Home Blog Page 15231

Saya Ingin Berbuat yang Terbaik…

Buku Oegroseno Diluncurkan di UMSU

Dalam memimpin dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) Komjen Pol Oegroseno menerapkan beberapa filosofi. Di antaranya, filosofi pohon yang ditopang akar yang kuat dan filosofi laut yang menerima arus dari sungai.

“Dengan menerapkan filosofi tersebut, kita dapatkan berbagai pengalaman dari masyarakat. Dalam menghadapi orang berani, kita harus nekat. Mengahadapi orang nekat, kita harus gila.

Sedangkan mengaadapi orang gila, kita harus waras. Itu merupakan suatu bentuk sifat melayani,” ucap Oegroseno dalam peluncuran bukunya berjudul; Oegroseno, Pengabdian Polisi tak Kenal Lelah yang ditulis dua Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yakni Yulhasni dan Arifin Saleh Siregar di Auditorium UMSU Jalan Mukthar Basri, Medan, Sabtu (21/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

Hadir dalam peluncuran buku tersebut, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho, Rektor UMSU Agussani, Kabid Propam Polda Sumut Kombes Pol Edi Napitupulu, Kadansat Brimobdasu Polda Sumut Kombes Pol Verdianto BC, Direktur Bimas Polda Sumut Kombes Pol Hery Subiansauri, Kapolsek Medan Timur Kompol Patar Silalahi, kalangan advokat, akademisi, aktivis kampus dan mahasiswa.

Oegroseno yang saat ini menjabat Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Mabes Polri mengaku, sama sekali tak pernah membayangkan buku tentang konsep pemikiran dan pengalamannya semasa menjabat Kepala Polda Sumut akan diterbitkan. Sebab, selama menjabat Kapoldasu, dia hanya ingin mengubah citra polisi menjadi lebih baik di mata masyarakat.

Karenanya, selama dia menjabat Kapoldasu, ia menciptakan motto ‘Jangan Ada Lagi Darah dan Air Mata di Kantor Polisi’. “Karena, saya merasa sedih jika budaya kekerasan tidak bisa hilangkan. Makanya saya ciptakan motto itu,” beber Orgroseno.

Namun, tak lama ia meluncurkan motto tersebut, pada 22 September 2010, Mapolsek Hamparan Perak diserang sekelompok orang bersenjata api. Tiga petugas tewas dalam peristiwa tersebut. Kejadian ini, menambah kasus besar sepanjang 2010 itu dengan perampokan Bank CIMB Aksara Jalan Aksara Medan 18 Agustus 2010, dengan petugas Brimob tewas ditembak pelaku.

Saat itu, pengungkapan kedua kasus besar tersebut terletak pada tanggungjawab Oegroseno sebagai Kepala Polda Sumut. “Saya sangat sedih. Saya hanya bisa berdialog dengan Tuhan. Saya ingin buat yang terbaik. Tetapi, semua terungkap berkat bantuan Tuhan dan waktu yang diperlukan untuk membongkar kasus itu hanya 1,5 bulan,” tutur Oegroseno yang semasa kecil bercita-cita menjadi pilot dan supir bus itu.

Sementara penulis buku Oegroseno, Pengabdian Polisi tak Kenal Lelah, Yulhasni mengatakan, diterbitkannya buku tentang Oegroseno tersebut, menggambarkan sosok pemikiran Oegroseno yang dinilai banyak melakukan perubahan mendasar dalam usaha memperbaiki citra polisi di Indonesia. Penerapannya dilakukan saat menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu). “Pak Oegroseno membawa perubahan pada polisi, lebih humanis kepada masyarakat. Untuk itu, bagi saya dan Arifin Saleh Siregar merasa perlu mengaplikasikannya dalam bentuk sebuah buku,” ujar Yulhasni.

Ditambahkannya, jika tidak dijadikan dalam bentuk tulisan, apa yang menjadi konsep pemikiran Akabri angkatan 1978 itu akan sirna dan pencitraan masyarakat terhadap polisi tidak akan berubah. “Pemikiran beliau kadang melampaui dari yang kita pikirkan. Saya harap Pak Oegroseno tidak berhenti sampai di sini dan terus berbuat untuk lebih baik lagi kedepannya,” ucapnya.

