Home Blog Page 15217

Setahun Raup Rp390 Miliar

Lionel Messi Pesepak Bola Berpenghasilan Terbesar versi Fortune 50

Lionel Messi melengkapi predikat pesepak bola terbaik dunia dengan status sebagai pesepak bola berpenghasilan terbesar. Tapi, penghasilan bintang Barcelona itu ternyata tidak ada apa-apanya dengan bintang dari olahraga top dunia lainnya.

MUSIM 2010-2011 menjadi musim kejayaan Messi. Striker 23 tahun Argentina itu tidak hanya mengantarkan Barcelona menjadi yang terbaik di Spanyol (Liga Primera) dan Eropa (Liga Champions). Si Kutu -sebutan Messi- mempertahankan predikat sebagai pemain terbaik sejagat.

Prestasinya di lapangan hijau itu pun berbanding lurus dengan urusan materi. Sepanjang musim 2010-2011 atau setahun terakhir, Messi meraup sedikitnya 28,2 juta pounds (Rp390 miliar). Itu dihasilkan Messi baik dari gaji, bonus, iklan atau sponsor, maupun fee penampilan.

Jumlah penghasilan Messi itu dirilis oleh Fortune 50. Yakni, daftar 50 atlet terkaya dunia yang dirilis majalah olahraga mingguan terkenal asal Amerika Serikat (AS), Sports Illustrated. “Penghasilan Messi naik sekitar Rp13 miliar dibandingkan musim sebelumnya (2009-2010),” demikian keterangan dari Sports Illustrated.

“Dengan kontrak yang berlaku progresif, penghasilan Messi sudah pasti akan bertambah besar setiap musim. Apalagi jika dia mampu mempersembahkan gelar untuk tim maupun meraih gelar individu,” tambahnya.

Tapi, sekalipun penghasilannya bertambah, peringkat Messi dalam Fortune 50 justru turun satu setrip atau kini menduduki peringkat ketujuh. Penghasilan Messi masih kalah jauh dengan urutan teratas yang dihuni pegolf AS Tiger Woods dengan Rp568 miliar. Di peringkat kedua juga dimiliki pegolf AS lainnya, Phil Mickelson, dengan Rp546 miliar.  Messi juga harus mengakui kekayaaan bintang dari cabang olahraga lain. Di antaranya Roger Federer, Manny Pacquiao, Fernando Alonso, dan LeBron James .  (dns/bas/jpnn)

Hari Ini Babak Delapan Besar Liga Instansi Medan

MEDAN-Setelah menyelesaikan babak penyisihan grup yang berlamgsung sejak 8 Juni lalu, hari ini di Stadion Teladan Medan, Liga Instansi Kota Medan memasuki babak delapan besar.

Kedelapan tim yang melangkah ke babak delapan besar adalah Sekretariat, P2K, Kecamatan A, Dispenda, Dishub, Disporabudpar/BKKBN, PU Binamarga dan Pertamanan.

Menurut bidang pertandingan Drs Amin Rambe MAP babak delapan besar akan mempergunakan sistem gugur.
“Jadi, meskipun pertandingan nanti memasuki sistem gugur, saya berharap agar  seluruh tim tetap menjunjung tinggi sportiftas dan tidak menghalalkan segala cara untuk meraih kemenangan,” bilang Amin.

Amin mengingatkan bahwa tujuan dari diselenggarakannya Liga Instansi Kota Medan ini bukan semata mengejar prestasi, tapi lebih dari itu yakni meningkatkan silaturrahmi di antara SKPD Kota Medan.
“Ini adalah harapan Bapak Wali Kota Medan. Beliau berharap   dengan digelarnya Liga Instansi ini,  maka tingkat kebugaran SKPD Kota Medan semakin meningkat sehingga mampu meningkatkan kinerja di instansinya masing-masing” ungkap Amin.

