Home Blog Page 15166

Bercocok Tanam Cabai

Susilo Bambang Yudhoyono

Mungkinkah seorang kepala negara mengurus sendiri pekarangan rumahnya? Jawabannya, mungkin saja. Paling tidak, itu adalah pengakuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY di hadapan warga Pontianak, Kalimantan Barat.

Saat itu, Yudhoyono membocorkan salah satu kegemarannya, yaitu bercocok tanam di pekarangan rumahnya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Salah satu tanaman kesayangannya adalah cabai. “Cabai kepresidenan” ini bukan sembarangan. Jenis tanaman perdu berbiji pedas ini didatangkan langsung dari Nusa Tenggara Timur (NTT). “Saya pesan, dikirim dari NTT,” katanya.

Menurut Yudhoyono, cabai yang satu ini istimewa. Ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu panjang, warnanya pun tidak seperti cabai pada umumnya. Namun, kata presiden, soal rasa jangan ditanya. ”Pedesnya seperti setan,” kata Yudhoyono.(net/jpnn)

Mengurus Paspor Haji Gratis

JAKARTA- Mulai kemarin (1/6) calon jamaah haji (calhaj) sudah mulai bisa mengurus pembuatan paspor. Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama (Kemenag) menghimbau, calhaj segera memasukkan dokumen-dokumen kelengkapan pengurusan paspor di Kantor Kementeraian Agama kabupaten atau kota. Pengurusan paspor ini gratis.

Kelengkapan dokumen pengurusan paspor adalah, KTP, KK, akte kelahiran/ijazah/surat nikah. Kemenag juga memberikan kemudahan bagi calhaj usia lanjut yang tidak bisa menunjukkan beberapa jenis dokumen. Caranya, calhaj meminta rekomendasi dari kepala Kantor Kementerian Agama kabupaten atau kota setempat.

Kasubdit Dokumen dan Perlengkapan Haji Direktorat Pelayanan Haji Ditjen PHU Sri Ilham kemarin (1/6) menjelaskan, alur pengurusan paspor untuk ibadah haji ini berbeda dengan pengurusan pada umumnya. Dia mengatakan, calhaj tidak perlu ke imigrasi dengan membawa dokumen-dokumen tadi.

Untuk mengurus paspor, calhaj menyerahkan dokumen kelengkapan pengurusan paspor ke kantor Kementerian Agama kabupaten atau kota. Selanjutnya, panitia yang akan membawa dokumen tadi ke imigrasi. “Calhaj cukup ke imigrasi saat jadwal pemotretan dan sidik jari,” jelas Sri. Jadwal tersebut, bisa diketahui calhaj ketika mendaftar pengurusan paspor.

Sri menegaskan, pengurusan paspor ini gratis. Biaya pengurusan dibebankan kepada anggaran dana optimalisasi jamaah haji. Total dana dari setoran awal calhaj itu, senilai 1 triliun lebih. Pengurusan proses paspor tanpa biaya ini khusus bagi calhaj regular sebanyak 194 ribu orang.

Sedangkan biaya pengurusan paspor untuk 17 ribu calhaj khusus, ditanggung jamaah sendiri.
Selanjutnya, Sri mengatakan bagi jamaah yang memiliki paspor yang masih hidup dalam jangka waktu enam bulan dari jadwal keberangkatan, tidak perlu mengurus paspor baru. “Jamaah yang tidak mengurus paspor, tidak bisa mengklaim pengembalian biaya pengurusan paspor,” urainya.

Dengan kata lain, alokasi biaya paspor bagi jamaah yang sudah ber-paspor dianggap hangus.
Ketentuan lainnya, pemerintah Arab Saudi menentukan pengurusan visa bisa dilakukan untuk jamaah yang namanya terdiri dari tiga kata. Bagi jamaah yang namanya hanya terdiri dari dua kata atau bahkan satu, akan ditambah dalam lembar endorsement.

Untuk pengurusan dokumen perjalanan itu, Ditjen PHU Kemenag membentuk Tim Penyelesaian Paspor Jamaah Haji. Tim ini bermarkas di Jakarta. Tim ini menjadwalkan, baru bisa melakukan proses pem-visa-an setelah seluruh paspor calhaj terkumpul. “Proses pengajuan visa baru dibuka bulan Sya?ban dan ditutup penghujung Dzulqaidah (Juli-September, red),” terang Sri.