Dalam buku setebal 157 halaman yang dibagi dalam empat bahagian tersebut tertulis rekaman tentang program, pemikiran dan pengalaman Oegroseno semasa menjabat. Yakni, Polisi di Mata Masyarakat, Stigma Polisi yang Sulit Dihapus, Membumikan Citra Polisi Humanis, Oegroseno Berbakti tidak Harus Jadi (Ka) Polri, dan Mereka Bicara.
Pengungkapan pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Aksara dan penyerangan Kantor Polsek Hamparan Perak juga diulas dalam buku bersampul gambar Oegroseno tersebut. Kedua pengalaman tersebut menjadi kisah perjalanan hidup tersendiri bagi Oegroseno yang sudah tidak asing lagi di Kota Medan.

Sementara, Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho menuturkan, terbitnya buku Oegroseno: Pengabdian Polisi tak Kenal Lelah tersebut, juga menjadi contoh bagi pejabat untuk memberikan pelayanan bagi masyarakat. “Mestinya seorang aparat dan pejabat harusnya memang begitu, bahwa problematika masyarakat kita harus cepat dan tidak mengenal waktu. Masyarakat merasa diayomi,” kata Gatot.

Gatot menambahkan, dengan peluncuran buku ini, dapat menjadikan semangat dan teladan bagi anggota Polri, pejabat dan seluruhnya. Sebab, perbaikan menjadi lebih baik tentunya menjadi yang utama terus dilakukan jajaran Polri. “Peluncuran menjadi spirit bagi kita semua. Bahwa bekerja itu dengan sepenuh hati, tidak akan mengenal lelah,” pungkasnya. (adl)

Dicari, Pembimbing Rohani bagi Warga Binaan

Warga binaan, sebutan untuk narapidana, menjadi bagian masyarakat yang sangat membutuhkan bimbingan rohani dan mental. Karenanya, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhuk HAM) Sumut Drs Baldwin Simatupang BcIP SH MH membuka pintu selebar-lebarnya pada rohaniawan untuk membina mental warga di lingkungan departemen yang dipimpinnya. Khususnya warga binaan yang sedang menjalani hukuman di rumah tahanan dan di lembaga pemasyarakatan.

“Bagi saya, cuma iman yang tebal membuat manusia, pribadi masing-masing, takut pada Tuhannya hingga tidak melakukan kesalahan duniawi dan rohaniah,” tandasnya usai kebaktian massal yang diadakan Sumatera Berdoa di Aula Kemenhuk HAM Medan , Jumat (13/5). “Penebalan iman pun bagian dari penegakan HAM!” tegasnya lagi.
Sebagiamana diketahui, Sumatera Berdoa sebagai jaringan doa dunia yang di Sumatera dipusatkan di Medan, setiap bulan di Jumat kedua, mengadakan doa secara berpindah dengan tuan rumah denominasi gereja yang ada di daerah ini. Untuk pertama kali Kemenhuk HAM menjadi tuan rumah kegiatan. Meski digelar instansi pemerintah, doa bersama lintas denominasi tersebut diapresiasi oleh pimpinan gereja.

Kegiatan yang pertama kali itu diikuti lebih dari 200 orang. Selain dihadiri para tokoh dan pimpinan instansi militer dan sipil seperti Kaajendam I/BB dan Kabintal Dam I/BB dengan puluhan perwira aktif, pimpinan di lingkungan Kemenhuk HAM, sejumlah pimpinan organisasi gereja seperi Pimpinan Pusat GMI Wil I Bishop Darwis Manurung STh, pimpinan Gereja Orthodox Indonesia Pater DR CP Manalu MTh, Ketua Umum Yayasan Sumatera Berdoa JA Ferdinandus, sekretaris Dra Nurhawati Simamora, Pdt Paul Wakkary, Pdt Samuel Ghozaly D, Pdt Lucas Timoteus MA, Ev Ance Colia, Pdt P Simanjuntak, Pdt Alberto Silaban, Pdt Alex Agustine STh, Pdt DL Simatupang STh, Ev Rosianny Hutagalung MA, cendikiawan Nias Drs Panyabar Nakhe, Pastor Moses Alegesan MA, Pdt D Napitupulu, dr Naomi Silalahi, Karupbasan MA Siburian, Thurman Hutapea, Pdt Eben Panjaitan, Pdt P Sihombing STh, Pdt Grietje SH Iroth MA, Mayor Inf Adi Sutrisno SS, Dra Chrisma Tridoarti, Nabari Ginting, Sabam IS Sihotang, Prof DP Tampubolon, Pdt Aladin Sitio MTh, Ny SB Sitompul, puluhan generasi muda yang kesehariannya berdoa untuk keselamatan negara dan bangsa seperti Hendrik Sinaga, cendikiawan muda Binsar Simatupang yang aktivits GAMKI Sumut.