Rencananya, babak delapan besar Liga Instansi Kota Medan akan dimulai pukul 16.15 WIB. “Kami berharap agar para pemain datang satu jam sebelum pertandingan dimulai guna menyerahkan berkas pemain sehingga pertandingan berlangsung tertib,” imbuh Amin. (jun)
Jadwal Pertandingan

Porwil 2011 Dibuka Sore Ini

BATAM-Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) 2011 se-Sumatera menurut rencana akan dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau HM Sani di Stadion Tumenggung, Senin (20/6) sore ini. Pembukaan ini akan dimeriahkan oleh tarian massal.
Defile kontingen Sumatera Utara yang berkekuatan 126 atlet dan pelatih pada pembukaan ini akan berada diurutan kedelapan. Sumatera Utara  akan mengenakan pakaian adat Karo yang dipakai oleh dua orang atlet pencak silat Dani Pradana dan Dinda Ayu Permata Sari.

Sebelum pembukaan ini, dua cabang olahraga yakni catur dan bola basket telah menjalani pertandingan penyisihan mulai pagi hari. Sedangkan, empat cabang lainnya mulai dipertandingkan mulai Selasa (21/6) besok.
Sekretaris PB Porwil 2011 Amri mengatakan, cabang catur akan digelar di Hotel Grand Majesty pada 20-26 Juni dan Bola Basket digelar di Sport Hall Tumenggung pada 20-26 Juni.

Sedangkan, untuk cabang atletik bakal digelar di Stadion Tumenggung dan Johor pada 21-26 Juni, bulutangkis di GOR Banda Baru pada 21-26 Juni, sepaktakraw di GOR Sekolah Harapan Utama pada 22-25 Juni dan pencak silat di Kepri Mall pada 21-25 Juni.

Menurut Amri, dua cabang olahraga catur dan bola basket dipertandingkan lebih awal, karena kedua cabang olahraga ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari empat cabang olahraga lainnya.
Selain itu, atletik untuk nomor lari teraksa digelar di Johor Malaysia, karena Batam belum memiliki lintasan yang berstandar nasional.

“Semula kita menggelar pertandingan atletik untuk nomor lari di Pangkal Pinang, namun lintasan di sana belum selesai di bangun. Kita terpaksa memilih Johor, karena biaya ke sana lebih efesien dari daerah lain di Sumatera,” ungkapnya.

Amri menambahkan, enam cabang olahraga yang dipertandingkan di Porwil Sumatera 2011 ini merupakan kualifikasi PON 2012 di Riau, termasuk cabang atletik untuk nomor lari.
Amri juga menjelaskan, penggelaran Porwil Sumatera 2011 di Batam memang kurang semarak, karena keterbatasan dana dan sarana.

Untuk even nasional ini, PB Porwil 2011 hanya diberi anggaran sebesar Rp 4 milyar. Begitu juga dengan sarana dan prasarana, diakui belum layak.
Dari awal, kata Amri, Porwil 2011 ini direncankan digelar di Pulau Pinang, Pulau Dompak. Namun, karena adanya persoalan hukum yang menyangkut Mantan Gubernur Kepri, Porwil terpaksa dipindahkan ke Batam. (jun)

Voli Pantai Meriahkan Lake Toba

MEDAN-Sekdakab Samosir Ir Hatorangan Simarmata membuka kejuaraan voli pantai Lake Toba Eco Sport (LTES) 2011 di Pantai Pasir Putih, Parbaba, Samosir, Minggu (19/6).

Voli pantai merupakan satu dari lima cabang olahraga yang digelar dalam rangka memeriahkan pesta tahunan di objek wisata kebanggaan Sumatera Utara tersebut. Empat cabor lainnya adalah tinju, dragon boat, binaraga dan drumband.
Hatorangan Simarmata mengharapkan, para peserta voli  pantai LTES 2011 dapat memanfaatkan Pantai Pasir Putih Parbaba untuk meningkatkan prestasi, supaya bisa membawa nama harum Sumut di tingkat nasional.
Didampingi Kadis Parhub Samosir Subandrio Parhusip, Kadis Kesehatan Manigor Simbolon, Kadis Kehutanan Y Hutauruk, Kadis Sostekpora W Simbolon dan Humas G Naibaho, Sekdakab meminta semua peserta supaya bertanding secara sportif.