Setelah pengurusan visa rampung, paspor tidak dikembalikan lagi ke calhaj di masing-masing daerah. Pengembalian paspor bakal dilakukan di masing-masing embarkasi. Selain memberikan paspor, panitia juga memberikan dokumen administrasi perjalanan ibadah haji (DAPIH). Sri memperkirakan paling lambat paspor sudah terkumpul di embarkasih sepekan sebelum jadwal perdana penerbangan calhaj ke Arab Saudi.(wan/jpnn)

Pelatihan 21 Hari untuk Keluarga Indonesia yang Lebih Sehat

Kesadaran Cuci Tangan Pakai Sabun Masih Rendah

Kesehatan adalah hal yang utama dalam hidup ini. Untuk itu, menjaga kesehatan perlu dilakukan melalui berbagai kegiatan yang konstan. Dengan perilaku hidup bersih dan sehat kehidupan berbangsa yang lebih baik dapat diwujudkan.

INDRA JULI, Medan

Setidaknya hal itu yang ingin disampaikan pada Pelatihan 21 Hari untuk Keluarga Indonesia yang Lebih Sehat oleh Lifebuoy, bekerjasama dengan Heart Indo di Aula Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Rabu (1/6). 30 kepala sekolah dan guru dari 10 Sekolah Dasar (SD) se-Kota Medan yang menjadi peserta kegiatan pun terlihat begitu antusias mengikuti materi demi materi yang disampaikan.

Terlebih saat simulasi salah satu program hidup bersih dan sehat, yaitu cuci tangan pakai sabun. Dipandu fasilitator pelatihan Wano Irwantoro dan Konsultan Komunikasi Lifebuoy Dewi Noviana, ke-30 kepala sekolah dan guru tadi diberi pemahaman bagaimana mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk kemudian ditularkan kepada seluruh siswa di sekolah. Simulasi sendiri diwakilkan dua orang guru yang kedua tangannya dibalur Glo Germ. Dengan sinar UV pada telapak tangan tadi terlihat kuman dalam bentuk bintik-bintik hitam.

Kemudian kedua guru tadi diminta mencuci tangan dengan menggunakan air dari wadah yang sudah disiapkan panitia. Seorang guru mencuci tangan tanpa menggunakan sabun dan guru lainnya dengan menggunakan sabun. Setelah itu telapak tangan kedua guru tadi kembali disinar dan terlihat perbedaan dari telapak tangan keduanya. Bintik hitam masih terlihat di telapak tangan guru yang tidak menggunakan sabun, sementara telapak tangan yang dicuci dengan sabun tidak terlihat bintik hitam.

“Faktanya, hanya 1/4 dari penduduk Indonesia yang paham pentingnya mencuci tangan dengan sabun ini. Padahal tangan merupakan anggota tubuh yang paling sering bersentuhan dengan benda sehingga riskan dengan kuman. Jadi sebenarnya membiasakan hidup sehat itu sederhana saja,” jelas Professional Marketing Manager Lifebuoy PT Unilever Indonesia Tbk, dr Nirmala Chandra yang akrab disapa dr Ade.

dr Ade lalu menuturkan kesadaran Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai bahagian dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Indonesia masih memperlihatkan indeks yang rendah. Untuk tingkat nasional hanya 36,68 persen untuk PHBS sedangkan persentase penduduk yang berperilaku benar dalam CTPS hanya 24,48 persen. Masih jauh dari target pemerintah di angka 70 persen untuk PHBS. Sementara di Sumut PHBS hanya mencatat 12 persen dan 30 persen untuk CTPS.

Selain PHBS untuk kepala sekolah/guru Unit Kesehatan Sekolah (UKS), Lifebuoy merangkai Gerakan 21 Hari ini dengan pemilihan Dokter Kecil Teladan dan memonitor implementasi di sekolah-sekolah. Hasil monitoring nantinya akan menentukan sekolah terbaik, kelas terbaik, dan guru terbaik yang berhak mendapatkan reward. Kategori sekolah terbaik akan mendapatkan Rp10 juta per sekolah dari 10 provinsi. Adapun Dokter Cilik Terbaik, Kelas Terbaik dan Guru Terbaik masing-masing Rp5 juta per 10 provinsi intervensi Lifebuoy.

Selain Kota Medan, Pelatihan PHBS Lifebuoy yang dimulai sejak awal 2011 ini juga digelar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan yang pelaksanaannya dipusatkan di delapan kota yaitu Yogyakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Padang, Jakarta, Makasar, dan Medan. Total peserta pelatihan tercatat 260 kepala sekolah/guru dari 260 sekolah dasar. (*)

KPK Kini tak Sehebat Era Antasari

087868419xxx
Ketua KPK Bapak Busyro Muqodas tak sehebat atau profesional, ketika Ketua KPK,  Antasari Azhar. Hukum-Keadilan sungguh menjanjikan akan tercipta di NKRI ini, di mana para mantan pejabat dan pejabat aktif telah banyak jadi terpidana termasuk bubernur-besan Presiden SBY sendiri. Tapi, sayang KPK telah berhasil di kriminalisasi para brengsek penegak hukum sendiri, kerjasama dengan mafia serta koruptor plus anggota DPR RI.

