Home Blog Page 15224

Bikin Film Sepak Bola

Nova Eliza

Setelah lama tidak terdengar kabarnya, Nova Eliza kembali muncul di dunia hiburan. Tidak lama lagi, kemampuannya berakting di depan kamera bisa segera dinikmati.

Ibu satu anak itu tengah bersiap untuk merilis film terbaru bergenre komedi yang berjudul Golden Goal.
Dalam film tersebut, Nova berperan sebagai manajer tim sepak bola. Dia mau bermain di film itu karena yang menjadi sutradara adalah suaminya, Mirwan Suwarso.

“Yang membuat saya tertarik adalah perannya. Faktor lainnya, suami saya yang men-direct. Saya men-support semua yang dilakukan Mirwan,” jelasnya.

Sejak menikah dengan Mirwan pada September 2007 dan melahirkan putrinya, Naima Malinka, pada 26 Desember 2008, Nova tidak banyak tampil di hadapan kamera. Perempuan 30 tahun itu memilih untuk berkonsentrasi mengurus kehidupan rumah tangganya. Baru setelah sang putri bisa ditinggal, dia tidak berkeberatan untuk syuting lagi.
Nova mengungkapkan enjoy meski harus menerima arahan suami untuk berakting. “Dia nggak pernah marah saat men-direct. Dia nggak galak,” katanya.

Apakah Nova dibayar tinggi oleh suaminya? “Dia malah ikut membayar karena kami sama-sama produser. Yang pasti, kami senang karena film tersebut bisa keluar setelah tiga tahun,” papar Mirwan.

Sebenarnya, film tersebut dipersiapkan sejak tiga tahun lalu dan siap tayang pada 2010. Namun, penayangannya diundur dengan beberapa pertimbangan. “Film itu mengungkap banyak kekonyolan dalam dunia sepak bola. Kami takut kurang bijak kalau film itu keluar saat ramai Piala Dunia,” jelas Mirwan. (fed/c12/any/jpnn)

Nenek 62 Tahun Dibunuh Anak Kosnya

KARO- Sempat diduga korban kecelakaan lalu lintas, nenek 62 tahun, Riamsi Boru Tumeang, warga lingkungan Listrik Bawah, Kelurahan Tambak Lau Mulgab I, Berastagi tewas dibunuh anak kosnya sendiri, Santi Boru Sagala  (31), Minggu ( 22/5) dinihari .

Pembunuhan ini diduga bermotif  sakit hati. Kasus yang  mengegerkan suasana pagi di kawasan pemukiman yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari  tugu Perjuangan kota Berastagi itu,  berawal dari temuan masyarakat atas sesosok tubuh wanita tua tergeletak di sisi jalan menuju ke Medan, persis di tangga menurun seberang atas rumah korban, Minggu pagi sekira pukul 06.30 WIB .

Dugaan yang timbul, janda tua bernama, Riamsi, itu tewas karena ditabrak kenderaan bermotor, apalagi kepala korban sedikit berada di badan jalan. Namun cerita jadi berubah ketika penduduk lainnya yang jeli melihat bercak darah yang banyak berceceran mulai arah samping rumah nenek yang saban hari masih kuat bekerja sebagai buruh tani (aron, Red) tersebut.

Warga segera membuat laporan ke pihak kepolisian, petugas polisi dari Satlantas Polres Karo dan Polsekta Berastagi turun ke TKP. Langkah penyidikan mulai dilakukan, dari sekadar mengecek jalur ceceran darah, hingga memeriksa dua wanita yang tinggal serumah bersama Riamsi sebagai anak kos di rumah milik kerabat Riamsi itu.

Tiada pengakuan kala pertanyaan demi pertanyaan dilayangkan kepada Hotmauli Boru Simarmata dan Santi Boru Sagala. Dengan tenang,  keduanya mengaku  tidak tahu menahu atas kejadian ini. Bahkan mereka menyebut kalau korban semalamnya tidak pulang dari kepergiannya bekerja sejak pagi.

