32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15098

Incar Sertifikasi Peselam

Nadine Alexandra Dewi

Daftar mantan Putri Indonesia yang jago selam bakal bertambah. Sebelumnya, Putri Indonesia 2005 Nadine Chandrawinata dikenal hobi bertualang di dalamnya laut.

Sekarang Putri Indonesia 2010 Nadine Alexandra Dewi Ames mengungkapkan kesukaan yang sama. Mendapat sertifikat sebagai penyelam menjadi target utamanya setelah tak lagi menjabat sebagai Putri Indonesia.

Hal itu diungkapkan Nadine setelah mengikuti acara snorkeling dan diving di Pantai Beras Basah yang berjarak 12 kilometer dari Kota Bontang, Kalimantan Timur, kemarin (12/6). Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2011. “Laut dan snorkeling merupakan hobi aku. Setelah tidak menjabat lagi Putri Indonesia 2010 aku juga bercita-cita mengambil sertifikat untuk diving,” ujar Nadine.

Menurut dia, sertifikat tersebut penting karena sebelum menyelam atau diving, seseorang harus memiliki keahlian khusus serta pengetahuan tentang berbagai prosedur yang dibutuhkan. Selama ini, bertualang di laut bukan hal baru bagi cewek kelahiran Inggris, 20 tahun yang lalu, itu. “Aku masih snorkeling. Belum sampai diving,” katanya. Bersama keluarga, dia kerap mengunjungi berbagai pantai di Indonesia untuk holiday snorkeling.

Karena itu, ketika mengunjungi Pantai Beras Basah bersama Yayasan Puteri Indonesia dan PT Badak LNG, wajah Nadine langsung semringah saat ditawari snorkeling. Tanpa berlama-lama, dia langsung mengambil peralatan dan bergabung dengan tim. ?Luar biasa ternyata Laut Bontang.

Terumbu karangnya banyak. Ikannya juga bebas berkeliaran dan banyak macamnya,? ceritanya.
Jika sudah memiliki sertifikat diving, dia menyatakan bakal semakin bebas menyalurkan hobi menjelajahi seluruh pantai terbaik di Indonesia. ?Aku punya satu daerah yang pengin kucoba, yakni Raja Ampat,? tegas Nadine. (fed/c6/any/jpnn)

Peradin: tak Perlu Izin Presiden

Kasus Dugaan  Korupsi Rahudman Rp13,8 Miliar

MEDAN-Meski dinilai lambat dalam penangan dugaan korupsi penyalahgunaan APBD Kabuapten Tapanuli Selatan tahun 2005 senilai Rp13,8 miliar dengan tersangka Drs Rahudman Harahap, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara (Sumut) mengaku terus berupaya menemukan bukti tambahan. Lembaga hukum itu berjani akan menuntaskan dugaankorupsi yang melibatkan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapsel itu.

“Berdasarkan informasi yang didapat dari Pidsus Kejatisu, hasil dari pemeriksaan yang telah dilakukan terhadap pihak Bank Sumut Padang Sidimpuan, memang ditemukan kejanggalan aliran dana tersebut,” ujar Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH, Minggu (12/6).

Namun saat disinggung berepa item apa saja yang melanggar aturan sehingga timbulnya penyimpangan, Kasi Penkum ini tidak mau menjabarkannya. “Item penyimpangan akan dibuka apabila kasus tersebut akan masuk persidangan. Sejauh ini penyidikan masih jalan terus, hanya untuk pemeriksaan terhadap tersangka Rahudman Harahap masih menunggu izin dari Presiden,” tegas Edi Irsan.

Salah satu item yang diduga bermasalah yakni penyimpangan di pos anggaran Tunjangan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Tapsel 2005. Dari hasil keterangan camat dan kepala desa di Tapsel, aliran dana TPAPD itu tidak sampai ke desa. “Berdasarkan hasil keterangan yang diperoleh dari beberapa saksi saat kita minta keterangan, di Tapsel maka kita menyimpulkan maka dana tersebut tidak sampai ke kecamatan dan desa,” ucap Edi Irsan Tarigan

Dari pemeriksaan tim Pidsus pada Kepala Bagian Keuangan Pemkab Tapsel, kas pemkab masih masih akibat dana tersebut belum dipulangkan. “Kas di Pemkab Tapsel masih kosong hal itu menunjukan adanya indikasi korupsi. Untuk melakukan pemeriksaan terhadap pejabat tersebut, Kejatisu sudah melayangkan surat izin pada presiden,’’ tegas Tarigan

Dalam meminta izin pemeriksaan tersebut, sambung Tarigan, pihaknya juga turut melampirkan lembaran kertas hasil audit BPKP. Sebelumnya Pidsus Kejati Sumut hanya menemukan dugaan korupsi dana TPAPD Tapsel 2005 senilai Rp1,5 miliar. Kasus itu terjadi saat Rahudman menjabat Sekdakab Tapsel.

