Home Blog Page 1515

Pendaftaran Bawaslu Zona 1 Diperpanjang, Khusus Perempuan

BERSAMA: Panitia Seleksi diabadikan bersama di Siantar Hotel, Kota Pematangsiantar - Istimewa.

PEMATANGSIANTAR, SUMUTPOS.CO – Seleksi Pendaftaran Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota Zona 1, telah selesai pada Rabu (8/6) malam. Namun setelah direkap, ternyata keterwakilan pendaftar perempuan tidak sampai 30 persen dari jumlah pendaftar.

Hal ini disampaikan Anggota Pansel, Rika Sevianti Nasution di Siantar Hotel, Kota Pematangsiantar, Rabu malam, sekira pukul 21.30 WIB.

Agar keterwakilan pendaftar perempuan memenuhi 30 persen, maka sesuai tahapan yang telah ditetapkan, dilakukan perpanjangan pendaftan selama 3 hari,
yakni pada 13,14, dan15 Juni mendatang. Dan perpanjangan pendaftaran ini hanya bagi pendaftar perempuan.

Berikut rekapitulasi jumlah pendaftar di Zona 1 untuk wilayah 5 kabupaten kota.
Total pendaftar laki-laki 234 orang dan perempuan 51 orang, dengan jumlah total 285 orang. Rinciannya, untuk Kota Pematangsiantar pendaftar laki-laki 50 orang dan perempuan 15 orang.

Kabupaten Simalungun, pendaftar laki-laki 69 orang dan perempuan 15 orang. Kabupaten Langkat, pendaftar laki-laki 64 orang, dan pendaftar perempuan 7 orang.

Kemudian wilayah Kota Binjai jumlah pendaftar laki-laki 29 orang dan jumlah perempuan 9 orang.
Dan wilayah Kabupaten Karo pendaftar laki-laki 22 orang dan perempuan 5 orang.

“Jadi jika dihitung untuk pendaftar perempuan, di masing-masing wilayah ini belum mencukupi 30 persen pendaftar keterwakilan perempuan, sehingga dilakukan perpanjangan pendaftaran khusus perempuan,” jelas Rika.

Disinggung, apalagi tahapan selanjutnya? Rika mengatakan, setelah pendaftaran ditutup, maka Pansel akan memberikan tenggat waktu sejak 8 sampai 10 Juni untuk perbaikan berkas. Panitia nantinya akan menghubungi pendaftar yang bersangkutan, jika ada berkas yang perlu diperbaiki.

Selanjutnya pada 16-19 Juni, Pansel akan melakukan penelitian dan verifikasi berkas pendaftar. Dan 20 Juni, pengumuman hasil penelitian atau seleksi administrasi berkas.

Kendala Server

Rika mengakui, satu kendala selama proses pendaftaran adalah adanya gangguan jaringan server dalam proses pemberkasan melalui online.
Itu terjadi beberapa saat, dan paling parah adalah pasa hari terakhir pendaftaran. Banyak pendaftar yang mengeluh proses upload yang sering gagal. Bahkan menyita beberapa jam hanya untuk proses pemberkasan melalui online.

“Tapi semuanya sudah kembali normal. Mungkin jaringan server lelet karena yang memakai sangat banyak dengan waktu bersamaan. Jadi hanya itu kendala yang dialami. Selainnya idak ada masalah,” ungkapnya. (mag-7/saz)

HUT ke-53, RS Pertamina Brandan Siap Tingkatkan Layanan Ber-AKHLAK

POTONG TUMPENG: Direktur RSPPB dr Rahmat Suhita Wahyu Siregar, saat potong tumpeng pada perayaan HUT ke-53 RSPPB di Jalan Wahidin No 1, Pangkalanbrandan, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Selasa (6/6) - Istimewa

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Pertamina Pangkalanbrandan (RSPPB) merayakan HUT ke-53, bertema ‘Kami Ada, Kami Bisa, dan Kami Mampu Memberikan Pelayanan Terbaik dengan Ber-AKHLAK’ di Jalan Wahidin No 1, Pangkalanbrandan, Kelurahan Sei Bilah, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat.