Namun rasa curiga pada jawaban keduanya tidak berhenti sampai di situ,  walau bagi wanita yang baru tinggal sejak Februari lalu di rumah itu menolak menjawab lebih jauh. Sambil membiarkan Santi terdiam dalam jongkoknya, petugas lain langsung mengalihkan upaya pengungkapan kasus dengan membongkar pakaian pakaian di rumah itu.
Saat itu tanpa sengaja polisi menarik satu pakaian wanita berwarna cream yang masih dalam keadaan basah dengan sisa bercak darah. Pertanyaan lalu kembali muncul. Santi akhirnya buka mulut dan mengaku kalau ialah pelaku  pembunuh Riamsi.

Di depan Kapolres Tanah Karo, AKBP Ig Agung Prasetyoko, SH MH, perempuan yang juga bekerja harian sebagai buruh tani itu mengatakan nekad melakukan aksinya karena emosi sesaat akibat fitnahan terhadapnya dari korban setiap hari.

“Saya difitnah setiap hari mencuri uangnya, padahal aku nggak ada ngambil uangnya, tiap hari itu saja yang diucapkannya (korban,red), oleh karena itu, semalam aku naik pitam dan nekad melakukan itu,” papar Santi dengan tenang.

Beberapa saat kemudian, Santi menunjukkan lokasi pembantaian tepatnya di samping rumah mereka dengan menggunakan batu conblock setelah terlebih dahulu mengajak korbannya keluar. Setelah Riamsi rubuh, Santi pun beberapa kali melakukan pemukulan, hingga ajal menjemput wanita yang selama ini sudah ia anggap ibu sekaligus nenek tersebut.

Yakin Riamsi telah meninggal, Santi  lalu mencari akal, dalam heningnya suasana dinihari di kawasan itu, Santi membopong korbannya ke jalan yang berada sekitar 20 meter dari rumah, disanalah jasad kaku korban diletakkan dengan harapan orang berfikir kalau Riamsi tewas akibat kecelakaan.

Terkait keterlibatan teman Santi, Hotmauli dalam kasus pembunuhan ini masih secara intensif diselidiki polisi. Kapolres Tanah Karo, AKBP Ig Agung Prasetyoko, SH MH didampingi Kapolsekta Berastagi, Kompol P Sufiyatno mengatakan,  kasus  tersebut masih dalam tahap pengembangan.(wan)

Kamar Biologis Sudah Beroperasi

MEDAN- Setiap hari Minggu, kamar khusus bagi tahanan di Rumah Tahanan Sementara (RTS) Polresta Medan untuk memenuhi kebutuhan biologis tahanan diliburkan. Pasalnya, tidak diharuskan bagi tamu dan tahanan untuk menyalurkan kebutuhan biologisnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Setiap Hari minggu Libur, memang tidak diharuskan, sesuai dengan peraturan yang berlaku, “ ujar  Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Ruru Wichaksono, Minggu (22/5) saat ditemui di Polresta Medan .

Dijelaskan Ruru, kamar yang di buat untuk mengurangi tingkat kejenuhan para tahanan hanya dapat digunakan saat jamnya besuk, Senin hingga Sabtu.

Ternyata, sejak diresmikan oleh Kapolda Sumatera Utara Irjend Pol Wisnju Amat Sastro, Sabtu (21/5) lalu. Ada satu tamu yang sudah melakukan uji coba kamar bilogis dengan membawa surat nikah.

“Sejak diresmikan, kamar biologis sudah dimanfaatkan seorang tamu,” ujar Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga, Minggu (22/5).

