26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15104

Sosialisasi Pendaftaran Parpol Terancam

Tak Ada Anggaran

MEDAN- Hingga saat ini sosialisasi pendaftaran Parpol ke daerah-daerah di Sumut tak kunjung dilakukan. Pasalnya, anggaran untuk melakukan sosialisasi tersebut tak ada. Sementara batas akhir pendaftaran Parpol ditengat hingga 22 Agustus 2011 mendatang.

Permasalahan ini mengemuka saat Kesatuan Pembangunan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Biro Keuangan, Asisten IV dan Bappeda Provinsi Sumut mendatangi Komisi A DPRD Sumut, menggelar rapat dengar pendapat, Senin (11/7).

Kepala Kesbangpolinmas Bukit Tambunan mengungkapkan, UU No 2 Tahun 2011 merupakan revisi UU No 2 Tahun 2008 tentang partai politik. Setiap parpol harus didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk selanjutnya dilakukan verifikasi. “Dan batas akhirnya sudah ditetapkan 22 Agustus 2011 mendatang,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, sambungnya, kepala daerah diminta melakukan sosialisasi UU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota hingga di tingkat kecamatan.
“Namun hingga kini, sosialisasi belum dilakukan karena terkendala keuangan yang belum ada payung hukumnya. UU tersebut, keluar setelah APBD 2011 dibahas, sehingga dana sosialisasi belum ditampung dalam APBD,” jelas Bukit.

Lebih lanjut Bukit menuturkan, pihaknya membutuhkan sekitar Rp800 juta untuk sosialisasi tersebut. Sementara, menurutnya, pihaknya sudah sering melaporkan kepada Plt Sekda mengenai sosialisasi UU tersebut. Namun Plt Sekda selalu mengatakan tidak ada payung hukum untuk itu. “Padahal Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan semua daerah melakukan sosialisasi,” jelasnya.(saz)

Dilindas Truk, Batal Daftar Ulang

LUBUK PAKAM- Kecelakan maut rengut jiwa bapak anak, Biller Manurung (54) dan Maria br Manurung (18), di Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, persisnya di Dusun I, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Senin (11/7), sekira pukul 06.10 WIB.

Peristiwa naas itu, bermula ketika Biller Manurung hendak mengantarkan anaknya mendaftar ulang di Unimed Medan, mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 BK 4472 QM dengan kecepatan tinggi. Setibanya di tempat kejadian,sepeda motor merekabersenggolan dengan sepeda motor lain. Akibat senggolan itu, kedua korban terpental ke badan jalan dan tergilas truk tanki B 9362 DA dari arah yang sama. (btr)

55 Jiwa Tewas Laka Lantas

SERGAI- Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) semester pertama tahun 2011 (Januari-Juni), di Kabupaten Serdang Bedagai, tercatat 184 kasus yang menewaskan 55 orang, dengan kerugian materil Rp534 juta. Hal ini disampaikan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Arif Budiman kepada Sumut Pos, usai memimpin upacara ‘Patuh Toba 2011’, Senin (11/7).

Operasi Patuh Toba yang digelar, kata Kapolres, bertujuan  meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, serta menciptakan situasi kamseltibcar lantas yang kondusif menjelang Idul Fitri 1432 H di wilayah Serdang Bedagai.(mag-15)

Penjaga Kebun Dirampok Tujuh OTK

LANGKAT- Ismanto (32) warga Dusun IV Tanjung Keramat, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, dirampok tujuh orang tak dikenal (OTK), Senin (11/7) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB.

Menurut penjaga kebun karet ini, tujuh kawanan perampok mengenakan penutup wajah (sebo), sehingga tak bisa dikenali. Kawanan ini menggunakan senjata tajam jenis pisau dan parang.
Saat kejadian, ketujuh pelaku menyekap dirinya, istri, mertua dan dua anaknya.  Pelaku berhasil menggasak uang Rp1,5 juta dan emas senilai Rp2,5 juta.(mag1/jok/smg)

Peras Guru, Anggota LSM Ditangkap

LANGKAT- Tiga oknum LSM Perjuangan Hukum dan Politik (PHP), Rusli (43) warga Tanjung Morawa, Deli Serdang, Lili Heriadi Lubis (44), warga Komplek Abdul Hamid, Medan dan Romi Heripanti Nasution (41), warga Jalan Binjai KM 11, Deli Serdang, diamankan Polsek Tanjung Pura dalam kasus pemerasan, Senin (11/7).

Ketiganya ditangkap berdasarkan laporan Jamilah (46), M Nasir (41) dan M Kasim (46), guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, bernomor LP/46/VII/2011/SU/LKT.

