31.8 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 15135

Jangan Asal Pilih Perguruan Tinggi

Sejak diumumkannya hasil Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat pada 16 Mei 2011 lalu, tentunya bagi siswa yang dinyatakan lulus telah memiliki progres untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dan biasanya, prioritas utama adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Lantas, jika tak lulus di PTN, maka Perguruan Tinggi Swasta (PTS) menjadi alternatif. Bagaimana cara memilih PTS yang baik? Berikut wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly dengan Direktur Politeknik MBP Tenang Malem Tarigan, Senin (6/6).

Apa sikap yang harus diambil calon mahasiswa jika tak lulus di PTN?
Tentunya untuk bisa lulus di PTN saat ini cukup berat, mengingat dari daya tampung PTN di Sumut seperti USU, Unimed dan IAIN sangat terbatas. Sementara jumlah calon mahasiswa yang mendaftar di USU dan Unimed saja pada 2011 ini mencapai 50 ribu orang lebih. Sementara, daya tampung PTN tersebut diprediksi hanya 10 ribu orang lebih. Dan itu sudah termasuk program D-3 dan Ekstensi.

Nah, tentunya, mereka yang tak lulus di PTN ini pasti memilih PTS untuk melanjutkan pendidikannya sesuai jurusannya masing-masing. Atau bahkan ada yang memilih untuk menganggur atau langsung bekerja.
Untuk memilih PTS yang dituju, calon mahasiswa harus jeli dan tak terburu-buru untuk memutuskan. Mereka harus berani meninjau kampus yang dituju, baik mengenai lokasi, sarana dan prasarana yang demiliki serta staf pengajar dan kurikulum. Mereka juga harus mengetahui statusnya, beasiswa baik dari pemerintah, yayasan maupun dari swasta baik dari dalam negeri juga luar negeri.

Kita lihat, banyak PTS yang menawarkan bonus atau iming-iming untuk menggaet calon mahasiswa. Apa pendapat Anda?
Sebaiknya mereka jangan terpengaruh dengan iming-iming tersebut. Seperti menawarkan sebuah laptop atau komputer pada saat mendaftar. Sebagai calon pemimpin di masa mendatang, calon mahasiswa harus jeli berpikir dan bertindak mengapa PTS bersangkutan berani memberikan hadiah seperti itu dan dari sisi mana PTS tersebut mampu memberikan hadiah yang dapat menggiurkan calon mahasiswa itu.
Pemberian hadiah yang di lakukan PTS seperti itu perlu dikaji dan dipertanyakan dan itu sama saja seperti janji-janji layaknya seorang calon bupati, walikota dan gubernur. Setelah menang dan duduk menjadi kepala daerah, semua janji-janji itu dilupakan dan hilang begitu saja.

Hal apa lagi yang perlu ditinjau calon mahasiswa untuk memilih PTS yang tepat?
Mereka hendaknya tak terpengaruh dengan iklan-iklan atau isi brosur serta spanduk-spanduk yang dipajang di jalan-jalan. Karena itu hanyalah sebagai iklan, tapi kenyataan di lapangan atau di bangku perkuliahan tak sesuai dengan isi brosurnya dan ini sudah merugikan calon mahasiswa.

Selain itu, calon mahasiswa juga harus bisa memutuskan untuk tak memilih PTS yang membuka cabang di beberapa daerah. Karena Koordiantor Kopertis I Sumut-NAD tak pernah merekomendasikan PTS untuk membuka cabang di daerah. Kopertis I menganggap PTS yang membuka cabang di daerah, dianggap sebagai penipuan karena sistim perkuliahannya di anggap main-main. Dan PTS di cabang itu tak memiliki sarana dan prasarana yang memadai seperti perpustakaan dan gedung perkuliahannya juga disewa atau PTS tersebut tak memiliki gedung sendiri.

Apakah ada tips-tips lain dalam memilih PTS yang bermutu?
Tentu ada, seperti memilih PTS yang memiliki izin dari Mendiknas atau pilihlah PTS yang benar-benar perguruan tinggi dan bukan asal-asal perguruan tinggi. PTS yang dipilih haruslah memiliki sarana dan prasarana pendukung yang memadai seperti perpustakaan yang lengkap. Calon mahasiswa juga harus memilih PTS yang telah terakreditasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Berlokasi sangat startegis dan dapat dilalui oleh angkutan kota. Staf pengajarnya lulusan S1, S2 dan S3. Memiliki kampus sendiri dan lokasi parkir yang luas dan asri. Serta pilihlah PTS yang memiliki kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi di dalam dan di luar negeri. Jangan memilih PTS yang di buka di cabang-cabang.