Acara puncak ditandai pemotongan tumpeng oleh Direktur RSPPB dr Rahmat Suhita Wahyu Siregar, bersama segenap jajaran Manajemen RSPPB, Selasa (6/6) lalu.

Disaksikan Plt Bupati Langkat Syah Afandin, melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Juliana, Camat Babalan Fajar Aprianta Sitepu, Camat Sei Lepan Muhammad Iqbal Ramadhan, Sr Spv Pertamina RU 1 Area Pangkalanbrandan Aswidi, Manager Operation Pertamina Gas Area Sumut, Danyon Marinir Harimau Putih Lettu Marinir Roni Sirait, serta jajaran RSPPB dan tamu undangan.

Ada hal unik dalam perayaan HUT ke-53 RSPPB 2023 ini, seluruh jajaran RSPPB mengenakan pakaian adat nasional dari masing-masing sukunya. Hal ini untuk mencerminkan simbol Bhinneka Tunggal Ika, juga menghilangkan perbedaan tingkat sosial di antara seluruh staf mulai dari OSS sampai jajaran manajemen.

Di usia yang telah mencapai setengah abad ini, dr Rahmat Suhita selaku Direktur RSPPB, bertekad menjadikan rumah sakit lebih bermanfaat untuk masyarakat. Satu upayanya, dengan semakin melengkapi fasilitas kesehatan. Pihaknya pun saat ini sudah merencanakan untuk pemugaran bangunan rumah sakit agar lebih besar dan memadai fasilitasnya.

“Rencana ini sudah disetujui oleh Corporate Pertamedika IHC, tinggal menunggu surat resminya. Pembangunan ini agar rumah sakit bisa menjadi lebih besar, memadai, dan lebih baik lagi fasilitasnya,” ungkap Rahmat.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Langkat, dr Juliana, mengakui RSPPB telah memberi bukti keberadaannya dalam membantu pemerintah pada bidang kesehatan, terkhusus melayani kesehatan bagi masyarakat Pangkalanbrandan dan sekitarnya.

Juliana pun berharap RSPPB dapat terus memberikan layanan terbaik secara profesional, ramah, dan selalu mengedepankan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

“Kepada RSPPB kami minta agar lebih meningkatkan koordinasi dengan pemerintah melalui Dinkes, dalam memberikan layanan kesehatan. Sehingga capaian layanan kesehatan masyarakat dapat semakin baik, meluas, dan terjamin,” harapnya.

Diketahui, perayaan HUT ke-53 RSPPB kali ini begitu meriah dengan adanya bazar UMKM, jajanan dan kuliner khas Kota Pangkalanbrandan, ditambah gelaran kegiatan sosial seperti donor darah dengan menggandeng PMI Kabupaten Langkat.

Sebelumnya pada Jumat, 2 Juni 2023, turut digelar khitanan massal gratis dengan kuota awal sesuai dengan usia berdirinya RSPPB. Namun jumlahnya meningkat karena antusias warga hingga mencapai 84 orang.

Selanjutnya pada Sabtu sampai Minggu (3-4/6), juga dilaksanakan Medical Check Up (MCU) gratis untuk masyarakat di wilayah Teluk Aru dengan jumlah 114 peserta.

Selain itu juga digelar lomba kreasi anak TK, fashion show tingkat SD, SMP, dan SMA sederajat se-Teluk Aru. Serta give away dengan hadiah total Rp2 juta untuk 6 orang pemenang. (mag-6/saz)

RUPS PLN: Sah! Pemerintah Terima Laporan PLN, Apresiasi Capaian Kinerja Terbaik Sepanjang Sejarah

Wakil Menteri BUMN I Pahala N. Mansury, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Asisten Deputi Bidang Industri Energi, Minyak dan Gas Kementerian BUMN Abdi Mustakim bersama jajaran Komisaris dan Direksi PLN saat mengikuti RUPS PLN, Rabu (7/6).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menerima Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun Buku 2022. RUPS tersebut digelar di kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Rabu (7/6/2023).

Melalui RUPS tersebut, pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2022 yang mampu mencapai kinerja terbaik sepanjang sejarah.

