Home Blog Page 15188

Sewa Pengacara Tuntut Gaji

Asing Lapor FIFA

MEDAN – Kalau mantan pemain lokal PSMS hendak melaporkan persoalan gaji ke PSSI, duo legiun asing eks PSMS, Vagner Luis dan Almiro Valadares memilih melaporkan masalah ini langsung ke induk sepak bola sejagad raya: FIFA. Rencananya laporan akan diajukan Senin (27/6).

Duo Brasil ini sudah lebih satu bulan terlunta-lunta di Kota Medan. Dengan berbekal tabungan seadanya, keduanya hanya pasrah menanti gaji. Bahkan keduanya tak kuasa pulang kampung berlibur karena keterbatasan biaya.
Dan langkah itu diambil lantaran akumulasi kekecewaan karena tidak ada kepastian pembayaran gaji.
Bahkan ketika coba dikonfirmasi kepada Plt Ketua Umum PSMS yang juga Sekretaris Umum dan manajer tim Idris, baik itu lewat telepon dan SMS tidak pernah ada balasan. Hal ini membuat keduanya frustasi.

“Saya ingin komunikas baik-baik dan berharap gaji kami dilunasi. Saya coba hubungi tapi tidak ada jawaban. Kami lelah dan memutuskan melaporkan masalah ini langsung ke FIFA,” beber Luis. “Padahal kalau gaji kami dibayar, kami ingin pulang kampung dan bertemu keluarga,” sambungnya yang juga diamini Almiro.

Dan tak tanggung-tanggung, kedua pemain ini akan menyewa pengacara untuk melaporkan masalah ini. “Semoga pengacara mampu membantu kami menuntut hak,” lanjut Luis.

Soal klaim Idris bahwa PSMS telah mengabiskan Rp11 miliar untuk biaya operasional satu musim, Luis dan Almiro tampak tak yakin. “Kalau dipikirkan tidak mungkin sebanyak itu. Dari kontrak para pemain tidak ada yang sampai Rp1 milyar,” lanjut Luis.

Dalam rencana laporan itu, ada juga poin soal kecurangan pembayaran sisa kontrak oleh pengurus PSMS dalam hal ini Idris. Salah satunya adalah rencana PSMS yang hanya akan membayarkan gaji sebesar satu bulan. Menurut mantan pemain Pelita Jaya itu, lolosnya PSMS ke delapan besar membuat pengurus harus membayar penuh gaji pemain lokal dan pemain asing yang memperkuat sejak putaran pertama lalu. “Sesuai klausul kontrak kami harusnya menerima tiga bulan gaji sisa,” paparnya.

Yang paling parah, Luis siap memaparkan kecurangan Idris yang memberikan Luis dua kontrak dengan jumlah berbeda. Kontrak pertama yang dilaporkan ke PSSI senilai Rp700 juta tapi yang diterimanya hanya Rp550 juta. “Saya punya salinan dua kontrak itu, jadi saya tidak asal ngomong. Ini benar adanya,” sambung Luis.
Kenapa Luis mau menandatangani kontrak palsu itu? Ternyata luis merasa dijebak karena saat hendak melakukan teken kontrak kompetisi sudah akan berjalan dan tak mungkin lagi mencari klub. “Jadi mau tak mau saya terpaksa tantangani kontrak itu. Waktu sudah sangat mepet dan saya tak mungkin lagi dapat klub,” bebernya lagi.
“Agen saya Jaime Rojas awalnya sudah menyuruh saya untuk memikirkan ulang sebelum menandatangani kontrak. Saya sudah lama ikut seleksi di PSMS tapi tak kunjung dikontrak saat itu. Mereka cukup cerdik mengelabui saya,” pungkas Luis. (ful)

Kaka for Sale

Madrid Siap
Cuci Gudang
MADRID- Nasib Kaka di Real Madrid bakal tamat. Jose Mourinho kabarnya tak lagi sabar menanti playmaker asal Brasil itu berada pada penampilan terbaiknya. Tak hanya Kaka, sejumlah pemain lain tampaknya bakal dilepas demi pengurusan skuad yang tak lagi dianggap berkontribusi besar bagi Real Madrid.

Madrid mendatangkan Kaka pada tahun 2009 dari Milan dengan transfer yang mengguncang dunia persepakbolaan dunia, 70 juta Euro. Kini setelah kurang stabilnya permainan Kaka dan juga kerap didera cedera membuat Madrid berubah pikiran dan akan menjual Kaka, apalagi gaji Kaka di Madrid termasuk dalam deretan pemain dengan gaji termahal.