Pembukaan voli pantai di Parbaba turut dihadiri Ketua Pengprov PBVSI Sumut Ir Akbar Ali, didampingi Elfian selaku Kabid Binpres. Juga Kabid Pemberdayaan Olahraga Dispora Sumut Drs Darwis Siregar dan Sekretaris Panitia LTES 2011 Drs Mazrinal Nasution MAP.

Darwis Siregar mengatakan, cabang voli pantai yang berlangsung 19-21 Juni, diikuti tujuh daerah tingkat II, yaitu Medan, Deliserdang, Siantar, Simalungun, Samosir, Tanjungbalai, dan Labuhanbatu Selatan.
“Melalui pertandingan voli pantai, LTES 2011 diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir,” harap Darwis.

Ketua PBVSI Sumut Ir Akbar Ali menuturkan, kejuaraan voli pantai LTES 2011 dibagi dua kategori, yakni senior dan junior. (jun)

Kans Menjajal Pebasket Internasional

LA Lights Streetball 2011

MEDAN- LA Light kembali menggelar kompetisi LA Lights Streetball 2011, di Kota Medan. Permainan bola basket jalanan, yang memperlihatkan kreatifitas dan olahraga lewat skill itu diikuti sedikitnya 30 team asal kota Medan.
Mario CSP, national Promotion PT Djarum, dalam temu pers di Lapangan Udara Polonia Medan, Sabtu (18/6) mengatakan bahwa kegiatan yang telah dilakukan sejak tahun 2005 itu masih sangat diminati kawula muda kota Medan, khusunya pecinta basket jalanan atau yang lebih dikebnal dengan sebutan streetball.

“Untuk tahun ke tujuh pagelaran yang kita laksanakan ini, antusias para pecinta streetball tidak pernah pudar,” ungkapnya.

Selain bertujuan mempopulerkan streetball di kota Medan , LA Light juga mencari bakat-bakat anak medan lewat kompetisi yang akan berlangsung 18-19 Juli.

Berbeda pada tahun sebelumnya, pada tahun 2011, LA Lights tidak lagi mencari tim terbaik melainkan pemain berbakat  yang berjumlah delapan orang sesuai ketentuan dalam tim.
Memakai sistem gugur, kedelapan pemain LA Lights Streetball asal Medan yang terpilih akan menghadapi pebasket terbaik dari 10kota lainnya, yakni Jakarta, Semarang, Banjarmasin, Balikpapan, Palembang, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.

Selama pegelaran kompetisi Streetball yang dilakukan LA Lights, Mario mengakui jika anak-anak Medan belum pernah sekalipun menjadi juara.

Namun selalu menciptakan pemain All Star dengan skill yang cukup baik tiap tahunnya. “Mekipun Medan belum pernah menjadi tim terbaik, namun setidaknya Medan selalu memiliki pemain handal yang tergabung di All Star dalam ekshibisi menghadapi pemain-pemain basket internasional sekelas NBA,” ujarnya. (uma)

Perempatfinal Diwarnai Adu Penalti

MEDAN-Adu penalti menjadi ternyata menambah panas nuansa persaingan di antara empat tim yang akan berlaga di babak semifinal turnamen sepak bola Piala Specs yang berlangsung Minggu (19/6) di Lapangan Sepak Bola Kebun Bunga Medan.

Pertandingan pertama yang mempertemukan Bintang 12 dan Patriot Pantonlabu berlangsung dalam tempo tinggi dan keras. Wasit harus mengeuarkan empat kartu kuning, tiga di antaranya untuk Patriot Pantonlabu.
Laga dalam waktu normal 2X35 menit berakhir 0-0, dan langsung dilakukan adu pinalti. Lima pemain Bintang 12, Aditia, Bayu Kurniawan, Krisna, Chandra dan Arjun skses menjebol gawang MUhajir.

