26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15099

YPSA Siapkan Golden Generation

MEDAN – Pembina Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Medan Buya Drs H Sofyan Raz Ak MM mengatakan, YPSA tidak menyiapkan generasi untuk setahun ke depan. Tetapi, sekolah ini menyiapkan “generasi emas” (golden generation) untuk 20 tahun mendatang.

“Kondisi Medan, Sumatera Utara bahkan Indonesia pada 20 tahun mendatang sangat jauh berbeda. Jika kita hanya menyiapkan generasi hanya untuk setahun ke depan, maka kita akan tertinggal sangat jauh,” katanya dalam bimbingan pada upacara penyambutan siswa baru Tahun Pelajaran (TP) 2011-2012 YPSA serta membuka Pekan Orientasi Sekolah, Senin (11/7).

Hadir dalam upacara itu Ketua Umum dan Ketua Harian YPSA Umi Hj Rahmawaty Sofyan Raz dan Dra Nunuk Priyani MSc. Sedangkan mewakili orangtua siswa di antaranya hadir H Gus Irawan Pasaribu (Dirut PT Bank Sumut).

Dalam upacara itu diwarnai pengalungan tanda pengenal bagi siswa baru secara simbolis mulai TK hingga SMA, pelepasan balon ke udara serta pemberangkatan Mahani Tamimah br Sihombing siswi kelas IX SMP YPSA yang mewakili Sumut dalam OSN bidang biologi Tingkat Nasional di Manado Sulawesi Utara pada 15-20 Juli. “Dalam menghadapi globalisasi, kita sudah siapkan seluruh siswa dalam segala hal. YPSA merupakan satu-satunya sekolah yang mendapat akreditasi dari Cambrige sebagai Sekolah Berstandar Indonesia (SBI) di Sumut,’’ katanya.

Untuk menambah wawasan keilmuan, siswa YPSA juga dikirim ke berbagai negara. Seperti ke Brussel (Belgia), Korea Selatan, Norwegia hingga AS untuk mengikuti kegiatan internasional dalam menambah wawasan berpikir dan kreativitas siswa.

‘’Alhamdulillah, kita berhasil mengutus siswi SMP kita ke OSN Tingkat Nasional di Manado, Sulut untuk pertama kali serta dalan Ujian Nasional (UN) tahun ini, SMP dan SMA kita juara 1 tingkat Kota Medan serta juara 2 tingkat Sumut untuk SMP, karena kelulusan 100 persen,” jelasnya.Siswa baru di YPSA tahun ini, lanjut dia, tidak saja berasal dari Medan, juga ada dari Padang, Pekanbaru, Batam dan Aceh. Bahkan ada 2 siswa-siswi kita berasal dari AS dan Norwegia,”tambahnya. (*/sih)

Milyarder Yamaha Tahap III

Kuli Bangunan dan Karyawan Jamu Raih Rp2 Miliar

Idan (32)  perwakilan  Jawa Barat, terharu. Kepalanya tertunduk menyembunyikan  rasa sukacitanya usai dirinya memecah bola undian gelaran Milyarder Yamaha tahap III, di Balai Sarbini, Jakarta,  tempat berlangsungnya acara tersebut, Sabtu (9/7).

Warga Garut yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bangunan ini mengaku tak pernah bermimpi sebelumnya  untuk meperoleh uang sebesar Rp1 miliyar, hadiah tertinggi  acara itu. Pria kelahiran tahun 1979 ini mengaku membeli spedamotor jenis Mio, tiga bulan lalu, tepatnya 27 April silam.

Selain Idan, yang mendapat kan Rp1 miliar lagi adalah Heri Trimulyanto  (31), perwakilan Jakarta.  Karyawan  pemasaran sebuah  perusahaan jamu nasional ini mengaku  gelisah menyongsong acara puncak penarikan undian tersebut.

”Sebelum pengundian saya tidak bisa tidur. Saat acara berlangsung saya sangat berharap bisa menang walau paling terakhir disebut namanya jadi pemenang. Hadiah ini akan saya gunakan untuk biaya menikah setelah lebaran nanti,” tutur Heri.
General Manager Marketing & Promotion Yamaha Indonesia, Eko Prabowo, mengatakan program Milyarder Yamaha ini merupakan bagian dari CSR (Corporate Social Responsibility) Yamaha.