Menurut Kapolda, kamar bilogis di Maporesta Medan baru pertama kali ada di Indonesia. (adl)

SBY Puji Satgas Merah Putih

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku bangga terhadap kinerja Satuan Tugas (Satgas) Merah Putih-Duta Samudera yang berhasil membantu pembebasan anak buah kapal MV Sinar Kudus dari perompak Somalia. Satgas yang beranggotakan 999 personil gabungan itu menewaskan empat perompak Somalia.
“Atas nama negara dan pemerintah dan selaku pribadi saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan,” ujar SBY di dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Tanjung Priok kemarin (22/5).

SBY mengaku, sejak hari pertama Sinar Kudus dibajak, dia telah mendapat laporkan dari para menteri terkait. Presiden lantas menggelar rapat terbatas lima kali berturut-turut untuk menyiapkan rencana pembebasan KMV Sinar Kudus dan para awaknya.

SBY mengaku, Satgas telah dibekali persenjataan lengkap untuk melangsungkan operasi militer tersebut. Meski demikian, tak ada orang yang tahu kalau satgas telah diberangkatkan ke lokasi sasaran. Dia tetap diam meski dihujani kritik sebagai pemimpin yang lamban. “Saya menahan untuk tidak ngomong selama dua bulan. Tidak mungkin saya bilang sudah kirim, posisinya di sini, sama saja dengan setor nyawa,” ucapnya.

Dalam berbagai operasi pembebasan yang dilakukan negara lain, lanjut SBY, banyak warga mereka yang tidak selamat. Termasuk di antaranya, negara adidaya seperti Amerika Serikat, ternyata tidak mampu menyelamatkan nyawa warganya dari perompak. “Banyak yang tidak selamat. Ada warga negara Amerika, semua tewas karena ada upaya untuk membebaskan itu,” cetusnya.

Untuk itu, SBY mengaku telah memberikan tiga tiga tugas pokok kepada anggota Satgas yang berjumlah 999 orang itu.”Pertama, menyelamatkan 20 warga Indonesia yang ditahan. Kedua, membawa KMV Sinar Kudus ke Indonesia, atau mengawal kapal kargo itu ke tujuan semula, Eropa. Tugas ketiga, setelah warga negara Indonesia selamat, mereka boleh mengejar para pembajak. “Ketiganya dirumuskan menjadi misi,” tambahnya.

Hanya saja, takdir menggariskan lain. Pemilik kapal, PT Samudera Indonesia, akhirnya memilih membayar tebusan. Meski begitu, Satgas akhirnya berhasil menewaskan empat perompak dalam baku tembak yang sengit. Tidak satupun anggota TNI yang terluka. “Kita memang sudah siapkan segalanya, makanya kita kirimkan kekuatan lebih dari satu batalion,” ujar SBY.

Atas keberhasilannya itu, Komandan Gugus Tempur Laut Armada Barat Kolonel Laut Ahmad Taufiqoerachman dinaikkan pangkatnya menjadi Laksamana Pertama TNI. (wir/jpnn)

Jatah Haji Sumut 8.234

JAKARTA- Pembahasan penetapan Biaya Pelaksanaan Ibadah Haji (BPIH) musim 2011 masih belum kunjung dilakukan. Meskipun begitu, beberapa pihak memprediksi BPIH tahun ini naik. Kondisi penurunan BPIH seperti yang terjadi pada 2010, sulit terulang. Sementara kuota calon jemaah haji sudah ditetapkan.

Pada musim haji 2010 lalu, Komisi VIII DPR RI dan Kementerian Agama (Kemenag) sepakat menetapkan BPIH sebesar 3.342 US Dollar. Atau turun 80 US dolar dibanding BPIH periode 2009 yaitu 3.422 US Dollar. Pemerintah saat itu mengklaim penurunan BPIH tersebut sebagai prestasi. Sebab, pada waktu yang sama pemerintah Arab Saudi menaikkan biaya sewa pemondokan.