Di doa bersama itu, dimohonkan ragam hal seperti untuk keselamatan bangsa dan negara serta Sumut, kesatuan Tubuh Kristus, melestarikan kesatuan kerukunan umat beragama dan terhindar dari bencana. Doa Syafaat disampaikan Ev Ance Colia, Pdt P Simanjuntak, Pdt Alberto Silaban dan Pdt Alex Agustine.

Dalam firmanNya, Bishop Darwis Manurung STh menegaskan, iman tiap pribadi akan tebal dan memberi cahaya pada orang lain bila meyakini bahwa kesatuan Tubuh Kristus diamalkan dan dipedomani dalam kehidupan duniawi.
Pdt Paul Wakkary menyampaikan terima kasih pada pihak Kemenhuk HAM khususnya Kakanwil yang bersedia menjadi tuan rumah kegiatan dan sebagai pertanda bahwa kemulian Tuhan telah menjamah Kemenhuk HAM Sumut melalui kebaktian bersama tersebut. “Bulan depan tuan rumah kegiatan adalah Katolik dengan kebaktian di Gereja Katedral Maria Tak Bernoda Asal Jl Pemua Medan,” ujar Pdt Paul  Wakkary.

Beda dengan kegiatan sejenis, kali ini artis nasional Yunita Sitorus Br Manurung berkesaksian diselingin penampilan suara merdu sang  jawara sejumlah festival itu disusul tampilnya Ny Baldwin Simatupang BR Pakpahan yang melantunkan Kidung Penyembahan. (rahel sukatendel)

Malaysia Digoyang Isu Kristenisasi

Tuduhan serius para blogger Malaysia yang diangkat salah satu media cetak terbesar di Malaysia, Utusan Malaysia berbunyi “Malaysia, Negara Kristian?” terus mengundang polemik dari berbagai pihak. Tuduhan yang tadinya hanya diangkat sepihak kini merembet hingga ke petinggi pemerintahan negeri jiran tersebut.

Radio Nederland merilis, salah satu petinggi pemerintah tersebut adalah Menteri Dalam Negeri Malaysia Hishamuddin Hussein yang menuturkan bahwa tuduhan tersebut membunyai bukti dan dasar yang kuat untuk diusut yaitu laporan kepolisian di Pulang Pinang mengenai kebenaran bahwa memang terjadi “grand design” sistematik diantara para pastor Kristen yang berkomplot dengan pihak oposisi Partai Aksi Demokrasi untuk mengangkat seorang Kristen sebagai Perdana Menteri Malaysia dan menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi Malaysia.

Berbeda dengan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak yang cepat menenangkan opini publik dengan meredam isu tersebut sampai dilakukan pengusutan yang tuntas. “Tenanglah sampai kita mengetahui fakta-faktanya. Hal ini tidak akan bermanfaat bagi siapa pun.  Siapapun itu, apakah mereka oposisi atau pro-pemerintah, mereka tidak dapat dan tidak harus mengeksploitasi masalah ini, “ ujar Datuk Seri Najib Razak pada sebuah media Malaysia di penutupan Asean Summit ke-18 Jakarta Minggu (08/05).

Kalangan besar batang tubuh Barisan Nasional pun berwacana positif dengan menyebut media Utusan Malaysia mengangkat berita yang mengada-ada bahkan cenderung membahayakan persatuan nasional. Karenanya mereka meminta pemimpin media tersebut untuk diusut dan ditindak tegas.

Suasana di kalangan masyarakat Malaysia pun terhadap masalah ini dikabarkan cukup bereaksi serius. Mereka mengkhawatirkan bahwa laporan-laporan seperti itu dapat mengobarkan kembali huru-hara hebat seperti yang pernah terjadi pada tanggal 13 Mei 1969 di Malaysia.(radio nederland)

Umat Katolik AS Doakan Osama bin Laden

Entah apakah terkait dengan seruan Kardinal asal Prancis Albert Vanhoye untuk mendoakan Osama bin Laden, sebuah gereja Katolik di West Palm Beach, Florida, Amerika Serikat merencanakan menggelar doa bersama sekaligus memberi penghormatan terhadap arwah pemimpin jaringan teroris internasional Al-Qaeda itu.