“Ini adalah bagian dari CSR Yamaha. Konsep event Milyarder Yamaha yang menyediakan sejumlah hadiah menarik dan menggandeng banyak peserta memperlihatkan besarnya kepedulian Yamaha terhadap konsumen. Karena untuk konsumen juga event akbar Yamaha ini diadakan bahkan telah diperpanjang lagi hingga Milyarder Yamaha periode keempat,” jelas Eko.
Sementara, 3 hadiah mobil Avanza diperoleh ,, Nina Febriani, Jakarta. Ana , Purworejo, Jawa Tengah dan Anwar , Palembang.

Sedangkan  pemenang undian gelaran Milyarder Yamaha , dari Perwakilan PT Alpa Scorpii Sumut dan Aceh, Aknes Melisa Leoni Pasaribu , Abdul Rahim, Anggi Habyar dan Surya Darma (Medan),  Ibrahim Aziz, Harbiah dan Yusrizal (Aceh), masih bisa tersenyum puas sebab telah menjadi bagian acara tersebut.

“Kita juga kan dapat, masing- masing kebagian emas 25 gram. Selain itu kita juga merasakan layanan yang memanjakan kita di acara ini. Intinya kita cukup puas dilibatkan pada gelaran ini,” sebut Surya Dharma, pemenang undian Milyarder Yamaha III, asal Perdagangan, Kab Simalungun.

Betty Hutapea, bagian promosi PT Yamaha Alpa Scorpii Sumut-Aceh, menjelaskan peserta dari daerahnya tak ada yang merasakan kekecewaan yang berarti. “Mereka asik-asik saja. Mereka menikmati seluruh acara yang disusun panitia. Berharap untuk menjadi milyarder, semua pasti menginginkannya. Tapi mungkin bukan kali ini keberuntungan itu. Mudah-mudahan kita berharap, tahap empat nanti dari tempat kita ada,” ujar Betty.

Milyarder Yamaha periode ketiga melibatkan 105 peserta grand drawing dari berbagai daerah di Indonesia. Semua peserta mendapatkan hadiah yang ditentukan dalam pengundian. Hadiah utama yang disediakan adalah 1 miliar rupiah masing-masing untuk 2 pemenang yang akan menjadi miliarder baru Yamaha. Di luar hadiah utama tersedia 1 unit mobil Toyota Avanza masing-masing buat 3 pemenang dan 25 gram emas masing-masing untuk 100 orang. (*/jun)

Mobil Hantu

Mobil yang satu ini dijuluki dengan ghost car (mobil hantu). Soalnya mobil ini seluruh bodi-nya ditutupi oleh bahan kaca.

Dibuat pada tahun 1939 oleh General Motors dan perusahaan kimia Rohm dan Haas dengan biaya $ 25.000 dan menjadi mobil transparan pertama, yang dibuat di Amerika.

Mobil tersebut satu-satunya yang terbuat dari bahan kaca dan akan segera dilelang. Diperkirakan akan terjual seharga $ 500.000.(net/jpnn)

Variasikan Kurikulum

SMA WR Supratman 2 Medan Jalan Brigjen Zein Hamid No 33 Medan menerapkan kurikulum nasional sekaligus memvariasikan sistem pendidikannya dengan kurikulum internasional.

Kepala SMA WR Supratman 2 Medan Yong King Hung mengutarakan, dengan melakukan hal ini diyakini semakin meningkatkan mutu pendidikan di sekolah yang berdiri pada 1960 ini. “Muaranya kami akan menuju sekolah bertaraf internasional. Saat ini kami telah mengadakan mata pelajaran yang menggunakan guru dari Inggris untuk mengajar Bahasa Inggris,” terangnya.

Menurut Yong, pihaknya memiliki tiga program yang diterapkan langsung di sekolah tersebut. “Adapun tiga program ini yakni Bahasa Inggris, Laboratorium Bahasa yang langsung di bimbing oleh guru dari Inggris dan Laboratorium Komputer yang sangat memadai baik pengelolaan dan pembimbingan siswa,” katanya.

