31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 15134

Tewas Minum Racun

TEBING TINGGI- Binsar Amin Adfendi (35) warga Jalan Toba, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi di temukan tewas di Jalan Iman Bonjol, diduga minum racun tikus, Senin (6/6) sekira pukul 08.00 WIB.

Korban nekad minum racun karena cemburu buta mendegar kabar mantan istrinya berpacaran dengan pria lain. Aksi nekad ini sempat membuat geger seluruh masyarakat Jalan Toba yang melihat korban terkapar ditengah-tengah rel kereta api.

Sejumlah warga yang mengetahui peristiwa itu, langsung melarikan korban kerumah orang tuanya yang tidak jauh dengan rumah korban.

Menurut Br Sibarani, ibu korban, anaknya sering melakukan aksi bunuh diri karena cemburu mendengar mantan istrinya menjalin hubungan dengan pria lain.

”Anak ku ini selalu mengeluh tentang masalah rumah tangganya, karena ditinggal istrinya, Binsar sudah empat kali minum racun,” kata Br Sibarani.(mag-3)

Polisi Amankan Dua Pria

Perampokan Uang Pensiun Rp1,5 M dari PT Pos Indonesia Kisaran

MEDAN- Enam tim yang dibentuk pihak kepolisian untuk memburu pelaku perampokan dana pensiun PNS Rp1,5 miliar di Desa Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Batubara, Jumat (3/6) lalu, mengamankan dua orang pria diduga terlibat dalam perampokan PT Pos Indonesia cabang Kisaran, Minggu (5/6) malam.  Kedua pria tersebut berinisial J dan S, yang diamankan dari lokasi berbeda.

“Keduanya warga Sumut. J dibekuk di Asahan dan S di Riau,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso didampingi Kasubid Dokliput AKBP MP Nainggolan, Senin (6/6).

Dijelaskan Heru, enam tim yang dibentuk diantaranya, empat tim dari Polres Asahan dan dua tim dari Poldasu yang telah menyebar ke berbagai lokasi (daerah) di curigai sebagai tempat persembunyian para pelaku. Bahkan, beberapa di antaranya, melakukan pelacakan di provinsi perbatasan, Riau.

“Enam tim itu telah tersebar di berbagai daerah di Sumut dan sebagian melakukan pengejaran ke Riau,” terangnya.
Sementara, lanjut Heru, kedua pelaku yang dicurigai sampai saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami penyelidikan.

“Penyelidikannya untuk mencari kepastian, apakah mereka memang terlibat atau tidak. Jika ikut terlibat dalam perampokan tersebut, tentu akan memberi petunjuk bagi kita untuk meringkus tersangka lainnya,” beber Heru.
Seperti diketahui sebelumnya, tiga pegawai PT Pos Indonesia Cabang Asahan, Erwan Maulana (Bendahara Kantor Pos Kisaran), Bahrum Rangkuti (Manager Unit pelayanan luar), dan Dahnyal (staf unit marketing) dirampok 10 kawanan perampok bersenjata api dan senjata tajam. Peristiwa tersebut dialami ketiganya di tengah perjalanan menuju Kantor Pos Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, dengan membawa uang pensiunan PNS,TNI/Polri senilai Rp1,5 miliar.
Terpisah, Kapolres Asahan AKBP Drs Marzuki MM, ketika dikonfirmasi terkait penangkapan dua pria diduga pelaku perampokan membantah hal tersebut.“Belum ada mas,” bantahnya.(adl/Ing/smg)

Kepala BPN Sergai Diperiksa Jaksa

SERGAI-  Mantan Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sergai Syahrul Anwar SH, diperiksa Sat Reskrim Polres Sergai terkait dugaan penerbitan sertifikat palsu atas nama Edy Prasetya alias Awi, Senin (6/6).
Keterangan diperoleh Sumut Pos menyebutkan, kasus ini bermula dari terbitnya permohonan sertifikat tanah seluas 1.272 M2 di Jalan Kabupaten, Kelurahan Simpang Tiga Pekan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai pada Maret 2007 lalu.

Setelah adanya permohonan tadi, BPN Sergai menerbitkan sertifikat atas nama Edy Prasetya yang ditanda tangani Kepala BPN Sergai, ketika itu dijabat Syahrul Anwar SH.

