26 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15103

Muhammadiyah–PKS Medan Bersinergi Membangun Kota Medan

MEDAN – Pengurus DPD PKS Kota Medan melakukan kunjungan silaturahmi ke PD Muhammadiyah Kota Medan pada (9/7). Rombongan  diterima oleh fungsionaris PD Muhammadiyah. Diantaranya Ketua PD Muhammadiyah Drs Adri Ka dan Sekretaris Umum Muhammad Safii serta pengurus lainnya Ibnu Hajar Harahap, Syahrul Jalal, Ali Rajab Caniago, Kemal Fauzi, Satiman dan Fadhilah.

Sementara Romobongan PKS dipimpin oleh Ketua Umum DPD PKS Medan H. Azhar Arifin Lc dan Sekretaris Umum Abdul Rahim Siregar ST.MT, didampingi dua anggota DPRD Medan yaitu H.Jumadi SPdI sebagai ketua Komisi C DPRD Medan dan Juliadi Siregar SPd.MSi sebagai Anggota Komisi D dan juga ikut pengurus lainnya Abdul Muflih Simanullang, Edi Syam, H Hanafi Ismed, Ahmad Darwis M.Ag.
Ketua DPD PKS Medan H. Azhar Arifin Lc  menyebutkan bahwa kegiatan silaturrahim ini adalah salah satu rogram DPD PKS kota Medan.  Silaturrahim seperti ini  akan rutin dilakukan  mulai dari DPP hingga kordinator lingkungan.

Ketua PD Muhammadiyah menyampaikan  bahwa saat ini PD Muhammadiyah kota Medan memiliki 29 cabang dan 129 ranting, 86 Masjid Taqwa dan 40-an musholla.  ‘’Ini merupakan potensi ummat Islam yang saat ini diamanahkan ummat untuk dikelola oleh Muhammadiyah Kota Medan yang Insya Allah akan di kami  hidupkan, pelihara dan kembangkan,”ujarnya.  Salah satu Wakil Ketua PD Muhammadiyah,  Ibnu Hajar Harahap memberikan beberapa nasehat kepada rombongan PKS.  Sebagai partai dakwah,  ujarnya, PKS  harus mampu memunculkan keteladanan  dalam berpolitik di gedung rakyat.

Suasana Silaturrahim menjadi ajang “reses anggota dewan”, karena beberapa pertanyaan dan saran mayoritas pengurus PD Muhammadiyah Medan ditujukan kepada anggota DPRD Medan. Diantaranya  : perlu adanya alokasi anggaran untuk pembinaan semua agama, juga kepada Ormas Islam seperti Muhammadiyah, perlu dibuatnya perda wakaf untuk kepentingan ummat, disediakannya fasilitas umum/sosial di setiap kecamatan, pemko perlu melakukan revitalisasi terhadap pasar tradisional serta pembatasan terhadap swalayan yang semakin menjamur.

Kemudian,  home industry disekitar sukaramai dan lokasi lain perlu pembinaan dan hasil produksi dipromosikan  ke manca negara,  juga meminta kepada pemerintah Kota Medan serius dalam penertiban ternak kaki empat yang semakin meresahkan  masyarakat. ‘’Mudah-mudahan Muhammadiyah-PKS dapat bersinergi membangun kota Medan dan meminta kepada DPD PKS untuk memberikan informasi tentang peraturan daerah (Perda) dan Pembangunan Kota Medan secara rutin untuk menindaklanjuti silaturrahim ini,”sebut  Ibnu Hajar.

Menyahuti tuntutan dan saran sebagian pengurus PD Muhammadiyah, Ketua Komisi C Jumadi mengungkapkan akan menindaklanjuti tuntutan dan saran ini kepada Walikota Medan.
Sekretaris Umum PKS Medan Abdul Rahim  Siregar diakhir acara   mengharapkan do’a dari keluarga besar Muhammadiyah agar PKS tetap Istiqomah dalam menjalankan agenda dakwah dan keummatan. (*/ari)

Main Layangan di Pantai

Boediono

Wapres Boediono membuka Festival Internasional Pemuda Olahraga Bahari di Pantai Mandalika, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Boediono pun didaulat menerbangkan layang-layang sebagai tanda dimulainya acara, Senin (11/7).