Rencana mendoakan arwah teroris paling dicari diseluruh dunia ini muncul pekan lalu. Pastor Gavin Badway yang mengepalai gereja tersebut pun membenarkan rencana ini dan menganggap jemaat yang tidak setuju lantaran berpikir emosional. “Yesus telah mengajarkan kita untuk mencintai dan memaafkan (orang lain),” ujarnya.

Jemaat di sana mendukung rencana doa tersebut. “Saya tahu kenapa mereka mau melakukan itu karena Injil mengajarkan untuk mencintai musuhmu dan berdoa bagi orang yang membencimu,” kata Aaron Wormus. Doa bersama yang telah dijadwalkan dalam buletin mingguan gereja bernama The Holy Name of Jesus ini direncanakan berlangsung pukul 12.00 siang waktu setempat.

Sejumlah jemaat Katolik lain berpandangan, bukan ingin menaruh kecurigaan terhadap apa yang mereka lakukan sebagai bagian dari pencarian popularitas semata, namun lebih tepat jika doa bersama tersebut ditujukan untuk seluruh pribadi yang saat ini masih hidup dan terlibat dalam aksi terorisme. Bahkan saat ini kelompok yang meyakini bahwa 21 mei akan terjadi kiamat harus kita doakan agar iman mereka terhadap Tuhan Yesus tidak goyah ketika ramalan mereka itu tidak akan terjadi.(jc/net)

Dagingnya Empuk, Bumbunya Terasa

Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan

Menu andalan Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan adalah ayam penyet yang terkenal empuk dan terasa bumbunya. Rahasianya terletak saat merebus ayam, dengan waktu yang telah ditentukan, yakni selama 100 menit.

“Pada perebusan tersebut, ayam juga langsung dicampurkan bahan rempah atau bumbu khas dari Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan,” jelas David, Penanggungjawab Restoran.

Dia juga menerangkan, bahan rempah-rempah untuk membuat bumbu ini semuanya terdapat di Medan. “Namun, untuk memudahkannya, semuanya diolah di Batam dengan bahan-bahan rempah yang ada di sana. Jadi, kami di sini tinggal mencampur saja,” jelasnya. Menurutnya, sslidah orang Batam dengan Medan berbeda. Karena menurutnya selera orang Batam sedikit manis, sedangkan Medan pedas. “Standar masakannya memang asin dan pedas, jadi tinggal mengimprovisasi saja menurut kebutuhan di berbagai daerah. Kalau di Batam tinggal tambah gula, sedangkan di Medan yang warganya lebih dominan menyukai asin dan pedas tinggal tambah garam dan cabe saja,” tutur David. Ada lagi satu hal yang buat ayam penyet di Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan ini berbeda dengan ayam penyet di restoran lain di Medan yakni ayam yang digunakan adalah ayam semi kampung.
Tentang harga setiap menu dijamin murah atau pas dengan kantong masyarakat ekonomi menengah ke bawah hingga yang atas.

“Satu bulan sejak diresmikan atau dibuka, kami membandrol ayam penyet kami dengan harga Rp11 ribu. Hari ini (20/5) terakhir masa promo itu, selanjutnya kami menyamakan dengan harga pasaran yang ada di Medan atau sekitar Rp13 ribu,” ujarnya seraya mengatakan, jika harga terus berada di tingkat Rp11 ribu, Ia takut sesama pengusaha dengan usaha sejenis marah karena dapat merusak harga pasar.

Menu andalan lain yakni Lele Penyet, Udang Penyet, Gado-gado, Soto Ayam dan masih banyak lagi. Tentunya dengan harga yang terjangkau. (saz)

Cendol Berbahan Alami

Cendol merupakan minuman yang segar jika dinikmati di hari yang panas dan gerah. Menikmati segarnya santan dan gula aren serta lembutnya cendol dapat meningkatkan gairah semangat untuk terus melanjutkan aktivitas hari kita.
Untuk menikmati cendol berbahan alami asli, warga Kota Medan bisa menikmatinya di Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan. Cendol yang berada di Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan adalah buatan sendiri. “Kami membuatnya sendiri, bukan dibeli di pasaran. Dan kami menjamin keaslian bahan alami dalam pembuatan cendol ini,” jelas David.