Namun setelah dilakukan penyelidikan yang mendalam oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) pada 27 Januari 2011, dana yang dikorupsi Rahudman Harahap menjadi membengkak mencapai Rp13,8 miliar yang berasal di pos sekretariat daerah kabupaten (setdakab).

Karena ditemukan adanya penyimpangan anggaran yang melibatkan langsung oleh Rahudman Harahap, dan berdasarkan pengakuan mantan bendahara Kas Setdakab Tapsel Amrin Tambunan, di Pengadilan Negeri Padang Sidimpuan, akhirnya Walikota Medan ini ditetapkan menjadi tersangka oleh Kejatisu pada 26 Oktober 2010.

Tak Perlu Izin Presiden
Walaupun Kejatisu sudah menetapkan tersangka, tapi Kejatisu masih dinilai lamban dalam mengusut tuntas kasus tersebut. Untukitu, Ketua Koordinator Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (Korwil Peradin) Sumut, Bismar P Siregar SH menilai pantas bila Kejatisu menahan tersangkanya. Apalagi Amrin Tambunan, mantan pemegang uang kas Sekretaris Pemkab Tapsel, sudah dituntut 4 tahun 6 bulan penjara dengan denda Rp300 juta, subsider 4 bulan penjara.

“Amrin saja sudah dinyatakan telah terbukti secara sah melakukan tindakan pidana korupsi, melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipir jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana,”ungkap Bismar.
Bismar menjelaskan, Kejatisu tidak perlu lagi menunggu izin dari Presiden untuk menahan Rahudman.

“Berdasarkan Pasal 36 ayat 2 Undang-undang nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah, Kejatisu tidak perlu lagi menunggu izin dari presiden karena waktu 60 hari sudah lewat dalam melakukan penyelidikan, penyidikan serta penahanan. Sudah jelas dalam pasal tersebut, bila persetujuan tertulis Presiden belum ada, kejaksaan  dapat melakukan proses penyelidikan,” ujarnya.

Apabila ini juga tidak dilakukan oleh Kejatisu, diharapkannya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil alih kasus tersebut. “Kalau Kejatisu tidak berani maka diharapkan KPK mengambil alih kasus tersebut,” pintanya.(rud/sal/smg)

Iran Bantu Syria Bantai Warga Sipil

YAYLADAG-Kebrutalan rezim Bashar Al Assad terus berlangsung. Para pengungsi Syria dari Kota Jisr Al Shughour yang berhasil selamat menyeberang ke Turki menceritakan bagaimana tentara pemerintah menembaki warga sipil meski tidak bersenjata. Termasuk  juga, tembakan ke arah ambulans pengangkut korban luka atau tewas.

Tidak mengherankan bahwa jumlah korban tewas sejak demonstrasi anti-Bashar merebak 12 pekan lalu diperkirakan menyentuh angka 1.400. Itu jumlah korban meninggal terbesar dari semua revolusi yang berkobar di kawasan Arab sejak akhir tahun lalu.

Turki juga harus membuka satu lagi kamp pengungsi di Distrik Hatay. Dengan demikian, ada tiga kamp khusus menampung pengungsi Syria di negeri yang kemarin menghelat pemilu itu.
“Mereka (tentara pemerintah) tidak peduli apa yang mereka tembaki. Bahkan, sapi yang mengeluarkan bunyi pun mereka tembak untuk menakut-nakuti kami,” kata Hikmat, 39, warga Jisr Al Shughour, kepada The Guardian yang menemuinya di kamp pengungsian di Hatay.

Hikmat tertembak di kaki. Dia selamat setelah mendapat tumpangan seorang n
warga Jisr Al Shughour lain yang mengendarai sepeda motor. Mereka mesti berkendara menuju perbatasan Turki pada malam hari.