Belakangan, BPN Sergai, melalui surat Nomor :520-01/PENG/03/2007 menerbitkan permohonan sertifikat atas nama Kwek Mok Wang di salah satu koran harian terbitan Medan.(mag-15)

Polisi Cari Aktor Kerusuhan PT SM

MEDAN- Penyelidikan polisi terkait kerusuhan di PT Sorikmas Mining, Madina,  difokuskan mencari aktor intelektual dalam kasus tersebut.

“Perkembangannya, polisi akan mencari siapa aktor intelektual di balik penyerangan dan pembakaran perusahaan pertambangan emas dan memburu enam orang diduga terlibat dalam aksi  itu,” ujar Kabid Humas Polda Sumut AKBP Heru Prakoso, Senin (6/6).

Saat ini, lanjut Heru, Polres Asahan sudah menetapkan enam orang tersangka pengerak massa, penyedia dana, menyiapkan bahan bakar serta pelaku pengrusakan dan pembakaran.

“Untuk enam orang yang diburu teridentifikasi sebagai tersangka, mempunyai peran masing-masing,” ucapnya.
Sedangkan pemeriksaan terhadap pelaku penembakan Sholat (19), polisi akan menyelidiki siapa oknum petugas yang melepaskan tembakan saat kerusuhan di PT SM.

“Pemeriksaan dilakukan ke dalam atau internal, pasti kita selidiki siapa yang melakukan penembakan dan akan diproses sesuai ketentuan jika bertindak di luar Standar Operasional Prosedur (SOP),” tambahnya.

Sebelumnya, Polda Sumut sempat menahan dua orang dan telah ditetapkan statusnya sebagai tersangka, yaitu Amdani Lubis dan Syafruddin. Tapi, setelah menjalani pemeriksaan, Amdani Lubis dilepaskan karena dianggap tidak cukup bukti untuk dijadikan tersangka.

“Amdani Lubis kita lepaskan karena bersangkutan tidak terlibat. Itu semua berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian,” tandasnya. (adl)

21 Kg Ganja Gagal Diselundupkan

LANGKAT- Seberat 21 kilogram ganja kering asal Aceh, gagal diselundupkan Tarmizi (26) warga Desa Cut, Kecamatan Titeue, Kabupaten Pidie, NAD setelah tertangkap petugas Polres Langkat, Senin (6/6).

Menurut informasi dihimpun di Mapolres Langkat menyebutkan, barang haram tersebut, rencananya akan diedarkan ke Pekan Baru, Riau. belum sampai ditempat tujuan, aksi nekat pelaku keburu dicium petugas unit Narkoba Polres Langkat.
Dari tangan pelaku, petugas berhasil mengamankan barang bukti ganja kering seberat 21 kilo yang disimpan pelaku didalam bagasi mobil penumpang Bus Kurnia BL 7310 BB jurusan Aceh-Pekanbaru. Pelaku berikut barang bukti langsung digelandang ke Mapolres Langkat untuk dimintai keterangan.

Menurut Tarmizi, dia hanya kurir dan mendapat upah Rp2 juta untuk mengantarkan barang haram tersebut. Dia juga mengaku, baru dua kali melakukan aksi serupa.
Kasat Narkoba Polres Langkat AKP SR Tambunan saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan pelaku. (mag-1)

Lagi, Rampok Bersenpi Gasak Rp10 Juta

BINJAI- Perampokan yang terjadi di Sumatera Utara semakin menjadi-jadi. Di Kota Binjai, Senin (6/6) dinihari sekitar pukul 02.00 WIB, perampokan bersenjata api menimpa Zulkarnain Nasution (51) warga Dusun Namori, Desa Tanjung Merahe, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat dan Bodong (25) warga Jalan Rukam, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat. Keduanya merupakan kepercayaan toke ikan, Atin (45).

Akibat perampokan itu, korban kehilangan uang hasil penjualan ikan lelelnya sebesar Rp10 juta, yang diletakan didalam tas pinggangnya, serta bon hutang hasil penjualan ikan bernilai puluhan juta rupiah. Keterangan yang berhasil dihimpun Sumut Pos, kejadian itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dimana, korban saat itu baru pulang dari menjual ikan lele milik bosnya di Medan.

