31 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15134

Poldasu Usut Keterlibatan AKP D

Pemalsuan Pupuk Bersubsidi

MEDAN- Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut tengah melakukan penyidikan atas adanya dugaan keterlibatan dari Koperasi-kopresai Unit Desa (KUD), dalam kaitan dengan pemalsuan pupuk bersubsidi yang dibekuk personel Ditreskrimum Polda Sumut beberapa waktu lalu.

“Kita terus mengembangkan penyidikan terhadap KUD-KUD, terkait itu dengan pendistribusian dan pengambilan bahan baku pupuk itu,” ungkap Kasubdit III/Umum Kompol Andry Setiawan kepada Sumut Pos, Rabu (6/7).

Dijelaskannya, ternyata praktik pemalsuan pupuk urea bersubsidi menjadi non subsidi yang melibatkan tersangka seorang istri oknum Polda Sumut, Sri Wahyuni (SW) tersebut telah beroperasi selama sepuluh tahun.
“Sudah sepuluh tahun. Saat ini kita sedang mendalami pemeriksaan untuk mengetahui asal pupukn
dan distribusikan ke mana,” tambahnya.

Sejauh ini, sambung Andry, para tersangka masih terkesan menutup diri untuk memberikan keterangan sejujurnya sehingga belum diketahui ke mana distribusi pupuk tersebut. Karena itu, penyidik Polda Sumut akan terus berupaya mengorek keterangan dari empat tersangka yang telah ditahan, didukung dengan barang bukti.

“Selain minta keterangan person pihak KUD, untuk lebih tajamnya kita juga akan minta penjelasan dari PT Pupuk Sriwijaya (Pusri),” kata Andry.

Sementara Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID), AKBP MP Nainggolan mengatakan, saat ini penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya keterlibatan suami Sri Wahyuni, yakni AKP D oknum Samapta Polda Sumut. “Masih kita selidiki ada tidaknya keterlibatan AKP D,” tandas Nainggolan.

Sementara itu, seorang sumber du Ditreskrimum Polda Sumut kepada Sumut Pos menuturkan, dalam waktu dekat AKP D yang bertugas di Samapta Poldasu juga akan dimintai keterangannya. Hanya saja, untuk itu perlu izin dari Dir Reskrimum.
“Kalau sudah ada izin, baru akan dimintai keterangan. Namun waktunya belum tahu kapan,” ungkap sumber tersebut.

Diketahui, penyidik Reskrimum Polda Sumut menetapkan Sri Wahyuni (SW) sebagai tersangka kasus pemalsuan (oplos-red) pupuk bersubsidi. Pemilik gudang pupuk UD Tani Jaya tersebut ditahan di sel Mapolda Sumut bersama tiga tersangka lainnya.

Selain SW, penyidik juga menetapkan Akiat (humas gudang), Kasirin (pengawas gudang), dan Riono (penjaga gudang), sebagai tersangka. Keempat tersangka terancam hukuman kurungan di atas lima tahun, karena dijerat pasal berlapis.

Keempat tersangka disangka memproduksi dan atau memperdagangkan barang dan atau jasa yang tidak memenuhi dan atau sesuai standart yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan izin perindustrian sebagaimana dimaksud dalam pasal 60 ayat 1 huruf f UU No 12 tahun 1992 tentang budi daya tanaman atas pasal 62 ayat 1 jo pasal 8 ayat 1 huruf a & e UU No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan atas pasal 24 UU No 5 tahun 1984 tentang perindustrian dan perdagangan gelap sebagaimana dimaksud dalam pasal 378 KUHPidana dan atau penadahan sebagaimana dimaksud dalam pasal 480 jo pasal 55, 56 KUHPidana.(ari)

Polisi Antisipasi Penimbunan Sembako

MEDAN- Jelang bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok diperkirakan bakal melonjak. Karenanya, dikhawatirkan bakal terjadi penimbunan yang dilakukan para spekulan. Karenanya, guna mengantisipasi aksi penimbunan sembako tersebut, Poldasu akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut.