Harian Marca mengabarkan, Jose Mourinho sudah tak bisa lagi menunggu Kaka tampil ke puncak permainannya kembali, Mourinho pun telah membuat rencana untuk musim depan dimana Kaka tak akan masuk dalam strategi Mourinho. Presiden Madrid Florentino Perez juga dikabarkan sudah menyetujui keinginan Mourinho tersebut.
Hal ini tentu saja bakal menjadi kerugian besar bagi Madrid, dan tentu saja sangat mengecewakan bagi Perez yang telah membeli Kaka dengan harga yang sangat mahal. Namun, yang menjadi masalah adalah, Kaka tak ingin pergi dan masih ingin membuktikan uang yang dikeluarkan Madrid untuk dirinya tidak sia-sia.

Beberapa waktu lalu muncul kabar yang menyebutkan mantan klub Kaka, AC Milan bakal membeli kembali Kaka, namun besarnya gaji Kaka membuat Milan urung memboyongnya ke San Siro. Di lini belakang, Madrid tampaknya tak bisa lagi menahan Sergio Ramos yang sudah semakin makin mantap ingin meninggalkan Real Madrid. Apalagi, dirinya sudah mendapat tawaran dari berbagai klub. Paling tidak Chelsea dan Manchester City sudah menawarkan gaji menggiurkan bagi Ramos. Ini tentu sesuai dengan keinginan Ramos.

Ya, bek serbabisa ini berencana hengkang dari Santiago Bernabeu. Gara-garanya, Madrid terlihat enggan menaikkan gaji Ramos. Padahal, ia merasa telah memberi kontribusi tak kecil bagi Madrid.
“Sergio pantas mendapat perbaikan gaji di Real karena dia sudah membuktikan kinerja dan kualitasnya. Dan, hal yang wajar bila dia diincar banyak klub luar Spanyol karena talenta yang dimilikinya,” ujar Rene Ramos, saudara yang juga menjadi agennya.

“Kami sudah menerima banyak telepon dan permintaan. Namun, semua itu terserah pada klub,” beber Rene sedikit mengancam.  Gelandang bertahan Lassana Diarra juga dikabarkan bakal hengkang ke Juventus. Meski masih rumor, namun Madrid menanggapi dengan cukup serius. Kalau Juve memang ingin tenaga Diarra, maka Madrid ingin barter dengan Felipe Melo. (bbs/jpnn)

Lahirkan Petembak Andal

Kejurda Menembak Kapoldasu Cup 2011

MEDAN-Kejuaraan Daerah Menembak Kapoldasu Cup 2011 telah berakhir Minggu (26/6) sore kemarin. Dari ajang itu, sejumlah bibit petembak andal telah lahir dan siap memberi yang terbaik di ajang yang lebih besar lagi.
Petembak Anugrah Shooting Hunter Club, DR Pranajaya, dan petembak Perbakin yang berasal dari Polres Deliserdang, AIPTU Ngatiman berhasil menggondol juara dalam nomor bergengsi di Kejuaraan Daerah Sasaran Kapoldasu Cup yang berlangsung di Lapangan tembak Anugrah Perumahan Cemara Asri.

DR Pranajaya menjadi yang terbaik di nomor Big Bore, mengalahkan pesaing-pesaingnya yang sebagian besar atlet buru di nomor target 100 meter tersebut. Sedangkan Ngatiman verhasil mencatatkan poin tertinggi di nomor Cente Fire Putra. Untuk nomor Center Fire eksekutif, Musa Idishah asal klub Anugrah, berhasil menjadi yang terbaik setelah sukses memperoleh poin tertinggi di hari terakhir kejuaraan yang berlangsung sejak 24 Juni 2011 lalu.

Kapoldasu Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro mengatakan, kejuaraan ini merupakan bagian dari upaya untuk menjaring bibit-bibit atlet tembak potensial Sumatera Utara. Selain itu tentunya untuk lebih mendekatkan Perbakin Sumut ke masyarakat luas. Wisjnu sendiri meminta agar kejuaraan seperti ini terus dilakukan secara berkesinambungan, yang tujuannya untuk memajukan dan meningkatkan prestasi olahraga menembak Sumatera Utara.“Saya sangat mendukung kejuaraan seperti ini. Sebaiknya dilakukan setiap tiga bulan sekali agar para atlet benar-benar fokus dalam latihan,” kata Kapoldasu, usai memberikan 700 paket sembako pada Koramil dan Polsekta yang berada di sekitar Kota Medan di Lapangan Tembak Anugrah.