Nah, ternyata Wapres tidak mudah menerbangkan layang-layang putih berukuran 1×1 meter itu. Pak Boed, biasa dia disapa, harus mencoba beberapa kali sebelum layang-layang itu terbang.
Pak Boed tampak didampingi Menpora Andi Malarangeng dan ajudan wapres. Pada percobaan pertama, layang-layang itu terbang sebentar dan mau jatuh.

Ajudan Pak Boed yang berpangkat kolonel TNI AU itu pun turun tangan, mengambil alih tali layang-layang dari tangan atasannya. Setelah stabil, layangan itu diserahkan pada Pak Boed.
Tapi rupanya Pak Boed kurang handal, tak lama setelah diserahkan, layang-layang itu jatuh ke tanah. Penonton pun bergumam kecewa.  (net/jpnn)

Raih Medali Emas di Olimpiade Tunagrahita

Christian Husein Sitompul, anak lelaki dari Ruhut Sitompul dan Anna Rudhiantiana Legawati, merupakan anak yang istimewa. Penyandang tunagrahita ini baru saja mendapatkan medali emas dalam Olimpiade Tunagrahita Dunia yang dilaksanakan pekan lalu di Athena, Yunani.
“Christian kemarin mendapat medali emas dalam olimpiade tunagrahita di Yunani. Dia juara renang,” kata Anna bangga, di Mabes Polri, Senin (11/7).

Pengacara Anna, Hotman Paris Hutapea, mengatakan selama 3,5 tahun Christian tidak pernah dikunjungi ayahnya. Bahkan saat Christian pulang dari Yunani dan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Ruhut tidak menemaninya.
“Anaknya tidak dikunjungi 3,5 tahun. Bahkan saat anaknya pulang dari Yunani dikasih salam sama SBY, dia tidak menemani,” ujar Hotman di tempat yang sama.

Seperti diketahui, pada olimpiade bertitel Special Olympic Athens ini, Indonesia mengirimkan 46 atlet yang diikutsertakan pada 7 cabang olahraga dari 22 cabang olahraga yang diperlombakan. Dalam perlombaan itu, Indonesia meraih 15 emas, 13 perak dan 11 perunggu. (net/bbs/jpnn)

Kawin Lagi, Dilapor ke Polisi

Ruhut Sitompul Mulai Digoyang

JAKARTA- Ruhut Sitampul mulai digoyang. Istri anggota DPR Ruhut Sitompul, Anna Rudhiantiana Legawati, melaporkan suaminya ke Mabes Polri. Didampingi pengacara Hotman Paris, Anna melaporkan keterangan suaminya yang mengaku masih perjaka saat menikah lagi dengan wanita lain. Laporan Anna pun tertulis dalam surat bernomor TBL/259/VII/2011 yang dikeluarkan Bareskrim Mabes Polri.

Anna menceritakan ia dan suaminya telah menikah sejak tahun 1998 di Sydney, Australia. Namun tahun 2008, Ruhut menikah lagi dengan seorang wanita bernama Diana.
“Sehubungan dengan pernikahan dia (Ruhut) yang mengaku masih jejaka yang dulu dibilang kumpul kebo. Dia itu namanya Diana,” ujar Anna.

Namun Anna tidak tahu di mana pernikahan kedua Ruhut dilaksanakan. Ia mengaku baru melaporkan kasus ini ke polisi karena banyak hal yang perlu dipertimbangkan.
Anna juga mengeluhkan suaminya karena sudah 3,5 tahun tidak mengunjungi anaknya. “Anak saya sudah 3,5 tahun tidak ditengok. Terakhir ditengok tahun 2008,” kata Anna, di Mabes Polri, Senin (11/7).

Dalam laporannya Ruhut dijerat pasal berlapis. Yakni Pasal 263 KUHP, ancaman penjara 6 tahun. Pasal 279 KUHP ancaman hukuman 7 tahun, pasal 274 KUHP ancaman hukuman 9 bulan dan 44 PP No 9/1975 tentang UU No174 Perkawinan.