Sekarang ini KPK katanya punya kewenangan luar biasa tapi nyatanya tidak masih sama dengan penegak hukum polri, dan jaksa.  KPK Kini tidak mau menangkap penjahat ekonomi keuangan negara, bila bukti dinyatakan tidak lengkap sebenarnya jawaban yang merupakan bukti tak mengerti kerja dan tak mengerti bahasa hukum.

Praduga tak bersalah, padahal katanya ahli hukum. Kalau suap jelas identik ibarat memberi uang untuk pengemis jalanan dan uang razia polisi di jalanraya, jelas tanpa bukti berupa kwitansi. Nah, kalau gini terus tetap saja bahwa hukum hanya berlaku untuk rakyat miskin dan lemah. Marilah kita terima bersama hukum bencana alam. Selamat menyaksikan. Terima kasih Sumut Pos.

Perampok Tembak Mati Polisi

BEKASI- Naas, anggota Unit Ranmor Polresta Bekasi Kota Aipda Sugiyantoro tewas tertembak kawanan yang diduga perampok Rabu (1/6) di Kampung Jatirangon, Jalan Raya Mes AL RT 04/01, Jatirangon, Jatisampurna, Kota Bekasi. Korban tertembak di bagian pelipis mata hingga tembus ke bagian kepala.

Penembakan itu terjadi setelah korban menggelar patroli bersama enam rekannya yang diantaranya Aiptu Nono, Brigadir Agus Imron, Brigadir Ade Abdulrahman, Brigadir Ali, dan Brigadir M Nuh dengan menggunanakn tiga unit sepeda motor.

Dalam patrolinya, petugas itu mencurigai sebuah mobil Kijang Inovva warna hitam yang sedang parkir di depan sebuah Toko Sembako bernama Ongko Mulya. Saat itu, korban yang berboncengan dengan Brigadir M Nuh langsung turun dan berusaha menghampiri mobil mencurigakan tersebut.
Tidak tahu apa yang terjadi, tiba-tiba saja suara letusan senjata api terdengar oleh Brigadir M Nuh yang sedang menunggu korban di sebuah gang. Setelah dilihat, ternyata letusan itu suara senjata api dari dalam mobil. Korban AIpda Sugiyantoro pun ambruk seketika. Sedang M Nuh dan empat orang rekannya pun langsung siaga mencari perlindungan dan melakukan perlawanan.

Usai menembakan timah panas di tubuh korban, kawanan itu berusaha kabur dengan menggunakan mobil tersebut. Alhasil, petugas pun melakukan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan bertubi-tubi ke arah mobil yang bergerak dengan cepat. Namun, entah mengenai salah satu pelaku yang berada didalam mobil atau tidak.

Seorang saksi mata yang juga warga Kampung Jatiranggo Ruslan (37)  mengatakan, dirinya hanya melihat ada orang tergeletak dengan bersimbah darah didepan toko dan langsung diangkat oleh seorang anggota dan langsung dilarikan ke RS Jatisampurna yang tak jauh dari tempat kejadian. “Saya tidak mengetahui kejadiannya persis, hanya saja, saya hanya mendengar suara letusan tembakan sebanyak empat kali, dan suaranya cukup keras,” ujarnya.

Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Imam Sugianto yang ditemui di rumah korban mengatakan, kejadian penembakan anggota ini berawal saat regu tim yang berjumlah 6 orang ini sedang melakukan patroli.

Sesaat sedang melakukan patroli  korban yang saat itu sedang berboncengan dengan anggota lainnya turun untuk mengecek mobil tersebut dan terjadi penembakan. Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Drs Sutarman mengatakan, pihaknya membentuk tim untuk membantu Polresta Bekasi Kota dalam mengungkap kejahatan ini.(dny/jpnn)

Sutan Bhatoegana Jemput Nazaruddin ke Singapura

JAKARTA- Keberangkatan tim internal Partai Demokrat untuk menjemput mantan Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin nampaknya segera terealisasi. Kemarin (1/6), DPP Partai Demokrat telah mengesahkan surat keputusan tentang tim yang akan menemui Nazaruddin yang saat ini tengah berada di Singapura.