Bagaimana dengan BPIH tahun ini? Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Slamet Riyanto menuturkan, dia belum bisa memastikan. Sebab, hingga sekarang rapat pembahasan BPIH dengan Komisi VIII masih belum digelar. Sebelumnya, Kemenang dan Komisi VIII sepakat menggelar pembahasan BPIH pasca reses.
“Mudah-mudahan bisa cepat. Sebab resesnya kan sudah rampung,” tandas Slamet usai rapat dengar pendapat tentang Negara Islam Indonesia (NII) di Komisi VIII.

Saat dicecar pertanyaan apakah BPIH akan kembali turun seperti 2010 lalu, Slamet menjawab sulit terulang. “Tahun ini mana ada biaya yang turun,” kata dia. Termasuk juga penetapan BPIH.

Indikator prediksi kenaikan BPIH tersebut, tambah Slamet, muncul dari beberapa faktor. Diantaranya adalah harga minyak dunia. Faktor kedua yang bisa ikut mendongkrak kenaikan BPIH tahun ini adalah, konflik di beberapa negara timur tengah.

Kondisi harga minyak dunia cukup berpengaruh terhadap penetapan BPIH. Sebab, Slamet memperkirakan, 80 persen dari seluruh BPIH habis digunakan untuk ongkos penerbangan. Sisanya, tersedot untuk biaya pemondokan.
Sebelum muncul gejolak di negara Timur Tengah dan kenaikan harga minyak, Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding optimis ada penghematan dalam penetapan BPIH.

Namun, setelah kondisi berubah dia mengatakan akan berhati-hati dalam menentukan BPIH. Pembahasan penetapan BPIH sendiri, bakal digelar secepatnya. (wan/jpnn)

Polisi Kantongi Hacker Situs Polri

JAKARTA- Situs resmi Mabes Polri di www.polri.go.id, sepekan yang lalu dibajak orang. Aksi itu tidak disepelekan oleh Korps Bhayangkara. Penyidik unit cybercrime Bareskrim Polri sudah menemukan titik terang pelaku yang berhasil mengubah situs polisi menjadi situs ‘jihad’ itu.

“Ya, sudah diketahui. Pelakunya lebih dari seorang,” ujar Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri  Kombes Boy Rafli Amar kemarin. Dari penelusuran, website itu dicoba diserang dari luar negeri. “Tapi, pelakunya yang di Indonesia juga ada,” kata Boy.

Siapa? Mantan Kanit Negosiasi Densus 88 Polri ini belum mau membuka. “Tunggu dari Bareskrim saja,” katanya.  Menurut Boy, sang hacker dapat dijerat dengan Pasal 30 ayat 3 Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 yang berbunyi ‘Setiap orang tanpa hak secara melawan hukum menerobos sistem jaringan elektronik yang mengakibat suatu pelanggaran dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Situs Polri diretas pada 15 Mei 2011 lalu bersamaan saat Densus 88 menggelar operasi di Sukoharjo.

yang menewaskan dua orang yakni Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto. Saat itu, jika situs resmi Polri di alamat www.polri. go.id dibuka yang muncul hanya halaman putih kosong. Domain tersebut tidak bisa diakses sama sekali.
Namun, setelah diarahkan ke alamat http://www.polri.go.id/backend /index.html muncul tampilan warna hitam dengan gambar dua orang siluet. Salah satunya sedang mengangkat bendera. Di atas foto tersebut terdapat tulisan berisi pesan kepada umat Islam untuk mendukung mujahidin.