Karena itu, calon mahasiswa harus meninjau ke lokasi kampus, atau bisa bertanya panjang lebar di Kopertis I Jalan Setia Budi Medan. (*)

Menuju Penjaminan Mutu

Pada 16 Mei 2005 lalu Pemerintah RI melalui PP Nomor 19 Tahun 2005 telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan (SNP). SNP ini meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian pendidikan.

Pembantu Direktur 1 Politeknik MBP Mardaus Purba ST SE menjelaskan, SNP dimaksudkan untuk memacu pengelola pendidikan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu. “Selain itu, SNP juga dimaksudkan untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pendidikan di Indonesia. SNP yang ditetapkan pemerintah tersebut hanya merupakan satandar minimal bagi pendidikan di Indonesia termasuk Perguruan Tinggi,” ungkapnya.

Politeknik MBP, menurut Mardaus kini melaju dengan pesat. “Dengan mengasuh 16 program studi, Politeknik MBP juga memiliki manajemen dan organisasi yang dimotori tenaga-tenaga profesional dan mumpuni. Hal ini juga dikombinasikan dengan tenaga muda dan energik yang menjadikan Politeknik MBP sebagai basis pengetahuan praktis di jajaran Kota Medan,” jelasnya.

Dengan visi menjadi Perguruan Tinggi Vokasi Unggulan di Sumut 2020 mendatang, hal ini telah dimulai dari pengakuan publik melalui akreditasi program studi oleh BAN PT sejak 2005. “Untuk mencapai visi tersebut Politeknik MBP, kini mulai bergerak ke arah penjaminan mutu yang sesungguhnya. Dengan mahasiswa dari berbagai suku, agama sosial ekonomi yang heterogen menyebabkan suasana kehidupan kampus penuh dinamika yang menambah suasana kehidupan bermasyarkat yang sebenarnya,” ujar Mardaus.

Konsep penjaminan mutu pendidikan tinggi Indonseia terbagi tiga tingkatan. Yakni, Akreditasi, Penjaminan Mutu dan ISO. “Akreditasi berfungsi untuk mengontrol dan mengaudit mutu perguruan tinggi secara eksternal. Meskipun tak wajib, tapi komitmen manajemen Politeknik MBP untuk memberikan jaminan mutu yang terbaik, maka program ini tetap dijalankan,” terang Mardaus lagi.

Melalui program ini, lanjutnya, lebih dari separuh program studi yang dikelola telah terakreditasi dan sebagian sedang dalam proses akreditasi yang akan segera diperoleh hasilnya. (saz)

Skutik Serba Lapang

Honda Spacy Helm In Diluncurkan

Setelah menuai sukses lewat motor matic Beat dan Scoopy, Honda kembali memuaskan masyarakat dengan teknologi elegan modern pada Honda Spacy Helm In. Peluncuran yang dirangkai berbagai hiburan di Plaza Medan Fair, Minggu (5/6) pun disambut antusias masyarakat Kota Medan.

“Kami optimis Spacy dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Karena selain memiliki kelapangan dengan fitur Helm In pada bagasi super lega, Spacy juga menawarkan kenyamanan berkendara. Sangat cocok untuk pasangan muda juga keluarga,” ucap Arifin Posmadi sebagai General Manager CV Indako Trading Co yang merupakan main dealer Honda di Wilayah Sumatera Utara.

Honda Spacy Hel In sendiri merupakan skutik pertama Honda yang menawarkan kelapangan. Bagasi lega berkapasitas total 18 liter yang dimiliki dapat digunakan untuk menyimpan barang-barang termasuk helm full face. Begitu juga ruang lantai tempat kaki yang lega serta desain tempat duduk yang ergonomis, membuat posisi berkendaraan baik untuk sendiri ataupun berboncengan lebih nyaman.

