap meminta agar Pemko Medan bisa mengeluarkan sertifikat untuk tanah kami ini secepatnya,” terangnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos usai acara peresmian tersebut mengatakan, tahapan penyelesaian sengekta tanah Sari Rejo terus berjalan dan saat ini tinggal menunggu penandatanganan MoU antara pemko dengan TNI AU. “Jalan terus, tidak ada mandek itu,” jawabnya singkat.(ari)

Kapolri Akan Resmikan Kamar Biologis Mapoldasu

MEDAN- Seolah tak mau kalah dengan Kepolisian Resort Kota (Polresta) Medan, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) juga akan meresmikan kamar biologis pada Kamis (16/6) mendatang. Peresmian kamar biologis tersebut akan diresmikan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Timur Pradopo.

“Kapolri tiba hari Kamis nanti. Salah satunya dalam rangka meresmikan kamar biologis,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu AKPB Heru Prakoso saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (14/6). Kehadiran Kapolri Timor Pradopo juga akan didampingi Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.

Saat ditanya Sumut Pos, kenapa Polresta Medan yang lebih dulu membangun kamar biologis ketimbang Poldasu? Heru tidak menjawabnya secara eksplisit. “Kalau Polresta ada bantuan Pemko Medan,” jawabnya singkat.
Lalu, darimana dana pembuatan kamar biologis di Mapoldasu tersebut? Mengenai hal tersebut, Heru juga tidak menjawabnya secara detil.

“Kalau Poldasu, ya tidak sampai ke situlah. Lagian, pembangunannya kan hanya menyekat ruangan saja. Jadi tidak dibutuhkan biaya yang besar,” terang pria berpangkat melati dua tersebut. (ari)

Pelajar SD Hanyut di Sungai Denai

MEDAN-Warga di sekitar pinggiran Sungai Denai, tepatnya di Jalan Menteng Raya mendadak heboh. Pasalnya, mereka mendapat  kabar seorang pelajar SD, Musa Febri Kurniawan Syah (7) hanyut , Selasa (14/6). Akibatnya, warga beramai-ramai melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun, anak pertama pasangan M Yusuf dan Butet Siregar, warga Jalan Menteng Raya itu usai pulang sekolah permisi bermain bersama temannya. Temannya mengajak Musa bermain di pinggir sungai selanjutnya berenang. Karena tak pandai berenang, Musa hanyut terbawa air sungai. (mag-7)

Pamerkan 140 Karya Seni

MEDAN- Mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) menampilkan 140 karya seni dalam pameran fotografi, desain grafis dan ilustrasi di Galeri  Seni Rupa Unimed, Selasa (14/6). Pameran yang berlangsung 14 hingga 17 Juni 2011 ini, menampilkan karya 115 mahasiswa semester delapan dan semester enam FBS Unimed.

Koordinator Pameran Drs Fuad Erdansyah MSn, menerangkan karya yang ditampilkan merupakan gabungan tiga jenis karya seni yakni seni grafis, ilustrasi dan fotografi. “Seluruh karya yang ditampilkan pada kesempatan ini, merupakan bagian dari 30 jenis karya seni grafis, 60 karya illustrasi dan 90 karya fotografi,” terangnya. Fuad menyebutkan, tujuan pameran untuk memenuhi persyaratan mahasiswa untuk mendapat gelar sarjana, serta ajang evaluasi dan kompetisi bagi sesama mahasiswa.  “Pameran ini bukan bagian dari kurikulum akan tetapi inisiatif dari kita, selain penting buat mahasiswa sebagai dokumentasi juga kesempatan dalam meraih portfolio,” ungkap Fuad.
Fuad juga mengakui, dalam mata kuliah fotografi, produktifitas mahasiswa berkarya belakangan ini sangat tinggi.  Hal itu tak lain karena didukung penggunaan kamera digital yang mampu menghasilkan foto-foto dalam waktu relatif lebih singkat.