Sementara itu, sistem pendidikan di WR Supratman 2 Medan ini juga menerapkan Informasi Teknologi, yang saat ini mutlak diperlukan seluruh masyarakat. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan yang lebih kepada siswa tentang komputer, desain dan animasi.
“Kita telah menerapkan pendidikan sesuai silabus yang diharuskan dari dinas pendidikan. Tapi kita juga menambah pengetahuan siswa dengan bekerjasama dengan pihak yang berkompeten di bidang IT ini,” terang Yong.

Dengan tenaga pengajar yang mencapai 26 orang yang semua telah sarjana, pihak sekolah telah merasa siap untuk memberikan kompetensi yang dibutuhkan siswa. “Dari 26 guru empat diantaranya telah S-2, dan empat pula diantara 26 tadi sedang menjalani studi S-2,” paparnya.
Awal berdirinya sekolah WR Supratman ini pada 1960, dan pada 1985 baru terbentuk WR Supratman 1 Medan dan WR Supratman 2 Medan di 1 komplek sekolah di Jalan Asia No 143 Medan.

“Menurut pemerintah, hal ini lebih baik dan efisien, seiring bertambahnya siswa, yang secara otomatis juga menambah kelas di sekolah ini. Dan tepat pada 2002 lalu, yayasan membangun gedung baru untuk WR Supratman 2 Medan di tempat sekarang ini,” jelas Yong. (saz)

Hari Pertama Masuk Sekolah di WR Supratman

Siswa Sudah Efektif Belajar

MEDAN- Tahun Ajaran (TA) 2011/2012 ini, SMA WR Supratman 2 Medan Jalan Brigjen Zein Hamid No 33 Medan menerima 120 siswa baru yang dibagi menjadi tiga rombongan belajar (rombel).
Kepala SMA WR Supratman 2 Medan Yong King Hung menjelaskan, sejak Jumat (8/7) lalu pihaknya sudah menutup pendaftaran.

Karena pendaftar yang datang sudah memenuhi kuota kursi yang ditetapkan di sekolah. “Jadi di sini sistemnya siapa yang lebih cepat mendaftar, maka siswa itu yang berhak bersekolah di sini. Tentunya kami tak mengabaikan spesifikasi-spesifikasi standar yang diperlukan untuk menempuh pendidikan di sekolah ini, seperti nilai UN dan lainnya,” tegasnya, Selasa (12/7).

Yong juga menjelaskan, pihaknya sudah menggelar MOS sejak Senin (11/7) lalu. “Di MOS ini kita memberikan bekal kepada siswa mengenai pengalaman dan pengetahuan tentang wiyata mandala.

Mengenai tata tertib sekolah, cara belajar dengan menggunakan KTSP, tentang penilaian pembelajaran dan sebagainya. Dan MOS ini akan berakhir hari ini (kemarin, red),” tuturnya.
Ia juga berharap, pada MOS yang telah selesai dilaksanakan bagi 120 siswa baru itu, mereka bisa mengenal sekolah dan proses-prosesnya dengan baik.

Pada hari pertama masuk sekolah Senin (11/7) lalu, Yong mengatakan, pihaknya telah menggelar pembelajaran secara efektif. “Efektif belajarnya memang pada les keempat. Karena les pertama hingga ketiga masih dilakukan registrasi dan penyelesaian administrasi bagi siswa kelas XI dan XII,” ujarnya.

Hal ini diterapkan mengingat dalam waktu dekat siswa akan kembali libur panjang pada saat menjelang Ramadan dan Idul Fitri. “Ini mengefektifkan pembelajaran siswa, karena mereka akan libur lagi menjelang bulan puasa dan hari raya nanti. Dengan langsung efektif belajar, kita secara langsung mengefisienkan dan mengefektifkan waktu belajar bagi siswa,” ungkap Yong.(saz)

Pro Titan Dijual, Pemain Pasrah

MEDAN – Pemilik Pro Titan Sihar Sitorus yang baru saja terpilih menjadi komite eksekutif PSSI berencana menjual salah satu klub yang diasuhnya, yakni Pro Titan FC. Kalau ini terealisasi, para pemain mengaku sudah pasrah.