Korban lain, Abu Tahar, 29, seorang sopir ambulas. Dia tertembak di punggung saat berusaha mengangkut korban tembakan membambi buta pasukan pemerintah ke arah demonstran yang berkumpul di taman kota Jisr Al Shughour pada Minggu lalu (5/6). “Peluru beterbangan dari mana saja. Kondisinya benar-benar kacau,” kata Tahal, yang kini dirawat di sebuah rumah sakit di Hatay, Turki.

Saat ini terdapat sekitar 15 ribu tentara pemerintah di Jisr Al Shughour, kota berpenduduk 40 ribu yang kini menjadi “kota hantu”. Sedangkan pengungsi yang telah mencapai wilayah Turki yang berada di utara Syria lebih dari 4 ribu jiwa.

Tidak hanya Turki yang kebanjiran pengungsi dari negeri berpenduduk 22,5 juta jiwa tersebut. Lebanon, negeri tetangga di timur Syria, juga mengalami hal serupa. Sebagian warga Syria juga berusaha melintasi Dataran Tinggi Golan yang diakuisisi Israel sejak Perang 1967.

Itu terjadi karena kebrutalan tentara pemerintah Syria terjadi merata di berbagai penjuru negeri yang beribu kota di Damaskus itu. Tidak hanya di Jisr Al Shughour, tapi juga Daraa, Taltalakh, dan Damaskus.

Sementara itu, Inggris menuding Iran turut mengirim tentara ke Syria untuk membantu rezim Bashar menghajar warga sipil. Tudingan dijustifikasi kesaksian sejumlah pengungsi di Hatay. Salah seorang di antara mereka, Samir, 27, yang bersama sejumlah kawan menangkap dua informan pemerintah.

“Salah seorang di antara mereka (yang ditangkap itu) berjanggut. Padahal, tidak ada seorang pun tentara Syria yang memiliki janggut. Dia juga tidak bisa berbahasa Arab sama sekali,” katanya kepada The Daily Telegraph.

Pekan lalu enam warga Jisr Al Shughour juga bersumpah mendengar pembicaraan dalam bahasa non-Arab dari sejumlah tentara yang bergabung dengan pasukan pemerintah.
“Tidak ada keraguan lagi, Syria pasti dibantu Iran yang menyediakan ’peralatan’ dan memberi tahu cara menghancurkan demonstran,” kata Menteri Luar Negeri Inggris William Hague kepada Sky News.

Belum ada tanggapan dari Iran mengenai tudingan tersebut. Tetapi, yang pasti, Damaskus dan Teheran terkoneksikan oleh faktor Syiah. Iran, sebagaimana diketahui, adalah negeri Syiah terbesar di dunia. Sedangkan rezim penguasa Syria berdarah Alawite, “cabang” dari Syiah.

Di antara 22,5 juta warga Syria, 90 persen adalah muslim. Di antara keseluruhan warga muslim itu, penganut Syiah/Alawite sebenarnya hanya 13 persen dan Sunni 74 persen. Tetapi, kendati minoritas, kaum Syiah/Alawite itu sudah berkuasa sejak 1971 melalui ayah Bashar, Hafez Al Assad.

Dalam perkembangan yang sama, upaya Inggris, Prancis, dan Portugal menekan PBB agar mengeluarkan resolusi mengecam keras kebrutalan Damaskus sekaligus meminta pertanggungjawaban terus membentur tembok.

Itu terjadi karena kuatnya dukungan kepada Syria yang memiliki hubungan dekat dengan Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB. Lebanon yang merupakan wakil kawasan Arab di DK juga dikenal sangat pro-Damaskus. (c4/ttg/jpnn)

Adik Syamsul Arifin Ditangkap Bawa Sabu

Naik Innova, Ilel Tersesat di Dumai

DUMAI-Lelawangsa Bin Hasan alias Ilel (47), warga Jalan Stasiun LK IV No 06 Kecamatan Babalan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diamankan petugas patroli dari kepolisian Dumai di depan Bandara Pinang Kampai di Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Dumai Timur Minggu (12/6), pukul 05.30 WIB. Bersama Ilel, petugas juga mengamankan supir bernama Riki Kulit (40).