Keterangan diperoleh Sumut Pos menyebutkan, peristiwa ini terjadi Jumat (8/7), di sekolah MIN. Mereka datang ke sekolah, berpura-pura bertanya soal penyaluran dana bantuan oprasional sekolah (BOS) dan akhirnya melakukan pemerasan terhadap oknum guru disekolah tersebut. Selama ini, ketiganya sudah sering beraksi dengan cara dan modus serupa. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Pura Iptu Jamal, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan ketiganya. (mag-1)

Murni Memberikan Pengetahuan yang Berguna

SMK Tritech Informatika Medan

Pada Kamis (14/7) mendatang, masa orientasi sekolah alias MOS akan digelar di SMK Tritech Informatika Medan. Namun, akan ada hal yang sangat berbeda pada MOS yang akan diikuti 338 siswa baru di sekolah yang beralamat di Jalan Bhayangkara No 522 Medan tersebut. Pasalnya, tak akan ada praktik-praktik perpeloncoan pada kegiatan tersebut.

Kepala SMK Tritech Informatika Medan Suprianto menjelaskan, pihaknya baru akan menggelar MOS pada 14 Juli 2011 mendatang. “Hari ini (11/7) kita masih melakukan berbagai persiapan menjelang Tahun Ajaran (TA) 2011/2012 ini. Sedangkan besok (hari ini, Red) kita baru melakukan tahap registrasi ulang kepada siswa. Dan pada Rabu (13/7) kita menggelar tes kemampuan siswa serta psikotes,” paparnya.

Nah, sambungnya, pada Kamis (14/7) baru pihaknya menggelar MOS yang dilakukan dengan dua tahap, yakni tahap pertama di sekolah dan tahap kedua dengan melakukan kunjungan ke berbagai instansi yang mendukung pengetahuan siswa baru tentang teknologi.

“Untuk tahap pertama mereka akan mengikuti MOS di sekolah dengan mendapatkan materi kegamaan, berbagai simulasi pendidikan, permainan dan sebagainya. Sedangkan untuk tahap kedua, mereka akan melakukan kunjungan ke berbagai instansi pemerintahan seperti Lantamal, BMG, Pelni, Kavaleri dan PLN,” tutur Suprianto.

Lebih lanjut Suprianto mengutarakan, di beberapa instansi tersebut para siswa baru akan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman tentang teknologi yang sedang berkembang di sana. “Nah, tak ada sama sekali praktik perpeloncoan di sini, kita murni memberikan pengetahuan yang berguna bagi siswa pada awal dia menempuh pendidikannya di SMK Tritech Informatika Medan ini,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, semua ini untuk  menghilangkan persepsi siswa dan masyarakat luas tentang adanya perpeloncoan pada MOS. (saz)

Bela Kakak, Adik Bunuh Abang

SIMALUNGUN- Karena membela sang kakak yang nyaris dipukul pakai gelas, Kodiman Ambarita (23), menikam abang kandungnya Johannes Ambarita (27) hingga tewas di dapur rumahnya, di Dusun Sihaporas Bayu Nagori, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Simalungun, Senin (11/7).

Penikaman sedarah itu, terjadi ditengah kesibukkan mereka mempersiapkan resepsi pernikahan Kodiman dengan seorang gadis asal Bengkulu.

Peristiwa tragis itu, berawal ketika Riana Ambarita (30) sang kakak, menyuruh Johannes Ambarita membantu menggiling bumbu untk persiapan pesta Kodiman yang rencananya digelar, Jumat (15/7).

“Riana marah, lantas Johanes emosi dan nyaris memukul gelas ke kepala Riana. Aksi itu dilihat Kodiman hingga penikaman pun terjadi,” terang Kanit Reskrim Polsek Sidamanik Iptu B Purba, usai mengantar mayat Johanes ke ruang instalasi jenazah RSU Dr Djasamen Saragih, Pematang Siantar.
Informasi pembunuhan sedarah ini, sempat membuat petugas kepolisian kewalahan mencari kronologis kejadian. Pasalnya, keluarga menutupi kejadian tersebut.

Menurut J Ambarita (68), ayah korban sekaligus pelaku pembunuhan, ketika dikonfirmasi sempat mebantah adanya penikaman sedarah tersebut.  Namun Albine Simbolon (33), suami Rina, membenarkan adanya aksi penikaman itu. Menurut Albine, penikaman terjadi saat dia dan istrinya (Riana, red) sedang menggiling cabai di dapur rumah semi permanen milik mertuanya.