Salah satunya Ghozali Muharam Siregar striker muda Pro Titan musim lalu. Namun Ghozali juga mengaku senang dengan terpilihnya Sihar menjadi anggota Exco PSSI lantaran dia mengetahui, posisi Exco sudah menjadi incaran sang bos sejak lama.  “Itu cita-cita beliau. Dan sudah lama beliau ingin di sana,” beber Ghazali.

Ghozali pasrah jika seandainya Sihar jadi menjual klubnya. Namun, hingga saaat ini dia belum menerima pemberitauan resmi dari manajemen perihal kemungkinan tersebut. “Hingga saat ini, saya belum tahu kabar itu, yang jelas saya tunggu sajalah konfirmasi dari manajemen, seperti apa klub ini. Tapi intinya, saya sebagai pemain siap saja bagaimana konsep klub. Kalau dipertahankan ya terus jalan, meski dengan pemimpin yang baru. Sebab, kami sendiri belum tahu apakah mau dipertahankan atau enggak, info soal itu juga belum ada,” jelasnya.

Dia mengharapkan jika dipimpin oleh orang yang baru, klub hendakanya memiliki visi dan misi yang sama dengan Sihar, yakni fokus dengan pembinaan pemain muda. “Selama ini Pro Titan dikenal dengan pemain-pemain muda, jadi saya berharap apapun keputusan tentang klub nanti, mau disewa atau dibeli ya sosok pimpinan klub yang baru harus sepaham dengan apa yang dibangun Pak Sihar selama ini,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan kiper Pro Titan, Dede Pranata. Dia menjelaskan kehadiran Sihar di Exco diharapkan bisa memajukan sepak bola Indonesia. “Karena selama ini beliau punya keinginan agar sepak bola Indonesia maju, dan semoga beliau bisa mewujudkannya,” tegasnya.

Sihar, menurutnya sangat tepat dengan posisi Exco.  Sihar selama ini diakuinya punya program yang baik untuk sepak bola Indonesia. “Beliau mandiri secara keuangan dalam pengelolaan klub, dan fokus pembinaan pemain-pemain muda di klub, dan sangat care dengan pemain muda. Itu juga bisa dilihat bagaimana pemanfaatan pemain muda di dua klub beliau. Dengan terpilihnya beliau, mudah-mudahan sepak bola kita bisa berubah ke arah yang lebih baik,” tambah Dede.

Menyinggung, profesionalisme Sihar yang bakal melepas klubnya setelah jadi Exco, mantan kiper Persiraja Banda Aceh itu mengatakan, sebagai pemain siapapun pemiliknya, harus siap. “Kalau saya sebagai pemain ya harus profesional, jika kelak mau dijual atau disewakan dengan pemilik baru ya silahkan. Beliau kan ingin netral di Exco,  dengan begitu pemain siap saja selama dipertahankan, tak peduli siapa pemiliknya,” ucapnya.

Dede juga mengatakan belum bisa bicara banyak sebab manajemen belum memberitahukan masa depan klub kepada pemain. “Manajemen belum ada ngomong, ya kita menunggu saja. Kan nanti pasti ada pembicaraan soal ini,” pungkasnya. (ful)

Hervian Soedjono Nyesal Kalau tak Turun

MEDAN-Navigator senior Hervian Soedjono akan meramaikan Medan Rally North Sumatera Championship 2011, 15-17 Juli ini. Bersama Andre Tan, mereka mengandalkan mobil Proton Neo di kelas GR 2.1.

“Ini pasti menjadi lomba yang berkesan dengan persaingan jadi lebih sengit dari pembalap Kota Medan. Mungkin besok kita baru survey lintasan biar lebih mantap waktu lomba nanti,” ucap Ian yang ditemui di Sekretariat Pengprov IMI Sumut Jalan Taruma Nomor 52 Medan, Senin (11/7).

Ian sendiri mengaku tidak asing dengan lintasan yang ada. Bersama Ricardo Gelael dirinya sudah beberapa kali menjajal lintasan Rambung Sialang yang berkarakter high speed itu. Seperti pada World Rally Championship 1997, bahkan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Speed Rally 2007 lalu mereka finish di urutan III overall. Hal itu pun coba diulang bersama GDF Rally Team yang diusung kali ini.