Sedangkan dari Patriot hanya memasukkan tiga ke gawang Tri Agustiar, yakni M Sartam, M Yusuf dan M Fadil. Tendangan Fauzan R ditepis Agus, dan satu lagi tidak dilakukan karena hasilnya tidak akan mempengaruhi lagi. Bintang 12 unggul 5-3 dari Patriot Pantonlabu.

Di pertandingan kedua antara Generasi Medan kontra Mabar Putra jugua harus diakhkir dengan adu penalti.
Saat adu pinalti, dua dari empat penendang Generasi mampu diblokir. Sedangkan emat dari lima penendang mabar Putra, Trisna Pramana, Rahmat Kurniawan, Angga AS dan Nurmin Syahputra sukses membobol gawang Ramadana.
Dengan hasil ini, kedua tim akan bertemu di semifinal yang akan dilangsungkan pada Jumat (24/6) mendatang. Dua tim yang sudah lolos, Tunas Muda Labura berhadapan dengan Surya Putra Sampali pada hari yang sama. (jun)

Afgan Bikin Histeris Remaja Medan

Pond’s Teen Concert

Penampilan Afgan dan Nidji dalam Pond’s Teens Concert mampu memukau remaja Kota Medan yang memadati Lapangan Brimob, Sabtu (18/6). Selain Afgan dan Nidji, sejumlah artis ibukota seperti GAC, Lyla, Geisha, Smash,
J-Rocks dan Changcuters turut meramaikan  konser tersebut.

Konser yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini sempat terhenti selama 2 jam karena hujan mengguyur Kota Medan. Penonton yang menunggu penampilan Geisha, berhamburan mencari tempat berteduh.

Sebelumnya, konser ini dibuka oleh penampilan penyanyi pendatang baru yang ngetop lewat youtobe, Gamal Audri Citra (GAC). Histeria penonton kian membahana dengan penampilan band idola remaja Lyla yang membawakan enam lagu, termasuk hitsnya It’s magic.

Konser terpaksa rehat sejenak karena Salat Maghrib. Saat jeda inilah, hujan mengguyur lapangan yang terletak di Jalan Wahid Hasyim tersebut. Penonton kocar-kacir mencari tempat berteduh.

Usai Maghrib, konser kembali dilanjutkan dengan penampilan Geisha, J-Rocks, Changcuters dan Nidji.
Histeria penonton memuncak saat Smash tampil di atas panggung. Sejumlah remaja cewek terlihat histeria dan menangis. Dalam konser ini, penampilan Smash yang enerjik, sempat mendapatkan 3 kali lemparan dari penonton. “Kita nyanyi saja, tidak usah ribut,” ujar Morgan personel Smash yang tampil dengan menggunakan warna baju senada, hijau dan putih.

Konser kemudian dilanjutkan dengan penampilan Afgan yang memakai pakaian model formil, lengkap dengan jas dan dasi. Penampilan Afgan kali ini tidak terlalu dewasa seperti biasanya. Dalam setiap lagu, Afgan mencoba bergoyang. “Sesuai dengan tema PTC, saya mencoba memberikan inspirasi untuk para remaja,” ujar Afgan.
Selain lagu “Sadis” dan “Bukan Cinta Biasa”, Afgan juga menyanyikan lagu “Inikah Cinta” dan “Wajah Mu Mengalihkan Duniaku”.