Untuk membuat cendolnya, pihaknya menggunakan tepung beras. Sedangkan airnya berasal dari santan kelapa yang begitu kental. Dan gulanya berasal dari gula aren. “Pokoknya dengan menikmati cendol ini, dijamin tenggorokan lega, dahaga hilang seketika dan rasanya juga segar dan manis,” kata David.

Untuk satu gelas cendol atau pun semua jenis minuman di Restoran Ayam Penyet Ria Khas Ibu Ruth Medan hanya dibanderol Rp10 ribu. (saz)

Berjiwa Kristiani dan Nasionalis Sejati

Dr Johanes Leimena, Perintis Berdirinya GMKI

Hari Kebangkitan Nasional kembali mengingatkan kita untuk mensyukuri seluruh perjuangan para pendahulu bangsa ini dalam meraih kemerdekaan secara gigih berani.

Dengan kebanggan yang tinggi pula umat Kristen di Indonesia perlu mensyukuri tampilnya para tokoh Kristen yang turut membawa bangsa ini melalui berbagai macam persoalan, namun menghadapinya dengan kasih dan kesederhanaan seperti yang ditunjukkan Johanes Leimena.

Lahir dalam lingkungan keluarga berpendidikan di Desa Ema Ambon, politisi yang meraih gelar Doktor pada tahun 1939 dan akrab disapa “Oom Jo” ini mempunyai keresahan sosial yang tinggi memandang kurangnya kepedulian sosial umat Kristen terhadap nasib Indonesia. Semangat inilah yang menginspirasinya dalam membentuk Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV), gerakan oikumenis mahasiswa cikal bakal berdirinya GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) tahun 1950.

Dirilis Terang Indonesia, Leimena dikenal mempunyai ketenangan yang luar biasa, kritis, dan penuh tanggung jawab. Hal ini pula yang membuat Bung Karno selalu memilihnya sebagai pejabat presiden kala sang proklamator berkunjung ke luar negeri.

“Ambillah misalnya Leimena, saat bertemu dengannya aku merasakan rangsangan indra keenam, dan bila gelombang intuisi dari hati nurani yang begitu keras seperti itu menguasai diriku, aku tidak pernah salah. Aku merasakan dia adalah seorang yang paling jujur yang pernah kutemui,” seru Bung Karno.

Melihat beberapa pandangan Leimena mengenai hubungan gereja dan negara pun perlu kita tinjau hubungannya. Dirinya memandang bahwa negara berkewajiban menyelenggarakan/memelihara ketertiban itu, dengan demikian menjadi pegawai Allah. Karena Allah dalam Yesus Kristus adalah Tuhan dari dunia dan sorga, maka kekuasaan negara berasal dari Tuhan. Dan gereja harus turut serta menegakkan ketertiban tersebut di atas. Ia tidak dapat membagi kehidupannya ke dalam dua lapangan yang terpisah sama sekali: kehidupan batindan kehidupan politik, tetapi kerajaan Allah harus dikabarkan dalam semua lapangan kehidupan, juga dalam lapangan politik.

Baginya Indonesia adalah suatu bangsa majemuk di bawah satu ideologi, Pancasila. Pandangan seperti itu lah yang menggambarkan sosok ideal cendekiawan Indonesia ini , yang menyatukan dalam dirinya wawasan moral, keagamaan, kemanusiaan, nasionalisme, kepemimpinan, dan intelektualitas, yang dibingkai dalam sosok yang tenang, sederhana, dan rendah hati. Hal ini membuatnya resmi mendapat gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah pada tahun lalu.(jc/net)

Dicobai Dukun Kampung, Warga Akhirnya Terima Yesus

Pengalaman Hamba Tuhan Mengabarkan Keselamatan di Pamena, Langkat

Tuhan mencintai semua bangsa. Dia tidak pernah pandang warna kulit. Karena kasihnya Dia mengutus seorang etnis Tamil untuk melayani ke sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut). Diantaranya adalah Pdt Andreas yang saat ini melayani di Gereja Kristen Protestan Anugerah, Medan dan bekerjasama dalam pelayanan dengan Pastor Surya Kumar, Pimpinan  Maranatha Christian Assembly Etnis Tamil di Medan.