“Dalam waktu dekat kita berkoordinasi dengan Disperindag Sumut untuk antisipasi kemungkinan adanya penimbunan sembako yang dilakukan spekulan serta pengawasan peredaran sembako. Sebab, tak lama lagi umat Muslim akan menjalankan ibadah puasa Ramadan,” kata Kasubid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Rabu (6/7).

Dijelaskannya, tindakan tersebut perlu dilakukan agar ketersediaan serta harga sembako tidak melambung sehingga bisa menimbulkan ketenangan masyarakat, khususnya yang akan menjalani puasa. “Operasi ini setiap tahun dilakukan secara berkelanjutan, yakni Operasi Ketupat,” terang Nainggolan.

Disebutkan, Kepolisian juga akan melakukan razia dengan sasaran sasaran petasan, bahan peledak, minuman keras (miras), tempat prostitusi, hiburan malam, kafe, tempat-tempat keramaian dan lokasi perjalanan atau terminal.

Kepada seluruh Satuan Wilayah (Satwil), Poldasu akan menyurati dan mengimbau untuk melakukan tindakan persuasif berupa pencegahan. Sementara masyarakat juga diimbau turut berperanserta menciptakan situasi Kamtibmas demi keamanan bersama. Sebab, Polisi tentu tak akan bisa melakukan tugas pengamanan, tanpa dibantu masyarakat.

Untuk lebih memopulerkan kebijakan tersebut, lanjut Nainggolan, Kepolisian akan menempelkan brosur ke lokasi-lokasi keramaian supaya masyarakat memahaminya.(ari)

Sepeda Motor Kawan pun Digelapkan

Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga. Sepandai-pandai Ega (18), warga Jalan Setia Budi Medan menggelapkan sepeda motor kawannya, akhirnya tetangkap juga. Tak tanggung-tanggung
tujuh unit sepeda motor milik temannya berhasil digelapkannya. Modusnya sederhana, Ega meminjam sepeda motor milik temannya, lalu melarikannya.

Akhirnya, aksi cowok ABG yang satu ini terbongkar juga. Ega diringkus personel Polsekta Sunggal atas laporan temannya bernama Agus (20), warga Jalan Setia Budi. Dalam laporannya, Agus mengatakan, sepeda motor Supra X 125 miliknya dilarikan Ega. Sebelumnya, Ega meminjamnya kepada Agus. Karena sudah saling kenal, Agus pun mengizinkan Ega meminjam sepeda motor miliknya. Namun, setelah ditunggu selama 2 hari, Ega tidak menampakkan batang hidungnya. Bahkan, saat dijumpai di rumahnya, Ega pun selalu tidak berada di rumah.

Berdasarkan laporan itulah, Polisi dari Mapolsek Sunggal melakukan pengejaran terhadap Ega. Tepatnya Rabu (6/7) siang, sekira pukul 12.15 WIB, Ega diketahui berada di kawasan Jalan Tanjung Selamat, atau yang sering dikatakan Pantai Bokek. Mendapat informasi itu, Polisi langsung bergerak ke kawasan pinggiran sungai yang saban hari banyak dikunjungi anak sekolahan itu.

Ega baru saja memarkirkan sepeda motor Jupiter Z yang dikendarainya, Polisi pun langsung memboyongnya ke Mapolsek Sunggal guna penyelidikan. Dari balik jeruji besi, Ega mengaku sudah menggelapkan sedikitnya tujuh unit sepeda motor milik teman-temannya. “Nggak pernah aku mencuri kereta Bang, caranya pura-pura minjam saja,” ujarnya.