Kapolda sendiri menyatakan simpati dan salutnya atas perhatian Pengprov Perbakin (Persatuan Olahraga Menembak dan Berburu Indonesia) Sumut, yang telah menunjukkan kepedulian terhadap satuan TNI/Polri. “Kepedulian dari Perbakin Sumut ini tentunya harus menjadi contoh,” kata Kapolda lagi.

Wisjnu berpesan, kepada para atlet tembak Sumut tidak cepat puas dengan hasil yang diraih, namun harus terus meningkatkan volume latihan demi meraih prestasi yang lebih tinggi.
“Bagi para juara, nantinya bisa menjadi duta Sumut dalam berbagai kejuaraan, dan yang terdekat adalah Kapolri Cup,” tambah Kapolda.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Pengprov Perbakin Sumut, Musa Idishah yang akrab disapa Doddi menjelaskan, even-even seperti ini akan lebih sering lagi digelar.
“Animo masyarakat untuk menjadi peserta cukup tinggi. Ke depan kejuaraan menembak akan lebih sering lagi digelar. Hal ini tentunya kesempatan yang lebih besar bagi Perbakin Sumut untuk menjaring bibit-bibit atlet,” terang Doddi.

Ia juga menambahkan, atlet yang juara di Kapoldasu Cup 2011 ini akan menjalani tahapan seleksi untuk dikirim mewakili Sumut di pentas Kapolri Cup. “Atlet yang lebih siap, tentu yang akan diberangkatkan. Makanya harus terus  asah kemampuan,” tegas Doddi. (jun)

Mencuri karena Sakit Hati

Sakit hati karena tak diberi pinjaman oleh toke tempatnya bekerja, Suanton alias Keling (51), warga Jalan Tiga Lorong II, Pulo Brayan Bengkel, nekat mencuri di Gudang Agung milik tokenya tersebut. Suanton tidak sendiri, dia mengajak rekannya, Sugi Amin yang kini masih buron.

Mereka melaksanakan rencana pencurian tersebut pada Kamis (16/6) malam lalu, dia bersama Sugi Amin masuk ke Gudang Agung di Jalan Cemara Nomor 2, Medan Timur. Di dalam gudang mereka menggasak barang-barang berupa 300 lusin kunci laci dan 300 gembok kuningan. Setelah berhasil, mereka menjualnya ke penadah.

Namun, aksi nekat Suanton ini berakhir di jeruji besi. Pasalnya, sang toke Kartono Chandra Tong (40), mengadukan kasus pencurian tersebut ke Polsekta Medan Timur. Meski sempat buron selama sepekan lebih, akhirnya Suanton berhasil diringkus polisi.

Saat ditanyai petugas Polsek Medan Timur, Suanton mengaku kalau dirinya butuh uang untuk biaya hidup keluarganya. Lantas dia mencoba meminjam uang kepada pemilik gudang, namun tidak diberi. Karenanya, dia merasa sakit hati dan merencanakan untuk mencuri di gudang tersebut.(mag-7)

Target Hijau dan Asri

Tanam 1.500 Bakau dan 300 Mahoni

Guna mengantisipasi pemanasan global, sejumlah pemuda yang dimotori Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Kecamatan Secanggang, melakukan penanaman 1.500 bibit bakau dan 300 bibi mahoni di Desa Sungai Ular, Kecamatan Secanggang, Langkat, baru-baru ini.

Dikatakan Ketua PK-KNPI Kecamatan Secanggang Syahmujar, penanaman bibit bakau ini, penanaman bibit bakau bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam yang kerab terjadi dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

“Menanam pohon adalah jihad, maka dari itu, mari sama-sama kita lestarikan dan kita jaga pohon yang hari ini kita tanam. Karena pohon yang kita tanam, merupakan warisan yang bakal kita serahkan kepada anak cucu kita,” ujarnya.
Lokasi penanaman pohon berada di Dusun II Sungai Makam, tepatnya di Parit Raja sepanjang 500 meter yang menghubungkan beberapa dusun di Desa Sungai Ular.

Untuk jenis pohon yang ditanam, kata Syamujar, bibit pohon mahoni dan bakau (Mangrove). “Bibit bakau ada 1.500 batang, dan 300 bibit mahoni,” jelasnya.

Masih Syahmujar, penanaman pohon melibatkan ratusan pemuda dari berbagai organisasi termasuk mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pengurus Karang Taruna Kecamatan Secanggang M Salim, berharap kegiatan  penghijauan ini, jangan menjadi kegiatan seremonial belaka, tapi bisa terus berlanjut dan dapat terus dilaksanakan di kemudian hari.
“Kegiatan ini harus dilanjutkan, dan menyebar ke desa-desa lain agar semua wilayah di Kecamatan Secanggang, kembali hijau dan asri,” ucap Salim.