Dari Ilel, polisi mengamankan 3 paket narkotika yang diduga sabu-sabu seberat 8,1 gram senilai Rp18 juta yang disimpan di bungkus rokok yang sempat dibuang tersanga pada saat didekati petugas patroli. Saat akan diamankan petugas ke Mapolres Dumai, Ilel mengaku adik kandung Gubernur Sumatra Utara nonaktif, H Syamsul Arifin.

Informasi yang berhasil dihimpun Pekanbaru MX (grup Sumut Pos) di Mapolres Dumai menyebutkan, Minggu pukul 05.00 WIB pada saat pihak kepolisian berpatroli rutin di Jalan Soekarno-Hatta, ada kendaraan mobil Toyota Inova BK 484 TW berputar-putar di daerah tersebut.

Petugas yang curiga lantas mengahampiri mobil tersebut. Namun tersangka berusaha melarikan diri dan membuang sebuah bungkusan rokok.

Petugas yang tidak ingin tersangka melarikan diri lantas melakukan penangkapan tersangka dan mencari barang yang dibuangnya keluar mobil. Saat ditemukan, petugas menemukan tiga paket sabu-sabu di bungkus rokok Sampoerna yang diduga dibuang tersangka. Hingga kemarin malam, petugas Polres Dumai masih memeriksa Ilel dan Riki Kulit.

Kapolres Dumai AKBP Rudi Abdi Kasenda melalui Kasat Narkoba Polres Dumai AKP J Conceicao, membenarkan pihaknya mengamankan tersangka pemilik narkoban
yang mengaku adik kandung Syamsul Arifin.
“Tim penyidik Polres Dumai masih menyidik dan memastikan identitas Ilel dan Riki, serta mencari tahu dari siapa barang tersebut didapat tersangka,” ujar Kasat.

Selain mengamankan sabu sebanyak 8,1 gram pihak kepolisian juga mengamankan 1 unit kaca pirex, 1 unit sumbu obor, 1 mancis, seperangkat alat isap sabu-sabu yang terbuat dari botol minuman kemasan, 1 unit HP Nokia type 1616-2 dan satu unit mobil kijang Inn
ova BK 484 TW.

Hasil penelusuran wartawan Sumut Pos, Ilel diketahui memang adik kandung Syamsul Arifin. Selama ini Ilel diketahui bermukim di Pangkalan Brandan, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat. Selama ini pria yang perawakannya mirip Syamsul Arifin itu dikenal sebagai pemborong, terutama saat Syamsul Arifin menjabat sebagai Bupati Langkat periode 1999-2008. Belum diketahui apa yang dilakukan Ilel di Pekanbaru. (mxk/jpnn)

Bom Beruntun Guncang Pakistan, 39 Tewas

Taliban tak Bertanggung Jawab

PESHAWAR – Banjir darah sepertinya tidak pernah henti mendera Pakistan. Dua ledakan hebat mengguncang Peshawar, barat laut Pakistan, Minggu (12/6). Sedikitnya,  39 orang tewas  dan ratusan lainnya terluka dalam insiden  itu. Taliban  membantah bertanggung jawab terhadap serangan bom  di sebuah pasar yang ramai pengunjung.

Serangan bom  itu menjadi salah satu insiden yang terburuk dan paling mematikan di Pakistan sejak tewasnya pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden di tangan pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (AS)  bulan lalu. Lokasi yang menjadi target serangan berada di Distrik Super Market Khyber. Di lokasi itu, terdapat hotel, pertokoan, dan asrama mahasiswa.

Ledakan yang pertama mengguncang dini hari kemarin. Insiden itu  langsung memancing aksi para penjarah. Sejumlah tim penyelamat segera datang ke lokasi kejadian. Saat lokasi ledakan itu dipenuhi orang, ledakan kedua terjadi beberapa saat kemudian. Kekuatan bom yang kedua jauh lebih hebat dan terdengar hingga radius puluhan kilometer.

“Korban tewas akhirnya berjumlah 39 orang setelah empat orang yang luka parah mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit,” tutur Ijaz Khan, seorang polisi senior setempat, kepada Agence France-Presse. Dia menuturkan  bahwa ledakan kedua terjadi hanya berselang empat menit dari ledakan yang pertama. “Ledakan yang pertama relatif lebih  kecil kekuatannya. Tapi, saat orang-orang berkumpul dan mendekat di sekitar lokasi, ledakan kedua sangat dahsyat,” tambahnya.