Acara yang digelar untuk para remaja Kota Medan ini juga mengumumkan dua pemenang Pond’s Teens Concert (PTC) Spotlight Video Competition asal Medan, Alyuni dan Jufri untuk kategori Video Gaya Kamu dan Video Nyanyi Kamu.(mag-9)

Kadishub Sumut Bisa Dicopot

Tiga pegawai Dinas Perhubungan Sumut yang menjadi terdakwa perkara pungutan liar di Jembatan Timbang Sibolangit terancam pidana penjara selama 5 tahun. Nah, apakah hanya ketiga pegawai dinas tersebut yang harus bertanggungjawab dan bagaimana dengan Kepala Dinas Perhubungan Sumatera Utara?n
Berikut tanggapan anggota Komisi A DPRD Sumut Raudin Purba saat diwawancarai wartawan Sumut Pos Ari Sisworo akhir pekan lalu.

Apa pendapat Anda dengan kasus ini?
Dalam konteks hukum, kasus ini adalah melanggar tindak pidana. Namun, tidak hanya itu. Masalah ini juga erat kaitannya dengan masalah perdata. Dalam arti kata, pegawai yang bersangkutan selain dikenakan sanksi pidana juga mesti dikenakan sanksi perdata.

Kenapa seperti itu?
Untuk persoalan pungutan liarnya, sudah jelas melanggar hukum dan itu merupakan tindak pidana. Yang jadi pertanyaan adalah oknum pegawai tersebut, melakukan pungutan liar pada jam kerja dinas, dengan menggunakan pakaian dinas bahkan lengkap dengan atributnya. Dalam hal ini, bisa dihubungkan dengan sanksi administratif pegawai atau tentang disiplin pegawai.

Bagaimana dengan posisi Kepala Dinas Perhubungan Sumut?

Dalam hal ini, pimpinannya juga harus bertanggungjawab. Karena sedikit banyaknya pimpinannya mengetahui hal ini. Maka dari itu, jika pada kenyataannya ditemukan keterlibatan dari Kepala Dinas Perhubungan Sumut, maka kepala dinas bersangkutan juga harus bertanggungjawab dan dikenakan sanksi.

Sanksi seperti apa?

Kalau nantinya ditemukan keterlibatan langsung dari sang kepala dinas, maka sanksi tegas dan berat harus diberikan. Bila perlu kepala dinasnya dicopot. Namun, kalau tidak ditemukan adanya keterlibatan dari kepala dinas, dan bukan atas dasar perintah kepala dinas maka yang bertanggungjawab murni oknum pegawai Dishub tersebut karena telah melakukan pungli.(*)

Waria Dihukum Push Up 100 Kali

Belum lagi berhasil menggaet pelanggan, 21 waria yang biasa mangkal di Jalan Sisingamangaraja, Iskandar Muda, Gajah Mada dan Ngumban Surbakti, malah terjaring razia. Sialnya, mereka dihukum push up sebanyak 100 kali oleh personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kotan Medan, di Kantor Satpol PP Kota Medan Jalan Adinegoro, Minggu (19/6) dini hari.

Razia yang dilakukan sekitar dua jam lamanya, dari pukul 00.00 WIB hingga pukul 02.00 WIB, petugas Satpol PP menyisir beberapa lokasi antara lain, Jalan Sisingamangaraja, Iskandar Muda, Gajah Mada dan Ngumban Surbakti. Di seputaran Jalan Gajah Mada, sebenarnya Satpol PP Kota Medan hendak merazia Pekerja Seks Komersil (PSK), namun sayangnya tak satu pun PSK terjaring. Akhirnya, petugas merazia waria yang sering mangkal di kawasan itu.

Dalam razia tersebut, sempat terjadi aksi tarik menarik antara petugas Satpol PP dengan para waria yang terjaring. Para waria berontak dan hendak kabur saat akan diangkut ke mobil. Namun, upaya itu bisa dicegah para petugas Satpol PP.
“Waduh, kuat kali tenaganya. Tapi maklum juga, tenaganya kan dua. Tenaga laki-laki sama tenaga perempuan,” ujar seorang petugas Satpol PP sembari tertawa.