Ega juga mengaku, sepeda motor Agus itu sudah dijualnya kepada kenalanya di kawasan Sembahe. “Ku jual Rp1,5 juta sama kawan ku di Sembahe Bang, nama aslinya nggak tahu aku, tapi sering dipanggil Nangin,” ujar Ega.(mag-7)

Pejabat Eselon III dan IV Dilantik

MEDAN- Sekda Kota Medan Syaiful Safri melantik enam pejabat eslon III dan satu pejabat eselon IV di ruang rapat III kantor Wali Kota Medan, Rabu (6/7) sore. Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Wali Kota Medan Nomor 821.2/1152/K/2011
Ketujuh pejabat yang dilantik tersebut yakni Eddy Utama menjadi Kabid Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Medan, Hendra Ridho Gunawan Siregar menjadi Kabid Pengawasan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah kota Medan.

Hanna Loren Simanjuntak menjadi Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Januari Pane menjadi Sekretaris Korpri Kota Medan, dr Alisyahbana Siregar SP THT menjadi Kabid Rehabilitasi dan Kontruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan, Nirwan SE menjadi Kabid Pendataan dan Penataan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Medan. Sedangkan pejabat esolon IV yang dilantik adalah Linda Mora SSTP menjadi Kasi Pendataan dan Penetapan pada Dinas Pendapatan Daerah Kota Medan.

Sekda Medan Ir Syaiful Bahri mengatakan, mutasi para pejabat merupakan hal yang biasa. Karena mutasi merupakan bagian dari program pembinaan aparatur yang dilakukan secara sistemik, dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi sekaligus mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas menuju sistem pembinaan aparatur pada struktur organisasi secara berkesinambungan. (adl)

Korban Dibunuh karena Berteriak

Rekonstruksi Pembunuhan Bocah Kelas 4 SD

MEDAN- Rekonstruksi pembunuhan Bian Arbaiah Hartati (10), siswi kelas 4 SD warga Jalan Mesjid Pasar IX Tembung, Kamis (16/6) malam lalu, digelar Polsekta Percut Sei Tuan, Rabu (6/7). Rekonstruksikan yang digelar di halaman parkir Mapolsek Percut Sei Tuan itu dipimpin langsung Kanit Reskrim Polsekta Percut Sei Tuan AKP Faidir Chaniago.

Rekontruksi ini sempat diwarnai kericuhan, sebab kelaurga korban hendak memukuli tersangka. Namun dengan sigap polisi melerainya. Sedangkan pengawalan yang dilakukan oleh personel Polsekta Percut Sei Tuan terlihat sangat ekstra ketat guna mengantisipasi tindakan anarkis dari pihak keluarga korban maupun para tetangganya. Peragaan tersebut berlangsung cepat untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari adegan pertama hingga adegan terakhir menceritakan, ayah korban bernama Wasito (51) dan ibunya Ponia (43) sedang mengantar barang dagangannya berupa pakaian kepada konsumen.

Sedangkan korban sedang pakaian di kamar mandi hendak pergi sekolah. Karena mengetahui korban berada sendirian di rumah, maka pelaku masuk dari pintu depan yang tidak dikunci. Kemudian mengacak-ngacak lemari kamar. Karena korban memergokinya, maka pelaku yang takut korban teriak sehingga bisa mengundang warga datang, maka langsung menyekapnya.

Karena korban yang terus memberontak membuat pelaku geram dan akhirnya menghabisi nyawanya dengan cara menikaminya pakai senjata tajam (sajam) sebanyak 7 liang. Setelah tewas, korban diletakan ke dalam kamar mandi dan pelaku langsung kabur sambil menggondol satu unit laptop dan HP.

Wasito dan Ponia yang kembali pulang ke rumah terkejut saat melihat putrinya tergelat di lantai kamar mandi bersimbah darah tak bernyawa. Kemudian dengan suara keras, Ponia berteriak sehingga mengundang warga berdatangan. Setelah itu ayah korban didampingi warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Percut Sei Tuan.