Wakil Menteri BUMN I, Pahala Nugraha Mansury menilai capaian terbaik PLN selama 2022 tak lepas dari upaya transformasi yang dilakukan perseroan selama tiga tahun terakhir ini.

“Kami dari Kementerian BUMN, sebagai wakil Pemerintah tentu menyampaikan apresiasi kepada seluruh Direksi, Komisaris, dan seluruh pegawai PLN yang telah bekerja keras sehingga bisa menghasilkan kinerja terbaik bagi perusahaan,” ujar Pahala usai melakukan RUPS.

Pahala menjelaskan, di situasi yang penuh tantangan terutama dalam pemulihan ekonomi pascapandemi, PLN berhasil mencatatkan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Khususnya dalam memberikan multiplier effect kepada masyarakat, Pahala mengapresiasi PLN yang terus berupaya menghadirkan listrik andal, bahkan sampai ke daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T).

Dirinya juga terus mendorong PLN untuk melanjutkan transformasi agar tetap bisa menghasilkan kinerja terbaik pada tahun ini, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan pada RUPS tahun ini PLN melaporkan Kinerja Keuangan Tahun Buku 2022 di mana PLN mampu kembali mencetak rekor laba terbaik sepanjang sejarah, meskipun di tengah situasi pascapandemi dan pelemahan nilai tukar rupiah. Laba PLN meningkat dari Rp13,1 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp14,4 triliun pada tahun 2022.

Kinerja keuangan tersebut berhasil dicapai setelah PLN berhasil meningkatkan penjualan listrik sebesar 6,3% dari 257,6 Terrawatt hour (TWh) pada tahun 2021, menjadi 273,8 TWh pada tahun 2022. Hal ini berdampak pada meningkatnya pendapatan penjualan tenaga listrik 7,7% dari Rp288,9 triliun pada tahun 2021, menjadi Rp311,1 triliun pada tahun 2022.

“Capaian ini tentu bukan sekadar angka. Di balik itu semua ada arahan dan bimbingan Menteri BUMN, Bapak Erick Thohir dan Wamen I BUMN, Bapak Pahala Mansury. Dukungan yang sama juga datang dari Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan sehingga kolaborasi seluruh pihak ini mampu menciptakan iklim investasi yang baik dan mendorong PLN membukukan kinerja keuangan yang optimal,” ujar Darmawan.

Capaian ini juga tak lepas dari kerja keras seluruh insan PLN yang melakukan transformasi dengan fondasi digitalisasi. PLN melakukan penataan di seluruh proses bisnis PLN dari yang berserak menjadi streamline, mengubah kultur organisasi dari bureaucratic like menjadi business like, mengubah sistem pelayanan pelanggan yang sebelumnya lambat, tidak responsif menjadi cepat dan sangat memuaskan.

“Kami akan terus melanjutkan transformasi untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan,” tutur Darmawan.

Sebagai BUMN, PLN juga akan terus melaksanakan amanah negara untuk memastikan seluruh penjuru Indonesia bisa menikmati layanan kelistrikan lebih baik lagi. Sejak tahun lalu, PLN sudah melakukan berbagai akselerasi untuk meningkatkan Rasio Desa Berlistrik (RDB) dan Rasio Elektirifikasi (RE). PLN dengan memanfaatkan PMN menargetkan pada tahun 2023 ini RE akan meningkat menjadi 99,80 persen dan RDB menjadi 99,85 persen.

“Dengan arahan serta bimbingan Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang proaktif mengawal PLN dari level strategis hingga teknis di lapangan, kami optimistis seluruh desa di Indonesia bakal terlistriki 100% pada tahun 2024,” ucap Darmawan.

Dirinya menambahkan, selain melistriki daerah-daerah 3T, PLN juga siap memenuhi kebutuhan listrik untuk sektor produktif seperti industri dan bisnis yang terus meningkat pascapandemi Covid-19.

“PLN siap untuk all-out menyediakan listrik di setiap lokasi untuk menjamin roda pembangunan nasional bisa semakin kokoh lagi. Kami mendukung penuh seluruh industri serta bisnis yang bermunculan dan bangkit di seluruh Indonesia,” ungkap Darmawan.