Sementara seorang waria yang tertangkap sempat ngedumel karena belum mendapat “mangsa”. “Belum lagi dapat lekong (laki-laki alias pelanggan, Red), eh malah ketangkap. Disuruh push up pula,” kata waria tersebut saat diinterogasi petugas Satpol PP. Pada razia itu, selain menangkap 21 waria, petugas Satpol PP Kota Medan juga menyita tas serta rambut palsu yang digunakan para waria tersebut.(ari)

Nanyang Masih Membandel

Pekerja Bangunan Masih Beraktivitas

MEDAN- Pemilik Nanyang International School terkesan menyepelekan Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) dan Komisi D DPRD Kota Medan. Pasalnya, masih terlihat aktivitas pembangunan di lokasi.

Menurut warga yang tinggal di sekitar sekolah Nanyang, sejak Sabtu (18/6) hingga Minggu (19/6) siang, ada beberapa pekerja bangunan yang melakukan aktivitas dengan memasangi kayu dan papan di tiang coran, tepatnya di lantai II dan III.

“Mereka masih bekerja dengan menyusuni kayu dan papan di tiang coran yang sudah dirusak. Tampaknya mereka akan melakukan pengecoran kembali,” katan warga yang meminta namanya tidak disebutkan saat ditemui wartawan koran ini di rumahnya, Minggu (19/6).

Dikatakannya, tindakan tim terpadu Dinas TRTB Pemko Medan setengah hati. Karena tidak maksimal dalam penghancuran bangunan sekolah itu. “Anak TK pun bisa kalau seperti itu. Kenapa mereka hanya memakai martil kecil, sedangkan yang mau dihancurkan sangat tebal dan keras. Kemudian, kenapa mesin gerendanya mereka simpan di dalam mobil dan tidak dikeluarkan?” bebernya lagi.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Kota Medan Parlaungan Simangunsong mengaku kecewa dan menyayangkan sikap pihak Nanyang yang terkesan tak mengindahkan peringatan dan pembongkaran yang telah dilakukan TRTB. “Sekolah Nanyang masih membandel? Saya sangat tidak setuju dengan pihak pengembang sekolah Nanyang yang sudah melanggar teguran kita,” tegas Parlaungan saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Minggu (19/6).
Menurutnya, apa yang telah dilakukan pihak Nanyang dan kontraktor yang mengerjakan pembangunan gedung tersebut telah melecehkan DPRD Kota Medan dan Pemko Medan dalam hal ini Dinas TRTB. Karenanya, lanjut Parlaungan, Komisi D DPRD Kota Medan akan kembali melakukan pemanggilan terhadap Dinas TRTB karena Sekolah Nanyang masih membandel.

“Apakah pihak pengembang sekolah Yayasan Nanyang siap mengalami kerugian besar? Kita bersama Tim Terpadu Dinas TRTB Kota Medan akan mengambil tindakan untuk membongkar paksa. Nanyang akan rugi besar,” katanya lagi.
Saat disinggung dengan beredarnya isu yang mengatakan kalau anggota Komisi D ada menerima suap dari pihak pengembang sekolah Nanyang, Parlaungan membantahnya. “Tidak ada itu, bila ada ketahuan menerima suap dari pihak Nanyang akan saya laporkan ke ketua fraksinya agar segera ditindak,” tegasnya.

Diketahui, Komisi D DPRD Kota Medan sudah memberikan surat rekomendasi kepada warga yang dihadiri anggota komisi D DPRD Kota Medan, Dinas TRTB Kota Medan, Dinas Pendidikan Kota Medan dan Masyarakat Sekitar Yayasan Nanyang.

Dalam surat tersebut, dituliskan bahwa Komisi D DPRD Kota Medan merekomendasikan agar meninjau kembali SIMB sekolah Nanyang, membongkar seluruh bagian bangunan yang menyimpang dalam waktu 7×24 jam serta meninjau kembali izin operasional sekolah Nanyang.

Dengan begitu, Komisi D akan meminta kepada Pemerintah Kota Medan mengeluarkan surat pemberhentian seluruh aktifitas bangun membangun di sekolah Nanyang selama proses pembongkaran.(adl)