Saat ditemui dalam sebuah acara pemberkatan di Medan, belum lama ini, Pdt Andreas yang melayani sekitar tahun 1979 ini mengatakan banyak suka dan duka yang dialaminya dalam penginjilan tersebut.

“Pelayanan misi kami bernama Soul Meaning Ministry (Pelayanan Menangkan Jiwa) untuk melayani orang-orang yang belum mengenal Kristus. Pengalaman yang menantang dalam pelayanan ketika dicobai sejumlah warga yang masih menganut kepercayaan “Pemena” di Marike kawasan Bahorok, persis berada di sekitar hutan Kawasan Ekosistem Leuser, Langkat sekitar tahun 1979. Warga disana mayoritas dihuni masyarakat suku Karo. Pelayanan tersebut bersama Pdt Jhon Tampubolon, Pdt Colia Sembiring, Pdt Tambun dan Pdt Andreas,” tutur Pdt Andreas.
Dalam pelayanan, warga di sana mengancam dan menyuruh kami pulang. “Pulang saja, kalau nggak nanti namamu saja yang pulang. Kami sudah punya kepercayaan, jadi tak perlu kamu sampaikan kepercayaanmu,” kata pendeta tersebut menirukan ucapan warga.

Setelah itu ada serangan mistik dan kuasa gelap. “Mata saya diselimuti sesuatu yang gelap dan pandangan jadi kabur. Saya berdoa dan mohon pertolongan, ‘Tuhan, bila kamu yang utus aku ke tempat ini, tolong lepaskan aku dari ikatan kuasa kegelapan ini’.”

Mukjizat pun terjadi, pemandangan Pdt Andreas menjadi terang kembali dan bersama tim penginjilan dilepaskan dari serangan kuasa kegelapan. Lalu seorang warga Pemena mendekat dan berkata, “Kamu ini dukun besar ya, koq bisa melepaskan ikatan itu dari saya?”

Pertanyaan itu dijawab, “Nggak pak, saya bukan dukun tapi penginjil yang diiutus Tuhan Yesus untuk memberitakan berita keselamatan untuk mereka yang belum menerima Dia sebagai Juruselamatnya.”
Saat itu warga tersebut terdiam dan temannya yang lain mulai mempercayai Yesus yang telah menyatakan mukjizat di hadapannya mereka.

Tidak hanya sampai di situ, percobaan pelayanan berlanjut. Kali ini seorang dukun besar kembali mencobai dengan cara yang sama dalam sebuah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di perkampungan masyarakat Pemena. Tapi ketika tim berdoa pada Tuhan, dukun itu pun jatuh pingsan dan kebaktian terus berlangsung dengan damai. Dicobai oleh dukun tidak hanya sampai disitu, tim Soul Meaning Ministry juga pernah dicobai beberapa kali di sejumlah wilayah di Sumut.

Tapi bibit penginjilan yang pernah disampaikan tidaklah pernah sia-sia, saat ini warga Pemena sudah banyak yang menerima Yesus sebagai juruselamatnya. Di kawasan itu sudah banyak berdiri gereja dan penginjilan untuk masyarakat disana terus dilakukan.

Siapa Pdt Andreas? Ayah dari 5 anak dan 4 cucu ini lahir di Tapak Tuan, 1 Januari 1951. Putra keempar dari 9 bersaudara anak Akhmed Wirandi dan Nilawati ini menerima Yesus sekitar tahun 1963. Nama Pdt Andreas diberikan oleh seorang Hamba Tuhan yang bernama Frist Sianturi yang merupakan teman dekat pamannya. Dalam keluarganya, hanya Pdt Andreas yang menjadi Hamba Tuhan. Dan mempercayai Tuhan Yesus sebagai Juruselamatnya diikuti pula oleh keluarganya yang lain. Adik perempuannya bernama Zainab akhirnya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya setelah menerima mukjizat kesembuhan dari kanker rahim pada 2002. (rahel sukatendel)

Dominasi Webber

SPANYOL-Red Bull sukses mempertahankan dominasinya hingga ke sesi kualifikasi, Sabtu (21/5). Mark Webber merebut pole pertamanya di musim ini yang akan digelar di sirkuit Catalunya, Spanyol Minggu (22/5) sore WIB. Sedangkan rekan setimnya, Sebastian Vettel akan start di grid kedua.