Tidak hanya itu, Darmawan memastikan PLN pun semakin siap menjalankan transisi energi untuk mengurangi pemanasan global dan memastikan kehidupan yang lebih baik bagi generasi di masa mendatang.

Menjalankan mandat transisi energi, PLN pada tahun ini akan memaksimalkan pengembangan EBT di tanah air. PLN memanfaatkan seluruh potensi alam Indonesia menjadi sumber energi yang bersih. Sekaligus menguatkan kapasitas nasional.

“Dengan adanya tantangan transisi energi kami sudah petakan, kami siapkan strateginya mengubahnya menjadi peluang. Untuk memastikan Indonesia bukan hanya pasar produk EBT dari luar negeri. Tetapi justru ikut menjadi bagian dari produsen yang akan membawa nilai tambah bagi Indonesia,” tegas Darmawan.

Darmawan menjelaskan, PLN juga banyak mengadopsi teknologi dan keilmuan dari berbagai perusahaan terkemuka dunia. Benchmark yang telah dilakukan ke beberapa negara menjadi modal bagi PLN untuk mengembangkan perusahaan sehingga PLN bisa menjadi kebanggaan Indonesia.

“Sehingga ke depan dengan kesiapan PLN saat ini, maka tidak akan dalam waktu yang lama. Bukan hanya menjadi kebanggan Indonesia, tetapi menjadi top of the top company di dunia,” pungkas Darmawan. (Ila)

Pembebasan Lahan Underpass Juanda Belum Dilakukan

Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, Endar Sutan Lubis

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan memastikan akan melakukan pembangunan 2 underpass di Kota Medan pada tahun ini, keduanya adalah underpass simpang Jalan HM Yamin dan simpang Jalan Juanda.

Berbeda dengan underpass simpang Jalan HM Yamin yang pembangunannya tidak memakan lahan milik masyarakat sehingga tidak perlu dilakukan pembebasan lahan, underpass simpang Jalan Juanda harus melalui proses pembebasan lahan lebih dulu. Sebab, sebagian lahan masyarakat terdampak atas rencana pembangunan underpass simpang Jalan Juanda tersebut.

“Untuk underpass (Simpang) HM Yamin, tidak ada lahan (masyarakat) yang terdampak, sehingga tidak dilakukan pembebasan lahan. Sedangkan untuk underpass (Simpang) Juanda, akan dilakukan pembebasan lahan,” ungkap Sekretaris Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Bina Konstruksi Kota Medan, Willy Irawan, Rabu (7/6).

Dikatakan Willy, saat ini rencana pembebasan lahan tersebut sedang dalam proses. Nantinya, pembebasan lahan akan dilakukan oleh Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan.

Sementara itu, dikonfirmasi, Kepala Dinas PKPCKTR Kota Medan, Endar Sutan Lubis mengatakan, untuk pembangunan Underpass Jalan Juanda memang akan dilakukan pembebasan lahan.

“Untuk Underpass Juanda akan dilakukan pembebasan lahan,” jelasnya.

Namun, kata Endar, sampai saat ini Dinas PKPCKTR Kota Medan belum bisa melakukan pembebasan lahan tersebut. Pasalnya, Dinas SDABMBK Kota Medan belum memastikan secara jelas mana titik atau batas lahan yang akan dilakukan pembebasan lahan.

“Jadi istilahnya itu ‘penggarisan’. Dinas SDABMBK belum melakukan penggarisan mana saja yang akan dibebaskan lahannya,” kata Endar.

Nantinya bila sudah dilakukan penggarisan, sambung Endar, pihaknya akan melakukan penghitungan luas lahan yang akan dibebaskan. Selanjutnya, akan dilakukan taksasi terhadap nilai lahan tersebut.

“Kami secara intens melakukan koordinasi dengan Dinas SDABMBK.
Infonya, konsultan meminta waktu satu bulan untuk melakukan penggarisan lahan tersebut,” sambungnya.