Sekretaris Kecamatan Secanggang Aliandi, yang turut hadir dalam kegiatan itu mengatakan, penanaman pohon ini harus terus digalakkan untuk menindaklanjuti program pemerintah One Billion Indonesian Trees (OBIT), apalagi terkait dengan mangrove yang sangat erat hubungannya dengan kawasan pesisir. “Penghijauan seperti ini, patut digalakkan mengingat ancaman abrasi laut,” kata Aliandi.(ndi)

 

Basket Hanya Raih Perak

Porwil Sumatera 2011

Harapan Sumatera Utara untuk menambah perolehan medali emas dari cabang bola basket putri akhirnya kandas. Di final tim Basket Putri Sumut dikalahkan tim Sumatera Selatan dengan skor 65-80 di Sport Hall Temenggung Batam, Minggu (26/6) sore.

Perjuangan tim putri Sumut ini didukung langsung oleh Ketua Umum KONI Sumut H Gus Irawan, Ketua Harian KONI Sumut John Lubis, Sekum KONI Sumut Drs Chairul Azmi MPd, Wakil Bendahara KONI Sumut TP Sihombing, Anggota DPRD Sumut Salomo T Pardede dan Brillian Mukhtar, Ketua KONI Medan Drs H Zulhifzi Lubis serta para pengurus KONI Sumut lainnya.

Anak-anak Sumut gagal mengembangkan permainan dari awal pertandingan. Tekanan dan pressing yang dilakukan pada pertandingan sebelumnya, tidak terlihat kali ini. Justru, Sumsel yang berbalik menekan Sumut. Kuarter pertama berakhir dengan skor 16-23.

Sumut sempat bangkit di kuarter kedua, ketika mampu mengejar ketinggalan dan menyamakan skor menjadi 32-32. Tapi, kebangkitan ini tidak berlangsung lama, sebab Sumsel kembali menjauh dan menutup kuarter kedua dengan skor 35-41.

Para pemain Sumut terlihat kurang bermain lepas pada laga ini. Tercatat beberapa kali mereka kehilangan bola. Hal ini dimanfatkan para pemain Sumsel untuk mencetak angka. Sumsel kembali mempimpin di kuarter ketiga dengan skor 61-45. Pada kuarter keempat, Sherly dkk hanya mampu menambah 10 angka, sedangkan Sumsel mencatak 19 angka. Sumut pun kalah dengan skor 65-80, sehingga hanya berhak meraih perak. Medali perunggu diraih oleh Jambi yang mengalahkan Sumbar 73-53.

Kegagalan ini melengkapi derita tim basket putra Sumut yang terpaksa harus pulang tanpa medali. Pada perebutan medali perunggu, tim basket putra Sumut dikalahkan Kepulauan Riau dengan skor 53-85. Sementara, medali emas diraih oleh Aceh yang pada babak final mengalahkan Sumbar dengan skor 56-34. (jun)

Resep Kuno Manjakan Lidah

Bakso Krenyeus

Bakso atau biasa disebut baso adalah jenis bola daging yang paling lazim dalam masakan Indonesia khususnya Kota Medan. Berbagai nama dan jenis bakso sengaja dibuat seunik dan sedemikian rupa oleh sang pemilik usaha untuk menarik para peminatnya.

Salah satunya adalah Bakso Krenyeus Resep Kuno milik Hanafiah Sufi. Bakso Krenyeus yang diperkenalkan pertama kalinya di  Surabaya ini sudah bisa dinikmati  di Kota Medan.

Untuk bisa menemukan lokasi penjualan Bakso Krenyeus Resep Kuno, milik Hanafiah  para penggila bakso bisa datang ke Jalan Williem Iskandar/Pancing tepatnya Ruko MMTC Blok N No 12 Medan.
Sesuai namanya, Hanafiah mengaku konsumen akan merasakan kenikmatan lewat kreunyeus dalam gigitan setiap bakso yang dimakan.

Tidak tanggung-tanggung, berbagai menu dengan harga yang terbilang cukup murah coba ditawarkan Bakso Krenyeus Resep Kuno untuk memanjakan konsumennya.

Yang mana sesuai tema bakso itu sendiri yakni selera ningrat harga rakyat, para pembeli tidak perlu repot mengeluarkan  uang banyak untuk  bisa menikmati bakso yang merupakan franchise Kota Surabaya ini.
Adapun menu yang disediakan diantaranya yakni Beef Bakso, yang mana di dalam setiap mangkuknya terdiri dari lima bakso halus dan siomay dengan harga Rp8 ribu per mangkuknya. Untuk menu Seafood Bakso, setiap mangkuknya terdiri dari bakso salmoon, bakso udang, bakso lobster dan bakso kakap, dan bisa dinikmati seharga Rp9ribu per mangkuknya.