Terhadap persiapan panitia, Ian pun menyampaikan apresiasi yang tinggi. Paska vakumnya kegiatan reli 2010, Medan Rally North Sumatera Championship 2011 pun menjadi angin segar bagi insan otomotif khususnya Kota Medan.

“Untuk reli, Sumut itu paling lengkap lintasannya. Untuk menguji skill, kecepatan, maupun ketahanan mobil. Pembalapnya juga memperlihatkan konsistensi yang cukup baik. Seperti Ijeck, Harun, belakangan ada Dodi dan Dian AP yang juga bagus,” puji Ian. (jul)

Incar Pembalap Berbakat

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Ir Syaiful Bahri menyampaikan apresiasi Pemerintah Kota Medan atas persiapan panitia ‘Medan Rally North Sumatera Championship 2011’ pada rapat koordinasi di Sekretariat Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut) Jalan Taruma Nomor 52 Medan, Senin (11/7).

“Pemerintah Kota Medan menyambut baik pelaksanaan Medan Rally North Sumatera Championship 2011 ini, dalam rangka peringatan HUT ke-421 Kota Medan. Untuk itu Pemko Medan akan mendukung penuh demi terselenggaranya kegiatan sesuai dengan keinginan kita bersama,” ucap Ir Saiful Bahri.

Seperti yang disampaikan Ir Saiful Bahri, Walikota Medan Drs Rahudman Harahap telah menginstruksikan seluruh SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) untuk berkoordinasi dengan instansi terkait. Hal itu untuk memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar sehingga menjadi hiburan bagi warga Kota Medan dan Sumatera Utara umumnya. Juga menjaga nama baik Kota Medan di ajang otomotif nasional.

Sementara itu dalam paparannya Ketua Umum Pelaksana Medan Rally North Sumatera Championship 2011 yang juga Ketua Pengprov IMI Sumut, Ijeck memastikan kesiapan panitia untuk pelaksanaan 15-17 Juli ini. Demikian juga tujuan dari kegiatan sebagai pembinaan bibit pereli muda dari Sumut dan Kota Medan.

“Selain untuk meramaikan peringatan HUT Kota Medan, kita  (Pengprov IMI Sumut) menyambut baik antusias yang diperlihatkan insan otomotif Sumut dan Kota Medan. Dari kegiatan ini kita berharap banyak akan lahirnya pembalap-pembalap berbakat dan itu sudah terlihat,” ucap Ijeck yang ditemui di Sirkuit Cemara Abadi.

Untuk itu lanjutnya, kegiatan yang menerapkan standar nasional ini juga diikuti regulasi untuk seluruh peserta. Pada Special Stages (SS) 1 yang dilaksanakan Jumat (15/7), peserta tidak diperbolehkan menggunakan penerangan tambahan. Balapan malam hari itu pun hanya dilalui dengan mengandalkan lampu pada mobil. Dengan demikian skill pembalap sangat menentukan untuk menaklukkan lintasan sepanjang 7,4 kilometer itu.

Begitu juga pada Slalom Test Eksebition yang digelar di akhir lomba, peserta tidak diperbolehkan mengganti ban dengan ban aspal. “Biar semua peserta bisa ikut dan tidak ada yang diuntungkan.

Kalau tidak pembalap yang punya uang bisa diuntungkan dengan sudut pandang yang lebih jauh. Begitu juga di slalom nanti. Kita wajib pake ban reli. Karena sifatnya juga hiburan kan,” tambahnya.    Data sekretariat panitia, Senin (11/7) tercatat 35 pereli sudah mendaftarkan diri. Jumlah itu dipastikan terus bertambah. (jul)

Mencari Pengganti Nugraha Besoes

JAKARTA-Jabatan Ketua Umum dan Wakil Ketua PSSI sudah didapat. Nama Djohar Arifin Husein didaulat sebagai Ketua PSSI setelah yang bersangkutan menjadi poengumpul suara terbanyak pada kiongres luar biasa PSSI yang berlangsung di Solo, beberapa hari lalu.
Pertanyaannya, siapa yang akan menguisui jabatan sebagai sekeretaris umum yang sebelumnya dijabat Nugraha Besoes selama beberapa puluh tahun.