Dalam situs itu tertulis Tiada tuhan kecuali Allah-Muhammad hamba dan utusan Allah Bangkitlah singa-singa Islam memperingati Hari Nakba Mengingat apa yang telah mereka perbuat kepada umat muslimin di negeri muslimin. Harus tetap sadar akan upaya pembusukan Islam dan jihad yang dilakukan intelejen dan pejuang-pejuang anti syariah Islam.
Hingga tiga hari  dari tanggal 15 hingga 18 Mei 2011 situs Polri down dan tidak bisa diakses. Baru tanggal 19 Mei lalu, situs normal lagi. “Kita tidak anggap sepele masalah ini. Yang menangani penyidik Cybercrime,” tegas Boy.
Secara terpisah, sumber Jawa Pos menjelaskan, hacker itu menggunakan sistem retas cermin (mirror site). “Seolah-olah kalau dicek biasa situs dikendalikan dari Kazakhstan. Tapi, setelah diteliti lagi, dari Jakarta,” katanya kemarin.  Apakah pelaku sudah teridentifikasi?
Menurut alumni kursus ahli cybercrime dan kejahatan transnasional Sidney Australia 2007 itu, dari identitas digital sudah terlacak. “Nanti, dikombinasikan dengan penelusuran manual dan bantuan dari teman-teman ID SIRTII akan diketahui,” katanya. ID SIRTI adalah singkatan dari  Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure. ID-SIRTII memiliki tugas pokok yakni melakukan pemantauan dini, pendeteksian dini, peringatan dini terhadap ancaman terhadap jaringan telekomunikasi dari dalam maupun luar negeri khususnya dalam tindakan pengamanan pemanfaatan jaringan.(rdl/iro/jpnn)

Pelihara Jenggot dan Kumis

M Qodari

Ada yang berbeda pada tampilan Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Adakah hubungan tampilan wajahnya dengan survei terbarunya terkait orde baru versus orde reformasi? Jelas tidak ada hubungan tampilan wajah Qodari dengan hasil survei Indo Barometer yang memunculkan kontroversi di publik. Tampilan muka baru Qodari ini terlihat dari kumis dan jenggot yang kini ia pelihara. Sebelumnya, dia hanya memelihara sedikit kumisnya.
“Saya sudah empat bulan memelihara jenggot dan kumis,” akunya. Qodari mengaku, setiap mencukur  kumis dan jenggotnya terjadi iritasi.(net/jpnn)

Pemerintah Perjuangkan Opsi Lanjutkan Kongres

Pemerintah akhirnya buka suara soal kongres PSSI yang ‘terbengkalai’ Jumat lalu (20/5). Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng mengatakan, pemerintah kini berusaha mencari solusi terbaik dari opsi-opsi yang ada.

Menurut Andi, saat ini pemerintah menjalin komunikasi dengan semua pihak. Antara lain, komite normalisasi (KN), KONI/KOI, dan Kelompok 78. “Saya sudah bicara dengan Pak Agum Gumelar (ketua KN, Red) dan Bu Rita Subowo (ketua KONI/KOI, Red) serta berkomunikasi dengan Dubes di Swiss, FIFA, dan lainnya,” tutur Andi kepada Jawa Pos tadi malam. “Tujuan kami saat ini adalah jangan sampai ada sanksi dari FIFA. Tapi, saya belum bisa katakan opsi-opsi apa saja yang kini disiapkan. Semua masih terus kami kaji,” lanjutnya.

Salah satu hal yang saat ini dipikirkan, tambah mantan juru bicara kepresidenan tersebut, apakah mungkin PSSI menghelat kongres lagi secepatnya untuk melanjutkan kongres yang terhenti Jumat lalu. “Tapi, sebelum kongres, terlebih dulu perlu ada kesepakatan tertentu yang bisa diterima semua pihak dan tentu juga FIFA. Kalau tidak, pasti deadlock lagi,” beber Andi.

Agar ketegangan di antara pihak-pihak terkait yang sampai saat ini masih ada segera mencair, pemerintah juga berencana mempertemukan mereka di satu meja. “Pemerintah sebenarnya tidak mau campur tangan. Tapi, dalam situasi begitu, kami harus ambil inisiatif,” ungkap Andi.