Tidak hanya itu, motor skutik terbaru dari Honda ini juga dilengkapi dengan tangki bahan bakar terbesar di kelasnya. Dengan volume lima liter, pembawa pengendara dapat menempuh perjalanan jauh tanpa harus mengisi bahan bakar berulang kali. “Dari riset yang kita lakukan, model ini dikembangkan dari kecenderungan pengendara sepedamotor yang suka membawa barang berlebih yang tidak dapat ditampung di bagasi. Begitu juga tangki bahan bakar yang lebih besar sehingga tidak perlu bolak-balik mengisi bahan bakar,” jelas Marketing Manager CV Indako Trading Co, Leo Wijaya.

Honda Spacy Helm In juga dilengkapi dengan mesin berkapasitas 110cc berpendingin udara serta beberapa fitur keselamatan. Seperti standar samping otomatis (Side Stand Switch) yang membuat mesin tidak dapat dinyalakan dalam posisi turun, Automatic Headline On (AHO) sesuai peraturan pemerintah. Juga Brake Lock yang berfungsi mencegah sepedamotor meloncat saat dinyalakan. Masih ada beberapa fitur unggulan seperti Auto Secure Key Shutter, pengaman kunci bermagnet otomatis dan Autochoke untuk memudahkan penghidupan mesin tanpa harus menggeser tuas secara manual.

Dengan berbagai teknologi yang ditawarkan, tak heran peluncuran Honda Spacy Helm In ini mendapat antusias dari masyarakat. Hingga pukul 16.00 WIB, sudah tercatat 210 unit berhasil terjual. Hal itu melanjutkan peningkatan penjualan sebesar 37,2 persen pada April lalu. Dibanding 2010 yang juga mencatat angka fantastis yaitu 35 persen dari seluruh pasar matic.

“Honda selalu berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Tidak hanya dalam hal produk, juga hiburan berkualitas. Kita berharap gelaran ini dapat menghibur dan menciptakan ribuan senyum kepuasan juga mempererat ikatan hati antara Honda dan konsumennya. Salam One Heart,” pungkasnya.

Launching Honda Spacy Helm In sendiri dikemas dengan sangat apik dan menarik sehingga membuat pengunjung yang membludak betah meskipun sempat disela oleh hujan yang mengguyur. Bagaimana tidak, sepanjang hari pengunjung dimanjakan dengan beragam hiburan menarik khas Spacy. Seperti Spacy City Touring, Spacy Riding Challenge, dan Spacy Smile Contest. Ada juga Spacy Smile Model, Spacy Adu Jago Belanja, dan Spacy Family Competition dengan Lomba Sempoa, Origami, dan Colouring.

Acara yang juga diramaikan 17 club dan komunitas sepedamotor Honda dipuncaki dengan penampilan spektakuler dari D’Bagindas, band papan atas tanah air yang diidolakan remaja. Beberapa lagu bernada melayu antara lain CINTA, Apa Yang Terjadi, Kangen, dan Empat Mata dibawakan dengan baik oleh band yang digawangi Bian (vokal), Mike (Keyboard), Dandy dan Tile (Gitar). Histeria remaja Kota Medan tak dapat dibendung melihat langsung aksi idolanya di panggung Honda.(jul)

Bertambah 90 Orang Setiap Bulan

Penderita HIV/AIDS di Kota Medan

MEDAN-Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Medan kian meningkat. Dari data Dinas Kesehatan Sumut, sejak Januari hingga Mei 2011, ditemukan 80 hingga 90 orang penderita HIV/AIDS baru tiap bulannya.

Manager Global Fund Dinkes Sumut Andi Ilham Lubis saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (6/6) mengatakan, angka temuan tersebut berdasarkan jumlah kunjungan 11 VCT yang ada di Kota Medan.

Andi mengatakan, hingga Mei 2011, dari 5.065 jumlah kunjungan di seluruh VCT yang ada, 438 di antaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Sesuai data yang diterima pada Januari, dari 836 jumlah kunjungan, 95 di antaranya dinyatakan positif HIV. Sedangkan pada Februari, angka temuan sempat mengalami penurunan, di mana dari 921 jumlah kunjungan, hanya 73 yang dinyatakan positif.

Namun peningkatan kembali terjadi pada Maret, dimana dari 1.177 jumlah kunjungan 92 diantaranya dinyatakan positif HIV/AIDS.