Wasito ayah korban meminta agar pelaku dihukum mati atas perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya. “Saya meminta pelaku dihukum mati saja karena dia sangat kejam melakukan hal tersebut kepada anak saya ini,” ujarnya dengan nada kesal.(mag-7)

Peluang Kerja Tenaga Analis Kesehatan Sangat Besar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut dr Chandra Syafei Sp OG diwakili Kabid Bina Pengembangan SDM Kesehatan drg HW Jauhari MARS mengatakan, peluang kerja untuk tenaga analis kesehatan cukup besar.

Peningkatan peluang kerja untuk tenaga analis kesehatan ini karena permintaan akan jasa  laboratorium klinik sangat besar, kata Kadis Kesehatan Sumut saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji lulusan SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan di Hotel Madani Medan, Selasa (28/6).

Acara pelantikan ini juga dihadiri Kabid Dikmenti Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Dra Hj Latifah Hanum Daulay MSP, Kepala SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan Hj Endang A Siregar SSi MSi, orangtua, staf pengajar, lulusan SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan dan undangan lainnya.

Saat ini, kata Kadis Kesehatan Sumut, ada sebuah tren di masyarakat dimana lebih baik langsung periksa kesehatan di laboratorium. ‘’Ketimbang ke dokter dulu, lalu sang dokter menyuruh ke laboratorium klinik untuk medical chek up,’’ katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, pertumbuhan jumlah laboratorium klinik yang membutuhkan tenaga tenaga analisis kesehatan sebagai tulang punggung di laboratorium klinik. ‘’Hal ini merupakan peluang sekaligus tangan bagi kita untuk menyediakan tenaga analis kesehatan untuk mengisi peluang tersebut,’’ terangnya.

Ia mengingatkan, bekal pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat dikembangkan di lapangan kerja sebagai tenaga analis kesehatan. ‘’Jika ada kemampuan para lulusan dapat melanjutkan ke jenjang akademisi analisis kesehatan atau S-1 Teknik Laboratorium Kesehatan. ‘’Selain bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan, analis kesehatan juga harus mengamalkan kode etik, moral dan spiritual yang teguh,’’ ujarnya.

Secara khusus, Kadis Kesehatan Sumut mengucapkan terima kasih kepada ketua pembina, pengurus Yayasan Bunaya beserta kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan atas jasa-jasanya membantu pemerintah dalam upaya penyediaan tenaga analis kesehatan untuk pembangunan kesehatan.

Kepala SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan Hj Endang A Siregar SSi MSi mengatakan pelantikan 99 lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika terdiri dari 17 orang laki-laki dan 82 orang perempuan. Dalam acara ini, Endang menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan Dinas Kesehatan Sumut, Dinas Pendidikan Sumut dan Dinas Pendidikan Kota Medan dalam membenahi dan membangun sekolah yang dipimpinnya.

Endang juga menyampaikan ucapan selamat kepada orangtua para lulusan dimana anaknya telah dilantik dan diambil sumpah sebagai analis kesehatan.

Kepada SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan lepas anak didiknya disertai doa semoga dapat meraih kesuksesan dan tetap mengingat SMK Analis Kesehatan Dharma Analitika Medan. (*)

Kartu As Murah Bagi Pelanggan, Untung Bagi Pedagang

MEDAN – Karena  berbagai kelebihan  yang dimilikinya,  produk Telkomsel   tetap menjadi  pilihan utama pelanggan.  Tidak hanya karena  tarifnya yang murah, tetapi juga karena kualitas jaringan yang dapat diandalkan. Selain itu, Telkomsel  penuh inovatif menawarkan program – program yang memberi kemudahan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk produk  kartu AS  misalnya. Pelanggan dapat menikmati tarif paling murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama. Ditambah,  gratis SMS  seharian serta gratis facebook & chatting. Dimana cara menikmati gratis facebook & chatting selama satu minggu cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi gratis facebook dan chatting selama 7 hari.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan produk Telkomsel, tentu  tidak hanya menguntungkan pelanggan. Tetapi  pastinya juga memberikan berkah tersendiri bagi pedagang produk Telkomsel. Seperti  diakui Arbi pemilik Rizky Cellular yang terletak di Jalan Bromo Kecamatan Medan Denai. Selama 5 tahun membuka usaha ponsel, Arbi merasa cukup nyaman  kerjasama dengan Telkomsel.