Korban tewas termasuk dua wartawan yang bekerja untuk harian berbahasa Inggris, Pakistan Today dan The News. Sejumlah wartawan yang bekerja di Peshawar selama ini  tinggal di kamar-kamar hotel yang berada di atas pertokoan  tersebut. Mereka biasa makan di restoran di sekitar super market.

Ledakan yang diperkirakan dipicu  aksi pelaku bom bunuh diri itu menghancurkan enam toko dan hotel. Potongan jenazah korban berhamburan di lokasi bersama reruntuhan dan perabot hotel.

“Ledakan bom pertama dikontrol pengatur waktu yang dipasang di dalam kamar mandi hotel. Sementara itu, pelaku bom bunuh diri mengendarai sepeda motor dan meledakkan dirinya dekat bangunan sebuah hotel,” kata Shafqat Malik, komandan Unit Penjinak Bom. “Kami menemukan kepala dan bagian tubuh pelaku di lokasi,” tambahnya.

Abdul Hameed Afridi, kepala dokter di rumah sakit Peshawar, membenarkan jumlah korban tewas 39 orang. Selain itu, 108 orang luka-luka, 47 diantaranya menjalani rawat inap.

Tayangan televisi memperlihatkan sejumlah ambulans bergegas ke lokasi setelah ledakan terjadi. Mobil-mobil ambulans itu segera mengevakuasi korban luka dan tewas.

“Saya sedang memarkir mobil di dekat hotel ketika terjadi ledakan yang pertama. Saya bergegas melihat dan mencari tahu sumber ledakan. Tapi, sesaat kemudian, terjadi ledakan dahsyat kedua,” ujar Safiullah Mehsud,  seorang wartawan lokal, kepada AFP.

Mehsud terluka di bagian kepala dan kaki. Dia bertutur tubuhnya sempat terempas ke udara karena ledakannya sangat hebat. Selanjutnya jatuh tak sadarkan diri.  Kelompok militant Taliban, berjanji akan menuntut balas kematian Osama bin Laden, membantah bertanggung jawab atas serangan itu. Mereka menegaskan target serangan Taliban hanya pemerintah dan militer.

“Bukan kami yang melakukan serangan di Peshawar itu. Ini adalah tindakan agen intelijen Barat yang memojokkan kami,” ujar Ehsanullah  Ehsan, juru bicara Tehreek-e-Taliban, melalui telepon. “Kami tak pernah menyerang rakyat tak bersalah. Kami menyerang polisi, pemerintah, dan orang yang bersekutu,” lanjutnya.

Sekitar 4.500 orang tewas di Pakistan dalam serangan yang diduga dilancarkan Taliban. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Pimpinan Al Qaeda Afrika Timur Ditembak Mati

MOGADISHU – Amerika Serika (AS) memuji suksesnya operasi terkait perburuan atas tokoh kelompok militan atau garis keras. Itu terkait dengan tewasnya pimpinan kelompok Al Qaeda Afrika Timur, Fazul Abdullah Mohammed, oleh militer Somalia. Dia merupakan buron paling dicari di Afrika dan otak pengeboman Kedubes AS di Kenya dan Tanzania  pada 1998.

Dalam keterangannya yang diumumkan, Minggu (12/6), pemerintah Somalia menyatakan bahwa Fazul bersama sejumlah militant lain tewas dalam sebuah kontak senjata dengan aparat keamanan di satu pos penjagaan di ibu kota Somalia, Mogadishu, Rabu (8/6) dini hari lalu.

Fazul merupakan tokoh yang paling dicari di Afrika. Saking berbahayanya, AS menghargai kepala Fazul senilai US dolar 5 juta (sekitar Rp42,5 miliar). Dalam serangan yang dilancarkan Fazul dan kawan-kawan terhadap Kedubes AS di Afrika Timur pada 1998 tersebut, 224 orang tewas.

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton langsung merespons kabar kematian Fazul. Dia menegaskan bahwa kematian pria 38 tahun itu adalah pukulan telak bagi Al Qaeda, sekutu militan, dan jaringannya di Afrika Timur.

“(Kematian Fazul) ini adalah akhir dari seorang teroris yang mengakibatkan banyak korban tewas dan melukai pula orang-orang yang tidak bersalah di Nairobi dan Dares Salaam serta wilayah lainnya. Warga Tanzania, Kenya, Somalia, sekaligus personel kedutaan besar kami termasuk korbannya,” tuturnya dari Dares Salaam, Tanzania, di tengah rangkaian lawatannya di Afrika, Minggu (12/6).