Kebetulan, Johannes datang ke dapur untuk minum. Seketika Riana menyuruhnya untuk membantu, namun ditolak Johannes yang sudah lima tahun menganggur itu. Penolakan itupun direspon Riana dengan membentak bahkan menyuruh korban keluar dari rumah tersebut.
Adu mulut tidak terelakkan, bahkan Johanes tiba-tiba hendak memukul kakaknya dengan gelas berisi air minum yang baru diambilnya.

“Bikinlah, bikin. Kau kira aku takut,” cerita Iptu B Purba sesuai keterangan Albine menirukan bahasa istrinya, Riana.
Ternyata, aksi itu terlihat oleh Kodiman yang selama tiga tahun ini merantau ke Bengkulu. Keduanya sempat bertengkar mulut hingga akhirnya Kodiman mendapatkan pisau belati dari atas meja dapur.

Beradu emosi, langsung mengarahkan pisau ke tubuh Johanes hingga tepat mengenai perut bagian kanannya. Saat itu korban sempat diberi pertolongan oleh Albine dan Riana, sedangkan Kodiman didesak menjauh. Tapi  nyawa korban tak dapat diselamatkan.
Kapolsek Sidamanik AKP Delami Soleh, menegaskan, pihaknya sudah mengamankan Kodiman. (mag-5/smg)

EYD

Ejaan ini diresmikan pemakaiannya pada 16 Agustus 1972 oleh Presiden Republik Indonesia. Dengan EYD, ejaan dua bahasa serumpun, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Malaysia, semakin dibakukan.
Contoh Perubahan:

Indonesia    Malaysia
(pra-1972)    (pra-1972)     Sejak 1972
tj                 ch                           c
dj                 j                                j
ch               kh                             kh

Jelang Ramadan, Konsumsi Tepung Terigu Naik 20-30 Persen

Tetap Andalkan Impor

Konsumsi tepung terigu nasional akan naik menjelang Ramadan. Selama 10 tahun terakhir, harga komoditi ini paling stabil, yakni berkisar Rp3.900-4.500 per kilogram (kg).

Ketua Umum Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Fransiscus Welirang mengatakan, harga tepung terigu tidak mengikuti kenaikan harga bahan pangan lain. Selama 10 tahun terakhir, terigu tetap berada pada posisi harga antara Rp3.900-4500 per kg. Terigu cenderung lebih stabil karena semakin banyak pemain baru bermunculan setiap tahun.

“Meskipun konsumsi terigu naik 20-30 persen menjelang puasa, namun harganya tetap damai. Selama 10 tahun terakhir, harga tepung terigu paling stabil di dunia,” jelas Franky, sapaan Fransiscus di Jakarta, kemarin.

Menurut bos Bogasari itu, industri tepung terus tumbuh setiap tahun karena harga terigu lebih murah dari beras. Pembeli tepung terigu juga lebih banyak di daerah (rural) daripada di kota (urban). Karena itu, dalam waktu dekat akan ada pabrik terigu tambahan, yaitu dua pabrik di wilayah Cilegon dan satu di Madura.

“Meskipun tetap mengandalkan impor, pemain baru terus bermunculan. Impor merupakan pilihan masyarakat karena menyangkut selera. Kurang lebih ada 52 importir terigu,” tambahnya.

Konsumsi tepung terigu dalam setahun mencapai 4,6 juta ton. Tahun 2010, impor terigu mencapai 775 ribu ton. 55 persen impor berasal dari Turki. Sisanya dari Srilanka, Belgia dan Australia.

Sementara kuartal I 2011, konsumsi terigu naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “10 persen itu setara dengan 460 ribu ton yang artinya produksi satu pabrik,” imbuh Franky.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2010, total penjualan industri tepung terigu nasional sekitar Rp27 triliun per tahun. Potensi tepung terigu sangat besar karena menghasilkan produk turunan yang sangat banyak.

Terlepas dari itu, soal terigu sejatinya Indonesia tetap bergantung pada impor bahan baku terigu; gandum. Tentunya hal ini juga bergantung dengan harga internasional. Mengakali hal itu Indonesia memiliki alternatif, yakni tepung mocaf.

Tepung ini tak lain adalah tepung yang dihasilkan dari singkong. Karena itulah, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kota Medan mengajak usaha kecil dan menengah (UKM) untuk mengembangkan tepung mocaf sebagai pengganti alternatif tepung terigu yang selama ini digunakan pedagang makanan ringan.

Hal ini selain harga dan pembuatannya murah dibandingkan tepung terigu juga potensial pasar besar mengingat perbedaan harga antara tepung mocaf dengan terigu sekitar Rp1500.