Dikatakannya, sangat mudah menjual produk Telkomsel karena masyarakat telah mengetahui kelebihan yang dimiliki  Telkomsel. Omzet yang didapat Arbi per harinya kontribusi terbesar dari produk Telkomsel. Terutama dari kartu AS. Menurutnya, minat masyarakat terhadap produk Telkomsel khususnya Kartu AS sangat bagus. ‘’Karena menurut pelanggan fasilitas yang diberikan Kartu AS dengan berbagai Paket yang disediakan sesuai kebutuhan.  Harga paket juga sangat terjangkau,”ujarnya ketika ditemui Sumut Pos.

Harga nominal perdana kartu AS, lanjut Arbi lebih murah. Harga voucher produk Telkomsel juga lebih murah dibandingkan yang lain. Sebagai pedagang, Arbi juga merasa wajib menguasai produk yang dijualnya. Biasanya bila ada  pelanggan bertanya cara mengaktifkan paket yang diinginkan, Arbi  akan menerangkannya.

Juli Ramadhani, salah seorang pelanggan yang ditemui saat membeli pulsa di Rizky Cellular mengatakan, memilih produk Telkomsel karena mayoritas orang yang dikenalnya  menggunakan Telkomsel. ‘’ Telkomsel juga memiliki paket murah untuk sesama pengguna Telkomsel,”ujarnya.
Alasan lain, lanjut Juli karena kemudahan akses dalam mencari sinyal. Bahkan saat berada di daerah sekalipun masih dapat berkomunikasi.

‘’Saya menggunakan tarif murah kartu AS yaitu paket Jagoan Serbu SMS dan telepon sepuasnya. Paket ini saya gunakan untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat, saudara, urusan kerjaan dan sebagainya,”tuturnya.

Kembali ke Arbi, dikatakannya, keuntungan lain menjual produk Telkomsel, dapat mengikuti program Registrasi Perdana atau Redcom. Dimana pemilik outlet dalam menukar poin berhadiah laptop, ponsel, voucher M-Kios hingga sepeda motor.

Terhadap mitra outlet, Telkomsel memang tak pernah berhenti memberikan apresiasi. Seperti lewat program yang baru diluncurkan dalam rangka pencapaian 100 juta pelanggan yang juga bertepatan dengan genapnya usia yang ke-16 tahun.  Telkomsel menggelar program “Outlet Merah Mandiri” (OMM) bagi para pemilik outlet.

Mengusung konsep bina wirausaha, Telkomsel siap membina 1.000 pengusaha kecil tersebut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial Telkomsel, yang disinergikan dengan upaya untuk mempertahankan dan meningkatan daya saing Telkomsel. Konsep pemberian modal berfokus pada outlet yang berusia 6 – 12 bulan.  (*/sih/mag – 9)

PLN Kit SBU Salurkan Dana P3L Rp442,7 Juta

PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kit SBU), sampai dengan triwulan II pada 2011, telah menyalurkan dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L/CSR) sebesar Rp442.700.000.

Daerah yang menjadi alokasi penyaluran dana tersebut meliputi Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Propinsi Riau. Ketua Tim P3L PT PLN (Persero) Kit SBU Gunawan Sidabalok, mengungkapkan, luasnya daerah penyaluran tersebut karena meliputi wilayah operasional PLN Kit SBU. “Di Aceh, ada PLTD Lueng Bata, di Propinsi Riau ada PLTA Koto Panjang dan PLTG Teluk Lembu dan beberapa pembangkit di Sumatera Utara,” katanya di Medan, Selasa (5/7).