Sedangkan pada April, angka temuan kasus masih tinggi, dari 1.039 jumlah kunjungan, 86 diantaranya dinyatakan positif HIV/AIDS. Bahkan angka temuan kasus kembali meningkat pada Mei, dari 1.092 jumlah kunjungan, 92 diantaranya dinyatakan positif.

“Besarnya penemuan kasus-kasus baru yang berkisar 80 hingga 90 kasus tiap bulannya di Medan, bukanlah sebuah kegagalan dari program yang dilakukan Dinkes Sumut selama ini. Angka temuan justru menunjukkan langkah efektif yang telah dilakukan pelayanan VCT dalam menemukan kasus sebanyak-banyaknya, sebagai langkah program pencegahan,” terang Andi.

Andi juga mengatakan, berdasarkan data estimasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, diperkirakan penderita HIV/AIDS di Sumut mencapai 7.057 kasus.

Sementara hingga saat ini menurut Andi, Sumut baru menemukan 4.097 kasus dalam rentan waktu lima tahun berjalannya pelayanan VCT terhitung sejak 2006 lalu.

“Dari 21 unit pelayanan VCT di Sumut, Dinkes Sumut baru menemukan 4.097 kasus atau 40 persennya saja. Sehingga untuk penemuan kasus yang lainnya tidak hanya menjadi tugas dinas kesehatan saja, melainkan instansi terkait lainnya. Mengingat dinas kesehatan lebih cenderung kepada penyelesaian dampak seperti acses penyedian obat Antiretroviral (ARV),” ungkapnya.

Untuk pencegahannya juga,lanjut Andi, peranan Kabupaten Kota, serta beberapa lembaga terkait seperti dinas pendidikan, dinas pariwisata, dinas sosial dan lainnya turut membantu program pencegahan penularan HIV/AIDS.
“Seperti dinas pendikan setidaknya bisa memberikan program pendidikan yang memberikan pemahan kepada anak tentang dampak dan risiko HIV/AIDS sejak dini. Selain itu peran dinas sosial, seperti pembinaan terhadap anak jalanan yang beresiko, serta dinas pariwisata mengenai pengawasan tempat penginapan yang cenderung digunakan sebagai ajang prostitusi,” ujarnya.

Menurutnya jika hal ini bisa berjalan secara beriringan, secara otomatis penularan HIV/AIDS akan bisa diminimalisasi. (uma)

Sekda Medan Melunak

Warga Curiga Pemko dan Nanyang Main Mata

MEDAN- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan Syaiful Bahri tiba-tiba melunak ketika ditanya masalah pembangunan gedung Nanyang Internasional School yang diduga bermasalah dalam perizinannya. Jika dulu Syaiful Bahri dengan tegas meminta kepada TRTB untuk menghentikan pembangunan, kemarin Syaiful malah mengungkapkan, pembangunan Nanyang Internasional telah sesuai aturan.

“Datang anggota dewan dari provinsi, katanya sudah sesuai. Yang penting sama aku, sesuai dengan aturan. Itu saja,” katanya kepada wartawan Sumut Pos di Lobi Balai Kota Medan, usai menghadiri Rapat Paripurnan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2011-2015, Senin (6/6).

Saat ditanya, apakah dari kacamata Pemko Medan bangunan Nanyang Internasional School itu telah sesuai aturan? Mengenai pertanyaan itu, Syaiful Bahri mengalihkan jawabannya kepada Badan Pengawas Bangunan.

“Itukan bukan saya yang mengawasi. Kan ada Badan Pengawas Bangunan. Orang itu lah yang tahu,” kilahnya.
Sementara sebelumnya, Komisi D DPRD Kota Medan telah merekomendasikan agar Dinas TRTB segera membongkar bangunan Nanyang Internasinal School. “Ada yang tidak sesuai antara IMB dan gambar bangunannya. Selain itu, seharusnya pembangunannya yang berdekatan dengan rumah warga, mesti ada jaraknya sekitar satu setengah meter. Tapi nyatanya, spasi atau jaraknya tidak sesuai,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong kepada wartawan Sumut Pos, Minggu (5/6).