Sementara itu Pembantu Dekan I FBS Unimed, Dr Isda Pramuniati, mengatakan, pameran karya seni yang dilakukan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) ini lebih dikonsentrasikan kepada konsep delapan etnis budaya yang ada di Sumut.  Menurutnya, FBS Unimed saat ini tengah mengubah kurikulum untuk lebih cenderung dalam analisis budaya produk dari Sumut.  “Kalau sebelumnya kita masih menghasilkan karya yang campur sari, seperti Jepara dari Jawa, kini kita mencoba untuk merubah kurikulum dan setiap karya dosen dan mahasiswa harus mengadopsi budaya dari delapan etnis yang ada di Sumut,” terang Isda.(uma)

BHD Lengser, George Toisutta Naik

JAKARTA- Pemerintah melakukan perombakan dewan komisaris pada lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Figur terkenal seperti mantan Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) lengser dari kursi komisaris utama PT KAI. Sedangkan KSAD George Toisutta naik menjadi komisaris utama PT Pindad.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, perombakan dewan komisaris di lima BUMN merupakan langkah penyegaran. “Lima BUMN yang mengalami pergantian dewan komisaris adalah PT KAI, PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia (DI), dan PT Dahana,” ujarnya di Kantor Kementerian BUMN kemarin (13/6).

Untuk PT KAI, lanjut dia, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Bambang Hendarso Danuri dari jabatan komisaris utama. “Selanjutnya, pemegang saham mengangkat Iman Haryatna sebagai komisaris utama PT KAI,” katanya.

Masa jabatan BHD sebagai komisaris utama PT KAI tergolong singkat. Mantan Kapolri itu baru diangkat pada 27 Januari 2011 lalu, sehingga sampai diberhentikan kemarin BHD belum genap 6 bulan menjabat.

Menurut Mustafa, alasan penggantian BHD lebih dikarenakan yang bersangkutan ingin menikmati masa pensiun tanpa harus terikat dengan kegiatan korporasi. “Beliau mengundurkan diri dan kami setujui,” ucapnya.
Di PT Pindad, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo (sebagai komisaris utama) dan Mayjen (Purn) Sardan Marbun (sebagai anggota dewan komisaris). Selanjutnya mengangkat Jenderal TNI George Toisutta (sebagai komisaris utama) dan Brigjen TNI Maman Soemantri (sebagai anggota dewan komisaris).

Mustafa menyebut, masa jabatan Toisutta sebagai KSAD memang segera berakhir. Namun, hal tersebut bukan menjadi masalah untuk menduduki kursi komisaris utama perusahaan produsen alat utama sistem persenjataan (alutista) tersebut. Toisutta mengakui, dirinya memang masih awam dengan dunia korporasi. “Karena itu, saya masih harus belajar dulu,” ujarnya.

Di PT PAL, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno (sebagai komisaris utama), Thomas Daryanto (sebagai wakil komisaris utama), Laksda TNI Ir Sudaryanto MM (sebagai anggota dewan komisaris), Dr Wahono Sumaryono Apt APU (sebagai anggota dewan komisaris) dan Laksda TNI Ir Banu Kastoyo (sebagai anggota dewan komisaris).

Selanjutnya, mengangkat Soeparno (sebagai komisaris utama) Sunardjo (sebagai wakil komisaris utama), Ateng Alibasyah (sebagai anggota dewan komisaris), Sambas Mulyana (sebagai anggota dewan komisaris), dan Silmy Karim (sebagai anggota dewan komisaris).

Adapun untuk PT DI, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Marsekal TNI Subandrio (sebagai Komisaris Utama) dan mengangkat Marsekal TNI Imam Sufaat (sebagai komisaris utama). Terakhir di PT Dahana, Kementerian BUMN memberhentikan dengan hormat Lilik Hendrajaya (sebagai komisaris utama) dan Mayjen Pol (Purn) I Wayan Karya (sebagai anggota dewan komisaris).
Selanjutnya mengangkat Eddy Sumarno Siradj (sebagai komisaris utama), Ferial Manaf (sebagai anggota dewan komisaris), dan Marzan Aziz Iskandar (sebagai anggota dewan komisaris). (owi/oki/jpnn)