“Insya Allah dia (Nazaruddin) harus pulang, kalau sudah sembuh harus pulang,” kata M Jafar Hafsah, Ketua Fraksi Partai Demokrat, jelang peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di gedung parlemen, Jakarta, kemarin.

Menurut Jafar, memang pembentukan tim sudah dirumuskan. Salah satu kader yang ditunjuk adalah anggota Fraksi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana. Tim memang belum berangkat karena membutuhkan keputusan resmi DPP Partai Demokrat untuk menemui Nazaruddin. “Harus ada surat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Jafar.

Siapa nanti yang akan mendampingi Sutan? Menurut Jafar, nanti Sutan sendiri yang akan memilih kader Demokrat untuk menemaninya menjemput Nazaruddin. “Biar Sutan yang memilih, supaya silaturahminya bagus,” tandasnya.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Saan Mustopha menambahkan, tim khusus ini diminta untuk melakukan komunikasi kepada Nazaruddin. Hal pertama yang dilakukan adalah melihat keadaan Nazaruddin. Tim ini yang nantinya mendorong Nazaruddin untuk bertindak proaktif memenuhi segala perintah DPP Partai Demokrat maupun Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Jika nanti KPK memanggil, pak Nazaruddin bisa secara sukarela memenuhi panggilan KPK,” jelasnya. Karena sifatnya adalah keputusan DPP, kata Saan, Fraksi Partai Demokrat dalam hal ini tinggal melaksanakan putusan itu.

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas membenarkannya. Menurut dia, DPP Partai Demokrat kini yang memiliki wewenang penuh menindaklanjuti kasus Nazaruddin. Dia juga membantah adanya isu perpecahan, akibat tarik menarik kepentingan yang melibatkan Nazaruddin di internal Demokrat. “Hubungan kita tetap baik. Pak Nazaruddin kita harap segera sembuh dan kembali secepatnya,” tandasnya.

Sementara itu, hingga kemarin, Sutan Bhatoegana yang ditugasi untuk berangkat ke Singapura juga belum mengetahui lokasi pasti Nazaruddin. Politisi muda Demokrat yang namanya diseret-seret dalam sejumlah kasus suap itu hanya telah menyatakan kesediaannya untuk ditemui. “Beliau bilang bersedia, tapi belum memberi tahu tempatnya dimana,” ujar Sutan. (bay/dyn/jpnn)

SMP Negeri 1 Sunggal Banyak Masalah

085830172xxx
Yth DPRD/Pemkab Deli Serdang untuk mengingatkan/memperjelas apa yang telah diberitakan via SMS oleh rekan terdahulu kasus yang terjadi di SMP N 1 Sunggal antara lain, memberikan kunci jawaban UN 2010/2011 kepada peserta, pungutan Rp12.000/siswa/bulan, pemotongan insentif guru Rp25 ribu dan Rp50 ribu, pemotongan 2 persen dari Bank Sumut oleh bendahara (sejak tahun 1999), penjualan buku/lks secara paksa, penebusan ijazah Rp100.000 untuk 2011, penggelapan insentif saudara Yusran oleh bendahara, pembuatan DP3 sampai saat ini belum selesai, dan kutipan sewa kantin untuk pribadi demikian sebagai bahan masukan/pertimbangan dalam mengambil putusan dari SMP N 1 Sunggal.

085762558xxx
Kepada Yth DPRD Deli Serdang/Pemkab Deli Serdang, mencermati kasus yang terjadi di SMPN 1 Sunggal disebabkan kesalahan dari Kepala Sekolah (Kasek) sendiri yang tidak mencerminkan karakter seorang pemimpin, cenderung mencerminkan karakter penguasa mengemban tugas.

Karakter yang melekat, yakni memaksakan kehendak dalam mengambil putusan, tidak mau mengakui kesalahannya, menjauhi rekan senior, tidak perduli dengan kepentingan bawahan, tidak mengerti tugas/kewajiban selaku kasek, bersifat arogan, tidak mengerti karakter bawahan, mempersulit pelayanan administrasi bawahan.

Laporan ini dikemukakan bukan untuk menyudutkan kasek, namun untuk perbaikan ke depan. SMP N 1 Sunggal yang menginginkan sosok pimpinan berkarakter dari SMP N 1 Sunggal.

Sampaikan Tertulis
Terima kasih laporannya, selama ini sudah cukup banyak laporan via SMS yang dikirimkan, kami menyadari dengan banyaknya laporan tentunya banyak bukti yang sudah ada. Untuk itulah, kami selaku Pemkab Deli Serdang hanya bisa menindak lanjuti persoalan bila ada laporan tertulis yang dibuat.