Dalam perjalanan, salah seorang pelaku menodongkan  senjata api (Senpi) kearah korban.
Setelah korban memberhentikan mobilnya, kawanan perampok mengambil barang bawaan korban termasuk uang hasil penjualan ikan lele Rp10 juta. (dan)

Mobil Kijang Masuk Sungai

KARO- Diduga akibat rem blong, satu unit mobil kijang petak Pick Up, BK 8583 XS, terjun bebas kedalam Sungai Lau Grogoh, Desa Singa, Kecamatan Tiga Panah, Senin (6/6) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum masuk sungai, kendaraan naas tersebut sempat  menabrak beton  pembatas  jembatan. Hingga sore kemarin, 2 orang penumpang ditemukan selamat,  sementara 2 orang lainnya menghilang.

Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, kenderaan yang dikemudikan Maria Br Ginting ( 40) mengalami rem blong saat menuruni jalan menuju jembatan sepulangnya dari perladangan mereka di Desa Lau Simomo, Kecamatan Tiga Panah.

Akibat rem mobil blong, membuat Maria Br Ginting gugup termasuk tiga penumpang lainnya, Lisda Br Kaban (19), Refina Br Kaban (35) dan Hartika br Ginting (4) juga turut berontak ketakutan.  Karena mobil tak terkendalikan, akhirnya menabrak pagar pembatas jembatan dan sesaat kemudian terjun bebas kedalam sungai sedalam 30 meter.

Warga yang sempat melihat kejadian, langsung memberi kabar kepada warga lainnya dan melakukan pencarian bersama petugas. Sekitar pukul 10.00 WIB, Maria Br Ginting berhasil dievakuasi, setengah jam kemudian, menyusul Lisda br Kaban (22) dan dua lainnya masih dalam pencarian tim SAR.

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ignatius Agung Prasetyoko kepada Sumut Pos di lokasi kejadian mengatakan, pihaknya tetap melakukan pencarian dua orang korban yang hilang.  “Sejauh ini, belum ada tanda-tanda keberadaan keduanya,” terang Kapolres. (wan)

Bukit Lawang Telan Korban

LANGKAT- Objek wisata Bukit Lawang di Keamatan bahorok, Kabupaten Langkat, telan korban. Rudianto (20) warga Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, ditemukan tewas terapung di aliran Sungai Bahorok, Senin (6/6).
Informasi diperoleh Sumut Pos menyebutkan, korban hanyut pada Minggu (5/6) sore, saat bermain jeram di aliran Sungai Bahorok, Bukit Lawang. Bam karet yang ditumpanginya terbalik dan korban terjatuh dibawa arus sungai.
Setelah dilakukan pencarian, akhirnya Senin (6/6) pagi, korban ditemukan tidak bernyawa sejauh 5 km dari lokasi pemadian.  Kapolsek Bahorok AKP Biston membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Terpisah, Misna (40) ibu korban, sangat terpukul dengan kepergian anaknya. Dia tak henti-hentinya menangis hingga matanya bengkak. Misna menceritakan, sebelum kepergian Rubianto, ada pertanda dari anak keduanya, Maulina (22).
Malam sebelum kejadian, ungkapnya, Maulina mengalami mimpi aneh. Dia bermimpi rumahnya ramai dikunjungi orang.(mag-1/mag-11)

Petaka Obat Anti Nyamuk

Gara-gara obat anti nyamuk, satu unit rumah di Jalan Penguin 9 No 452 Kelurahan Kenangan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, hangus dilalap si jago merah, Senin (6/5) pukul 16.00 WIB.

Api diduga berasal dari obat anti nyamuk di kamar lantai dua yang saat itu ditempatin Dona (20), famili pemilik rumah. Dia tak sadar kalau tilamnya mengenai obat nyamuk yang dinyalakannya. Api dengan cepat menjalar dan langsung menyambar barang-barang yang mudah terbakar.