Selain ke Mabes Polri, Anna juga akan melaporkan Ruhut ke Badan Kehormatan (BK) DPR. “Ya, segera akan laporkan ke BK DPR,” ujar Anna. Ruhut sendiri menanggapi laporan itu dengan menyebut sebagai lagu lama.

“Itu lagu lama! Kalau aib orang ngapain kita buka-buka,” kata Ruhut, usai menghadiri pembukaan simposium internasional Mahkamah Konstitusi di Istana Presiden, Senin (11/7).
Politisi yang khas dengan gaya bicara ceplas-ceplos ini menyatakan dirinya hanya menikah sekali. Jadi kabar Anda nikah lagi itu bohong? “Ya bohong, oke ya,” ucap Ruhut. Ruhut mengaku masih perjaka kala menikah dengan wanita bernama Diana.  (net/bbs/jpnn)

Usung Kurikulum Berbasis IT Modern

SMK Tritech Informatika Medan mengusung kurikulum berbasis Informasi Teknologi (IT) Modern. Kurikulum ini merubah cara belajar mengajar yang konvensional menjadi lebih modern yang didukung teknologi ter-up to date.

Pikiran tersebut berangkat dari kemajuan teknologi yang saat ini sangat mudah didapatkan. Lantas, untuk memanfaatkan informasi dan teknologi yang up to date ini, SMK Tritech Informatika Medan mengusung kurikulum dengan basis IT Modern.

IT Modern ini terimplikasi pada sistem pembelajaran hingga tugas-tugas dan ujian siswa. “Tentunya kurikulum ini harus didukung fasilitas internet yang tersedia dari full wifi di tiga lantai sekolah ini,” ujar Kepala SMK Tritech Informatika Medan Suprianto.

Menurut Suprianto, tugas dan ujian siswa sudah dilaksanakan dengan cara ‘by email.’ Jadi soal-soal baik dari tugas harian hingga ujian semester sudah dilakukan secara online. “Untuk memapankan sistem ini, kita sudah menerapkan penggunaan laptop dalam pembelajaran siswa. Jadi siswa melakukan belajar menggunakan laptop,” tuturnya.

Sementara itu, program lain yang dicanangkan untuk mendukung kurikulum tersebut yakni ‘one teacher one laptop.’ Dengan jumlah guru 31 orang yang seluruhnya telah sarjana, dan 4 diantaranya telah S-2 ini mereka telah memiliki laptop dengan persentase 98 persen. Suprianto juga menjelaskan, fasilitas yang disediakan yakni, pembelajaran di kelas menggunakan infokus, seluruh ruang ber-AC dan fasilitas wifi di setiap lantai.  (saz)

Sosialisasi Pendaftaran Parpol Terancam

Tak Ada Anggaran

MEDAN- Hingga saat ini sosialisasi pendaftaran Parpol ke daerah-daerah di Sumut tak kunjung dilakukan. Pasalnya, anggaran untuk melakukan sosialisasi tersebut tak ada. Sementara batas akhir pendaftaran Parpol ditengat hingga 22 Agustus 2011 mendatang.

Permasalahan ini mengemuka saat Kesatuan Pembangunan Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas), Biro Keuangan, Asisten IV dan Bappeda Provinsi Sumut mendatangi Komisi A DPRD Sumut, menggelar rapat dengar pendapat, Senin (11/7).

Kepala Kesbangpolinmas Bukit Tambunan mengungkapkan, UU No 2 Tahun 2011 merupakan revisi UU No 2 Tahun 2008 tentang partai politik. Setiap parpol harus didaftarkan ke Kementrian Hukum dan HAM untuk selanjutnya dilakukan verifikasi. “Dan batas akhirnya sudah ditetapkan 22 Agustus 2011 mendatang,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, sambungnya, kepala daerah diminta melakukan sosialisasi UU di tingkat provinsi dan kabupaten/kota hingga di tingkat kecamatan.
“Namun hingga kini, sosialisasi belum dilakukan karena terkendala keuangan yang belum ada payung hukumnya. UU tersebut, keluar setelah APBD 2011 dibahas, sehingga dana sosialisasi belum ditampung dalam APBD,” jelas Bukit.