Apabola para orang tua siswa, guru dan rekan-rekan guru lainnya membuat laporan tertulis. Dengan melampirkan bukti-bukti yang sudah disampaikan via SMS, kliping berita koran, dan surat pengaduan tertulis secara langsung ke Bupati Deli Serdang, Inspektorat, dan Disdikpora. Maka laporan langsung ditindak lanjuti.  Karena dengan laporan tertulis ada dasar kami untuk menindak lanjutinya.

Umar Sitorus
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

——–

Ganti Kepala Sekolah Bermental tak Baik
Terima kasih partisipasi masyarakat yang telah melaporkan adanya penyimpangan dalam hal pelaksanaan di pemerintahan. Terkadang ada hal yang dianggap tidak transparan ketika ada dugaan unsur KKN. Kemudian, prihal laporannya dikhawatirkan memunculkan dampak yang kurang sehat.

Kami DPRD Deli Serdang menganggap laporan cukup sebagai dasar memanggil kepala dinas dan kepala sekolah. Tapi, lebih kuat lagi bila dilandasi laporan tertulis. Pemanggilan yang akan kami lakukan, nantinya dilaksanakan Komisi D DPRD Deli Serdang. Hal tersebut dilakukan sebagai bagian untuk meminta klarifikasi mengenai sejumlah hal yang muncul dalam laporan.

Perlu kami jelaskan, sesuai rekomendasi kami kepada Bupati Deli Serdang untuk untuk mengkaji kinerja masing-masing dinas. Khusus untuk Disdikpora Deli Serdang, di dalam LKPj kami sarankan agar kapasitas kepala sekolah ditingkatkan, karena secara fasilitas fisik sekolah sudah sangat baik, jadi disdikpora harus mengganti kepala sekolah yang memiliki mental kurang baik dan lakukan rotasi serta promosi jabatan bagi guru-guru. Kami ingatkan Disdikpora, apabila kepala sekolah sudah tak layak, harus diganti.

Dwi Andi Syahputra Lubis
Wakil Ketua DPRD Deli Serdang

Trailer Muatan Karet Ditemukan

SERGAI- Trailer nopol BM 8279 CU muatan karet yang dibajak lima orang tak dikenal (OTK), di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 73-74, persisnya di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Sergai, akhirnya ditemukan, Rabu (1/6).

Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini, setelah awak truk dilumpuhkan OTK membawa lari trailer ke arah Tanjung Morawa, Deli Serdang. Aparat Polres Sergai berkoordinasi dengan Kodim 0204/DS, kemudian membentuk tiga tim untuk memburu para pelaku.

“Kami mendapat kabar trailer diamankan di Kodim 0201 BS Kota Medan. Selanjutnya kita meluncur dan berhasil menemukan kembali mobil trailer tersebut. Hanya enam keping karet yang hilang, selebihnya masih utuh,” kata Kasat Reskrim Polres Sergai AKP TML Tobing.(mag-15)

Warga Kualanamu Terancam Kelaparan

LUBUK PAKAM- Posisi warga Desa Pasar VI, Kualanamu, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, kian terjepit, Bahkan, terancam kelaparan, menyusul digusurnya pertanian warga, berupa jagung dan umbi-umbian.

Ketua Kerukunan Warga Masyarakat Lemah (KWML) Suhelman, didampingi Manager RD/ICT Yayasan Bitra Indonesia, kepada wartawan, Rabu (1/6) mengatakan, setidaknya 2 ton jagung terbuang percuma setelah ‘panen paksa’ yang dilakukan PT Angkasa Pura II melalui Kantor Cabang Bandara Polonia dan Project Implementation Unit Pembangunan Bandar Udara Kualanamu pada 15-16 Mei 2001 lalu. (btr)

Syukran Sakit, Sidang Ditunda

TAPTENG- Terdakwa penipuan, mantan anggota DPRD Sumut H Syukran Jamilan Tanjung SE, tidak hadir dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negri (PN) Sibolga, karena sakit, Rabu (1/6).

Karena Syukran tidak hadir, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Antonius Simbolon SH MH, ditunda dan akan digelar kembali pada hari Kamis (9/6) mendatang. Sementara, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nazar Makmur Harahap SH menyatakan, sesuai dengan Surat Pemberitahuan Sakit dari Lapas Sibolga, terdakwa tidak bisa hadir karena alasan sakit.

“Surat pemberitahuan sakitnya diterima tadi pagi. Mudah-mudahan terdakwa cepat sembuh dan bisa kita hadirkan pada sidang minggu depan,” kata Nazar Makmur Harahap usai sidang.  (mora/muh/smg)