Menurut Gunawan, secara umum, penyaluran dana P3L bersifat hibah dan diberikan kepada masyarakat sekitar wilayah pengelolaan PLN Kit SBU dalam bentuk bantuan seperti korban bencana alam yang terjadi di Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara, pendidikan, pelatihan, sarana, prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan serta sunatan masal pada 28 Juni 2011 bekerjasama dengan Persatuan Ibu (PI) PLN Kit SBU.

“Ini sesuai dengan visi P3L, yaitu, terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat di sekitar kegiatan PLN sehingga kondisi tersebut akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat, serta misi berupa membantu pengembangan kemampuan masyarakat di sekitar kegiatan PLN agar dapat berperan dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat akan mampu,” ujarnya.

Dan berbicara tentang P3L, lanjutnya, ada empat komponen yang menjadi fokus PLN dalam  penyalurannya. Yaitu, Community Relation, Community Service, Community Empowering dan Pelestarian Alam,” kata Gunawan.

Community Relation, berupa kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.Tujuannya, meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah, agar terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing pihak, baik masyarakat lokal, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.

Community Services, berupa program bantuan yang diberikan berkaitan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Tujuannya, mengantisipasi timbulnya kecemburuan sosial di masyarakat, dengan harapan mampu menciptakan suasana yang kondusif antara masyarakat, pemerintah dan korporat.

Community Empowering, merupakan program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya, sehingga masyarakat menjadi berdaya dan memiliki kemampuan berkembang ke arah yang positif.

Pelestarian alam, bertujuan menciptakan pelestarian alam sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat kegiatan manusia. Khusus pada pelestarian alam, program ini sudah dilaksanakan setiap tahun sejak beberapa tahun yang lalu.

Misalnya, Program penanaman pohon tahun 2008, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pohon 2009 dan Gerakan Penghijauan Satu Orang Satu Pohon (one man one tree) 2009, Program penghijauan bersama masyarakat untuk kelestarian sekitar Danau Toba tahun 2010 dan 2011.  Sebagai bukti dari program penghijauan ini dapat dilihat di Jalan Bunga Rampai Raya, Lingkungan IV, Kelurahan Simalingkar B Kebun Binatang Medan.  (*/ila)

Nexian Promo Murah

Millennium Gadget Expo 2011
Plaza Millennium, 5 Juli – 10 Juli 2011

MEDAN- Millenium Gadget Expo 2011 yang diselenggarakan Plaza Millennium  menawarkan promo murah untuk semua produk handphone yang digemari oleh masyarakat. Salah satu produk yang bisa didapat pengunjung dengan harga special yaitu Nexian.
Lebih dari 3 produknya ditawarkan dengan potongan harga dari harga normal. “Persedian barang selalu kita usahakan.  Ini kan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” ujar Manajer Markom Nexian Regional Sumut, Roy Ramadhan.

Nexian untuk type Crayon mendapatkan potongan harga menjadi Rp189 ribu dari harga normal Rp255 ribu. Nexian Dinamite, dari harga normal Rp320 ribu menjadi Rp289 ribu. Sedangkan untuk Nexian type 868 dari harga normal Rp599 ribu menjadi Rp549 ribu. Selain mendapatkan potongan harga, para pengunjung yang membeli produk Nexian akan mendapatkan kartu perdana gratis dari Indosat, dan mendapatkan hadiah eksklusif dari Indosat.

Harga murah yang diberikan oleh Nexian memberikan bukti bahwa Nexian sebagai produk teknologi, tetap dapat menjangkau pelanggannya dari berbagai kalangan.  Pada pameran ini, Nexian juga akan mengeluarkan produk Tab.  “Ada kemungkinan produk Tab akan kita keluarkan pada pameran ini,” lanjut Roy. Selain itu, sebagai bukti Nexian peduli pada pelanggannya, Nexian juga memberikan produknya untuk acara amal yang diselenggarakan di pamerna ini. “Hasil lelang untuk amal, jadi ini sebagai bukti kita peduli pada sesama,” tutur Roy.