Selain itu, sambung Parlaungan, persoalan banjir dan kemacetan yang terjadi dan sangat meresahkan warga juga menjadi sorotan. Maka dari itu, DPRD Medan juga mempertanyakan masalah Analisis Dampak Lingkungan Lalulintas (Amdal Lalin).

“Komisi D akan mengagendakan kembali, melakukan kunjungan ke sekolah itu bersama tim dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB). Nah, untuk rekomendasi rapat Komisi D yang digelar Senin (30/5) lalu, Komisi D merekomendasikan agar Nanyang Internasional School dibongkar,” tegasnya.

Sementara itu, Suwito, warga Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru, menuturkan, hingga kemarin (6/6), masih terlihat adanya pembangunan di Nanyang Internasional School. “Ada yang kerja, nampaknya orang itu mau dirikan tiang lagi. Tiang-tiang yang itu, sekarang sudah ditutup terpal hijau. Kayaknya ada yang ditutup-tutupi. Sebelumnya juga dipasang terpal warna biru,” ungkapnya.

Lebih lanjut Suwito menuturkan, dengan kondisi yang tidak sinkron tersebut, terkesan adanya kerjasama atau upaya main mata antara pengelola Nanyang Internasional School dengan Pemko Medan. “Waktu itu sudah mau dibongkar, tiba-tiba berhenti begitu saja. Kayaknya ada main antara pihak Nanyang dengan Pemko Medan,” bebernya.
Sementara itu, sebelumnya Wali Kota Medan Rahudman Harahap usai acara donor darah dalam rangka perayaan Jubilium 150 Tahun HKBP di Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman Medan, mengaku tidak mengetahui hal itu. “Bangunan yang mana, biar dicatat dulu. Nanti kita lihat,” ujarnya sembari menunjukkan kepada ajudannya.(ari)

Serba Murah dan Banjir Bonus

Big Bang Roadshow Broadband

MEDAN- Bagi Anda yang ingin memiliki produk gadget, dapat mengunjungi Big Bang Roadshow Broadband di Atrium Plaza Medan Fair, mulai Senin (6/6) hingga Minggu (12/6) mendatang. Pasalnya, di kegiatan yang digelar Telkomsel ini, memberikan kemudahan masyarakat untuk mendapat produk-produk gadget dengan harga terjangkau.  “BlackBerry (BB) Galaxy Tab mendapatkan tawaran bagus dalam acara ini.

Bahkan untuk iPhone 4 dapat dicicil selama 12 bulan,” ujar Event Organizer acara ini, Popon kepada wartawan, Senin (6/6).

Dalam acara ini, BB Gemini 8520 ditawarkan dengan harga Rp1,8 juta, sedangkan untuk BB Onyx Rp3,7 juta dan BB Torch ditawarkan seharga Rp4,8 juta. Setiap pembelian produk BalckBerry akan mendapatkan hadiah langsung berupa anti gores dan Bis Unlimited. Sedangkan untuk Galaxy Tab, pada acara ini mendapatkan tawaran harga Rp4,6 juta dengan hadiah bebas kartu perdana Flash unlimited, dan Samsung 5570 sebesar Rp1,525 juta dan bebas kartu perdana simpati freedom. Tawaran spesial diberikan pada produk gadget iPhone 4 16GB, dimana produk ini dapat dicicil selama 12 bulan, dengan DP Rp1,999 juta dan cicilan tiap bulannya Rp400 ribu. “Syarat untuk cicilan ini juga sangat mudah, para calon pembeli cukup membayar DP dan menandatangi surat perjanjian yang telah disiapkan,” ujar Popon.

Selain produk smartphone, modem Telkomsel juga mendapatkan tawaran potongan harga. Telkomsel Flash Modem Berry, hanya Rp399 ribu dan bebas berlangganan tanpa terbatas selama 3 bulan, Modem ZTE Rp299 ribu dan mendapatkan gratis bebas pemakain tanpa terbatas selama 2 bulan. Modem SU 8300 hanya Rp399 ribu, dan untuk 10 pembeli pertama setiap harinya akan mendapatkan tawaran harga Rp299 ribu. modem SU 8900, dan untuk 10 pembeli pertama setiap harinya Rp399 ribu. sedangkan untuk kartu perdana Flash hanya Rp55 ribu dengan bebas pemakaian tanpa terbatas selama 1 bulan.