Pemerintahan transisi Somali (TFG) kemarin secara resmi mengumumkan kematian Fazul dalam sebuah kontak senjata di sebuah perempatan jalan. “Pasukan keamanan Somalia menembak mati Fazul pada 8 Juni malam. Dia tewas saat petugas melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan yang dicurigai,” jelas juru bicara TFG.

Dua penumpang di dalam mobil pikap, yang dinaiki Fazul, saat itu menolak berhenti. Mereka berusaha lari sambil melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan. Keduanya kemudian ditembak mati. “Salah seorang yang tewas tertembak diidentifikasi sebagai Fazul,” tuturnya seperti dilansir BBC. (afp/rtr/cak/dwi/jpnn)

100 Juta Anak di Dunia Jadi Buruh Kasar

NEW YORK- Lebih dari 100 juta anak-anak di seluruh dunia bekerja di sektor kasar dan berbahaya, beresiko tinggi terluka atau bahkan kematian. Angka itu relatif sangat tinggi.
Berdasarkan laporan Organisasi Pekerja Internasional (ILO) pada hari Menentang Pekerja Anak di Seluruh Dunia, Minggu (12/6), diperkirakan terdapat 115 juta anak yang bekerja sebagai pekerja kasar di dunia. Angka itu setengah dari jumlah keseluruhan pekerja anak di seluruh dunia yang mencapai 215 juta anak.

Direktur Jenderal ILO, Juan Somavia mengatakan, pekerjaan yang dilakukan mulai dari manufaktur hingga pekerjaan berbahaya di pertambangan. Walaupun terdapat perkembangan penting pada beberapa tahun terakhir, tapi jumlah pekerja anak di seluruh dunia, terutama pekerja kasar, masih sangat tinggi.

“Menurunkan angka pekerjaan yang mengancam keselamatan, moral dan kesehatan anak-anak harus menjadi prioritas umum dan mendesak,” katanya seperti dilansir dari CNN.

Menurut data ILO, setiap menitnya, para pekerja kasar anak di seluruh dunia mengalami kecelakaan, sakit, trauma, dan kematian. Angka ini lebih tinggi dibandingkan angka kecelakaan pekerja dewasa di sektor yang sama.

Angka pekerja kasar anak terbesar terdapat di Asia dan Pasifik dengan angka mencapai 5,6 persen dari keseluruhan pekerja anak. Jumlah terbesar kedua terdapat di Amerika Latin, kepulauan Karibia, dan sub-Sahara Afrika, dengan 6,7 sampai 15, 1 persen dari jumlah keseluruhan. (bbs/jpnn)

Otak Pelaku Ditangkap, Tujuh Lagi Buron

MOJOKERTO- Kasus penculikan yang menimpa Frank Alviano (25) dan keluarganya di Desa Mojosulur, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto terkuak. Kemarin (12/6), Polres Mojokerto berhasil menangkap otak pelaku penculikan yang dikabarkan mengaku sebagai orang-orang Densus 88 itu.

Karena rumors itu, Polres Mojokerto menegaskan jika pelaku penculikan bukan Densus 88, melainkan segerombolan debt collector yang memang mengaku Densus 88. Mereka melakukan penculikan diduga terkait kasus penggelapan mobil yang disewa oleh Frank.

Pelakunya delapan orang. Saat ini polisi masih memburu tujuh orang pelaku lainnya. Frank sendiri keberadaannya masih misterius. Hingga kini polisi masih menyelidiki titik-titik yang diperkirakan sebagai lokasi keberadaan penculik beserta Frank.

“Otak pelaku telah ditangkap yakni Sa. Kini ia tengah diperiksa anggota,” kata AKP Effendi Lubis, Kasatreskrim Polres Mojokerto pada sejumlah wartawan ditemui di kantornya, kemarin. Sa, menurut informasi Darmo diketahui bernama Santoso.

Lanjut kasatreskrim, orang ini berasal dari Kecamatan Mojoanyar, dianggap sebagai orang yang mengotaki penculikan Frank dan keluarganya Sabtu (11/6) lalu. Ia ditangkap usai penculik melepaskan istri Frank, Nunik Triastutik (33) dan ketiga anaknya.
Lanjut Effendi, Nunik sendiri telah dimintai keterangan oleh pihaknya.