Setiap harinya, Millennium Gadget Expo 2011 ini  mengadakan lelang handphone murah. Sekitar 2 atau 3 handphone yang dilelang, didapat dari para peserta pameran, dan biasanya lelang ini diadakan setiap pukul 17.00 wib dan 19.00 wib dengan harga pembuka yaitu Rp5 ribu. “Setiap harinya 2 handphone yang akan kita lelang  untuk masyarakat, hasil lelang akan disumbangkan untuk panti asuhan,” ujar Marketing Manager Plaza Millenium, Machruzar.

Agenda tahunan dari Plaza Millenium ini juga memberikan kemudahan bagi para pengunjung. Selain akan mendapatkan harga murah, pengunjung yang berbelanja juga akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan 3 buah BlackBerry, puluhan Handphone dan grand price sepeda motor. Caranya para pengunjung hanya menukarkan struk belanja dan mendapatkan formulir undian. selain mendapatkan formulir untuk undian, para pengunjung yang berbelanja juga akan mendapatkan minuman ringan yang dapat diperoleh di stand informasi. (mag-9)

Upaya Peningkatan Kualitas Outbond

AELI Sumut Terbentuk

MEDAN – Maraknya pertumbuhan provider kegiatan alam terbuka (outbond) adalah bukti besarnya potensi pariwisata di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini merupakan modal untuk menghadapi persaingan bebas di era globalisasi 2014 mendatang.

Demikian disampaikan General Manager Kampoeng Stakoetoe Outbond Desa Salam Tani, Kuta Tualah Pancur Batu, Ali Wardana Ginting. Untuk itu peran Asosiasi Experiental Learning Indonesia (AELI) Sumut sangat menentukan keberhasilan kegiatan di masing-masing provider outbond yang ada.

“Kampoeng Stakoetoe Outbond sangat menyambut baik kehadiran AELI Sumut di bawah kepemimpinan Drs Ilham Prasetyo MSi. Mengingat kegiatan outbond berhubungan dengan ketahanan bangsa Indonesia dalam menyambut era persaingan bebas 2014 nanti,” ucap Ali kepada Sumut Pos, Senin (4/7).

AELI lanjutnya dapat menjadi acuan dalam peningkatan kualitas personal dan institusi penyelenggara outbond melalui pelatihan dan standarisasi yang dibuat.
Dengan demikian tujuan dari pelatihan yang dilaksanakan dapat dicapai maksimal. Selain itu juga terbentuk satu kesatuan dalam memanfaatkan potensi alam secara maksimal.

Ketua AELI Sumut Periode 2011-2013 Drs Ilham Prasetyo MSi mengatakan ada tiga tataran dari pelaksanaan outbond. Selain sebagai unsur rekreasi, development, outbond juga mengandung unsur terapi. “Development dalam hal ini adalah pengembangan pola pikir positif melalui pemahaman-pemahaman terhadap unsure organisasi, team building, leadership, dan materi pengembangan organisasi,” jelasnya.

Terapi dalam outbond lanjutnya menyangkut permasalahan di organisasi baik personal seperti kecanduan narkoba dan penyakit kejiwaan yang menyertai seperti kelptomania maupun phobia. “Itu kita sebut terapi organisasi,” ucap Ilham yang juga koordinator fasilitator Kampoeng Stakoetoe Outbond ini.

Masih Ilham, AELI yang berada dibawah naungan Dinas Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Direktorat Standarisasi nantinya akan mengeluarkan Rencana Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKN) sebagai acuan bagi pelaksana outbond.

Drs Ilham Prasetyo MSi dipilih sebagai Ketua AELI Sumut pada musyawarah yang digelar di Kampoeng Stakoetoe Outbond, 24 Juni 2011. Musyawarah yang diikuti 16 provider outbond ini juga dihadiri Sekretaris AELI Pusat, Ega Fernando.

Selain Drs Ilham Prasetyo MSi sebagai Ketua juga dipilih Sekretaris yaitu Demang dari Quantum Outbond dan Bendara yaitu Prana Surya dari True North Outbond.  (*/jul)