Dan selama penawaran semua produk dijamin keasliannya. “Setiap produk yang kita tawarkan semuanya bergaransi nasional,” ujar Popon.(mag-9)

Ditanya Soal Merdeka Walk, Rahudman Berang

MEDAN- Wali Kota Medan Rahudman Harahap berang saat ditanya sikapnya terkait persoalan Merdeka Walk yang tak kunjung selesai. Terkesan, Pemko Medan tidak berani memutuskan kontrak kerja dengan pihak pengelola Merdeka Walk.

Keberangan Rahudman terlihat saat wartawan Sumut Pos mengkonfirmasi persoalan ini usai acara donor darah dalam rangka perayaan Jubilium 150 Tahun HKBP di Gereja HKBP Jalan Jenderal Sudirman, Senin (6/6).
“Ah, kau pun acara donor darah kayak gini kau tanya pula Merdeka Walk,” ucap Rahudman dengan nada tinggi sembari menaiki mobil dinasnya Toyota Land Cruisser Prado BK 1 D.

Kembali lagi, saat meninggalkan gedung DPRD Medan usai Rapat Paripurna DPRD Medan tentang penyampaian Nota Jawaban Wali Kota Medan terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Medan 2011-2015 pada Sidang Paripurna DPRD Kota Medan, sembari berjalan melintasi Jalan Raden Saleh menuju Balai Kota Medan, Rahudman juga tampak enggan menjawab pertanyaan terkait Merdeka Walk. Padahal, beberapa waktu lalu, Rahudman dengan tegas akan melakukan evaluasi terhadap kerjasama antara Pemko Medan dengan pihak pengelola Merdeka Walk.

“Yang jelas, pertama begini ya, dia (pengelola Merdeka Walk, red) ini ada MoU dengan Pemerintah Kota Medan. Tentu ada butir-butir yang menyatakan, kalau ada hal-hal yang mau dibicarakan maka akan kita bicarakan lagi. Itu yang mau kita lakukan dulu. Ya, perjanjian pertama itu berapa yang telah ditetapkan,” katanya.

Saat ditanya mengenai keberadaan dua klausul yang berbeda tersebut, Rahudman juga enggan menjawabnya. “Klausul-klausul itu lagi,” jawabnya seolah bergumam. Setibanya di taman halaman depan Balai Kota Medan, ketika ditanya Sumut Pos apakah Pemko Medan akan memutus kontrak kerja dengan pihak Merdeka Walk, Rahudman juga tampak enggan menjawabnya. (ari)

Bakal Ada Tersangka Baru

Dugaan Korupsi Dinas Bina Marga

MEDAN-Pengusutan Kasus dugaan korupsi pengadaan alat berat di Dinas Bina Marga Medan ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, setelah tim penyidik Dit Reskrimsus Polda Sumut yang berangkat ke Jakarta meminta keterangan tiga saksi. Tim sudah meminta keterangan dua saksi ahli dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa (LKPP) dan satu lagi pengusaha dari PT Cahaya Buana Baru.

“Penyidik yang berangkat ke Jakarta sudah kembali, keberangkatannya untuk melengkapi alat-alat bukti dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dan perusahan rekanan,” ujar Kasubbid Dok Liput Humas Poldasu, AKBP MP Nainggolan, Senin (6/6).

Dijelaskannya, setelah keterangan ketiga saksi penyidik akan melakukan penelitian kembali untuk mencari bukti dalam penetapan tersangka. “Pengadaan alat berat didatangkan dari Jakarta, sehingga keterangan saksi yang di Jakarta akan diberkaskan kemudian akan diteliti kembali sebagai bukti untuk menetapkan tersangka,” ucapnya.
Sementara itu, Kasat III Tipikor Poldasu, AKBP Verdi K Lele mengatakan, begitu seluruh hasil didalami maka akan ada tersangka sesuai perannya masing-masing. Kemudian, lanjut Verdi, untuk kasus drainase dan pengadaan aspal penyelidikannya masih panjang. Pasalnya, Dit Reskrimsus Poldasu kesulitan untuk melakukan penelitian di 498 titik.
“Penyelidikannya masih panjang, sabar saja. Bila ada perkembangan terbaru akan kita kabari. Karena, banyaknya titik yang mencapai 498 titik penyidik agak kesulitan. Namun, kita tidak akan diamkan, penyelidikannya tetap kita dalami dengan mengumpulkan bukti-bukti lain dan keterangan sebagai pendukung,” bebernya.