Dari mulutnya diperoleh informasi, dia dibawa penculik, saat mengantarkan anaknya berangkat sekolah di SDN Menanggal, Kecamatan Mojosari. Persis di depan sekolah, salah seroang dari penculik mendatanginya.

“Lalu saya diberi tahu foto suami saya dan diajak ikut,” katanya ditemui usai diperiksa di Satreskrim Polres Mojokerto, kemarin. (fen/yr/jpnn)

Demokrat Drop, Golkar Naik

Survei LSI Pasca Kasus Nazaruddin di Mata Publik

JAKARTA – Kasus yang membelit Muhammad Nazaruddin memberi implikasi hebat kepada Partai Demokrat. Riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA mengungkap, partai berlambang mercy itu telah terlempar dari puncak klasmen persentase dukungan pemilih terhadap partai. Hal itu terjadi pertama kali sejak Pemilu 2009.

Survei yang dilaksanakan 1-7 Juni 2011 tersebut mencatat, dukungan pemilih terhadap Demokrat tersisa 15,5 persen. Padahal, Februari 2011, atau sebelum kasus Nazaruddin, suara Partai Demokrat masih bertengger di angka 20,5 persen. Artinya, terjadi suara hilang 5 persen.  “Kasus Nazaruddin mempunyai efek rusak luar biasa, suara Demokrat drop karenanya,” ujar pendiri Lingkaran Survei Indonesia Denny JA.

Menurut dia, penurunan signifikan suara Partai Demokrat itu tidak lepas dari persepsi publik yang terbangun atas kasus Nazaruddin belakangan ini.

Pada survei tersebut, LSI juga sengaja mencoba mencari penjelasan apakah kasus Nazaruddin “khususnya dugaan kasus suap sesmenpora- memiliki efek terhadap dukungan pemilih pada Demokrat. Misalnya, terungkap bahwa pemilih yang percaya ada petinggi Demokrat terlibat dalam dugaan kasus korupsi terkait proyek Sea Games, ternyata jauh lebih banyak ketimbang yang tidak percaya. Angkanya, 45,3 persen yang percaya dan 25,1 persen yang tidak percaya.

Pada survei tersebut, tingkat kepercayaan ada petinggi Demokrat yang terlibat juga coba diturunkan dalam kategori sesuai pilihan partai pada Pemilu 2009 lalu. Hasilnya, pemilih Demokrat ternyata juga mayoritas memercayai ada keterlibatan kader partai dalam perkara tersebut. Yaitu, sebanyak 47,4 persen percaya dan hanya 21,1 persen yang tidak percaya.

Lantas siapa yang paling dipercayai terlibat dalam kasus dugaan suap di menpora? pemilih menempatkan Nazaruddin pada posisi teratas. Sebanyak 53,7 persen percaya mantan politisi PPP itu terlibat, dan hanya 19,1 persen yang tidak percaya.

Urutan selanjutnya Andi Mallarangeng. Menpora itu dipercayai 40,2 persen pemilih terlibat, dan 33,5 persen tidak percaya. Sedangkan, Angelina Sondakh yang juga sempat disebut-sebut dipercayai 33,5 persen pemilih ikut terlibat, dan 30,9 persen tidak percaya.

Di sisi lain, masih didasarkan pada hasil survei LSI terakhir, Partai Golkar yang menikmati penurunan suara Demokrat terakhir. Dari sekitar 5 persen suara Demokrat yang hilang, 40 persen diantaranya pindah ke Partai Golkar. Sisanya, sebanyak 9 persen lari ke PDI Perjuangan, sebanyak 12 persen ke partai-partai lain, dan sisanya 39 persen yang masih mengambang. (dyn/bay/jpnn)

Bripka Mardingot Diperiksa Propam

MEDAN- Pasca penggerebekan rumah bandar judi togel di Jalan Jamin Ginting, Berastagi, Sabtu (11/6) lalu, personel Polres Tanah Karo, Bripka Mardingot Manihuruk diperiksa Propam Polres Tanah Karo, diduga membawa tas berisi kupan togel.

“Apabila Bripka Mardingot  benar-benar terlibat, pasti akan kita tindak tegas. Sebab Kapoldasu tidak ingin  anggota terlibat dalam kasus perjudian, “ ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso, Minggu (12/6). (adl/wan)