Kepala BKP Kota Medan Eka R Yanti Danil, Senin (4/7) lalu, menyatakan tepung mocaf memiliki prospek pengembangan yang bagus, pertama dilihat dari ketersediaan singkong sebagai bahan baku yang berlimpah sehingga kemungkinan kelangkaan produk dapat dihindari karena tidak tergantung dari impor seperti gandum.

“Kedua harga tepung mocaf relatif lebih murah dibanding dengan harga tepung terigu maupun tepung beras, sehingga biaya pembuatan produk dapat lebih rendah,” ujarnya.

Hal ini tentunya, lanjutnya, memberikan peluang bisnis yang besar bagi pengembang tepung mocaf karena hal ini dapat memberikan keuntunga tersendiri bagi industri pengolahan makanan nasional. “Jenis dan karakteristik yang hampir sama dengan terigu, namun dengan harga yang jauh lebih murah membuat tepung mocaf menjadi pilihan yang sangat menarik,” ujarnya.

Tim Teknis Dewan Ketahanan Pangan Kota Medan, Prof Posman Sibuea, menyatakan tepung Mocaf dikenal sebagai tepung singkong alternatif pengganti terigu. Di mana kata Mocaf sendiri merupakan singkatan dari Modified Cassava Flour yang berarti tepung singkong yang dimodifikasi.

“Tepung Mocaf memiliki karakter yang berbeda dengan tepung ubi kayu biasa dan tapioka, terutama dalam hal derajat viskositas, kemampuan gelasi, daya rehidrasi dan kemudahan melarut yang lebih baik,” ujarnya. (rm/jpnn/ril)

Full Fasilitas, Bebas Banjir

Perumahan Address Cempaka Madani

MEDAN- Perumahan dengan kawasan bebas banjir saat ini menjadi incaran calon konsumen. Pasalnya, kondisi Kota Medan akhir-akhir ini memang rawan banjir.

Untuk menjawab keinginan konsumen, Perumahan Address Cempaka Madani yang berlokasi di Jalan Cempaka Gaperta Ujung Medan ini menawarkan kawasan bebas banjir.  “Lokasi perumahan yang kita tawarkan tanahnya lebih ditinggikan dari wilayah sekitar, tingginya sekitar 1,5 meter,” ujar Staf Tekhnik Amanah property Ahmad.

Dikatakan Ahmad, selain bebas banjir dan akses cepat ke pusat kota, kelebihan lain dari perumahan satu ini adalah lokasi strategis. “Ditambah lagi, kita memberikan bunga rendah dan angsuran ringan,” tambahnya.

Perumahan dengan desain minimalis ini menawarkan beberapa tipe, yakni tipe 45, 56 dan 60. Ketiga tipe ini menyediakan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Sedangkan setiap rumah dalam tipe ini akan diberikan tanah lebih atau kosong yang terletak di depan dan belakang rumah. “Tanah kosong ini disediakan untuk taman,” papar Ahmad.

Untuk tipe 65 harganya dipatok Rp215 juta. Untuk tipe 56 harganya dipatok Rp265,8 juta dan tipe 60 harganya dipatok Rp280,8 juta. Untuk pembayaran rumah di kompleks ini, dapat dipilih cara Tunai keras, dimana calon pembeli cukup membayar booking fee sebesar Rp5 juta dan sisanya dibayar 1 minggu setelah pembayaran booking fee.

Atau, dapat dipilih pembayaran secara tunai bertahap, dengan booking fee 20 persen, uang muka 20 persen dan dibayar 1 minggu setelah Booking Fee dan sisanya dicicil 5 x dalam 5 bulan. Cara terakhir yaitu pembayaran dengan sistem Kredit Melalui Bank (KPR), dimana 80 persen pembayaran kredit melalui bank yang dipilih, seperti BNI Syariah, Bank Syariah Mandiri, BII, Bank Mandiri dan Bank Bumiputera.

“Harga yang ditawarkan ini sudah termasuk Sertifikat Hak Milik (SHM), IMB dan biaya penyambungan PLN dan Air PDAM,” paparnya.
Keunikan dari Perumahan Address Cempaka Madani yang tidak dimiliki perumahan lain pada umumnya, yakni developer bersedia membangun rumah sesuai dengan permintaan dari pembeli.

Kalau untuk fasilitas di kompleks Perumahan Address Cempaka Madani menyediakan fasilitas,  seperti gedung serba guna, juga lapangan bulu tangkis.
“Di dalam kompleks juga kami disediakan cafe sebagai tempat para penghuni berkumpul setelah lelah beraktifitas,” pungkas Ahmad. (mag-9)