Untuk menu Beef Bakso Seafood, setiap mangkuknya terdiri dari bakso salmon, bakso udang, bakso lobster, dan dibanderol dengan harga Rp10 ribu per mangkuknya.
Sedangkan menu spesial yang ditawarkan Bakso Krenyeus Resep Kuno, adalah Beef Bakso Komplit, didalamnya terdiri dari dua buah bakso halus, bakso jumbo, siomay, bakso goreng dan stik goreng, dan untuk bisa menikmatinya cukup mengeluarkan kocek sebesar Rp12 ribu per mangkuknya.

Sedangkan untuk menu pelengkap lainnya Bakso Krenyeus Resep Kuno juga menyediakan berbagai jenis bakso lainnya seperti bakso sate, mie ayam dan bakso pecel dengan harga Rp7 ribu per mangkuknya.

Selain itu berbagai minuman unik seperti jus tiga dimensi yakni melon, jeruk dan semangka dipadu di dalam sebuah wadah berbentuk gelas juga disediakan pemilik Bakso Krenyeus Resep Kuno untuk menambah kesegaran dalam menikmati hidangan bakso yang telah dipesan.

Tidak hanya itu, Bakso Krenyeus Resep Kuno juga memiliki jenis minuman unik lainnya yakni perpaduan pepaya dan minuman botol sprit, dengan harga Rp7 ribu per gelasnya.

Sedangkan rahasia resep kelezatan dalam pembuatan bakso, menurut Hanafiah tidak begitu sulit, mengingat bahan pembuatan baksonya dipesan dari Surabaya.

“Untuk seluruh bahannya semuanya terbuat dari bahan alami dan bumbu yang menggunakan ramuan zaman dahulu, sehingga dianggap resep kuno. “Bahan baku dipesan dari Surabaya dan di Medan hanya proses masaknya,” ungkap Hanafiah.

Masih menurut Hanafiah, selain bisa dinikmati oleh keluarga dan pasangan muda-mudi, Bakso Krenyeus Resep Kuno juga menyediakan sebuah ruang untuk pertemuan sekaligus merasakan kenikmatan Bakso Krenyeus Resep Kuno miliknya.

Bahkan mulai bulan depan kabarnya akan banyak menu baru yang akan disiapkan untuk semakin memanjakan lidah para penggila bakso Kota Medan.

Masih penasaran dengan menu-menu terbaru Bakso Krenyeus Resep Kuno milik pak Hanafiah? langsung saja datang dan nikmati berbagai kelezatan dari tiap menu yang ditawarkan. (uma)

Bakat Model Sejak Kecil

Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol, Juara Brand Ambassador Natur

Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol menjadi wakil Kota Medan di grandfinal pencarian Brand Ambassador Natur di Jakarta, 13-15 Juli mendatang.

Ria, panggilan akrab akan Kastria Soldiana Elizabeth Hutagaol akan bertarung dengan wakil Yogyakartan Surabaya, Bandung dan Jakarta.

Dalam audisi yang diselenggarakan di Hotel Aston, Sabtu (25/6), Ria berhasil menyisihkan sebanyak 300 peserta yang mendaftar. “Awalnya deg-degan, habis semua peserta memiliki rambut yang indah,” ujar gadis kelahiran Medan 22 tahun lalu itu.

Menurut Ria, awal mendaftar sebagai peserta, rambut Ria hitam dan panjang, tetapi menjelang tahap audisi, Ria berinisiatif memotong rambut nya. “Anehkan mau ikut lomba kecantikan rambut saya potong,” ujarnya sambil ketawa. Ria mengaku sejak SMP dirinya selalu menggunakan produk Natur untuk menjaga kesehatan dan keindahan rambutnya.

Kecintaan Ria pada dunia modeling sudah dimulai sejak kecil, sehingga dia mendapat dukungan penuh dari orangtuanya. “Waktu SMA, sering ikut perlombaan, dan beberapa kali menang,” ujar buah hati pasangan Toga Mulia Hutagaol dan Tiur Maida Manalu.

Kemenangan Ria untuk mewakili Medan menjadi cambuk baginya untuk tetap memelihara dan menjaga keindahan rambutnya, karena baginya rambut tetap melambangkan jati diri seorang wanita. Gadis yang menyukai pria pintar, pekerja keras dan sopan ini tetap menjaga kecantikan dirinya walaupun dirinya tercatat sebagai mahasiswi Politeknik Medan Fakultas Teknik Mesin.