“Kami inginkan orang yang all out. Orang yang mengerti tentang administrasi, orang yang profesional. Sekjen itu luar biasa berat kerjanya,” kata Djohar Arifin.
Dalam struktur organisasi PSSI, jabatan Sekjen memiliki peran vital karena menjadi mesin penggerak PSSI. Posisi ini sangat vital dalam menentukan arah sepak bola Indonesia. “Semangatnya harus reform. Itu pesan dari mayoritas suara,” ujar Djohar.

Sebelum Kongres Luar Biasa PSSI digelar di Surakarta, akhir pekan lalu, posisi Sekjen PSSI dijabat oleh Nugraha Besoes selama puluhan tahun. Jabatan ini sempat beralih ke tangan Tri Gustoro pada periode PSSI pimpinan Ketua Umum Agum Gumelar, sebelum kembali berpindah tangan ke Nugraha.
Tri Gustoro saat ini masuk dalam kubu perubahan PSSI. Ketika ditanya apakah mungkin Tri menjadi Sekjen lagi, Djohar tidak memberi jawaban pasti. “Tri Gustoro itu komandan organisasi tim sukses kami,” bilang mantan pemain PSMS itu. (net/jpnn)

Turkmenistan Jadi Target

JAKARTA-Ketua Umum terpilih PSSI Djohar Arifin Hussein memanggil Badan Tim Nasional (BTN) pada hari pertama kerja pengurus baru PSSI ini di kantor PSSI Senayan Jakarta, Senin (11/7).
“Saya akan berbicara dengan BTN soal persiapan timnas Pra Piala Dunia (PPD) 2014. Kami akan membahas soal keberangkatan tim berjumlah 20 pemain dan mengingat tim belum menjalani pelatnas,” kata Djohar.

BTN sendiri diwakili Bidang Teknis BTN Iman Arif. Dalam seleksi Pra Piala Dunia, Indonesia akan menghadapi Turkmenistan pada putaran kedua PPD yang leg pertamanya berlangsung pada 23 Juli ini.

Sebelumnya, rencana timnas untuk berangkat ke Turkmenistan sempat mengalami masalah karena tak ada dana sehingga staf tim nasional belum menerima gaji selama empat bulan. Rencana uji coba yang selama ini telah ditetapkan juga batal karena aliran uang tak keluar.

“Pemain timnas akan dipanggil pada tanggal 13 (Juli), mulai berlatih tanggal 14, dan pada tanggal 20 akan berangkat ke Turkmenistan. Tanggal 24 akan bertanding di Turkmenistan dan tanggal 28 akan bertanding di Indonesia,” kata Djohar di kantor PSSI.

PSSI sebenarnya sudah dijanjikan uang dari lima BUMN sebesar Rp9 miliar untuk mendanai timnas. Namun, proses administrasi pencairannya memakan waktu yang cukup lama, sementara waktu persiapan timnas sudah mepet.

Untuk mengatasi hal tersebut, Djohar akan membicarakannya dengan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng. “Kami belum bisa berlatih selama ini karena PSSI (kepengurusan lama) tidak dipercaya pemerintah sehingga dana tidak diterima. Ini akan kami bicarakan dengan Menpora. Sumber dana juga akan ada bantuan dari BUMN. Kemarin tertunda karena kongres belum selesai,” pungkasnya.

Selanjutnya, Djohar akan menggelar rapat pertama komite eksekutif yang dihadiri wakil ketua umum Farid Rahman dan sembilan anggota Exco pada Senin siang. “Rapat garis besarnya menentukan langkah-langkah PSSI ke depan dan program-program yang akan dilaksanakan PSSI,” katanya.
Terkait Liga Primer Indonesia (LPI), Djohar mengatakan, sudah ada kesepakatan dan penyelesaian soal LPI yang akan di bawah kontrol PSSI.

“Kami sudah bicarakan dengan perwakilan FIFA, AFC, dan AFF,” katanya.  Ia juga menegaskan bahwa jadwal kompetisi liga akan tetap berjalan tapi harus menuntaskan dulu formatnya. (bbs/jpnn)