Menyadari kamarnya terbakar, Dona berlari untuk memberitahu pemilik rumah, A Purba dan meminta tolong kepada warga sekitar. Warga yang mengetahui kejadian itu langsung menolong korban. Mereka menyiram api dengan ember berisi air dan sebagian lagi menyelamatkan beberapa barang yang masih dapat diselamatkan. Tak lama berselang, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dengan dua unit mobil pemadam, langsung menghentikan maraknya api di lantai dua rumah korban.

Api berhasil dijinakkan sekitar pukul 17.00 WIB, terlihat di lokasi anak korban menangis karena shock melihat maraknya api dan berusaha ditenangkan para tetangganya yang ramai melihat kejadian itu. “Tenang sudah padam” celetuk warga. (mag-7)

Khitan 3.000 Anak, Pecahkan Rekor MURI

MEDAN- Harian Sumut Pos bekerja sama dengan Laziswa Muhammadiyah Sumut, PDM Kota Medan, Fakultas Hukum UMSU, Fakultas Kedokteran UMSU, RSU Muhammadiyah dan Dinas Kesehatan Kota Medan akan menggelar khitanan massal 3.000 anak di Medan pada 29 Juni mendatang. Khitan massal ini akan memecahkan rekor nasional yang sebelumnya 2.700 anak dikhitan di Wonosobo.  Panitia juga akan melaksanakan tabligh akbar Isra Miraj bersama 3.000 anak peserta khitanan massal di Medan tersebut.

“Pelaksanaan khitanan massal ini sengaja kita gelar bertepatan dengan perayaan Israk Miraj,’’ kata Koordinator Pelaksana Ottoman didampingi Dekan Fakultas Hukum UMSU Farid Wajedi, Manager Event Organizer (EO) Sumut Pos Darwin Purba, Senin (6/6).

Ottoman mengatakan, lokasi khitanan massal akan digeber serentak pada enam lokasi di Medan. “Lokasinya di SD Muhammadiyah Medan Kota, Komplek Perumahan Muhammadiyah Jalan Abdul Hakim Tanjung Sari, Jalan Pahlawan Nomor 67 Medan Timur, Teladan I Jalan SM Raja Km 5,5 Medan, Jalan Mustafa Nomor 1 Kampung Dadap dan Islamic Centre Jalan Medan-Belawan Km 22 Medan,’’ urainya.

Pendaftaran peserta khitanan massal pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) ini dilakukan di 17 lokasi. “Posko pendaftaran di Jalan SM Raja Nomor 136 Medan, PDM Medan, Fakultas Hukum UMSU, SD Muhammadiyah 13 Jalan Karantina Nomor 80 Medan, Islamic Centre Belawan, Jalan Abdul Hakim Tanjung Sari.

Lokasi pendaftaran lain, lanjut dia, di Harian Sumut Pos Jalan SM Raja Km 8,5 Nomor 134 Amplas, di Teladan I, SD Muhammadiyah Medan Kota, Muhammadiyah Jalan Kapten Muslim  Sei Sikambing C, Jalan Sei Mencirim Medan, Jalan Pahlawan Nomor 67 Medan Timur.

Panitia juga menyediakan lokasi pendaftaran di rumah Basru Jalan Menel Anwar Lingkungan IX Kelurahan Terjun, Lorong Ujung Tanjung Morawa Bagan Deli, Jalan Tuar Raya Griya Martubung, Muhammadiyah Kedai Durian dan Muhammadiyah Babura.

“Pendaftaran peserta gratis dan terbuka untuk semua golongan dan lapisan masyarakat di Kota Medan sekitarnya. Informasi pendaftaran dapat ditanyakan langsung pada nomor telepon 085220440938 (Zakirman), 085762057772 (Rahadian) dan 081376658902 (Deddi Purba),’’ katanya.

Ottoman menyebutkan, kegiatan ini juga mendapat dukungan dan antusias dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Medan untuk melaksanakan khitanan massal. ‘’Ini merupakan pengadian Muhammadiyah pada masyarakat. Agenda kegiatan ini kiranya dapat menjadi rekor Muri dengan peserta terbanyak dalam satu kota penyelenggaraan,’’ terang dia.

Ia juga berharap dukungan semua pihak termasuk warga, sekolah dan instansi terkait dalam pelaksanaan program khitanan massal yang dapat menjadi kebanggaan warga Medan dan torehan sejarah di kancah nasional.(mag-9)