“Tetap jaga, tapi yang standar saja, kan saya masih dibiayai oleh orangtua,” ucapnya.

Menjelang keberangkatan dirinya untuk mewakili Kota Medan dalam ajang Natur Model Search, Ria akan berusaha keras untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan perawatan rambut dan menambah wawasan.

Gadis alumni SMA San thomas 3 ini tetap menjaga diri agar tidak salah pergaulan, dirinya memberikan tips, yaitu menekuni bakat dan memperkuat agama. “Dengan menekuni bakat, ada kegitan positif yang kita lakukan, sedangkan dengan memperkuat agama, maka cobaan yang kita hadapi akan mudah untuk diselesaikan,” tutupnya.
Pemenang tingkat nasional akan menjadi Brand Ambassador dan akan dikontrak eksklusif selama 1 tahun untuk mengembangkan bakatnya. “Natur Model Search akan mencari sosok perempuan Indonesia yang alami, dan pemenangnya akan menjadi Brand Ambassador Natur,” ujar Brand Manager Natur, PT Gondowangi Tradisional Kosmetika, Yudith Effendy. (mag-9)

Satgas TKI Diragukan

Media Arab Sebut Moratorium Pencitraan Pemilu

JAKARTA-Kekompakan berbagai elemen dalam menyelesaikan polemik Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dipertanyakan. Sebab, paska terbongkarnya kebohongan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa yang menyebut duta besar (Dubes) Saudi Arabia telah meminta maaf, beberapa elemen justru tidak lagi kompak menghadapi masalah ini.

Mulai retaknya kekompakan untuk menyelesaikan kasus TKI itu tentu sangat disayangkan. Sebab, media Arab Saudi mulai melakukan serangan balik terhadap pemerintah Indonesia.

Media Saudi Gazette seperti yang terlihat dalam  onlinenya www.saudigazette.com.sa mengatakan moratorium sarat kepentingan politik.

Media tersebut menuliskan judul Indonesian labor ban politically motivated yang diterjemahkan larangan pengiriman tenaga kerja bermotif politik. Media tersebut menulis pihaknya meragukan keseriusan pemerintah Indonesia, sebab langkah pemerintah untuk membuat moratorium dinilai hanya untuk mencari muka menjelang pemilihan umum.

Chairman of the National Recruitment Committee Saudi Arabian Sa’ad Al-Baddah justru menantang balik pemerintah Indonesia. Dia mengatakan, Indonesia justru bakal rugi kalau melarang pengiriman tenaga kerja. Dikatakan, Indonesia akan kehilangan 6 miliar SR (Saudi Arabiyan Riyal) setara Rp13,7 miliar per tahun kalau melaksanakan moratorium.

Mulai retaknya kekompakan itu teridikasi dari mengendurnya dukungan terhadap dua langkah yang disiapkan pemerintah. Yakni, memoratorium dan rencana pembentukan Satuan Tugas (Satgas) oleh Presiden SBY. Blunder Marty Natalegawa tersebut membuat beberapa elemen seperti kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah.
Mereka khawatir, jika apa yang telah dilakukan pemerintah dalam upaya untuk melindungi tenaga kerjanya hanya isapan jempol belaka. Sebelumnya, kecurigaan itu muncul lantaran jarang ada pendampingan bagi tenaga kerja bermasalah. Harapan sempat muncul saat pemerintah terlihat serius membuat moratorium dan satgas.

Analis kebijakan Publik Migrant Care Wahyu Susilo membenarkan jika sikap Marty Natalegawa bisa menghilangkan kepercayaan publik. Parahnya, hal itu juga berdampak pada kebijakan pemerintah lain. Dia akhirnya meragukan keseriusan presiden untuk membentuk Satgas. “Setiap menghadapi masalah dengan TKI, selalu membentuk Satgas,” ujarnya.

Menurutnya, presiden harus mengembalikan kepercayaan publik dengan mulai bersikap tegas. Seperti mengatakan Dubes Arab Saudi dalam 24 jam sudah harus angkat kaki dari Indonesia. “Apa yang dilakukan SBY tidak ada bedanya dengan orang lain yaitu mengecam. Kalau berani mengusir dubes, presiden baru diacungi jempol,” imbuhnya.
Langkah tersebut menurutnya penting. Sebab, selama ini pemerintah dinilai belum mampu menunjukkan political action yang mengarah tajam pada pokok permasalahan. Wahyu menilai, apa yang dilakukan SBY saat ini dinilai klise dan mengulang langkah yang tidak terbukti efektif mengatasi masalah.

Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusdi Basalamah mengatakan pembentukan Satgas adalah lagu lama. Selama ini, terbukti tdak bisa menyelesaikan masalah dengan kongkrit. Dia malah menagih rekomendasi Satgas yang diketuai Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) yang sudah berjalan lima bulan lalu.

Satgas yang disinggung Rusdi adalah Satgas Pembenahan TKI yang dibetuk lima bulan lalu. Dugaan pembohogan Marty dan tidak jelasnya kinerja Satgas membuatnya pesimis dengan langkah pemerintah. “Titik beratnya jangan pada MoU saja, pembenahan menyeluruh di dalam negeri harus dilakukan,” urainya.

Moratorium atau Satgas harus direncakan dengan matang karena menurut data Apjati, Saudi Arabia masih menjadi favorit para TKI. Tercatat, setiap bulannya Indonesia bisa mengirimkan hingga 18 ribu tenaga kerja baru ke Arab. “Sampai hari ini, Saudi masih urutan satu pilihan calon TKI ke luar negeri,” tandasnya.

Terpisah, Komunitas Solidaritas Perempuan (SP) juga demikian. Mereka melihat program yang bakal dilaksanakan pemerintah kurang tepat. Apalagi, beberapa hari lalu SP kedatangan TKI bernama Rosita yang berhasil lolos dari hukum pancung. Selama satu tahun, Rosita tidak mendapat pendampingan sama sekai dari pemerintah.

Staf penanganan kasus buruh migran SP Vicky Sylvanie mengatakan pendampingan itu seharusnya jadi misi utama pemerintah. Sebab, saat ini masih banyak TKI bermasalah yang belum mendapat pendampingan secara maksimal. Termasuk kasus Rosita yang kini ditanganinya, Kemenlu malah sempat tidak tahu jika yang bersangkutan sudah di Indonesia. “Saat ini Rosita masih terancam pancung karena status hukumnya mengambang,” ucapnya.

Ketua Badan Eksekutif Nasional SP Risma Umar menambahkan, moratorium dikhawatirkan bisa menambah jumlah pengangguran jika tidak digarap dengan serius. Disamping itu, arus migrasi buruh Indonesia ke luar negeri secara ilegal potensinya makin tinggi. “Kebijakan moratorium di saat maraknya PHK dan sulitnya lapangan kerja kurang tepat,” jelasnya.

Dia berharap Presiden SBY lebih mengedepankan sistem perlindungan buruh migran Indonesia dengan perspektif HAM dalam menyelesaikan kasus yang ada. Karena moratorium yang dipaksakan dan tidak diatur jelas bisa memasung hak warga negara untuk mendapatkan pekerjaan. “Hak asasi buruh untuk bermigrasi juga dicederai,” ungkapnya.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar di Jakarta kemarin (25/6) menjelaskan, instruksi presiden moratorium dan pembentukan satgas jalan terus. Tudingan jika telah terjadi pembohongan publik terhadap hasil diplomasi RI dengan Arab Saudi, dia sebut tidak akan mengganggu instruksi SBY itu.

“Insya Allah Senin depan Satgas sudah terbentuk dan memulai rapat-rapat penting,” ucap dia pada sebuah diskusi di stasiun radio swasta. Satgas tersebut, bakal dipimpin oleh pejabat eselon I Kemenakertrans. Dengan pembentukan Satgas ini, Muhaimin mengatakan merupakan sebuah bentuk keseriusan perlindungan TKI di luar negeri. “Kami tetap serius untuk menjadi lebih baik,” kata dia.

Diantara tindakan awal yang bakal dilakukan Satgas ini adalah, metakan 303 WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Muhaimin menjelaskan, sebagian besar dari WNI tersebut bukan TKI. Tapi, tetap menjadi sasaran satgas untuk dibebaskan dari jeratan eksekusi hukuman mati. Menurut Muhaimin, perkembangan proses hukum dari seluruh WNI tadi beragam. “Ada yang sudah sampai proses kasasi, dan ada juga yang sedang meminta permohonan maaf keluarga korban,” ucap Muhaimin.

Muhaimin menjelaskan, kasus Ruyati ini harus menjadi pecut untuk memperbaiki sistem penempatan TKI. Saat kebijakan moratorium pengiriman TKI ke Arab Saudi yang mulai dijalankan 1 Agustus depan, Muhaimin berjanji bakal mengadakan perbaikan internal. “Kami juga bakal fokus menggarap penandatangan MoU dengan Arab Saudi,” papar menteri asal PKB itu.

Muhaimin juga berpesan kepada pemerintah mulai tingkat desa hingga kabupaten atau kota basis-basis TKI. Dia berharap, supaya benar-benar memantau kesiapan calon TKI. “Jika benar-benar belum siap, jangan berangkat dulu,” katanya.