Menteri dari Makassar itu menyatakan bahwa pemerintah sebenarnya sudah turun tangan dengan memberikan jalan agar reformasi PSSI bisa berjalan. Sayang, setelah jalan terbuka, yang ditandai dengan turunnya Nurdin Halid dari jabatan ketua umum PSSI, situasi malah makin runyam karena banyak kepentingan yang sulit dipertemukan.  Menpora juga menampik anggapan beberapa pihak bahwa pemerintah lambat dalam menyikapi kemelut di PSSI sehingga saat ini kondisinya kian ruwet. “Sebenarnya, pemerintah sudah turun tangan. Tapi, soal memilih, pemerintah tentu tidak mau campur tangan,”katanya.(ali/c11/nw/jpnn)

 

Cirus Segera Disidang

JAKARTA- Dalam waktu dekat, jaksa non aktif Cirus Sinaga akan segera dibawa ke meja sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan segera merampungkan dakwaan untuk tersangka kasus korupsi itu.

“Dalam waktu dekat akan rampung. Apalagi berkas perkaranya kan sudah masuk pelimpahan tahap kedua (penyerahan barang bukti dan tersangka, Red.). Ditunggu saja,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kapuspenkum Kejaksaan Agung Fitra Sani saat dihubungi kemarin (22/5).

Namun, Fitra tidak bisa memastikan kapan dakwaan tersebut selesai. Sebab, jaksa yang ditunjuk menyusun dakwaan tersebut tidak dibatasi tenggat waktu. “Jaksa harus profesional. Dakwaan harus segera diselesaikan. Apalagi tersangka kan sudah ditahan,” katanya. Di bagian lain, pengacara Cirus, Palmer Situmorang, menyambut baik surat dakwaan yang segera rampung. Tim pengacara, kata dia, segera menggelar konsolidasi jika berkas tersebut benar-benar rampung. “Kami akan siapkan pembelaan terbaik,” tegasnya.(aga/iro/jpnn)

Tanaman Warga Diratakan Pakai Traktor

BINJAI- Perselisihan ratusan warga Kelurahan Bhakti Karya, Kecamatan Binjai Selatan dengan PTPN 2 Sei Semayang, terus berlanjut, Minggu (22/5).

Bahkan ratusan karyawan PTPN 2 Sei Semayang, didampingi petugas keamanan Kota Binjai, Sabtu (21/5), berhasil meratakan tanaman warga.

Menurut S Tarigan, warga setempat sedikitnya 80 hektar lahan yang sudah ditanami warga Bhakti Karya diratakan petugas.

“Tanaman dirusak. Apa ini yang dinamakan kemerdekaan,” ujar S Tarigan berang dan disambut yel-yel warga lainnya.

Pantawan wartawan koran ini di lokasi kejadian, ratusan warga Bhakti Karya tampak siap siaga, berbaris guna menghadang traktor PTPN 2, untuk tidak meratakan tanaman mereka. Sementara itu, pihak PTPN 2 juga membariskaan alat beratnya dan terlihat hanya tinggal menunggu perintah.

Melihat aksi warga dan PTPN 2 ini, tak ubah seperti perang di zaman kerajaan. Dimana, petugas PTPN 2 dan ratusan warga, sudah terlihat saling berhadapan. Sementara, S Samosir, kepala rayon C PTPN 2 Sei Semayang, Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting, serta Payoh dan Abdin Zaini, selaku perwakilan warga, tampak mencari solusi.
Berselang bebarapa jam, pertemuan itu usai. Namun, hasilnya tampak mengecewakan warga. Dimana, warga dipaksa mundur untuk menghargai Kapolres Binjai. “Kami mundur bukan berarti kalah, kami mundur karena menghargai ibu Kapolres Binjai, dimana kami tidak ingin terjadi tindakan anarkis,” ujar Abdin Zaini, kepada wartawan koran ini, setelah negosiasi selesai.

Lebih jauh dikatakan Abdin Zaini alias Zeni,  pihaknya tetap akan menguasai lahan eks HGU PTPN 2 tersebut, sampai titik darah penghabisan.

“Warga kami saat ini benar-benar ingin berjuang. Jadi, kami tetap akan menanami lahan itu, sebab dahulunya adalah tanah nenek moyang kami,” tegas Zeni.(dan)