Dilanjutkan Endar, terkait sosialisasi kepada warga yang terkena dampak rencana pembangunan underpass simpang Jalan Juanda, telah dilakukan sosialisasi.

“Dan saat nanti sudah dipastikan mana titik batas lahan yang akan dibebaskan, maka akan disosialisasikan kembali. Artinya, akan ada sosialisasi sebanyak 2 kali,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas SDABMBK Kota Medan menargetkan pembangunan fisik 2 underpass di Kota Medan, yakni underpass simpang Jalan HM Yamin dan underpass simpang Jalan Juanda dengan anggaran multiyears yang bersumber dari APBD Kota Medan dengan total Rp400 miliar pada Triwulan 3 Tahun Anggaran 2023. (map/saz)

Lelang 5 Jabatan Eselon 2, Pemko Medan Tunggu Jawaban KASN

Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis - Istimewa.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), menanggapi kekosongan 5 OPD yang dipimpin pejabat setingkat eselon 2 di lingkungan Pemko Medan.

Guna mengisi kekosongan itu, Pemko Medan berencana segera melelang 5 jabatan eselon 2 tersebut. Untuk itu, Pemko Medan telah berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

“Terkait hal dimaksud, kami masih berkoordinasi dengan KASN dalam rangka pengisian JPT Pratama,” ungkap Kepala BKPSDM Kota Medan, Sutan Tolang Lubis, Rabu (7/6).

Dikatakan Sutan, pihaknya telah mengusulkan lelang kelima jabatan eselon 2 yang masih kosong tersebut. Dan saat ini, Pemko Medan masih menunggu jawaban dari KASN.

“Saat ini kami masih menunggu jawaban rekomendasi dari KASN,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemko Medan diminta untuk segera mengisi kekosongan 5 kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di jajarannya. Sebab dikhawatirkan, kekosongan posisi kelima jabatan eselon 2 itu, akan mempengaruhi kinerja OPD tersebut.

Adapun kelima jabatan eselon 2 di lingkungan Pemko Medan yang masih kosong hingga saat ini, yakni Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) atau yang sering disebut Dinas Perizinan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemadam Kebarakan dan Penyelamatan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan, serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan.

“Kami mendorong Pemko Medan untuk segera mengisi kelima jabatan eselon 2 yang masih kosong hingga saat ini,” tutur Abdul Rani, Selasa (6/6).

Untuk itu, Ketua DPC PPP Kota Medan itu, pun meminta agar Pemko Medan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dapat segera melelang kelima jabatan yang kosong tersebut.

Menurut Rani, melelang kelima jabatan eselon 2 tersebut sangat penting untuk segera dilakukan. Pasalnya, ketiadaan pejabat eselon 2 sebagai pejabat tinggi pratama yang memimpin OPD-OPD tersebut, akan membuat perangkat dimaksud tidak bekerja secara maksimal.

Sementara seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan diharapkan tidak hanya dapat bekerja secara maksimal, namun juga bisa bergerak cepat agar dapat mengikuti gerak cepat Wali Kota Medan Bobby Nasution dalam merealisasikan program-program kerja yang ada.

“Kalau di dinas itu tidak ada kepala dimas definitifnya, bagaimana mungkin dinas tersebut bisa bergerak cepat seperti yang diharapkan Wali Kota. Kita ingin semua perangkat di Pemko Medan bekerja maksimal, untuk itu jabatan eselon 2 tidak boleh dibiarkan kosong dalam waktu yang lama, harus segera diisi,,” imbaunya.

Apalagi, lanjut Rani, dari kelima OPD dimaksud, 3 di antaranya merupakan OPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat, yakni Dinas PMPTSP, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta RSUD dr Pirngadi Medan.

Selanjutnya, kinerja Dinas Pariwisata juga sangat penting untuk mendukung program kerja Wali Kota Medan dalam meningkatkan PAD Kota Medan dari sektor pariwisata.

“Kemudian, Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan juga diharapkan dapat bekerja maksimal dalam menjaga ketersediaan pangan dengan harga terjangkau. Tentunya hal ini sangat berpengaruh dalam menjaga inflasi dan perekonomian masyarakat,” pungkasnya. (map/saz)