Lebih lanjut Bukit menuturkan, pihaknya membutuhkan sekitar Rp800 juta untuk sosialisasi tersebut. Sementara, menurutnya, pihaknya sudah sering melaporkan kepada Plt Sekda mengenai sosialisasi UU tersebut. Namun Plt Sekda selalu mengatakan tidak ada payung hukum untuk itu. “Padahal Kemendagri telah mengeluarkan surat edaran yang menginstruksikan semua daerah melakukan sosialisasi,” jelasnya.(saz)

Dilindas Truk, Batal Daftar Ulang

LUBUK PAKAM- Kecelakan maut rengut jiwa bapak anak, Biller Manurung (54) dan Maria br Manurung (18), di Jalinsum Medan-Tebing Tinggi, persisnya di Dusun I, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Tanjungmorawa, Senin (11/7), sekira pukul 06.10 WIB.

Peristiwa naas itu, bermula ketika Biller Manurung hendak mengantarkan anaknya mendaftar ulang di Unimed Medan, mengendarai sepedamotor Honda Supra X 125 BK 4472 QM dengan kecepatan tinggi. Setibanya di tempat kejadian,sepeda motor merekabersenggolan dengan sepeda motor lain. Akibat senggolan itu, kedua korban terpental ke badan jalan dan tergilas truk tanki B 9362 DA dari arah yang sama. (btr)

55 Jiwa Tewas Laka Lantas

SERGAI- Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) semester pertama tahun 2011 (Januari-Juni), di Kabupaten Serdang Bedagai, tercatat 184 kasus yang menewaskan 55 orang, dengan kerugian materil Rp534 juta. Hal ini disampaikan Kapolres Serdang Bedagai AKBP Arif Budiman kepada Sumut Pos, usai memimpin upacara ‘Patuh Toba 2011’, Senin (11/7).

Operasi Patuh Toba yang digelar, kata Kapolres, bertujuan  meningkatkan kesadaran dan disiplin berlalu lintas, serta menciptakan situasi kamseltibcar lantas yang kondusif menjelang Idul Fitri 1432 H di wilayah Serdang Bedagai.(mag-15)

Penjaga Kebun Dirampok Tujuh OTK

LANGKAT- Ismanto (32) warga Dusun IV Tanjung Keramat, Desa Pangkalan Siata, Kecamatan Pangkalan Susu, dirampok tujuh orang tak dikenal (OTK), Senin (11/7) dini hari, sekira pukul 02.00 WIB.

Menurut penjaga kebun karet ini, tujuh kawanan perampok mengenakan penutup wajah (sebo), sehingga tak bisa dikenali. Kawanan ini menggunakan senjata tajam jenis pisau dan parang.
Saat kejadian, ketujuh pelaku menyekap dirinya, istri, mertua dan dua anaknya.  Pelaku berhasil menggasak uang Rp1,5 juta dan emas senilai Rp2,5 juta.(mag1/jok/smg)

Peras Guru, Anggota LSM Ditangkap

LANGKAT- Tiga oknum LSM Perjuangan Hukum dan Politik (PHP), Rusli (43) warga Tanjung Morawa, Deli Serdang, Lili Heriadi Lubis (44), warga Komplek Abdul Hamid, Medan dan Romi Heripanti Nasution (41), warga Jalan Binjai KM 11, Deli Serdang, diamankan Polsek Tanjung Pura dalam kasus pemerasan, Senin (11/7).

Ketiganya ditangkap berdasarkan laporan Jamilah (46), M Nasir (41) dan M Kasim (46), guru honorer di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kecamatan Tanjung Pura, Langkat, bernomor LP/46/VII/2011/SU/LKT.

Keterangan diperoleh Sumut Pos menyebutkan, peristiwa ini terjadi Jumat (8/7), di sekolah MIN. Mereka datang ke sekolah, berpura-pura bertanya soal penyaluran dana bantuan oprasional sekolah (BOS) dan akhirnya melakukan pemerasan terhadap oknum guru disekolah tersebut. Selama ini, ketiganya sudah sering beraksi dengan cara dan modus serupa. Kanit Reskrim Polsek Tanjung Pura Iptu Jamal, saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan ketiganya. (mag-1)