Webber mencatatkan waktu terbaik dengan 1 menit 20,981 detik dengan melahap 12 lap. Ini pole pertama pembalap Australia itu sejak yang terakhi di GP Belgia tahun lalu.

Usaha Vettel untuk meraih pole kelima secara berurutan gagal usai membukukan waktu lebih lambat 0,200 detik dengan 1 menit 21,181 detik.

Pembalap McLaren Lewis Hamilton akan mengawali lomba dari posisi tiga usai mencetak waktu 1 menit 21,961 detik dan Fernando Alonso melengkapi baris kedua dengan 1 menit 21,964 detik. Diikuti Jenson Button di posisi kelima. Felipe Massa gagal mengikuti sukses Alonso usai hanya mencatatkan waktu terbaik kedelapan. Sementara Michael Schumacher akan start dari urutan kesepuluh.

Nasib nahas menimpa Nick Heidfeld yang tidak mampu mengikuti kualifikasi akibat mobilnya mengalami kebakaran saat mengikuti latihan bebas terakhir. Praktis, pembalap Renault itu akan start dari urutan paling belakang.
Sebelumnya, Hamilton yang akan start di posisi ketiga sedang dalam kondisi percaya diri yang tinggi menghadapi balapan Formula One (F1) Grand Prix Spanyol. Hamilton yakin sudah saatnya untuk menghabisi Sebastian Vettel di Barcelona.

“Jelas, ketika anda balapan di Barcelona, ini adalah sebuah tempat yang pas untuk mulai melakukan tekanan dengan beberapa meraih hasil bagus, demi menjaga persaingan meraih gelar juara,” tegas Hamilton dilansir Sportinglie, Sabtu (21/5).

Setelah di Spanyol, balapan Eropa akan berlanjut di Monaco pekan depan lalu Montreal.
“Itu adalah tempat yang bagus untuk membangun fondasi dan saat ini kami berada di posisi bagus. Jadi, saya mengharapkan hasil  maksimal,” tandasnya. (net/jpnn)

Begitupun Masih Rewel dan Haus Podium

Michael Schumacher tak Kunjung Memukau Bersama Mercedes GP

Michael “Schumi” Schumacher tahun lalu comeback untuk memburu kemenangan. Hingga awal 2011, jangankan juara, podium saja belum. Sampai kapan kita harus menunggu?

Musim 2010 lalu, Schumi hanya mampu meraih posisi sembilan klasemen pembalap dengan 72 poin. Jauh dari harapan orang, dengan perolehan poin jauh di belakang rekan setim sendiri di Mercedes GP, Nico Rosberg (142 poin di urutan tujuh).

Meski demikian, banyak orang bisa memaklumi. Mercedes GP W01 bukanlah mobil yang mantap, karena dirancang saat tim masih bernama Brawn GP tidak punya uang untuk masa depan.

Ingat, Brawn GP jadi juara dunia 2009 dengan mobil yang dirancang pada 2008, saat tim masih bernama Honda dan punya banyak uang. Walau hebat pada 2009, tim itu tak punya cukup uang untuk merancang mobil 2010 secara maksimal. Makanya tim itu dijual ke Mercedes-Benz.

Musim ini, mobil W02 tampaknya lebih kompetitif. Minimal, sama kompetitifnya dengan mobil tahun lalu. Tapi hasil buat Schumi masih sama, bahkan mungkin lebih mengecewakan.

Setelah empat seri, Schumi baru punya enam poin, terpuruk di peringkat 11 klasemen pembalap. Sebagai pembanding, Nico Rosberg finis kelima dalam dua lomba terakhir, meraup 20 poin di urutan sembilan.
Dan asal tahu saja, Kamui Kobayashi yang naik Sauber-Ferrari kini berada di urutan sepuluh klasemen, punya dua poin lebih banyak dari Schumi!

Sampai kapan kita harus menunggu sukses Schumi bersama Mercedes GP? Kemungkinannya begitu luas. Tidak ada yang bisa memprediksi kapan. Bisa jadi, Schumi bakal garang di Grand Prix Spanyol akhir pekan ini juga. Tapi, bisa jadi dia juga tidak akan mampu meraih podium sampai akhir musim.
Ketika Schumi dan Mercedes GP ditanya, semua selalu bilang akan bekerja keras untuk mengejar sukses yang ditunggu orang itu. Dan sukses tinggal menunggu waktu!