Sementara terkait ancaman boikot pembahasan anggaran Kemenaknertrans oleh Komisi IX, menurut Muhaimin tidak ada. “Saya sudah cek, itu hanya letupan-letupan sesaat,” tandasnya. Muhaimin menjelaskan, pihaknya tetap bakal melakukan rapat-rapat dengan Komisi IX. Baik itu rapat tentang anggaran Kemenakertrans tahun depan, atau rapat perlindungan TKI.

Dalam forum tersebut, beberapa kalangan juga masih menilai Muhaimin angkuh. Sebagai kepala institusi pemerintahan yang berkaitan dengan penempatan TKI, Muhaimin masih belum mengucapkan permohonan maaf terkait kasus pemancungan Ruyati. Dia masih bertutur tentang upaya kedepan yang bakal diambil Kemenakertrans untuk memperbaiki sistem penempatan TKI di negara-negara tujuan.

Padahal, tuntutan pemerintah untuk meminta maaf kepada keluarga Ruyati adalah rekomendasi sidang paripurna DPR. Saat ditanya kenapa pihaknya tidak kunjung meminta maaf, Muhaimin hanya tersenyum. Dia terus bungkam sampai meninggalkan forum diskusi itu.

Menurut Wahyu, sikap Muhaimin itu menunjukkan keangkuhan pemerintah. “Belum ada kesadaraan jika kasus Ruyati ini adalah bentuk kelalaian pemerintah,” kata dia. Wahyu menegaskan, pemerintah RI dan  Arab Saudi terlihat sama-sama angkuh tidak mau mengucapkan permohonan maaf kepada keluarga Ruyati. (dim/wan/jpnn)

Senjata Perampok CIMB Niaga Ditemukan Petani Ubi

SERDANG BEDAGAI- Susanto alias Santo (27), warga Dusun III Sarangpuah, Desa Dolok Sagala, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai terkejut begitu menemukan sepucuk senjata laras panjang dan sebuah tas pinggang warna hitam, di Blok 40, Afdeling II areal perkebunan sawit PT Socfindo, Bangun Bandar, persisnya di Dusun III, Desa Sarangpuah, Kecamatan Dolok Masihul, Sergai, Sabtu(25/6) sekira pukul 08.30 WIB.

Setelah tas dibuka ternyata ada puluhan butir peluru. Tak pelak pria yang bekerja sebagai buruh tani itupun menemui rekan-rekannya yang sedang mencabut ubi kayu yang berada areal perkebunan kemudian di teruskan Polsek Dolok Masihul. Polisi yang mendapat informasi tersebut kemudian meluncur ke lokasi penemuan dan mengamankan senjata laras panjang AK 47 yang sudah berkarat serta mengamankan puluhan amunisi.

Saat ditemui wartawan di lokasi penemuan, Santo  mengatakan sebelum menemukan senjata tersebut dia mencabut ubi kayu bersama 7 orang rekannya. Tiba-tiba perutnya mulas dan kebelet buang air besar.

“Saat aku hendak buang air besar aku melihat sepucuk senjata laras panjang yang sudah berkarat. Aku juga melihat sebuah tas pinggang berada di dekat senjata tersebut. Melihat hal tersebut aku mengurungkan niat untuk buang air besar dan aku membuka tas pinggang itu, setelah tas itu aku buka aku melihat peluru senjata, aku pun memeberitahukan rekan-rekan ku yang sedang mencabut ubi,” katanya.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Arif Budiman SiK saat diloaksi penemuan mengatakan, senjata laras panjang AK 47 tersebut buatan Rusia yang beredar bebas di daerah Timur Tengah. Kondisinya sudah berkarat. Senjata itu di duga kuat milik kawanana perampok Bank CIMB Niaga Medan yang tewas disergap di daerah Dolok Masihul, beberapa waktu lalu.

“Kita menduga kuat kalau senjata ini milik kawanan perampok Bank CIM B Medan yang lari ke Dolok Masihul dan saat disergap beberapa bulan lalu mereka bersembunyi di areal tempat penemuan senjata ini. “Barang bukti yang kita amankan berupa 1 pucuk senjata laras panjang AK 47 yang sudah berkarat, 86 butir amunisi kaliber 7,62, 1 buah tas pinggang warna hitam, serta 1 buah handset handphone. Namun karena kondisi senjata yang sudah berkarat sehingga magazin tidak dapat dibuka dan barang bukti tersebut telah kita amakan di Mapolres Srdang Bedagai guna penyidikan lebih lanjut,” kata Arif.(mag-15/lik/smg)