Sebelumnya, penyidik tipikor Dir Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan alat-alat berat yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp2,6 miliar. Ketiga tersangka berinisial Ir S selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), SS selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan dan EZS sebagai Panitia Pengadaan. Sebanyak 19 orang saksi pegawai Dinas Bina Marga Kota Medan, tiga rekanan dan lima agen atau pabrik telah dimintai keterangan.

Dalam praktik korupsi ini, penyidik menjerat para tersangka dengan pasal 2 ayat (1), pasal (3) jo pasal (9) UU RI No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU RI No 20 tahun 2001, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.  (adl)

Barak Harmes Palace Terbakar

MEDAN- Barak puluhan pekerja proyek pembangunan Hermes Palace di Jalan Mesjid, Gang A, Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia, rata dengan tanah setelah dilalap sijago merah, Senin (6/5) pukul 14.00 WIB. Namun sayang, pihak manajemen Hermes Palace tidak koperatif memberikan keterangan kepada wartawan terkait terbakarnya barak tersebut.

Keterangan yang diperoleh, api yang belum diketahui dari mana asalnya, dengan cepat membakar seluruh barak yang terbuat dari kayu beratap seng. Akibatnya, kuil Central Sikh Temple yang bersebelahan dengan barak tersebut nyaris terbakar.

Warga di sekitar lokasi yang mengetahui peristiwa tersebut langsung memberikan pertolongan awal dengan peralatan seadanya.

“Kami nggak tahu penyebab terbakarnya. Padahal kami baru selesai makan siang. Setelah itu kami semuanya kembali lagi ke proyek untuk bekerja. Tak tahunya dari atas bangunan terlihat api sudah membesar,” ujar pekerja yang meminta namanya tidak disebutkan. Kepala proyek yang terlihat sangat sibuk untuk memerintahkan seluruh pekerja yang hampir seluruhnya didatangkan dari luar Sumatera untuk membersihkan abu yang berserakan di dalam kuil.(adl/jon/mag-7)

Tak Pakai Uang Muka, Langsung KPR

Perumahan Elite Residence 2

MEDAN-Beragam kemudahan ditawarkan oleh pengembang perumahan untuk menarik perhatian calon pembelinya.  Mulai dari penawaran lokasi strategis, akses dan fasilitas yang diberikan, maupun harga murah.

Tetapi tak banyak pula penawaran dengan memberikan harga murah dan kemudahan dalam membeli unit rumah yang ditawarkan. Kemudahan itu bisa didapat pada Perumahan Elite Residence 2. Pasalnya, untuk memiliki salah unit di perumahan ini tak perlu repot menyiapkan uang muka karena memang tanpa uang muka.

Ade, Marketing Elite Residence 2 mengatakan, untuk saat ini diberikan kemudahan berupa promo gratis tanpa uang muka atau DP 0 persen. “Cukup panjar Rp10 juta maka langsung dapat KPR,” ujar Ade.

Untuk tipe Perumahan Elite Residence 2 yang berlokasi di Jalan Perjuangan Setia Budi Medan ini, yaitu tipe Jade yang memiliki 2 lantai dan dilengkapi  taman depan dan belakang. Selain itu, rencananya akan disediakan 3 kamar tidur yang terletak 1 lantai 1 dan sisanya terletak di lantai 2. “Untuk desain rumah masih menggunakan konsep modern minimalis karena konsep ini masih paling diminati,” tambah Ade.

Selalin itu, lanjutnya, Perumahan Elite Residence 2 bersebelahan dengan lokasi perumahan Elite Residence 1. “Karena sukses pada tahap 1, makanya dilanjutkan untuk tahap selanjutnya,” kata Ade lagi.

Perumahan Elite Residence 2 ini dipatok Rp445 juta. Namun harganya masih dapat dinego. Harganya sudah termasuk dengan Sertifikat Hak Milik (SHM). “Huniannya juga sudah siap dihuni,” pungkasnya. (mag-9)