Komentar-komentar serupa disampaikan lagi oleh Schumi saat menemui media di Sirkuit Barcelona, jelang GP Spanyol, Kamis lalu (19/5).

Pembalap 42 tahun itu bilang, dia merasa sangat dihargai ketika ada begitu banyak perhatian terhadap kesulitannya di F1 saat ini. “Sports adalah emosi yang bisa naik dan turun sewaktu-waktu,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Schumi mengatakan targetnya masih sama. Dia masih haus kemenangan. Bedanya, sekarang mengejar kemenangan sambil membangun segala kebutuhan dan momentum untuk tim.
“(Kemenangan) adalah satu-satunya alasan mengapa saya kembali. Tentu kami lebih senang menang sekarang daripada besok. Tapi sekarang saya lebih memahami situasi kami yang sebenarnya. Sekarang, kami menjalani proses normal bagi sebuah tim untuk menuju sukses. Tidak ada yang namanya keajaiban,” tegasnya.
Schumi menegaskan keyakinannya bakal meraih sukses tahun ini. “Saya lebih dari yakin bakal naik podium tahun ini,” tandasnya.

Menurut Schumi, ada banyak hal kecil-kecil yang sekarang menghalangi upayanya meraih sukses. Dia membandingkan apa yang dia hadapi sekarang dengan seperti membangun karir dari awal.
“Ada banyak detail kecil-kecil yang pada akhirnya menghasilkan sukses. Dan kami sedang membangun detail-detail itu dalam hal struktur tim dan pengelolaan berbagai hal. Kami punya begitu banyak potensi, kami punya motivasi tinggi. Kami hanya butuh waktu. Itu saja,” paparnya. “Habis setiap badai, matahari selalu muncul bersinar,” tandasnya.

Ross Brawn, bos Mercedes GP, menegaskan bahwa Schumi masih sangat termotivasi untuk meraih sukses lagi di F1. Di balik layar, sang juara dunia tujuh kali masih seperti dulu, “rewel” menuntut kemajuan dari tim.
“Kami sering melakukan diskusi teknis dan dia terus rewel tentang segala hal yang kami lakukan pada mobil, tentang perkembangan mobil. Tidak ada yang berubah. Kami optimistis,” ucap Brawn.
Sama seperti Schumi, Brawn bilang ada banyak hal-hal kecil yang sekarang jadi penghalang. “Dia harus membereskan hal-hal kecil terakhir. Kalau dia lamban dari awal, mungkin kita semua harus khawatir. Tapi saya tidak khawatir karena dia masih sangat cepat,” pungkas Brawn.
Bagi jutaan penggemar Schumi di seluruh dunia, ini berarti semua harus terus sabar menunggu sukses baru sang legenda F1. Tapi, siapa tahu penantian itu sudah berakhir Minggu ini (22/5) di GP Spanyol! (*)

Penindakan Tenaga Medis Nakal Mandul

JAKARTA- Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) belum benar-benar menunjukkan kiprahnya dalam memerangi pelanggaran disiplin yang dilakukan tenaga medis. Sejak 2006 hingga 2011, jumlah laporan aduan yang masuk ke MKDKI hanya sebanyak 127 laporan.

Wakil Ketua MKDKI Sabir Alwy mengakui, lembaga penegak disiplin tersebut masih bersifat pasif. “MKDKI memang sifatnya pasif, bagaimana sosialisasinya itu juga belum maksimal. Dan memang betul bahwa di kalangan masyarakat info tentang kedokteran dan MKDKI masih awam,” ujar Sabir, kemarin (21/5).

Sabir mengungkapkan, keterbatasan waktu dan anggaran menjadi faktor utama kepasifan lembaga tersebut. Terkait waktu, penanganan kasus-kasus pelanggaran disiplin bervariasi. “Paling cepat satu tahun untuk satu kasus. Itupun kalo kasusnya mudah. Tapi kalau susah, penanganannya pun makan waktu lama. Akibatnya sosialisasi MKDKI juga tidak maksimal,” tambahnya.

Soal anggaran, dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) tersebut menyatakan, dibutuhkan anggaran dalam jumlah besar untuk menangani kasus-kasus pelanggaran disiplin. Selama ini, lanjut dia, setidaknya dibutuhkan Rp 1 miliar lebih untuk penanganan kasus-kasus dalam waktu satu tahun.(ken/agm/jpnn)